Top Banner
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT TOURISM DI CISAMENG DI BANDUNG BARAT Alwan Gunawan Program studi arsitektur,fakultas teknik, universitas pelitabangsa Email : [email protected] Abstrak ALWAN GUNAWAN. 321510085. PERANCANGAN DAN PERENCANAN KAWASAN WISATA ARUNG JERAM DI KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN BASIS SPORT TOURISM. Provinsi Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak wisata alam seperti laut,sungai dan hutan, namun ada beberapa wilayah di jawabarat yang memiliki potensi wisata alam tetapi belum di kelola dengan baik. Salah satunya daerah Cisameng di Kabupaten Bandung Barat. disana sudah terdapat wisata alam arung jeram tetapi tidak terkelola dengan baik seperti sarana dan prasarana yang mendukung. Oleh karena itu penulis ingin melakukan perancangan dan perencanaan kawasan wisata tersebut dengan basis sport tourism. Konsep yang di buat adalah wisata sport tourism dengan berbagai wahana wisata olah raga seperti arung jeram,paintball ,flyingfox dan sarana lainnya, sehingga kawasan wisata Cisameng ini memiliki unity design yang memiliki sifat sustainable, Penulis merancang swisata olah raga wahana arung jeram yang memiliki jarak tempuh 6 Km. Paintball yang di buat dengan design menyerupai tapak layang. Flyingfox yang memiliki tinggi bertahap dan safety yang di utamakan sehingga pengunjung bisa mersaakan aman dan nyaman. Dengan perencanaan yang dibuat penulis kawasan wisata Cisameng lebih terkelola dengan baik sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung untuk berwisata olahraga ke Cisameng, sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Kata kunci : Bandung Barat, Desa Cisameng, Sport Tourism, Arung Jeram, Sungai Citarung
16

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Oct 16, 2021

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN

WISATA SPORT TOURISM DI CISAMENG DI

BANDUNG BARAT

Alwan Gunawan

Program studi arsitektur,fakultas teknik, universitas pelitabangsa

Email : [email protected]

Abstrak

ALWAN GUNAWAN. 321510085. PERANCANGAN DAN PERENCANAN KAWASAN

WISATA ARUNG JERAM DI KABUPATEN BANDUNG BARAT DENGAN BASIS

SPORT TOURISM. Provinsi Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang memiliki

banyak wisata alam seperti laut,sungai dan hutan, namun ada beberapa wilayah

di jawabarat yang memiliki potensi wisata alam tetapi belum di kelola dengan

baik. Salah satunya daerah Cisameng di Kabupaten Bandung Barat. disana sudah

terdapat wisata alam arung jeram tetapi tidak terkelola dengan baik seperti

sarana dan prasarana yang mendukung. Oleh karena itu penulis ingin melakukan

perancangan dan perencanaan kawasan wisata tersebut dengan basis sport

tourism. Konsep yang di buat adalah wisata sport tourism dengan berbagai

wahana wisata olah raga seperti arung jeram,paintball ,flyingfox dan sarana

lainnya, sehingga kawasan wisata Cisameng ini memiliki unity design yang

memiliki sifat sustainable, Penulis merancang swisata olah raga wahana arung

jeram yang memiliki jarak tempuh 6 Km. Paintball yang di buat dengan design

menyerupai tapak layang. Flyingfox yang memiliki tinggi bertahap dan safety

yang di utamakan sehingga pengunjung bisa mersaakan aman dan nyaman.

Dengan perencanaan yang dibuat penulis kawasan wisata Cisameng lebih

terkelola dengan baik sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung

untuk berwisata olahraga ke Cisameng, sehingga berdampak terhadap

perekonomian masyarakat setempat.

Kata kunci : Bandung Barat, Desa Cisameng, Sport Tourism, Arung Jeram, Sungai

Citarung

Page 2: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Abstrak

ALWAN GUNAWAN. 321510085. DESIGN AND PLANNING OF A RATING TOURISM

AREA IN WEST BANDUNG REGENCY WITH SPORT TOURISM BASIS. West Java

Province is one of the provinces that has a lot of natural tourism such as sea,

river and forest, but there are some areas in West Java that have natural tourism

potential but have not been managed properly. One of them is the Cisameng

area in West Bandung Regency. there are already natural rafting tours but they

are not managed properly such as supporting facilities and infrastructure.

