Top Banner
ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015 BAB III ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS 3.1 Konsep Logika 3.1.1 Konsep Binari Konsep binari bukanlah sesuatu yang baru. Konsep ini merupakan suatu konsep sederhana mengenai keberadaan dari dua kondisi yang di definsiakan sebagai contoh, lampu dapat hidup ( ON ) atau mati ( OFF ) , switch terbuka ( OPEN ) atau tertutup, motor running atau stopped , yang mana dalam system digital, kedua kondisi di atas dapat dianggap sebagai suatu sinyal yang ada atau tidak ada , aktif atau non-aktif , tinggi atau rendah , dll . kedua kondisi ini merupakan dasar dalam membuat keputusan. Untuk selanjutnya , “1” menyajikan keberadaan suatu sinyal atau suatu kejadian , sementara “0” adalah kebalikanya. 3.1.2 Fungsi Logika Pada konsep binary , variable binary dapat dilihat sebagai “1” atau “0” . kombinasi dua atau lebih variable ini dapat menghasilkan kondisi BENAR atau SALAH yang juga di sajikan dalam “1” atau “0”, PLC/SR akan membuat keputusan dari pernyataan ini. Operasi-operasi yang dilakukan peralatan digital , seperti hanya PLC/SR, adalah berdasarkan ketiga fungsi dasar operasi dasar logika AND, OR, NOT. Operasi ini digunakan untuk mengkombinasikan variable binary untuk membentuk suatu pernyataan . masing-masing fungsi memiliki aturan dalam menghasilkan keluaran ( BENAR atau SALAH ) dan jaga juga symbol yang digunakan. 3.1.3 Fungsi AND Simbol dibawah ini memperlihatkan diagram logika yang disebut AND. Output fungsi AND adalah adalah benar (“1”) hanya jika semua input adalah benar (“1”) . jumlah input dalam diagram logika AND adalah tidak terbatas ,tetapi hanya memiliki suatu output. & Output Input Gambar 1.1 Input dan Output Logika Fungsi AND Sumber : Dokumentasi Pribadi
22

BAB III [Unlocked by Www.freemypdf.com]

Dec 23, 2015

Download

Documents

fdm
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    BAB III

    ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    3.1 Konsep Logika

    3.1.1 Konsep Binari

    Konsep binari bukanlah sesuatu yang baru. Konsep ini merupakan suatu konsep

    sederhana mengenai keberadaan dari dua kondisi yang di definsiakan sebagai contoh,

    lampu dapat hidup ( ON ) atau mati ( OFF ) , switch terbuka ( OPEN ) atau tertutup, motor

    running atau stopped , yang mana dalam system digital, kedua kondisi di atas dapat

    dianggap sebagai suatu sinyal yang ada atau tidak ada , aktif atau non-aktif , tinggi atau

    rendah , dll . kedua kondisi ini merupakan dasar dalam membuat keputusan.

    Untuk selanjutnya , 1 menyajikan keberadaan suatu sinyal atau suatu kejadian ,

    sementara 0 adalah kebalikanya.

    3.1.2 Fungsi Logika

    Pada konsep binary , variable binary dapat dilihat sebagai 1 atau 0 . kombinasi

    dua atau lebih variable ini dapat menghasilkan kondisi BENAR atau SALAH yang juga di

    sajikan dalam 1 atau 0, PLC/SR akan membuat keputusan dari pernyataan ini.

    Operasi-operasi yang dilakukan peralatan digital , seperti hanya PLC/SR, adalah

    berdasarkan ketiga fungsi dasar operasi dasar logika AND, OR, NOT. Operasi ini

    digunakan untuk mengkombinasikan variable binary untuk membentuk suatu pernyataan .

    masing-masing fungsi memiliki aturan dalam menghasilkan keluaran ( BENAR atau

    SALAH ) dan jaga juga symbol yang digunakan.

    3.1.3 Fungsi AND

    Simbol dibawah ini memperlihatkan diagram logika yang disebut AND. Output

    fungsi AND adalah adalah benar (1) hanya jika semua input adalah benar (1) . jumlah

    input dalam diagram logika AND adalah tidak terbatas ,tetapi hanya memiliki suatu output.

