Top Banner
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DITINJAU DARI HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SEMAYANG SEMESTER GENAP SMP STELLA DUCE 1 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika Oleh: Lorensia Wuri Pratiwi NIM : 121414006 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
308

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES …

Nov 25, 2021

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
BELAJAR SISWA KELAS VII SEMAYANG SEMESTER GENAP SMP STELLA DUCE
1 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
i
BELAJAR SISWA KELAS VII SEMAYANG SEMESTER GENAP SMP STELLA DUCE
1 YOGYAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
iii
iv
PERSEMBAHAN
telah memberikan tujuan dan makna nyata pada hidupku:
Tuhan Yesus
v
vi
MOTTO
berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah
menyimpang kepada kebohongan!
Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang
ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan
Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar
jumlahnya untuk dihitung.
(Mazmur 40: 5-6)
vii
ABSTRAK
Lorensia Wuri Pratiwi. 2016. Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses
Ditinjau Dari Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semayang Semester Genap SMP
Stella Duce 1 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2015/2016. Skripsi. Yogyakarta:
Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Sanata Dharma.
pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dan hasil belajar pada aspek
kognitif dan minat belajar siswa setelah mengalami proses pembelajaran dengan
pendekatan keterampilan proses.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Semayang SMP Stella
Duce 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 35 siswa, dengan
objek yang diteliti adalah minat belajar siswa dan hasil belajar pada aspek kognitif
siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, kuesioner,
tes, dan dokumentasi. Pengujian validitas instrumen penelitian menggunakan
pendapat dari ahli. Pengujian kredibilitas instrumen penelitian menggunakan
triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan teknik observasi
keterampilan proses dan minat belajar, penyebaran angket minat, dan tes kognitif
siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan sebelum peneliti menggunakan pendekatan
keterampilan proses ada 5 keterampilan proses yang sudah muncul dalam proses
pembelajaran yaitu mengobservasi, mengklasifikasi, mengukur, memprediksi, dan
mengkomunikasi. Sedangkan, pada proses pembelajaran yang menggunakan
pendekatan keterampilan proses ada 6 keterampilan proses yang terjadi yaitu
mengobservasi, mengklasifikasi, mengkomunikasi, mengukur, memprediksi, dan
menyimpulkan. Langkah-langkah pelaksanaan proses pembelajaran dengan
pendekatan keterampilan proses di kelas VII Semayang adalah: (1) siswa
mempelajari materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga atau
permainan, (2) siswa mengerjakan latihan soal, (3) beberapa siswa
mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas dan siswa lainnya menanggapi,
(4) siswa beserta guru menyimpulkan pembelajaran, dan (5) siswa mendapatkan
pekerjaan rumah.
pendekatan keterampilan proses adalah. (1) Berdasarkan hasil tugas yang
diberikan kepada siswa, siswa yang mengumpulkan tugas sebanyak 21 siswa
(60%) dari 35 siswa. Berdasarkan nilai batas ketuntasan yaitu 70, perolehan hasil
tugas tersebut adalah 80,85% siswa mendapatkan nilai diatas nilai batas
ketuntasan dan 19,05 % siswa mendapatkan nilai dibawah nilai batas ketuntasan.
(2) Minat belajar siswa sebelum mengalami proses pembelajaran dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
176, 24.
pendekatan keterampilan proses adalah (1) Berdasarkan hasil pekerjaan rumah,
siswa yang mengumpulkan tugas sebanyak 20 siswa (57,14%) dari 35 siswa kelas
VII Semayang. Berdasarkan batas ketuntasan yaitu 70, siswa yang sudah tuntas
sebanyak 8 siswa (40%) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 12 siswa (60%).
Berdasarkan hasil latihan lembar kerja siswa, siswa yang mengumpulkan tugas
sebanyak 32 siswa (91,42%) dari 35 siswa. Siswa yang sudah tuntas sebanyak 19
siswa (59,37%) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 13 siswa (40,62 %).
Berdasarkan hasil tes ulangan harian bangun datar, siswa yang mengikuti tes
ulangan harian sebanyak 33 siswa (94,28%), siswa yang sudah tuntas sebanyak 13
siswa (39,39%) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 20 siswa (60,60%). (2)
Minat belajar siswa setelah mengalami proses pembelajaran dengan pendekatan
keterampilan proses adalah “BERMINAT” dengan perolehan skor 217,69.
Kata Kunci : Pendekatan keterampilan proses, hasil belajar pada aspek kognitif
minat belajar
ix
ABSTRACT
Lorensia Wuri Pratiwi. 2016. The Implementation of Process Skills
Approach in Terms of The Students’ Learning Achievement in Grade VII
Semayang Second Semester of Stella Duce 1 Junior High School Yogyakarta
Academic Year 2015/2016. Thesis. Yogyakarta: Mathematics Education
Study Program, Department of Mathematics Education and Science, Faculty
of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University.
The aims of this research areto know the learning process through the
process skills approach and students’ learning achievement in cognitive aspects
and students’ interest after experiencing the learning process through the process
skills approach.
This research is a descriptive quantitative and qualitative research. The
subjects of this research are the 35 students of Grade VII Semayang of Stella
Duce 1 Junior High School Yogyakarta Academic Year 2015/2016. The objects
that are being analyzed in this research are the students’ interests and learning
achievement in students’ cognitive aspects. The instruments used in this research
are observation, questionnaire, test, and documentation. The research instrument
validity is based on the expert opinion,while the research instrument credibility is
based on the time triangulation. The data analysis techniques used are the
observation of the process skill and student’s interest, students’ interest
questionnaire distribution, and students’ cognitive test.
Based on the researcher’s observation on the learning process before
applying the process skills approach, there are five process skills which have
already appeared in the learning process. Those are observing, clarifying,
measuring, predicting, and communicating. While after applying the process skills
approach, there are six process skills appeared. Those are observing, clarifying,
communicating, measuring, predicting, and concluding. There are some steps in
implementing the process skills approach in the learning process in grade VII
Semayang namely: (1) Students learn the learning material using visual aids or
games, (2) Students do some exercises, (3) Some students present their works in
front of the class while other students give responses, (4) Students and teachers
conclude the learning activity, and (5) Students are given homework.