Therefore, the author wants to do the design and planning of the tourist area on

the basis of sport tourism. The concept created is sport tourism tourism with

various sports tourism vehicles such as rafting, paintball, flyingfox and other

facilities, so that the Cisameng tourist area has a unity design that has a

sustainable nature. 6 km. Paintball made with a design resembling a kite tread.

Flyingfox which has a gradual height and safety is prioritized so that visitors can

feel safe and comfortable. With the planning made by the author, the Cisameng

tourist area is more well managed so that it can attract tourists to visit for sports

tours to Cisameng, so that it has an impact on the economy of the local

community.

Keywords : West Bandung, Cisameng Village, Sport Tourism, Rafting, Citarung

River

Page 3: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

1.1 Latar Belakang

Pariwisata saat ini merupakan

bentuk nyata dari perjalanan sebuah

bisnis global yang sangat menjanjikan

karena diperkirakan akan menjadi

sektor yang mampu mendorong

pertumbuhan ekonomi. Pariwisata

merupakan salah satu sektor yang

menjadi sumber devisa negara.

Pariwisata dapat diharapkan menjadi

penentu dan katalisator untuk

mengembangkan pembangunan sektor

lainnya secara bertahap (Yoeti, 2013).

Salah satu daerah di Provinsi

Jawa Barat yang memiliki banyak

alternatif wisata alam adalah

Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sejumlah wisata alam KBB

menyajikan pemandangan indah mulai

dari wisata gunung berapi,

hamparanhutan pinus, geopark (taman

bumi), hingga air terjun, dimana semua

tempatnya sangat bagus untuk

berswafoto (Haryanto, 2019). KBB

telah menjadi salah satu destinasi

favorit wisatawan ketika mengunjungi

kawasan Bandung Raya, memiliki

sederet wisata alam terbuka, mulai dari

kebun teh hingga perbukitan banyak

spot yang dapat dimanfaatkan

wisatawan untuk bersantai.

Data Disparbud KBB mencatat

jumlah kunjungan wisatawan dalam

lima tahun terakhir (2015-2019) selalu

meningkat dengan rata-rata

peningkatan sebesar 21,86% per tahun.

Pada tahun 2018 terjadi peningkatan

kunjungan wisatawan secara

signifikan, yaitu sekitar 53,74% dari

tahun sebelumnya (2017) yang hanya

mencapai angka 3.803.892 kunjungan

menjadi sebanyak 5.847.930

kunjungan. Data statistik kunjungan

wisatawan dapat dilihata pada Grafik

Grafik 1. 1 Data kunjungan wisatawan

di KBB tahun 2015-2019

Sumber: Disparbud KBB (2020)

Dilihat dari faktor acesibility,

lokasi Kampung Cisameng tidak jauh

dengan kawasan pariwisata lainnya di

Bandung Raya. Jika dari Waduk

Saguling hanya ± 20 menit wisatawan

bisa langsung mengakses ke tempat

3,26 3,56 3,80

5,85 6,88

0,00

5,00

10,00

2015 2016 2017 2018 2019

Kunjungan Wisatawan (Juta)

Page 4: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

wisata lain yang sudah terkenal, dan

bahkan menjadi ikon destinasi wisata

Jawa Barat seperti Gunung Masigit,

Stone Garden, Kahuripan, dan Gunung

Hawu. Aksesibilitas menuju Waduk

Saguling relatif mudah, jalannya

beraspal dapat dilalui berbagai macam

kendaraan transportasi darat.

Perjalanan dari Kota Bandung hanya

membutuhkan waktu ± 1,5 jam, dan

bagi wisatawan yang naik mobil bisa

masuk tol dan keluar di gerbang tol

Padalarang. Aksesibilitas dari Waduk

Saguling menuju Kampung Cisameng

memiliki waktu tempuh ± 30 menit

dengan kondisi jalan yang belum

memadai (sempit dan rusak atau

berlubang).

