Top Banner
Rumah Sakit Islam Karawang Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass Karawang Protap Penerimaan Anggota Staf Medis No. Dokumen No. Revisi HALAMAN 1/2 PROSEDUR TETAP Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur RS Islam Karawang Dr. AGUS M. SUKANDAR M.Mkes NIP. 01021199 1. Pengeritan Protap penerimaan staf medis adalah proses penerimaan anggota staf medis yang melibatkan Direktur, Komite medis, Panitia kredensial, KSM yang bersangkutan di lingkungan Rumah Sakit Islam Karwang. 2. Tujuan Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan penerimaan staf medis di RS Islam Karawang, agar didapat anggota staf medis baru, yang memiliki perilaku yang baik profesional dan mentaati semua peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Islam Karawang. 3. Kebijakan Arah Kebijakan Umum Sumber Daya manusia.
142

PROTAP PELAYANAN RSI.doc

Feb 05, 2016

ReportDownload

Documents

Rumah Sakit Islam Karawang

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Penerimaan Anggota Staf Medis

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDURTETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap penerimaan staf medis adalah proses penerimaan anggota staf medis yang melibatkan Direktur, Komite medis, Panitia kredensial, KSM yang bersangkutan di lingkungan Rumah Sakit Islam Karwang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan penerimaan staf medis di RS Islam Karawang, agar didapat anggota staf medis baru, yang memiliki perilaku yang baik profesional dan mentaati semua peraturan yang berlaku di Rumah Sakit Islam Karawang.

3. KebijakanArah Kebijakan Umum Sumber Daya manusia.

4. Prosedur

4.1 Calon Staf Medis mengajukan berkas lamaran ke ditektur yang berisi :4.1.1 Surat permohonan tertulis dari calon kepada direktur Rumah Sakit Islam Karawang.

4.1.2 Dafrat Riwayat hidup lengkap

4.1.3 Fotocopy Ijazah dokter umum/spesialis.4.1.4 Fotocopy Surat Tanda Registrasi (STR)

4.1.5 Fotocopy Sertifikat symposium/pelatihan

4.1.6 Pas Photo 4 x 6 1 buah

4.1.7 Fotocopy KTP 1 buah.

4.2 Direktur RS Islam Karawang mempertimbangkan permohonan tertulis berdasarkan kebutuhan tenaga KSM terkait dan rencana pengembangan rumah sakit.4.3 Berdasarkan hal tersebut diatas maka direktur akan menolak permohonan calon tersebut atau menerima dan meneruskan permohonan calon tersebut ke komite medis.4.4 Komite Medis setelah menerima berkas lamaran calon staf medis dari Direktur kemudian mengirimkan berkas lamaran tersebut ke Panitia Kredensial untuk ditindaklanjuti.4.5 Panitia Kredensial setelah menerima berkas calon staf medis, kemudian melaksanakan proses kredensial tergadap calon tersebut yaitu :

4.5.1 Meneliti berkas permohonan calon staf medis dari segi kelengkapan administrasi

4.5.2 Mencari informasi (penelusuran) mengenai calon staf medis dari institusi pendidikan dan tempat bekerja semebumnya.

4.5.3 Melakukan wawancara terhadap calon staf medis.

4.5.4 Mengadakan tes tertulis (hanya calon staf medis umum)

4.5.5 Meminta calon staf medis membaca Medial Staff By Laws Rumah Sakit Islam Karawang untuk dipelajari.

4.5.6 Membuat rekomendasi ke komite medis dengan memperhatikan sikap, pengetahuan dan ketrampilan dan persetujuan calon staf medis terhadapmedical staff by Laws RSI Karawang.

4.6 Komite medis membuat rekomendasi ke direktur setelah Mempertimbangkan laporan dari Panitia kredensial.

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Penerimaan Anggota Staf Medis

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN2/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

Prosedur

4.7 Direktur RS Islam Karawang berdasarkan rekomendasi dari komite medis memutuskan untuk menerima atau menolak calon staf medis. Bila direktur menerima calon tersebut maka selanjutnya membuat MOU dengan calon staf medis dan menganjurkan yang bersangkutan segera mengurus SIP di RS Islam Karawang serta mengirimkan surat ke Komite medis bahwa yang bersangkuatn diterima.

Unit Terkait.5.1 Direksi5.2 Komite medis.

5.3 Panitia Kredensial

5.4 KSM

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Kredensial & Proktoring

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap panitia kredensial dan proctoring adalah tata cara penyeleksian anggota staf medis baru yang dilaksanakan oleh panitia kredensial yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Islam Karawang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses penerimaan calon staf medis di RS Islam Karawang

3. KebijakanProsedur tetap penerimaan staf medis yang disusun oleh komite medis.

4. Prosedur

4.1 Calon staf medis mengikuti proses kredensial yang dilaksanakan oleh panitia kredensial sesuai dengan protap penerimaan anggota staf medis.4.2 Apabila yang bersangkutan sudah diputuskan diterima oleh Direktur selanjutnya dilakukan proses proctoring yang meliputi4.2.1 Untuk dokter spesialis.

4.2.1.1 Magang (Bimbingan dan pengawasan kerja) oleh KSM sesuai dengan spesialisasinya selama 3 bulan

4.2.1.2 Tidak dapat menuliskan resep atas namanya.

4.2.1.3 Belum memiliki kewenangan klinis.

4.2.2 Untuk dokter umum

4.2.2.1 Bimbingan dan pengawasan kerja di seluruh KSM dan/atau Instalasi selama 3 bulan

4.2.2.2 Tidak dapat menuliskan resep atas namanya.4.2.2.3 Belum memiliki kewenangan klinis

4.2.3 Uutuk dokter gigi

4.2.3.1 Bimbingan dan pengawasan kerja oleh KSM gigi selama 3 bulan

4.2.3.2 Tidak dapat menuliskan resep atas namanya.

4.2.3.3 Belum memiliki kewenangan resep atas namanya.

4.3 Setelah calon staf medis menjalankan proktoring, maka panitia kredensial membuat surat rekomendasi ke komite medis mengenai hasil proktoring.

4.4 Setelah mendapat laporan mengenai kegiatan proktoring dari panitia kredensial, maka Komite medis membuat surat rekomendasi calon staf medis ke direktur.

4.5 Direktur memberikan surat kewenangan klinis setelah mempertimbangkan rekomendasi proctoring calon tenaga medis dari komite medis.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 Panitia kredensiai & Proctoring

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangPemilihan Ketua KSM

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap pemilihan ketua KSM adalah tata cara pemilihan ketua KSM yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Islam Karawang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pelaksanaan pemilihan dan penetapan Ketua KSM yang dapat menyelaraskan kepentingan KSM dan Rumah Sakit sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif.

3. KebijakanMedical Staf By Laws / peraturan internal staf medis.

4. Prosedur

4.1 Surat pemberitahuan dari Komite Medis mengenai pemilihan ketua KSM.

4.2 Pemilihan calon ketua KSM dilaksanakan dalam rapat pleno KSM4.3 Rapat KSM memilih 2 (dua) orang calon ketua KSM

4.4 Nama 2 (dua) calon Ketua KSM terpilih diserahkan ke komite medis.

4.5 Komite medis memberikan rekomendasi mengenai calon ketua KSM kepada direktur

4.6 Ketua KSM ditetapkan oleh Direktur rumah sakit.

4.7 Ketua KSM mempunyai masa jabatan selama 3 (tiga) tahun.

4.8 Bila Anggota KSM kurang dari 3 orang, maka penentuan ketua KSM dilakukan oleh Direktur setelah mendapat saran/masukan dari komite Medis.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Pemilihan Ketua Komite Medis

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap pemilihan ketua Komite Medis adalah tata cara pemilihan ketua Komite Medis yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Islam Karawang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pelaksanaan pemilihan dan penetapan Ketua Komite Medis sehingga dihasilkannya perencanaan, penggerakan, pelaksanaan, pengendalian sumber daya manusia, dalam rangka pencapaian tujuan secara efektif, efisien dan terjaganya mutu pelayanan di rumah sakit.

3. KebijakanMedical Staf By Laws / peraturan internal staf medis.

4. Prosedur

4.1 Surat pemberitahuan dari ketua Komite Medis kepada direktur mengenai berakhirnya masa kerja dan akan diadakan pemilihan ketua Komite Medis periode berikutnya.4.2 Pemilihan calon ketua Komite Medis dilaksanakan dalam rapat pleno komite medis.4.3 Staf medis mengusulkan calon ketua komite medis kepada direktur4.4 Direktur memilih dan menetapkan ketua komite medis 4.5 Ketua komite medis mempunyai masa jabatan selama 3 (tiga) tahun.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Visite Pasien oleh Dokter di Ruang Rawat Inap.

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap visite pasien di ruang rawat inap adalah tata cara visite di ruang rawat inap yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Islam Karawang.