Students’ achievements in learning without applying the process skills
approach are: (1) From the assignments that are given by the teachers, there are 21
out of 35 students (60%) submit the assignments. Based on the minimum
achievement criteria which is 70, the result shows that 80,85% students have
fulfilled the minimum achievement criteria while 19,05% students have not
fulfilled it yet. (2) The result of students’ interest in learning process after
applying the process skills approach is “INSTERESTED” with the score of
176,24.
x
The students’ achievements after doing learning process with the
implementation of process skills approach are: (1) From the assignments, there are
20 out of 35 students of grade VII Semayang (57,14%) submit the assignments.
Based on the minimum achievement criteria which is 70, there are 8 students
(40%) who have fulfilled the minimum achievement criteria while 12 students
(60%) have not fulfilled it yet. Based on the result of students’ worksheet, there
are 32 out of 35 students (91,42%) have submitted the assignments. The students
who have fulfilled the minimum achievement criteria are 19 students (59,37%)
and those who have not fulfilled it yet are 13 students (40,62%). Based on the
daily progressive test about plane figure, there are 33 students (94,28%)
participate in the test. The result is that 13 students (39,39%) pass the test while
20 students (60,60%) have not passed it yet. (2) The students’ interests after
experiencing learning process with the implementation of process skills approach
are “INTERESTED” with the score of 217,69.
Keywords: Process skills approach, students’ achievements in cognitive aspects
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xi
xii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk segala berkah dan rahmat
yang telah diberikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tanpa
halangan suatu apapun. Skripsi ini disusun untuk memenuhi syarat menyelesaikan
skripsi dengan judul “Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Ditinjau Dari
Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semayang Semester Genap SMP Stella Duce 1
Yogyakarta Tahun Pelajaran 2015/2016” dengan baik, guna mencapai gelar
Sarjana Pendidikan Matematika di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Peneliti menyadari dalam menyelesaikan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan
dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, peneliti mengucapkan terima kasih
kepada:
dan memberkati penulis sehingga penulis selalu semangat dalam
menyelesaikan penelitian ini.
2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan atas ijinnya kepada
penulis untuk menggunakan fasilitas yang ada di Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan.
3. Bapak Dr. Hongki Julie, S.Pd, M.Si. selaku dosen pembimbing yang
bersedia meluangkan waktu untuk berdiskusi dan membimbing penulis.
4. Ibu Cicilia Doris Sri Redjeki, S.Pd. selaku guru mata pelajaran matematika
SMP Stella Duce 1 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan dan
meluangkan waktu untuk membimbing peneliti dalam pelaksanaan
penelitian.
5. Siswa kelas VII Semayang SMP Stella Duce 1 Yogyakarta yang telah ikut
serta dalam pelaksanaan penelitian.
6. Ibu Veronica Sukatmi, Cicilia Wiji Sulistya Asih, Romo Edy Wiyanto,
Ambrasius Didik Sapto Nugraha, Agustinus Triastanto, Bernadeta Wulan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xiii
Ndari, Paulus Mulyono, dan Lusi yang telah membantu membiayai studi
penulis hingga selesai, mendorong dan medukung penulis menyelesaikan
studi.
7. Keluarga dan saudara-saudara yang telah memberikan doa dan dukungan
kepada penulis dalam menyelesaikan studi.
8. Untuk sahabat-sahabat penulis yaitu Raisa Dwi Kalistyani, Caecilia Anis
Pratiwi, Maria Hellena Sea, Retna Widyaningsih, Fransiska Ratih Setiani,
Sisilia Reny Lindawati, Revosita, Michael Jaya Winata, dan Anung
Wicaksono yang telah mendukung dan membantu penulis dalam
menyelesaikan tugas skripsi dan studi di prodi pendidikan matematika.
9. Keluarga PMat kelas A angkatan 2012 atas persahabatan yang terjalin
seperti keluarga sendiri yang telah membantu dan mendukung peneliti
dalam menyelesaikan studi.
10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah
menyemangati dan mendukung penulis dalam menyelesaiakan studi.
Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena
itu, peneliti menerima saran dan kritikan yang bersifat membangun. Akhir kata,
peneliti berharap semoga skripsi yang jauh dari sempurna ini bermanfaat bagi
kemajuan pendidikan dan pembaca.
