Top Banner
RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535 Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Program Diploma III Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Diajukan Oleh : FAHMI NURRAHMAN M3307010 PROGRAM DIPLOMA III ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010
40

RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

Feb 02, 2018

Download

Documents

TrươngTuyến
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS

BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Program

Diploma III Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam

Universitas Sebelas Maret

Diajukan Oleh :

FAHMI NURRAHMAN

M3307010

PROGRAM DIPLOMA III ILMU KOMPUTER

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2010

Page 2: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

ii

HALAMAN PERSETUJUAN

RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS

BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Disusun Oleh

FAHMI NURRAHMAN

NIM. M3307010

Tugas Akhir ini disetujui untuk dipertahankan dihadapan dewan penguji

pada tanggal ____ _________ ____

Pembimbing Utama

Darsono, S.Si, M. Si

NIP.19700727 1997021 1 001

Page 3: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

iii

HALAMAN PENGESAHAN

RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS

BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Disusun Oleh

FAHMI NURRAHMAN

Dibimbing Oleh

Pembimbing Utama

Darsono, S.Si, M. Si NIP. 19700727 1997021 1 001

Tugas Akhir ini telah diterima dan disahkan oleh Dewan Penguji Tugas Akhir

Program Diploma III Ilmu Komputer

Pada hari _________ tanggal ___ __________ _____

Dewan Penguji : Tanda Tangan

1. Darsono, S.Si, M. Si NIP. 19700727 1997021 1 001

(…………………………. )

2. Muhammad Asri Safi’ie, S. Si NIDN. 0603118103

(…………………………. )

3. Fendi Aji Purnomo, S. Si NIDN. 0626098402

(…………………………. )

Disahkan Oleh :

Dekan Ketua Program Studi

Fakultas MIPA UNS DIII Ilmu Komputer UNS

Prof. Dr. Sutarno, M.Sc, Ph. D Drs. YS. Palgunadi, M.Sc NIP. 19600809 198612 1 001 NIP. 19560407 198303 1 004

Page 4: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

iv

ABSTRAK

Fahmi Nurrahman, 2010. RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI

BADAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA8535. Program Studi D3 Ilmu

Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas

Maret Surakarta.

Pengukuran tinggi badan biasanya dilakukan secara manual yaitu dengan

menggunakan meteran. Apabila yang ingin kita ukur hanya satu atau tiga orang

mungkin tidak menjadi permasalahan, akan tetapi apabila orang yang akan diukur

jumlahnya lebih dari 50 orang bahkan ratusan orang seperti kasus dalam suatu tes

kesehatan yang dilakukan oleh suatu instansi dalam penerimaan pegawai baru, hal

ini tentunya akan sangat merepotkan dan banyak menghabiskan waktu.

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk membuat alat

pengukur tinggi badan orang secara otomatis menggunakan sensor DT-SENSE

USIRR dengan mikrokontroler sebagai pusat pengendali sistem.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature dan

metode observasi. Metode literature yaitu metode pengumpulan data dan referensi

dari media cetak maupun media elektronik sedangkan metode observasi dengan

pengamatan terhadap alat yang memiliki kesamaan dengan alat yang akan dibuat.

Telah dibuat alat pengukur tinggi badan orang secara otomatis

menggunakan sensor DT-SENSE USIRR dengan mikrokontroler sebagai pusat

pengendali sistem. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat melakukan

pengukuran secara cepat sehingga mempermudah pekerjaan dan menghemat

waktu dalam pengukuran tinggi badan orang, dengan hasil yang akurat.

Kata kunci : alat pengukur tinggi badan, mikrokontrolerATMega8535, sensor DT-

SENSE USIRR.

Page 5: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

v

PERSEMBAHAN

ü Bapak dan Ibuku yang selalu membimbing dan mendoakanku

ü Adiku Ifa yang slalu membantu dan mendoakanku…

ü Teman” tkom’ 07 yang sudah menemani dalam suka dan duka.

Terimakasih atas kerjasamanya selama ini….

ü Teman” The-rud yang memberiku semangat….

ü Andre (nani) trimakasih atas bantuannya..,

ü Teman” gondang yang memberiku inspirasi…

ü Seluruh temanku…, thanks 4 all…,

Page 6: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan

segala rahmat ,hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

Tugas Akhir ini dengan lancar.

Tugas akhir dengan judul “RANCANG BANGUN PENGUKUR

TINGGI BADAN OTOMATIS BERBASIS ATMEGA8535” merupakan salah

satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III

Jurusan Tehnik Komputer, Universitas Sebelas Maret.

Dalam penyelesaian ini, penulis menyadari bahwa dalam prosesnya tidak

lepas dari bimbingan, arahan, bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh

karena itu dengan ketulusan hati penulis sampaikan rasa terimakasih kepada:

1. Drs. Y. S. Palgunadi, M.Sc selaku Ketua Program D3 Ilmu Komputer

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universtas Sebelas

Maret.

2. Bapak Darsono, S.Si, M.Si selaku pembimbing Tugas Akhir yang telah

memberikan pengarahan dan masukan bagi penulis dalam penyusunan

Tugas Akhir.

3. Kedua orang tua dan adikku tercinta yang telah memberikan motivasi serta

doa kepada penulis.

