Top Banner
A. JUDUL Sosis “Mushtika” ( Mushroom Tiram dan Angkak) Jamur Tiram Sebagai Upaya Diversifikasi Produk Menjadi Makanan Sehat Bergizi kaya Antioksidan. B. LATAR BELAKANG MASALAH Jamur dalam kehidupan ada yang berbahaya dan ada yang bermanfaat, dimana salah satu yang bermanfaat adalah jamur tiram sebagai bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Namun dalam hal ini jamur bersifat perishable (mudah rusak) sehingga umur simpannya dalam keadaan segar sangat rendah. Untuk membuat umur simpan jamur tiram menjadi lebih lama, maka salah satu cara yang bisa dilakukan ialah pengolahan produk jamur tiram tersebut. Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya (15-20 persen berat keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen). Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang dimiliki oleh jamur lebih menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering) terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida. Karbohidrat terbesar
32

Sosis Mushtika

Jul 01, 2015

Download

Documents

ciuman mesra
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Sosis Mushtika

A. JUDUL

Sosis “Mushtika” ( Mushroom Tiram dan Angkak) Jamur Tiram Sebagai

Upaya Diversifikasi Produk Menjadi Makanan Sehat Bergizi kaya

Antioksidan.

B. LATAR BELAKANG MASALAH

Jamur dalam kehidupan ada yang berbahaya dan ada yang bermanfaat,

dimana salah satu yang bermanfaat adalah jamur tiram sebagai bahan

makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan

mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Namun dalam hal ini jamur

bersifat perishable (mudah rusak) sehingga umur simpannya dalam keadaan

segar sangat rendah. Untuk membuat umur simpan jamur tiram menjadi lebih

lama, maka salah satu cara yang bisa dilakukan ialah pengolahan produk

jamur tiram tersebut.

Jamur mempunyai nilai gizi tinggi terutama kandungan proteinnya

(15-20 persen berat keringnya). Daya cernanya pun tinggi (34-89 persen).

Sifat nutrisi (kelengkapan asam amino)yang dimiliki oleh jamur lebih

menentukan mutu gizinya. Jamur segar umumnya mengandung 85-89 persen

air. Kandungan lemak cukup rendah antara 1,08-9,4 persen (berat kering)

terdiri dari asam lemak bebas mono ditriglieserida, sterol, dan phoshpolipida.

Karbohidrat terbesar dalam bentuk heksosan dan pentosan polimer karbohidrat

dapat berupa glikogen, khitin dan sebuah polimer N-asetil glikosamin yang

merupakan komponen struktural sel jamur. Khitin merupakan unsur utama

serat jamur titam putih ( Anonim, 2008 ).

Selain itu, jamur tiram juga mengandung asam folat yang cukup tinggi

dan terbukti ampuh menyembuhkan anemia. Dibandingkan dengan daging

ayam yang kadungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun

karbohidratnya 0,0 gram, dan vitamin Cnya 0,0 gram, kandungan gizi jamur

masih lebih komplet. Sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan

bahan pangan masa depan ( Anonim, 2009 ).

Page 2: Sosis Mushtika

Di sekitar solo terdapat banyak daerah penghasil jamur tiram,

diantaranya Matesih, Polokarto, Tawangmangu, dan Klaten. Produksinya

sebagian besar dikirim ke Jawa Barat seperti Bandung, Tangerang, Jakarta,

dan daerah lain. Dengan banyaknya daerah penghasil jamur di sekitar solo

maka ketersediaan bahan baku akan mudah didapatkan.

Angkak merah adalah beras hasil fermentasi yang dilakukan selama

sepekan dengan kapang Monascus purpureus. Beras yang semula putih

berubah warna menjadi merah gelap. Kapang Monascus purpureus merupakan

bahan bahan alam yang terbukti efektif untuk mereduksi kadar kolesterol

dalam darah. Kapang ini menghasilkan senyawa monakolin yang efeknya

sama dengan lovastatin yaitu menghambat HMG-CoA reduktase di samping

mengandung asam lemak tak jenuh. Produk Monascus ini telah lama

digunakan sebagai makanan sehat dan makanan tambahan untuk penderita

hiperkolesterolemia yang penggunaannya telah di setujui oleh Food Drug

Administration ( FDA) sejak 1998. Penelitian fermentasi beras menjadi

pewarna alami dilakukan Prof Srikandi Fardiaz dari Institut Pertanian Bogor.

