Top Banner

Click here to load reader

Project Buku Saku

Jul 11, 2016

ReportDownload

Documents

buku saku sistem pencernaan

BAB IMENGENAL SISTEM PENCERNAAN

A. Defenisi

Sistempencernaanberhubungandenganpenerimaan makanandanmempersiapkannyauntukdiasimilasitubuh. Saluranpencernaanterdiriatasbagian-bagianberikut:mulut, faring(tekak),esofagus(kerongkongan), ventrikulus (lambung), usus halus dan usus besar (Pearce, 2010: 212).Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesorius, seperti gigi, lidah, kelenjer saliva, hati, kandung empedu, dan pankreas. Saluran pencernaan yang terletak di bawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal (GI) (Sloane, 2003: 281).B. Fungsi Sistem Pencernaan

Fungsi utama sistem ini adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari nutrien yang dicerna sehingga siap diabsorbsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses-prose berikut (Sloane, 2003: 281):

1. Ingesti adalah masuknya makanan makanan ke dalam mulut.

2. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi.Makanankemudianbercampurdengansalivasebelumditelan (menelan).3. Peristaltis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakkan makanan tertelan melalui saluran pencernaan.

4. Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil sehingga absorbsi dapat berlangsung.

5. Absorbsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh.6. Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri, dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.

C. Gambaran Garis Besar Saluran Pencernaan

Struktur umum disepanjang dinding saluran GI hampir sama, walaupun terdapat modifikasi sesuai fungsinya.

1. Dinding saluran tersusun dari dari 4 lapisan jaringan dasar dari lumen (rongga senral) ke arah luar. Komponen lapisan pada setiap regia bervariasi sesuai fungsi regia.

a. Mukosa (membran mukosa) terdiri dari 3 lapisan:

(1) Epitelium yang melapisi berfungsi untuk perlindungan, sekresi, dan absorbsi. Di bagian ujung oral dan anal saluran, lapisannya tersususun dari epitelium skuamosa bertingkat tidak terkeranisasi untuk perlindungan. Lapisan ini terdiri dari epitelium kolumnar simpel dengan sel goblet di area tersebut yang dikhususkan untuk sekresi dan absorbsi.(2) Lamina propia adalah jaringan ikat areolar yangmenopangepitelium.Lamina mengandungpembuluhdarah,limfatik, nodulus limfe, dan beberapa jenis kelenjer.

(3) Muskularis mukosa terdiri dari lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan otot polos longitudinal luar.

b. Submukosa terdiri dari jaringan ikat areolar yang mengandung pembuluh darah, pembuluh limfatik, beberapa kelenjer submukosal dan pleksus serabut syaraf, serta sel-sel ganglion yang disebut pleksus meissner (pleksus submukosal). Submukosa mengikat mukosa ke muskularis eksterna.

c. Muskularis eksterna terdiri dari dua lapisan otot, satu lapisan sirkular dalam dan satu lapisan longitudinal luar. Kontraksi lapisan sirkular mengontraksi lumen saluran dan kontraksi lapisan longitudinal memperpendek dan memperlebar lumen saluran. Kontraksi ini mengakibatkan gelombang peristaltis yang menggerakkan isi saluran ke arah depan.

(1) Muskularis eksterna terdiri dari otot rangka di mulut, faring, dan esofagus atas, serta otot polos pada saluran selanjutnya.(2) Pleksus auerbach (pleksus mienterik) yang terdiri dari serabut saraf dan sel ganglion parasimpatis, terletak diantara lapisan otot sirkular dalam dan longitudinal luar.

d. Serosa adventisia, lapisan kekempat dan paling luar juga disebut peritoneum viseral. Lapisan ini terdiri dari membran serosa jaringan ikat renggang yang dilapisi epitelium skuamosa simpel. Di bawah area diafragma dan dalam lokasi tempat epitelium skuamosa menghilang dan jaringan ikat bersatu dengan jaringan ikat disekitarnya area tersebut disebut sebagai adventisia.

2. Peritoneum, mesenterium, dan omentum abdominopelvis adalah membran serosa terlebar dalam tubuh.

a. Peritoneum parietal melapisi rongga abdominopelvis.b. Peritoneumviseralmembungkusorgandanterhubungkanke peritoneum parietal oleh berbagai lipatan.

c. Rongga peritoneal adalah ruang potensial antara viseral dan peritoneum parietal.

d. Mesenterium dan omentum adalah lipatan jaringan peritoneal berlapis ganda yang merefleks balik dari peritoneum ciseral. Lipatan ini berfungsi untuk mengikat organ-organ abdominal satu sama lain dan melabuhkannya ke dinding abdominal belakang. Pembuluh darah, limfatik, dan saraf terletak dalam lipatan peritoneal.

(1) Omentum besar adalah lipatan ganda berukuran besar yang melekat pada duodenum, lambung, dan usus besar. Lipatan ini tergantung seperti celemek di atas usus.(2) Omentum kecil menopang lambung dan duodenum sehingga terpisah dari hati.

(3) Mesokolon melekatkan kolon ke dinding abdominal belakang.

(4) Ligamen falsiformis melekatkan hati ke dinding abdominal depan dan diafragma.

e. Organ yang tidak terbungkus peritoneum, tetapi hanya tertutup olehnya disebut retroperitoneal (di belakang peritoneum). Yang termasuk retroperitoneal antara lain: pankreas, duodenum, ginjal, rektum, kandung kemih, dan beberapa organ reproduksi perempuan.