4. Teman-teman satu angkatan D3 Teknik Komputer 2007.

Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis

khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Surakarta, 24 Juni 2010

Penulis

Page 7: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

vii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN .....................................................................................

I

Ii

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................

ABSTRACT.. ...............................................................................................................

INTISARI......................................................................................................................

MOTTO.........................................................................................................................

PERSEMBAHAN.........................................................................................................

iii

iv

v

vi

vii

KATA PENGANTAR ................................................................................................. Viii

DAFTAR ISI ................................................................................................................ Ix

DAFTAR GAMBAR.................................................................................................... X

DAFTAR TABEL ........................................................................................................ Xi

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .............................. ................................................ 1

1.2 Perumusan Masalah..... ................................................................. 2

1.3 Tujuan dan Manfaat..... ................................................................. 2

1.4 Pembatasan Masalah ..... ............................................................... 2

1.5 Metodologi Penitian ......................................................................

1.6 Sistematika Laporan .........................................................................

3

3

BAB II LANDASAN TEORI …………………………………………..

2.1 Mikrokontroler...............................................................................

4

4

2.2 Mikrokontroler ATMega8535................................,.....................

2.2.1 Spesifikasi ATMega8535……………………………….

2.2.2 Arsitektur ATMega8535………………………………..

2.2.3 Konfigurasi Pin ATMega8535………………………….

4

6

6

7

2.3 Sensor DT-SENSE USIRR........................................................... 9

2.4 LCD (Liquid Cristal Display)….................................................. 11

2.5 Software Pemrograman dan Software Downloader...................

2.5.1 Download Program ke mikrokontroler dengan CVAVR........

2.6 IC LM7805.................................................................................

13

13

15

Page 8: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

viii

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN ……………………………..

3.1 Sistem Blok…………....................................................................

17

17

3.2 Perancangan Sistem Mekanik....................................................... 18

3.3 Rangkaian Keseluruhan Sistem……………...………………. 18

3.4 Rangkaian Minimum ATMega8535…....................................... 19

3.5 Rangkaian Sensor…....................................................................... 20

3.6 Rangkaian LCD………………....................................................

3.7 Rangkaian Catu Daya...............................................................

3.8 Perancangan Software..............................................................

22

22

23

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISA............................................... 24

4.1 Pengujian LCD………………………........................................ 24

4.2 Pengujian minimum system ATMega8535………....................

4.3 Pengujian Sensor DT-SENSE USIRR……………………….

4.4 Pengujian Rangkaian secara Keseluruhan……………………

25

27

30

BAB V PENUTUP ……………………........................................................ 32

5.1 Kesimpulan ...................................................................................

5.2 Saran…………………………………………………………..

32

32

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 33

LAMPIRAN…………………………………………………………………... 34

Page 9: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

ix

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin berkembangnya teknologi baik di bidang pendidikan

maupun industri maka meningkat pula daya pikir manusia akan teknologi

sebagai kebutuhan. Dari perkembangan tersebut tentunya muncul

teknologi-teknologi baru yang dapat mengurangi beban tenaga manusia

dalam hal mengerjakan aktifitas atau pekerjaannya.

Pengukuran tinggi badan biasanya dilakukan secara manual yaitu

dengan menggunakan meteran. Apabila yang ingin kita ukur hanya satu

atau tiga orang mungkin tidak menjadi permasalahan, akan tetapi apabila

orang yang akan diukur jumlahnya lebih dari 50 orang bahkan ratusan

orang seperti kasus dalam suatu tes kesehatan yang dilakukan oleh suatu

instansi dalam penerimaan pegawai baru, hal ini tentunya akan sangat

merepotkan dan banyak menghabiskan waktu.

Dengan adanya teknologi mikrokontroler, dapat digunakan

membuat alat otomatis yang mempermudah dan mempercepat manusia

mengerjakan aktifitasnya contohnya membuat alat pengukur tinggi

otomatis. Alat pengukur tinggi tersebut, pernah di kembangkan oleh shirta

zahrahal dengan membuat alat pengukur tinggi badan otomatis dengan

keluaran suara berbasis mikrokontroler AT89S51.

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk

membuat alat pengukur tinggi badan orang secara otomatis menggunakan

sensor DT-SENSE USIRR dengan mikrokontroler sebagai pusat

pengendali sistem. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat melakukan

pengukuran secara cepat sehingga mempermudah pekerjaan dan

menghemat waktu dalam pengukuran tinggi badan orang, dengan hasil

yang akurat.

Page 10: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

x

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang akan

dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi

badan otomatis.

1.3 Batasan Masalah

Besarnya ruang lingkup penelitian pada bidang ini memerlukan

adanya batasan masalah sebagai berikut.

1. Sensor ultrasonik DT-SENSE USIRR digunakan sebagai sensor utama

pada perancangan alat ukur tinggi badan.

2. Tinggi maksimal yang dapat terukur oleh alat yang telah dirancang adalah

200 cm.

3. Output tinggi ditampilkan melalui display LCD (Liquid Crystal Display)

yang sebelumnya telah disimpan/ditulis terlebih dahulu ke dalam

mikrokontroler ATMega 8535.

