Top Banner

of 72

Pengantar Neraca Neraca Makroekonomi 21-9-2011

Jul 14, 2015

Download

Documents

beqha
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript

PENGANTAR NERACA-NERACA MAKROEKONOMI

MADDAREMMENG A.PANENNUNGI

Pokok Bahasan Neraca Pokok (4) Neraca Turunan (3, hanya sekilas, bukan bahasan untuk kelas ini) Hubungan Antar Neraca

1. PENDAHULUAN

Alasan perlunya penyeragaman konsep dan penghitungan data (System of National Account,UN,1968 dan1993): Analisis Makroekonomi Perbandingan antar waktu Perbandingan antar negara/ekonomi lainnya

Neraca-neraca makroekonomi: PDB, APBN, NP, NM, ditambah FOF, IO, dan SNSE

System of National Accounts (SNA) tahun 1993 yang dibuat oleh PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) beserta Eurostat, IMF (International Monetary Fund), OECD (Organization for Economic Cooperation and Development), dan WB (World Bank) menjadi dasar utama penyusunan neracaneraca makroekonomi di seluruh dunia.

Selanjutnya IMF menerbitkan serangkaian publikasi yang relatif lebih mutakhir misalnya Balance of Payment Manual (BOPM) pada tahun 1993, Monetary and Financial Statistics Manual (MFSM) pada tahun 2000, dan Government Financial Statistics Manual (GFSM) pada tahun 2001.

Ringkasan yang baik dan meliputi empat neraca dasar (Produk Domestik Bruto (PDB), Neraca Pembayaran, Neraca Fiskal, dan Neraca Moneter) dapat dilihat pada publikasi The System of Macroeconomic Accounts Statistics: An Overview, yang diterbitkan IMF tahun 2007 beserta Macroeconomic Accounting in Transition Economy, yang diterbitkan IMF tahun 1999.

Penggunaan data dan teori ekonomi untuk menjelaskan transformasi struktural dan kebijakan ekonomi Indonesia Diagram arus melingkar merupakan dasar yang utama dalam memahami seluruh neraca-neraca makroekonomi

Diagram Arus Melingkar

Diagram Arus Melingkar

RUMAH TANGGA PERUSAHAAN PEMERINTAH LUAR NEGERI MONETER

2, 3, 4, 5 Neraca-Neraca Pokok Makroekonomi

2.1 PDB (Poduk Domestik Bruto) (PLUS INFLASI (2.2.) DAN PENGANGGURAN (2.3)

PDB atau Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product atau GDP) merupakan penjumlahan dari nilai tambah keseluruhan sektor dalam perekonomian atau nilai dari produksi barang dan jasa akhir dalam perekonomian dalam kurun waktu tertentu yang biasanya tahunan atau kuartalan

Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Lapangan UsahaPDB Menurut Lapangan Usaha : PDB adalah penjumlahan nilai tambah bruto (NTB) di tiap sektor lapangan usaha. NTB merupakan Nilai produksi Bruto (NPB) dikurangi Nilai Input Antara (NIA) NTB sendiri didefinisikan sebagai:9

NTBi 1

NPB - NIA

Contoh Pengitungan NTB Kayu= Rp 10 Diubah jadi papan=100 Diubah jadi lemari=200NTB = [10-0] + [100-10] + [200-100] NTB =10 + 90+ 100 NTB =200=Nilai Barang Akhir

Sektor Menurut Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan/Manufaktur Listrik, gas dan air bersih Bangunan Perdagangan, restoran dan hotel Pengangkutan dan Komunikasi Lembaga keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Lainnya

Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Pengeluaran PDB Menurut Pengeluaran PDB adalah penjumlahan dari elemenelemen pengeluaran, yaitu:

PDB CP CG IP IG X - M

Komponen PDB menurut pengeluaranSecara umum PDB sisi Pengeluaran terdiri dari Konsumsi Swasta (Private Consumption atau Cp), Konsumsi Pemerintah (Government Consumption atau Cg), Investasi Swasta (Private Investment atau Ip), Investasi Pemerintah (Government Investment atau Ig), Ekspor (Export atau E), dan Impor (Import atau M).