Visite adalah : kegiatan pemeriksaan pasien dan pengelolaannya oleh spesialis / dokter umum di ruang rawat inap.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan visite ruang rawat inap di RS Islam Karawang sehingga kegiatan visite dapat terlaksana dengan baik.

3. KebijakanTata tertib KSM bahwa visite pasien di ruang rawat inap dilaksanakan oleh dokter spesialis atau dokter umum

4. Prosedur

4.1 Melakukan visite di ruang rawat inap pada jam kerja dengan mengenakan jas dokter resmi RS Islam Karawang berikut papan nama.4.2 Pada lembar rekam medis menuliskan :hasil pemeriksaan, terapi / tindakan yang diberikan, tanggal dan jam pemeriksaan diakhiri dengan tanda tangan atau paraf dokter pemeriksa.4.3 Apabila berhalangan melakukan visite dapat dialihkan pada staf medis lainya dalam KSM yang sama atau pada KSM yang setara.

4.4 Apabila anggota KSM yang sama atau KSM yang setara tidak dapat menggantikan, visite dapat dialikan ke dokter umum.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang rawat inap

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Penggantian Visite Spesialis oleh Dokter Umum di Ruang Rawat Inap

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Adalah tata cara penggantian visite spesialis oleh dokter umum di ruang rawat inap yang berlaku di lingkungan Rumah Sakit Islam Karawang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan visite dokter spesialis oleh dokter umum ruang rawat inap di RS Islam karawang.

3. KebijakanTata tertib KSM bahwa visite pasien di ruang rawat inap dilaksanakan oleh dokter spesialis atau case manajer bila dokter spesialis berhalangan.

4. Prosedur

4.4 Menggantikan visite bila ada permintaan dari spesialis karena berhalangan

4.4 Menghubungi spesialis bila sampai jam 10.00 dokter spesialis belum datang visite.

4.4 Melakukan visite bila jam 11.00 spesialis belum datang ke ruangan dan tidak dapat dihubungi.4.4 Menuliskan hasil pemeriksaan, rencana terapi dan atau tindakan, tanggal dan jam pemeriksaan disertai tanda tangan / paraf pada catatan medis.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.4 KSM

5.5 Ruang rawat inap

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Medis di Meja Operasi.

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Adalah tata cara konsultasi di meja operasi yang berlaku di lingkungan Rumah RS Islam Karawang.

Konsultasi adalah: permintaan pendapat, saran dan instruksi serta menanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan konsultasi di meja operasi di RS Islam Karawang.

3. KebijakanArah Kebijakan Umum bidang Pelayanan bahwa pelayanan medis dilakukan oleh dokter spesialis sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.1 Bila Operator menemukan kasus di luar keahliannya saat sedang operasi, maka yang bersangkutan membuat surat konsul (Menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindaklanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut serta membubuhi tanda tangan / paraf) pada lembar konsul kepada dokter yang berhak menangani dan menghubunginya.4.2 Dokter yang dihubungi segera datang ke ruang operasi kemudian melakukan pemeriksaan kalau perlu melanjutkan operasi tersebut apabila memang kasus tersebut sesuai dengan bidangnya dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tidak lanjut serta membubuhi tanda tangan / paraf) di lembar jawaban konsul.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis5.2 KSM5.3 Instalasi Bedah Sentral

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Medis di Instalasi Bedah Sentral

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Adalah tata cara konsultasi di meja Instalasi Bedah Sentral yang berlaku di lingkungan Rumah RS Islam Karawang.

Konsultasi adalah: permintaan pendapat, saran dan instruksi serta menanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan konsultasi di Instalasi Bedah Sentral di RS Islam Karawang.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di Instalasi Bedah Sentral dilakukan oleh dokter spesialis sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.2 Bila Operator menemukan kasus di luar keahliannya saat pre operasi, maka yang bersangkutan membuat surat konsul (Menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindaklanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut serta membubuhi tanda tangan / paraf) pada lembar konsul kepada dokter yang berhak menangani dan menghubunginya.

4.2 Dokter yang dihubungi melakukan pemeriksaan dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tidak lanjut serta membubuhi tanda tangan / paraf) di lembar jawaban konsul.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Instalasi Bedah Sentral

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Medis di Ruang Rawat Inap

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap konsultasi medis di ruang rawat inap adalah tata cara konsultasi antar KSM di ruang rawat inap yang berlaku di lingkungan RS Islam Karawang.

Konsultasi adalah: permintaan pendapat, saran dan instruksi serta menanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan konsultasi di ruang rawat inap di RS Islam Karawang.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di ruang rawat inap dilakukan oleh dokter umum / dokter spesialis sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.1 Bila dokter yang memeriksa pasien (anggota KSM I) menemukan kasusu di luar keahliannya saat sedang visite maka yang bersangkutan membuat surat konsul (menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindak lanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut serta membubuhi tandatangan / paraf) pada lembar konsul kepada dokter yang berhak menangani dan menghubungi.4.2 Perawat ruangan / case manager menghubungi dokter yang dituju (anggota KSM II)

4.3 Dokter yang dihubungi, datang lalu melakukan pemeriksaan dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tindak lanjut serta membubuhi tandatangan / paraf) di lembar jawaban konsul

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang rawat inap.

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Medis di Poliklinik

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap konsultasi medis di poliklinik adalah tata cara konsultasi antar KSM di Poliklinik yang berlaku di lingkungan RS Islam Karawang.

Konsultasi adalah: permintaan pendapat, saran dan instruksi serta menanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan konsultasi antar KSM di poli RS Islam Karawang.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di poliklinik dilakukan oleh dokter umum / dokter spesialis sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.1 Bila dokter yang memeriksa pasien (anggota KSM I) menemukan kasus di luar kehaliannya maka yang bersangkutan membuat surat konsul (menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindaklanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut serta membubuhi tandatangan / paraf ) pada lembar konsul kepada dokter yang berhak menangani dan menghubungi.4.2 Dokter (anggota KSM II) yang dikonsulkan melakukan pemeriksaan dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tindak lanjut serta membubuhi tandatangan / paraf) di lembar jawaban konsul

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Poliklinik

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Medis di IGD

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap konsultasi medis di Ruang Gawat Darurat adalah tata cara konsultasi antar dokter jaga IGD dengan spesialis atau antar spesialis di ruang gawat darurat yang berlaku di lingkungan RS Islam Karawang.

Konsultasi adalah: permintaan pendapat, saran dan instruksi serta menanganan lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter jaga IGD/dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawat membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan konsultasi medis di IGD RS islam Karawang, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang segera dari dokter spesialis yang dibutuhkan.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di IGD dilakukan oleh dokter umum / dokter spesialis sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.1 Pasien yang datang ke IGD dilayani oleh dokter jaga IGD & perawat jaga IGD.4.2 Setelah selesai pemeriksaan, dokter memberikan pengobatan & tindakan sesuai dengan diagnosa.

4.3 Apabila pasien membutuhkan konsultasi medis spesialis, maka dokter yang memeriksa (dokter jaga IGD) segera menghubungi dokter jaga spesialis on call yang dibutuhkan melalui telepon.

4.4 Apabila dokter jaga spesialis on-call dalam waktu 15-30 tidak berhasil dihubungi, maka dokter jaga IGD menghubungi dokter spesialis on call lain.

4.5 Pada kasus cito, dokter spesialis/konsultan harus datang & memeriksa pasien di IGD.

4.6 Dokter konsultan menuliskan hasil pemeriksaan serta advisnya pada status pasien dengan mencantumkan tanggal & jam pada saat konsultasi dijawab.4.7 Pada kasus tidak cito, dokter konsultan dapat memberikan advis melalui telepon dan memeriksa pasien pada kesempatan lain sesegera mungkin.

4.8 Dokter IGD yang menerima jawaban konsul melalui telepon harus menuliskan jawaban konsul tersebut pada lembar isian IGD dengan jelas & teliti kemudian mencantumkan tanggal dan jam jawaban konsul diterima 4.9 Dokter IGD melaksanakan instruksi sesuai dengan yang telah diadviskan oleh dokter konsulen.

4.10 Setelah dokter on-call menerima konsultasi pasien ini, maka semua parihal yang menyangkut pasien ini menjadi tanggung jawab dokter tersebut.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Rawat Bersama

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap rawat bersama adalah tata cara konsultasi untuk rawat bersama yang berlaku di lingkungan RS Islam Karawang. Konsultasi rawat bersama adalah permintaan pendapat, saran dan instruksi lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya sehubungan dengan keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawatnya membutuhkan penanganan yang lebih khusus oleh dokter spesialis lainnya secara bersama-sama.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan rawat bersama di RS islam Karawang, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang segera dari dokter spesialis yang dibutuhkan.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di dilakukan oleh dokter spesialis komprehensif sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.2 Bila dokter yang memeriksa pasien menemukan masalah di luar keahliannya maka yang bersangkutan membuat surat konsul rawat bersama (menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindaklanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut, menuliskan rawat bersama serta membubuhi tandatangan / paraf ) di lembar konsul kepada dokter spesialis lainnya.4.2 Dokter spesialis yang dikonsulkan untuk rawat bersama melakukan pemeriksaan dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tindak lanjut serta membubuhi tandatangan / paraf) di lembar jawaban konsul.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang rawat inap

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Konsultasi Alih Rawat

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap konsul alih rawat adalah tata cara konsultasi untuk alih yang berlaku di lingkungan RS Islam Karawang.