4. Tinggi minimal yang dapat diukur adalah 100 cm.

1.4 Tujuan dan manfaat

1.4.1 Tujuan Penelitian

Tugas akhir ini bertujuan rancang bangun alat ukur tinggi badan

dengan menggunakan sensor dt-sense USIRR yang ditampilkan melalui

layar LCD.

1.4.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari pembuatan tugas akhir ini yaitu.

1. Menambah pengetahuan penulis tentang sensor ultrasonik

DT-SENSE USIRR dan mikrokontroler.

2. Alat pengukur tinggi badan otomatis ini memberikan

kemudahan bagi pemakainya.

Page 11: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xi

1.5 Metode Penelitian

Dalam pembuatan dan peyusunan tugas akhir ini, penulis

menggunakan metode sebagai berikut.

a. Metode Literatur

Metode ini merupakan metode pengumpulan data dan referensi baik dari

media cetak maupun media elektronik yang menunjang dalam penyusunan

dan pembuatan tugas akhir ini.

b. Metode Observasi

Metode ini merupakan metode pengumpulan data dengan cara pengamatan

terhadap alat telah dibuat yang memiliki kesamaan dengan alat yang akan

dibuat dalam tugas akhir ini.

1.6 Sistematika Laporan

Sistematika penulisan laporan tugas akhir sebagai berikut.

1. BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat tentang latar belakang, rumusan masalah,

batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode

penelitian dan sistematika laporan.

2. BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini memuat tentang referensi penunjang yang

menjelaskan tentang fungsi dari perangkat-perangkat yang

digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini.

3. BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Bab ini memuat tentang penjelasan mengenai perancangan

dari perangkat yang akan dibuat.

4. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini memuat tentang hasil pengujian dari perangkat

yang dibuat beserta pembahasannya.

Page 12: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xii

5. BAB V PENUTUP

Bab ini memuat tentang kesimpulan dan saran dari

pembuatan tugas akhir ini .

BAB II LANDASAN TEORI

2.1. Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sistem komputer yang seluruh atau sebagian

besar elemennya dikemas dalam satu chip IC sehingga sering juga disebut

dengan single chip microcomputer. Rangkaian mikrokontroler tersusun

atas sebuah IC (Integrated Circuit) dan beberapa komponen pendukung

sehingga bisa bekerja dengan baik (Lingga, 2006).

Mikrokontroller merupakan suatu terobosan teknologi

mikroprosesor dan mikrokomputer terbaru yang hadir memenuhi

kebutuhan pasar ( market needed ). Sebagai teknologi terbaru dengan

teknologi semikonduktor yang mengandung transistor yang lebih banyak

namun hanya membutuhkan ruang kecil sebagai wadah penempatannya

dan dapat diproduksi secara massal sehingga harganya lebih murah dan

dapat terjangkau oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Oleh karena

itu mikrokontroller sangat cocok diterapkan untuk mengontrol berbagai

peralatan-peralatan yang lebih canggih dibandingkan dengan komputer

PC, karena effektivitas dan kefleksibelannya yang tinggi.(Lingga, 2006)

2.2. Mikrokontroler ATMega8535

Mikrokontroler AVR (Alf and Vegard’s Risc processor) memiliki

arsitektur RISC 8 Bit, sehingga semua intruksi dikemas dalam kode 16-bit

(16-bit word) dan sebagian besar intruksi dieksekusi dalam satu siklus

intruksi clock. Dan ini sangat membedakan sekali dengan intruksi MCS-51

(Berarsitektur CISC) yang membutuhkan siklus 12 clock. RISC adalah

Reduced Instruction Set Computing sedangkan CISC adalah Complex

Page 13: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xiii

Instruction Set Computing. Secara umum, AVR dikelompokkan menjadi 4

kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan

keluarga AT86RFxx. (Lingga, 2006)

2.2.1 Spesifikasi Atmega 8535

Spesifikasi sebuah mikrokontroler Atmega8535 adalah seperti

berikut:

a. Saluran I/O sebanyak 32 buah, yaitu port A, port B, port C, dan

port D.

b. Kecepatan maksimal 16 MHz

c. ADC (Analog to Digital Converter) 10 bit sebanyak 8 channel

d. Tiga buah Timer/counter dengan kemampuan membandingkan.

e. CPU yang terdiri dari 32 buah register.

f. Watchdog Timer dengan isolator internal

g. SRAM sebesar 512 byte.

h. Memori Flash sebesar 8Kb dengan kemampuan Read While

Write.

i. Unit interupsi internal dan eksternal.

j. Port antarmuka SPI.

k. EEPROM sebesar 512 byte yang dapat diprogram saat operasi.

l. Antarmuka komparator analog.

m. Port USART untuk komunikasi serial

Page 14: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xiv

2.2.2 Arsitektur Atmega8535

Secara umum arsitektur mikrokontroler Atmega8535 dapat dilihat

pada gambar diagram blok berikut.

Page 15: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xv

Gambar 2.1 Diagram Blok ATMega8535

2.2.3 Konfigurasi Pin ATMega8535

Konfigurasi dan Deskripsi kaki-kaki mikrokomputer Atmega8535

adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2 Konfigurasi kaki ATMega8535

Adapun fungsi dari masing-masing pin pada mikrokontroler

Amega8535 adalah sebagai berikut :

1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu

daya.