    &Output

    Input

    Gambar 1.1 Input dan Output Logika Fungsi AND

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Contoh : Sebuah alarm akan berbunyi jika tombol tekan PB1 dan PB2 adalah 1

    pada waktu yang bersamaan.

    &PB1

    PB2

    ALARM HORN

    Gambar 1.2 Logika Fungsi AND

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Tabel 1.1 Tabel Kebenaran Logika Fungsi AND

    PB1 PB2 ALARM HORN

    Not-Pushed (0)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Silent (0)

    Silent (0)

    Silent (0)

    Sound (1)

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    PB1 PB2

    ALARM HORN

    Electronic Representation

    Gambar 1.3 Electronic Representation

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    PB1 PB2

    Line Voltage (common)

    L2L1

    Electrical ladder Circuit

    Line Voltage

    Gambar 1.4 Electrical Ladder Circuit

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    3.1.4 Fungsi OR

    Symbol di bawah ini diagram logika OR. Pada fungsi OR, output akan benar (1)

    apabila salah satu atau lebih input adalah benar (1). Sebagaimana fungsi AND, jumlah

    input pada OR adalah tidak terbatas dan outputnya hanya satu.

    >=1Output

    Input

    Gambar 1.5 Input dan Output Logika Fungsi OR

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Contoh : Sebuah alarm akan berbunyi apabila salah satu tombol tekan PB1 atau

    PB2 adalah 1 adalah bernilai 1(ON).

    >=1ALARM HORN

    PB1

    PB2

    Gambar 1.6 Logika Fungsi OR

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Tabel 1.2 Tabel Kebenaran Logika Fungsi OR

    PB1 PB2 ALARM HORN

    Not-Pushed (0)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Silent (0)

    Sound (1)

    Sound (1)

    Sound (1)

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    PB1

    PB2

    ALARM HORN

    Electronic Representation

    Gambar 1.7 Electrical Representation

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    PB1

    PB2

    Line Voltage (common)

    L2L1

    Electrical ladder Circuit

    Line Voltage

    Gambar 1.8 Electrical Ladder Circuit

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    3.1.5 Fungsi NOT

    Symbol di bawah ini menyajikan secara grafis fungsi NOT. Output fungsi NOT

    selalu terbalik dengan input oleh sebab itu fungsi NOT sering disebut juga dengan

    INVERTER.

    OutputInput

    Gambar 1.9 Input dan Output Logika Fungsi NOT

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Tidak seperti halnya fungsi AND dan OR, fungsi NOT hanya memiliki satu Input

    dan satu Output, dan juga jarang sekali berdiri sendiri tetapi sering digabungkan dengan

    AND dan OR.

    Contoh : Sebuah alarm akan berbunyi jika tombol tekan PB1 bernilai 1 (ON) dan

    tombol PB2 bernilai 0.

    >=1ALARM HORN

    PB1

    PB2

    Gambar 1.10 Logika Fungsi AND

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Tabel 1.3 Tabel Kebenaran Logika Fungsi NOT

    PB1 PB2 ALARM HORN

    Not-Pushed (0)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Not-Pushed (0)

    Pushed (1)

    Silent (0)

    Silent (0)

    Sound (1)

    Silent (0)

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    PB1 PB2

    ALARM HORN

    Electronic Representation

    Gambar 1.11 Electronic Representation

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    PB1 PB2

    Line Voltage (common)

    L2L1

    Electrical ladder Circuit

    Gambar 1.12 Electrical Ladder Circuit

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Contoh di atas memperlihatkan fungsi NOT diletakkan pada input. Sedangkan NOT

    yang diletakkan pada output akan membalikkan hasil outputnya. Apabila diletakkan pada

    output fungsi AND, maka output kombinasi ini akan membalikkan fungsi AND. Operasi

    ini merupakan operasi fungsi ANAD (NOT-AND).

    &yA

    B

    Gambar 1.13 Logika Fungsi ANAD

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Tabel 1.4 Tabel Kebenaran Logika Fungsi AND

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Apabila NOT diletakkan pada output OR, maka outpunya merupakan kebalikan

    output fungsi OR. Operasi ini adalah operasi fungsi NOR (NOT-OR).

