Top Banner

Click here to load reader

Hipogikemi OAD

Aug 11, 2015

ReportDownload

Documents

ORAL HIPOGLIKEMIK AGENT

Dr. Endang Ediningsih, MKK Lab. Farmakologi FK UNS 2006

ORAL HIPOGLIKEMIK AGENT Tablet OAD (Oral Antidiabets) OAD, sejak 1935 telah dicoba khasiatnya selama 20 tahun untuk menurunkan kadar glukosa darah, yang akhirnya pada tahun 1954 mulai dicoba oleh Franke dan Fucbs pada manusia untuk mengobati DM OAD ini sangat membantu pada DM tipe 2 dengan pankreas yang masih mampu mensekresi insulin Digunakan terutama untuk DM Tipe 2 (DM Tipe 1 masih tergantung dengan penggunaan insulin) Disukai karena : - Digunakan jangka panjang - Suntikan sakit dan reaksi cepat Hipoglikemik.

bahaya

Preparat-preparat : - Insulin secretagogue I (Sulfonilurea) terbagi 2 : Generasi I dan Generasi II - Biguanide Preparat-preaparat relatif baru sebagai alternatif mulai digunakan di klinik. - Meglitinide (Secretagogue ke II ) - Thiazolipinedione - Penghambat glukosidase Alfa Golongan Sulfonilurea dan Golongan Biguanide yang kebanyakan beredar di Indonesia. Sekarang ini untuk Sulfonilurea kebanyakan digunakan adalah OAD dari Generasi II, kecuali chlorpropamide. Meskipun semua OAD mempunyai mekanisme kerja yang hampir sama

Tetapi dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kekhususan dari beberapa OAD yang tersedia, seperti : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Chlorpropamide (Diabenese) Tolazaminde (Tolinase) Glibenclamide (Euglicon/Daon 1) Gliclazide (Diamicron) Gliquidone (Glurenorm) Glipizide (Minidiab) Glibornuride (Glutril) Biguanide (Metformin)

Tabel Golongan OAD dan Dosis PemakaiannyaGol.S U L F O N I L U R E AB I G U N I D E

Gene rasi

Nama Generik(mg) Chlorpropamide (100/250) Tolbutamine (500) Carbutamine (500) Acetohexamide (250/500) Tolazamide (100/250)* Glycodiazine (500) Glibenclamide (2.5/5) * Gliclazide (80) * Gliquidone (30) * Glipizide (5) * Glibornuride (12.5) * Glisoxepide (4) Ciglitazon **

Nama Dagang Diabenese Rastinon/Orinase Nadisan Dymelor Tolinase Glymidine Euglucon/Daonil Diamicron Glurenorm Glibinase/Minidiab Glutri Pro-Diaban DBI/Dibotin Glucophage/ Diguanil Silubin

Dosis (mg) 100-500 1500-3000 500-1500 150-1500 100-750 500-1500 2.5-15 80-320 15-120 2.5-40 12.5-100 2-16 50 150 50 1500 30 300

I

II

Phenformin (25) Merformin (500) Buformin (50)

* mempunyai sifat-sifat khusus ** OAD ini masih dalam penyelidikan, mempunyai sifat khusus untuk DM dengan obesitas.

FARMAKODINAMIK Kerja utama : Meningkatkan rilis insulin dari pankreas. (Stimulus glukosa untuk rilis insulin yang kurang mencukupi, obat-obat golongan ini masih dapat merangsang lebih rilis insulin Mempunyai efek regulasi terhadap reseptorreseptor insulin di berbagai sel-sel jaringan (sehingga memperbesar kepekaan jaringan terhadap insulin; dan menurunkan kadar glukagon serum tetapi kemaknaan klinisnya masih dipertanyakan

Klasifikasi Klinik OAD Atas dasar waktu-paruh masingmasing OAD dan adanya berbagai jenis OAD di pasaran Indonesia, maka untuk keperluan praktis, OAD dapat dibagi atas tiga kelompok yaitu jenis short, intermediate, dan long-acting