Konsultasi alih rawat adalah permintaan penanganan dan instruksi lebih lanjut yang dilakukan oleh dokter spesialis kepada dokter spesialis lainnya dimana keadaan sakit atau cedera yang diderita pasien yang dirawatnya diluar keahlian dokter spesialis

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam pelaksanaan alih rawat di RS islam Karawang, sehingga pasien dapat memperoleh penanganan yang segera dari dokter spesialis yang dibutuhkan.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan medis di dilakukan oleh dokter spesialis komprehensif sesuai kebutuhan.

4. Prosedur

4.1 Bila dokter yang memeriksa pasien menemukan kasus di luar keahliannya maka yang bersangkutan membuat surat konsul alih rawat (menuliskan kelengkapan data pasien, hasil pemeriksaan dan tindaklanjut yang telah dilakukan terhadap pasien tersebut, menuliskan rawat bersama serta membubuhi tandatangan / paraf ) di lembar konsul kepada dokter spesialis lainnya dan untuk selanjutnya tidak melakukan visit terhadap pasien tersebut.4.2 Dokter spesialis yang dikonsulkan untuk alih rawat melakukan pemeriksaan dan menuliskan jawaban konsul (tanggal dan jam pemeriksaan, hasil pemeriksaan dan rencana tindak lanjut serta membubuhi tandatangan / paraf) di lembar jawaban konsul kemudian mengambil alih perawatan sesuai dengan kahliannya dan melakukan visit terhadap pasien tersebut.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang rawat inap

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Rujukan dan Pindah Rawat

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Pasien dirujuk adalah pasien yang memerlukan pemeriksaan, mengobatan atau fasilitas khusus yang tidak tersedia di RS Islam Karawang.

Pasien pindah rawat adalah pasien yang dikirim ke rumah sakit lain karena permintaan pasien atau keluarganya, atau karena tempat rawat inap di RS Islam Karawang penuh.

Indikasi :

1. Pengobatan dan atau tindakan tertentu yang diperlukan tidak bisa dilakukan di RS Islam Karawang.2. Fasilitas baik peralatan maupun tenaga profesional (ahli) yang tidak dimiliki atau peralatan yang dimiliki sedang dalam keadaan rusak.

3. Runag rawat inap penuh.

4. Atas permintaan pasien dan atau keluarga untuk pindah rawat di Rumah sakit yang dituju.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses pelaksanaan rujuk dan pindah rawat di RS Islam Karawang, sehingga pengiriman pasien yang dirujuk atau pindah rawat ke rumah sakit lain dapat dilaksanakan secara cepat, cermat dan aman bagi pasien.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa pelayanan pasien rujuk keluar RS dilakukan dalam kerjasama tim sesuai standar.

4. Prosedur

4.1 Pasien yang akan dirujuk / pindah rawat harus dalam keadaan hemodinamik stanil.

4.2 Atas salah satu atau lebih indikasi tersebut diatas, dokter spesialis dan dokter umum (atas instruksi dokter spesialis) yang memeriksa menginstruksikan untuk merujuk pasien ke RS lain.

4.3 Dokter menulis pada lembar Rekam Medis pasien bahwa pasien dirujuk ke RS (Nama RS rujukan) disertai dengan alasan rujukan.4.4 Dokter dan atau perawat memberitahu dan menjelaskan ke RS lain beserta alasan pasien dirujuk (dengan melakukan kontak telepon).

4.5 Dokter membuat surat rujuk.

4.6 Lengkapi persiapan pasien untuk dipindahkan, bila perlu ambulance lengkap dengan peralatan penunjang hidup dan perlatan lainya, obat dan bahan yang diperlukan sesuai kebutuhan kondisi dan kasus pasien.

4.7 Pasien gawat (dalam keadaan stabil) harus ditemani oleh dokter dan atau perawat yang telah menguasai dan mampu melakukan teknik-teknik life saving serta bertanggung jawab dalam melakukan observasi dan pemantauan kegawatan pasien sampai ke RS rujukan.4.8 Petugas yang mengantar melakukan serah terima pasien kepada petugas pada RS rujukan.

5. Unit Terkait

5.1 Komite medis

5.2 KSM

5.3 Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Persiapan Pra Operasi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap Persiapan pra operasi adalah pemeriksaan yang dilakukan sebelum pasien dioperasi, baik pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam proses persiapan pra operasi di RS Islam Karawang, sehingga didapat suatu tindakan yang aman, efektif dan efisien.

3. KebijakanTata Terbit KSM bahwa dilakukan langkah-langkah persiapan operasi bagi setiap pasien sebelum menjalankan opertasi.

4. Prosedur

4.1 Jenis operasi kecil & sedang usia 40 tahun.4.1.1 Pasien tanpa penyakit yang tidak memerlukan persiapan khusus4.1.1.1 Pemeriksaan Fisik

4.1.1.2 Pemeriksaan penunjang

Laboratorium : Hb, Lekosit, Hitung Jenis, Trombosit, Masa perdarahan, masa pembekuan, gol darah.

4.1.2 Pasien dengan penyakit yang perlu persiapan khusus pra anestesi

4.1.2.2 Pemeriksaan fisik

4.1.2.3 Pemeriksaan penunjang

Laboratorium : Hb, Lekosit, hitung jenis, trombosit, masa perdarahan, masa pembekuan, gol darah.

Radiologi : Foto Thorax4.2 Jenis operasi kecil & sedang usia 40 tahun4.2.1 Pasien tanpa penyakit yang memerlukan pemeriksaan khusus pra anestesi4.2.1.1 Pemeriksaan fisik

4.2.1.2 Pemeriksaan penunjangLaboratorium : Hb, Lekosit, hitung jenis, trombosit, masa pendarahan, masa pembekuan, ureum, kreatinin, gula darah sewaktu

Radiologi : Thorax photo, PA, EKG4.2.1.3 Konsultasi ke penyakit dalam dan atau kardiologi4.2.2 Pasien dengan penyakit yang memerlukan persiapan khusus pra anestesi

4.2.2.1 Pemeriksaan seperti no. 1 ditambah pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.4.3 Operasi Besar4.2.3 Pemeriksaan fisik

4.2.4 Pemeriksaan Lab : Hb, lekosit, hitung jenis, trombosit, masa pendarahan, masa pembekuan, albumin, ureum, kreatinin, gula darah sewaktu, Pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.4.2.5 Pemeriksaan Radiologi : Thorax Foto, PA

4.2.6 Pemeriksaan EKG

4.2.7 Konsultasi Pra Anestesi

4.2.7.1 Konsultasi ke penyakit dalam4.2.7.2 Konsultasi disiplin lain sesuai kebutuhan

5. Unit Terkait5.1 KSM

5.2 Instalasi Radiologi

5.3 Instalasi Laboratorium

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Penanganan Kasus Gawat Darurat tanpa ada Keluarga

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Protap Penanganan kasus gawat darurat tanpa keluarga adalah pertolongan pada pasien yang mengalami situasi kritis tanpa adanya keluarga yang bertanggungjawab sehingga tidak didapatkan persetujuan tindakan medis terhadap tindakan life saving yang akan diberikan. .

2. Tujuan

Sebagai acuan langkah-langkah penanganan kasus resiko tinggi tanpa keluarga sehingga pasien mendapatkan terapi yang optimal dan tidak mengalami penundaan untuk tindakan life saving.

3. KebijakanPedoman Komite Medis bahwa setiap pasien berhak mendapatkan penanganan yang tepat.

4. Prosedur

4.1 Bila pasien gawat darurat tanpa keluarga diperlukan tindakan life saving maka dokter yang merawat menuliskan indikasi tindakan darurat pada lembar persetujuan tindakan.

4.2 Lembar persetujuan tindakan medis di legalisasi ke direksi (bidang pelayanan / wakil direktur)

4.3 Diluar jam kerja legalisasi dilakukan oleh duty manager & dilaporkan ke direksi.

5. Unit Terkait

5.1 Direksi

5.2 Komite medis5.3 KSM

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Nefrektomi Simpel

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani tindakan Operasi Nefrektomi Simpel.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan Operasi Nefrektomi Simpel

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis.

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi4.1.1 Pasien posisi lumbotomidalam narkose umum, dilakukan aseptik dan anti septik daerah operasi dan sekitarnya.