Yogyakarta, 25 Juli 2016
xiv
KATA PENGANTAR......................................................................................... ... xii
DAFTAR ISI....................................................................................................... ... xiv
DAFTAR TABEL............................................................................................. ... xvii
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................... ... xix
xv
I. Teknik Analisis Data............................................................................... 40
A. Persiapan Penelitian................................................................................ 48
B. Pelaksanaan Penelitian........................................................................... 48
E. Hasil Kuisioner Minat Belajar Sebelum Penelitian............................. 57
F. Hasil Belajar Kognitif Siswa Sebelum Penelitian................................ 62
G. Pelaksanaan Proses Pembelajaran Pada Setiap Pertemuan............... 64
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xvi
I. Pengamatan Keterlaksanaan Keterampilan Proses Siswa Pada Setiap
Pertemuan................................................................................................ 73
Persegi Panjang....................................................................................... 75
M. Hasil Belajar Kognitif Siswa Setelah Penelitian................................. 272
N. Keterbatasan Penelitian....................................................................... 278
BAB V PENUTUP
xvii
Afektif, dan Psikomotorik ................................................................ 13
Tabel 3.3. Kriteria Minat Belajar Siswa............................................................. 46
Tabel 3.4. Penskoran Observasi Minat Belajar Seluruh Siswa ......................... 47
Tabel 3.5. Kriteria Minat Belajar Siswa Pada Setiap Indikator ........................ 47
Tabel 3.6. Kriteria Keseluruhan Minat Belajar Siswa................................. ....... 48
Tabel 3.7. Kriteria Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Semua Indikator........ ... 49
Tabel 4.1. Kriteria Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Semua Indikator
Sebelum Penelitian .......................................................................... 60
Tabel 4.2. Total Skor Siswa Pada Semua Indikator Sebelum Penelitian .......... 60
Tabel 4.3. Keterlaksanaan RPP................................................................... ...... 72
Pembelajaran Pertemuan 1............................................... ................ 102
Tabel 4.7. Pengamatan Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Pertemuan
1........ ............................................................................................... 259
Tabel 4.8. Pengamatan Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Pertemuan 2....... . 262
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xviii
Tabel 4.9. Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Semua Indikator Setelah
Penelitian........ ................................................................................. 269
Tabel 4.11. Hasil Pekerjaan Rumah............................................................. ...... 272
Tabel 4.13. Hasil Tes Ulangan Harian........................................................... ..... 275
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xix
Lampiran 2. Lembar Kunci Jawaban, Penilaian, dan Jawaban Siswa Sebelum
Penelitian..................................................................................................... 289
Lampiran 5. Lembar Penilaian Keterampilan Proses Lemabar Kerja 1....... 310
Lampiran 6. Lembar Latihan Soal................................................................ 312
Lampiran 9. Petunjuk Permainan............................................................... 324
Lampiran 12. Pekerjaan Rumah.................................................................. 333
Lampiran 14. Penilaian Pekerjaan Rumah.................................................. 336
Lampiran 16. Penskoran Ulangan Harian................................................... 343
Lampiran 18. Lembar Observasi Minat Belajar Siswa di Kelas................. 347
Lampiran 19. Data Hasil Observasi Minat Belajar Siswa.......................... 349
Lampiran 20. Indikator Keterampilan Proses............................................. 358
Lampiran 22. Data Hasil Observasi Keterampilan Proses.......................... 361
Lampiran 23. Lembar Pengamatan RPP...................................................... 369
xx
Lampiran 27. Data Hasil Angket Minta Belajar Siswa................................ 397
Lampiran 28. Foto....................................................................................... 399
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
contohnya Ki Hajar Dewantara yang merumuskan tentang teori-teori
pendidikan yang sesuai bangsa, Bung Hatta mengenalkan koperasi,
Supartinah Pakasi yang menemukan metode membaca untuk sekolah
dasar, Sediatmo yang menemukan teknik pondasi cakar ayam, dan masih
banyak lagi. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya pembinaan dan
pengembangan tokoh-tokoh ilmuwan dan penemu dari kalangan generasi
muda yang mampu bersaing di dunia internasional. Menurut Semiawan,
dkk (1985: 17), cara kerja para ilmuwan yaitu menumbuhkan dan
mengembangkan sampai menguasai beberapa kemampuan atau
keterampilan fisik dan mental tertentu saja. Keterampilan-keterampilan
tersebut terjadi di dalam proses-proses kerja pada ahli itu sendiri.
Keterampilan-keterampilan tersebut pada dasarnya dimiliki juga oleh
anak-anak meskipun dalam wujud potensi atau kemampuan dasar yang
belum terbentuk secara jelas. Oleh sebab itu, keterampilan tersebut perlu
didorong oleh guru agar dapat menumbuhkan potensi dan
mengembangkan keterampilan yang ada dalam diri anak tersebut. Dengan
mengembangkan keterampilan proses menggunakan pendekatan
keterampilan proses, anak dapat menemukan dan mengembangkan fakta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
sesuai dengan potensi anak.
Keempat alasan tersebut adalah sebagai berikut: (1) perkembangan ilmu
pengetahuan berlangsung secara cepat, sehingga menuntut kompetensi
guru melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan
tersebut. Kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah tidak
memberikan kemampuan untuk menemukan pengetahuan kepada siswa,
melainkan hanya memiliki pengetahuan. Untuk itu, guru harus
mengembangkan strategi pembelajaran yang dapat memberikan
keterampilan memperoleh pengetahuan kepada siswa. (2) Siswa mudah
memahami konsep apabila kegiatan pembelajaran
menyajikan/memberikan contoh konkrit. Contoh tersebut harus sesuai
dengan situasi dan kondisi yang dihadapi siswa, serta mempraktekkan atau
melakukan sesuatu (learning by doing). Dengan kata lain, apabila siswa
mendapatkan pengalaman belajar secara langsung, maka akan lebih mudah
memahami konsep dan diperoleh hasil belajar yang bermakna serta
berlangsung tetap. (3) Penemuan ilmiah bersifat tentatif. Artinya dapat
berubah berdasarkan fakta dan data baru. Dengan demikian, pembelajaran
harus menanamkan kemampuan berfikir kritis-analitis terhadap
permasalahan. (4) Pengembangan konsep sebaiknya tidak terlepas dari
pengembangan sikap dan nilai pada diri siswa, sehingga mereka memiliki
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
mengembangkan kemampuan yang seimbang antara kemampuan
intelektual dan kemampuan sosial. Berdasarkan keempat alasan tersebut,
maka pembelajaran keterampilan proses menjadi salah satu alternatif
untuk melibatkan fisik dan mental siswa dalam kegiatan pembelajaran,
sehingga siswa mendapatkan pemahaman secara utuh tentang objek.
Adanya kurikulum yang merupakan rencana tertulis yang berisi
tentang ide-ide dan gagasan-gagasan yang dirumuskan oleh pengembang
kurikulum dan mempunyai fungsi sebagai pedoman yang memberikan
arah dan tujuan pendidikan (Sanjaya, 2008: 16). Prinsip pengembangan
kurikulum salah satunya yaitu berpusat pada potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum
yang digunakan oleh SMP Stella Duce 1 Yogyakarta adalah Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan kurikulum yang
berorientasi pada pengembangan individu. Prinsip-prinsip pembelajaran
KTSP menekankan aktivitas siswa untuk mencari dan menemukan sendiri
materi pelajaran melalui berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran.