SULFONILUREAR1 O SO2 N C N R2 o FARMAKOKINETIK Absorpsi diusus baik (dapat pemberian peroral) kemudian menyebar ke seluruh cairan extrasel Dalam plasma terikat dengan protein plasma (terutama Albumin 70-99%); sebagian dalam bentuk bebas Mula kerja dan lama kerja bervariasi untuk setiap sediaan; t plasma berkisar umumnya 4-5 jam untuk Glibenklamid dan tolazamid 6-7 jam, klorpropamid lebih dari 30 jam Dosis tinggi menghambat penghancuran insulin oleh hati

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pemberian OAD

1. Dalam menggunakan dosis terbagi janganlah sampai memberi kesempatan timbul hipoglikemia pada malam hari meskipun hipoglikemia tersebut tanpa gejala, nocturnal symptomless hypoglycemia (NSH) ini akan menimbulkan sekresi hormon-hormon seperti katekolamin, kortisol, growth hormon yang dalam jangka panjang akan mempercepat timbulnya angiopati diabetik 2. Tidak memberi hasil, meskipun faktor diit dan lain-lain sudah benar, maka untuk menambah efek hipoglikemik berikanlah sebelum makan

Tabel :OADJenis I Short-acting Jenis II Intermediate

Klasifikasi OAD dan Cara Pemberiannya.NAMA GENERIKTolbutamide @ 500 mg 1. Glibenclamide @ 5 mg 2. Gliclazide @ 80 mg 3. Gliquidone @ 30 mg 4. Glipizide @ 5 mg

NAMA DAGANGArtosin, Rastinon Euglucon Daonil Diamicron Glurenorm Minidiab

CARA YG BENAR1-1-1 1-1-0 --0 2-1-0 1-1-0 1- - 0 --0 2-2-0 2-1-0 1-1-0 1-0-0 --0 2-2-0 4-0-0 2-0-0 1-0-0 2-0-0 1-0-0 -0-0

Jenis III Long-Acting

Chlorpropamide @ 250 mg

Diabenese

PREPARAT & DOSIS

Chlorpropamide (Diabenese)100 atau 250 mg per tablet, dosis : 100 500 mg/hari. Sifat khususnya : (1) Dieksekusi seluruhnya melalui ginjal, karena itu lebih baik jangan memberi chlorpropamide bila ada gangguan faal ginjal; (2) Mempunyai sifat retensi natrium, karena itu hati-hati pada DM dengan hipertensi pada pemberian jangka panjang.

Tolazamide (Tolinase)100 atau 250 mg per tablet, dosis : 100-750 mg/hari. Sifat khususnya : Meningkatkan sekresi insulin; Menurunkan resistensi insulin di jaringan hati dan diluar hati; Pemberian jangka panjang dapat memperbaiki resistensi insulin terutama melalui pascareseptor.

Glibenclamide (Euglucon / Daonil) @ 5 mg(1) Mempunyai sifat hipoglikemik yang kuat, sehingga para penderita harus selalu diingatkan jangan sampai melewatkan jadwal makannya; efek hipoglikemik bertambah bila diberikan sebelum makan; (2) Juga mempunyai efek antiagregasi trombosit; (3) Dalam batas-batas tertentu masih dapat diberikan pada penderita dengan kelainan faal hati dan atau ginjal.

Gliquidone (Glurenorm) @ 30 mgSifat khususnya : (1) Mempunyai sifat hipoglikemik yang sedang, kerjanya landai (smooth), sehingga jarang menimbulkan hipoglikemia; (2) Hampir seluruhnya dieksresi melalui empedu kemudian dikeluarkan ke usus, sehingga aman bila diberikan pada DM dengan kelainan faal hati dan atau ginjal yang agak berat.

Glipizide (Minidiab) @ 5 mg

Sifat khususnya : (1) Menekan produksi glukosa oleh hati; (2) Meningkatkan jumlah reseptor; (3) Juga berpengaruh pada tingkat pascareseptor

Glibornuride (Glutril)Sifat khususnya : (1) Menekan sekresi glukosa dari hati, sehingga lebih bermanfaat untuk menekan peningkatan glukosa darah puasa; (2) Meningkatkan kerja insulin melalui tingkat reseptor dan postreseptor.

