Top Banner
eJournal Administrasi Bisnis, 2017, 5 (2): 376-389 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id © Copyright 2017 PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Food and Beverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia) Normayanti 1 Abstrak Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kebijkan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan baik secara simultan maupun parsial pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015. Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda (baik secara simultan maupun parsial). Sampel penelitian 8 perusahaan food and beverage dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan variabel kebijakan hutang (DER), kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV). Dari pengujian secara parsial hanya profitabilitas yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kebijakan hutang dan kebijakan dividen secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci : Nilai Perusahaan, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen dan Profitabilitas Pendahuluan Indonesia tergolong negara dengan jumlah penduduk tinggi dengan tingkat konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Hal ini menjadikan Indonesia dikenal sebagai target investasi para investor untuk menanamkan modalnya di suatu perusahaan. Meredupnya kinerja perusahaan sektor lain mendorong investor mulai mencari alternatif investasi pada sektor yang masih bisa tumbuh. Salah satunya adalah sektor konsumsi. Sektor konsumsi yang menarik salah satunya adalah sektor makanan dan minuman (food and beverage). Beberapa tahun sebelumnya, perusahaan-perusahaan sektor konsumsi Indonesia dikenal tahan terhadap krisis yang sempat terjadi. Pada saat krisis, kinerja dan pergerakan sahamnya memang ikut menurun, tapi tidak begitu signifikan. Setelah itu, kinerja perusahaan ini bisa dapat pulih dengan begitu cepatnya. Sektor konsumsi di Bursa Efek Indonesia salah satunya adalah perusahaan makanan dan minuman (food and beverage). 1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman. Email: normamasiver@gmail.com
14

PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG, KEBIJAKAN DIVIDEN DAN ... · Apakah kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan

Dec 07, 2020

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
  • eJournal Administrasi Bisnis, 2017, 5 (2): 376-389 ISSN 2355-5408, ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id © Copyright 2017

    PENGARUH KEBIJAKAN HUTANG, KEBIJAKAN

    DIVIDEN DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI

    PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Food and Beverage Yang

    Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)

    Normayanti1

    Abstrak Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kebijkan hutang,

    kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan baik secara

    simultan maupun parsial pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di

    Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015. Alat analisis yang digunakan adalah

    uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda (baik secara simultan

    maupun parsial). Sampel penelitian 8 perusahaan food and beverage dengan

    menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan

    variabel kebijakan hutang (DER), kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas

    (ROE) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan

    (PBV). Dari pengujian secara parsial hanya profitabilitas yang berpengaruh

    terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kebijakan hutang dan kebijakan dividen

    secara parsial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

    Kata Kunci : Nilai Perusahaan, Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen dan

    Profitabilitas

    Pendahuluan Indonesia tergolong negara dengan jumlah penduduk tinggi dengan

    tingkat konsumsi masyarakat yang terus meningkat. Hal ini menjadikan

    Indonesia dikenal sebagai target investasi para investor untuk menanamkan

    modalnya di suatu perusahaan. Meredupnya kinerja perusahaan sektor lain

    mendorong investor mulai mencari alternatif investasi pada sektor yang masih

    bisa tumbuh. Salah satunya adalah sektor konsumsi. Sektor konsumsi yang

    menarik salah satunya adalah sektor makanan dan minuman (food and

    beverage). Beberapa tahun sebelumnya, perusahaan-perusahaan sektor

    konsumsi Indonesia dikenal tahan terhadap krisis yang sempat terjadi. Pada

    saat krisis, kinerja dan pergerakan sahamnya memang ikut menurun, tapi tidak

    begitu signifikan. Setelah itu, kinerja perusahaan ini bisa dapat pulih dengan

    begitu cepatnya. Sektor konsumsi di Bursa Efek Indonesia salah satunya adalah

    perusahaan makanan dan minuman (food and beverage).

    1 Mahasiswa Program S1 Ilmu Admistrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,

    Universitas Mulawarman. Email: normamasiver@gmail.com

    mailto:normamasiver@gmail.com

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    377

    Sepanjang tahun 2014 hingga 2015, kinerja penjualan sektor makanan

    dan minuman masih mencatatkan kenaikan. Rata-rata pertumbuhan penjualan

    emiten-emiten ini masih cukup tinggi dan mengalami pertumbuhan yang yang

    positif (www.seputarforex.com). Industri makanan dan minuman memberikan

    kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Oleh

    karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri

    makanan dan minuman. Pada tahun 2015, pertumbuhan industri makanan dan

    minuman mencapai 8,16% atau lebih tinggi dari pertumbuhan industri non

    migas sebesar 5,21% (www.kemenperin.go.id).