2. GND merupakan pin ground.

3. Port A (PA0..PA7) merupakan pin I/O dua arah dan pin

masukan ADC.

Page 16: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xvi

4. Port B (PB0..PB7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi

khusus, yaitu Timer/Counter, komparator analog dan SPI.

5. Port C (PC0..PC7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi

khusus, yaitu TWI, komparator analog dan Timer Oscilator.

6. Port D (PD0..PD7) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi

khusus, yaitu komparator analog, interupasi eksternal dan

komunikasi serial.

7. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset

mikrokontroler.

8. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock eksternal

9. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.

10. AREF merupakan pin masukan tegangan refensi ADC.

2.3. Sensor DT-SENSE USIRR

DT-SENSE ULTRASONIC AND INFRARED RANGER

merupakan modul pengukur jarak non-kontak yang sangat mudah

dihubungkan dengan berbagai sistem berbasis mikrokontroler. Untuk

memicu dan membaca data pengukuran dengan DT-SENSE

ULTRASONIC AND INFRARED RANGER hanya memerlukan 1 buah

pin mikrokontroler. Selain itu disediakan antarmuka komunikasi I2C

sehingga beberapa modul DT-SENSE ULTRASONIC AND INFRARED

RANGER serta peralatan lain yang mendukung protokol komunikasi I2C

dapat digunakan bersama cukup dengan 2 buah pin mikrokontroler.

Sebuah modul DT-SENSE ULTRASONIC AND INFRARED

RANGER terdiri dari sebuah Ultrasonic Ranger dan dapat dihubungkan

dengan 2 buah sensor Infrared Ranger (GP2D12). Ultrasonic Ranger

berkerja dengan cara memancarkan sinyal ultrasonic (yang memiliki

frekuensi jauh di atas jangkauan pendengaran manusia) dan menghasilkan

pulsa atau data keluaran yang menyatakan jarak yang ditempuh oleh sinyal

tersebut sebelum menyentuh sebuah obyek dan memantul kembali. Sensor

infrared ranger terdiri dari sebuah LED infrared dan sebuah Position

Page 17: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xvii

Sensing Device (PSD). Sensor mengukur jarak obyek yang memantulkan

cahaya infra merah melalui proses triangulasi. Keluaran analog dari sensor

Infrared Ranger diubah oleh modul DT-SENSE ULTRASONIC AND

INFRARED RANGER menjadi berbentuk pulsa atau data keluaran yang

menyatakan jarak obyek yang memantulkan cahaya infra merah tersebut

(anonim1, 2007).

Spesifikasi DT-SENSE ULTRASONIC AND INFRARED

RANGER sebagai berikut:

a. Terdiri dari sebuah Ultrasonic Ranger dan dapat dihubungkan dengan

2 buah sensor Infrared Ranger GP2D12 (opsional).

b. Memiliki 2 buah antarmuka yang dapat aktif bersama yaitu:

– Pulse Width / Lebar Pulsa (10 µs/mm)

– I2C-bus

c. Dapat di-cascade hingga 8 modul dengan hanya 2 pin I/O

(menggunakan antarmuka I2C-bus).

d. Single supply 5 VDC.

e. Supply Current (jika tanpa sensor infrared ranger):

– Aktif: 17 mA typ.

– Reduced Operation: 13 mA typ.

– Power Down: 7 mA typ.

– Power Down + Reduced Operation: 2 mA typ.

f. Siklus pengukuran yang cepat.

g. Pembacaan dapat dilakukan tiap 25 ms (40 Hz rate).

h. Spesifikasi Ultrasonic Ranger:

– Jangkauan: 2 cm hingga 3 m

– Obyek 0 – 2 cm diukur berjarak 2 cm 5

– Burst Frequency: 40 kHz – 16 VPP sinyal kotak

– Tidak ada dead zone (tidak ada blank spot antara 2 cm hingga 3 m)

i. Pin Busy/Ready menunjukkan aktifitas sensor.

j. Tidak perlu delay sebelum pengukuran berikutnya.

Page 18: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xviii

k. Output langsung berupa jarak (dalam milimeter) sehingga mengurangi

beban mikrokontroler.

l. Kompensasi kesalahan pengukuran akibat perubahan temperatur

sekitar dan reflektifitas obyek dapat diatur.

Gambar 2.3 DT-SENSE USIRR

Tabel 2.1 Konfigurasi pin DT-SENSE USIRR

2.4. Liquid Cristal Display (LCD)

LCD display merupakan salah satu media yang digunakan sebagai

penampil pada sistem berbasis mikrokontroler. Selain LCD display

sebenarnya ada banyak cara untuk menerjemahkan sebuah data menjadi

informasi yang dapat dipahami manusia, seperti melalui led, seven

segment, maupun PC. LCD display memberikan beberapa keuntungan

dibandingkan dengan perangkat yang lain untuk menampilkan sebuah

data, antara lain: hemat energi, ringan, proses perancangan yang relatif

Page 19: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xix

lebih mudah, dan mampu menampilkan karakter berbasis kode ASCII,

bahkan LCD display mampu menampilkan karakter sesuai dengan yang

diinginkan. Dipasaran sendiri ada banyak macam LCD display yang

tersedia, baik yang berupa grafik maupun teks. LCD display grafik mampu

menampilkan data dalam bentuk image, sedangkan text akan menampilkan

karakter (anonim2, 2008).

