Top Banner
LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PERCOBAAN 1 KARBOHIDRAT NAMA : SARAH MELATI D NIM : K211 10 291 KELOMPOK : 6 ( ENAM ) ASISTEN : NUR RADHIYAH TANGGAL PERCOBAAN : 02 APRIL 2011
50

Laporan Karbohidrat

Apr 09, 2016

Download

Documents

1) Mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan.
2) Mengetahui adanya reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi karbohidrat.
3) Mengetahui beberapa sifat kimia karbohidrat.
4) Mengetahui kadar gula reduksi dalam suatu bahan.
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Laporan Karbohidrat

LAPORAN PRAKTIKUMBIOKIMIA

PERCOBAAN 1

KARBOHIDRAT

NAMA : SARAH MELATI D

NIM : K211 10 291

KELOMPOK : 6 ( ENAM )

ASISTEN : NUR RADHIYAH

TANGGAL PERCOBAAN : 02 APRIL 2011

LABORATORIUM TERPADU KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS HASANUDDINMAKASSAR

2011

Page 2: Laporan Karbohidrat

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai di alam,

terutama sebagai penyusun utama jaringan tumbuh-tumbuhan. Nama lain

karbohidrat adalah sakarida. Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi aldehida

yang mengandung unsur-unsur karbon (C), hydrogen (H), dan oksigen(O) dengan

rumus empiris total (CH2O)n. karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida

diantaranya glukosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O6 (Sirajuddin,2011)

Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia,

hewan, dan tumbuhan di samping lemak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan

merupakan cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Sebagian

besar karbohidrat yang ditemukan di alam terdapat sebagai polisakarida dengan

berat molekul tinggi. Beberapa polisakarida berfungsi sebagai bentuk penyimpan

bagi monosakarida, sedangkan yang lain sebagai penyusun struktur di dalam

dinding sel dan jaringan pengikat (Sirajuddin,2011).

Pada tumbuhan, karbohidrat disintesis dari CO2 dan H2O melalui proses

fotosintesis dalam sel berklorofil dengan bantuan sinar matahari. Karbohidrat

yang dihasilkan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar,

batang, dan biji sebagai pati atau amilum (Sirajuddin,2011).

Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam

amino, gliserol lemak, dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal

dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Karbohidrat dalam sel tubuh

disimpan dalam hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen (Sirajuddin,2011).

Pada hewan tingkat tinggi, glukosa adalah komponen yang paling penting

yaitu D-ribosa dan 2-deoksiribosa. Karbohidrat juga merupakan bagian penting

dalam koenzim, antibiotika, tulang rawan, kulit kerang, dan dinding sel bakteri

(Tim Dosen MKU,2009)

I.1 TUJUAN PERCOBAAN

Page 3: Laporan Karbohidrat

I.1.1 TUJUAN UMUM

1) Mengidentifikasi adanya karbohidrat dalam suatu bahan.

2) Mengetahui adanya reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi

karbohidrat.

3) Mengetahui beberapa sifat kimia karbohidrat.

4) Mengetahui kadar gula reduksi dalam suatu bahan.

I.2.2 TUJUAN KHUSUS

1) Uji Molisch : Membuktikan adanya karbohidrat secara kualitatif.

2) Uji Iodium : Membuktikan adanya polisakarida

3) Uji Benedict : Membuktikan adanya gula reduksi.

4) Uji Barfoed : Membedakan antara monosakarida dan disakarida.

5) Uji Seliwanoff : Membuktikan adnya kentosa.

6) Uji Asam Musat : Membedakan antara glukosa dan galaktosa.

7) Uji Osazon : Membedakan jenis karbohidrat berdasarkan kristalnya

8) Hidrolisis Pati : Mengidentifikasi hasil hidrolisis pati.

9) Hidrolisis Sukrosa : Mengidentifikasi hasil hidrolisis sukrosa.

I.2 PRINSIP PERCOBAAN

1) Uji Molisch

Karbohidrat oleh asam organik pekat akan dihidrolisis menjadi

monosakarida. Dehidrasi monosakarida jenis pentosa oleh asam sulfat pekat

menjadi furfural dan golongan heksosa menghasilkan hidroksi-metilfurfural.

Pereaksi molisch yang terdiri atas α-naftol dalam alcohol akan bereaksi

dengan fulfural membentuk senyawa kompleks berwarna ungu.

2) Uji Iodium

Polisakarida dengan penambahan iodium akan membentuk kompleks

adsorpsi berwarna yang spesifik. Amilum dengan iodium menghasilkan

warna biru, dekstrin menghasilkan warna metah anggur, sedangkan sebagian

pati yang terhidrolisis bereaksi dengan iodium membentuk warna merah

coklat.

3) Uji Benedict

Page 4: Laporan Karbohidrat

Ion Cu²+ dalam suasana alkalis akan direduksi oleh gulayang mempunyai

gugus aldehida atau keton bebas menjadi Cu+ yang mengendap sebagai Cu2O

yang berwarna merah bata.

4) Uji Barfoed

Ion Cu²+ dalam suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh gula

reduksi monosakarida daripada disakarida dan menghasilkan endapan merah

bata.

5) Uji Seliwanoff

Dehidrasi fruktosa oleh HCl pekat menghasilkan hidroksifurfulal dan

dengan penambahan resorsinol akan mengalami kondensasi membentuk

senyawa kompleks berwarna merah oranye.

6) Uji Asam Musat

Oksidasi terhadap karbohidrat dengan asam nitrat pekat akan

menghasilkan asam yang dapat larut. Namun, laktosa dan galaktosa

menghasilkan asam musa yang dapat larut.

7) Uji Osazon

Semua karbohidrat yang mempunyai gugus aldehida atau keton bebas

akan membentuk hidrazon atau osazon bila dipanaskan bersama fenilhidrazin

berlebih. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk Kristal dan titik lebur yang

spesifik. Osazon dari disakarida larut dalam air mendidih dan terbentuk

kembali bila didinginkan. Namun, sukrosa tidak membentuk osazon karena

gugus aldehida atau keton yang terikat pada monomernya sudah tidak bebas.