4.1.2 Insisi intercostals selapis demi selapis menembus kutis sub kutis Fascia dan otot secara tajam sampai mencapai rongga retroperitoneal4.1.3 Fascia gerotah dibuka ginjal dibebaskan dari lemak perirenal.4.1.4 Ureter dikenali dan dikendali sedistal mungkin disusuri kearah proksimal sampai kepyelum ginjal.

4.1.5 Arteri dan Vena renalis dipreservasi dan dibebaskan dari jaringan sekitar.

4.1.6 Arteri renalis di ligasi dengan menggunakan benang non absorbable, sebelumnya dipasang klem dua lapis.

4.1.7 Dilanjutkan dengan ligasi vena renalis

4.1.8 Ginjal dibebaskan dari jaringan sekitar dan diangkat.

4.1.9 Perdarahan dirawat, rongga operasi dicuci dengan cairan NaCl sampai bersih dipasang drain NGT pada rongga rethoperitoneal.

4.1.10 Luka operasi dijahit lapis demi lapis.

4.1.11 Operasi selesia.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Ruptur Uretra Anterior

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Ruptur Uretra Anterior.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Ruptur Uretra Anterior

3. KebijakanPareturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis.

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi Litotomi dalam spinal anaestesi, dilakukan aseptic dan anti septic di daerah perinium dan sekitarnya.4.1.2 Insisi U terbalikdari spina ischiadika kanan ke kiri ditembus secara tajam dari kutis, sub kutis dan otot.

4.1.3 Uretra Parsbulbosa dikenali sepanjang uretra kearah kaudal dan cranial dibebaskan dicari uretra yang rupture dan bekuan darah dibersihkan.4.1.4 Bila tepi ruptur compang camping, dilakukan debridemen jaringan mati dan punctum cranial dan kaudal dijahit end to end4.1.5 All Layer dipasang kateter sebelum dilakukan approksimasi

4.1.6 Luka Operasi dijahit kembali

4.1.7 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Ruptur buli-buli

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Rupur buli-buli

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Rupur buli-buli

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi terlentang dalam narkose umum, dilakukan aseptic dan dan antiseptic didaerah suprasimpisis dan sekitarnya.4.1.2 Dilakukan insisi mediana menembus kutis, sub kutis, fascia dan otot dipisahkan secara tumpul sempai ke rongga retro peritoneal.

4.1.3 Peritenium disisihkan kearah kranial kandung kencing diekspose.

4.1.4 Dilakukan jahitan kendali pada jam 11 dan jam 1, buli-buli di insisi jam 12 dan diperlebar kearah kaudal

4.1.5 Ruptur buli-buli di identifikasi dan dijahit 2 lapis, mukosa buli-buli dijahit dengan plain cat gut dan sero muskuler dijahit dengan poliglicolic acid.

4.1.6 Bila tepi rupture compang camping dipasang sistostomi

4.1.7 Luka operasi dijahit lapis demi lapis dan dipasang drain pada cavum retzii4.1.8 Operasi selesia.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Ruptur Ginjal

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Rupur Ginjal

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Rupur Ginjal

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi terlentang dalam narkose umum.

4.1.2 Dilakukan aseptic dan anti septic pada daerah abdomen dan sekitarnya4.1.3 DIlakukan insisi laparatomi White line, dibuka rongga retro peritoneal di ekspose.

4.1.4 Dilakukan insisi pada ligamentum treits, arteri renalis dikenali dan dikendali (Mc Anin prosedur)

4.1.5 Ginjal dibebaskan melalui ekspose trasperitoneal dan rupture ginjal diidentifikasi.

4.1.6 Bila didapat ginjal rupture stelata atau rupture total, dilakukan nefrektomi bila didapatkan avulse dan trauma tidak tembus kedalam Pelviocalises system serta pedikel utuh ginjal dipertahankan.

4.1.7 Perdarahan dirawat, rongga operasi dicuci dengan NaCl sampai bersih, dipasang drain NGT. Pada rongga retroperitoneal insisi pada white line direposisi luka operasi dijahit lapis demi lapis.

4.1.8 Operasi selesai.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Orchidefeksi pada kriptorkismus

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Orchidofeksi pada kriptorkismus

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Orchidefeksi pada kriptorkismus

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi terlentang dalam narcose umum.4.1.2 Aseptik dan antiseptic daerah inguinal dan sekitarnya

4.1.3 Dilakukan insisi sejajar SIAS dan Simpisis pubis menembus kutis sub kutis dan fascia otot dibebaskan secara tumpul.

4.1.4 Kantong tunika Vaginalis diidentifikasi dan dibuka, testis dibebaskan dan dinilai bila testis masih baik atau sudah fibrotik dari kantung distal dan proksimal sampai ke preferitoneal fat.

4.1.5 DIlakukan penurunan testis kedalam rungga scrotum dan difiksasi pada dua jahitan (pada apeks dan sisimedial testis)

4.1.6 Perdarahan dirawat luka operasi dijahit lapis demi lapis.

4.1.7 Operasi selesia

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Nefrostomi perkutan

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Nefrostomi perkutan

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Nefrostomi perkutan

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi miring 45 dalam anestesi local atau narcose umum

4.1.2 Dilakukan aseptic dan anti septic daerah sudut costofertebra

4.1.3 Dilakukan insisi kurang lebih 1 cm pada titik perpotongan garis mid scapula dan ujung dari costa 12 menembus kutis subkutis dan fascia.

4.1.4 Dipasang trokar kearah ginjal sampai didapat urin tract diperlebar secukupnya dan dipasang selang (nefrostomiset atau NGT No. 10 F)

4.1.5 Nefrostomi di fiksasi dengan baik dan dipertahankan4.1.6 Luka operasi dijahit dengan benang nanobsorbable.4.1.7 Operasi selesai.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Nefrektomi Radikal pada Tumor Ginjal

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Nefrektomi Radikal pada Tumor Ginjal.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Nefrektomi Radikal pada Tumor Ginjal

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi supine dalam narkose umum, dilakukan aseptik dan anti septik pada daerah operasi4.1.2 Dilakukan insisi laparatomi

4.1.3 Dilakukan preservasi pedicle ginjal dengan melalui ligamentum Treitz

4.1.4 Arteri dan vena dikendali

4.1.5 Dilakukan pemotongan vena renalis diikuti dengan arteri renalis.

4.1.6 Dengan membuka white line usus disisihkan dan rongga retroperitoneal di ekspose.

4.1.7 Ureter dipotong sedistal mungkin.

4.1.8 Ginjal dikeluarkan secara In Block beserta jaringan perirenal fat dan fascia Gerota dan dilakukan limfadenektomi kelenjar getah bening retroperitoneal.

4.1.9 Rongga operasi dicuci dengan aquabidest.

4.1.10 Dipasang drain pada rongga retroperitoneal dan luka operasi dijahit kembali lapis demi lapis.

4.1.11 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Batu Ginjal

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Batu Ginjal

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Batu Ginjal

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi lumbotomi dalam narkose umum/ regional, dilakukan aseptik dan anti septik pada daerah sudut costovertebra.4.1.2 Insisi sejajar costae pada intercostals XI-XII menembus kutis, subkutis, fasia, dan lapisan otot sampai mencapai rongga retroperitoneal.

4.1.3 Fascia Gerota dibuka ginjal dibebaskan

4.1.4 Ureter dikenali dan dikendali dengan menggunakan Nelaton kecil dan disusuri kea rah proksimal sampai mencapai pielum ginjal.

4.1.5 Pielum dibebaskan dari parenkim ginjal (Extended).

4.1.6 Dilakukan insisi pada pielum dan dilakukan evakuasi batu pada pelviovaliceal system.4.1.7 Dinilai urin yang keluar dari ginjal.

4.1.8 Dengan menggunakan Nelaton Cateter No.20, dilakukan spuling dengan NaCl 0,9% pada ginjal sampai bersih.4.1.9 Dengan menggunakan feeding Tube 6 F/8F dilakukan sondase kearah ureter distal dengan menggunakan cairan betadin.4.1.10 Setelah diyakini tidak ada perdarahan dan drainase ke distal lancer rongga retroperitoneal dicuci dengan NaCl samapi bersih.

4.1.11 Sayatan pada pielum dijahit kembali dengan material absorbable 4.0 dan luka operasi dijahit kembali lapis demi lapis dengan meninggalkan drain pada rongga retroperitoneal

4.1.12 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Batu Ureter Proksimal

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Batu Ureter Proksimal

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Batu Ureter Proksimal

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi lumbotomi dalam narkose umum / regional4.1.2 Dilakukan Aseptik dan anti septik pada daerah sudut costovertebra.

4.1.3 Insisi sejajar costae pada intercostals XI-XII menembus kutis, subkitis, fasia, dan lapisan otot sampai mencapai rongga retroperitoneal.