D. Kendali Saraf pada Saluran Pnecernaan

SSP menginervasi keseluruhan saluran pencernaan, keculai ujung atas dan ujung bawah yang dikendalikan secara volunter.

1. Impuls parasimpatis yang dihantarkan dalam saraf vagus (CN X), mengeluarkan efek stimulasi konstan pada tonus otot polos yang bertanggung jawab untuk peningkatan keseluruhan aktivitas. Efek ini meliputi motilitas dan sekresi cairan pencernaan.2. Impuls simpatis yang dibawa medulla spinalis dalam saraf splanknik, menghambat kontraksi otot polos saluran, mengurangi motalitas dan menghambat sekresi cairan pencernaan.

3. Pleksus meissner dan aurbach merupakan sisi sinaps untuk serabut pragangglionik parasimpatis. Pleksus ini juga berfungsi untuk pengaturan kontraktil lokal dan aktivitas sekretori saluran.

BAB II

ANATOMI SISTEM PENCERNAAN

A. Mulut (Oral)

Mulut adalah rongga lonjong pada permulaan saluran pencernaan. Terdiri atas dua bagian. Bagian luar yang sempit, atau vestibula, yaitu ruang diantara gusi serta gigi dengan bibir dan pipi, dan bagian dalam, yaitu rongga mulut yang dibatasi di sisi-sisinya oleh tulang maksilaris dan semua gigi, dan di sebelah belakang bersambung dengan awal faring. Atap mulut dibentuk oleh pallatum, lidah terletak dilantainya dan terikat pada tulang hioid. Di garis tengah sebuah lipatan membran mukosa (frenulum linguas) menyambung lidah dengan lantai mulut. Di kedua sisi terletak papila sublingualis, yang memuat lubang kelenjer ludah submandibularis. Sedikit eksternal dari papila ini terletak lipatan sublingualis, tempat lubang-lubang halus kelenjer ludah sublingualis bermuara (Pearce, 2010: 214).Didalammulutterdapatalat-alat pencernaanseperti(Syuaib,2015: 94):1. Gigi (Dentes)

Gigi merupakan alat pencernaan yang tersusun atas jaringan tulang yang sangat kuat dan tertanam pada gusi (ginggiva) dari tulang rahang atas dan bawah. Mulut dengan adanya gigi berfungsi untuk mengunyah makanan secara mekanis sehingga menjadi butiran-butiran makanan yang lebih kecil, sehingga memudahkan bekerjanya enzimpencernaan.Berdasarkan bentuk dan fungsinya gigi dapat dibedakan menjadi:

a. Gigi seri atau incisivi (I) yang memiliki fungsi untuk menggigit dan memotong.

b. Gigi taring atau caninus (C) yang memiliki fungsi untuk menyobek.

c. Gigi geraham dapat dibedakan menjadi gigi geraham kecil atau premolar (P) dan gigi geraham besar atau molar (M) yang memiliki fungsi mengunyah dan melumatkan makanan.2. Lidah

Lidah (lingua) tersusun atas kumpulan serabut otot lurik, yang diselaputi oleh selaput lendir dengan struktur berbeda-beda tergantung tempatnya. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan-tonjolan kecil yang disebut papila lidah. Beberapa bentuk papila lidah yaitu:

a. Filiformis merupakan penonjolan berbentuk seperti konus, sangat banyak dan terdapat pada seluruh permukaan lidah. Pada epitel papila jenis ini tidak mengandung puting kecap (perasa).b. Fungiformis merupakan penonjolan dengan tangkai kecil dan permukaan yang melebar berbentuk seperti jamur. Papila ini mengandung indera perasa peda permukaan samping atas dan terdapat si sela-sela antara papila filiformis.

c. Foliatum merupakan penonjolan yang sangat padat sepanjang pinggir samping belakang lidah. Papila ini mengandung puting perasa.

d. Sirkum valatum merupakan papila yang sangat besar dengan permukaan menutupi papila lainnya. Pada bagian belakang lidah. Banyak kelenjer serosa (von ebner) dan mukosa yang mengalirnya sekresinya ke dalam cekungan yang mengelilingi pipilla ini. Puting kecap banyak disisi papila ini.

3. Palatum

Langit-langit (palatum) terletak pada dinding atas (atap) rongga mulut. Langit-langit dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu langit-langit keras (palatum durum) yang membatasi rongga mulut dengan rongga hidung, dan langit-langit lunak (palatum mole) yang membatasi rongga mulut dengan faring.4. Kelenjer ludah

Pada rongga mulut terdapat muara dari kelenjer-kelenjer ludah (glandula saliva) yang terdapat di sekitar mulut. Kelenjer ludah berdasarkan letak dan ukurannya dapat dibedakan menjadi 3 pasang, yaitu dari ukuran yang terbesar ke yang terkecil adalah:

a. Kelenjer parotid yang terletak di depan telingandan muaranya pada sebelah atas gusi.

b. Kelenjer mandibularis (submaksilaris) yang terletak di dekat mandibula (rahang bawah)dan muaranya di bawah lidah.

c. Kelenjer sublingualis yang terletak di dasar mulut dan muaranya di bawah lidah.

Kelenjer lud

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.