Pengembangan Kampung

Cisameng sebagai destinasi wisata

arung jeram Cisameng perlu penataan

yang terencana dengan baik agar tidak

merusak kondisi alam dan juga

memberi kontribusi pada peningkatan

perekonomian masyarakat. Jika dilihat

sebagai sebuah sistem, pengembangan

kawasan pariwisata Cisameng harus

dirancang dan direncanakan secara

menyeluruh dan komprehensif serta

terintegrasi dengan melibatkan

berbagai sektor dan aspek. Hal ini

perlu dilakukan agar dalam

pengembangan kawasan pariwisata

yang mengeksploitasi keindahan alam

harus tetap menjaga kelestarian alam,

ramah lingkungan dan berpihak

kepada komunitas (masyarakat) lokal.

Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk

mengkaji permasalahan

pengembangan kawasan pariwisata

dalam sebuah karya ilmiah dengan

judul “Perencanaan dan Perancangan

Kawasan wisata Cisameng dengan

Penerapan Basis sport tourism”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang, peneliti

mengidentifikasi masalah penelitian

sebagai berikut:

1. Potensi wisata alam Waduk Saguling

belum dikembangkan secara

maksimal.

2. Potensi wisata arung jeram Cisameng

belum dikembangkan secara maksimal

yang akan menjadi salah satu wahana

sport tourism.

3. Aksebilitas jalan menuju Kampung

Cisameng sempit dan rusak

(berlubang).

Page 5: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

4. Warung milik warga yang

bermunculan di Kampung Cisameng

belum tertata secara rapi layaknya

sebuah kios pariwisata.

5. Fasilitas pariwisata di Kampung

Cisameng seperti tempat parkir, toilet

serta fasilitas kios dan kuliner belum

tersedia secara memadai.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah,

peneliti merumuskan masalah penelitian

sebagai berikut:

1. Bagaimana menganalisa kebutuhan

sarana dan prasarana untuk menunjang

kegiatan pariwisata di Kampung

Cisameng?

2. Bagaimana merancang kawasan

pariwisata Cisameng agar menarik

minat para wisatawan dengan tetap

menjaga kelestarian alam?

1.4 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang,

peneliti membatasi permasalahan

penelitian pada perencanaan dan

perancangan kawasan wisata Cisameng

yang mencakup perencanaan dan

perancangan:

1. Akses jalan (acesibility) menuju

kawasan pariwisata Cisameng.

2. Fasilitas pariwisata (amenitas)

kawasan pariwisata Cisameng.

3. Pertunjukan wisata (actraction) di

kawasan pariwisata Cisameng.

1.5 Tujuan dan Manfaat

1.5.1 Tujuan

Tujuan perencanaan dan

perancangan kawasan pariwisata

Cisameng adalah membuat sebuah

kawasan pariwisata alam yang dapat

dinikmati semua kalangan masyarakat,

menjaga kelestarian alam dengan kegiatan

wisata, dan meningkatkan perekonomian

melalui pemberdayaan masyarakat sekitar

dengan menganalisa kebutuhan sarana

dan prasarana penunjang kegiatan

pariwisata. Tujuan secara spesifik dari

perencanaan dan perancangan kawasan

pariwisata Cisameng dengan basis sport

tourism adalah:

1. Merencanakan dan merancang tapak

kawasan pariwisata.

2. Merencanakan dan merancang fisik

bangunan kawasan pariwisata.

3. Merencanakan dan merancang sarana

dan prasarana kawasan pariwisata.

4. Merencanakan dan merancang utilitas

kawasan pariwisata.

Page 6: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

5. Mengedepankan wahana yang berbasis

sport tourism

1.5.2 Manfaat

Manfaat penelitian ini sebagai

berikut:

1. Bagi peneliti, penelitian ini menambah

wawasan dan pengetahuan dalam

perencanaan dan perancangan kawasan

pariwisata.

2. Bagi institusi Universitas Pelita

Bangsa, penelitian ini memberi

kontribusi pada pengembangan

khasanah ilmu pengetahuan yang dapat

memperkuat telaah atau kajian lebih

komprehensif tentang perencanaan

kawasan pariwisata, menjadi sumber

informasi dan tambahan referensi bagi

almamater serta memberikan referensi

bagi mahasiswa lainnya.

3. Bagi Pemerintah KBB, penelitian ini

sebagai bahan pertimbangan dan

masukan dalam upaya

mengembangkan potensi wisata alam

di Kampung Cisameng, khususnya

wisata arung jeram.