    Melemahnya nilai tukar rupiah menjadikan harga bahan baku perusahaan

    meningkat. Hal ini membuat perusahaan semakin besar dalam menggunakan

    hutang demi membiayai kegiatan perusahaan. Tingkat suku bunga yang tinggi

    juga dapat menurunkan laba bersih suatu perusahaan. Penurunan laba bersih

    mengakibatkan laba per saham juga menurun terkait dengan pembagian dividen

    kepada pemegang saham sehingga menyebabkan para investor menarik

    investasinya pada saham dan memindahkannya pada investasi berupa tabungan

    ataupun deposito yang bunganya lebih tinggi dan cenderung lebih aman. Hal ini

    mempengaruhi harga saham, harga saham perusahaan yang menurun juga

    menyebabkan nilai perusahaan menjadi menurun. Perusahaan yang memiliki

    pangsa pasar yang besar dengan penjualan yang terus meningkat setiap

    tahunnya menjadikan sahamnya tergolong bagus. Hal ini karena laba

    perusahaan yang tinggi akan sangat mempengaruhi pandangan investor

    sehingga membuat harga saham meningkat. Harga saham yang semakin baik

    tentunya akan menjadikan nilai perusahaan juga ikut meningkat.

    Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka peneliti tertarik untuk

    melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan

    Dividen Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Food

    And Beverage Yang Terdaftar Di BEI Periode 2012-2015”.

    Rumusan Masalah a. Apakah kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas secara

    simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan

    food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

    b. Apakah kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan food and

    beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

    Tujuan penelitian a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kebijakan hutang, kebijakan

    dividen dan profitabilitas secara simultan terhadap nilai perusahaan pada

    perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    b. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas secara parsial terhadap nilai perusahaan pada

    perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

    http://www.seputarforex.com/http://www.kemenperin.go.id/

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    378

    Kerangka Dasar Teori

    Manajemen Keuangan Manajemen keuangan merupakan penggabungan dari ilmu dan seni yang

    membahas, mengkaji, dan menganalisis bagaimana seorang manajer keuangan

    mempergunakan sumber daya perusahaan untuk mencari dana, mengelola dana,

    dan membagi dana dengan tujuan memberikan profit atau kemakmuran

    pemegang saham dan keberlanjutan usaha perusahaan (Fahmi, 2012:2).

    Laporan Keuangan

    Laporan keuangan disusun dengan maksud untuk menyediakan informasi

    keuangan perusahaan kepada pihak yang berkepentingan sebagai bahan

    pertimbangan dalam mengambil keputusan dan menilai posisi keuangan

    perusahaan (Sutrisno, 2012:9).

    Rasio Keuangan Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari

    suatu laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang

    relevan dan signifikan (Mulyawan, 2015:113).

    Kebijakan Hutang Kebijakan hutang merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial

    perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka

    panjang dan modal sendiri yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan

    (Fahmi, 2012:184).

    Kebijakan Dividen Kebijakan dividen berhubungan dengan penentuan besarnya persentase

    laba bersih yang dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham

    apakah laba akan dibagi semua atau ditahan dalam bentuk laba ditahan

    (Sudana, 2011:167).

    Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan

    keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya yaitu modal sendiri

    dan modal asing berupa hutang (Sutrisno, 2012:16).

    Nilai Perusahaan Memaksimalkan nilai perusahaan atau kekayaan bagi pemegang saham,

    bagi perusahaan yang sudah go public tercermin pada harga pasar saham

    perusahaan yang bersangkutan di pasar modal (Sudana, 2011:8).

    Teori Hubungan Kebijakan Hutang, Kebijakan Dividen Dan Profitabilitas

    Terhadap Nilai Perusahaan Kebijakan dividen akan memiliki pengaruh pada tingkat penggunaan

    hutang suatu perusahaan karena adanya keharusan bagi perusahaan untuk

    menyediakan sejumlah dana. Profitabilitas yang baik bisa membayar dividen

    kepada pemegang saham. Perusahaan yang memliki laba akan

    mempertimbangkan apakah laba yang diperolehnya akan diberikan semua atau

    sebagiannya ditahan. Hal ini akan berimplikasi pada naik turunnya harga saham

    perusahaan di pasar modal serta nilai perusahaan di mata masyarakat.