Produk Domestik Bruto (PDB) Menurut Pendapatan [Balas Jasa Faktor Produksi] PDB menurut pendapatan adalah penjumlahan balas jasa dari faktor-faktor produksi, yaitu: PDB= Upah dan Gaji + Surplus Usaha + Pajak-Subsidi

Keterbatasan dari pengukuran PDBKeterbatasan dari pengukuran PDB tersebut: pertama, semua transaksi yang tidak masuk ke dalam pasar, tidak dihitung, misalnya aktifitas pertanian atau rumah tangga untuk kebutuhan sendiri; kedua, terkadang kualitas tidak dapat direfleksikan sama antar waktu, misalnya komputer yang di produksi lima tahun lalu jelas kualitasnya dibandingkan sekarang tidak sama; ketiga, kegiatan yang menimbulkan bads seperti polusi, kriminalitas, dan sebagainya tidak diperhitungkan; keempat, yaitu kegiatan illegal, dalam hal ini adalah black market, jelas tidak dihitung dalam PDB.

Menghitung PDB dari Input OutputInt. Demand Final Demand

Int.Inp P.Inp Import

Z11 Z21 Z31 L1 K1 M1 X1

Z12 Z22 Z32 L2 K2 M2 X2

Z13 Z23 Z33 L3 K3 M3 X3

C1 I1 C2 I2 C3 I3

G 1 E 1 X1 G 2 E 2 X2 G 3 E 3 X3 L K G E

C

I

Menghitung PDB dari Input Output

Zj + C + I + G + E; Zi + L + K + M; C + I + G + (E M) = L + K = VA; VA = VA1 + VA2 + VA3; VA = (L1+K1)+(L2+K2)+(L3+K3); Hubungan pendapatan dan nilai tambah?

PDB Harga Konstan dan Harga Berlaku Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi, digunakan PDB dengan harga konstan yang dipilih berdasarkan tahun tertentu. Hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan yang dihitung adalah output (menghilangkan pengaruh harga antar waktu) Dalam menghitung kontribusi/share/peranan sektoral/variabel tertentu terhadap PDB biasanya digunakan harga berlaku

Perubahan harga konstanMisalnya harga konstan tahun 2000 berubah menjadi tahun 2005, maka yang dilakukan adalah: Pertama, PDB harga konstan semua tahun/waktu yang diamati dibagi dengan PDB harga konstan tahun 2005; Kedua, hasil pembagian tersebut dikalikan dengan PDB harga berlaku tahun 2005 untuk semua tahun yang sedang diamati; Ketiga, hasil perkalian tersebut akan menjadi PDB dengan harga konstan tahun 2005, dimana PDB harga konstan tahun 2005 dan PDB harga harga berlaku tahun 2005 akan sama nilainya. Silakan perhatikan contoh

Menghitung pertumbuhan ekonomiBiasanya dengan perhitungan sederhana dan regresi Penghitungan pertumbuhan ekonomi sederhana biasanya dilakukan dengan istilah Pertumbuhan triwulanan year on year (quarterly y.o.y growth), Pertumbuhan triwulanan quarter on quarter (quarterly q.o.q growth), Pertumbuhan tahunan (annually y.o.y growth).

Menghitung pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dalam rentang waktu lama sering memakai rata-rata atau end to end Sementara untuk regresi memerlukan data series dari PDB harga konstanY = c + dt, dimana Y= ln PDBt1, c= ln PDBto dan d = (1 + g), g=growth

ICOR (Incremental Capital Output Ratio)1.Tabungan (S) merupakan proporsi (s) dari Pendapatan atau Output (Y) S = s.Y 2. Investasi (I) didefinisikan sebagai perubahan stok kapital (dK) I = dK Diketahui pula bahwa ada hubungan langsung antara tingkat K dan Y K/Y = k Atau jika terjadi perubahan pada K dan Y, juga dK/dY = k atau dK = kdY. k Ini disebut ICOR 3. ICOR 1990-1993= (PMTDB 89+90+91+92)/(PDB 93-89) 4. Kita juga mengetahui bahwa total tabungan (S) sama dengan total investasi (I) S = I atau I = dK = k.dY atau S = s.Y = k.dY = dK = I 5. Secara singkat s.Y = k.Y atau dY/Y = s/k atau g=s/k