1.6 Ruang Lingkup

1.6.1 Batasan Studi

Ruang lingkup penelitian berada

pada ranah perencanaan dan perancangan

kawasan pariwisata dengan batasan studi

dalam penelitian ini adalah perencanaan

dan perancangan kawasan pariwisata

Cisameng dengan basis sport tourism.

2.1 Perencanaan

Pengertian perencanaan telah

banyak dikemukakan para ahli, yang

saling melengkapi satu dengan lainnya.

Shrode (1974) mengemukakan

perencanaan sebagai padanan kata

planning, berarti suatu sarana untuk

mentransformasikan persepsi-persepsi

mengenai kondisi-kondisi lingkungan ke

dalam rencana yang berarti dan dapat

dilaksanakan dengan teratur (Hutama,

2017). Dusseldorp (1980) mengemukakan

definisi perencanaan sebagai proses

kegiatan sebelum tindakan sesungguhnya

dilakukan. Perencanaan dapat berupa satu

kegiatan atau bagian dari satu kegiatan

yang dilakukan secara sadar oleh manusia

(Munawwaroh. 2003).

Perencanaan adalah suatu proses

yang bersinambungan yang mencakup

keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan

berbagai alternatif penggunaan sumber

daya untuk mencapai tujuan-tujuan

tertentu di masa yang akan datang

(Conyers, 1994). Berdasarkan definisi

Page 7: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

tersebut berarti ada 4 elemen dasar

perencanaan yaitu:

1. Merencana berarti memilih.

Perencanaan merupakan proses

memilih diantara berbagai kegiatan

yang diinginkan karena tidak semua

yang diinginkan dapat dilakukan dan

tercapai secara simultan.

2. Perencanaan merupakan alat

pengalokasian sumber daya yang

berarti bahwa perencanaan mencakup

proses pengambilan keputusan tentang

bagaimana penggunaan sumber daya

yang tersedia sebaik-baiknya.

3. Perencanaan merupakan alat untuk

mencapai tujuan.

4. Perencanaan untuk masa depan,

artinya tujuan-tujuan perencanaan

dirancang untuk dicapai pada masa

yang akan datang dan oleh karena itu

perencanaan berkaitan dengan masa

depan.

Dalam mengkaji perencanaan dapat

ditinjau dari beberepa aspek (Ratodi,

2015) sebagai berikut:

1. Berdasarkan titik pusat perencanaan,

maka perencanaan dapat

diklasifikasikan menjadi 3 titik pusat

(fokus) perencanaan, yaitu:

a. Objek (object centered) adalah

perencanaan berdasarkan orientasi

sasaran perencanaan.

b. Pemegang kekuasaan (control

centered) adalah perencanaan yang

dominan dipengaruhi oleh pemegah

modal.

c. Pengambilan keputusan (decision

centered) adalah perencanaan

ditempuh melaluli jalan diskusi atau

keputusan bersama.

2. Berdasarkan orientasi perencanaan,

maka perencanaan dapat

diklasifikasikan menjadi dua jenis,

yaitu:

a. Perencanaan tradisional (planner

oriented) adalah perencana sebagai

pihak yang dominan dalam

perencanaan, pemakai (user)

menyerahkan segalanya ke

perencana.

b. Perencanaan rasional (user

oriented) adalah pemakai menjadi

unsur utama dalam orientasi

perencanaan

3. Berdasarkan dimensi waktu

perencanaan, maka perencanaan

diklasifikasikan menjadi tiga jenis,

yaitu:

Page 8: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

a. Perencanaan jangka pendek (short–

range planning) adalah jangka

waktunya sampai 1 atau 2 tahun.

b. Perencanaan jangka menengah

(intermediate planning) adalah

jangka waktunya 2 - 10 tahun.

c. Perencanaan jangka panjang (long-

range planning) adalah jangka

waktunya ≥ 10 tahun.

4. Berdasarkan arah alur, maka

perencanaan dibedakan menjadi dua

tipe, yaitu:

a. Top down planning adalah

disusun secara menyeluruh

kemudian dirinci kepada tingkat

yang lebih rendah.

b. Bottom up planning adalah

disusun mulai dari bawah

kemudian dirangkum dalam

tingkat tertentu

2.2 Perancangan

Terdapat begitu banyak pengertian

perancangan yang telah dikemukakan

oleh para ahli, diantaranya Asimow

memberikan definisi perancangan

Berdasarkan beberapa pengertian

perancangan menurut para ahli diatas,

dapat disimpulkan perancangan adalah

usulan pokok dan kreatif yang mengubah

sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu

yang baru, lebih baik, dan bermanfaat.