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    379

    Y = a+ + + + e

    Metode Penelitian

    Uji Asumsi Klasik

    Uji Normalitas

    Uji normalitas bertujuan untuk membuktikan bahwa data yang

    dipergunakan berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah

    distribusi data normal atau mendekati normal (Thoifah, 2015: 221).

    Uji Multikolinieritas

    Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model

    regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika ada

    korelasi yang tinggi antara variabel independen tersebut, maka hubungan

    antara variabel independen dan variabel dependen menjadi terganggu

    (Thoifah, 2015:221).

    Uji Heteroskedastisitas

    Uji Heteroskedatisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah

    model regresi terjadi ketidaksamaan variasi variabel pada semua

    pengamatan. Jika varian dari residualnya tetap, maka tidak ada

    heteroskedastisitas (Priyatno,2010:84).

    Uji Autokorelasi Uji Autukorelasi digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi

    yang terjadi antara residual (anggota) pada serangkaian pengamatan dengan

    pengamatan lain yang tersusun dalam suatu periode tertentu pada model regresi

    (Thoifah, 2015:222).

    Analisis Regresi Linier Berganda

    Analisis regresi linier berganda digunakan untuk memeriksa kuatnya

    hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat (Sugiyono,

    2007:250). Maka dalam penelitian ini persamaan regresinya sebagai berikut

    :

    Dimana: Y = Nilai perusahaan

    a = Konstanta

    = Koefisien regresi

    = Kebijakan struktur modal

    = Kebijakan dividen

    = Profitabilitas

    e = standar error

    Koefisien Korelasi (R)

    Koefisien korelasi merupakan angka yang menunjukkan keeratan

    hubungan dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi antara variabel

    secara bersama sama atau lebih variabel lain. Sifat korelasi akan

    menentukan arah dari korelasi. Pada penelitian ini digunakan analisis

    korelasi dengan metode Pearson (Sugiyono,2007:214).

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    380

    Koefisien Determinasi (R²) Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur seberapa besar

    variasi dalam variabel independen atau bebas mampu menjelaskan secara

    bersama–sama variabel dependen atau terikat (Sujarweni, 2015:228).

    Uji Hipotesis

    Uji Simultan (Uji F) Uji F dimaksudkan untuk menguji model regresi atas pengaruh seluruh

    variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen

    (Thoifah,2015:223). Pengambilan keputusan didasarkan pada nilai

    probabilitas yang didapatkan dari hasil pengolahan data melalui program

    SPSS dengan derajat keyakinan sebesar 95 % atau α =5 % adalah sebagai berikut:

    H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan

    profitabilitas secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

    perusahaan.

    Ha : b1 ≠ b2 ≠ ≠ b3 ≠ 0, artinya kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan

    profitabilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

    1) Jika signifikansi > 0,05 dan < maka dapat

    disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.

    2) Jika signifikansi < 0,05 dan > maka dapat

    disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima

    Uji Parsial (Uji t) Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen secara

    parsial terhadap variabel dependen. Pengambilan keputusan uji hipotesis secara

    parsial juga didasarkan pada nilai probabilitas yang didapatkan dari hasil

    pengolahan data melalui program SPSS dengan derajat keyakinan sebesar 95

    % atau α =5 % (Thoifah,2015:223) adalah sebagai berikut:

    H0 : b1 = b2 = b3 = 0, artinya kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan

    profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai

    perusahaan.

    Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, artinya kebijakan hutang, kebijakan dividen, dan

    profitabilitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

    1) Jika signifikansi > 0,05 (5%) dan < maka dapat

    disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak.

    2) Jika signifikansi < 0,05 (5%) dan maka dapat

    disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.

    Hasil Penelitian Dan Pembahasan

    Uji Asumsi Klasik

    Uji Normalitas Hasil Uji Normalitas dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov

    Test dapat dilihat pada tabel berikut ini :

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    381

    Berdasarkan grafik normal p-plot diatas dapat dilihat bahwa data tersebar

    disekitar garis diagonal, maka dapat dikatakan model regresi telah memenuhi

    asumsi normalitas.