    >=1yA

    B

    Gambar 1.14 Input dan Output Logika Fungsi NOR

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Tabel 1.5 Tabel Kebenaran Logika Fungsi NOR

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    3.2 Prinsip Dasar Aljabar Boolean dan Logic

    Pemahaman teknik mengekspresikan pernyataan logika yang kompleks akan

    merupakan suatu alat yang sangat membantu apabila menciptakan program pengontrolan

    dari pernyataan Boolean dan Ladder Diagram. Manfaat aljabar ini adalah untuk membantu

    dalam pengertian Logic dalam implementasi digital. Dengan kata lain, aljabar Boolean

    Input Output

    A B Y

    0 0 1

    0 1 1

    1 0 1

    1 1 0

    Input

    Output

    A B Y

    0 0 1

    0 1 0

    1 0 0

    1 1 0

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    adalah untuk mempermudah penulisan maupun pemahaman kombinasi pernyataan logika

    (BENAR atau SALAH).

    Tabel di bawah ini menyimpulkan dasar pengoperasian aljabar Boolean

    sehubungan dengan dasar digital fungsi AND, OR dan NOT dimana tanda ( . ) adalah

    operasi AND, (+) operasi OR, dan (-) adalah operasi NOT.

    Tabel 1.6 Tabel Dasar Pengoperasian Aljabar Boolean

    Logical Symbol Logic Statement Boolean Equation

    &yA

    B

    Y is1if A and B is 1

    Y = A.B or Y = AB

    >=1yA

    B

    Y is1if A or B is 1

    Y = A + B

    YA

    Y is1if A is 0

    Y is0if A is 1

    Y =

    Sumber : Dokumentasi Pribadi

    Aturan Dasar Aljabar Boolean :

    A + B = B + A Hukum Komutatif

    AB = BA

    A + ( B + C ) = ( A + B ) + C Hukum Asosiatif

    A (BC) = (AB) C

    A ( B + C ) = AB + AC Hukum Distributif

    A + (BC) = ( A + B ) ( A + C )

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    A ( A + B ) = A Hukum Absorbsi

    A + (AB) = A

    A = A Involusi

    ( A + B ) = A . B Hukum Inversi (Teori De Morgan)

    ( A . B ) = A + B

    Urutan pengoperasian pernyataan Boolean adalah sangat penting karena urutan akan

    mempengaruhi hasil ekspresi logic.

    Prioritas pertama urutan operasi dalam Boolean diberikan pada operasi NOT, kedua

    AND dan ketiga adalah OR.

    3.3 Tegangan Listrik

    Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam

    rangkaian listrik. Tegangan dinyatakan dalam satuan volt (V). Besaran ini mengukur energi

    potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor

    listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan

    sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Tegangan adalah gaya yang

    mengakibatkan terjadinya arus listrik. Terjadinya tegangan akibat beda / selisih potensial

    dan dikatakan ada tegangan ( voltage ).

    Sesuai dengan definisi di atas, bahwa tegangan merupakan perbedaan potensial

    antara dua titik, yang bisa didefinisikan sebagai jumlah kerja yang diperlukan untuk

    memindahkan arus dari satu titik ke titik lainnya, maka rumus dasar tegangan antara 2 titik

    adalah:

    Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh

    rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi

    antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian,

    maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan

    electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari

    tegangan tersebut tidak ada artinya.

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat

    pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan

    hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk

    mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk

    menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative

    antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk

    menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

    3.4 Arus Listrik

    Arus listrik merupakan aliran muatan listrik. Aliran ini berupa aliran elektron atau

    aliran ion. Aliran ini harus melalui media penghantar listrik yang biasa disebut sebagai

    konduktor. Konduktor yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah

    kabel logam.

    Ketika dua ujung kabel disambungkan pada sumber tegangan, misalnya baterai,

    maka elektron akan mengalir melalui kabel penghantar dari kutub negatif menuju kutub

    positif baterai. Aliran elektron inilah yang disebut sebagai aliran listrik.