Hasil pengujiannya menunjukkan pigmen angkak cukup aman digunakan pada

pangan. Angkak menghasilkan empat pigmen, dua pigmen utama berwarna

merah bernama monaskorubin dan monaskin. Dengan fermentasi inilah,

manfaat beras ternyata tidak cuma mengenyangkan. Setelah diberi kapang

jenis tertentu, ia berubah warna dan bertambah senyawa aktifnya seperti

lovastatin. Beras yang telah berganti penampilan itu ternyata juga

menyehatkan tubuh kita karena kandugan di dalamnya (Yuyun Rindiastuti,

2008 ).

Berbagai manfaat yang terkandung di dalam jamur tiram dan angkak

belum banyak diketahui dan belum optimal pemanfaatannya oleh masyarakat.

Cara untuk memanfaatkannya yaitu dengan diversifikasi produk dari jamur

tiram dan angkak menjadi suatu produk olahan yang disukai masyarakat.

Salah satunya adalah mengolahnya menjadi sosis jamur tiram dengan angkak

sebagai pewarna yang kemudian disebut dengan sosis “Mushtika”.

Pertimbangan pembuatan sosis ” Mushtika” ini selain karena jamur dan

Page 3: Sosis Mushtika

angkak memiliki berbagai manfaat juga karena produksi jamur tiram yang

dijual sebagai produk olahan tentu menghasilkan nilai tambah tersendiri.

Motivasi melakukan usaha pembuatan sosis” Mushtika” karena umur

simpannya relatif lama, sebagai bahan makanan bernutrisi dan dapat

digunakan sebagai campuran dalam berbagai produk makanan. Selain itu,

usaha pembuatan sosis ” Mushtika” ini merupakan salah satu wahana belajar

bagi mahasiswa.

C. PERUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara meningkatkan nilai ekonomi dan diversifikasi jamur tiram

dan angkak.

2. Agar manfaat jamur tiram dan angkak lebih dikenal masyarakat luas.

3. Bagaimana produksi jamur tiram dan angkak sehingga menjadi sosis.

4. Menumbuhkan serta melatih jiwa kewirausahaan Mahasiswa.

5. Bagaimana strategi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari

penjualan produk olahan?

D. TUJUAN

1. Dapat mengetahui cara meningkatkan nilai ekonomi dan diversifikasi

jamur tiram dan angkak.

2. Agar manfaat jamur tiram dan angkak lebih dikenal masyarakat luas.

3. Mengetahui pembutan sosis jamur tiram dan angkak.

4. Menumbuhkan serta melatih jiwa kewirausahaan Mahasiswa.

5. Mengetahui strategi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari

penjualan produk olahan.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah mahasiswa mampu

menciptakan produk baru sosis bernutrisi dari jamur tiram dan angkak

berantioksidan serta mampu memasarkan dengan baik produk yang dihasilkan.

Selain itu kemampuan mahasiswa dalam berwirausaha dapat meningkat

setelah kegiatan ini.

Page 4: Sosis Mushtika

F. KEGUNAAN

Kegunaan dari program kewirausahaan ini antara lain :

1. Melatih kemandirian mahasiswa dalam berwirausaha dan mengelola usaha

secara profesional.

2. Meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam menghadapi masalah yang ada

dan pemberian solusi didalam berwirausaha.

3. Mengasah mahasiswa untuk mencari peluang berwirausaha.

4. Diversifikasi produk jamur tiram dan angkak.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

1. Analisis Produk

a. Jenis dan Nama Produk, Karakteristik Produk

1) Jenis : Produk olahan jamur tiram dan angkak.