Perancangan setidaknya melibatkan

proses perencanaan, penyusunan

rancangan, dan pelaksanaan rancangan.

Keterkaitan antara perancangan dengan

perencanaan adalah:

1. perancangan sebagai tindak lanjut dari

perencanaan

2. perencanaan merupakan bagian dari

proses perancangan arsitektur

3. perencanaan dan perancangan

merupakan proses untuk membentuk

lingkungan.

2.2.1 Arsitektur Alamiah

Arsitektur alamiah merupakan basis

yang mempelajari ilmu arsitektur

bangunan menyatakan bangunan adalah

bagian dari lingkungan, sehingga

bangunan yang terwujud harus

berinteraksi dan menyatu dengan

lingkungan. Dengan demikian, basis

natural atau alamiah berkaitan erat

dengan arsitektur lingkungan. Arsitektur

lingkungan merupakan ilmu bangun

membangun yang berkaitan dengan

perencanaan tata kota, landscape

planning, urban design, interior maupun

eksterior yang memperhatikan kondisi

Page 9: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

fisik sumber daya alam, meliputi air,

tanah, udara, iklim, cahaya, bunyi dan

kelembapan (Saraswati, 2015).

Dalam mengusung basis atau tema

arsitektur alamiah (lingkungan), ada

beberapa aspek yang mempengaruhi

(Saraswati, 2015), yaitu:

1. Material Organik

Material yang dimaksud secara ekologi

adalah material ramah lingkungan dan

mudah didapatkan. Sebenarnya tidak

larangan jika harus menggunakan

bahan-bahan modern yang ada, hanya

saja volume penggunaan yang harus

ada kesepakatan. Selain bahan

konvensional secara umum dan

moderen, bahan atau material ekologis

secara spisifikasi dapat dibedakan

sebagai berikut:

a. Pondasi, dapat menggunakan

material: batu kali, batu gunung,

kayu atau bambu sebagai pasak

bumi.

b. Dinding, dapat menggunakan bahan

bambu, batu bata, kayu, tanah liat,

bahan daur ulang dari kertas.

c. Jendela, dapat menggunakan bahan

kayu, bambu, kertas. Ssecara teknis

sebagai tirai atap dapat

menggunakan daun-daunan, bambu,

kayu, dan lainnya.

2. Sirkulasi Udara

Bangunan ekologi secara umum

memaksimalkan sirkulasi udara secara

alami dan meminimalkan penggunaan

udara buatan seprti AC, kipas angin,

exhause, dan lainnya. Jendela dan

ventelasi yang diterapkan pada

bangunan harus disesuaikan dengan

arah angin. Penerapan atap bangunan

tradisional adalah salah satu solusi

untuk memberikan kenyamanan dalam

ruang,atap yang tinggi juga membuat

udara dapat mengatur pola

sirkulasinya, Angin juga berlaku dapat

kasar terhadap lingkungan serta fisik

bangunan, sehingga perlu diadakan

antisipasi terhadap pengaruh negatif

angin seperti pembuatan

ventilasi/bukaan secara maksimal,

pemasangan tirai-tirai, penaman

pohon-pohon atau tanaman yang

sesuai dengan kondisi lingkungan.

3. Bentuk Masa Bangunan

Bentuk masa bangunan secara ekologi

adalah pengadopsian bentuk yang

ramah lingkungan seperti: bentuk

arsitektur tradisional lokal. Bentuk

masa bangunan lebih terbuka sehingga

Page 10: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Gambar 2. 1 Rumah adat sunda

ada keterikatan antara lingkungan dan

bangunan atau sebaliknya. Dimensi

bangunan diolah semaksimal mungkin

sehingga tidak terjadinya perbedaan

yang mencolok terhadap bangunan

penduduk lokal. Bentuk bangunan juga

disesuaikan dengan material yang

digunakan.