    Arus listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik (elektron) yang mengalir

    melalui konduktor dalam tiap satuan waktu. Untuk aliran yang kontinu (steady), arus listrik

    dirumuskan dalam persamaan berikut:

    =

    Keterangan :

    I = arus listrik

    Q = muatan listrik

    t = waktu

    3.5 Tahanan Listrik/Hambatan Listrik

    Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen

    elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang

    mempunyai satuan Ohm dapat dirumuskan sebagai berikut:

    http://id.wikipedia.org/wiki/Tegangan_listrikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Resistorhttp://id.wikipedia.org/wiki/Arus_listrikhttp://id.wikipedia.org/wiki/Ohm

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    =

    Keterangan :

    R = hambatan listrik

    V = tegangan listrik

    I = arus listrik

    3.5.1 Jembatan Wheatstone

    Jembatan Wheatstone merupakan suatu susunan rangkaian listrik untuk mengukur

    suatu tahanan yang tidak diketahui harganya (besarannya). Kegunaan dari Jembatan

    Wheatstone adalah untuk mengukur nilai suatu hambatan dengan cara arus yang mengalir

    pada galvanometer sama dengan nol (karena potensial ujung-ujungnya sama besar).

    Sehingga dapat dirumuskan dengan perkalian silang. . Rangkaian ini dibentuk oleh empat

    buah tahanan (R) yag merupakan segiempat A-B-C-D dalam hal mana rangkaian ini

    dihubungkan dengan sumber tegangan dan sebuah galvanometer nol (0),dimana tahanan

    tersebut merupakan tahanan yang diketahui nilainya dengan teliti dan dapat diatur.

    Salah satunya adalah dalam percobaan mengukur regangan pada benda uji berupa beton

    atau baja. Dalam percobaan kita gunakan strain gauge, yaitu semacam pita yang terdiri dari

    rangkaian listrik untuk mengukur dilatasi benda uji berdasarkan perubahan hambatan

    penghantar di dalam strain gauge. Strain gauge ini direkatkan kuat pada benda uji sehingga

    deformasi pada benda uji akan sama dengan deformasi pada strain gauge. Seperti kita

    ketahui, jika suatu material ditarik atau ditekan, maka terjadi perubahan dimensi dari

    material tersebut sesuai dengan sifat2 elastisitas benda. Perubahan dimensi pada

    penghantar akan menyebabkan perubahan hambatan listrik, R = .L/A. Perubahan

    hambatan ini sedemikian kecilnya, sehingga untuk mendapatkan hasil eksaknya harus

    dimasukkan kedalam rangkaian jembatan Wheatstone

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Gambar 1.15 Gambar Rangkaian Jembatan Wheatstone

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Wheatstone

    Gambar 1.16 Gambar Rangkaian Jembatan Wheatstone

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Wheatstone

    3.5.2 Galvanometer

    Alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda

    potensial listrik yang relatif kecil. Galvanometer tidak dapat digunakan untuk

    mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang relatif besar, karena

    komponen-komponen internalnya yang tidak mendukung. Galvanometer bisa

    digunakan untuk mengukur kuat arus maupun beda potensial listrik yang besar, jika

    pada galvanometer tersebut dipasang hambatan eksternal (pada voltmeter disebut

    hambatan depan, sedangkan pada ampermeter disebut hambatan shunt).

    Galvanometer terdiri atas sebuah komponen kecil berlilitan banyak yang

    ditempatkan dalam sebuah medan magnet begitu rupa sehingga garis-garis medan

    akan menimbulkan kopel pada kumparan apabila melalui kumparan ini ada arus.

    http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan_Wheatstone

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Gambar 1.17 Galvanometer

    Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Galvanometer

    3.6 Daya Listrik

    Daya listrik adalah besar energi listrik yang ditransfer oleh suatu rangkaian listrik

    tertutup. Daya listrik sebagai bentuk energi listrik yang mampu diubah oleh alat-alat

    pengubah energi menjadi berbagai bentuk energi lain, misalnya energi gerak, energi panas,

    energi suara, dan energi cahaya. Selain itu, daya listrik ini juga mampu disimpan dalam

    bentuk energi kimia. Baik itu dalam bentuk kering (baterai) maupun dalam bentuk basah

    (aki).