2) Nama Produk : sosis ‘‘ Mushtika ”

3) Karakteristik : Merupakan produk hasil dari pengolahan jamur

tiram dan angkak dengan prinsip teknologi pengolahan jamur.

b. Keunggulan

1) Sosis ini merupakan produk olahan jamur yang didalamnya

terkandung protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah

karbohidrat, lemak dan kalori.

2) Sosis ini mempunyai umur simpan yang relatif lama.

3) Sosis ini memiliki kemasan yang praktis dan menarik.

4) Sosis ini merupakan pangan fungsional (antioksidan) dan lebih

murah dari daging.

c. Keterkaitan dengan Produk Lain Termasuk Perolehan Bakan Baku

Sosis ’Mushtika’ ini menggunakan bahan yang mudah diperoleh

dipasaran. Mengingat beberapa anggota mengenal pemasaran jamur

tiram di daerah Surakarta dan sekitarnya. Jamur Tiram bahan baku

utama merupakan produk hortikultura yang mudah didapat dipasaran

dan bernilai gizi tinggi, sedangkan angkak juga merupakan bahan baku

Page 5: Sosis Mushtika

utama mudah didapat dan bermanfaat bagi kesehatan serta kaya akan

antioksidan.

2. Analisis Pasar

a. Profil Konsumen

1) Mahasiswa sekitar kampus UNS

2) Masyarakat kota Surakarta

3) Turis domestik

b. Potensi dan Segmentasi Pasar

1) Supermarket

2) Minimarket

3) Toko

4) Katering

5) Warung makan

6) Pedagang sayur tradisional

7) Rumah Sakit

8) Cafe

9) Resto

10) Kebutuhan/konsumsi Rumah Tangga

c. Pesaing dan Peluang Pasar

1) Pesaing : Adanya produk olahan sosis yang sudah

memasyarakat

2) Peluang Pasar : Sosis Jamur Tiram dan Angkak “ Mushtika” dapat

dijadikan alternatif bagi konsumen yang ingin

mengkonsumsi produk olahan makanan yang

bergizi dan kaya akan anti oksidan. Peluang pasar

sangat besar karena banyak masyarakat yang

gemar mengkonsumsi makanan berantioksidan

dan mempunyai nilai gizi yang tinggi.

d. Media Promosi yang akan digunakan

1) Media Cetak : Leaflet, Pamflet, Koran.

2) Media Elektronik : Radio, internet

Page 6: Sosis Mushtika

3) Media Lainnya : Misalnya dengan memberikan sampel

produk secara cuma – cuma, dari mulut ke

mulut

4) Target/Rencana : Penjualan 1 tahun 48.000 sosis

e. Strategi Pemasaran yang akan digunakan

1) Kemasan produk yang praktis, ekonomis, dan menarik

2) Mengutamakan kualitas hasil produksi dengan menggunakan bahan

baku yang berkualitas

3) Memberikan diskon bagi pelanggan

4) Pemasaran yang luas dan mudah didapatkan, juga melayani

pemesanan secara online sehingga konsumen tidak perlu datang

langsung.

5) Harga produk terjangkau oleh masyarakat

6) Promosi dapat dengan media pamflet, selebaran, buletin, secara

online melalui internet maupun langsung dari mulut ke mulut.

7) Membuat brand sebagai “sosis yang kaya anti oksidan”, sehingga

masyarakat yang peduli akan kesehatan tertarik untuk

mengkonsumsi sosis.

8) Melayani keluhan-keluhan konsumen berkaitan dengan produk yang

kami hasilkan sehingga diharapkan ke depannya dapat lebih baik

lagi.

9) Terbuka bagi investor yang inigin menanamkan modalnya kepada

kami sehingga diharapkan usaha ini ke depannya usaha ini akan

lebih berkembang.