LCD yang akan digunakan ini mempunyai lebar display 2 baris 16

kolom atau biasa disebut sebagai LCD Character 2×16, dengan 16 pin

konektor.

Gambar 2.4 LCD Display

Konfigurasi pin pada LCD dapat dilihat pada table dibawah ini.

Tabel 2.2 Konfigurasi pin LCD No. Pin Nama Fungsi 1 Vss Ground 2 Vdd Positif Supply 3 Vee Contrast 4 RS Register Select 5 RW Read / Write 6 E Enable 7-14 D0-D7 Data Bus

2.5. Software Pemograman dan Software Downloader

Bahasa C merupakan salah satu bahasa yang cukup populer dan

handal untuk pemograman mikrokontoler. Dalam melakukan pemograman

mikrokontroler diperlukan suatu software pemograman, salah satunya

yang mendukung bahasa C adalah Code Vision AVR (CVAVR). CVAVR

Page 20: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xx

hanya dapat digunakan pada mikrokontroler keluarga AVR. CVAVR

selain dapat digunakan sebagai software pemograman juga dapat

digunakan sebagai software downloader. Software downloader akan men-

download-kan file berekstensi “.hex” ke mikrokontroler. (Averroes, 2009)

2.5.1 Men-download program ke mikrokontroler dengan CVAVR

Persiapan pertama sebelum men-download adalah

menghubungkan minimum sistem ATMega835 dengan PC melalui

USB port atau serial port tergantung spesifikasi minimum

sistemnya. Langkah berikutnya adalah membuat listing program

yang akan di-download-kan nantinya dengan CVAVR, seperti

tampak pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Screenshoot CodeVision AVR

Langkah berikutnya setelah pengetikan listing program

selesai adalah proses compile, yaitu proses pengecekan adanya

error pada listing program yang telah dibuat, jika tidak terdapat

error seperti pada Gambar 2.6 listing program dapat disimpan.

Program tersebut akan disimpan dengan ekstensi “.c”, agar dapat

di-download ke mikrokontroler maka ekstensi tersebut harus

diubah dulu ke ekstensi “.hex”, yaitu dengan cara “build” atau

dengan kombinasi tombol “Shift+f9”, maka akan tampak seperti

pada Gambar 2.7.

Page 21: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxi

Gambar 2.6 Screenshoot proses compile

Gambar 2.7 Screenshoot proses build

Langkah selanjutnya, untuk proses pengisian program ke

mikrokontroler ATMega8535 (flash programming) yaitu dengan

cara menekan tombol “program the chip” pada window build tadi.

Prosesnya seperti pada Gambar 2.8.

Gambar 2.8 Screenshoot proses flash programming

2.6. IC LM7805

Page 22: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxii

LM78xx merupakan seri IC untuk regulator tegangan tetap positif.

Regulator adalah rangkaian regulasi atau pengatur tegangan keluaran dari

sebuah catu daya agar efek dari naik atau turunnya tegangan jala-jala tidak

mempengaruhi tegangan catu daya sehingga menjadi stabil. IC LM7805 (

Integrated Circuit LM7805) merupakan regulator untuk mendapatkan

tegangan 5 volt. Komponen ini memiliki 3 pin (kaki). (anonim3, 2010)

Gambar 2.9 Bentuk IC LM7805

BAB III

DESAIN DAN PERANCANGAN

3.1 Sistem Blok

Alat pengukur tinggi badan ini perangkat keras sebagai berikut:

mikrokontroler ATMega8535, 1 buah sensor ultrasonik DT-SENSE

USIRR dan 1 buah LCD 16x2 sebagai penampil hasil pengukuran.

Blok diagram pengukur tinggi badan otomatis ditunjukan pada Gambar

3.1.

SENSOR DT-

SENSE USIRR

MIKROKONTROL

ER AT MEGA 8535

LCD

Page 23: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxiii

Gambar 3.1 Diagram blok pengukur tinggi badan

Dari Gambar 3.1 di atas, rancang bangun alat pengukur tinggi

badan otomatis terdiri atas tiga bagian yaitu piranti masukan,

mikrokontroler dan piranti keluaran. Pada piranti masukan terdapat sensor

yang merupakan sumber perintah bagi mikrokontroler tersebut. Adapun

jenis sensor yang dipakai yaitu sensor ultrasonik DT-SENSE USIRR.

Sedangkan pada piranti keluaran adalah LCD 16x2 untuk menampilkan

hasil pengukuran tinggi badan.