    Uji Multikolinieritas Hasil uji multikolinieritas dengan menggunakan nilai Tolerance dan

    Variance Inflation Factor (VIF) dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel Uji Multikolinieritas

    Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Data diolah 2017

    One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

    Nilai Perusahaan Kebijakan Hutang

    Kebijakan Dividen

    Profitabilitas

    N 32 32 32 32

    Normal

    Parametersa,b

    Mean 415,9688 88,7500 30,1713 18,0019

    Std. Deviation 268,78274 43,80823 20,82625 8,42441

    Most Extreme

    Differences

    Absolute ,163 ,136 ,204 ,103

    Positive ,163 ,105 ,204 ,103

    Negative -,112 -,136 -,157 -,091

    Kolmogorov-Smirnov Z ,922 ,770 1,154 ,585

    Asymp. Sig. (2-tailed) 0,364 0,594 0,139 0,883

    a. Test distribution is Normal.

    b. Calculated from data.

    Sumber : Data diolah 2017

    Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikansi variabel nilai perusahaan,

    kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas > 0,05 sehingga dapat

    disimpukan bahwa data berdistibusi normal.

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized Coefficients

    Standardized Coefficients T Sig.

    Collinearity Statistics

    B Std. Error Beta Tolerance VIF

    1

    (Constant) 14,565 126,561 0,115 0,909

    Kebijakan Hutang -0,202 0,768 -0,033 -0,262 0,795 0,837 1,195

    Kebijakan Dividen -1,411 1,547 -0,109 -0,912 0,369 0,913 1,095

    Profitabilitas 25,65 4,027 0,804 6,371 0,000 0,824 1,214

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    382

    Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa tidak ada variabel independen

    yang memiliki nilai tolerance < 0,10 dan nilai VIF > 10. Sehingga dapat

    disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas.

    Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser dan

    scatterplot dapat dilihat pada tabel dan grafik berikut ini : Tabel Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejser)

    Coefficientsa

    Model Unstandardized Coefficients

    Standardized Coefficients T Sig.

    B Std. Error Beta

    1

    (Constant) 164,227 81,026 2,027 0,052

    Kebijakan Hutang -0,106 0,492 -0,044 -0,215 0,832

    Kebijakan Dividen -0,926 0,990 -0,182 -0,934 0,358

    Profitabilitas -0,290 2,578 -0,023 -0,113 0,911

    a. Dependent Variable: ABS_RES

    Sumber : Data diolah 2017

    Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi ketiga

    variabel independen > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi

    ini tidak ditemukan adanya masalah heteroskedastisitas.

    Berdasarkan grafik scatterplot diatas menunjukkan bahwa titik-titik

    menyebar diatas dan dibawah angka 0. Dengan demikian dapat disimpulkan

    bahwa model regresi ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

    Uji Autokorelasi Hasil uji autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson dapat dilihat

    pada tabel berikut ini : Tabel Uji Autokorelasi

    Model Summaryb

    Model R R Square Adjusted R

    Square

    Std. Error of the

    Estimate

    Durbin-Watson

    1 0,795a 0,633 0,593 171,41898 2,048

    a. Predictors: (Constant), Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang b. Dependent Variable: Nilai Perusahaan

    Sumber : Data diolah 2017

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    383

    Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai DW sebesar 2,048.

    Karena nilai DW terletak antara du dan (4-du), maka dapat disimpulkan bahwa

    model regresi tidak terdapat autokorelasi.

    Analisis Regresi Linier Berganda Pengujian ini dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh

    variabel independen kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas

    terhadap variabel dependen yaitu nilai perusahaan. Berdasarkan analisis regresi

    linier berganda diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut : Tabel Analisis Regresi Linier Berganda

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized

    Coefficients

    Standardized

    Coefficients t Sig.

    B Std. Error Beta

    1

    (Constant) 14,565 126,561 0,115 0,909

    Kebijakan Hutang -0,202 0,768 -0,033 -0,262 0,795

    Kebijakan Dividen -1,411 1,547 -0,109 -0,912 0,369

    Profitabilitas 25,657 4,027 0,804 6,371 0,000

    a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber : Data diolah 2017

    Dari tabel diatas menunjukkan bahwa persamaan regresi linier berganda

    yang diperoleh dari hasil analisis yaitu :

