Top Banner

of 35

1. Scabies

Feb 16, 2016

ReportDownload

Documents

Presentasi kasus scabies

  • IDENTITAS PENDERITANama: An. F.ZJenis Kelamin: PriaUmur: 10 tahunAgama: IslamSuku: MaduraPekerjaan: PelajarAlamat: Jokotole I/27, KamalTgl Pemeriksaan: 5 Januari 2015ANAMNESAKeluhan Utama :Gatal pada sela jari tangan dan telapak tangan

  • Riwayat Penyakit Sekarang :Penderita datang ke poli kulit dan kelamin RSAL Surabaya pada tanggal 5 Januari 2015 dengan keluhan gatal pada sela jari tangan yang sudah dirasakan sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya muncul bintil kemerahan yang menimbulkan rasa gatal di sela jari tangan penderita. Gatal yang dirasakan semakin menghebat pada malam hari. Semakin lama bintil menjalar semakin lebar pada sela-sela jari dan telapak tangan. Penderita menggaruk daerah yang gatal dan lama-lama timbul luka dan berisi nanah. Penderita tidak mengeluh nyeri pada daerah lesi tersebut, demam (-).

    Riwayat Penyakit Dahulu :Penderita tidak pernah menderita penyakit yang sama.Riwayat alergi makanan, obat dan alergi lain disangkalRiwayat asma, bersin-bersin disangkal

  • Riwayat Penyakit Keluarga :Anggota keluarga yang tingal serumah tidak ada yang menderita penyakit yang samaRiwayat alergi, pada anggota keluarga disangkal

    Riwayat Sosial :Penderita saat ini duduk di bangku SD, tinggal di rumah sendiriMandi 2x sehari dengan air PDAM dan menggunakan sabun. Pasien tidak memakai handuk yang sama dengan orang lainSelalu berganti pakaian setiap mandi.Penderita mengaku tidur di kasur menggunakan sprei.

  • PEMERIKSAAN FISIK

    Status GeneralisKeadaan umum: BaikKesadaran: Kompos MentisKepala: Dalam batas normalLeher: Dalam batas normalThorax: Dalam batas normalAbdomen: Dalam batas normalEkstremitas: Lihat status dermatologisStatus DermatologisTampak ekskoriasi dengan dasar eritema, disertai krusta dan skuama, terdapat pustul, tidak didapatkan terowongan (kunikulus)Regio palmar dekstra sinistraRegio interdigiti manus bagian dekstra sinistra

  • Pemeriksaan PenunjangPemeriksaan mikroskopik untuk menemukan telur, larva dan tungau dewasa dari Sarcoptes Scabiei, pemeriksaan ini tidak dilakukan.

    RESUMESeorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang dengan keluhan gatal pada tangan dan sela jari tangan, sejak 1 minggu yang lalu. Awalnya muncul bintil kemerahan yang menimbulkan rasa gatal di sela jari tangan penderita, dan menyebar sampai telapak tangan penderita. Gatal yang dirasakan semakin menghebat pada malam hari. Penderita menggaruk daerah yang gatal dan lama-lama timbul luka dan berisi nanah. Anggota keluarga dan penghuni serumah tidak ada yang mengalami keluhan yang sama. Penderita mandi 2x sehari dengan air PDAM & rutin mencuci pakaian.

  • Status DermatologisTampak erosi dengan dasar eritema, disertai krusta dan skuama, terdapat pustul, tidak didapatkan terowongan (kunikulus)Regio palmar dekstra sinistraRegio interdigiti manus dekstra sinistra

  • DIAGNOSIS Skabies

    DIAGNOSIS BANDING Cutaneus Larva MigranPedikulosis korporisDermatitis

  • PENATALAKSANAAN

    Planning diagnosis : Mencari Sarcoptes Scabiei dewasa, larva, telur dari kerokan lesi dan dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop.

    Planning terapi Non medikamentosa :Menjaga kebersihan tubuhMenjaga kebersihan pakaian dan tidak bertukar pakaian dengan orang lainPakaian, sprei, selimut, handuk harus direndam dan dicuci dengan air panas Seluruh anggota keluarga yang kontak dengan penderita harus diperiksa dan bila juga menderita skabies, diobati secara bersamaan agar tidak terjadi penularan.

    Medikamentosa :Permethrin 5% krim 30 g, dioleskan 1x malam hari di seluruh tubuh kecuali wajah dan mandi / dicuci setelah 8 10 jam. Setelah pengolesan pertama belum sembuh, maka dapat diulang kembali 1 Minggu kemudian. Loratadine 10 mg tablet, 1x sehari untuk mengurangi rasa gatal.