3.2 Perancangan Sistem Mekanik

Alat pengukur tinggi badan otomatis ini memiliki dimensi tinggi

200 cm dan lebar untuk menaruh sensor ultrasonic yaitu 50 cm. Tiang ini

menggunakan bahan alumunium. Desain tiang pengukur tinggi badan

otomatis ditunjukkan pada Gambar 3.2

= minimum system ATMega8535

Gambar 3.2 Desain tiang pengukur tinggi badan otomatis

Page 24: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxiv

3.3 Rangkaian Keseluruhan Sistem

Rangkaian keseluruhan dari alat pengukur tinggi badan otomatis

dapat dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu bagian minimum sistem

mikrokontroler, bagian input dan bagian output. Bagian minimum sistem

mikrokontroler merupakan bagian dimana input dari sensor ultrasonik

akan diproses sesuai program yang digunakan kemudian diteruskan ke

bagian output. Bagian input terdiri dari sebuah sensor ultrasonik jenis DT-

SENSE USIRR yang digunakan sebagai pengambil data tinggi badan

orang. Sedangkan bagian outputnya berupa LCD 16x2 untuk mengetahui

hasil dari pengukuran tinggi badan. Rangkaian skematik alat pengukur

tinggi badan otomatis ditunjukkan pada Gambar 3.3.

Gambar 3.3 Rangkaian skematik pengukur tinggi badan otomatis

3.4 Rangkaian Minimum ATMega8535

Page 25: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxv

Rangkaian mikrokontroller berfungsi sebagai pemroses data input

dan menghasilkan output. Pada alat pengukur tinggi badan ini input data

diperoleh dari sensor DT-SENSE USIRR sedangkan outputnya adalah

tampilan pada LCD.

Didalam minimum system mikrokontroller ini terdapat tiga port

yang digunakan sebagai input dan output data. Pada alat pengukur tinggi

badan otomatis ini hanya menggunakan dua buah port saja. Port B dipakai

sebagai input dari sensor DT-SENSE USIRR dan port A sebagai output ke

LCD. Rangkaian minimum system dapat dilihat pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4 Rangkaian minimum system AT Mega 8535

3.5 Rangkaian Sensor

Pada alat pengukur tinggi badan otomatis ini menggunakan sensor

ultrasonic. Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan

prinsip kerja pantulan gelombang suara, dimana sensor menghasilkan

gelombang suara yang kemudian menangkap kembali dengan perbedaan

Page 26: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxvi

waktu sebagai dasar pengindra. Perbedaan waktu antara gelombang suara

yang dipancarkan dan diterima kembali adalah berbanding lurus dengan

jarak objek yang memantulkannya.

Sensor ultrasonik dipasang di bagian atas tiang karena sensor ini

digunakan untuk mendeteksi tinggi seseorang. Sensor ini memiliki tiga pin

yaitu Vout, Vcc dan Ground. Pada alat pengukur tinggi badan otomatis ini

Vout dihubungkan dengan port B.0 dari mikrokontroler.

Sensor ultrasonik ini memiliki kontak jarak 2 cm sampai dengan 3

meter. Ilustrasi dari prinsip kerja sensor jarak ultrasonik DT-SENSE

USIRR ditunjukkan pada Gambar 3.5.

Gambar 3.5 Range Sensor USIRR

Page 27: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxvii

Gambar 3.6 Rangkaian sensor DT-SENSE USIRR

3.6 Rangkaian LCD (Liquid Crystal Display)

Rangakaian LCD memakai LCD 16x2 dengan modus 8 bit. LCD

digunakan sebagai penampil hasil pengukuran tinggi badan. Port yang

digunakan untuk mengirim data ke LCD adalah port A. Untuk lebih jelas

mengenai rangkaian LCD dapat dilihat pada Gambar 3.7.

Page 28: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxviii

Gambar 3.7 Rangkaian LCD

3.7 Rangkaian Catu Daya

Catu daya yang digunakan adalah adaptor 1,2 ampere yang

berfungsi menurunkan tegangan 220 Volt dari PLN menjadi beberapa

tegangan pilihan, yaitu 1.5V, 3V, 4.5V, 6V, 7.5V, 9V dan 12V. Karena

ATMega8535 membutuhkan tegangan 5 V, maka adaptor di set pada 6 V.

3.8 Perancangan Software

Perancangan software merupakan proses perancangan pembuatan

program yang nantinya akan dijalankan oleh mikrokontroler. Program

tersebut akan selalu berjalan jika mikrokontroler dinyalakan. Program ini

disimpan pada EEPROM yang ada didalam mikrokontroler, sehingga

hanya perlu sekali men-download-kan program ke mikrokontroler. Karena

Page 29: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxix

walaupun sumber tegangan dimatikan program masih tersimpan pada

EEPROM.

Membuat program memerlukan lebih dari sekedar menulis

serangkaian instruksi. Pada saat menulis program, sebaiknya dimulai

dengan membuat rencana program secara terperinci atau garis besarnya.

Dalam merancang sebuah program penulis terlebih dahulu membuat

flowchart

Seperti diketahui dalam menyusun program kita harus

memperhatikan benar-benar agar program tersebut mempunyai aturan

logika yang benar. Jika logika yang ada pada suatu program tidak benar,

tentu akan menyebabkan adanya kesalahan dari hasil keluaran program

tersebut. Untuk membantu melacak kebenaran logika sebuah program,

yang juga sangat membantu anda untuk memahami sebuah persoalan

sebelum anda mulai menuliskan kode-kode programnya, sering kali kita

memerlukan alat Bantu yang disebut flowchart. Flowchart alat pengukur

tinggi badan otomatis di tunjukkan pada Gambar 3.8.

