Top Banner

Click here to load reader

Tqm present

Jun 20, 2015

ReportDownload

Documents

  • 1. TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) Hasan Rahim Dian Nurfaida

2. Latar Belakang Pandangan yang berbeda tentang unsur apa yang paling penting dalam kualitas layanan kesehatan Layanan kesehatan memiliki keunikan krn resiko yang lebih tinggi dan bersifat alami. Produk jasa yang dihasilkan diciptakan secara bersama-sama dengan pasien, pasien bertindak sebagai co-produser (one time comsumption). Keberhasilan atau kegagalan dari uapaya peningkatan kualitas layanan kesehatan akan dipengaruhi oleh sistem kualitas atau budaya kualitas sarana layanan kesehatan 3. Pengertian Total quality management (TQM) adalah sebuah pendekatan untuk memperbaiki kualitas yg melibatkan komitmen dari seluruh anggota organisasi untuk mempertemukan kebutuhan pelanggan eksternal dan internal (Black & Gruen, 2005). Pendekatan manajemen pada suatu organisasi, berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat (Wolper, 2001) 4. Tujuan Penerapan TQM Perbaikan kualitas pelayanan secara terus-menerus Philip Kolter (1994) dalam Netha (2008) mengatakan Quality is our best assurance of customer allegiance, our strongest defence against foreign competition and the only path to sustair growth and earnings. 5. Prinsip TQM Focus on the customer Top-management leadership and support Employee involvement Systems thinking Continuous improvement Data-based decision making 6. Alat Analisis/Perencanaan TQM Curah pendapat (sumbang saran) Brainstorming Diagram alur (bagan arus proses) Analisis SWOT Ranking preferensi Analisis tulang ikan (Diagram Ishikawa) Penilaian kritis Benchmarking Diagram analisa medan daya (bidang kekuatan) Shortell & Kaluzny (2000);Wolper (2001) 7. Syarat-syarat pelaksanaan TQM Perbaikan kualitas produk dan pelayanan terus menerus Memberikan kepuasan kepada pemilik, pemasok, karyawan, dan para pemegang saham Memiliki wawasan jauh mencari laba & memberi kepuasan Fokus utama ditujukan pada proses, baru menyusul hasil Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan kualitas Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan & motivatif Pemberian reward dan punishment Setiap keputusan harus berdasarkan pada data Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama 8. Model TQM Ethics, Integrity,Trust FOUNDATION Training TeamWork Leadership Recognition Communication Communication BUILDING BRICKS BINDINGMORTAR BINDINGMORTAR ROOF 9. Tiga Tipe Team Work TQM Sifatnya temporer bertugas untuk menyelesaikan problem yang spesifik Digunakan dalam kurun waktu tiga sampai dengan dua belas bulan Biasanya digunakan lagi ketika permasalahan yang sama timbul pada periode waktu berikutnya Quality ImprovementTeams or ExcellenceTeams (QITS) Bersifat temporer dengan tugas menyelesaikan permasalahan yang juga spesifik Kurun waktu satu minggu sampai dengan tiga bulan Mengidentifikasi serta menangani penyebab permasalahan yang lebih rendah daripada permasalahan yang dihadapi QITS Problem Solving Teams (PSTs) Terdiri atas sekelompok kecil SDM ahli di bidangnya Tiap-tiap anggota tim memikul tugas dan tanggug jawab sendiri- sendiri Tim ini berkesinambungan tanpa ada batas waktu dengan jam kerja kurang lebih satu sampai dengan dua jam setiap minggunya NaturalWorkTeams (NWTs) 10. Prinsip-prinsip kesuksesan model total quality management (TQM) KesuksesanTQM membutuhkan perubahan tingkah laku dan budaya. ManajemenTQM harus dipisah dari human resource development (HRD) dan manajemen operasional (OM), dengan kata lain manajemenTQM hendaknya dibuat tersendiri. Kesuksesan sistemTQM adalah kemampuan untuk memadukan manajemen organisasi dengan departemen human resource development (HRD). TQM, HRD dan OM haruslah memiliki kesatuan pandangan dan berkesinambungan 11. Model Pendekatan TQM Traditional Management Approach Memaksakan penerapanTQM untuk diberlakukan ke human