Page 7: Sosis Mushtika

3. Analisis Keuangan

Fixed Cost

a. Biaya Usaha

No Uraian Biaya (Rp/tahun)

1 Biaya izin usaha 300.000

2 Biaya promosi 300.000

3 Sewa tempat 1.000.000

Jumlah 1.600.000

b. Penyusutan

No Harta tetap Nilai

awal (Rp)

Nilai

Sisa (Rp)

Umur

(th)

Depr

(Rp/th)

1 Kompor gas 400.000 0 4 100.000

2 Tabung gas 12 kg 400.000 0 4 100.000

3 Timbangan 130.000 20.000 5 22.000

4 Sealer 400.000 30.000 5 74.000

5 Baskom 50.000 0 2 25.000

6 Pisau, talenan 30.000 0 4 7.500

7 Panci 150.000 10.000 4 35.000

8 Kulkas 1.200.000 200.000 5 200.000

9 Mesin penggiling 500.000 100.000 5 80.000

10 Ember besar 90.000 0 2 45.000

11 Pengukus 150.000 40.000 4 27.500

12 Alat pencetak sosis 230.000 0 4 57.500

Jumlah 3.730.000 773.500

Page 8: Sosis Mushtika

c. Pajak (diperkirakan 5% dari nilai awal harta tetap)

dengan nilai sebesar = 5% x Rp 3.730.000 = Rp 186.500

Jadi Fixed Cost/tahun = Biaya Usaha + Penyusutan + Pajak

= Rp 1.600.000 + Rp 773.500 + Rp 186.500

= Rp 2.560.000/tahun

Variable cost

a. Bahan Utama dan Pembantu

No Uraian Rp /bulan

1. Jamur tiram 100kg @ Rp 10.000 1.000.000

2. Angkak 15 kg @ Rp 75.000 1.125.000

3. Bawang putih 10kg @ Rp 12.000 120.000

4. Gula pasir 5 kg @ Rp 9.000 45.000

5. Lada 1 kg @ Rp 50.000 50.000

6. Pala bubuk 1 kg @ Rp 50.000 50.000

7. Penyedap rasa 30 bungkus @ Rp 100 3.000

8. Tepung tapioka 20 kg @ Rp 5000 100.000

9. Telur 100 butir @ Rp 1.000 100.000

10 Minyak goreng 3 kg 36000

10. Kemasan plastik 1000 buah @ Rp 600 600.000

11. Plastik kulit sosis 20 roll 200.000

Jumlah 3.429.000

b. Beban Listrik dan Air

Dalam satu bulan menghabiskan beban Rp 200.000,00

c. Biaya tenaga kerja

Biaya tenaga kerja = Rp. 20.000,00 /hari x 20 hari

= Rp 400.000,00 /bulan

Variabel Cost = Bahan Utama dan Pembantu + Beban Listrik dan

Air + Biaya Tenaga kerja

= Rp 3.429.000 + Rp 200.000,00 + Rp 400.000,00

= Rp 4.029.000/bulan.

Page 9: Sosis Mushtika

Biaya Produksi (TC) = Biaya tetap (FC) + Biaya tidak tetap (VC)

= Rp 2.650.000+ Rp 48.348.000

= Rp 50.908.000/tahun

Biaya Produksi (TC)/bulan = 51.633.000/12 = 4.242.333,33/bulan

Modal Usaha = P (Investasi awal) + Biaya produksi (TC)

= Rp 2.730.000,00 + Rp 4.455.666,66

= Rp 7.185.666,66

Dalam sehari menghasilkan 200 sosis, menjadi 50 bungkus @ 1 bungkus= 4 sosis Kapasitas/bulan = 200 x 20 hari = 4000

Harga pokok = =

= Rp 1.060,58

Diasumsikan untuk dijual Rp 1.500/sosis

Hasil Penjualan = harga penjualan x kapasitas produksi

= Rp 1.500 x 4000

= Rp 6.000.000 / bulan

Laba = Hasil penjualan – biaya produksi

= Rp 6.000.000 – Rp 4.242.333,33

= Rp 1.757.666,67/bulan

= Rp 21.092.000,04/ tahun

ROI = laba/total biaya produksi x 100 %

= Rp 1.757.666,67/ Rp 4.242.333,33x 100 %

= 41,43 %

H. METODE PELAKSANAAN

PEMBUATAN SOSIS JAMUR TIRAM

Page 10: Sosis Mushtika

a.    Mencuci jamur tiram hingga bersih.

b.    Menakar jamur tiram yang sudah bersih untuk di giling bersama bumbu

bumbu yang lain.

c.    Memasukkan adonan yang sudah digiling ke dalam kulit sosis.

d.    Sosis yang sudah di isi dalam kulit sosis kemudian dicetak dalam cetakan

sosis.

e.    Sosis siap untuk di pasarkan.