Sebaliknya, osazon monosakarida tidak larut dalam air mendidih.

8) Hidrolisis Pati

Pati terbagi menjadi dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas.

Fraksi terlarut disebut amilosa dengan struktur makromolekul linier yang

dengan iodium memberikan warna biru. Sebaliknya, fraksi yang tidak larut

disebut amilopektin dengan struktur bercabang, dengan penambahn iodium

akan menghasilkan warna ungu. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan

akan terhidrolosis menjdi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Hasil

Page 5: Laporan Karbohidrat

hidrolosis dapat diuji dengan iodium dan menghasilkan warna biru sampai

tidak berwarna. Hasil akhir hidrolosis ditegaskan dengan uji benedict.

9) Hidrolisis Sukrosa

Sukrosa oleh HCl dalam keadaan panas akan terhidrolisis, lalu

menghasilkan glukosa dan fruktosa. Hal ini menyebabkan uji benedict dan

seliwanoff yang sebelum dihidrolisis memberikan hasil negative menjadi

positif. Barfoed menjadi positif pula dan menunjukkan bahwa hidrolisis

sukrosa menghasilkan monosakarida.

I. 4 MANFAAT PERCOBAAN

1. Untuk mengidentifikasi karbohidrat yang terdapat dalam suatu bahan.

2. Untuk mengetahui reaksi-reaksi yang terjadi pada identifikasi karbohidrat.

3. Untuk mengetahui sifat-sifat kimia karbohidrat.

4. Untuk mengetahui kadar gula reduksi dalam suatu bahan.

Page 6: Laporan Karbohidrat

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan energy

utama bagi manusia dan hewan yang harganya relative murah. Semua karbohidrat

berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan

bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbon dioksida (CO2)

berasal dari udara dan air (H2O) dari tanah. Karbohidrat yang dihasilkan adalah

karbohidrat sederhana glukosa. Disamping itu dihasilkan oksigen (O2) yang lepas di

udara (Almatsier,2010).

Produk yang dihasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut

dalam air dan mudah diangkut keseluruh sel-sel guna penyediaan energy. Sebagian

dari gula sederhana ini kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk

polisakarida. Ada dua jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan nonpati.

Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer glukosa yang dihubungkan

dengan ikatan glikogsidik (ikatan antara gugus hidroksil atom C nomor 1 pada

molekul glukosa dengan gugus hidroksil ataom C nomor 4 pada molekul glukosa lain

dengan melepas 1 mol air)(Almatsier,2010).

Polisakarida nonpati membentuk struktur dinding sel yang tidak larut dalam air.

Struktur polisakarida nonpati mirip pati, tapi tidak mengandung ikatan glikosidik.

Serealia, seperti beras, gandum, dan jagung serta umbi-umbian merupakan sumber

pati utama di dunia. Polisakarida nonpati merupakan komponen utama serat makanan

(Almatsier,2010).

Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsure-unsur karbon (C), Hidrogen (H), dan

oksigen (O). perbandingan antara hidrogem dan oksigen pada umumnya adalah 2 : 1

seperti halnya dalam air; oleh karena itu diberi nama karbohidrat. Dalam bentuk

sederhana, formula umum karbohidrat adalah CnH2nOn. Hanya heksosa (6-atom

karbon), serta pentose (5-atom karbon), dan polimernya memegang peranan penting

dalam ilmu gizi (Almatsier, 2010).

Page 7: Laporan Karbohidrat

Dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan aktivitas, baik yang telah

merupakan kebiasaan misalnya berdiri, berjalan, mandi, makan dan sebagainya atau

yang hanya kadang-kadang saja kita lakukan. Untuk melakukan aktivitas itu kita

memerlukan energy. Energi yang diperlukan ini kita peroleh dari bahan makanan

yang kita makan. Pada umumnya bahan makanan itu mengandung tiga kelompok

utama senyawa kimia, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak (Poedjiadi dkk, 2009).

Di Indonesia bahan makanan pokok yang biasa kita makan ialah beras, jagung,

singkong, dan sagu. Bahan makanan tersebut berasal dari tumbuhan dan senyawa

yang terkandung di dalamnya sebagian besar adalah karbohidrat, yang terdapat

sebagai amilum. Karbohidrat ini tidak hanya terdapat sebagai pati saja tetapi

terdapat pula sebagai gula. Protein dal lemak relative tidak begitu banyak terdapat

dalam makanan kita bila dibandingkan dengan karbohidrat (Poedjiadi dkk, 2009).

Protein dan lemak berperan juga sebagai sumber energi bagi tubuh kita, tetapi

karena sebagian besar makanan terdiri ats karbohidrat, maka karbohidratlah yang

terutama merupakan sumber energi bagi tubuh. Di samping karbohidrat yang

merupakan bahan makanan bagi kita, ada pula karbohidrat yang tidak dapat kita

makan, misalnya kayu, serat kapas , dan tumbuhan lain. Pada tumbuhan tersebut

karbohidrat terdapat sebagai selulosa, yaitu senyawa membentuk dinding sel

tumbuhan. Serat kapas dapat dikatakan seluruhnya terdiri atas selulosa. Batang tebu

terdiri juga atas selulosa, sedangkan cairan yang terasa manis yamng terkandung

pada batang itu ialah gula atau sukrosa (Poedjiadi dkk, 2009).

Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau

metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam

darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan

digunakan oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. Jadi ada bermacam-

macam senyawa yang termasuk dalam golongan karbohidrat itu. Dari conoh-contoh

tadi kita mengetahui bahwa amilum, selulosa, glokogen, sukrosa, dan glukosa

merupakan beberapa senyawa karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia

(Poedjiadi dkk, 2009).