Gliclazide (Diamicron) @ 80 mgSifat khususnya : (1) Mempunyai efek hipoglikemik sedang, kerjanya landai (smooth), sehingga jarang menimbulkan hipoglikemik; (2) Mempunyai sifat antiagregasi trombosit yang nyata, sehingga tepat bila digunakan pada DM tipe II yang sudah mempunyai penyulit angiopati diabetik; (3) Dalam batas tertentu, masih dapat digunakan pada kasus-kasus dengan gangguan faal hati dan atau ginjal.

INDIKASI SULFONILUREAPemilihan preparat sulfonilurea yang tepat untuk pasien tertentu penting untuk suksesnya terapi. Yang penting bukan umur pasien waktu terapi dimulai tetapi umur pasien dimana penyakit mulai timbul pada umumnya hasilnya baik dengan terapi jika DMnya timbul pada usia > 40 tahun. Untuk mengatasi hiperglikemi diutamakan pengaturan diet dan exercise sampai berat badan ideal obat merupakan pelengkap dalam mempertahankan euglikemik. Selama terapi pemeriksaan fisik & Laboratorium tetap dilakukan teratur dalam keadaan gawat seperti stres, komplikasi infeksi dan pembedahan tetap kembali ke terapi insulin sebagai terapi standar.

KONTRA INDIKASIPada pasien DM dengan : Disfungsi hati, ginjal endokrin, gizi buruk, alkoholisme akut & pasien yang mendapat diuretik tiazid. Efek potensiasi meningkatkan keadan Hipoglikemik dengan penggunaan bersama preparat-praparat : Sulfonamid, Propanolol, Salisilat, Clofibrat, Fenilbutazon, Probenesid, Dikumarol, Kloramfenikol, Mono Amino Oksidase Inhibitor, Alkohol.

EFEK SAMPINGUGDP (University Group Diabetes Program) 1970 jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular pasien DM yang diobati dengan tolbutamide sangat besar dibanding pasien yang diobati insulin atau plasebo. Seperti sediaan-sedian lain sering dilaporkan : rasa tidak enak, sakit perut ; Gangguan saluran cerna (mual, muntah, diare) ; saraf (vertigo, bingung, sakit kepala, ataksia). Kegagalan sekunder Gagal mempertahankan respon yang baik pada terapi sulfonilurea dalam jangka panjang pada pengelolaan DM tipe 2 (dianjurkan terapi berselang dalam dosis tunggal dengan masa kerja pendek); juga penurunan progrseif pada massa sel B pada DM Tipe 2 kronis juga berperan untuk kegagalan sekunder ini.

Efek teratogen pada hewan uji pernah dilaporkan pada dosis yang besar sehingga tak dianjurkan untuk wanita hamil Efek Diuretik dijumpai pada Acetohexamide, Tolazamide & Gliburide klorpropamid,

Risiko terjadi Ikterus obstruktif paling sering dilaporkan dengan sediaan Klorpropamid (+ 0,4%); pasien dengan predisposisi genetik bisa terjadi hiperemic flush ( = efek disulfiram = efek Antabus) bila mengkonsumsi alkohol didalam penggunaan terapi Tolbutamid, Gliburide & tersering klorpropamide

Toksisitas Hematologik (Leukopenia sementara, Trombositopenis) terjadi pada kurang dari 1% pasien dengan terapi klorpropamide. Hipoglikemi : (dosis tidak tepat, diet ketat, gangguan fungsi hati dan atau ginjal); dan cenderung terjadi pada derivat-derivat kerja kuat (Glibenklamid, Klorpropamid). Nafsu makan diperbesar berat badan meningkat.

BIGUANIDESTRUKTUR KIMIAR

DOSIS ORAL

R=

1-2,5 G Dalam Dosis Terbagi (Masa Kerja 10-12 jam)

R=

0,025-0,15 g sebagai dosis tunggal Atau dalam dosis terbagi (8-142jam) (Masa Kerja 4-6 jam)

R=

0,05-0,3 g dalam dosis terbagi (Masa Kerja 10-12 jam)

1. 2.

Penggunaan klinik di luar Amerika Serikat Kapsul disintegrasi berjangka waktu

FARMAKOKINETIK - Metformin mempunyai t

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.