  • PROGNOSA

    Baik bila penderita melakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter, dan menjaga kebersihan.

  • SKABIES

    DEFINISISinonim : the itch, gudik, budukan, dan gatal agogo. Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei varian hominis dan produknya.Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, di semua geografi daerah, semua kelompok usia, ras dan kelas sosial. Namun menjadi masalah utama pada daerah yang padat dengan gangguan sosial, sanitasi yang buruk, dan negara dengan keadaan perekonomian yang kurang.

  • EPIDEMIOLOGISkabies ditemukan di semua negara dengan prevalensi yang bervariasi. Daerah endemik skabies adalah di daerah tropis dan subtropis seperti Afrika, Mesir, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Amerika Utara, Australia, India, dan Asia Tenggara.Diperkirakan bahwa terdapat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia terjangkit tungau skabies.Ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemi skabies. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini, antara lain: higiene buruk, kesalahan diagnosis, dan perkembangan dermografik serta ekologi. Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P.H.S. (Penyakit akibat Hubungan Seksual).

  • ETIOLOGI

    Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes Scabiei var hominis dan produknya. Sarcoptes Scabiei adalah parasit manusia obligat yang termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, superfamili Sarcoptes. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini translusen, berwarna putih kotor dan tidak bermata.

  • Siklus hidup tungau ini sebagai berikut:

    Setelah kopulasi yang jantan akan mati (kadang-kadang masih dapat hidup beberapa hari dalam terowongan yang digali oleh yang betina). Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum sambil meletakkan telurnya 2/4 butir /hari sampai mencapai jumlah 40/50. Bentuk betina yang dibuahi ini dapat hidup sebulan. Telur menetas dalam waktu 3-5 hari menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva dapat tinggal dalam terowongan, dapat juga keluar.Setelah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina, dengan 4 pasang kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu 8-12 hari.

  • PATOGENESIS Skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung (berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual) maupun kontak tidak langsung (penggunaan bersama pakaian, handuk, sprei) S. Scabiei melepaskan substansi sebagai respon hubungan antara tungau dengan keratinosit dan sel-sel Langerhans ketika melakukan penetrasi ke dalam kulit.Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan ekskreta tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah investasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika, dll. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder.

  • GEJALA KLINIS

    Dikenal ada 4 tanda utama atau cardinal sign pada infestasi skabies, yaitu :

    Pruritus nokturna : gatal pada malam hari disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.

    Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi atau dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya.

    Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf. Tempat predileksi tempat dengan stratum korneum tipis : sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mame (wanita), umbilikus, bokong, genitalia eksterna (pria), dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.

    Menemukan tungau, merupaka hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini.

  • Pemeriksaan penunjangDiagnosis klinis ditegakkan bila ditemukan 2 dari 4 cardinal sign. Diagnosis pasti ditegakkan apabila ditemukan tungau dewasa, telur, atau scybala dari dalam terowongan.

    Cara menemukan tungau:Carilah mula-mula terowongan, kemudian pada ujung yang terlihat papul atau vesikel dicongkel dengan jarum dan diletakkan di atas sebuah kaca obyek, lalu ditutup dengan kaca penutup dan dilihat dengan mikroskop cahaya.Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung di atas selembar kertas putih dan dilihat dengan kaca pembesar.Dengan membuat biopsi irisan. Caranya: lesi dijepit dengan 2 jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau dan diperiksa dengan mikroskop cahaya.Dengan biospsi eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan H.E.

  • Cara menemukan terowongan:

    Burrow ink testPapul dilapisi dengan tinta cina dibiarkan selama 20-30 menit tinta dibersihkan dengan kapas alkohol terowongan tersebut akan kelihatan lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya karena akumulasi tinta dalam terowongan. Tes dinyatakan positif bila terbentuk gambaran kanalikuli yang khas berupa garis menyerupai bentuk zigzag

    Uji tetrasiklinPada lesi dioleskan salep tetrasiklin yang akan masuk ke dalam kanalikuli dibersihkan dengan menggunakan sinar uv dari lampu wood, tetrasiklin tersebut akan memberikan floresensi kuning keemasan pada kanalikuli.

  • BENTUK KLINIS

    Selain bentuk skabies yang klasik, terdapat pula bentuk-bentuk yang tidak khas, antara lain :1. Skabies pada orang bersihKlinis ditandai dengan lesi berupa papula dan kanalikuli dengan jumlah yang sangat sedikit, kutu biasanya hilang akibat mandi secara teratur.2. Skabies nodularLesi berwarna merah kecoklatan pada daerah tertu