Top Banner

Click here to load reader

Amanda, Cerber

Dec 12, 2015

ReportDownload

Documents

WGTHRT

AMANDABagian 1 : Hari Yang Berat Untuk AmandaAmanda baru beberapa bulan lulus dari SMAnya, namun gadis yang baru genap 18 tahun beberapa bulan yang lalu juga itu, sudah harus merasakan pahitnya hidup sebagai manusia dewasa lebih awal dari teman-temannya yang lain. Bagaimana tidak, ketika kebanyakan teman yang lain meneruskan ke perguruan tinggi, Amanda justru tidak bisa melakukannya. Lantaran kecelakaan mobil yang membuat Ibunya meninggal dan Ayahnya terluka parah sebulan yang lalu,Amanda melewatkan kesempatan mengikuti penerimaan mahasiswa baru.Gadis berparas cantik dan bermata coklat indah itu begitu gigih untuk mencoba tegar di hadapan Ayahnya. Kehilangan Ibunya adalah hal yang tersulit yang tidak ingin terbayangkan sekalipun di benak Amanda. Namun, tetap memberikan semangat hidup untuk Ayahnya adalah hal besar baginya. Karena saat ini, hanya laki-laki itulah yang dimilikinya. Entah benar atau tidak, tiba-tiba Ayah Amanda diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Setelah sempat koma beberapa minggu. Saat Amanda mengkonfirmasinya, dokter mengiyakan. Dia senang sekali, segera dia mengurusi kepulangan Ayahnya itu ke bagian administrasi Rumah Sakit. Namun Amanda bingung, ternyata telah ada orang yang melunasi biaya rumah sakit Ayahnya itu. saat ditanyakan siapa orangnya, petugas hanya mengatakan seorang pemuda. Amanda mencoba menerka-nerka siapa. Tapi dia masih belum dapat mengetahuinya. Meskipun demikian, Amanda sangat berterima kasih pada orang tersebut. Karena dia sempat takut kalau uang tabungannya tidak cukup untuk melunasi tagihan rumah sakit. Uang itu sudah digunakan untuk keperluan mengurus jenazah ibunya. Sementara Amanda sama sekali tidak mengusik rekening Ayahnya. Ayah, Amanda akan pulang dulu. Besok Ayah kan pulang, jadi Amanda mau beres-beres rumah duluUcap Amanda pada Ayahnya. Lelaki itu hanya tersenyum pada anak perempuannya itu. Ayah tidak apa kan Amanda tinggal dulu. Nanti malam Amanda datang lagiLanjutnya.Tidak apa, Nak. Dan Ayah pikir kau tak perlu kemari lagi nanti malam. Kau istirahat saja di rumah Tutur Ayah Amanda masih lemas. Amanda terheran.Benar, Ayah? Ayah baik-baik saja? Tanyanya sekali lagi seolah masih ragu untuk meninggalkan Ayahnya, Lelaki itu hanya mengangguk. Amanda pun berlalu meninggalkan Ayahnya di dalam kamar sendiri. Sebenarnya tidak berapa lama seorang laki-laki muda masuk kedalam kamar Ayah Amanda. Hari ini Amanda sudah cantik dan rapi. Dia bersiap-siap ke rumah sakit lagi untuk membereskan barang-barang Ayahnya. Dia tampak senang, karena hari ini Ayahnya sudah diperbolehkan pulang. sedikit tergesa-gesa dia mengambil tasnya, Amanda hanya ingin cepat sampai di rumah sakit. Semalam dia sudah tidak menunggui Ayahnya. Pasti sekarang Ayahnya sedang kesepian dan menunggu Amanda di sana. Namun, baru saja hendak beranjak bel berbunyi. Amanda bergegas membuka pintu, dan mengira itu tetangga sebelah yang hendak menanyakan kepulangan Ayahnya. Tapi itu salah, karena ketika Amanda membuka pintu, yang dilihatnya adalah seorang pemuda tinggi tegap dengan wajah indonya. Sepertinya Amanda tidak asing dengannya. Untuk beberapa saat mereka saling memperhatikan. Selamat pagi, Amanda? Sapanya terlebih dulu.Pagi, eng jawab Amanda dan sepertinya hendak menanyakan siapa dan apa maksud