Tugas sehubungan dengan PDB (T 1)1.Hitung pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha dan pengeluaran 20062010 secara tahunan 2.Untuk data tahun 2009-2010 di atas, hitunglah pertumbuhan triwulanan year on year (quarterly y.o.y growth) dan pertumbuhan triwulanan quarter on quarter (quarterly q.o.q growth),

Tugas sehubungan dengan PDB (1)

3.Hitunglah ICOR Indonesia 2000-2005 dan 2006-2010

2.2. InflasiInflasi merupakan peningkatan harga-harga secara umum dalam jangka waktu tertentu. Secara teoritis penyebab inflasi dapat berasal dari tarikan permintaan atau demand pull inflation, tekanan biaya produksi atau cost push inflation, dan juga gabungan dari keduanya.

IHK dan PDB Deflator Pengukuran inflasi umumnya dilakukan dengan menghitung perubahan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Deflator PDB. Perbedaan keduanya a.l. Pertama, IHK hanya didasarkan pada harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen sementara yg dibeli perusahaan dan pemerintah dalam dalam Deflator PDB. Kedua, Deflator PDB tidak bisa menangkap perubahan harga pada barang impor untuk konsumen akhir karena tidak melewati proses produksi,ada dalam IHK. Ketiga, IHK dihitung berdasarkan suatu basis kuantitas tertentu yang tetap atau Laspeyers Price Index sementara Deflator PDB Paasche Price Index. Keempat, karena IHK terkadang mengabaikan apa yang disebut efek substitusi sementara Deflator PDB sangat fleksibel

IHK Pengelompokan IHK yang sejak dulu kita kenal adalah berdasarkan pengelompokan barang/jasa menurut tujuan/alasan/jenis pengeluarannya. Untuk pengelompokan ini, sejak Juni 2008, IHK dihitung dari 66 kota yang mencakup sekitar 284 hingga 441 komoditas yang dihitung berdasarkan pola konsumsi hasil Survei Biaya Hidup di 66 kota tersebut pada tahun 2007. IHK mencakup 7 kelompok meliputi (1) bahan makanan; (2) makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau; (3) perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar; (4) sandang; (5) kesehatan; (6) pendidikan, rekreasi, dan olah raga; (7) transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Headline inflation vs core inflationSejak 2006, BPS menambahkan bentuk lain pengelompokan inflasi IHK. Bentuk baru tersebut adalah IHK berdasarkan karakteristik perkembangan harga komoditas yang harganya bergejolak (volatile goods inflation), inflasi komoditas yang harganya diatur oleh pemerintah (administered price inflation), dan inflasi inti (core inflation).

Headline inflation vs core inflationHeadline inflation adalah inflasi yang kita kenal dengan menggunakan IHK yang standar, sementara core inflation adalah inflasi yang tidak memasukkan perubahan harga dari barang yang sedang berfluktuasi yang diperkirakan hanya dalam jangka pendek, sehingga bisa mencerminkan inflasi jangka panjang. Biasanya perubahan harga bahan bakar dan makanan yang tidak dimasukkan ke dalam core inflation

Tugas sehubungan dengan inflasi (T 2)1.Bandingkan inflasi dengan PDB deflator untuk data tahun 2006-2010 2.Hitung inflasi menurut kelompok komoditi 2009-2010 3.Hitung inflasi menurut istilah headline, core, administered, dan volatile goods tahun 2009-2010

2.3. PengangguranTingkat pengangguran atau unemployment rate diukur dari jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan dan yang mencari pekerjaan dibandingkan dengan angkatan kerja. Sementara angkatan kerja atau labor force merupakan semua usia kerja baik yang bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan.