Energi yang terkandung dalam karbohidrat itu pada dasarnya berasal dari energi

matahari. Karbohidrat, dalam hal ini glukosa, dibentuk dari karbondioksida dan air

Page 8: Laporan Karbohidrat

dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Selanjutnya glukosa yang

terjadi diubah menjadi amilum dan disimpan pada bagian lain, misalnya pada buah

atau umbi. Proses pembentukan glukosa dari karbondioksida dan air disebut proses

fotosintesis (Poedjiadi dkk, 2009).

Karbohidrat memegang peranan penting dalam alam karena merupakan sumber

utama bagi manusia dan hewan yang harganya relative murah. Semua karbohidrat

berasal dari tumbuh-tumbuhan. Melalui proses fotosintesis, klorofil tanaman dengan

bantuan sinar matahari mampu membentuk karbohidrat dari karbondioksida berasal

dari udara, air dan tanah. Karbohidrat yang dihasilkan adalah karbohidrat sederhana

glukosa. Di samping itu dihasilkan oksigen yang lepas di udara (Poedjiadi dkk,

2009).

Produk yang dhasilkan terutama dalam bentuk gula sederhana yang mudah larut

dalam air dan mudah diangkut ke seluruh sel-sel guna penyediaan energi. Sebagian

dari gula sederhana ini kemudian mengalami polimerisasi dan membentuk

polisakarida. Ada dua jenis polisakarida tumbuh-tumbuhan, yaitu pati dan nonpati.

Pati adalah bentuk simpanan karbohidrat berupa polimer glulosa yang dihubungkan

dengan ikatan glikosidik. Polisakarida nonpati membentuk struktur dinding sel yang

tidal larut dalam air. Struktur polisakarida nonpati mirip pati, tapi tidak mengandung

ikatan glikosidik. Serealia seperti beras, gandum, dan jagung serta umbi-umbian

merupakan sumber pati utama di dunia. Polisakarida nonpati merupakan komponen

utama serat makanan (Almatsier, 2010).

Di Negara-negara sedang berkembang kurang lebih 80% energi makanan

berasala dari karbohidrat. Di Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa

Barat, angka ini lebih rendah, yaitu rata-rata 50%. Nilai energi karbihidrat adalah 4

kkal per gram (Almatsier, 2010).

Karbohidrat tersebar luas dalam tumbuhan seperti hewan, tempat zat ini

melangsungkan peran structural sekaligus metabolik. Pada tumbuhan, glukosa

disintesis dari karbondioksida dan air melalui fotosintesis dan disimpan sebagai pati

atau diubah menjadi selulosa kerangka tumbuhan. Hewan dapat menyintesis sebagian

karbohidrat dalam jaringan tubuh hewan berasal dari tumbuhan (Murray dkk, 2009).

Karbohidrat diklasifikasikan sebagai berikut (Murray dkk, 2009). :

Page 9: Laporan Karbohidrat

1. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi

karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Monosakarida ini dapat

diklasifikasikan sebagai triosa, tetrosa, pentose, heksosa, atau heptosa,

bergantung pada jumlah atom karbon; dan sebagai aldosa atau ketosa

bergantung pada gugus aldehida atau keton yang dimiliki senyawa tersebut

2. Disakarida menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau berbeda

kalau dihidrolisis. Sebagai contoh adalah maltosa yang menghasilkan dua

molekul glukosa, serta sukrosa yang menghasilkan satu nolekul glukosa dan

satu molekul fruktosa.

3. Oligosakarida adalah produk kondensasi tiga samapi sepuluh monosakarida.

Sebagian besar oligosakarida tidak dicerna oleh enzim dalam tubuh manusia.

4. Polisakarida adalah produk kondensasi lebih dari sepuluh unit monosakarida.

Contoh polisakarida, yang dapat linier atau bercabang adalah pati dan

dekstrin. Bentuk ini kadang-kadang disebut sebagai heksosa atau pentosa,

bergantung pada jenis monosakarida yang dihasilkan pada waktu hidrolisis.

Selain pati dan dekstrin, makanan mengandung beragam polisakarida lain

yang secara kolektif dinamai polisakarida nonpati; zat ini tidak dapat dicerna

oleh enzim manusia, dan merupakan komponen utama serat dalam makanan,

contohnya selulosa dari dinding sel tumbuhan (suatu polimer glukosa) dan

inulin, yaitu simpanan karbohidrat pada beberapa tumbuhan (suatu polimer

fruktosa).

Molekul karbohidrat terdiri atas atom-atom karbon, hydrogen, dan oksigen.

Jumlah atom hydrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2 : 1 seperti pada

molekul air. Sebagai contoh molekul glukosa mempunyai rumus kimia C6H12O6,

sedangkan rumus sukrosa adalah C12H22O11. Pada glukosa tampak bahwa jumlah

atom hydrogen berbanding jumlah atom oksigen ialah 12 : 6 atau 2 : 1, sedangkan

pada sukrosa 22 : 11 atau 2 : 1. Dengan demikian dahulu orang berkesimpulan

adanya air dalam karbohidrat (Poedjiadi dkk, 2009).

Walaupun pada kenyataannya senyawa karbohidrat tidak mengandung molekul

air, namun kata karbohidrat tetap digunakan disamping nama lainnya yaitu sakarida.

Ada beberapa senyawa karbohidrat yang mempunyai rumus empiris seperti

Page 10: Laporan Karbohidrat

karbohidrat, tetapi bukan karbohidrat, misalnya C2H4O2 adalah asam asetat atau

hidroksiasetaldehida, sedangkan formaldehida mempunyai rumus CH2O atau lazim

ditulis HCHO. Dengan demikian senyawa yang termasuk karbohidrat tidak hanya

ditinjau dari rumus empirinya saja, tetapi yang penting ialah rumus strukturnya.

(Poedjiadi dkk, 2009)

Selain itu, pada senyawa yang termasuk karbohidrat terdapat gugus fungsi yaitu

gugus –OH, gugus aldehida atau gugus keton. Struktur karbohidrat selain

mempunyai hubungan dengan sifat kimia yang ditentukan oleh gugus funsi, ada pula

hubungannya dengan sifat fisika dalam hal ini aktivitas optik. (Poedjiadi dkk, 2009)

Sementara itu, sifar kimia karbohidrat berhubungan erat dengan gugus fungsi

yang terdapat pada molekulnya, yaitu gugus –OH, gugus aldehida dan gugus keton.

