Top Banner

of 13

Seri 2 1 Mengenal Dunia Kelelawar

Jul 26, 2015

ReportDownload

Documents

hadigubug

PENDIDIKAN LINGKUNGAN / KONSERVASI SERI 2.1 : Pengenalan Dunia Fauna

MENGENAL DUNIA KELELAWAROleh : Ir. Sudarsono Djuri *) PENGANTAR. Kelelawar sayapnya hitam Terbangnya di waktu malam dst group band Koes Plus.. Kelelawar ????, wow sereeem!!!, iiih ngeerriiiiii !!!!, takut deeeh !!!, dan banyak lagi komentar bila kita ajak berbicara tentang kelelawar kepada sebagian besar rekan-rekan. Pada penulisan tentang kelelawar ini, secara bertahap penulis akan mencoba mengajak para pembaca bulletin Cahaya Wana untuk mengenal lebih jauh tentang seluk beluk kehidupan salah satu mahluk hidup yang diciptakan Allah SWT dengan berbagai keunikan dan manfaatnya. Suatu pepatah yang cukup akrab ditelinga kita Tak Kenal Maka Tak Sayang , menjadi landasan penulis untuk mengungkapkan keberadaan mahluk ini lebih jauh kepada pembaca Cahaya Wana. Penulisan tentang kelelawar dilakukan secara bertahap, mulai dari pengenalan dunia kelelawar secara umum, album gambar dan penyebaran kelelawar di dunia dan terakhir pengenalan jenis kelelawar yang hidup pada komplek perkantoran BDK Bogor di Rumpin. KELELAWAR PERTAMA Informasi yang diketahui sangat sedikit mengenai evolusi kelelawar, karena fosil yang ditemukan 55 juta tahun yang lalu ternyata sudah seperti kelelawar yang ada pada saat ini. Kelelawar pertama yang diketahui diberi nama Icaronycteris, hidup di Amerika Utara dan memiliki lebar sayap sepanjang 37 cm. Sayapnya pendek dan lebar. Kelelawar tidak sejak awal diciptakan dengan kemampuan navigasi untuk melakukan manuver di kegelapan. Kelebihannya itu mungkin baru berkembang setelah kelelawar bisa terbang. Hal tersebut dapat dilihat dari fosil spesies kelelawar primitif yang ditemukan di Wyoming, AS. Kelelawar tersebut diperkirakan hidup sekitar 52 juta tahun lalu. Dilihat dari tulang-belulangnya, kelelawar tersebut sudah dapat terbang. nah itu lagu yang pernah didendangkan oleh

Namun, hewan tersebut tidak memiliki tulang yang berfungsi dalam proses navigasi berbasis gelombang suara yang sering disebut echolocation. Kemampuan ini digunakan untuk menghindari penghalang di depannya saat terbang atau posisi mangsanya. Kelelawar mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi dan menerima pantulannya untuk mengukur jarak. Sejauh ini, semua fosil kelelawar yang pernah ditemukan memiliki kemampuan tebang echolocation. Jadi, para peneliti hewan maupun masih

memperdebatkan sejak kapan kemampuan tersebut muncul. Temuan kelelawar primitif tanpa echolocation dilaporkan Nancy Simmons, Kepala Divisi Vertebrata Museum Sejarah Nasional Amerika, New York dan timnya dalam jurnal Nature edisi terbaru. Mereka memberi nama ilmiah Onychonycteridae finneyi untuk menghargai Bonnie Finney, seorang kolektor yang menemukannya pada tahun 2003. Ukurannya sedikit lebih kecil daripada kelelawar yang masih hidup, dengan lebar kepakan sayap sekitar 30 centimeter. Struktur giginya menunjukkan bahwa ia makan serangga. Seluruh jari kukunya berkuku, tidak seperti kelelawar umumnya yang hanya pada satu atau dua jari. Gambar 1. Fosil kelelawar Onychonycteridae finneyi (Sumber Vaughan 1987) BIOLOGI KELELAWAR Kelelawar merupakan salah satu anggota mamalia yang termasuk ke dalam ordo Chiroptera yang berarti mempunyai sayap tangan, karena kaki depannya bermodifikasi sebagai sayap yang berbeda dengan sayap burung (DeBlase dan Martin, 1981). Sayap kelelawar dibentuk oleh perpanjangan jari kedua sampai kelima yang ditutupi oleh selaput terbang atau patagium, sedangkan jari pertama bebas dan berukuran relatif normal. Antara kaki depan dan kaki belakang, patagium ini membentuk selaput lateral, sedangkan antara kaki belakang dan ekor membentuk interfemoral.