Struktur kurikulum tersebut terdapat komponen pengembangan diri yaitu:
komponen kurikulum yang menekankan kepada aspek pengembangan
minat dan bakat siswa. Selain itu, KTSP menuntut siswa untuk memiliki
kompetensi khusus dalam semua mata pelajaran setelah proses
pembelajaran. Selama proses pembelajaran seharusnya siswa ikut terlibat
secara langsung agar siswa memperoleh pengalaman dari proses
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
hasil belajar bagian dari kurikulum yang terdiri dari berbagai domain
yaitu: pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Berdasarkan hal
tersebut, memperlihatkan bahwa di dalam kurikulum, keterampilan dan
minat berperan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran itu
sendiri terjadi di dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran
merupakan suatu proses belajar yang dialami oleh siswa. Siswa akan
mendapatkan pengalaman belajar jika guru memfasilitasi kegiatan
pembelajaran yang berorientasi pada perolehan keterampilan belajar
kepada siswa. Proses dan hasil merupakan dua hal penting dalam
pembelajaran. Pembelajaran dikatakan berhasil jika siswa secara totalitas
terlibat dalam kegiatan pembelajaran tersebut (Semiawan, 1985: 16-34).
Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum SMP/MTs memuat 10
mata pelajaran salah satunya adalah mata pelajaran matematika. Mata
pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai
dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan
informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak
pasti, dan kompetitif (Permendikanas No 22 Tahun 2006 tentang Standar
Isi).
Stella Duce 1 Yogayakarta, ada beberapa permasalahan yang muncul pada
proses pembelajaran matematika, yaitu:
1. Sebagian siswa pasif dalam proses pembelajaran. Misalnya, dalam
proses pembelajaran hanya ada beberapa siswa saja yang mau
bertanya kepada guru tentang materi yang belum dipahami. Hal
tersebut terlihat pada percakapan beberapa siswa yang intinya ada
siswa yang bertanya tentang materi yang sedang diajarkan kepada
temannya. Namun, temannya tidak bisa menjawab dan tidak bertanya
kepada guru. Selain itu, ada siswa yang tidak mau maju ke depan saat
ditunjuk guru untuk menjelaskan materi pembelajaran.
2. Tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan
kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai siswa kurang. Hal
tersebut dapat terlihat dengan pernyaataan guru bahwa hasil nilai
ulangan harian yang dicapai siswa sebagian besar kurang dari batas
ketuntasan. Jadi, banyak siswa yang mengalami remidiasi untuk
memperbaiki nilai tersebut. Namun, pada kenyataannya masih ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
beberapa siswa yang tidak mengikuti remediasi. Selain itu, jika diberi
Pekerjaan Rumah (PR), ada beberapa siswa tidak mengumpulkan
tepat waktu. Sehingga berakibat guru sering mengingatkan siswa
untuk mengumpulkan tugas PR.
dicapai siswa dan terselesaikan materi-materi yang ada di buku paket
materi tanpa memperlihatkan pemahaman siswa terhadap materi yang
diajarkan tersebut. Hal tersebut terlihat pada pernyataan guru bahwa
jika sebagian besar siswa sudah paham dengan materi tertentu, guru
dapat melanjutkan materi selanjutnya dan menganggap siswa sudah
memahami semua karena materi yang harus dipelajari masih banyak.
Dengan kata lain, guru hanya mengejar materi yang ada pada
kurikulum dan siswa mengikuti kemauan guru dalam proses
pembelajaran. Kemauan yang dimaksud adalah siswa mau mengikuti
pelajaran bab baru walaupun bab yang sebelumnya belum terpahami.
4. Sebagian besar siswa hanya mementingkan diri sendiri. Hal tersebut
terlihat pada pembelajaran materi bangun datar yang menggunakan
metode presentasi. Saat ada siswa yang presentasi sebagian besar
siswa tidak mamperhatikan siswa yang presentasi, melainkan sibuk
dengan urusan mereka masing-masing. Sebagai contoh ada siswa yang
sibuk dengan bahan presentasinya, ada siswa yang berbicara sendiri
dengan teman sebangkunya, dan ada siswa yang berjalan-jalan
bercanda dengan temannya.
7
Berdasarkan kenyataan yang terjadi di kelas VII Semayang SMP
Stella Duce 1 Yogyakarta yang tidak sesuai dengan pernyataan para ahli
tentang proses pembelajaran. Peneliti berinisiatif untuk melakukan
penelitian tentang hasil penerapan pendekatan keterampilan proses untuk
mata pelajaran matematika subbab bangun datar. Judul penelitian yang
akan diteliti peneliti adalah “Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses
Ditinjau Dari Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semayang Semester Genap
SMP Stella Duce 1 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2015/2016”.
B. Identifikasi Masalah
permasalahan yang muncul terkait:
2. Guru hanya terfokuskan pada materi pembelajaran yang terdapat dalam
kurikulum.
4. Keterampilan proses yang dimiliki siswa dalam belajar kurang.
5. Minat belajar matematika siswa kurang.
C. Rumusan Masalah
sebagai berikut:
8
keterampilan proses di kelas VII Semayang?
b. Bagaimana hasil belajar siswa kelas VII Semayang setelah mengalami
proses pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses?
D. Batasan Masalah
untuk menghindari kesalahpahaman maksud serta lebih efektif dan efisien
dalam mengadakan penelitian. Adapun pembatasan masalah di sini adalah
sebagai berikut:
1. Materi yang digunakan adalah materi bangun datar. Bangun datar
diajarkan di kelas VII Semayang semester kedua. Tujuan pembelajaran
yang ingin dicapai yaitu:
menurut sifatnya.
ditinjau diagonal, sisi, dan sudutnya.
2. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar
akibat dari penerapan pendekatan keterampilan proses yang dibatasi
pada aspek kognitif dan aspek afektif. Aspek kognitif terbatas pada
hasil pekerjaan rumah, hasil latihan soal, dan hasil ulangan harian dan
aspek afektif terbatas pada minat belajar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
(istilah) penting yang digunakan rumusan masalah tersebut diatas, yaitu
sebagai berikut :
1. Belajar
pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap individu akibat dari
pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang relatif tetap dan
berbekas.
dimaksud peneliti adalah hasil perubahan pada aspek kognitif dan
aspek afektif.
3. Minat
Minat adalah suatu perhatian yang tertuju pada suatu hal tertentu
yang memberikan rasa suka dan ketertarikan untuk memusatkan
pikiran, perasaan, dan kemauan pada hal tersebut.
4. Pendekatan Keterampilan Proses
pembelajaran yang berfokus pada keterampilan fisik dan mental siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
menumbuhkan sikap untuk memperoleh nilai.
F. Tujuan Penelitian
1. Untuk mendiskripsikan bagaimana keterlaksanaan proses
pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses di kelas VII
Semayang.
2. Untuk mengetahui hasil belajar pada aspek kognitif dan minat
belajar siswa setelah mengalami proses pembelajaran dengan
pendekatan keterampilan proses.
G. Manfaat Penelitian
dapat penulis sampaikan di sini adalah :
Penelitian ini diharapkan mempunyai beberapa manfaat, yaitu:
1. Untuk guru bidang studi
a. Memberikan inspirasi tentang pelaksanaan proses pembelajaran
dengan pendekatan keterampilan proses.
meningkatkan hasil belajar pada aspek kognitif dan minat belajar
siswa pada pembelajaran matematika subbab bangun datar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
matematika khususnya bangun datar.
pada aspek kognitif siswa.
serupa.
c. Sebagai bahan pertimbangan bagi calon guru dalam menerapkan
pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran
dengan pendekatan keterampilan proses.
12
adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari pada pengalaman.
Menurut W.S. Winkel (1991: 36), belajar adalah suatu aktivitas
mental/psikis yang berinteraksi dengan lingkungan untuk
menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan pemahaman,
keterampilan, dan nilai sikap yang bersifat relatif konstan dan
berbekas. Menurut Zaenal Arifin (2009: 10), belajar adalah suatu
proses perubahan tingkah laku karena interaksi individu dengan
lingkungan dan pengalaman. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut
peneliti menyimpulkan bahwa belajar adalah perubahan yang terjadi
dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, dan sikap
individu akibat dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang
relatif tetap dan berbekas.
apabila terjadi proses perubahan pada diri siswa sebagai hasil dari
suatu pengalaman. Hal-hal pokok yang hendaknya menjadi
pengalaman siswa adalah berupa cara-cara penting untuk memproses
dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi
kebutuhan suatu kegiatan pembelajaran dapat diindentifikasikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
melalui dua aspek penting yaitu hasil belajar dan aspek proses belajar.
Aspek hasil belajar yang dimaksud adalah perubahan perilaku pada
diri siswa. Sedangkan, aspek proses belajar yang dimaksud adalah
sejumlah pengalaman intelektual, emosional, dan fisik yang dialami
oleh siswa. Tujuan pokok penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di
sekolah secara operasional adalah membelajarkan siswa agar mampu
memproses dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap
bagi dirinya sendiri. Sedangkan, tujuan pengajaran adalah
mementingkan isi bahan ajar. Tujuan pengajaran harus sesuai dengan
ranah pengajaran. Menurut Bloom, dkk, tujuan pengajaran dengan
didikan ranah-ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik adalah sebagai
berikut:
Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik
Tujuan Pengajaran Isi Proses
Ranah Kognitif Mata pengajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang
dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar
mengajar. Menurut Hamalik (2003 dalam Kunandar, 2014: 62), hasil
belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian
dan sikap-sikap serta kemampuan peserta didik. Sedangkan, hasil
belajar menurut Winkel (2004: 57) adalah perubahan yang dialami
siswa setelah terjadinya kegiatan belajar. Perubahan tersebut meliputi
hal-hal yang bersifat internal dan eksternal. Hal-hal yang bersifat
internal (perubahan tersebut tidak langsung diamati) meliputi
pemahaman (kognitif), pemahaman sikap (afektif). Sedangkan, hal-hal
yang bersifat eksternal (perubahan tersebut dapat langsung diamati)
meliputi perubahan pada psikomotorik. Berdasarkan para ahli diatas,
peneliti menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah adanya perubahan
kemampuan pada kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang
terlihat setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Dalam penelitian ini,
hasil belajar yang dimaksud peneliti adalah hasil perubahan pada
kognitif dan afektif.
Menurut Slameto (2010: 180), minat adalah suatu rasa suka dan
rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh. Menurut Conny Semiawan (1985: 68), minat adalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
atau obyek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan
kepadanya. Sedangkan, menurut S. Nasution (1987: 66), minat adalah
dikarenakan suatu obyek menarik perhatian maka pernyataan psikis
yang menunjukkan adanya pemusatan pikiran, perasaan, dan kemauan
terhadap suatu obyek tersebut. Berdasarkan beberapa pendapat para
ahli diatas, peneliti menyimpulkan bahwa minat adalah aktivitas
mental yang tertuju pada suatu hal tertentu yang memberikan rasa suka
dan ketertarikan untuk memusatkan pikiran, perasaan, dan kemauan
pada hal tersebut. Minat yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah
minat belajar siswa pada materi bangun datar.