Page 30: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxx

Gambar 3.8 Flowchart pengukur tinggi badan otomatis

BAB IV

IMPLEMENTASI DAN ANALISA

Page 31: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxi

Pada bab ini akan dibahas mengenai langkah-langkah pengujian terhadap

alat pengukur tinggi badan otomatis. Pengujian dilakukan untuk mengetahui

apakah alat pengukur tinggi badan otomatis yang dibuat sesuai dengan

perencanaan dan perancangan sistem. Pengujian alat ini meliputi.

a. Pengujian LCD

b. Pengujian sensor ST-SENSE USIRR

c. Pengujian minimum system AT Mega8535

d. Pengujian rangkaian secara keseluruhan

4.1 Pengujian LCD

Bagian ini hanya terdiri dari sebuah LCD 16x2 yang berfungsi sebagai

tampilan hasil pengukuran tinggi badan. LCD dihubungkan ke Port A pada

mikrokontroler yang berfungsi mengirimkan data hasil pengolahan untuk

ditampilkan dalam bentuk alfabet dan numerik pada LCD.

Pin-pin pada LCD yang dihubungkan antara lain pin VSS

dihubungkan dengan ground pada catu daya dan VDD dihubungkan dengan

kutub positif +5v pada catu daya. Untuk mengatur tingkat kecerahan atau

kontras dari LCD dilakukan dengan cara menghubungkan pin VEE dengan

trimpot. Sedangkan ntuk mengirimkan data, pin yang dipakai hanya D4, D5,

D6 dan D7.

Pada pengujian LCD ini, hanya menampilkan sebuah kata atau

kalimat. Langkah-langkah dalam melakukan pengujian ini adalah

1. Hubungkan downloader AT Mega8535 dengan LCD.

2. Downloadkan program berikut.

#include <mega8535.h> #asm .equ __lcd_port=0x1B ;PORTA #endasm #include <lcd.h> void main(void) {

Page 32: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxii

lcd_init(16); lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("Test LCD OK!"); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf("fahmi-M3307010"); while (1) { // Place your code here }; }

3. Jalankan program.

Gambar 4.1 Hasil pengujian LCD

4.2 Pengujian minimum system AT Mega8535

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah semua port dari

mikrokontroler dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan program yang

nantinya akan diberikan. Cara untuk melakukan pengujiannya adalah

dengan memberikan source code program berikut pada mikrokontroler.

#include <mega8535.h>

#include <delay.h>

void main(void)

{

DDRA= 0xFF;

PORTA= 0xFF;

Page 33: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxiii

DDRB= 0xFF;

PORTB= 0xFF;

DDRC= 0xFF;

PORTC= 0xFF;

DDRD= 0xFF;

PORTD= 0xFF;

while (1)

{

PORTA=0;

PORTB=0;

PORTC=0;

PORTD=0;

delay_ms(500);

PORTA=1;

PORTB=1;

PORTC=1;

PORTD=1;

delay_ms(500);

};

}

Apabila program diatas dijalankan maka LED yang terletak di Port A,

Port B, Port C dan Port D akan berkedip secara terus menerus. Apabila

logika port bernilai “0” maka LED akan menyala, setelah delay sebesar 500

ms atau 0.5 detik, port mikrokontroler akan diberi logika bernilai “1” yang

akan menyebabkab LED pada port padam.

4.3 Pengujian Sensor DT-SENSE USIRR

Pengujian sensor ultrasonik bertujuan untuk mengetahui jarak

minimum dan maksimum yang dapat diukur oleh sensor ultrasonik DT-

SENSE USIRR serta membandingkan jarak sebenarnya dengan jarak hasil

pengukuran menggunakan sensor. Untuk menguji sensor ultrasonik jenis

DT-SENSE USIRR dapat menggunakan rangkaian seperti pada gambar 4.2.

Page 34: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxiv

Gambar 4.2 Rangkaian penguji sensor

Pengujian sensor ultrasonik jenis DT-SENSE USIRR ini dilakukan

dengan cara menghubungkan sensor dengan downloader AT Mega8535

pada port B.0 kemudian sebagai outputnya dihubungkan dengan LCD pada

port A. Download-kan source code program yang telah dibuat ke

mikrokontroler. Jika program yang di-download bisa berjalan dengan baik,

maka sensor tersebut dapat digunakan untuk mengukur jarak. Selanjutnya

adalah melakukan ujicoba pegukuran jarak sensor DT-SENSE USIRR

dengan cara menempatkan sensor ultrasonik di depan penghalang dan

memvariasi jarak pengukuran. Hasil yang didapat dari pengukuran jarak

terdapat pada tabel 4.1.