    Daya merupakan jumlah energi listrik yang mengalir dalam setiap satuan waktu

    (detik). Sehingga formula daya listrik bisa dituliskan sebagai berikut:

    3.7 Hubungan Tegangan, Arus, Tahanan, dan Daya Listrik

    Daya dalam fisika adalah laju energi yang dihantarkan atau kerja yang dilakukan

    per satuan waktu. Daya dilambangkan dengan P. Mengikuti definisi ini daya dapat

    dirumuskan sebagai:

    Dimana :

    P = daya (watt)

    W = Usaha (Joule)

    t = waktu

    V = Tegangan/beda potensial (Volt)

    I = Arus (Ampere)

    R = Tahanan/Hambatan/Beban (Ohm)

    http://id.wikipedia.org/wiki/Galvanometer

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensial

    listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran

    ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran

    listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya,

    suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra

    tinggi.

    Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui suatu titik

    dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan

    Coulomb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari

    yang sangat lemah dalam satuan mikro Ampere (A) seperti di dalam jaringan tubuh

    hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam

    kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah

    konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltase dan

    resistansi sesuai dengan hukum Ohm.

    Tahanan/beban/resistansi adalah komponen elektronik dua saluran yang didesain

    untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan diantara kedua

    salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya, berdasarkan hukum Ohm:

    Arus hanya dapat mengalir jika ada tegangan/beda potensial. Sumber arus sampai

    saat ini umumnya berasal dari PLN, sedangkan arus listrik di daerah Jawa Tengah ini

    disupply dari pembangkit listrik Karangkates yang ada di daerah Malang. Untuk bisa

    mengalirkan arus sampai daerah Jawa Tengah, maka harus diberi tegangan yang sangat

    besar (sekitar 500.000 V) melalui sebuah jalur kabel yang dinamakan Sutet (Saluran Udara

    Tegangan Ekstra Tinggi), walaupun begitu tetap setelah jarak tertentu saluran sutet ini

    tegangannya harus dinaikkan kembali melalui sebuah gardu listrik (menggunakan trafo

    Step-up) dikarenakan karena pengaruh hambatan, panjang, dan luas penampang

    penghantar (kabel) akan mempengaruhi penurunan tegangan. Arus listrik adalah suatu

    energi yang ditimbulkan akibat perpindahan elektron dari suatu unsur.Untuk memudahkan

    http://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/rumus-arus.gifhttp://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/rumus-tahanan.gif

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    analisa arah arus arus akan mengalir dari kutub positif (+) menuju ke kutub negatif (-),

    sedangkan elektron bergerak berbalikan arah dengan arah arus yang mengalir dari kutub

    negatif (-) menuju kutub positif (+) .

    Gambar 1.18 Arah Arus dan Elektron pada Sumber Tegangan DC

    Sumber : https://www.google.com/search?q=arah+arus+listrik

    Berikut merupakan berbagai jenis tegangan :

    1. Tegangan AC (Alternating Current) adalah tegangan yang besarnya selalu berubah-

    ubah secara periodik. Tegangan AC dapat dilihat dengan menggunakan CRO

    (Cathode Ray Oscilloscope). Contoh : tegangan PLN memiliki besar 220 VAC

    dengan periode ayunan 50-60 kali per detik atau biasa dalam bahasa teknik dituliskan

    dengan istilah frekuensi = 50-60Hz. Oleh karena itu orang yang kesetrum tegangan

    AC rasanya seperti bergetar dan bergoyang inul.

    Gambar 1.19 Tegangan AC Ideal/Sempurna Tanpa Cacat

    Sumber : http://riandyerlangga.ilearning.me/2013/09/11/hubungan-daya-arus-tegangan-

    dan-tahanan/

    https://www.google.com/search?q=arah+arus+listrikhttp://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/arus1.jpghttp://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/teg-ac.jpg

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Gambar 1.20 Tegangan AC dilihat dari CRO

    Sumber : https://cahyokrisma.wordpress.com/2010/07/23/pert-i-pengertian-daya-arus-

    dan-tegangan/comment-page-1/

    2. Tegangan DC (Direct Current) adalah tegangan yang memiliki besar tetap (tidak

    berubah) secara periodik. Contoh tegangan keluaran dari adaptor, tegangan keluaran

    dari Power Supply komputer dll. Oleh karena itu orang yang kesetrum tegangan DC

    rasanya seperti dicubit tanpa merasakan getaran.