Bahan ;

1. Jamur tiram 5 kg

2. Angkak 0,75 kg (dihaluskan dan dilarutkan dalam air es)

3. Lada 0,5 %

4. Garam 2,5 %

5. Minyak goreng 2,5 – 3 %

6. Penyedap rasa 0,7 %

7. Bawang putih 1,5 %

8. Tepung tapioka 1 kg

9. 5 telur yang diambil putihnya

10. Es batu secukupnya

(Persentase bumbu-bumbu dan bahan pembantu dihitung berdasarkan

berat Jamur ).

Cara Pembuatan sosis

Pembuatan Adonan

Page 11: Sosis Mushtika

Pembuatan Adonan

Pertama-tama jamur tiram digiling hingga lumat / halus. Kemudian

tambahkan garam sedikit demi sedikit pada jamur yang telah halus dan

diaduk hingga merata. Masukkan minyak goreng, aduk terus sampai

tercampur rata. Tambahkan tepung tapioka sedikit demi sedikit sambil

terus diaduk. Kemudian berturut-turut masukkan gula halus, merica halus,

bawang putih, bumbu masak, dan putih telur dan diaduk sampai homogen.

Masukkan bongkahan-bongkahan es batu pada saat

pencampuran/pengadukan, sehingga diperoleh sosis jamur tiram dengan

elastisitas yang baik.

Pengisian Adonan Ke dalam Casing

Adonan yang telah siap dimasukkan ke dalam “stufler” lalu isikan ke

dalam casing dengan cara menekan/menyemprotkan. Usahakan tidak

terdapat rongga-rongga udara di dalam casing tersebut. Tentukan ukuran

panjang sosis yaitu kira-kira 4 – 6 cm, kemudian ikat dengan tali, biarkan

sampai beberapa ikatan.

Perebusan

Perebusan sosis ikan dilakukan dengan cara merebus sosis ke dalam air

panas dengan suhu + 60 C selama 20 menit. Kemudian rebus kembali

dalam air panas dengan suhu 90 C hingga matang. Setelah matang angkat

dan tiriskan.

Penyimpanan dan Penyajian

Pengisian Adonan ke dalam casing

Perebusan

Penyimpanan dan Penyajian

Page 12: Sosis Mushtika

Untuk memperpanjang daya awet, sosis jamur dapat disimpan pada suhu

rendah di lemari es. Sebelum disimpan, sosis jamur sebaiknya diasap

terlebih dahulu. Apabila akan disajikan,terlebih dahulu Sosis ikan

digoreng dengan margarine/mentega ( 3 – 5 menit ). Sebagai

pelengkapnya dapat pula diberi sambal dan saus tomat.

I. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan Bulan Pelaksanaan

I II III IV V VI1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapan Bahan dan AlatPembuatan sosisPelaksanaan KegiatanEvaluasi PelaksanaanPenyusunan Laporan

J. RANCANGAN BIAYA

Page 13: Sosis Mushtika

No. Uraian Harga (Rp) Jumlah (Rp)1 Biaya ijin usaha 300.000 1.600.000

Biaya promosi 300.000Sewa tempat 1.000.000

2 Kompor gas 400.000 3.730.000Tabung gas 12 kg 400.000Timbangan 130.000Sealer 200.000Baskom 50.000Pisau, talenan 30.000Panci 150.000Kulkas 1.200.000Mesin penggiling 500.000Ember besar 90.000Pengukus 150.000Alat pencetak sosis 230.000

3 Jamur tiram 100kg @ Rp 10.000 1.000.000 3.429.000Angkak 15 kg @ Rp 75.000 1.125.000Bawang putih 10kg @ Rp 12.000 120.000