4.1.4 Fascia Gerota dibuka ginjal dibebaskan pada pole inferior.4.1.5 Ureter dikenali dan disusuri sampai letak batu selanjutnya ureter dikendali dengan Nelaton kecil praksimal batu, ureter dibebaskan dari jaringan sekitar.

4.1.6 Dilakukan Ureterotomi di atas batu dan batu diangkat.

4.1.7 Dinilai urin yang keluar dari arah ginjal dan selanjutnya dilakukan sondase ke ureter distal dengan menggunakan feeding tube No.6F/8F

4.1.8 Setelah diyakini tidak ada perdarahan dan drainase ke distal lancar rongga retroperitoneal dicuci dengan NaCl sampai bersih.

4.1.9 Sayatan pada pielum dijahit kembali dengan material absorbable 4.0 dan luka operasi dijahit kembali lapis demi lapis dengan meninggalkan drain pada rongga retroperitoneal.

4.1.10 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Batu Ureter Distal

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Batu Ureter Distal

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Batu Ureter Distal

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi supine dalam anestesi regional/ narkose umum

4.1.2 Dilakukan aseptik dan anti septik daerah inguinal.

4.1.3 Dilakukan insisi sejajar SIAS simpisis pubis menembus kutis, subkutis dan lapisan otot sampai mencapai rongga retroperitoneal dengan cara menyisihkan peritoneum kea rah medial.

4.1.4 Ureter dikenali dan dikendali dengan Nelaton kecil proksimal dari batu

4.1.5 Dilakukan Ureterotomi di atas batu dan batu diangkat

4.1.6 Dinilai urin yang keluar dari arah ginjal dan selanjutnya dilakukan sondase ke ureter distal dengan menggunakan feeding tube No.6F/8F

4.1.7 Setelah diyakini tidak ada perdarahan dan drainase ke distal lancar rongga retroperitoneal dicuci dengan NaCl sampai bersih.

4.1.8 Sayatan pada pielum dijahit kembali dengan material absorbable 4.0 dan luka operasi dijahit kembali lapis demi lapis dengan meninggalkan drain pada rongga retroperitoneal.

4.1.9 Operasi selesai.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi TURP Prostat

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi TURP Prostat

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi TURP Prostat

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi litotomi dalam regional anestesi4.1.2 Aseptik dan anti septik genitalia eksterna dan sekitarnya.

4.1.3 Sheat 24F lensa 12/30 dimasukan melalui MUE sepanjang uretra sampai buli

4.1.4 Dilakukan penilaian pada mukosa buli, kedua muara ureter, bladder neck, kelenjar prostate dan Verumontamun4.1.5 Dilakukan reseksi pada kelenjar prostat sampai uretra pars prostatika terbuka

4.1.6 Perdarahan dirawat dipasang cateter Foley 24 F 3 way, balon 40 cc dilakukan traksi dan irigasi.

4.1.7 Operasi selesia.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi TURP Buli

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi TURP Buli

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi TURP Buli

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi litotomi dalam regional anestesi.4.1.2 Aseptik dan antiseptik genitalia eksterna dan sekitarnya.

4.1.3 Sheat 24 F lensa 12/30 dimasukkan melalui MUE sepanjang uretra sampai buli.4.1.4 Dilakukan penilaian pada mukosa buli, kedua muara ureter, bladder neck, kelenjar prostate dan Verumontamun.4.1.5 Dilakukan reseksi pada tumor bul-buli dan dasar tumor (bila memungkinkan)4.1.6 Perdarahan dirawat dipasang cateter Foley 24 F3 way, balon 20 cc dilakukan irigasi

4.1.7 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Lototripsi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Litotripsi

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi TURP Litotripsi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi litotomi dalam regional anestesi.

4.1.2 Aseptik dan antiseptik genitalia eksterna dan sekitarnya.

4.1.3 Sheat 24 F lensa 12/30 dimasukkan melalui MUE sepanjang uretra sampai buli

4.1.4 Dilakukan penilaian pada mukosa buli, kedua muara ureter, bladder neck, kelenjar prostat dan Verumontamun serta batu pada vesika.

4.1.5 Sheat diganti dengan Hendrickson batu dipecahkan dan dilakukan Ellick evakuasi sampai bersih (bila pada mukosa buli dicurigai adanya tumor dilakukan biopsy tumor)

4.1.6 Dipasang cateter Foley 24 F 3 way, balon 20 cc dilakukan irigasi

4.1.7 Operasi selesai.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Striktur Uretra

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Striktur Uretra

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Striktur Uretra

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi litotomi dalam regional anestesi.

4.1.2 Aseptik dan antiseptik genitalia eksterna dan sekitarnya.

4.1.3 Sheat 21 F lensa 12/30 dimasukan melalui MOE menuju retra sampai didapa daerah yang striktur

4.1.4 Dipasang Guidewire dan disusuri dengan melakukan uretrotomi interna (Sachse) sampai pada daerah yang tidak striktur

4.1.5 Sheat didorongterus masuk dampai ke buli-buli

4.1.6 Dilakukan penilaian pada mukosa buli, kedua muara ureter, bladder neck, kelenjar prostate dan Verumontamum

4.1.7 Dipasang kateter 20 F balon 20 cc 2 way dilakukan traksi.

4.1.8 Operasi selesai.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Varikokel

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Varikokel

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Varikokel

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi supine dalam anestesi regional / narkose umum4.1.2 DIlakukan aseptik dan antiseptik daerah inguinal

4.1.3 Dilakukan insisi transversal setinggi SIAS menembus kutis, subkutis dan lapisan otot sampai mencapai rongga retroperitoneal dengan cara menyisihkan peritoneun ke arah medial.

4.1.4 Vena spermatika interna dikenali dan dilakukan ligasi dan dipotong.

4.1.5 Vasdeferens di preservasi

4.1.6 Perdarahan dirawat luka operasi dijahit lapis demi lapis.

4.1.7 Operasi selesia

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Operasi Uretroplasti

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani Tindakan Operasi Uretroplasti

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam Tindakan Operasi Uretroplasti

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

4.1 Tahap Operasi

4.1.1 Pasien posisi supine dalam narkose4.1.2 Aseptik dan anti septik daerah genitalia eksterna dan sekitarnya

4.1.3 Dilakukan insisi sesuai patron (tergantung pada jenis dan tipe hipospadia)

4.1.4 Dibuat padicle flap uretra dan dilakukan anastomosis dengan uretra diastal aslinya dengan menggunakan material absorbable monofilament 6.0 setelah sebelumnya dilakukan reseksi cordae

4.1.5 Dipasang kateter dengan menggunakan feding tube 8F/10F (sebagai standing) dan dipertahankan selama 10 hari

4.1.6 Operasi selesai

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Appendektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pelaksanaan tindakan medis appendektomi kepada pasien.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam menegakkan diagnosis dan memberikan terapi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Appendektomi adalah pengangkatan appendiks karena peradangan.

Appendiks diangkat dalam keadaan : peradangan akut, peradangan kronik, perforasi, kronik eksaserbasi akut, infiltrat yang masih mobil terhadap anak-anak.

4.1 Kriteria persiapan4.1.1 Penderita dipuasakan

4.1.2 Dipasang infus

4.1.3 Penderita dimandikan

4.1.4 Pemberian antibiotic

4.1.4.1 Pencegahan

4.1.4.2 Pengobatan

4.2 Pelaksanaan1.2.1 Dilakukan tindakan aseptik dan anti septik pada daerah operasi

4.2.2 Dilakukan sayatan

4.3.1 Pada daerah McBurney yaitu garis tegak lurus satu pertiga distal SIAS-umbilikus pada appeniks kronik dan kronik dengan eksaserbasi akut

4.3.2 Pada daerah tengah (mediana) pada appendik perforasi dan appendik infiltrate yang masih mobil

4.2.3 Appendik dikenali

4.2.4 Dilakukan appendektomi secara klasik dengan mengikat mesoappendiks, memotong appendik pada jahitan kantong tembakan dengan jahitan dua lapis

4.2.5 Luka ditutup lapis demi lapis

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Mastektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pelaksanaan tindakan medis mastektomi kepada pasien.