(Poedjiadi dkk, 2009)

Beberapa sifat kimia karbohidrat adalah (Poedjiadi dkk, 2009) :

1. Sifat mereduksi. Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat

dapat mereduksi, terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini

dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat. Sifat mereduksi ini

disebabkan oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul

karbohidrat. Sifat ini tampak pada rekasi reduksi ion-ion logam misalnya ion

Cu++ dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu.

2. Pembentukan furfural. Dalam larutan asam yang encer, walaupun dipanaskan,

monosakarida umumnya stabil. Tetapi apabila dipanaskan dengan asam kuat

yang pekat, monosakarida menghasilkan furfural. Reaksi pembentukan

furfural ini adalah reaksi dehidrasi dari suatu senyawa.

3. Pembentukan glikosida. Apabila glukosa direaksikan dengan metilalkohol,

menghasilkan dua senyawa. Kedua senyawa ini dapat dipisahkan satu dari

yang lain dan keduanya tidak memiliki sifat aldehida.

BAB III

Page 11: Laporan Karbohidrat

METODOLOGI PERCOBAAN

III.1 ALAT DAN BAHAN

A. Uji Pengenalan Karbohidrat

1. Uji Molisch

Adapun alat yang digunakan adalah pipet tetes dan tabung reaksi.

Adapun bahan yang digunakan adalah amilum, dekstrin, sukrosa,

laktosa, maltosa, galaktosa, fruktosa, glukosa, dan arabinosa, pereaksi

molisch, H2SO4 pekat.

2. Uji Iodium

Adapun alat yang digunakan adalah , tabung reaksi, pipet tetes.

Adapun bahan yang digunakan adalah amilum, dekstrin, sukrosa,

maltosa, galaktosa, fruktosa, glukosa, dan arabinosa, larutan iodium

3. Uji Benedict

Adapun alat yang digunakan adalah , tabung reaksi, pipet tetes,

penangas air, penjepit tabung, pengatur waktu.

Adapaun bahan yang digunakan adalah amilum, dekstrin, sukrosa,

maltosa, galaktosa, fruktosa, glukosa, dan arabinosa, dan pereaksi

benedict.

4. Uji Barfoed

Adapun alat yang digunakan adalah tabung reaksi, pipet tetes,

penangas air, penjepit tabung, dan pengatur waktu.

Adapaun bahan yang digunakan adalah sukrosa, maltose, galaktosa,

fruktosa, glukosa, dan arabinosa, dan pereaksi barfoed

5. Uji Seliwanoff

Adapaun alat yang digunakan adalah , tabung reaksi, pipet tetes,

penangas air, penjepit tabung, dan pengatur waktu.

Adapun bahan yang digunakan adalah sukrosa, galaktosa, fruktosa,

glukosa, dan arabinosa, dan pereaksi seliwanoff.

6. Uji Asam Musat

Page 12: Laporan Karbohidrat

Adapaun alat yang digunakan adalah mikroskop, alat pemanas,

tabung reaksi, pipet tetes.

Adapun bahan yang digunakan adalah sukrosa, laktosa, maltosa,

galaktosa, dan glukosa, HNO3 pekat.

7. Uji Osazon

Adapun alat yang digunakan adalah mikroskop, alat pemanas, tabung

reaksi, dan pipet ukur.

Adapaun bahan yang digunakan adalah sukrosa, laktosa, maltosa,

galaktosa, glukosa, fenilhidrazin-hidroklorida, dan natrium asetat.

B. Hidrolisis karbohidrat

1. Hidrolisis Pati

Adapun alat yang digunakan adalah kertas lakmus, alat pemanas,

tabung reaksi, penjepit tabung, pipet ukur.

Adapun bahan yang digunakan adalah larutan amilum 1%, larutan

iodium, pereaksi benedict, larutan HCl 2 N, larutan NaOH 2%

2. Hidrolisis Sukrosa

Adapun alat yang digunakan adalah kertas lakmus, alat pemanas,

tabung reaksi, pipet ukur.

Adapun bahan yang digunakan adalah larutan sukrosa 1%, pereaksi

benedict, pereaksi seliwanoff, pereaksi barfoed, larutan HCl pekat, larutan

NaOH 2%.

III.2 PROSEDUR KERJA

A. Uji Pengenalan Karbohidrat

1. Uji Molisch

1.1 Dimasukkan 15 tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi

1.2 Ditambahkan 3 tetes perekasi Molisch. Dicampurkan dengan baik.

1.3 Dimiringkan tabung reaksi, lalu dialirkan dengan hati-hati 1 ml

H2SO4 pekat melalui dinding tabung agar tidak bercampur.

1.4 Reaksi positif ditandai dengan terbentuknya cincin berwarna ungu

pada batas antara kedua lapisan

Page 13: Laporan Karbohidrat

2. Uji Iodium

2.1 Dimasukkan 3 tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi atau porselin

tetes

2.2 Ditambahkan 2 tetes larutan iodium

2.3 Diamati warna spesifik yang terbentuk

3. Uji Benedict

3.1 Dimasukkan dalam tabung reaksi 5 tetes larutan uji dan 15 tetes

pereaksi Benedict. Dicampurkan dengan baik.

3.2 Dididihkan diatas api kecil selama 2 menit atau dimasukkan dalam

penangas air mendidih selama 5 menit.

3.3 Didinginkan secara perlahan-lahan

3.4 Diperhatikan warna atau endapan yang terbentuk

4. Uji Barfoed

4.1 Dimasukkan dalam tabung reaksi 10 tetes larutan uji dan 10 tetes

pereaksi Barfoed. Dicampur dengan baik.

4.2 Dipanaskan diatas api kecil sampai mendidih selama 1 menit atau

dimasukkan dalam penangas air mendidih selama 5 menit.