kedatangannya. Namun tidak berapa lama kemudian mobil Ambulan memasuki halaman rumah Amanda. Lelaki itu berlari menghampiri mobil ambulan, tidak berapa lama kemudian dia kembali bersama dua perawat mengusung Ayah Amanda. Ya Allah, Ayah! Pekik Amanda girang bercampur haru. Berlari menghampiri lelaki pesakitan itu dan memeluknya. Kok Ayah sudah pulang, kan dokter bilang nanti sore setelah ayah menjalani pemeriksaan terakhir? Amanda masih merasa tidak percaya.Sudah, Ayah sudah boleh pulang Ucapnya meski suaranya masih berat dan lirih. Amanda, sebaiknya kita bawa dulu ayahmu ke dalam Sahut lelaki itu, yang bahkan Amanda belum tahu siapa dia. Mereka masuk ke dalam rumah bersama. Setelah memasang peralatan kesehatan Ayah Amanda, perawat itu pun berlalu. Saat ini tinggal Amanda, Ayahnya dan lelaki itu.Amanda, ini Wisnu, kamu masih ingat dia? Tanya ayahnya setelah dibaringkan di kamarnya.Amanda memandang lelaki itu, begitu juga sebaliknya. Mereka saling melempar pandang. Mas Wisnu? Tukasnya antara ingat dan lupa. Yang keluarganya dulu pernah berlibur bersama kita di Bali, Ayah? Amanda memastikan.Iya, Amanda. Saat itu kamu baru 6 tahun, dan aku menggendongmu saat kakimu berdarah menginjak karang Tegas lelaki itu yang namanya disebut Wsnu. Amanda tersenyum mengingatnya.Dia akan tinggal beberapa waktu bersama kita Ucap Ayah Amanda. Kalau begitu, akan aku siapkan kamar depan untuk Mas Wisnu Amanda bangkit beranjak hendak membersihkan kamar depan, namun Wisnu menggapai lenganya. Akan tetapi cepat-cepat dia melepaskannya.Tidak perlu Amanda, nanti biar aku yang melakukannya. Lagi pula kau seharusnya menemani Om Dirja Ujar Wisnu.Hari mulai beranjak malam, Amanda sepanjang hari menemani Ayahnya. Bercerita banyak hal pada Ayahnya. Tentang rencananya mengadakan syukuran untuk kesembuhan Ayahnya dan 40 hari ibunya. Dan terutama tentang janji Amanda yang akan selalu merawat Ayahnya sampai sembuh dan sampai kapanpun. Namun lelaki yang tampak belum sembuh benar itu sepertinya tidak merasa bahagia. Ada hal yang bahkan terlihat disembunyikannya dari Amanda.Amanda Ucap Ayah Amanda Putri Ayah, trimakasih atas semuanya, Nak. Lelaki itu mencoba tersenyum meski hanya sebentar saja.Kau sudah banyak menderita,Nak. Ayah minta maaf ya, NakAyah, jangan begitu dong Yah Tukas Amanda, Kenapa Ayah mesti berterimakasih dan meminta maaf seperti itu? Perasaan Amanda menjadi tidak enak,Yah. Sudah lebih 18 tahun ayah dan ibu yang merawat Amanda, memberikan semua yang Amanda butuhkan. Kalian hidup untuk Amanda, tapi Amanda baru beberapa hari saja merawat Ayah, kenapa Ayah mengucapkan semua itu? Ini belum cukup Yah untuk membalas apa yang Ayah lakukan untuk Amanda Air mata Amanda mengucur deras. Air mata yang kini telah menjadi teman barunya. Namun Amanda cepat-cepat menghapusnya dan menahan dirinya agar tidak terlarut dalam kesedihan.terlebih di depan ayahnya.Kau bisa menerima semua ini Amanda? Iya, Ayah kalau Tuhan memang ingin ini kita bisa apa,Yah? Butir airmata menetes dari pipi Ayah Amanda. Mulutnya bergetar entah haru entah sedih. Ditatapnya lekat-lekat wajah anak gadisnya itu. Anak gadisnya yang dulu selalu merajuk bila ingin sesuatu, marah dan mengunci pintu kamarnya bila keingginanya tidak diiyakan, saat ini dipaksa dewasa seketika dengan semua keadaan ini.Ayah senang,Nak. Ternyata kau anak yang tegar. Kau bisa melewati semua ini Sementara hati Amanda memberontak