Gula pasir 5 kg @ Rp 9.000 45.000Lada 1 kg @ Rp 50.000 50.000Pala bubuk 1 kg @ Rp 50.000 50.000Penyedap rasa 30 bungkus @ Rp 100 3.000Tepung tapioka 20 kg @ Rp 5000 100.000 Telur 100 butir @ Rp 1.000 100.000Minyak goreng 3 kg 36.000 Kemasan plastik 1000 buah @ Rp 600 600.000Plastik kulit sosis 20 roll 200.000

4 Beban Listrik dan Air 200.000 200.0005 Biaya tenaga kerja 400.000 400.000

6 Dokumentasi 200.000 200.0007 Transportasi 200.000 241.0008 Penyusunan laporan 200.000 200.000

Jumlah 10.000.000

Fixed Cost (FC) = Biaya Usaha + Penyusutan + Pajak

= Rp 1.600.000 + Rp 773.500 + Rp 186.500

Page 14: Sosis Mushtika

= Rp 2.560.000/tahun

= Rp 213.333,33/bulan

Variabel Cost (VC) = Bahan Utama dan Pembantu + Beban Listrik

+ Biaya Tenaga kerja

= Rp 3.429.000,00 + Rp 200.000,00 + Rp

400.000,00

= Rp 4.242.333,33/bulan.

Biaya Produksi (TC) = Biaya tetap (FC) + Biaya tidak tetap (VC)

= Rp 213.333,33 + Rp 4.242.333,33

= Rp 4.455.666,66/bulan

Modal Usaha = P (Investasi awal) + Biaya produksi (TC)

= Rp 2.730.000,00 + Rp 4.455.666,66

= Rp 7.185.666,66

Dalam 1 hari proses produksi menghasilkan 200 sosis.

Kapasitas produksi = 4000 sosis /bulan.

Variabel Cost/unit =

=

= Rp. 1.060,58

Harga pokok =

=

= Rp. 1.113,92

Harga jual = Rp 1.500,00 /sosis

Hasil penjualan = Harga jual x kapasitas produksi

= Rp 1.500,00 x 4000

= Rp 6.000.000,00

Laba = Hasil penjualan – biaya produksi

= Rp 6.000.000,00 – 4.242.333,33

= Rp 1.757.666,67/bulan

Page 15: Sosis Mushtika

= Rp 21.092.000,04/ tahun

ROI = laba/total biaya produksi x 100 %

= Rp 1.757.666,67/ Rp 4.242.333,33x 100 %

= 41,43 %

LAMPIRAN

Page 16: Sosis Mushtika

DAFTAR RIWAYAT HIDUP KETUA PELAKSANA

Nama lengkap : Tomi Hadi Suryanto

NIM : F1109026

Jenis kelamin : Laki- Laki

Tempat tanggal lahir : Madiun, 18 September 1988

Alamat rumah : Jl. Manyar no 11 Madiun, 63129

Alamat kost : Jl. Kartika “Wisma Dewantoro” Ngoresan Surakarta

Riwayat pendidikan :

TK : Aisyiah Bustanul Atfal

SD : SD Nambangan Lor 05 Manguharjo Madiun

SLTP : SMP Negeri 5 Madiun

SMU : SMA Negeri 1 Madiun

PT : Jurusan D3 Bisnis Internasional, FE UNS

Jurusan S1 Swadana Transfer Ekonomi Pembangunan,

FE UNS

Riwayat organisasi :

Motto : “Hari ini lebih baik daripada hari kemarin”

Surakarta, Oktober 2009Ketua Pelaksana

Tomi Hadi Suryanto

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA PELAKSANA I

Nama lengkap : Fibriani Nur Rokhmawati

NIM : H1909004

Jenis kelamin : PEREMPUAN

Page 17: Sosis Mushtika

Tempat tanggal lahir : Magetan, 1 Februari 1988

Alamat rumah : Mulangsari RT 5 RW 2 Panekan Kab Magetan

Alamat kost : Jebres, Surakarta

Riwayat pendidikan :

TK : TK Mekarsari 1

SD : SD Negeri 1 Mekarsari Magetan

SLTP : SMP Negeri 4 Magetan

SMU : SMA Negeri 1 Magetan

PT : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas

Pertanian UNS

Riwayat organisasi :