D. Pendekatan Keterampilan Proses (PKP)
Penerapan PKP dalam pembelajaran harus memperhatikan
karakteristik siswa dan karakteristik mata pelajaran/bidang studi
karena suatu kegiatan pembelajaran dapat terjadi pengembangan lebih
dari satu macam keterampilan proses. Keterampilan dasar dalam
keterampilan proses adalah mengobservasi, mengukur, menyimpulkan,
dan mengkomunikasikan. Pengembangan Keterampilan tersebut tidak
berhenti hanya pada jenjang sekolah dasar saja, melainkan masih
dikembangkan pada semua jenjang pendidikan (Dimyati dan
Mudjiono, 2006: 151). Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002: 198),
keterampilan proses merupakan keterampilan yang diperoleh dari
latihan kemampuan-kemampuan mental, fisik, dan sosial yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
tinggi. Sedangkan, menurut Semiawan (1987: 18), keterampilan proses
adalah keterampilan-keterampilan memproseskan perolehan. Jadi,
keterampilan proses adalah keterampilan yang diperoleh dari
pengembangan kemampuan fisik dan mental pada proses tertentu.
Menurut W.Gulo (2002 dalam Sriregar 2010: 75), pendekatan
pembelajaran adalah pandangan dalam mengupayakan cara siswa
berinteraksi dengan lingkungannya. Menurut Dedikbut (1986: 7 dalam
Dimyati dan Mudjiono 1999: 157), pendekatan keterampilan proses
adalah wawasan atau anutan pengembangan keterampilan intelektual,
sosial, dan fisik yang bersumber dari kemampuan-kemampuan dasar
yang telah ada di dalam diri siswa. Sedangkan, menurut E. Mulyasa
(2008: 90 dalam Anggun, dkk 2012: 3), pendekatan keterampilan
proses merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada
proses belajar, aktivitas, dan kreatifitas peserta didik dalam
memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, serta menerapkan
dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan, menurut Semiawan (1987:
18), pendekatan keterampilan proses adalah suatu pengelolaan
kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada pelibatan siswa secara
aktif dan kreatif dalam proses pemerolahan hasil belajar. Jadi
berdasarkan pendapat diatas, peneliti menyimpulkan bahwa
pendekatan keterampilan proses adalah suatu pengelolahan proses
pembelajaran yang berfokus pada keterampilan fisik dan mental siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
menumbuhkan sikap untuk memperoleh nilai.
Menurut Nyimas Aisyah (2007: Unit6-4), keunggulan pendekatan
keterampilan proses di dalam proses pembelajaran antara lain adalah:
1. Siswa terlibat langsung dengan objek nyata sehingga dapat
mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran,
2. Siswa menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari,
3. Melatih siswa untuk berpikir lebih kritis,
4. Melatih siswa untuk bertanya dan terlibat aktif dalam
pembelajaran,
menggunakan metode ilmiah.
keterampilan dalam keterampilan proses sebagai berikut:
a. Keterampilan-keterampilan dasar (basic skill).
Terdiri dari enam keterampilan, yakni: mengobservasi,
mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan
mengkomunikasikan.
Terdiri dari sepuluh keterampilan, yakni: mengidentifikasi
variabel, membuat tabulasi data, menyajikan data dalam bentuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
menyususn hipotesis, mendifinisikan variabel secara
operasional, merancang penelitian, dan melaksanakan
eksperimen (Funk, 1985:xiii dalam Dimyati dan Mudjiono,
1999: 140).
menjadi landasan untuk keterampilan proses terintegrasi yang lebih
kompleks. Keterampilan proses terintegritas pada hakikatnya merupakan
keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk melakukan penelitian
sains. Sains yang dimaksudkan adalah mata pelajaran matematika, fisika,
biologi, dan kimia. Penerapan keterampilan proses terintegrasi dalam
pembelajaran hendaknya dilakukan dengan urutan yang hirarkis. Maksud
dari hirarkis tersebut adalah sebelum satu keterampilan dikuasai siswa
jangan berpindah kepada keterampilan yang lainnya. Menurut Semiawan
(1985: 18), fokus proses pembelajaran diarahkan pada pengembangan
keterampilan siswa dalam memproseskan pengetahuan, menemukan, dan
mengembangkan sendiri fakta, konsep, dan nilai-nilai yang diperlukan.
Dalam penelitian ini peneliti akan melihat keterampilan-keterampilan
dasar menurut Dimyati dan Mudjiono.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006: 141-150), prinsip-prinsip
dalam kegiatan yang menjadi dasar pembelajaran PKP adalah sebagai
berikut:
19
Manusia mengamati objek-objek dan fenomena alam dengan
pancaindra yaitu: penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman,
dan perasa. Informasi yang kita peroleh dapat menuntut
keiingintahuan, mempertanyakan, memikirkan, dan meneliti lebih
lanjut tentang apa yang ditangkap oleh pancaindra kita. Contoh: siswa
mengamati benda-benda yang berbentuk segitiga.
2. Mengklasifikasikan
menentukan berbagai jenis golongan. Kita menentukan golongan
dengan mengamati persamaan, perbedaan, dan hubungan serta
pengelompokan objek berdasarkan kesesuaian dengan berbagai
tujuan. Mengklasifikasikan merupakan keterampilan proses untuk
memilah berbagai objek peristiwa berdasarkan sifat-sifat khususnya,
sehingga didapatkan golongan/kelompok sejenis dari objek peristiwa
yang dimaksud. Contoh: siswa mengelompokkan benda-benda yang
berbentuk segitiga siku-siku dan yang bukan berbentuk segitiga siku-
siku.
20
untuk segala yang kita kerjakan. Grafik, bagan, peta, lambang-
lambang, diagram, persamaan matematik, dan demonstrasi visual
sama baiknya dengan kata-kata yang ditulis atau dibicarakan,
semuanya adalah cara–cara berkomunikasi yang seringkali digunakan
dalam ilmu pengetahuan. Mengkomunikasikan dapat diartikan
sebangai menyampaikan dan memperoleh fakta, konsep, dan prinsip
ilmu pengetahuan dalam bentuk suara, visual, atau suara visual.
Contoh-contoh kegiatan dari keterampilan mengkomunikasikan
adalah mendiskusikan suatu masalah, membuat laporan, membaca
peta, dan kegitan lain sejenisnya.
