Top Banner
Ns. Murniati, S.Kep
37

Anatomi & fisiologi sistem imunologi

Jul 16, 2015

Download

Documents

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

Ns. Murniati, S.Kep

Page 2: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

DEFINISI

IMUNOLOGI:

Ilmu yg mempelajari proses2 yg dipergunakan hospes utkmempertahankan kestabilan dalam lingkungan internalnya biladihadapkan pada benda asing.

SISTIM IMUN:

Mekanisme yg dipergunakan tubuh utk m’pertahankan keutuhantubuh sbg perlindungan thd bahaya yg dpt ditimbulkan oleh berbagaibahan dlm lingk hidup

IMUNITAS:

Semua mekanisme fisiologis yg membantu utk:

- MENGENAL BENDA ASING (SELF/NON-SELF)

- MENETRALKAN DAN MENGELIMINASI BENDA ASING

- MEMETABOLISME BENDA ASING TANPA MENIMBULKAN KERUSAKAN JARINGAN SENDIRI

Page 3: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

FUNGSI SISTEM IMUN

FUNGSI SIFAT RANGSANGAN IMUNOLOGIK

CONTOH

PERTAHANAN(DEFENSE MECH.)

EKSOGEN MIKROORGANISME

HOMEOSTASIS ENDOGEN ATAU EKSOGEN ELIMINASI SEL TIDAK BERGUNA/RUSAK (SELF)

PENGAWASAN(SURVEILANCE)

ENDOGEN ATAU EKSOGEN ELIMINASI SEL MUTAN

Page 4: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

RESPON IMUN

BENDA ASING

RESPON IMUN TOLERANS

NON-SPESIFIK SPESIFIK

ANATOMIS, FISIOLOGISBIOKIMIA

HUMORAL SELULARFAGOSITINFLAMASI

Page 5: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 6: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

1. AGEN INFEKSI MASUK TUBUH IMUNITAS ALAMIAH PROTEKSI

TDK SAKIT

2. BILA SAKIT AKTIVASI IMUNITAS ADAPTIF SEMBUH MEMORI

3. PADA INFEKSI DG AGEN YG SAMA IMUNITAS DIDAPAT/SPESIFIK

TDK SAKIT

Page 7: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 8: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

SISTIM IMUN NON-SPESIFIK=NATURAL=INNATE=ALAMIAH

Page 9: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

Respon langsung thd antigen

Tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu

Terdiri dari

Fisik / mekanik : kulit, selaput lendir, silia, batuk bersin

Biokimia & faktor terlarut

Biokimia : asam lambung, lisozim, laktoferin, asamneuraminik

Humoral : komplemen, interferon, CRP

Seluler

- Sel fagosit : monosit, makrofag, neutrofil, eosinofil

- Sel nul : sel NK dan K

- sel mediator : basofil, mastosit, trombosit

SISTIM IMUN NON-SPESIFIK=NATURAL=INNATE=ALAMIAH

Page 10: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

KOMPLEKS REAKSI BIOKIMIA (OPSONIN, KOMPLEMEN, ENZIM

PERTEMUAN PERTAMA BENDA ASING DG

HOSPES

1. RESPON ELEMEN FAGOSIT KE TEMPAT

MASUK

Proses fagositosis :

a. Pengenalan (RECOGNITION)

b. Pergerakan (KEMOTAKSIS)

c. Perlekatan (ADESI)

d. Penelanan (INGESTION)

e. Pencernaan (DIGESTION)

2. RESPON INFLAMASI

Page 11: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 12: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 13: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

PERBEDAANRESPON IMUN NON-SPESIFIK RESPON IMUN SPESIFIK

NATURAL / INNATE / ALAMIAH

PERTAHANAN TERDEPAN = PRIMER

UTK SEMUA MIKROORGANISME

KOMPONEN TERBENTUK SEJAK LAHIR

TERDIRI DARI : FISIK, MEKANIK, BIOKIMIA, HUMORAL, SEL

SEL UTAMA : FAGOSIT, SEL NK, SEL K

MOLEKUL : LISOZIM, KOMPLEMEN, CRP, IFN

ADAPTIF / ACQUIRED / DIDAPAT

MEMORI = SEKUNDER

SPESIFIK UTK MIKROORGANISME YG MERANGSANG

KOMPONEN TERBENTUK THD Ag

TERDIRI DARI : HUMORAL, SELULER

SEL UTAMA : LIMFOSIT

MOLEKUL : ANTIBODI, SITOKIN

Page 14: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

RESPON IMUN SPESIFIK

MERUPAKAN REAKSI HOSPES THD BENDA ASING DENGAN 3 KEKHASAN :

1. SPESIFIK2. HETEROGEN3. MEMORI

Page 15: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

PENJELASAN1. SPESIFISITAS

RESPON IMUN DG KEPEKAAN BEREAKSI DENGAN BENDA YANG SAMA YANG TELAH MEMBERI RESPON SEBELUMNYA DAN DAPAT MEMBEDAKANNYA MENDIFERENSIASI ANTIGEN YANG BERASAL DARI SPESIES, INDIVIDUAL DAN ORGAN YANG BERBEDA

2. HETEROGENITASRESPON BERBAGAI SEL DAN PRODUK SEL TERHADAP BENDA ASING AKAN MENGHASILKAN PRODUK POPULASI SEL YANG HETEROGEN (MIS: ANTIBODI)

3. MEMORI MEMPERCEPAT DAN MEMPERBESAR RESPON SPESIFIK DENGAN PROLIFERASI DAN DIFERENSIASI SEL YANG TELAH DISENSITISASI PADA RESPON SEBELUMNYA