Page 35: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxv

Tabel 4.1 Hasil pengukuran jarak dengan sensor

Jarak penghalang

(cm)

Jarak yang tampil pada LCD

(cm)

0 3

1 3

2 3

3 3

5 5

10 11

15 16

20 20

25 25

30 31

35 36

40 42

50 51

100 105

200 210

300 340

350 290

Dari pengujian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa sensor

ultrasonik DT-SENSE USIRR mampu mengukur jarak mulai dari 0 cm

sampai dengan 300 cm. Pada pengukuran jarak 350 cm didapatkan hasil

yang tidak sesuai atau menyimpang jauh dengan jarak sebenarnya, hal ini

disebabkan karena kemampuan sensor ultrasonik jenis DT-SENSE USIRR

ini hanya mampu mengukur jarak maksimum 300 cm atau 3 meter. Angka

yang ditampilkan pada LCD terdapat selisih dengan jarak sebenarnya, hal

ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat mengurangi keakuratan

pengukuran jarak dengan menggunakan sensor ultrasonik diantaranya

Page 36: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxvi

adalah karakteristik penghalang atau objek yang dapat memantulkan sinyal

kembali ke sensor ultrasonik. Secara teori, sensor ultrasonik ini dapat

bekerja dengan baik sesuai dengan spesifikasi dari sensor ultrasonik yaitu

dapat mengukur jarak mulai dari jarak minimum 3cm sampai dengan jarak

maksimum 3m.

Gambar 4.3 Hasil pengujian sensor

4.4 Pengujian Rangkaian secara Keseluruhan

Pada alat pengukur tinggi badan otomatis ini mikrokontroler AT

Mega8535 merupakan otak semua proses hardware dan software.

Mikrokontroler akan memproses semua data yang masuk kedalam sebuah

program yang telah dibuat.

Untuk mengetahui tinggi badan seseorang, mikrokontroler AT

Mega8535 akan memproses input dari sensor DT-SENSE USIRR melalui

port B. Dalam proses menghitung tinggi badan, hasil dapat diperoleh dari

tinggi sensor (200cm) dikurangi jarak pengukuran sensor ke bagian kepala.

Kemudian hasil yang diperoleh ditampilkan pada display LCD.

Page 37: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxvii

Sebelum melakukan pengujian, dilakukan pengecekan masing-

masing rangkaian penyusun dan pengisian program ke IC mikrokontroler

ATMega8535. Adapun langkah-langkah pengujiannya adalah

1. Menghubungkan kabel dari rangkaian ke catu daya.

2. Mengatur jarak penghalang yang digunakan untuk pengukuran.

3. Mencatat hasil pengukuran untuk kemudian dianalisa.

Pengujian rangkaian secara keseluruhan dapat dilakukan dengan cara

menghubungkan sensor DT-SENSE USIRR dengan mikrokontroler pada

port B. Sedangkan untuk hasil outputnya di tampilkan pada LCD yang

terhubung pada mikrokontroler ATMega8535 pada port A. Kemudian

download Listing program yang dipakai untuk pengujian. Listing program

secara keseluruhan terdapat pada lampiran 1.

Pengujian alat dilakukan dengan mengatur jarak penghalang yang

ada di depan sensor. Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.2

Tabel 4.2 Hasil pengujian alat

Jarak penghalang

(cm)

Tampilan pada LCD

(cm)

5 195

10 190

15 185

20 180

25 176

30 169

40 159

Page 38: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxviii

50 150

60 138

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan teori dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab-

bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Mikrokontroler ATMega8535 dapat digunakan sebagai pengendali

alat pengukur tinggi badan otomatis dengan baik

2. Dalam pemasangan alat dan mekanis membutuhkan tingkat

ketelitian yang tinggi supaya alat ukur tinggi badan otomatis dapat

beroperasi dengan baik.

3. Alat pengukur tinggi badan ini memiliki skala terkecil dalam

centimeter.

4. Alat pengukur tinggi badan ini dapat mengukur secara akurat pada

range 100cm – 198cm

5. Keluaran dari alat pengukur tinggi badan otomatis ini adalah

sebuah teks pada LCD 16x2.

5.2 Saran

Sebagai acuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dari

laporan yang dibuat dalam tugas akhir ini, penulis memberikan saran

kepada pembaca sebagai berikut:

1. Dengan melihat manfaat dari alat ini, penulis mengharapkan

semoga pembaca mampu mengembangkan alat ini dengan baik

lagi.

Page 39: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xxxix

2. Untuk kedepannya, pengukuran tinggi badan dengan menggunakan

alat ini dapat lebih akurat lagi tanpa harus dipengaruhi oleh factor

luar seperti penyetingan tiang supaya tinggi sensor dengan lantai

akurat (200 cm).

Page 40: RANCANG BANGUN PENGUKUR TINGGI BADAN OTOMATIS …/Rancang... · dibahas adalah bagaimana membuat rancang bangun alat pengukur tinggi badan otomatis. 1.3 Batasan Masalah

xl

DAFTAR PUSTAKA

Averoes, Fitra Luthfie. 2009. Rancang Bangun Robot Pemadam Api Berbasis Mikrokontroler ATMega8535. Tugas akhir Diploma III Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret: Surakarta.

Heryanto, M Ari. Adi, Wisnu. 2008. Pemograman Bahasa C untuk Mikrokontroler ATMEGA853. Yogyakarta : Andi.

Wardhana, Lingga. 2006. Belajar Sendiri Mikrokontroler AVR Seri ATMega8535. Yogyakarta : Andi.

Anonim1, 2007. Datasheet sensor DT-SENSE USIRR. Surabaya. Anonim2, 2008. Lcddisplay. www.polong.wordpress.com/lcddisplay. Anonim3, 2010. LM7805. http://en.wikipedia.org/wiki/LM7805.