Sakernas BPS mengukur pengangguran dengan melakukan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Sejak tahun 2002-2004, di samping Sakernas tahunan juga diadakan Sakernas triwulanan dan mengacu kepada rekomendasi ILO (International Labor Organization). Pada tahun 2005, Sakernas dilaksanakan semesteran pada Bulan Februari (Semester 1) dan Agustus (Semester 2). Sakernas Februari 2008 memiliki sampel 70.000 rumah tangga dan Agustus 2008 memiliki sampel 293.088 rumah tangga

Beberapa konsep Beberapa konsep dan definisi perlu dipahami berikut ini (BPS, 2009): pertama, Angkatan Kerja, adalah penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) yang bekerja, punya pekerjaan namun tidak bekerja, dan pengangguran. Kedua, bekerja, adalah memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan yang lamanya bekerja paling sedikit 1 jam secara terus menerus dalam seminggu yang lalu (termasuk pekerja keluarga tanpa upah yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi). Ketiga, jumlah jam kerja adalah seluruh jam kerja yang digunakan dikurangi jam istirahat atau untuk kegiatan di luar pekerjaan.

Tugas mengenai pengangguran (T 3)1.Tunjukkan jumlah penduduk di atas 15 tahun, angkatan kerja, serta bukan angkatan kerja tahun 2010 2.Analisis angka pengangguran Indonesia 1998-2005 dan 2006-2010

3. NERACA FISKAL (APBN)

NERACA FISKAL (APBN)PENERIMAAN (RECEIPTS) A. Penerimaan Rutin (Current Revenue) B. Penerimaan Revenue) Pembangunan (Capital PENGELUARAN (EXPENDITURES) D. Pengeluaran Rutin (Current Expenditure) E.Pengeluaran Expenditure) Pembangunan (Capital

C. Hibah (Grants) G. Pembiayaan (Financing) Luar Negeri (Foreign) Domestik (Domestic) A+B+C+G

F.Pinjaman Netto (Net Lending)

D+E+F

APBN dan GFSMSejak tahun 2000 hingga penulisan buku ini, Indonesia sudah mengimplementasikan format sesuai dengan GFS, meskipun demikian belum persis dengan Government Financial Statistics Manual (GFSM) tahun 2001 yang diterbitkan IMF

Asumsi APBN Perlu diperhatikan bahwa dalam penyusunan RAPBN diperlukan beberapa perkiraan atau asumsi beberapa asumsi makroekonomi yang mempengaruhi APBN, yaitu pertumbuhan ekonomi (%), tingkat bunga (%), inflasi (%), kurs (Rp/AS $), harga minyak (AS $/Barrel) dan produksi minyak (Barrel/Hari).

Gunanya asumsi Perkiraan pertumbuhan ekonomi akan mempengaruhi misalnya perkiraan penerimaan pajak, perkiraan kurs akan mempengaruhi semua komponen APBN yang memiliki hubungan dengan aktifitas internasional misalnya utang luar negeri, perkiraan harga minyak dan produksinya sangat mempengaruhi penerimaan khususnya yang berhubungan dengan minyak. Sementara perkiraan inflasi akan kait mengkait dengan berbagai macam komponen APBN, khususnya komponen-komponen pengeluaran. Untuk perkiraan suku bunga misalnya sangat terkait dengan utang dalam negeri.

Komponen APBNPenerimaaan APBN dibedakan atas Pendapatan Dalam Negeri dan Hibah. Selanjutnya Pendapatan Dalam Negeri terdiri dari Pendapatan pajak dan bukan pajak. Penerimaan dari Pajak terdiri dari pajak berasal dari penerimaan aktifitas dalam negeri dan pajak perdagangan internasional. Pajak penerimaan dari aktifitas dalam negeri meliputi PPH (Pajak Penghasilan) migas dan non migas, PPN (Pajak Pertambahan Nilai), PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), BPHTB (Biaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan), cukai, serta pajak dalam negeri lainnya. Pajak dari aktifitas perdagangan internasional berupa bea masuk dan pajak ekspor. Penerimaan Bukan Pajak terdiri dari penerimaan sumber daya alam, penerimaan laba BUMN, dan penerimaan bukan pajak lainnya. Pengeluaran APBN dibedakan atas Pengeluaran Pemerintah Pusat dan Pengeluaran Daerah. Pengeluaran pemerintah pusat terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi (BBM (Bahan Bakar Minyak) dan bukan BBM), belanja hibah, bantuan sosial, dan belanja lainnya. Pengeluaran untuk daerah terdiri dari dana perimbangan dan dana otonomi khusus & penyeimbangan. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus

Istilah penting Keseimbangan primer (primary balance) merupakan nilai bersih selisih pengeluaran dengan penerimaan setelah mengeluarkan pengeluaran untuk pembayaran bunga utang. Surplus/Defisit Anggaran (overall balance) adalah nilai keseimbangan secara umum dengan mengurangkan total pengeluaran dengan total pendapatan/penerimaan, Pembiayaan Bersih (financing net) untuk menutup defisit/surplus anggaran terdiri dari Pembiayaan Dalam Negeri dan Pembiayaan Luar Negeri. Pembiayaan Dalam Negeri terdiri dari berasal dari perbankan dan non perbankan dalam negeri. Pembiayaan Luar Negeri terdiri dari berasal dari pinjaman bruto luar negeri dan pembiayaan cicilan pokok utang luar negeri.

Tugas sehubungan APBN (T4) Silakan hitung kontribusi dan perubahan komponen (baik pendapatan maupun pengeluaran) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 20092010

4. Neraca Pembayaran

NP dan BOPM Neraca Pembayaran (Balance of Payment atau BOP) merupakan pencatatan transaksi aktivitas ekonomi penduduk sebuah negara dengan penduduk negara lainnya dalam suatu periode tertentu, misalnya setahun. Acuan untuk prinsip-prinsip mengenai Neraca Pembayaran atau Balance of Payments Manual (BPM) oleh IMF di tahun 1993 (IMF 1999,2007b). Secara konseptual bisa lebih rinci pada Krugman dan Obstfeld (2008). Salah satu referensi yang baik adalah dari Bank Indonesia (2002), adalah Buku 3 Seri Kebanksentralan, Neraca Pembayaran.

1.

Transaksi Berjalan (Current Account) A. Barang dan Jasa (Goods and Services) Barang (Goods) Jasa (Services) Transportasi (Transportation) Turisme (Travel) Jasa Pemerintah (Government Services) Jasa Lainnya (Other Services) B. Pendapatan Faktor Produksi (Income) Upah/Gaji (Compensation of Employees) Pendapatan Investasi/Modal (Investment Income) C. Transfer Berjalan (Current Transfers)

2.

Neraca Modal dan Financial (Capital and Financial Account) A. Neraca Modal (Capital Account) Transfer Modal (Capital Transfers) Akuisisi Aset Non Finansial (Acquisition of Non Financial Asset) B. Neraca Financial (Financial Account) Investasi Asing Langsung Netto ( Foreign Direct Investment, Net) Investasi Portofolio Netto (Portofolio Investment, Net) Investasi Lainnya (Other Investments, Net) Pinjaman/Kredit Dagang (Loans, Trade Credit) Penggunaan Kredit/Pinjaman IMF (Use of IMF credit and loans) Cadangan Devisa (Reserve Assets) Emas (Monetary Gold) Cadangan dari IMF (SDRs) Posisi Cadangan dalam IMF (Reserve Position in the IMF) Valuta Asing (Foreign Exchange) Klaim Lainnya (Other claims)

Neraca pembayaranNeraca Transaksi Berjalan (Current Account) terdiri dari Perdagangan Barang dan Jasa dengan asumsi free on board (f.o.b), Pendapatan Faktor Produksi (upah/gaji dan pendapatan modal baik FDI, portofolio, maupun lainnya), dan Transfer Berjalan Neraca Modal merupakan neraca yang terdiri dari transfer modal (baik dari pemerintah maupun lainnya) dan akuisisi dari non-finansial/nonproduced asset misalnya hak paten dan lisensi

Neraca pembayaranNeraca Finansial terdiri dari DI (Direct Investment) atau Investasi Langsung, Investasi Portofolio, Investasi Derivatif, dan Investasi Lainnya. Investasi Lainnya antara lain adalah trade credits, loans, currency and deposits, serta aset lainnya. Selanjutnya adalah Cadangan Devisa yang terdiri dari Emas, Cadangan dari IMF berupa Special Drawing Rights (SDR) atau semacam unit account IMF, Posisi Cadangan dalam IMF, Valuta Asing, dan Klaim Lainnya.