4.3 Diperhatikan warna atau endapan yang terbentuk

5. Uji Seliwanoff

5.1 Dimasukkan 5 tetes larutan uji dan 15 tetes pereaksi Seliwanoff ke

dalam tabung reaksi

5.2 Dididihkan diatas api kecil selama 30 detik atau dalam penangas air

mendidih selama 1 menit

5.3 Hasil positif ditandai terbentuknya larutan berwarna merah orange

6. Uji Asam Musat

6.1 Dimasukkan 10 tetes larutan uji dan 2 tetes HNO3 pekat.

6.2 Dipanaskan dalam penangas air mendidih sampai volumenya kira-kira

tinggal 2-3 tetes

6.3 Didinginkan perlahan-lahan, lalu diperhatikan terbentuknya Kristal-

kristal keras seperti pasir.

6.4 Diamatilah di bawah mikroskop

Page 14: Laporan Karbohidrat

7. Uji Osazon

7.1 Dimasukkan 2 ml larutan uji ke dalam tabung reaksi

7.2 Ditambahkan seujung spatel fenilhidrazin-hidroklorida dan Kristal

natrium asetat.

7.3 Dipanaskan dalam penangas air mendidih selama beberapa menit

7.4 Didinginkan perlahan-lahan dibawah kran

7.5 Diperhatikan Kristal yang terbentuk dan diidentifikasikan di bawah

mikroskop.

B. Hidrolisis Karbohidrat

1. Hidrolis Pati

1.1 Dimasukkan ke dalam tabung reaksi 5 ml amilum 1 %, kemudian

ditambahkan 2,5 ml HCL 2N.

1.2 Dicampurkan dengan baik, lalu dimasukkan dalam air mendidih

1.3 Setelah 3 menit, diuji dengan iodium dengan mengambil 2 tetes iodium

dalam porselin tetes. Dicatat perubahan warna yang terjadi.

1.4 Dilakukan uji iodium setiap 3 menit sampai hasil warna kuning pucat.

1.5 Dilanjutkan hidrolisis selama 5 menit lagi

1.6 Setelah didinginkan, diambil 2ml larutan hidrolisis, lalu dinetralkan

dengan NaOH 2%. Diuji dengan kertas lakmus

1.7 Kemudian, diuji pula dengan benedict

1.8 Disimpulkan apa yang dihasilkan hidrolisis pati

2. Hidrolisis Sukrosa

2.1 Dimasukkan 5ml sukrosa 1% kedalam tabung reaksi dan ditambahkan

5 tetes HCL pekat

2.2 Dicampurkan dengan baik, lalu dipanaskan dalam penangas air

mendidih selama 30 menit.

2.3 Setelah didinginkan, dinetralkan larutan dengan NaOH 2 % dan uji

dengan kertas lakmus

2.4 Selanjutnya, diuji pula dengan benedict, seliwanoff, dan barfoed

2.5 Disimpulkan apa yang dihasilkan dari hidrolisis sukrosa

Page 15: Laporan Karbohidrat

BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Page 16: Laporan Karbohidrat

IV.1 TABEL PENGAMATAN

A. Uji Pengenalan Karbohidrat

1. Uji Molisch

2.Uji Iodium

3. Uji Benedict

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Molisch Karbohidrat (+/-)

1 Amilum Ungu +

2 Dekstrin Ungu +

3 Sukrosa Ungu +

4 Maltosa Ungu +

5 Galaktosa Ungu +

6 Fruktosa Ungu +

7 Glukosa Ungu +

8 Arabinosa Ungu +

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Iodium Polisakarida (+/-)

1 Amilum Biru +

2 Dekstrin Merah anggur +

3 Sukrosa Kuning -

4 Maltosa Kuning -

5 Galaktosa Kuning -

6 Fruktosa Kuning -

7 Glukosa Kuning -

8 Arabinosa kuning -

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Benedict Gula Reduksi (+/-)

1 Amilum Biru -

2 Dekstrin Hijau keruh -

3 Sukrosa Biru -

4 Maltosa Merah Bata >2%

5 Galaktosa Merah Bata >2%

6 Fruktosa Merah bata >2%

7 Glukosa Merah bata >2%

8 Arabinosa Merah bata >2%

Page 17: Laporan Karbohidrat

4. Uji Barfoed

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Barfoed Monosakarida (+/-)

1 Sukrosa Biru -

2 Maltosa biru -

3 Galaktosa Endapan merah bata +

4 Fruktosa Endapan merah bata +

5 Glukosa Endapan merah bata +

6 Arabinosa Endapan merah bata +

5. Uji Seliwanoff

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Seliwanoff Ketosa (+/-)

1 Sukrosa Orange Pucat +

2 Galaktosa Kuning bening -

3 Fruktosa Merah orange +

4 Glukosa Kuning Pucat -

5 Arabinosa Kuning Pucat -

6. Uji Asam Musat

No. Zat Uji ( 1% ) Hasil Uji Asam Musat

1 Sukrosa Tidak terbentuk kristal

2 Galaktosa Terbentuk Kristal putih

3 Glukosa Tidak Terbentuk Kristal

7. Uji Osazon

No. Zat Uji ( 1% ) Bentuk Kristal Karbohidrat

1 Sukrosa Jarang

2 Maltosa Kristal putih sangat sedikit

3 Galaktosa Kristal putih sedikit

4 Glukosa Sangat banyak

Page 18: Laporan Karbohidrat

B. Hidrolisis Karbohidrat

1. Hidrolisis Pati

NO Hidrolisis(Menit) Hasil Uji Iodium Hasil Hidrolisis

1 3 Menit Biru Amilosa

2 6 Menit Kuning coklat Akrodekstrin

3 9 Menit Kuning coklat Akrodekstrin

4 12 Menit Kuning coklat Akrodekstrin

5 15 Menit Kuning coklat Akrodekstrin

6 18 Menit Kuning pucat Maltosa

7 21 Menit Kuning pucat Glukosa

Hasil akhir dengan uji benedict : membentuk endapan merah bata, adanya

gula pereduksi.