4. Penghijauan (Vegetasi)

Penghijauan sangat penting untuk tetap

terjaganya kualitas lingkungan yang

berkelanjutan. Penerapan bangunan di

daerah-daerah lingkungan hutan yang

terjaga dan dilindungi dapat

menimbulkan risiko yang berpotensi

terhadap kerusakan lingkungan,

sehingga perencanaan bangunan harus

melalui studi lingkungan terlebi

dahulu.

Selanjutnya basis sport tourism ini

pun tidak melepas budaya lokal secara

khusus berkaitan dengan bentuk masa

bangunan adalah mengadopsi bentuk

arsitektur tradisional lokal, dalam hal ini

arsitektur tradisional sunda. Gambaran

bentuk arsitektur tradisional Sunda dapat

dilihat pada Gambar 2.1.

Sumber:Www.Google.com (2020)

Tema-tema arsitektur alamiah yang

berbasis ekologi seperti bangunan

berkelanjutan (sustainable) dan bangunan

sehat merupakan hasil partisipasi

pengguna dan identitas budaya yang

diterapkan dalam unsur-unsur arsitektur

alamiah. Unsur-unsur arsitektur alamiah

mengandung elemen-elemen khusus

seperti komponen warna, komponen

bentuk, komponen air, komponen

material dan komponen cahaya yang

menawarkan kesan natural (Bella, 2018).

Basis natural (arsitektur alamiah) selain

dari pada bentuk masa bangunan,

material, tata ruang atau nilai kearifan

lokal yang ada, juga kepedulian

masyarakat itu sendiri terhadap bangunan,

bagaimana mengartikan fungsi daripada

bangunan, bagaimana mengelolanya, dan

bagaimana merawatnya (Saraswati,

2015).

2.2.2 Wilayah Administrasi KBB

KBB (Kabupaten Bandung Barat)

merupakan bagian dari wilayah Provinsi

Jawa Barat secara definitif menjadi

Daerah Tingkat II berdasarkan UU

Page 11: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Nomor 12 Tahun 2007 tentang

Pembentukan Kabupaten Bandung Barat

di Provinsi Jawa barat. Secara

administratif, KBB memiliki luas

1.305,77 km2 atau 3,75% dari luas

wilayah Provinsi Jawa Barat yang terbagi

dalam 16 kecamatan dan 165 desa.

Kecamatan terluas adalah Kecamatan

Gununghalu dengan luas 160,64 km2 atau

12,30% dari luas KBB, sedangkan

memiliki wilayah terkecil adalah

Kecamatan Batujajar dengan luas 32,04

km2 atau 2,45% dari luas KBB. Jumlah

desa terbanyak ada di Kecamatan

Lembang yaitu 16 desa, sedangkan paling

sedikit adalah Kecamatan Saguling

sebanyak 6 desa. Secara administrasi, luas

wilayah masing-masing kecamatan di

KBB dapat dilihat pada Tabel 3.1.

3.1 Analisis Karakteristik Pengunjung

Analisis karakteristik pengujung

bertujuan untuk mengetahui kebutuhan-

kebutuhan yang diperlukan oleh

pengunjung itu sendiri. Tujuan wisatawan

berkunjung adalah untuk berlibur dan

menikmati suasana alam yang masih asri

serta melepas rasa lelah dengan rutinitas

pekerjaan yang padat. Analisis tujuan

wisata berkunjung dapat dilihat pada

Tabel 4.1.

Tabel 4. 1 Analisis tujuan wisatawan

berkunjung

No. Kegiatan Keterangan

1 Wisata Wisatawan

berkunjung

berwisata untuk

menikmati

indahnya wisata

alam arung jeram

yang memiliki

alam yang natural

2 Wisata

olahraga dan

belanja oleh-

oleh khas

Wisatawan

berkunjung

berwisata yang

melakukan wisata

olahraga dan

berbelanja oleh-

oleh khas

jawabarat

Sumber : Data primer (2021)

4.1 Analisis Pelaku dan Pola Kegiatan

Wisata

Analisis pelaku bertujuan untuk

mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh

wisatawan yang berada di kawasan

perencanaan wisata arung jeram

cisameng, adapun para pelaku kegiatan

yang ada di perencanaan dan

perancangan wisata terdiri dari:

1. Pengelola

Pengelola adalah pihak yang

bertanggung jawab atas semua kegiatan

Page 12: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

yang berada di lingkungan kawasan

wisata. Kegiatan pengelola dapat dilihat

pada Bagan 4.1.