Motto : Jalani hari dengan senyum

Surakarta, Oktober 2009

Anggota Pelaksana I,

Fibriani Nur Rokhmawati

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ANGGOTA PELAKSANA II

Nama lengkap : SIGIT RAHARJO

NIM : H0606067

Jenis kelamin : LAKI-LAKI

Page 18: Sosis Mushtika

Tempat tanggal lahir : Pati, 6 April 1988

Alamat rumah : Jl. Kol. Sunandar No 25 Pati

Alamat kost : Jl. Halilintar 1 No 9X Sekarpace Jebres Surakarta

Riwayat pendidikan :

TK : TK BAYANGKARI 1

SD : SD NEGERI WINONG 03 Pati

SLTP : SMP NEGERI 3 Pati

SMU : SMA NEGERI 2 Pati

PT : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas

Pertanian UNS

Riwayat organisasi : Staff Sekretaris Umum BEM FP UNS Periode 2007-2008

Motto : Bismillah

Surakarta, Oktober 2009

Anggota Pelaksana II,

Sigit Raharjo

DATA PRIBADI ANGGOTA PELAKSANA III

Nama lengkap : LELA FITRI HARIYATI

NIM : H0606052

Jenis kelamin : PEREMPUAN

Page 19: Sosis Mushtika

Tempat tanggal lahir : Bojonegoro, 16 Mei 1988

Alamat rumah : Ds. Mayanggeneng No.9 Kalitidu, Bojonegoro

Alamat kost : Jl. Surya 1 No.31 Panggungrejo Jebres Surakarta

Riwayat pendidikan :

TK : TK ABA Kalitidu

SD : SD NEGERI KALITIDU 1, Bojonegoro

SLTP : SMP NEGERI I Kalitidu, Bojonegoro

SMU : SMA NEGERI 2 Bojonegoro

PT : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas

Pertanian UNS

Motto : Jangan pernah menyerah pada hari ini karena masih ada hari esok.

Surakarta, Oktober 2009

Anggota Pelaksana III,

Lela Fitri Hariyati

Page 20: Sosis Mushtika

RIWAYAT HIDUP DOSEN PEMBIMBING

Nama : Ir. Choirul Anam, MP, MT

NIP : 19680212 2005011 001

Tempat Tanggal Lahir : Magelang 12 Februari 1968

Nama Institusi : Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Alamat Institusi : Jl Ir. Sutami 36 A Kentingan Surakarta

: Telp/Fax (0271) 637457

Alamat Rumah : Jl Slamet Riyadi Gg Duku No 8, RT 1 RW 6

Kabalan, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo

Phone /Email : 08122742198 / [email protected]

PENDIDIKAN:

Pendidikan Tahun Universitas Bidang IlmuS1 1992 Universitas Jember Teknologi Hasil

PertanianS2 1996 UGM Yogyakarta Teknologi PanganS2 2004 UGM Yogyakarta Informatika

PENELITIAN:

No Tahun Judul

1 2000 Stimulasi Sintesis Protein Oleh Protein_DNA 34 KD Dari Plasenta Manusia. (Magistra No 33 TH XI Juni 2000)

2 2000 Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Rootone F terhadap Keberhasilan Stek anggur ( Laporan Penelitian tahun 2000 )

3 2001 Pengaruh Lama Fermentasi dan Pengadukan dalam pengolahan Biji Cacao Lindak. ( Laporan Penelitian, Tahun 2001)

4 2001 Kerusakan Bahan Makanan, Keracunan Makanan Dalam Rumah (Magistra No 40 Th XII Maret 2001)

5 2001 Uji Efektifitas Agens Antagonis Cendawan Richoderma Untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Kering Fusarium Pada Umbi Kentang (Laporan Penelitian Tahun 2001)

6 2001 Studi Aplikasi pestisida nabati pada tanaman padi dan lama pengeringan gabah terhadap mutu beras IR 64 (Laporan Penelitian Tahun 2001)

7 2002 Dari Sup Para Raja Hingga Obat HIV ( Magistra No 40 Th XIII Maret 2002)