Neraca pembayaranPerlu diketahui bahwa tabel yang bersifat tabel analisis bisa berbeda denbgan yg standar. Misalnya oleh Bank Indonesia sebagai berikut. Neraca Pembayaran dibedakan ke dalam kelompok Transaksi Berjalan, Transaksi Modal dan Finansial, Selisih Perhitungan, dan Lalu Lintas Moneter (Cadangan Devisa dan yang Terkait).

Transaksi Berjalan terdiri dari Neraca perdagangan bersih, Jasa-Jasa bersih, Pendapatan bersih, dan Transfer berjalan bersih;Transaksi Finansial terdiri dari Investasi langsung, Investasi Portofolio, dan Investasi lainnya. Lalu Lintas Moneter atau Cadangan Devisa dan yang Terkait adalah jumlah yang mengimbangi ketiga komponen utama tersebut disebabkan Neraca Pembayaran harus seimbang atau jumlah keseluruhan adalah nol (0), yang terdiri dari perubahan cadangan devisa dan pinjaman IMF. Jika nilainya positif berarti defisit, jika negatif berarrti surplus.

Istilah penting Neraca Perdagangan (Trade Balance) merupakan nilai ekspor kurang impor barang dan jasa, Neraca Transaksi Berjalan (Current Account Balance) merupakan Neraca Perdagangan ditambah dengan pendapatan bersih luar negeri beserta transfer bersih luar negeri, Neraca Dasar (Basic Balance) merupakan penjumlahan Neraca Transaksi Berjalan ditambah Neraca Modal dan Investasi Langsung (yang bersifat jangka panjang)

Tugas sehubungan dengan neraca pembayaran (T5) Analisis perubahan neraca pembayaran Indonesia 2009-2010

5. Neraca Moneter dan FInansial Acuan Neraca Moneter didasarkan pada MFSM atau Monetary and Finansial Statistics Manual, IMF (2000). Neraca ini merupakan cermin dari setiap transaksi dari agen ekonomi dan menjadi variabel penting dalam analisis ekonomi moneter. Salah satu acuan dari Bank Indonesia (2002) adalah Buku 2 Seri Kebanksentralan, Penyusunan Statistik Uang Beredar.

Komponen Sistem perbankan terdiri atas Otoritas Moneter (Monetary Authority) dan Bank-Bank Pencipta Uang Giral (Deposit Money Banks). Selanjutnya, dalam memahami sistem Perbankan maka perlu didasarkan pada data Neraca Sistem Moneter atau Neraca Survei Moneter (Monetary Survey) yang merupakan konsolidasi dari Neraca Otoritas Moneter (Balance Sheet of Monetary Authority) dan Neraca Bank-Bank Pencipta Uang Giral/BPUG Consolidated Balance Sheets of the Deposits Money Banks/DMBs) . Lebih luas dari sistem perbankan adalah sistem finansial dalam Neraca Sistem Finansial (Financial Survey) yang merupakan konsolidasi dari Neraca Sistem Perbankan (Monetary Survey) dan Neraca Sistem Lembaga Keuangan Lainnya (Consolidated Balance Sheet of Other Financial Institution). Meskipun Neraca Sistem Finansial dimungkinkan, namun biasanya hanya akan fokus kepada Neraca Sistem Moneter/Perbankan karena selain variabel yang penting dalam analisis ekonomi ada di sana.