    Gambar 1.21 Tegangan DC Ideal/Sempurna

    Sumber : http://riandyerlangga.ilearning.me/2013/09/11/hubungan-daya-arus-tegangan-

    dan-tahanan/

    http://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/tegangan-ac-melalui-cro.jpghttp://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/teganan-dc.jpg

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Gambar 1.22 Tegangan DC dilihat Dari CRO

    Sumber : https://cahyokrisma.wordpress.com/2010/07/23/pert-i-pengertian-daya-arus-

    dan-tegangan/comment-page-1/

    3.8 AVO meter

    Avometer berasal dari kata AVO dan meter. A artinya ampere, untuk

    mengukur arus listrik. V artinya voltase, untuk mengukur voltase atau tegangan. O

    artinya ohm, untuk mengukur ohm atau hambatan. Terakhir, yaitu meter atau satuan dari

    ukuran. AVO Meter sering disebut dengan Multimeter atau Multitester. Secara umum,

    pengertian dari AVO meter adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik

    tegangan bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.

    AVO meter sangat penting fungsinya dalam setiap pekerjaan elektronika karena

    dapat membantu menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan cepat, Tetapi sebelum

    mempergunakannya, para pemakai harus mengenal terlebih dahulu jenis-jenis AVO meter

    dan bagaimana cara menggunakannya agar tidak terjadi kesalahan dalam pemakaiannya

    dan akan menyebabkan rusaknya AVO meter tersebut.

    AVO meter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter, jadi hanya terdapat 3

    komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan Multimeter , dikatakan multi

    sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm,

    Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan lain sebagainya.

    Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital sangat mudah

    pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan angka digital

    sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik,Nilai yang diinginkan dapat langsung

    terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.

    http://cahyokrisma.files.wordpress.com/2010/07/tegangan-dc.jpg

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Gambar 1.23 Bagian-Bagian Multimeter

    Sumber : http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.html

    Bagian-Bagian Multimeter :

    1. Sekrup Pengatur Jarum, Sekrup ini dapat di putar dengan Obeng atau plat kecil, Sekrup

    ini berfungsi mengatur Jarum agar kembali atau tepat pada posisi 0 (NOL), terkadang

    jarum tidak pada posisi NOL yang dapat membuat kesalahan pada pengukuran,

    Posisikan menjadi NOL sebelum digunakan.

    2. Tombol Pengatur Nol OHM. Tombol ini hampir sama dengan Sekrup pengatur jarum,

    hanya saja bedanya yaitu Tombol ini digunakan untuk membuat jarum menunjukkan

    angka NOL pada saat Saklar pemilih di posisikan menunjuk SKALA OHM.

    3. Saklar pemilih ,Saklar ini harus di posisikan sesuai dengan apa yang ingin diukur,

    misalnya bila ingin mengukur tegangan AC maka saklar diatur/putar hingga

    menyentuh skala AC yang pada alat ukur tertulis ACV, begitu pula saat mengukur

    tegangan DC, maka saklar diatur hingga menyentuh DCV.

    Skala sangat penting dalam pengukuran menggunakan AVOmeter. Skala

    tersebut adalah skala yang akan digunakan untuk membaca hasil pengukuran, semua

    skala dapat digunakan untuk membaca, hanya saja tidak semua skala dapat

    memberikan atau memperlihatkan nilai yang diinginkan, misalnya kita mempunyai

    Baterai 9 Volt DC, kemudian saklar pemilih diatur untuk memilih skala tegangan DC

    pada posisi 2,5 dan menghubungkan terminal merah dengan positif (+) baterai dan

    http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.html

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    hitam dengan negatif (-) baterai. Jarum akan bergerak ke ujung kanan dan tidak

    menunjukkan angka 9Volt, sebab nilai maksimal yang dapat diukur bila saklar pemilih

    diposisikan pada skala 2.5 adalah hanya 2.5 Volt saja, sehingga untuk mengukur Nilai

    9 Volt maka saklar harus di putar menuju Skala yang lebih besar dari tegangan yang

    di ukur, jadi Putar pada Posisi 10 dan Alat ukur akan menunjukkan nilai yang

    diinginkan.