Anatomi atau bagian tubuh dari kelelawar dapat dilihat dari gambar 2 berikut ini :Jari Ketiga Jari Kedua Kuku Tangan Telinga Tragus Mata Jari Keempat Jari kelima Siku Lutut Kaki Selaput Ekor Ekor Selaput Sayap Dada Hidung / Nose leaf

Gambar 2. Anatomi/Bagian tubuh kelelawar (Sumber : Rajesh Rajchal) Sedangkan perubahan bentuk pertulangan lengan pada kelelawar dibandingkan dengan mamalia lainnya sebagaimana gambar 3 dibawah ini :Tulang Lengan Atas Tulang Lengan Bawah Tulang2 Telapak Tangan Tulang Kerangka Jari Jari 2 Tangan

KLASIFIKASI

Gambar 3. Perbandingan perluasan kerangka lengan kelelawar dibandingkan jenis mamalia lainnya. (Sumber : Bats Biology, 2008)

TAKSONOMI /TATANAMA ZOOLOGY Kelelawar adalah mamalia yang dapat terbang yang berasal dari ordo Chiroptera merupakan satu-satunya jenis hewan mamalia yang dapat terbang dengan menggunakan sayapnya. Hewan ini bersifat nokturnal sehingga kelelawar memerlukan tempat bertengger (roosting area) ketika siang hari. Kelelawar aktif mencari makan dan terbang hanya pada waktu malam hari dikarenakan kelelawar sangat sensitif terhadap dehidrasi (kekurangan air). Bila siang hari ia tidur dengan bergelantung terbalik. Secara Taksonomi kelelawar dapat digambarkan Koopman dan Jones, 1970, dan Findley, 1993.dalam klasifikasi ilmiah sebagai berikut : Kerajaan Filum Kelas Infrakelas Super ordo Ordo Subordo Suku/Famili Genus Jenis Subordo Suku/Famili : : : : : : : : : : : : Animalia Chordata Mammalia Eutheria Laurasiatheria Chiroptera (Blumenbach, 1779) 1. Megachiroptera 1. Pteropodidae (codot/Megabats) Mencapai 42 Genus Mencapai 175 Jenis 2. Microchiroptera 1. Rhinopomiatidae 2. Nycteridae (Kelelawar muka-cekung) 3. Megadermatidae (Vampir palsu) 4. Rhinolophidae (Kelelawar-ladam) 5. Hipposideridae (Barong) 6. Mizopopodidae 7. Mystacinidae 8. Noctilionidae 9. Phyllostomidae 10.Desmodontidae 11.Natalidae

12.Furipteridae 13.Thyropteridae 14.Vespertilionidae (Kelelawar biasa). 15.Emballonuridae (Kelelawar ekor-trubus) 16.Molossidae Genus Jenis : : Mencapai 145 Genus Mencapai 788 Jenis.