    Berdasarkan persamaan regresi diatas maka dapat diartikan sebagai berikut :

    a. Konstanta

    Konstanta sebesar 14,565 menunjukkan jika kebijakan hutang ( ),

    kebijakan dividen ( ) dan profitabilitas ( ) sama dengan nol, artinya

    jika tidak ada kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas

    maka nilai perusahaan akan tetap sebesar 14,565.

    b. Koefisien Regresi -202

    Koefisien variabel independen ( ) pada tabel diatas menunjukkan

    angka -202. Berarti bahwa apabila kebijakan hutang mengalami

    kenaikan 1 poin, maka nilai perusahaan akan mengalami penurunan

    sebesar -202.

    c. Koefisien Regresi -1,411

    Koefisien variabel independen ( ) pada tabel diatas menunjukkan

    angka -1,411. Berarti bahwa apabila kebijakan dividen mengalami

    kenaikan 1 poin, maka nilai perusahaan akan mengalami penurunan

    sebesar -1,411.

    d. Koefisien Regresi 25,657

    Koefisien variabel independen ( ) pada tabel diatas menunjukkan

    angka 25,657. Berarti bahwa apabila profitabilitas mengalami kenaikan

    Y = 14,565 - 202 - 1,411 + 25,657

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    384

    1 poin, maka nilai perusahaan akan mengalami kenaikan sebesar

    25,657.

    Koefisien Korelasi (R) Hasil uji koefisien korelasi dan determinasi dengan menggunakan SPSS

    dapat dilihat pada tabel berikut ini :

    Tabel Koefisien Korelasi dan Determinasi

    Model Summaryb

    Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the

    Estimate

    1 0,795a 0,633 0,593 171,41898

    a. Predictors: (Constant), Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang b. Dependent Variable: Nilai Perusahaan Sumber :Data diolah 2017

    Dalam output SPSS Model Summaryb diatas diperoleh nilai R sebesar

    0,795. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat

    antara kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap nilai

    perusahaan.

    Koefisien Determinasi (R²) Dalam output SPSS Model Summaryb diatas diperoleh nilai R² Adjusted

    sebesar 0,593. Koefisien ini menunjukkan bahwa 59,30% variabel nilai

    perusahaan dapat dijelaskan oleh kebijakan hutang, kebijakan dividen dan

    profitabilitas. Sedangkan sisanya sebesar 40,70 % dipengaruhi oleh variabel

    lain yang tidak dijelaskan dalam model penelitian ini.

    Uji Hipotesis

    Uji Simultan (Uji F)

    Uji F digunakan untuk menguji pengaruh seluruh variabel independen

    kebijakan hutang (DER), kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE)

    secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel nilai perusahaan

    (PBV). Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai yang disajikan pada tabel berikut ini :

    Tabel Pengujian Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ANOVAa

    Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

    1

    Regression 1416803,912 3 472267,971 16,072 0,000b

    Residual 822765,057 28 29384,466

    Total 2239568,969 31

    a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan b. Predictors: (Constant), Profitabilitas, Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang

    Sumber : Pengolahan data hasil penelitian 2017

    Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa diperoleh nilai

    adalah 16,072 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai Ftabel dengan derajat

    bebas pada taraf signifikansi 0,05 adalah sebesar 2,947. Dari hasil perhitungan

    menunjukkan Fhitung> Ftabel yaitu 16,072 > 2,947 yang berarti H0 ditolak dan Ha

    diterima. Kesimpulan yang sama juga bisa diperoleh dengan membandingkan

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    385

    nilai sig. dengan taraf signifikansi Karena nilai sig. < α yaitu 0,000 < 0,05

    sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kebijakan

    hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

    Uji Parsial (Uji t)

    Uji t digunakan untuk menguji pengaruh variabel kebijakan hutang

    (DER), kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE) terhadap variabel

    nilai perusahaan (PBV) secara parsial. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai yang disajikan pada tabel berikut ini :

    Tabel Pengujian Hipotesis secara Parsial (Uji t)

    Coefficientsa

    Model

    Unstandardized Coefficients

    Standardized Coefficients T Sig.