Page 16: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

RESPON IMUN SPESIFIK

RANGSANGAN IMUNOGENIK

RESPON IMUN

CABANG AFEREN SISTEM MAKROFAG

AKTIFASI LIMFOSIT

INTERAKSI SEL-SEL

PROLIFERASI DAN DIFERENSIASI

CABANG EFEREN LIMFOSIT-T LIMFOSIT-B

(IMUNITAS SELULER-CMI) (IMUNITAS HUMORAL)

Page 17: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

Respon imun spesifik terdiri dari : Sistem humoral

Diperankan oleh limfosit BRangsangan antigen sel B proliferasi & diferensiasi sel plasma membentuk antibodiPertahanan thd bakteri ekstra seluler, netralisir toksin

Sistem selulerDiperankan oleh limfosit T : Th, Ts, Tdh, TcPertahanan thd bakteri intraseluler, virus, jamur, parasit, keganasan

Antibody dependent cellular immune responssel null sel K

Page 18: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

SEL T Dibentuk di sumsum tulang, pematangan di timus Mempunyai petanda permukaanmembedakan dg sel B

pemeriksaan rosette (+) Mempunyai petanda CD (cluster differentiation) sel T dlm

berbagai fase pertumbuhan Mempunyai petanda fungsional concanavalin A &

phytohemaglutinin

Fungsi :1. membantu sel B dlm memproduksi antibodi2. mengenal & menghancurkan sel yang terinfeksi virus3. mengaktifkan makrofag dlm fagositosis4. mengontrol ambang & kualitas sistem imun

Jenis : sel Th (helper), Ts (supresor), Td (delayed hypersensitivity), Tc(cytotoxic)

Page 19: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

SEL B

Dibentuk & dimatangkan di sumsum tulang

Proses pematangan sel asal pre B sel B imatur sel B matur proliferasi & diferensiasi sel plasma antibodi /Ig (imunoglobulin)

Rangsangan antigen I terbentuk IgM

Selanjutnya akan terjadi switching Ig A, Ig E. IgD, Ig G

Page 20: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

Syarat antigen yg baik :

BM besar 40.000

Kekakuan struktur

Keasingan molekul

Larut/tidak

Kecepatan dihancurkan sel tubuh

Jumlah antigen

ANTIGEN

Sifat :

dapat melekatkan Ab pd antigenic determinant/epitop

dapat merangsang pembentukan Ab

Page 21: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

ANTIBODI

• Molekul antibodi imunoglobulin

• Dibentuk oleh sel plasma dr limfosit B

• Macam :

1. Ig M : efisien mengaktifkan komplemen

2. Ig G : satu2nya yg dpt menembus plasenta

3. Ig A : antibodi sekretori (dlm saliva, keringat, airmata, cairan mukosa, susu, cairan lambung dsb).Fungsi: mencegah kuman patogen menyerangpermukaan sel, bersifat bakterisida dan antiviral)

4. Ig D : penanda permukaan sel B yang matang

5. Ig E : membebaskan histamin (reaksi anafilaksis),melawan parasit

Page 22: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 23: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

DEFINISI

• adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening didalam tubuh.

• Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya.

• Cairan ini kemudian dikumpulkan oleh sistem limfa melalui proses difusi ke dalam kelenjar limfa dan dikembalikan ke dalam sistem sirkulasi

Page 24: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

SUSUNAN LIMFE

• Mirip plasma, kadar protein lebih kecil, penambahan oleh kelenjar limfe menjadikan kadar limfosit tinggi

• Komponen sistem yang lain : saluran limfe dan kelenjar limfe (nodus limfe)

• Bersama organ limpa , hati dan sumsum tulang membentuk Retikulo-Endotelial Sistem (RES)

Page 25: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

FUNGSI

• Mengembalikan cairan & protein dari jaringan ke sirkulasi darah

• Mengangkut limfosit

• Membawa lemak emulsi dari usus

• Menyaring & menghancurkan mikroorganisme untuk menghindarkan penyebaran

• Menghasilkan zat antibody

Page 26: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

KELENJAR/ NODUS LIMFE

• Kecil lonjong seperti kacang

• Terdapat di sepanjang pembuluh

• Kerja : penyaring

• Banyak dijumpai di tempat pembentuk limfosit

Page 27: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

STRUKTUR ANATOMI NODUS LIMFE

Page 28: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 29: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

PEMBULUH/SALURAN LIMFE

• Serupa vena kecil, banyak katup

• Pembuluh terkecil terdiri selapis endotelium

• Khilus / lakteal = pembuluh limfe khusus dijumpai dalam vili usus kecil

• Ada 2 saluran utama :– Duktus torasikus : mengalirkan dari seluruh tubuh

selain bagian kanan

– Duktus limfe kanan : mengalirkan dari kanan kepala dan leher, lengan kanan dan dada kanan

Page 30: Anatomi & fisiologi sistem imunologi
Page 31: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

TONSIL

• Terdiri atas jaringan limfe

• Terletak di antara dua tiang fause (lengkung langit-langit)

• Banyak terdapat persediaan limfosit

Page 32: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

LOKASI TONSIL

Page 33: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

LIMPA• Kelenjar limfe besar

• Terletak di sebelah kiri abdomen (hipogastrium kiri )

• Berdekatan fundus gaster, menyentuh diafragma

• Fungsi :– membentuk sel darah merah

– menghasilkan limfosit

– pembongkaran sel darah merah,sel darah putih & trombosit

– bagian dari RES

Page 34: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

ANATOMI LIMPA

Page 35: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

KELENJAR THYMUS

• Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.

• Timus membesar sewaktu pubertas dan mengecil setelah dewasa.

• Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.

• Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.

Page 36: Anatomi & fisiologi sistem imunologi

THYMUS

Page 37: Anatomi & fisiologi sistem imunologi