4. Mengukur
sekeliling kita, serta mengkomunikasikan secara tepat dan efektif
kepada yang lain. Mengukur juga dapat diartikan sebagai
membandingkan yang diukur dengan satuan ukuran tertentu yang
telah ditetapkan sebelumnya. Contoh-contoh kegiatan yang
memperlihatkan keterampilan mengukur antara lain mengukur
panjang garis, mengukur besar sudut dan lain sebagainya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
hari mungkin dapat diamati. Memprediksi dapat diartikan sebagai
mengantisipasi atau membuat ramalan tentang segala hal yang akan
terjadi pada waktu mendatang, berdasarkan perkiraan pada pola atau
kecenderungan tertentu, atau hubungan antara fakta, konsep, dan
prinsip dalam ilmu pengetahuan. Contoh kegiatan yang dapat
digolongkan sebagai keterampilan memprediksi, antara lain:
memprediksikan waktu yang akan dibutuhkan untuk menempuh jarak
tertentu dengan menggunakan kendaraan dengan kecepatan tertentu,
memprediksikan air yang dibutuhkan dalam pengisian botol dengan
volume tertentu, dan kegiatan lain yang sejenis.
6. Menyimpulkan
memutuskan keadaan suatu objek atau peristiwa berdasarkan fakta,
konsep, dan prinsip yang diketahui.
Jadi, langkah-langkah pendekatan keterampilan proses yang akan
peneliti lakukan adalah sebagai berikut:
1. Mengobservasi
persegi dan persegi panjang.
22
dan persegi panjang pada kertas asturo yang telah dibuat guru.
2. Mengklasifikasi
bentuk persegi dan persegi panjang. Siswa mengelompokkan
benda-benda yang merupakan persegi dan persegi panjang.
b. Siswa mengelompokkan persegi dan persegi panjang berdasarkan
pengertiannya dan sifatnya.
merupakan bentuk persegi dan persegi panjang menurut
pengertiannya dan sifat-sifatnya.
benda apa saja yang merupakan bentuk persegi dan persegi
panjang menurut pengertiannya dan sifat-sifatnya di depan kelas.
4. Memprediksi
panjang.
23
dan persegi panjang.
panjang.
sejajar (Putu Wisna Ariawan, 2014: 96).
c a
24
siku (Putu Wisna Ariawan, 2014: 99).
4. Sifat- sifat Persegi Panjang
A B A B
C D C D
A B
C D
adalah:
a. Sisi AB berhadapan dengan sisi CD, dimana AB = CD.
b. Sisi AC berhadapan dengan sisi BD, dimana AC = BD.
c. Keempat sudutnya siku-siku (90), yaitu: besar sudut A = sudut B
= sudut C = sudut D.
25
dan saling membagi dua sama panjang, yaitu: AD berpotongan tegak
lurus dengan BC, dimana AD terbagi dua menjadi AE dan ED,
sedangkan BC terbagi dua menjadi BE dan EC (Perhatikan Gambar
2.3).
panjang mempunyai dua buah sumbu simetri lipat dan simetri putar
tingkat dua. Terlihat pada gambar 2.4 dan gambar 2.5 sebagai berikut:
Gambar 2.4 Gambar 2.5
5. Bentuk-Bentuk Persegi Panjang
26
sama panjang (Putu Wisna Ariawan, 2014: 100).
7. Pengertian Persegi
(Putu Wisna Ariawan, 2014: 101).
8. Sifat- sifat Persegi
A B A B
C D C D
Gambar 2.6 Gambar 2.7
a) Keempat sisinya sama panjang
b) Keempat sudutnya siku-siku
27
Besar sudut A = sudut B = sudut C = sudut D = 90 (Perhatikan
gambar 2.6).
(Perhatikan gambar 2.7).
dua sama panjang yaitu AD berpotongan tegak lurus dengan BC,
dimana AD terbagi dua menjadi AE dan ED, sedangkan BC terbagi
dua menjadi BE dan EC dan AE = EC = EB =ED (Perhatikan
gambar 2.8).
empat buah sumbu simetri lipat dan simetri putar tingkat empat.
Ditunjukkan pada gambar 2.9 dan gambar 2.10, sebagai berikut:
Gambar 2.9 Gambar 2.10
F. Penelitian yang Relevan
(PKP) adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
a. Proses penelitian dilakukan pada matakuliah IPA. Hal yang
diteliti yaitu: keterampilan proses dan hasil belajar. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah tes kognitif,
observasi, dan wawancara. Metode yang digunakan adalah
desain penelitian true experiment dengan rancangan
penelitian “one group pretest-postest
IPA dengan pendekatan keterampilan proses meningkatkan
hasil belajar mahasiswa. Setelah mengikuti pembelajran IPA
dengan pendekatan keterampilan proses, ketuntasan
mahasiswa mencapai 100%. Rata-rata proporsi jawaban
benar dari mahasiswa sebesar 94%.
Pada penelitian yang dilakukan oleh E. Rahayu, H. Susanto,
dan D. Yulianti (2011) pada siswa kelas VII D SMP Negeri 1
Getasan pokok bahasan kalor. Langkah-langkah penelitian dan
hasil penelitiannya sebagai berikut:
Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi,
dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dengan materi yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
yakni: (1) teknik tes untuk mengukur kemampuan kognitif
dan berpikir kreatif siswa, dan (2) teknik non tes berupa LKS
untuk mengetahui keterampilan proses siswa dan lembar
observasi untuk menilai afektif, psikomotorik siswa selama
pelaksanaan pembelajaran serta untuk menilai kemampuan
berpikir kreatif siswa. Faktor yang diteliti yaiu: hasil belajar
(kognitif, afektif, psikomotorik) dan kemampuan berpikir
kreatif.
belajar dan kemampuan berpikir kreatif.