2. Hidrolisis Sukrosa

Perlakuan Uji Hasil Uji

5 tetes larutan

yang telah

dinetralkan

Benedict Merah bata ( setelah pemanasan)

(+)

Seliwanoff Orange (-)

Barfoed Biru Keruh (-)

IV.2 GAMBAR HASIL

A. Pengenalan Karbohidrat

1.Uji Molisch

Page 19: Laporan Karbohidrat

2.Uji Iodium

3.Uji Benedict

4.Uji Barfoed

Page 20: Laporan Karbohidrat

5.Uji Seliwanoff

6.Uji Asam Musat

7.Uji Osazon

Page 21: Laporan Karbohidrat

B. Hidrolisis Karbohidrat

1. Hidrolisis Pati

2.Hidrolisis Sukrosa

VI.3 PEMBAHASAN

Page 22: Laporan Karbohidrat

A. Uji Pengenalan Karbohidrat

1. Uji Molisch

Pada percobaan uji molisch, diperoleh data bahwa semua larutan uji

ketika direaksikan dengan pereaksi molisch dapat membentuk kompleks

cincin berwarna ungu. Ini membuktikan adanya suatu karbohidrat dalam

larutan tersebut. Larutan uji yang telah dicampurkan dengan pereaksi

Molisch, dicampur dengan larutan H2SO4 pekat dengan cara memiringkan

tabung reaksi agar larutan H2SO4 tidak bercampur dengan larutan yang

ada dalam tabung, dan hasilnya diperoleh suatu pembentukan cincin

berwarna ungu pada batas antara kedua lapisan larutan dalam tabung.

Terbentuknya kompleks berwarna ungu ini karena pengaruh hasil

dehidrasi monosakarida ( furfural ) dengan α-naftol dari pereaksi Molisch.

Adapun reaksinya :

│ ║CH2OH—HCOH—HCOH—HCOH—C=O + H2SO4 → ─C—H +

│ OH

Pentosa Furfural α-naftol

H │

CH2OH—HCOH—HCOH—HCOH—HCOH—C=O + H2SO4

Heksosa

O

║→ H2C─ ─C—H + │ │ OH OH5-hidroksimetil furfural α-naftol

Rumus dari cincin ungu yang terbentuk adalah sebagai berikut:

O ║

Page 23: Laporan Karbohidrat

║ __SO3HH2C─ ─────C───── ─OH

Cincin ungu senyawa kompleks

2. Uji Iodium

Larutan iodium dugunakan untuk menguji apakah suatu bahan

mengandung polisakarida. Dari beberapa zat uji di atas yang termasuk

polisakarida adalah amilum dan dekstrin. Amilum yang direaksikan

dengan iodium akan menghasilkan warna biru sedangkan dekstrin yang

direaksikan dengan ioduim akan menghasilkan warna merah anggur.

Iodium digunakan untuk menguji apakah suatu bahan mengandung

polisakarida karena iodium akam memberikan hasil yang positif terhadap

polisakarida.

3. Uji Benedict

Pereaksi benedict digunakan untuk menguji adanya gula reduksi

dalam suatu bahan. Zat uji yang memberikan reaksi positif terhadap

pereaksi benedict akan menghasilkan endapan yang berwarna merah bata.

Pereaksi benedict menghasilkan endapan merah bata karena ion Cu²+

dalam suasana alkalis akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus

aldehida atau keton bebas Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O yang

berwarna merah bata. Percobaan menunjukkan bahwa maltose, galaktosa,

fruktosa, glukosa, dan arabinosa menghasilkna endapan ungu di akhir

percobaan.Hal ini sesuai dengan dasar teori yang digunakan bahwagugus

aldehida dan keton yang terdapat dalamnya bebas sehingga dapat

mengendap sebagai Cu2O yang berwarna merah bata.

Berikut reaksi yang berlangsung:

O O ║ ║R—C—H + Cu2+ 2OH- → R—C—OH + Cu2O

Gula Pereduksi Endapan Merah Bata

4. Uji Barfoed

Page 24: Laporan Karbohidrat

Pereaksi barfoed digunakan untuk membedakan antara monosakarida

dan disakarida. Apabila suatu bahan mengandung monosakarida maka

akan menghasilkan endapan merah bata sedangkan disakarida tidak

memberikan reaksi yang positif. Ion Cu²+ dari pereaksi barfoed dalam

suasana asam akan direduksi lebih cepat oleh monosakarida daripada

disakarida yang akan menghasilkan endapan Cu2O berwarna merah bata.

Pengujian menunjukkan galaktosa, fruktosa, glukosa, dan arabinosa

menghasilkan endapan ungu diakhir percobaan.

Berikut reaksi yang berlangsung:

O O ║ Cu2+ asetat ║R—C—H + ─────→ R—C—OH + Cu2O+ CH3COOH n-glukosa E.merahmonosakarida bata

5. Uji Seliwanoff

Uji seliwanoff digunakan untuk membuktikan adanya fruktosa atau

kentosa dalam suatu bahan. Pada percobaan ini diperoleh hasil bahwa

hanya fruktosa yang menghasilkan warna larutan yang spesifik yakni

warna merah orange. Hal ini menunjukkan adanya kandungan kentosa.

HCl yang terkandung dalam pereaksi seliwanoff ini mendehidrasi

fruktosa menghasilkan hidroksifurfural sehingga furfural mengalami

kondensasi setelah penambahan resorsinol membentuk larutan yang

berwarna merah orange. Hal ini tidak dialami oleh zat uji yang lain

karena terbukti zat uji lain tidak mengandung senyawa kentosa.