keras mendengar semua itu. Dia sebenarnya ingin sekali protes dan mengatakan bahwa dia tidak ingin semua ini terjadi. Hanya saja Amanda sadar, semua itu tak akan bisa merubah kenyataan.Ayah boleh minta satu hal lagi, Sayang? Amanda menatap Ayahnya dalam-dalam, matanya yang masih basah itu rupanya bertanya-tanya apa yang hendak ayahnya katakan. Apa ayah?Berjanjilah pada Ayah, kau akan melakukannya, AmandaMaksud Ayah apa? Berjanjilah saja,Nak. Ayah ingin kau berjanji pada Ayah. Dan ayah tidak akan minta apapun lagi dari muAmanda terdiam, dibuat berpikir apa yang diinginkan ayahnya untuk Amanda lakukan. Tapi apapun itu, Amanda yakin ini pasti demi Amanda juga. Ayahnya tak pernah meminta apapun selama ini, Amanda tak sampai hati mempertanyakan dulu apa maksud ayahnya. Baiklah Ayah, Amanda janji akan penuhi keinginan AyahMatahari masih kemerahan di ufuk timur. Amanda menyibak tirai jendela kamarnya dan berharap hari ini Ayahnya akan lebih baik lagi. Amanda tidak sabar mengajak Ayahnya jalan-jalan keluar rumah. Pasti banyak hal yang dirindukan Ayahnya diluar. Tetangga-tetangga dekat mereka, Lapangan tenis yang setiap sore didatangi Ayahnya, dan banyak lagi yang ingin dilakukan Amanda bersamanya.Namun jujur, hingga detik ini Amanda masih merasa sedih dan khawatir pada kondisi ayahnya. Seringkali perasaan Amanda tiba-tiba saja tidak enak. Sama seperti perasaan tepat sebelum kedua orangtuanya kecelakaan.Amanda tiba-tiba teringat ayahnya, segera dia bergegas menuju kamar ayahnya. Karena terlalu tergesa-gesa Amanda tidak melihat ada Wisnu yang berjalan dari balik dinding. Mereka saling bertabrakan. Amanda hampir terjerembab, untung Wisnu mendekapnya.Hati-hati Amanda Wisnu berujar. Kedua mata itu saling memandang dalam jarak yang dekat untuk beberapa saat. Amanda tersadar dia masih dalam dekapan Wisnu, begitupun Wisnu. Segera dia melepaskan Amanda. Maaf Mas, Amanda tidak melihat Mas Wisnu Tidak apa Amanda Ujar Wisnu Oh, Yah. Biar aku yang melihat keadaan Om Dirja kamu sarapan dulu saja. Aku sudah buat nasi goreng untukmu Tidak Mas, terimakasih, aku mau lihat ayah dulu Wisnu pun mempersilahkan Amanda masuk ke dalam kamar ayahnya. Amanda masuk ke kamar ayahnya, tirai jendelanya telah tersibak. Tidak mungkin ayahnya menyibaknya. Ada bantal, kemeja pria dan HP di sofa. Pasti semalam Mas Wisnu menemani ayah di sini. Batin Amanda dalam hatinya. Kenapa Amanda? Wisnu memang semalam tidur di sini, Ayah yang memintanya Tuturnya seperti mengerti apa yang sedang dipertanyakan Amanda. Wajahnya pun terlihat lebih berseri. Sepertinya dia sudah lebih baik. Amanda senang melihatnya. Dia duduk di tempat tidur Ayahnya sambil memperbaiki letak infuse di tangan Ayahnya.Tapi semalam ayah memintaku tidur di kamar, mengapa ayah malah meminta Mas Wisnu yang menemani ayah?Ayah hanya ingin berbicara banyak dengannya, sudah lama ayah tidak bertemu denganya. Dia anak yang baik. Dia juga laki-laki yang matang dan mapan. Persis seperti ayahnya Tapi, bukankah ayah pernah bercerita Om hendra bercerai dengan Tante Paula yang orang Italia itu?Itu kan masalah rumah tangga, Amanda. Setiap orang pasti akan mempunyai masalah dalam hidupnya. Dan aku merasa itu tidak berpengaruh pada Wisnu. Dia tetap tumbuh jauh lebih baik tanpa kedua orangtuanyaAyah sayang sama Mas Wisnu? Tanya Amanda menatap Ayahnya. Sejenak lelaki itu

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.