Catatan Beberapa hal penting untuk diperhatikan dalam membaca Neraca Sistem/Survei Moneter. Pertama, dalam neraca tersebut, data yang ada adalah bersifat stock, di mana flow dapat ditunjukkan dengan mengurangkan dengan periode sebelumnya. Kedua, neraca tersebut dalam nilai mata uang lokal dan jika dinyatakan dalam mata uang lainnya, maka yang dipakai sebagai pengganti adalah nilai tukar di akhir periode karena bersifat stock.

Neraca Otoritas MoneterAsset Luar Negeri Bersih Asset Domestik Bersih Kredit Domestik Bersih 1. Tagihan pada PemerintahBersih 2.Tagihan pada BPUG 3.Tagihan pada Sektor Dometik Lainnya Lainnya Uang Primer Uang Kartal Uang Deposit

Neraca Bank Pencipta Uang Giral (BPUG)Asset Luar Negeri Bersih Reserve Kredit Domestik Bersih 1. Tagihan pada PemerintahBersih 2.Tagihan pada Sektor Dometik Lainnya Lainnya Uang Giral Lainnya

Neraca Sistem Moneter/Perbankan (Monetary Survey)Asset Luar Negeri Bersih Asset Domestik Bersih Kredit Domestik Bersih Tagihan pada PemerintahBersih Tagihan pada Sektor Dometik Lainnya Lainnya Uang Beredar (Luas), (M2) Uang Beredar ,M1 Uang Kartal Uang Giral Uang Kuasi Tabungan Berjangka Deposito Valas

Tugas sehubungan dengan neraca moneter (T6)Analisis perubahan komponen tabel dari Bank Indonesia yang berudul Uang Beredar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya (ambil data Desember 2009 dan Desember 2010)

6. Neraca TurunanNeraca Arus Dana Input Output Sistem Neraca Sosial Ekonomi

Hubungan Antar Neraca Makroekonomi

A. Identitas Pendapatan Nasional1. Pendapatan dan Absorpsi GDP= C + I + G + X M GNI= C + I + G + X M + Yf GNDI= C + I + G + X M + Yf + TRf CAB= X-M + Yf + TRf A=C+I+G GNDI=A+CAB GNDI-A=CAB 2. Pendapatan dan Saving Investment Gap GNDI=C+S+T =(C+S+T)-(C+I+G)=S-I + T-G = CAB =(Sp-Ip) + (Sg-Ig) = CAB

B. Private Sector

Sp-Ip = GNDIp Cp Ip = Private S-I Gap Fp=? [How to finance the gap?]

Fp= FDIp + NFBp + NDCp - M2 NB

FDIp=FDI= Foreign Direct Investment NFBp=Net of Private Foreign Borrowing NDC= Net of Private Domestic Credit M2= Net of M2 NB= Net of Government Bond

C.Government Sector Conventional Deficit= T.Revenue&Grants-T.Expenditure&Lending= Rg-Eg=Fg=? {How to finance the gap?} Eg= Cg (Current)+Ig (Investment) Sg=Rg-Cg = Rg (Eg-Ig)= Rg-Eg+Ig Sg-Ig=Rg-Eg

Fg= NFBg + NDCg + NB

NFBg= Net Foreign Borrowing=Bonds to Non Resident NDCg= Net Domestic Credit for Govt both from CB and Off CB NB= Net Domestic Bonds

D. Foreign Sector

Trade Balance=TB=X-M Current Acc. Balance=CAB=TB+Yf+TRfCAB= GNDI-A=X-M+Yf+TRf= FI+RES CAB=FDI + NFB + RES RES=(NFA+OINf)

FI=Net Foreign Asset not in the banking system/non monetary flows RES=Net Foreign Asset in the banking system/monetary flows NFA=Net Foreign Asset OINf=Other Items Net

Hubungan-Hubungan NeracaGNDI-A X-M+Yf+TRf

CABSp-Ip + Sg-Ig FI+RES

Selanjutnya Harap Dibaca Macroeconomic Accounting in Transition Economy, IMF, 1999 Indikator-Indikator Makroekonomi, Susanti et al, 2001 Beberapa file yang akan diberikan (akan disebutkan dan diperlihatkan nama filenya untuk referensi jika tertarik mendalami)