Kelelawar memiliki spesies yang banyak, menempati urutan kedua setelah mamalia binatang pengerat. Dari 4.000 spesies mamalia, 963 Jenis (hampir 1.000) diantaranya merupakan spesies kelelawar. Spesies ini memiliki peranan yang penting dalam ekosistem, antara lain sebagai pengontrol serangga hama, penyerbuk bunga dan penyebar bijian serta penghasil guano yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Dengan kemampuan terbang dan jelajah kelelawar yang cukup jauh (dapat lebih dari 20 km), secara otomatis kelelawar juga ikut menyebarkan biji dari buah yang dimakannya, seperti jambu biji, sawo, dan kenari. Kelelawar yang tinggal di daerah Asia dan Afrika bertubuh kecil, memakan serbuk sari, lebar dua sayapnya 30 cm dengan berat 15 gr. Kelelawar ini termasuk dalam kelompok Microchiroptera dengan sistem ekolokasi yang lebih baik tetapi penglihatannya kurang jelas. RADAR KELELAWAR. Selain penglihatan, kelelawar lebih mengandalkan pada suaranya yang nyaring untuk menuntunnya terbang. Ia mengeluarkan bunyi yang dinamakan "Ultrasonic" yang tidak dapat didengar manusia. Getaran bunyi ini mempunyai frekuensi antara 25.000 50.000 Hz. Jika menabrak suatu obyek atau benda, getaran suaranya itu memantul kembali, lalu ditangkap telinganya yang lebar yang berfungsi sebagai radar baginya. Proses ini hanya memakan waktu sepersepuluh detik, cukup bagi kelelawar untuk mengetahui apa yang ada di depannya, kemana arahnya dan berapa kecepatannya. Hidungnya yang berbentuk aneh seperti misalnya kaki kuda, trisula dengan tonjolan, membuatnya dapat mengeluarkan ultra bunyi. Meskipun dalam kegelapan malam, kelelawar mampu melakukan manuver kompleks untuk menangkap mangsanya karena memiliki kemampuan ekolokasi.

Kelelawar menentukan letak dinding,

pohon, atau

mangsanya melalui

pantulan

gelombang ultrasonik yang dihasilkannya.

Gambar 4. Pancaran Gelombang Ultrasonik dalam mendeteksi mangsa (Sumber : Echolocation http://www.batcon.org/discover/v9n2i.jpg) CARA TERBANG KELELAWAR Perbedaan nyata antara sayap kelelawar dengan sayap burung adalah pada perluasan tubuhnya yang berdaging dan sayapnya yang tidak berbulu terbuat dari membran elastis tetapi berotot. Sayapnya sering disebut "Patagium", membentang dari tubuhnya sampai jari kaki depan, kaki belakang dan ekornya. Pada kelelawar betina Patagium berfungsi untuk memegang anaknya yang baru dilahirkan dengan posisi kepala di bawah. Selain untuk terbang, sayap kelelawar berfungsi untuk menyelimuti tubuhnya ketika bergelantung terbalik. Ada dua jenis sayap yang dimiliki kelelawar. Yang pertama adalah sayap kecil, biasanya dimiliki oleh kelelawar yang hidup di alam terbuka yang berguna untuk terbang dengan cepat tanpa rintangan di depannya. Sayap lebar dimiliki kelelawar yang hidup ditempat tertutup, yang terbang pelan di antara cabang pohon. Hewan malam yang lihai terbang di kegelapan itu memanfaatkan mekanisme arodinamika yang sama seperti serangga. Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kekelawar mengandalkan pusaran udara horisontal yang disebut LEV (leading edge vortex) untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang.

Tim peneliti gabungan dari Swedia dan AS mengungkap rahasia terbang melayang kelelawar setelah mempelajari dalam lorong angin. Para peneliti menaruh umpan di dalam ruangan dan melepaskan kelelawar. Kemudian, mereka merekam cara terbang kelelawar saat mendekati umpan menggunakan asap, laser, dan kamera yang dapat merekam gerakan sangat cepat. Dari gerakan partikel-partikel asap, disimpulkan bahwa gaya dorong yang dihasilkan LEV menyumbangkan 40 persen gaya yang dibutuhkan untuk melayang. LEV terbentuk saat kelelawar mengepakkan sayapnya ke bawah. Hal tersebut menghasilkan gaya dorong ke atas yang cukup kuat sehingga kelelawar tidak jatuh saat melakukan gerakan lambat atau melayang, misalnya untuk mendekati mangsa. Trik tersebut telah lama terbukti dilakukan serangga dan belum banyak terkuak peranannya untuk hewan bersayap yang lebih besar. Pada burung, LEV juga diketahui berperan penting, khususnya saat melakukan pendaratan sehingga nyaris tak pernah gagal. Sedangkan pada kelelawar, teknik tersebut baru kali ini terbukti. Kelelawar dapat mengendalikan posisi mela