Sumber : Data primer (2021)

2. Karyawan

Karyawan adalah seseorang yang

melayani pengunjung, adapun yang

bertugas merawat area wisata,menjaga

kebersihan dan melindungi wisatawan

terhadap bahaya lingkungan wisata.

Kegiatan karyawan dapat dilihat pada

Bagan 4.2.

Bagan 4. 1 Kegiatan karyawan wisata

Sumber : Data primer (2021)

3. Wisatawan

Wisatawan adalah sesesorang atau

sekelompok orang yang berwisata untuk

mendapatkan kesenangan rohani dan

membuat suasana hatinya tenang dan

bahagia. Kegiatan wisatawan dapat

dilihat pada Bagan 4.3.

4.1.4 Pengelompokan Kegiatan

Bedasarkan pada pelaku kegiatan

maka area dapat di bedakan menjadi 3

bagian yaitu area service, ruang private,

ruang publik. Pengelompokan area

dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4. 2 Pengelompokan are

a kegiatan

N

o

Pengelom

pokan

kegiatan

Kegiatan

1 Ar

ea

Ser

vic

e

1) Parkir

mobil

2) Parker

motor

3) Parker

bus

4) Pos

jaga

5) Musholl

a

6) Tempat

wudhu

7) Ruang

genset

8) Toilet

9) Gudang

2 Ru

ang

Pri

vat

e

1) Kantor

pengelo

la

2) TIC

3 Ru

ang

Pu

bli

k

1) Musholl

a

2) Gapura

3) Taman

4) Ticketin

g

5) Gazebo

Page 13: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

6) Spor

foto

7) Kuliner

area

8) Playgro

und

9) Arum

jeram

area

10) Flying

fox area

11) Restora

n

12) Kios

cendra

mata

13) Toko

oleh-

oleh

5.1 Kebutuhan Ruang

Perhitungan kebutuhan ruang yang

digunakan diperoleh dari :

a. Pengelompokan kegiatan

b. Jumlah kunjungan dan daya tampung

lokasi wisata

c. Standar ruang dan daya tampung

Sumber: ErnstNeufert, Permenpar No 3

Tahun 2018.

Luas kebutuhan ruang dapat dilihat pada

Tabel 4.6.

Tabel 4. 3 Kebutuhan ruang

No Kebutuhan Ruang Luas (m²)

1 Parkir mobil 1800

2 Parkir motor 114

3 Parkir bus 355

4 Pos jaga 6

5 Musholla 65

6 Tempat Wudhu 10,8

7 Ruang Genset 4,43

8 Toilet 135,42

9 Kantor Pengelola 67,2

10 TIC 58,1

11 Menara Pandang 24,34

12 Gazebo 165

13 Restoran 113,9

14 Playground 219,3

15 Kios cinderamata 237

16 Dermaga 93

17 Gudang 40

Sumber: Data primer (2021)

Dari Analisis luasan kebutuhan

diatas diharapkan dapat menampung

semua pengunjung yang ada di kawasan

wisata arum jeram cisameng nyaman dan

aman.

6.1 . Analisis Bentuk Gubahan Tapak

Analisis bentuk gubahan tapak

pada kawasan wisata adalah sebagai

acuan untuk mendesain. Pada Analisis

gubahan tapak penulis mengambil

Page 14: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Gambar 5. 1 Gapura utama

bentuk dasar tumbuhan. Transformasi

bentuk site dapat dilihat pada Gambar

Analisis bentuk gubahan tapak pada

kawasan wisata adalah sebagai acuan

untuk mendesain. Pada Analisis gubahan

tapak penulis mengambil bentuk dasar

benda yang berada di alam seperti batu

dan tumbuh-tumbuhan, namun ada satu

icon yang diambil dari perahu arum

jeram, karaena arum jelam dalah salah

satu satu wahana andalan di kawasan

tersebut bagian yaitu bagian daun.

Gubahan tapak dapat dilihat pada Gambar

4.4.