Berikut reaksi yang berlangsung:

CH2OH OH O OH OH

+HCl ║ │ │ H CH2OH ───→ H2C— —C—H + → kompleks

│ berwarna OH H OH merah jingga

5-hidroksimetil furfural resorsinol

6. Uji Asam Musat

Page 25: Laporan Karbohidrat

Pada percobaan uji asam musat ini digunakan untuk membedakan

antara glukosa dan galaktosa. Glukosa dan galaktosa dapat dibedakan

berdasarkan bentuk kristalnya. Galaktosa yang dioksidasi oleh asam

nitrat pekat yang menghasilkan asam musat yang kurang larut dalam air

dibandingkan dengan glukosa dapat larut baik dengan air. Setelah larutan

diamati dibawah mikroskop dan dengan penambahan Mertion Oil yang

berfungsi memperjelas gambar kristal di bawah mikroskop, maka

diperoleh bentuk kristal glukosa sangat jarang dan sedikit sekali jika

dibanding gambar kristal galaktosa yang jarang namun tidak lebih sedikit

jika dibanding dengan glukosa. Akibat dari kristal inilah sehingga asam

musat glukosa lebih larut dalam air dibanding galaktosa.

7. Uji Osazon

Pada percobaan uji uji osazon ini digunakan dengan tujuan membedakan

bermacam-macam karbohidrat. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk

Kristal dan ini diamati dibawah mikroskop. Nampak bahwa maltose

memiliki sangat sedikit Kristal, maltosa memiliki sedikit kristal, dan

glukosa memiliki banyak Kristal.

B. Hidrolisis Karbohidrat

1. Hidrolisis Pati

Hidrolisis pati bertujuan untuk mengidentifikasi hasil hidrolisis pati.

Pati yang merupakan polisakarida terbagi menjadi dua fraksi yang dapat

dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa yang dengan

iodium memberikan warna biru. Fraksi yang tidak larut disebut

amilopektin yang dengan penambahan iodium akan memberikan warna

ungu hingga merah. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan akan

terhidrolisis menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Hasil akhir

hidrolisis diuji dengan pereaksi benedict. Adapun HCl digunakan

sebagai katalis untuk mempercepat reaksi yang terjadi dan karena

penambahan asam itu, larutan semakin asam makan digunakanlah NaOH

sebagai penetralnya.

2. Hidrolisis Sukrosa

Page 26: Laporan Karbohidrat

Hidrolisis sukrosa bertujuan untuk mengidentifikasi hasil hidrolisis

sukrosa. Sukrosa oleh asam dalam keadaan panas akan terhidrolisis, lalu

menghasilkan glukosa dan fruktosa. Sebelum dihidrolisis, uji benedict

dan seliwanoff akan memberikan reaksi yang negatif tetapi setelah

dihidrolisis akan memberikan hasil yang positif. Demikian halnya

dengan uji barfoed. Hal ini menunjukkan bahwa hidrolisis sukrosa

menghasilkan monosakarida.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Page 27: Laporan Karbohidrat

V.1 KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diambil dari percobaan ini adalah :

1. Karbohidrat dapat dibuktikan dengan terbentuknya cincin berwarna ungu

dengan menggunakan pereaksi Molisch.

2. Polisakarida dapat dibuktikan dengan terbentuknya perubahan warna pada

amilum yang menjadi warna biru dan dekstrin berwarna merah anggur.

3. Gula reduksi pada karbohidrat dapat dibuktikan dengan terbentuknya endapan

berwarna merah bata melalui uji benedict.

4. Monosakarida jika direaksikan dengan pereaksi Barfoed menghasilkan

endapan merah bata sedangkan pada disakarida tidak terbentuk endapan

merah bata.

5. Senyawa kompleks berwarna merah orange yang terbentuk menunjukkan

bahwa adanya kentosa.

6. Glukosa dan galaktosa dibedakan berdasarkan bentuk kristalnya, kristal

glukosa bertebaran dan sangat jarang, sedangkan kristal galaktosa tepisah-

pisah dan berjauhan.

7. Pengujian osazon untuk memperlihatkan Kristal-kristalnya dan glukosa

memiliki banyak Kristal, galaktosa memiliki Kristal tapi sedikit, dan maltose

memiliki Kristal sangat sedikit

8. Hasil hidrolisis amilum teruji dengan terbentuknya endapan merah bata dan

warna larutan bening kebiruan.

9. Hasil hidrolisis sukrosa dengan pengujian Benedict menghasilkan endapan

merah bata, dengan Seliwanoff berwarna orange, dan dengan Barfoed tidak

berubah warna.

V.2 SARAN

Laboratorium biokimia sudah sangat bagus dan bersih. Tetapi, alat-alatnya

lebih dilengkapi sehingga praktikan tidak sulit dalam melakukan praktikum.

LAMPIRAN IV

Page 28: Laporan Karbohidrat

A. UJI PENGENALAN KARBOHIDRAT.

1. Uji Molisch

1.1 Sebutkan jenis uji lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan

adanya karbohidrat!

Jawab : Uji lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan adanya

karbohidrat antara lain uji Iodium, uji Barfoed, uji Bial, uji Seliwanoff, uji

osazon, uji asam musat dan sebagainya.

1.2 Tuliskan prosedurnya secara singkat!

Jawab : 2 mL larutan uji dimasukkan ke dalam tabung reaksi.

Ditambahkan 3 tetes pereaksi Molisch dan dicampur dengan baik. Tabung

reaksi dimiringkan, dan dialirkan dengan hati-hati 2 mL H2SO4 pekat

melalui dinding tabung agar tidak bercampur.

1.3 Sebutkan bahan alam yang mengandung senyawa furfural dan HMF!

2. Uji Iodium

2.1 Sebutkan masing-masing dua persamaan dan perbedaan amilum dan

glikogen!

Jawab : Persamaan;

a. Memiliki struktur empiris yang sama pada tumbuhan

b. Tersusun dari sejumlah satuan glukosa

Perbedaan;

a. Suspensi amilum akan memberikan warna biru dengan larutan

iodium, sedangkan glikogen memberikan warna merah dengan

larutan iodium.

3. Uji Benedict

3.1 Pada percobaan ini, manakah yang menunjukkan hasil negatif terhadap uji

Benedict? Mengapa?