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan penderita tumor ganas payudara

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Mastektomi adalah pengangkatan seluruh bagian payudara yang terkena tumor ganas. Berdasarkan keperluannya (stadium) maka ada tiga cara mastektomi, yaitu: Simple mastectomy, Radical mastectomy (Halsteid), Modified Radical Mastectomy (Patey)

4.1 Kriteria persiapan4.1.1 Pasien dipuasakan

4.1.2 Bila perlu diberikan sitostatika sebelumnya (neoadjuvant Chemothterapy)

4.1.3 Pasien dimandikan

4.1.4 Diberikan antibiotika pencegahan

4.2 Kriteria pelaksanaan1.2.1 Dibuat gambar/sketsa daerah yang akan diinsisi dan dilakukan insisi lemak sub-kutis

4.2.2 Insisi kulit, 5 cm dari tumor

4.2.3 Perdarahan dikauter atau diligasi

4.2.4 Tumor diangkat dengan menyertakan fascia muskulus pektoralis mayor (pada simple mastectomy)

4.2.5 Tumor diangkat dengan menyertakan muskulus pektoralis mayor dan minor (pada radical mastectomy)

4.2.6 Dilakukan resksi kelenjar aksilla dan supraklavikula (pada radical mastectomy)

4.2.7 Dilakukan deteksi kelenjar getah bening aksilla (pada modified radical mastectomy)

4.2.8 Bila perlu dilakukan tandur alih kulit.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Ekstirpasi Fibroadenoma Mammae

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani ekstirpasi fibro adenoma mammae

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan penderita tumor jinak payudara

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Ekstirpasi Fibro adenoma mammae adalah pengangkatan fibro adenoma mammae karena tumor tersebut dapat membesar dan diperlukan untuk pemeriksaan patologi anatomis, bahwa tumor tersebut ganas atau tidak

4.1 Kriteria persiapan:4.1.1 Pasien dipuasakan

4.1.2 Dipasang infus

4.1.3 Penderita dimandikan

4.1.4 Pemberian Antibiotika pencegahan

4.2 Kriteria pelaksanaan:1.2.1 Tindakan aseptik dan antiseptik daerah operasi

4.2.2 Insisi di atas tumor seperlunya, arah sirkuler atau radial sampai teraba tumor

4.2.3 Perdarahan diatasi

4.2.4 Tumor difiksasi dengan pemasangan teugel

4.2.5 Dilakukan insisi -1 cm pada jaringan payudara sehat di luar tumor

4.2.6 Perdarahan dirawat dengan ligasi, jahitan atau kauterisasi

4.2.7 Dilakukan jahitan lapis demi lapis.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Herniotomi dan Herniorafi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani herniotomi dan herniorafi

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan penderita hernia

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Hernia adalah penonjolan alat visera ke dalam kantung yang seharusnya tidak ada.

4.1 Kriteria persiapan:4.1.1 Penderita dipuasakan

4.2.3 Dipasang infus

4.2.3 Dilakukan rehidrasi bila diperlukan

4.2.3 Penderita dimandikan

4.2.3 Pemberian antibiotika

4.1.5.1 Pencegahan

4.1.5.2 Pengobatan

4.2 Kriteria pelaksanaan:1.2.1 Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah operasi

4.2.2 Dilakukan sayatan 2 jari medial dari lipat paha dan sejajar lipat pada paha sepanjang 5 cm pada hernia lateralis dan medialis pada dewasa

4.2.3 Sayatan pada lipat kulit paling bawah pada perut, sepanjang 2 cm transversal, jarak 1-2 cm dari lipat paha pada hernia anak-anak

4.2.4 Sayatan sejajar lipat paha, pada lipat paha, di atas kantung hernia, pada hernia femoralis

4.2.5 Fasia disayat untuk mencari kantung hernia

4.2.6 Kantung dikenali, isi kantung diidentifikasi bila ada dan dinyatakan vitalitasnya

4.2.7 Kantung dipisahkan menjadi kantung proksimal, diikat (diligasi), bila perlu digantung pada dinding abdomen,untuk mempertumpul sudut yang dibentuk oleh ikatan ujung kantung (pada orang dewasa)

4.2.8 Funikulus spermatika dipisahkan

4.2.9 Dilakukan Bassini plasty, bertujuan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis, dengan cara mendekatkan dan menjahit conjoint tendon dengan ligamen inguinalis Pouparti, secara satu-satu atau kontinous, dengan benang Bassini atau benang Ethibond

4.2.10 Fascia dijahit dengan Dexon

4.2.11 Luka ditutup lapis demi lapis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Herniotomi dan Herniorafi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

2/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

4.2.12 ada hernia femoralis, ligamentum Pouparti dipotong tegak lurus pada ligamentum tersebut, tepat di atas kantung kemudian dilakukan herniotomi, isi kantung dikenali, dinyatakan vitalitasnya, kemudian kantung diikat

4.2.13 Ligamentun inguinalis Pouparti dijahit kembali, dan foramen ovale dikecilkan dengan menjahit ligamentum inguinalis Pouparti dengan ligamentum Pectinea

4.2.14 Luka ditutup lapis demi lapis.

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Ileus Obstruktif

(Laparotomi Eksplorasi)

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan ileus Obstruktif

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan laparotomi eksplorasi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Laparotomi eksplorasi pada ileus obstruktif adalah usaha membuka perut penderita untuk mencari sebab-sebab gangguan pasase usus yang bersifat organic (Volvulus, tumor usus, hernia interna,kelainan congenital) dan menghilangkannya

4.1 Persiapan4.1.1 Dilakukan rehidrasi

4.1.1 Dipasang kateter uretra dan selang lambung

4.1.2 Dilakukan koreksi elektrolit

4.1.3 Pasien dimandikan

4.1.4 Diberikan antibiotika Pencegahan

4.2 Pelaksanaan1.2.1 Tindakan aseptik dan antiseptik pada daerah operasi

4.3.3 Insisi mediana secukupnya

4.2.3 Dilakukan eksplorasi dan penyebab obstruksi dikenali

4.2.4 Bila penyebab volvulus: Dikenali puntiran berapa derajat, dicatat penyebab puntiran, usus direposisi, penyebab puntiran diatasi, misalnya appendisitis pada appendektomi, divertikulitis pada reseksi divertikel.

4.2.5 Bila penyebab tumor kolon (sebagian besarb tumor usus), tumor kolon kanan dilakukan hemikolektomi kanan sebagai berikut:, arteri dan vena kolika dekatra diligasi pada pangkalnya

4.2.5.1 Dilakukan dekompresi

4.2.5.2 Arteri dan vena kolika dextra diligasi pada pangkalnya

4.2.5.3 Sebagian arteri dan vena kolika media diligasi

4.2.5.4 Mesokolon kanan dan sebagian transversum direseksi

4.2.5.5 Dilakukan reseksi usus halus 10 cm dari valvula Bauhini dan ke distal pada pertengahan kolon transversum

4.2.5.6 Kolon kanan dibebaskan dengan membuka white line kanan

4.2.5.7 Dilakukan anastomosis end to end

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Ileus Obstruktif(Laparotomi Eksplorasi)

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

2/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

4.2.6 Tumor pada kolon tranversum

4.2.6.1 Reseksi usus besar 5 cm proksimal tumor, 10 cm distal tumor

4.2.6.2 Feeding arteri dan vena diligasi lebih dulu4.2.6.3 Dilakukan anastomosis end to end

4.2.7 Tumor kolon desendens, tumor sigmoid, tumor rektum

4.2.7.1 Umumnya tumor kolon bagian kiri, maka penderita ileus obstrutif dilakukan reseksi tumor dan kolostomi. Operasi definitif dilakukan bila keadaan umum baik dan persiapan kolon sebelumnya

5. Dokumen Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Strukmektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien yang menjalani struktomi

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan struktomi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Struktomi adalah pengangkatan gondok baik sebagian maupun seluruhnya tergantung kebutuhan

4.1 Persiapan

4.1.1 Pasien dipuaskan

4.1.2 Pasien dimandikan

4.1.3 Pada pasien hipertiroid yang sudah eutiroid diberikan lugolisasi 10 hari mulai 2x2 tetes hingga 2x20 tetes sehari, selain itu diberikan valium 3x5 mg dan inderal tab 2x10, pasien harus tirah baring total

4.1.4 Diberikan antibiotik pencegahan nila perlu 4.2 Pelaksanaan1.2.1 Setelah dilakukan pembiusan, dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik daerah operasi

4.2.3 Dilakukan colluym insisi 3 jari di atas angulus Ludovici

4.2.3 Panjangnya insisi tergantung kebutuhan

4.2.4 Menembus sampai menembus platysma

4.2.6 Kemudian dibuat flap ke arah chepal dan cudal (disaksikan di bawah platysma)

4.2.6 Vena jungularis eksterna dibebaskan, diklem, dipotong antara 2 klem dan diligasi dengan siede 3-0

4.2.7 Fasia otot leher disayat melintang

4.2.8 Otot-otot leher dibebaskan dan disayat melintang sampai terlihat jaringan struma

4.2.9 Perlekatan dibebaskan

4.2.10 Arteri thyroidea superior dipotong dan diligasi

4.2.11 Nervus reccurens diidentifikasi

4.2.12 Arteri thyroidea inferior dipotong dan diligasi

4.2.13 Bila ada, arteri thyroidea ini juga dipotong dan diligasi

4.2.14 Struma diangkat subkapsuler

4.2.15 Pada jaringan yang dicurigai keganasan, minimal dilakukan Isthomolobektomi

4.2.16 Pada jaringan yang sudah pasti diketahui keganasan dilakukan nearly total thyroidektomi

4.2.17 Pada simple goiter dilakukan subtotal lobektomi

5. Dokumen Terkait

Rekam medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Hemorroidektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan pasien yang akan menjalani tindakan medis hemrroidektomi