    B Std. Error Beta

    1

    (Constant) 14,565 126,561 0,115 0,909

    Kebijakan Hutang -0,202 0,768 -0,033 -0,262 0,795

    Kebijakan Dividen -1,411 1,547 -0,109 -0,912 0,369

    Profitabilitas 25,657 4,027 0,804 6,371 0,000

    Dependent Variable: Nilai Perusahaan

    Sumber : pengolahan data hasil penelitian 2017

    Berdasarkan hasil perhitungan tabel diatas dapat diketahui bahwa

    pengaruh kebijakan hutang (DER), kebijakan dividen (DPR) dan profitabilitas

    (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV) sebagai berikut :

    Perolehan nilai signifikansi untuk variabel kebijakan hutang adalah

    sebesar 0,795 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05. Nilai signifikansi sebesar

    0,795>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa diterima dan ditolak. Bila

    dilihat dari hasil perhitungan < yaitu -0,262 0,05 maka dapat disimpulkan

    bahwa diterima dan ditolak. Bila dilihat dari hasil perhitungan

    < yaitu -0,912

    yaitu 6,371 >1,701 maka diterima. Dengan demikian dapat

    disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara profitabilitas

    (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV) food and beverage yang terdaftar di

    Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015.

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    386

    Pembahasan

    Pengaruh kebijakan hutang (DER), kebijakan dividen (DPR) dan

    profitabilitas (ROE) terhadap nilai perusahaan (PBV) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hutang (DER),kebijakan

    dividen (DPR) dan profitabilitas (ROE) secara simultan berpengaruh signifikan

    terhadap nilai perusahaan (PBV) food and beverage yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia periode 2012-2015. Hasil tersebut sama dengan hasil penelitian

    sebelumnya yang telah dilakukan oleh Hidayat (2013), Cahyanto (2013),

    Lestari (2013) dan Mayogi (2016).

    Hal ini sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa keterkaitan antara

    kebijakan hutang, kebijakan dividen dan profitabilitas akan sangat

    mempengaruhi nilai perusahaan di masyarakat. Kebijakan dividen akan

    memiliki pengaruh pada tingkat penggunaan hutang suatu perusahaan,

    kebijakan dividen yang stabil akan menyebabkan adanya keharusan bagi

    perusahaan untuk menyediakan sejumlah dana guna membayar dividen.

    Perusahaan yang memliki laba setiap tahunnya akan mempertimbangkan

    apakah laba yang diperolehnya akan dibagikan menjadi dividen atau menjadi

    laba ditahan. Laba perusahaan yang tinggi dianggap menarik bagi apara

    investor atau pemegang saham untuk menanamkan modalnya. Hal ini

    mempunyai implikasi pada naik turunnya harga saham perusahaan dan nilai

    perusahaan.

    Pengaruh kebijakan hutang (DER) terhadap nilai perusahaan (PBV) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan hutang (DER) tidak

    mempengaruhi nilai perusahaan (PBV) food and beverage yang terdaftar di

    Bursa Efek Indonesia. Hasil tersebut sama dengan hasil penelitian yang telah

    dilakukan oleh Mayogi (2016) bahwa kebijakan hutang tidak berpengaruh

    terhadap nilai perusahaan.

    Hal ini juga sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Miller and

    Modigliani (MM) yang mengakui tidak adanya hubungan dari pendanaan dan

    investasi. Dalam arti bahwa menggunakan utang atau tanpa utang tidak

    berpengaruh terhadap perubahan nilai perusahaan karena pemegang saham

    lebih memperhatikan terkait bagaimana perusahaan menghasilkan laba.

    Penggunaan hutang yang berlebih akan memperbesar risiko perusahaan

    dalam menghasilkan laba dan menyebabkan keraguan pemegang saham

    terhadap kemampuan perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya. Hal

    ini akan berimplikasi pada laba bersih yang diperoleh perusahaan sehingga

    akan menurunkan nilai perusahaan.

    Pengaruh kebijakan dividen (DPR) terhadap nilai perusahaan (PBV) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen tidak

    mempengaruhi nilai perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia periode 2012-2015. Hasil tersebut sama dengan hasil penelitian

    yang dilakukan oleh Gayatri (2014). Hal ini juga sesuai dengan teori yang

    dividend irrelevance.

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    387

    Menurut teori dividend irrelevance, nilai perusahaan hanya ditentukan

    oleh kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau laba,

    sedangkan bagaimana membagi arus pendapatan menjadi dividen dan laba

    ditahan tidak memengaruhi nilai perusahaan. Kebijakan dividen tidak

    berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan karena pemegang saham

    maupun investor lebih menginginkan dividen tersebut dijadikan laba ditahan

    saja. Para pemegang saham cenderung tidak ingin menerima dividen sehingga

    laba tersebut dapat dijadikan modal perusahaan untuk melakukan kegiatan

    operasi atau membelanjai investasi perusahaan. Modal yang digunakan

    perusahaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan keuntungan yang lebih

    tinggi. Sehingga diharapkan nantinya dividen yang akan didapatkan oleh para

    pemegang saham semakin besar pula.

    Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas mempengaruhi

    nilai perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

    periode 2012-2015. Hasil tersebut sama dengan hasil penelitian yang dilakukan

    oleh Cahyanto (2013), Lestari (2013) dan Mayogi (2016). Hal ini juga sesuai

    dengan teori yang menyatakan bahwa profitabilitas atau laba adalah tolok ukur

    yang memiliki pengaruh dalam menentukan tingkat nilai perusahaan di mata

    para pemegang saham maupun investor.

    Profitabilitas yang dihasilkan perusahaan menjadi penentu baik

    buruknya kinerja keuangan suatu perusahaan. Apakah laba yang diperoleh akan

    diberikan semua atau sebagiannya ditahan mempunyai implikasi pada naik

    turunnya harga saham atau nilai perusahaan. Profitabilitas berpengaruh

    signifikan terhadap nilai perusahaan karena para pemegang saham dan investor

    melihat bagaimana perusahaan mempergunakan modalnya didalam

    menjalankan kegiatan operasinya. Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan

    akan menghasilkan laba. Laba yang tinggi akan sangat mempengaruhi

    pandangan investor terkait kinerja keungan suatu perusahaan sehingga

    membuat harga saham menjadi meningkat. Harga saham yang semakin baik

    tentunya akan menjadikan nilai perusahaan juga ikut meningkat.

    Penutup Secara simultan diperoleh hasil bahwa kebijakan hutang (DER),

    kebijakan dividen (DPR), dan profitabilitas (ROE) mempunyai pengaruh yang

    signifkan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada perusahaan food and beverage

    yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015. Sedangkan secara

    parsial diperoleh hasil bahwa kebijakan hutang (DER) dan kebijakan dividen

    (DPR) tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV) pada

    perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode

    2012-2015, dan profitabilitas (ROE) berpengaruh signifikan terhadap nilai

    perusahaan (PBV) pada perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa

    Efek Indonesia periode 2012-2015.

  • eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 2, 2017: 376-389

    388

    Bagi perusahaan food and beverage disarankan dapat memperhatikan

    kebijakan hutang dan kebijakan dividennya dikarenakan penggunaan hutang

    yang berlebih serta pembagian dividen kepada pemegang saham mempengaruhi

    nilai perusahaan. Perusahaan juga disarankan meningkatkan profitabilitas

    karena hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi para investor dan pemegang

    saham untuk melakukan menanamkan sahmnya pada suatu perusahan.

    Bagi pemegang saham disarankan dalam memberikan penilaian

    terhadap suatu perusahaan sebaiknya juga memperhatikan faktor lain yang

    mempengaruhi nilai perusahaan Begitu pula bagi para investor harus melihat

    kondisi keuangan perusahaan sebelum menanamkan sahamnya terutama

    seberapa besar penggunaan hutang, pembagian dividen dan tingkat

    profitabilitas yang diperoleh perusahaan.

    Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan lebih

    banyak variabel lain sebagai variabel independen yang mempengaruhi nilai

    perusahaan, menggunakan lebih banyak ukuran variabel tidak terbatas

    hanya satu saja. Peneliti dapat pula menambah sampel perusahaan selain

    sektor food and beverage serta periode pengamatan yang lebih lama agar

    diharapkan hasil penelitian semakin lebih baik lagi.

    Daftar Pustaka

    Sumber Buku :

    Fahmi, Irham. 2012. Pengantar Manajemen Keuangan Teori dan Soal

    Jawab, Alfabeta, Bandung Mulyawan, Setia. 2015. Manajemen Keuangan, Pustaka Setia, Bandung

    Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS,

    MediaKom, Yogyakarta

    Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori Dan

    Praktik, Erlangga, Jakarta

    Sujarweni, V.Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi,

    Pustaka Baru Press, Yogyakarta

    Sunyoto, Danang. 2013. Analisis Laporan Keuangan untuk Bisnis, CAPS

    (Center of Academic Publishing Service), Yogyakarta

    Sutrisno. 2012. Manajemen Keuangan Teori Konsep & Aplikasi, Ekonisia,

    Yogyakarta

    Thoifah, I’anatut. 2015. Statistika Pendidikan Dan Metode Penelitian

    Kuantitatif, Madani, Malang

    Wahyudiono, Bambang. 2014. Mudah Membaca Laporan Keuangan, Raih

    Asa Sukses (Penebar Swadaya Grup), Jakarta

    Sumber Skripsi dan Jurnal : Cahyanto, Setiawan Ari.“ Pengaruh Struktur Modal Dan Profitabilitas

    Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada Perusahaan Otomotif dan

    Komponennya yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun

  • Pengaruh DER,DPR Dan ROE Terhadap Nilai Perusahaan (Normayanti)

    389

    2010-2013)”. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 11 No. 1 Juni

    2014| Universitas Brawijaya Malang

    Gayatri, Ni Luh Putu Rassri. “ Pengaruh Struktur Modal, Kebijakan Dividen

    Dan Keputusan Investasi Terhadap Nilai Perusahaan manufaktur yang

    terdaftar di BEI”. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana Vol 3, No

    6 (2014).

    Hidayat, Azhari. 2013“Pengaruh Kebijakan Hutang Dan Kebijakan Dividen

    Terhadap Nilai Perusahaan (Studi empiris pada perusahaan

    manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)”. Journal of

    Financial Management and Analysis, pp.63-74. Universitas Negeri

    Padang

    Lestari, Rosi Setiana. 2013.“ Pengaruh Kebijakan Utang, Kebijakan Deviden,

    Ukuran Perusahaan, Dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan

    (Studi Empiris Terhadap Perusahaan Food And Beverage Yang

    Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia periode 2010-2013)”. Jurnal

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Lampung

    Mayogi, Dien Gusti. “Pengaruh Profitabilitas, Kebijakan Dividen Dan

    Kebijakan Utang Terhadap Nilai Perusahaan (studi pada perusahaan

    manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-

    2013)”.Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi : Volume 5, Nomor 1, Januari

    2016. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya

    Dewanti, Wenny Rizky. 2016 “Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio,

    Total Asset Turnover, Dan Net Profit Margin Terhadap Price Earnings

    Ratio (Studi Empiris pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi yang

    Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015)”.Skripsi

    Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

    Hidayah, Ridho. 2013 “Pengaruh Struktur Modal Dan Ukuran Perusahaan Serta

    Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Pada Industri Pertambangan

    Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi Manjemen Fakultas

    Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda.

    Sumber Internet :

    http://www.idx.co.id/id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantah

    unan.aspx

    http://www.idx.co.id/id/beranda/publikasi/ringkasankinerjaperusahaantercat

    at.aspx

    http://www.idx.co.id/id-id/beranda/publikasi/factbook.aspx

    www.economy.okezone.com/article/bank-indonesia-mempertahankan-

    tingkat-suku-bunga-acuan-sebesar-7,50%

    www.neraca.co.id/article//depresiasi-rupiah-tekan-industri-makanan-dan-

    minuman

    http://katadata.co.id/berita/2015/09/16/harga-makanan-minuman-akan-naik-

    jika-dolar-tembus-rp-15-ribu

    http://www.idx.co.id/id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspxhttp://www.idx.co.id/id/beranda/perusahaantercatat/laporankeuangandantahunan.aspxhttp://www.idx.co.id/id/beranda/publikasi/ringkasankinerjaperusahaantercatat.aspxhttp://www.idx.co.id/id/beranda/publikasi/ringkasankinerjaperusahaantercatat.aspxhttp://www.idx.co.id/id-id/beranda/publikasi/factbook.aspxhttp://www.economy.okezone.com/article/bank-indonesia-mempertahankan-tingkat-suku-bunga-acuan-sebesar-7,50%25http://www.economy.okezone.com/article/bank-indonesia-mempertahankan-tingkat-suku-bunga-acuan-sebesar-7,50%25http://www.neraca.co.id/article/51812/depresiasi-rupiah-tekan-industri-makanan-dan-minumanhttp://www.neraca.co.id/article/51812/depresiasi-rupiah-tekan-industri-makanan-dan-minumanhttp://katadata.co.id/berita/2015/09/16/harga-makanan-minuman-akan-naik-jika-dolar-tembus-rp-15-ribuhttp://katadata.co.id/berita/2015/09/16/harga-makanan-minuman-akan-naik-jika-dolar-tembus-rp-15-ribu