Gapura Utama Arung jeram

Cisameng dirancang dengan basis benda

yang identik dengan wahana utama

Arung jeram Cisameng dimana bentuk

di ambil dari salah satu alat utama arung

jeram, sehingga memiliki cirikhas yang

sangat berkesan . Lebar Gerbang Utama

ini 8 meter dengan j

alur pedestrian di sisi kanan

kirinya 2 meter dan tinggi 4,8 meter.

Gapura dibuat tinggi dan lebar untuk

menampikan kesan terbuka untuk umum.

Gambaran gapura utama dapat dilihat

pada Gambar 5.2.

6.1.1 Menara Pandang

Menara pandang mengambil basis

Neo-Vernacular dari bentuk atap Julang

Ngapak. Untuk model tangga Menara

pandang dibuat melingkar mengelilingi

struktur Menara, bertujuan agar tidak

terlalu curam sehingga pengguna

nyaman. menjadi sedemikian rupa agar

lebi menarik dan dan meanara pandang

di buat tinggi sehingga bisa melihat

seluruh site plane Kawasan Arung jeram

Cisameng dan menikmati indahnya alam

yang masih asri . Gambaran menara

pandang dapat dilihat pada Gambar 5.10.

Gambar 4. 1 Bentuk dasar

Page 15: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

Gambar 5. 2 Menara pandang

Gambar 5. 3Mushola

Gambar 5. 4 Dermaga arung jeram

Gambar 5. 5 Restaurant

Sumber : Data primer (2021)

6.1.2 Mushola

Mushola mengambil kotak dari

fasad atap kotak menyudut dan warna

coklat dari kayu yang biasa digunakan

pada bangunan rumah adat sunda.

Gambaran mushola dapat dilihat pada

Gambar 5.6.

Sumber : Data primer (2021)

6.1.3 Arung jeram

Dermaga arung jeram ini dibuat di

bibir sungai yang paling nyaman diantara

bibir sungai lainyya, dermaga ini di

bentuk kotak dan memiliki banyak anak

tangga, bertujuan agar memiliki kontur

yang tidak terlalu curam yang akan

meminimalisir terjadinya accident karena

terjatuh dan lain-lain. Gambaran dermaga

arung jeram dapat dilihat pada Gambar

5.12.

Sumber : Data primer (2021)

6.1.4 Restaurant

Restaurant memberikan pilihan

tempat istirahat bagi pengunjung untuk

menikmati hidangan. Duduk di kursi di

dalam restaurant atau di saung lesehan

dengan view sungai samping restaurant.

Gambaran Restaurant dapat dilihat pada

Gambar 5.14.

Sumber : Data primer (2021)

Page 16: PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA SPORT …

7.1 Kesimpulan

Sport tourism adalah salah satu tempat

wisata olah raga yang ada di wilayah

bandung barat yang mengedepankan tema

alam dan bertujuan bisa membangun

sumber daya alam, sehingga masyarakat

bisa terbantu dengan adanya sport tourism

ini sehinggan akan menjadi salah satu

sumber daya masyarakat yang akan

sangat mebantu untuk masyarakat dan

pemerintah setempat

DAFTAR PUSTAKA

Booker, P. J. 1962. Principles and

Precedents Engineering Design.

London: Institution of Engineering

Designers

Dafidoff, Paul. 1962. A Choice Theory

of Planning. Journal of The

American Institute of Planners

XXVIII, p 103-115

Damanik, Janianton dan Weber,

Helmut. (2006). Perencanaan

Ekowisata Dari Teori ke Aplikasi.

Yogyakarta: PUSPAR UGM dan

Andi.

Danial, E dan Warsiah N. (2009).

Metode Penulisan Karya Ilmiah.

Bandung:

Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI

No.20 Tahun 2003 Tentang

Sistem Pendidikan Nasional

Giriwijoyo, dkk. (2007). Ilmu

Faal Olahraga. Jurusan PKO.

FPOK. UPI. Ismayanti. 2010.

Pengantar Pariwisata. Jakarta:

Grasindo

Jencks, Charles. 1990. The Language of

Post Modern Architecture

Mutohir, Cholik. (1992). UU Sistem

Keolahragaan Nasional. Jakarta:

Sunda Kelapa Pustaka

Muhammad Ibrahim; 2016; Perancangan

Edukasi Olahraga Islam; Tugas

Akhir; Tidak Terbit; Jurusan

Teknik Arsitektur; Fakultas