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan hemorroidektomi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Hemorroidektomi adalah pengangkatan hemorrhoid baik dalam keadaan akut maupun elektif

Hemorroid yang dimaksud adalah pelebaran vena hemorrhoidalis di anus. Bila asalnya dari dalam disebut hemorrhoid interna. Bila asalnya dari bagian luar disebut hemorrhoid eksterna

4.1 Persiapan

4.1.1 Penderita dipuaskan

4.1.2 Penderita diberi pencahar dan dilakukan klisma

4.1.3 Diberikan antibiotik pencegahan bila perlu

4.2 Pelaksanaan

1.2.1 Penderita berbaring dalam posisi litotomi

4.2.2 Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik

4.2.3 Dilakukan pengikatan arteri hemorrhoidal dalam pada pile yang akan diangkat

4.2.4 Hemorrhoid dipisahkan dari kulit

4.2.5 Setelah hemorrhoid terpisah dari kulit, dilakukan pemasangan klem

4.2.6 Dilakukan jahitan continous bolak balik di bawah klem, kemudian diikat

4.2.7 Dilakukan hal yang sama pada pile yang lain

4.2.8 Perdarahan yang ada diatasi

4.2.9 Dipasang tampon vaselin

5. Unit Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Kuretase

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis kuretase

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan kuretase

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Kuretase adalah pengosongan kavum uterus pada abortus inkompletus atau abortus insipiens dengan cara melakukan kerokan pada kavum uterus.

4.1 Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Pelaksanaan1.2.1 Pasien dalam posisi Litotomi dengan neupolip Analgesia

4.2.2 Tindakan asepsis dan antisepsis genitalia eksterna, vagina dan serviks

4.2.3 Kandung kencing dikosongkan

4.2.4 Lapangan operasi dipersempit,dengan menggunakan kain steril

4.2.5 Dipasang spekulum vagina dan selanjutnya serviks dipresentasikan dengan tenakulum

4.2.6 Dilakukan sondase uterus untuk menentukan besar dan posisi uterus

4.2.7 Bila perlu dilakukan dilatasi kanalis servikalis

4.2.8 Selanjutnya kavum uterus dikosongkan dengan cunam abortus dilanjutkan dengan kerokan menggunakan sendok kuret secara sistematis

4.2.9 Tindakan dihentikan setelah terdengar kerokan kasar dan tidak ada perdarahan.

4.2.10 Pasca tindakan tanda vital diavasi selama 15-30 menit

5. Unit Terkait

Rekam medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Kehamilan Ektopik Terganggu

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan tindakan medis kepada pasien dengan kehamilan ektopik terganggu

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam melakukan tindakan medis pada kehamilan ektopik terganggu

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Kehamilan ektopik terganggu adalah kehamilan di mana sel telur yang dibuahi berimplantasi dan tumbuh di luar endometrium cavum uterus. Dikatakan terganggu bila kantung kehamilan pecah dan terjadi perdarahan ke dalam abomen

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan1.2.1 Pasien terlentang dalam anestesi

4.2.2 Dilakukan desinfeksi pada dinding perut dan sekitarnya, lapangan operasi dipersempit dengan kain suci hama

4.2.3 Dilakukan insisi pada dinding perut sampai peritoneum

4.2.4 Setelah peritoneum terbuka, tidak boleh membuang waktu hanya untuk mengeluarkan dan membersihkan darah

4.2.5 Tangan operator segera masuk ke rongga pelvis untuk mengidentifikasi uterus

4.2.6 Setelah uterus dipegang, berpedoman pada uterus maka tangan operator meraba adnexa untuk mencari massa kehamilan ektopik yang ruptur

4.2.7 Setelah massa terpegang, massa tersebut diangkat ke atas dan setelah diidentifikasi

4.2.8 Selanjutnya dilakukan salpingektomi dengan cara sebagai berikut:

4.2.8.1 Mesosalping dijepit dengan 2 buah klem Kelly dari arah fimbrinae sedekat mungkin dengan tuba

4.2.8.2 Meosalping di antara kedua klem Kelly digunting. Klem pertama disisi tuba dibiarkan, jaringan disisi klem kedua diikat dengan jahitan catgut kromik. Prosedur ini dilanjutkan menyusuri tuba sampai tuba memasuki uterus sehingga seluruh tuba terlepas

4.2.8.3 Tunggul ikatan pada mesosalping dibenamkan dalam lipatan peritoneum

4.2.8.4 Ligamentum Rotundum didekatkan ke kornu dan dijahitkan ke dinding belakang uterus sehingga menutupi daerah luka operasi tuba

4.2.8.5 Setelah diyakini tidak ada perdarahan, rongga abdomen dicuci dengan cairan NaCl hangat

4.2.8.6 Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis

5. Unit Terkait

Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Kontrasepsi Mantap Wanita

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis kontrasepsi mantap wanita

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam tindakan medis kontrasepsi mantap

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Kontrasepsi mantap wanita adalah tindakan pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan mendapat keturunan lagi

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan1.2.1 Teknik Kontap pasien saat persalinan

...1 Pasien berbaring terlentang

...2 Lapangan operasi sekitar pusat disucihamakan dan dipersempit dengan kain steril

...3 Dilakukan anestesi

...4 Operator di sisi kiri pasien, dibuat insisi kecil sepanjang 2 cm pada lipatan kulit bawah pusat sampai tampak fascia. Fascia dijepit melintang. Selanjutnya peritoneum dikenali dan ditembus secara tajam dan lubangnya diperlebar sampai dapat dimasuki refraktor abdomen

...5 Untuk menampilkan tuba dapat dilakukan sebagai berikut:

4.2.1.5.1 Retraktor ditarik ke arah tuba yang akan dicapai dengan cara ini bagian proksimal tuba sudah dapat terlihat dan dapat dijepit dengan pinset atau klem Babcock dan ditarik perlahan keluar lubang sayatan

4.2.1.5.2 Dengan mendorong uterus dan tuba ke arah lubang sayatan pada saat tuba tampak segera dijepit seperti cara di atas

4.2.3 Pengenalan tuba ialah dengan melihat fimbriaenya. Kalau omentum atau usus menutupi uterus, sisihkan dengan menggunakan kain kassa bulat yang dijepit klem dengan posisi pasien trandelenburg. Kalau perlu omentum atau usus tadi diamankan dengan kain kassa panjang.

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Kontrasepsi Mantap Wanita

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

2/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

Prosedur

4.2.3 Tuba dijepit dengan Babcock lebih kurang 1/3 bagian proksimalnya, diangkat sampai melipat. Pada dasar lipatan dilakukan pengikatan dengan benang sutera dan lipatan tuba dipotong di atas ikatan tadi, hingga kedua ujung potongan terpisah di bawah ikatan benang sutera tadi diikat lagi dengan kromik catgut. Tindakan serupa juga dilakukan pada tuba sisi lainnya. Bila tidak ada perdarahan, tuba dilepaskan kembali ke rongga perut

4.2.4 Penutupan peritoneum dilakukan dengan jahitan kanutung tembakau, fascia dengan jahitansimpul kromik catgut, subkutis dengan catgut secara jelujur subkutikuler

Unit Terkait.5.1 Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Histerektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis histerektomi

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam menegakkan diagnosa dan memberikan terapi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Histerektomi adalah tindakan pengangkatan rahim seluruhnya (histerektomi total) atau sebagian (histerektomi subtotal) yang dilakukan melalui sayatan pada dinding perut

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan4.2.1 Pasien terlentang dalam anestesi

4.2.2 Operator berdiri di samping kiri pasien

4.2.1 Dilakukan desinfeksi pada dinding perut, lapangan operasi dipersempit dengan kain suci hama

4.2.3 Pada dinding perut dibuat insisi mediana atau insisi pfannenstiel, sepanjang 12 cm, lapis demi lapis sampai kavum peritoneum terbuka

4.2.3 Dilakukan eksplorasi untuk menilai besar dan bentuk uterus, genitalia interna lain dan atau tidaknya perlengketan, dibebaskan secara tumpul dan tajam

4.2.3 Dipasang kassa laparatomi sampai kavum Douglas untuk memisahkan uterus dengan usus dan omentum

4.2.3 Ligamentum Rotundum dijepit dengan dua buah klem Oschner sedekat mungkin dengan rahim, kemudian digunting diantara kedua klem tersebut. Jaringan yang sudah dipotong diikat dengan catgut kromik no 0. tindakan yang sama dilakukan pada ligamentum Rotundum lainnya