    Berdasarkan prinsip kerjanya, ada dua jenis AVO meter, yaitu AVO meter

    analog (menggunakan jarum putar / moving coil) dan AVO meter digital

    (menggunakan display digital). Kedua jenis ini tentu saja berbeda satu dengan lainnya,

    tetapi ada beberapa kesamaan dalam hal operasionalnya. Misal sumber tenaga yang

    dibutuhkan berupa baterai DC dan probe / kabel penyidik warna merah dan hitam.

    3.8.1 AVO Meter Analog

    AVO Meter analog menggunakan jarum sebagai penunjuk skala. Untuk

    memperoleh hasil pengukuran, maka harus dibaca berdasarkan range atau divisi.

    Keakuratan hasil pengukuran dari AVO Meter analog ini dibatasi oleh lebar dari skala

    pointer, getaran dari pointer, keakuratan pencetakan gandar, kalibrasi nol, jumlah

    rentang skala. Dalam pengukuran menggunakan AVO Meter Analog, kesalahan

    pengukuran dapat terjadi akibat kesalahan dalam pengamatan (paralax).

    Gambar 1.24 Multimeter Analog

    Sumber : http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.html

    http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.html

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    3.8.2 AVO Meter Digital

    Pada AVO meter digital, hasil pengukuran dapat terbaca langsung berupa

    angka-angka (digit), sedangkan AVO meter analog tampilannya menggunakan

    pergerakan jarum untuk menunjukkan skala. Sehingga untuk memperoleh hasil ukur,

    harus dibaca berdasarkan range atau divisi. AVO meter analog lebih umum digunakan

    karena harganya lebih murah dari pada jenis AVO meter digital.

    Gambar 1.25 Multimeter Digital

    Sumber : http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.html

    3.8.3 Cara Membaca AVO Meter

    a. Mengukur Tegangan Listrik (Volt / Voltage)

    Gambar 1.26 Hasil Pengukuran Tegangan Listrik Menggunakan AVOmeter Analog

    Sumber : http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

    http://komponenelektronika.biz/bagian-bagian-multimeter.htmlhttp://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Untuk mengetahui berapa nilai tegangan yang terukur dapat pula

    menggunakan rumus:

    =

    b. Mengukur Arus Listrik (Ampere)

    Gambar 1.27 Hasil Pengukuran Arus Listrik Menggunakan AVOmeter Analog

    Sumber : http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

    Mengukur nilai tahanan/resistasi resistor menggunakan AVO

    meter analog dapat menggunakan rumus :

    =

    c. Mengukur Nilai Tahanan / Resistansi Resistor (Ohm)

    Gambar 1.28 Hasil Pengukuran Nilai Tahanan Listrik Menggunakan AVOmeter Analog

    Sumber : http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/

    http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/http://teknikelektronika.com/cara-menggunakan-multimeter-multitester/http://1.bp.blogspot.com/-Oj2Azg6jNrw/TqW6z56FMgI/AAAAAAAAAO4/ffMLX-xBEvs/s1600/contoh+amperemeter2.jpg

  • ELECTRICAL CIRCUIT APPARATUS

    LABORATORIUM FENOMENA DASAR MESIN 2014/2015

    Mengukur nilai tahanan/resistasi resistor menggunakan AVO

    meter analog dapat menggunakan rumus :

    Tahanan Terukur = Skala yang ditunjuk x Skala Pengali

    Jika dimisalkan ketika mengukur, dihasilkan nilai yang

    ditunjukkan oleh skala seperti di atas maka nilai tahanannya adalah :

    Nilai yang di tunjuk jarum : 26

    Skala pengali : 10 k

    Maka nilai resitansinya : 26 x 10 k = 260 k = 260.000 Ohm.