resource development (HRD) dan operational management (OM) Pendekatan ini dapat mengalami kegagalan sebanyak 80% Rat Race (kesan perburuan hadiah) Integrated Management Approach Perpaduan dan penyeimbangan budaya kerja yang telah ada di OM,HRD dan budayaTQM Tercipta suatu integritas & kesepahaman Tingkat keberhasilan sangat tinggi 12. Model TQM 13. Tahap Implementasi TQM I Membangun/Mengembangkan budaya kualitas kedalam organisasi Menjadikan kualitas sebagai agenda formal dalam setiap pertemuan II Membentuk sebuah komite multidisiplin untuk mengawasi organisasi dan program manajemen kualitas Komite kualitas harus selalu mengembangkan pedoman yang data kualitas baik, terpercaya dan mencegah staf dari pengaduan hukum/sanksi III Membangun/Mengembangkan standar dan ukuran kualitas Contoh rata-rata kejadian infeksi adalah 0% 14. Kelebihan Total quality management (TQM) akan bekerja dengan sangat baik apabila (Wolper, 2001): Penggunaan waktu yang dibutuhkan untuk mengubah perilaku organisasi diketahui. Proses diterapkan untuk alasan yang benar (misalnya selalu mencoba memperbaiki apa yang kita kerjakan). Pertimbangan tentang siapa saja yang termasuk pelanggan organisasi. Pemimpin mengenal dan menaikkan nilai- nilainya. 15. Kelemahan Total quality management (TQM) tidak dapat bekerja apabila: Organisasi belum siap menerima tanggung jawab jangka panjang. Manajemen puncak tidak dipersiapkan untuk memimpin; staf tidak dilatih. Penekanan terutama ditujukan pada pengurangan biaya dari pada kepuasan pelanggan dan perbaikan proses. Seluruh organisasi tidak dikerahkan; pemikiran sistem tidak ada. Suara pelanggan tidak didengarkan. 16. The Methods of Assessing Response to Quality Improvement Strategies (MARQuIS) Meneliti dan membandingkan perbedaan kebijakan dan strategi perbaikan kualitas pada sistem pelayanan kesehatan di negara-negara anggota Uni Eropa (EU) Mendapatkan pertimbangan nilai potensial ketika pasien memiliki keterbatasan dalam menerima perawatan kesehatan Di Indonesia upaya penerapan total quality management (TQM) telah dilakukan dalam bentuk akreditasi pelayanan rumah sakit serta adanya standar pelayanan minimal yang telah ditetapkan oleh pemerintah Sunol et al (2008) 17. 7 Strategi Utama MARQuIS Akreditasi Program total quality management (TQM) Audit and internal assessment of clinical standards Sistem keselamatn pasien (patient safety) Panduan klinik (clinical practice guidelines) Indikator kinerja (performance indicators) Pandangan pasien (patients views). 18. Hasil Penelitian MARQuIS Seluruh strategi memiliki hubungan yang kuat terhadap output Seluruh dimensi strategi perbaikan kualitas memiliki inter-relasi yang implikasinya relevan dengan keselamatan (safety) Tidak ditemukan perbedaan hasil dari penerapan strategi perbaikan kualitas jika dihubungkan dengan status rumah sakit pendidikan atau status kepemilikan Sunol et al (2008) 19. Kunci Keberhasilan TQM Jika hal tersebut didukung serta melibatkan keinginan dari pemimpin di suatu area tersebut. Ada perhatian dan kemauan dari pemilik terhadap pengelola/pelaksana. Pelaksana menyadari kebutuhan terhadap perubahan. Fokus pada perbaikan kualitas dari pada menurunkan biaya. Menggunakan kombinasi beberapa pendekatan. Metode yang digunakan dirubah setiap saat untuk memastikan perubahan Black & Gruen, 2005 20. Kesimpulan Total QualityManagement adalah pendekatan upaya perbaikan kualitas melibatkan komitmen dan pemberdayaan menyeluruh dari elemen organisasi, bekerja pada satu visi untuk meraih tujuan bersama dari organisasi Kumpulan prinsip, teknik, proses dan best praktis untuk mencapai efektifitas kerja Mempertemukan kebutuhan pelanggan eksternal dan internal. Bertujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan secara terus-menerus Menunjukkan suatu philosophy bahwa kualitas yang diinginkan didapat dari kekuatan kepemimpinan, perencanaan, design, dan peningkatan inisiatif. 21. TERIMA KASIH