4.2.3 Ligamentum Latum Uteri depan kiri dan kanan dibuka sampai mencapai Plika vesikouterina, kandung kemih disisihkan

4.2.3 Pada ligamentum latumuteri belakang dibuat lubang dengan jari telunjuk tangan kiri di bawah adnexa dari arah belakang

4.2.3 Melalui lubang tadi, pangkal tuba dan ligamentum ovarium Propius serta pembuluh darah dalam jaringan tersebut dijepit dengan 2 klem oschner dan jaringan diantara kedua klem digunting. Jaringan yang sudah dijahit dan diikat untuk hemostasis dengan catgut no 0

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Histerektomi

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

2/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

Prosedur

4.2.3 Ligamentum latum yang sebagian besar adalah avaskuler dipotong secar tajam ke arah serviks, setelah sampai di daerah serviks, kandung kemih disisihkan lagi ke bawah

4.2.3 Ligamentum kardinale dan jaringan paraservikal dijepit dengan klem oschner secara ganda, kemudian jaringan diantara 2 klem tersebut digunting dan diikat. Tindakan ini dilakukan beberapa tahap hingga ligamentum kardinale dan arteria uterina terpotong seluruhnya. Punktum ligamentum kardinale dijahit ikat dengan kromik catgut no 0

4.2.3 Ligamentum sakrouterina kiri dan kanan dipotong dan dijahit ikat dengan cara yang sama

4.2.3 Setelah sampai di atas dinding vagina, dinding vagina dijepit dengan klem oschner melingkari serviks, kemudian dinding vagina dipotong dengan pisau atau gunting sehingga rahim dapat diangkat

4.2.3 Punktum vagina dijepit dengan klem kocher, kedua ujung punktum vagina dijepit untuk hemostasis, selanjutnya punktum vagina dijahit secara angka 8 dengan kromik catgut

4.2.3 Punktum adnexa yang sudah dipotong dapat dijahitkan pada punktum vagina, kemudian punktum vagina ditutup dengan reperitonealisasi dengan plika vesikouterina ke dinding belakang punktum vagina

4.2.3 Setelah rongga perut dibersihkan dari sisa darah, kassa laparatomi diangkat, dinding perut ditutup lapis demi lapis, luka operasi ditutup dengan kassa steril dan betadine

Unit Terkait.Rekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Tumor Ovarium

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis tumor ovarium

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam menegakkan diagnosa dan memberikan terapi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Tumor ovarium adalah pembesaran ovarium neoplastik kistik maupun padat dengan diameter 10 cm atau lebih

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan4.2.1 Pasien terlentang dalam anestesi

4.2.2 Dilakukan desinfeksi pada lapangan operasi, kemudian lapangan operasi dipersempit dengan kain steril

4.2.3 Insisi mediana atau Pfannenstiel sampai kavum peritoneum terbuka

4.2.4 Dilakukan eksplorasi untuk menilai besarnya tumor, pemukaan, konsistensi, ada tidaknya perlekatan dan asal tumor

4.2.5 Pada tumor ovarium, umumnya tuba sisi yang sama memanjang melingkari mata tumor sehingga tindakan umumnya adalah salpingoovarektomi dengan cara sebagai berikut

4.2.6 Massa tumor diluksasi keluar, selanjutnya tangkai tumor yang terdiri dari pangkal tuba, ligamentum ovarii propium dan jaringan sekitarnya dijepit dengan 2 klem dan dipotong diantara kedua klem, selanjutnya potongan bagian proksimal dijahit ikat dan dibenamkan di bawah ligamentum rotundum

4.2.7 Pada tumor ovarium kistik yang besar, tumor dapat dikecilkan lebih dulu dengan cara melakukan Pungsi dan mengeluarkan isi tumor dengan cara sebagsi berikut:

4.2.7.1 Dipasang jahita Teugel melingkar pada dinding tumor dengan diameter lingkaran 1 cm

4.2.7.2 Di tengah lingkaran tersebut dibuat sayatan bersilang yang tidak sampai menembus dinding tumor

4.2.8 Pungsi dilakukan dengan memasukkan trokar pada sayatan bersilang tersebut, selanjutnya dengan alat suction cairan tumor diaspirasi sampai massa tumor dapat diluksasi keluar4.2.9 Tindakan selanjutnya seperti tahap 64.2.10 Rongga abdomen dibersihkan

4.2.11 Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis

Dokument TerkaitRekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Seksio Caesaria

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/1

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis seksio caesaria

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam menegakkan diagnosa dan memberikan terapi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Seksio Caesaria adalah persalinan buatan di mana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahi dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin lebih dari 500gr

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan

Teknik transperitoneal Profunda4.2.1 Pasien terlentang dalam persiapan anestesi

4.2.2 Dilakukan desinfeksi pada dinding perut dan lapangan operasi dipersempit dengan kain suci hama

4.2.3 Pada dinding perut dibuat insisi mediana atau Pfannenstiel sepanjang 12 cm lapis demi lapis sampai kavum peritoneum terbuka

4.2.4 Dalam ronggan peritoneum di sekitar rahim dilingkari dengan kassa laparatomi

4.2.5 Dibuat Bladder flap yaitu dengan menggunting peritoneum kandung kemih (plika vesikouterina) di depan segmen bawah rahim (SBR) secara melintang. Plika Vesikouterina secara tumpul disisihkan kea rah samping dan bawah. Kandung kemih yang telah disisihkan dilindungi dengan speculum kandung kemih

4.2.6 Dibuat insisi melintang pada segmen bawah rahim, kloem di bawah irisan plika vesikouterina secara tajam dengan pisau bedah 3 cm kemudian diperlebar secara tumpul dengan kedua belah jari telunjuk operator

4.2.7 Setelah kavum uteri terbuka, selaput ketuban dipecahkan, janin dilahirkan dengan melukasasi kepalanya (melukasasi bokong/menarik kaki) badan janin dilahirkan dengan mengait ketiaknya. Tali pusat dijepit dan dipotong di antara kedua jepit. Plasenta dilahirkan dengan menarik tali pusat atau secar manual ke dalam otot rahim dapat disuntikkan 10 IU oksitosin intramural

4.2.8 Kavum uteri ditutup dengan menjahit dinding uterus

4.2.9 Plika vesikouterina dijahit kembali

4.2.10 Rongga abdomen dibersihkan dengan menggunakan cairan NaCl

4.2.11 Setelah rongga abdomen diyakini telah bersih, kassa laparatomi diangkat, dinding perut ditutup lapis demi lapis, luka operasi ditutup dengan kassa steril dan betadine

Dokumen TerkaitRekam Medis

Rumah Sakit Islam Karawang

Jl. Pangkal perjuangan Km. 2 By Pass KarawangProtap Tindakan Medis Ekstraksi Vakum

No. Dokumen

No. Revisi

HALAMAN

1/2

PROSEDUR

TETAPTanggal TerbitDitetapkan

Direktur RS Islam Karawang

Dr. AGUS M. SUKANDAR M.MkesNIP. 01021199

1. Pengeritan

Prosedur dalam pemberian pelayanan kepada pasien dengan tindakan medis ekstraksi vakum

2. Tujuan

Sebagai acuan dalam menegakkan diagnosa dan memberikan terapi

3. KebijakanPeraturan Internal Staf Medis / Medical Staff By Laws bahwa dokter dalam memberikan pelayanan medis sesuai dengan Standar pelayanan medis

4. Prosedur

Ekstraksi vakum adalah suatu persalinan buatan dengan tarikan tekanan negatif (vakum) pada kepalanya

4.1 Kriteria Persiapan

4.1.1 Persiapan pasien

4.1.2 Persiapan alat dan kamar operasi

4.1.3 Persiapan anestesi

4.1.4 Persiapan Operator 4.2 Kriteria Pelaksanaan4.2.1 Ibu dalam posisi litotomi

4.2.2 Dilakukan desinfeksi pada genitalia eksterna dan sekitarnya. Kemudian lapangan operasi dipersempit dengan kain suci hama

4.2.3 Bila diperlukan dapat diberi anestesi infiltrasi atau pudendal nerve block

4.2.4 Kandung kemih dikosongkan

4.2.5 Dilakukan pemeriksaan dalam untuk menilai ulang pembukaan, turunnya kepala, posisi kepala janin dan memastikan tidak ada CPD

4.2.6 Setelah semua bagian ekstraktor vakum terpasang dipilih mangkuk yang sesuai. Mangkuk dimasukkan ke dalam vagina dalam posisi miring dan dipasang pada bagian terendah kepala menjauhi ubun-ubun besar. Bila perlu dilakukan episiotomi

4.2.7 Setelah diyakini tidak ada bagian ibu yang terjepit tekanan vakum diturunkan secara bertahap mulai dari -0,2 kg/cm2, -0,4 kg/cm2, -0,6 kg/cm2 dengan interval 2 menit. Dengan a

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.