Page 21: Sosis Mushtika

8 2002 Memilih Dan Minyimpan Daging ( Magistra No 40 Th XIII Juni 2002)

9 2003 Pengaruh Tingkat Kemasakan Daun Tembakau Kering Los Terhadap Kualitas Tembakau Vorstenlanden Bawah Naungan ( Prosiding Seminar Nasional PATPI Juli 2003)

10 2003 Aktivitas Enzim Bromelin Terhadap Mutu Fisik Daging ( Prosiding Seminar Nasional PATPI Juli 2003)

11 2003 Pengaruh Proporsi Whey dan Tepung Tapioka yang Berbeda terhadap Kualitas Bakso Ikan Hiu ( Prosiding Seminar Nasional PATPI Juli 2003)

12 2003 Manfaat Perendaman Air Kapur Pada Pengolahan Rambak Cakar Ayam Prosiding Seminar Nasional Penerapan Teknologi Tepat Guna Dalam (Mendukung Agribisnis September 2003).

13 2005 Pengaruh Varietas dan Perbandingan Pelarut Ekstraksi Minyak Atsiri Jahe (DIPA UNS)

14 2005 Penggunaan Daging Keong Mas (Pomacea caniculata ) Terhadap Kualitas Kerupuk (Caraka Tani FP UNS)

15 2006 Karakterisasi Amilase Alkalin Dari Kultur Isolat Cabuk Prosiding Seminar Nasional PATPI. Yogyakarta 2-3 Agustus 2006

16 2006 Keragaman Mikroflora dalam Fermentasi Cabuk Prosiding PIT Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia. Surakarta 26-27 Agustus 2006

17 2006 Pelayanan Masyarakat Melalui Sistem Informasi Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Penelitian Terapan Dinas P & K Jateng)

18 2006 Aplikasi Mikrobia dan Adsorban Cangkang Bekicot Dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah Home Industri Tekstil PT. Sakura Sarana Putra Surakarta (Penelitian Terapan Terpadu Dinas P & K Jateng)

PENGABDIAN PADA MASYARAKAT:

No Tahun Aktivitas

1 2002 Penyuluhan Pembuatan Sangkar Burung di Klaten Selatan (Disperindagkop Jateng)

2 2003 Penyuluhan Oleh Perguruan Tinggi Dalam Uji Coba Teknologi Desa Penggug Harjo Kec Sewon Bantul Tahun 2003. (Pemda Bantul)

3 2003 Peningkatan Kualitas Kripik Jamur Dengan Vacum Fryer di Desa Pondok Kec Karanganom Klaten. Tahun 2003 (TTG Dinas P &K Jateng)

4 2004 Pasteurisasi Susu dan Sari Buah di Kecamatan Musuk Kab Boyolali Tahun 2004 (TTG Dinas P & K Jateng)

5 2005 Pelatihan retooling pengolahan Hasil pertanian di Depnaker

Page 22: Sosis Mushtika

Sragen ( Depnaker RI )6 2005 Pelatihan pembuatan sari buah instan di desa Gondangrejo Kab

Karanganyar. (DIPA UNS)7 2006 Penyuluhan Penganekaragaman Olahan Kacang Tanah, Jagung,

dan Ketela di Pracimantoro, Wonogiri. Januari 2006. (VSO Philipina)

8 2006 Perancangan Alat Pasteurisasi Susu di Desa Bengking, Jatinom, Klaten (Vucer Dikti)

9 2006 Pengolahan Limbah Organik Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani dan Peternak Sapi di Senden Selo Boyolali (Pengabdian Masyarakat Dinas P&K Jateng)

10 2007 Penyuluhan Bumbu Masak Berkhasiat Obat di Desa Gesikan Kec Gantiwarno Kab Klaten

11 2007 Perancangan Alat Perontok dan Penampi Kedelai di Pagutan, Manyaran, Wonogiri

12 2007 Pembuatan aneka makanan berbahan baku kacang hijau, Pagutan Manyaran, Wonogiri

Surakarta, Oktober2009

Ir. Choirul Anam, MP., MT