Jawab : Sukrosa, karena bukan merupakan gula pereduksi.

3.2 Sebutkan jenis uji lain yang dapat digunakan untuk membuktikan adanya

gula reduksi!

Jawab : Uji Fehling,Uji Tollens, dan Uji Barfoed

Page 29: Laporan Karbohidrat

3.3 Tuliskan cara kerjanya secara singkat!

Jawab : 5 tetes larutan uji dimasukkan dalam tabung reaksi beserta 15

tetes pereaksi benedict, dicampurkan dengan baik. Didihkan di atas api

kecil selama 2 menit dan didinginkan secara perlahan. Perhatikan ada

tidaknya endapan yang terbentuk dan bagaimana pula warnanya.

3.4 Sebutkan kelebihan menggunakan uji Benedict dibandingkan terhadap uji

tersebut!

Jawab : Uji Benedict lebih baik dibanding uji yang lainnya karena uji

benedict juga dapat digunakan untuk menentukan kadar gula dalam urin

secara semikuantitatif, benedict lebih peka disbanding pereaksi fehling,

dan pereaksi benedict hanya terdiri atas 1 larutan dalam ujinya.

4. Uji Barfoed

4.1 Pada pemanasan yang lama, disakarida dapat pula memberikan hasil yang

positif terhadap uji Barfoed. Mengapa?

Jawab : Karena pada uji Barfoed ini, keberadaan kalor sangat diperlukan

dalam keberhasilan reaksi.

4.2 Jelaskan perbedaan prinsip antara uji Barfoed dan Uji Benedict!

Jawab : Pada uji Barfoed, Ion Cu+2 (dari pereaksi barfoed) direduksi dalam

suasana asam, sedangkan pada uji Benedict, Ion Cu+2 direduksi dalam

suasana alkalis.

5. Uji Seliwanoff

5.1 Pada pemanasan yang terlalu lama, sukrosa pun menunjukkan hasil positif

terhadap uji Seliwanoff. Mengapa?

Jawab : Karena semakin lama proses pemanasan pada uji Seliwanoff akan

membuat ikatan karbon (C) pada sukrosa akan terlepas secara perlahan.

5.2 Sebutkan jenis uji lain yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi

adanya ketosa! Tuliskan prosedurnya secara singkat!

Jawab : Uji lain yang dapt digunakan untuk mengidentifikasi adanya

ketosa yaitu….. Prosedurnya yaitu 5 tetes larutan uji dan 15 tetes pereaksi

Seliwanoff dimasukkan dalam tabung reaksi. Didihkan di atas api kecil

Page 30: Laporan Karbohidrat

selama 30 detik. Kemudian hal positif ditandai dengan terbentuknya

larutan berwarna merah oranye.

B. HIDROLISIS KARBOHIDRAT

1. Hidrolisis Pati

1.1 Bagaimana cara mengetahui bahwa hidrolisis pati telah sempurna?

Jawab : Hidrolisis pada pati telah dikatakan sempurna bila pada hasil uji

akhir dengan menggunakan Benedict telah terbentuk endapan merah bata.

1.2 Mengapa larutan hasil hidrolisis perlu dinetralkan terlebih dahulu?

Jawab : Pada larutan hidrolisis perlu dinetralkan terlebih dahulu

disebabkan karena larutan hidrolisis adalah larutan yang bersifat asam

oleh karena itu perlu dinetralkan dengan NaOH yang bersifat basa agar

terjadi reaksi yang sempurna dengan penetralan terlebih dahulu.

1.3 Jelaskan cara menetralkan larutan uji dengan NaOH 2% menggunakan

kertas Lakmus!

Jawab : Cara menetralkan larutan uji dengan NaOH 2% menggunakan

kertas Lakmus yaitu larutan yang telah dihidrolisis dicampurkan dengan

NaOH 2%, setelah itu kertas lakmus dicelupkan pada larutan tersebut

sampai tidak ada warna yang terbentuk sebagai tanda larutannya telah

bersifat netral.

2. Hidrolisis Sukrosa

2.1 Sebutkan nama enzim yang mengkatalisis hidrolisis sukrosa!

Jawab : Nama enzim yang mengkatalis hidrolisis sukrosa adalah sukrase.

2.2 Sebutkan 2 sumber diperolehnya enzim!

Jawab : - Di dalam organel yang spesifik

2.3 Apa kegunaan uji Benedict, Seliwanoff, dan Barfoed dalam percobaan ini?

Jelaskan!

Jawab : Uji Benedict dan Seliwanoff berfungsi untuk memberikan hasil

negatif menjadi positif sebelum dilakukan hidrolisis. Sedangkan Uji

Barfoed berfungsi untuk menunjukkan hasil positif bahwa hidrolisis

sukrosa menghasilkan monosakarida.

Page 31: Laporan Karbohidrat

2.4. Jelaskan apa yang dimaksud gula inverse (invert)? Mengapa disebut

demikian?

Jawab : Gula inverse (invert) adalah hidrolisis sukrosa yang menghasilkan

cempuran mentah, karena fruktosa dengan sifat levorotatorik kuat yang

dihasilkannya, mengubah (menginversi) sifat dekstrorotatorik sebelumnya

yang dimiliki sukrosa.

2.5 Sebutkan bahan alam yang mengandung gula invert !

Jawab : Bahan alam yang mengandung gula invert yaitu madu lebah.

DAFTAR PUSTAKA

Page 32: Laporan Karbohidrat

Almatsier, Sunita. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta

Murray, Robert K dkk. 2010. Biokimia Harper. Penerbit Buku Kedokteran : Jakarta

Poedjaji, Anna. 2009. Dasar-Dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia : Jakarta

Sirajuddin, Saifuddin. 2011. Penuntun Praktikum Biokimia. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin : Makassar

TIM DOSEN MKU. 2009. Kimia Dasar 2. UPT MKU : Makassar

Page 33: Laporan Karbohidrat

LAMPIRAN II

Page 34: Laporan Karbohidrat
Page 35: Laporan Karbohidrat