Pada penelitian Alfonsa Anggun, Suparman Arif, dan
Tontowi Amsia (2012) pada Siswa Kelas XI IPS di SMA
Fransiskus 1 Bandar Lampung. Langkah-langkah dan hasil
penelitiannya sebagai berikut:
Metode yang digunakan adalah eksperimen. Pengumpulan
data dalam penelitian adalah kuesioner, dokumentasi, dan
observasi.
keterampilan proses yang dilakukan guru pada siswa, maka
cenderung prestasi belajar sejarah pada siswa semakin baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
prestasi belajar sejarah pada siswa kelas XI IPS di SMA
Fransiskus 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2011-2012,
akan semakin rendah atau kurang baik.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Andi Mamas, Amran
Rede, dan Fatmah Dhafir pada siswa Kelas IV SDN 1 Binangga
Kecamatan Marawolu Palu pada mata pelajaran IA. Langkah-
langkah dan hasil penelitian sebagai berikut:
a. Proses penelitian dilakukan dengan metode penelitian
tindakan kelas. Ada dua siklus dalam penelitian ini. Kedua
tahap penelitiaan yaitu: perencanaan tindakan, pelaksanaan
tindakan, observasi, dan refleksi.
mata pelajaran sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Selain itu, penelitian ini memberikan informasi bahwa
penerapan keterampilan proses merupakan alternatif untuk
meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal tersebut
dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil penelitian yang
telah dilakukan, dan dapat dijelaskan sebagai berikut: secara
keseluruhan, data hasil analisis observasi aktivitas siswa dan
guru, serta tes untuk mengetahui hasil belajar siswa tampak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
sesudah tindakan baik pada siklus I dan siklus II.
2. Penelitian yang menggunakan topik bangun datar
Pada penelitian Abu Khaer (2015) pada siswa kelas VIIF
SMP N 1 Kedungbanteng menggunakan strategi Two Stay Two
Stray (TSTS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
tindakan kelas. Hasil penelitiannya adalah pembelajaran
matematika dengan strategi Two Stay Two Stray materi bangun
datar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, aktivitas,
dan sikap siswa terhadap matematika.
Pada penelitian Dewi Kristanti pada siswa kelas VII SMP N
25 Surabaya menggunakan alat peraga Circle tangga tangram.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan
kelas. Hasil penelitiannya adalah pembelajaran bangun datar
dengan menggunakan alat peraga Circle tangga tangram dapat
meningkatkan kualitas proses belajar dan dapat meningkatkan
hasil belajar siswa.
bilingual SMPN 1 Kalasan. Penelitian tersebut dilakukan
dengan pendekatan PMRI menggunakan modul matematika
bilingual pada materi segiempat. Jenis penelitian yang dilakukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evalutation). Penelitian ini menghasilkan modul yang berjudul
“Mathematics Module of Quadrilateral Materials Through
Realistic Mathematics Education Appoarch”. Hasil
menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan penilaian modul oleh ahli
materi dan ahli media diperoleh hasil bahwa modul bilingual
yang telah dikembangkan valid. (2) Modul bilingual materi
segiempat yang dikembangkan dengan pendekatan PMRI efektif
digunakan dalam pembelajaran matematika SMP kelas VII
program bilingual dengan ketuntasan hasil belajar klasikal (post-
test). (3) Berdasarkan angket respon siswa dan lembar observasi
pembelajaran dapat disimpulkan bahwa modul bilingual
tergolong praktis dan sangat baik.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Novi Sri Rahayu,
Budiyono, dan Ira Kurniawati (2013) pada siswa kelas VII SMP
N 2 Jaten Karangayar. Jenis penelitiannya adalah eksperimen
semu. Hasil penelitiannya adalah (1) Model pembelajaran
Problem Solving memberikan prestasi belajar matematika yang
sama baiknya dengan model pembelajaran konvensional pada
sub materi besar sudut-sudut, keliling, dan luas segitiga. (2)
Siswa dengan aktivitas belajar matematika tinggi memiliki
prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
dan rendah memiliki prestasi belajar yang sama baik pada materi
besar sudut-sudut, keliling, dan luas segitiga. (3) Pada
pembelajaran matematika dengan model problem solving dan
konvensional, siswa yang mempunyai aktivitas belajar tinggi
mempunyai prestasi belajar lebih baik dibandingkan dengan
siswa yang mempunyai aktivitas belajar matematika sedang,
siswa yang mempunyai aktivitas belajar matematika tinggi
mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik dibandingkan
dengan siswa yang mempunyai aktivitas rendah, dan siswa yang
mempunyai aktivitas belajar matematika sedang mempunyai
prestasi belajar matematika sama baiknya dengan siswa yang
mempunyai aktivitas belajar matematika rendah.
G. Kerangka Pikir
34
kualitatif. Penelitian ini mendiskripsikan hasil observasi keterampilan
proses dan minat belajar siswa, hasil kuesioner minat belajar siswa, hasil
pekerjaaan rumah siswa, hasil latihan soal siswa, dan hasil ulangan harian
siswa secara kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini, data nilai
pekerjaan rumah, nilai latihan soal, nilai ulangan harian, kuesioner minat
belajar siswa, observasi keterampilan proses dan observasi minat belajar
siswa dianalisis secara kuantitatif. Sedangkan, pada data proses
pembelajaran, data pengerjaan latihan soal, data pengerjaan ulangan
harian dianalisis secara kualitatif.
adalah:
Materi yang diambil peneliti adalah bangun datar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
persiapan pembuatan RPP adalah sebagai berikut:
1) Mencari sumber buku tentang pendekatan keterampilan proses.
2) Mencari sumber buku kurikulum KTSP.
3) Mencari sumber buku matematika kelas VII semester dua yang
berkaitan dengan materi persegi dan persegi panjang.
4) Mencari sumber buku tentang geometri bidang.
5) Mencari artikel yang berkaitan dengan persegi dan persegi
panjang.
lembar pengamatan minat, lembar pengamatan keterampilan proses
pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses, dan lembar soal
tes.
mata pelajaran matematika.
e. Berkonsultasi dengan guru mata pelajaran kelas VII Semayang SMP
Stella Duce 1 Yogyakarta mengenai:
1) Hal-hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran seperti
pendekatan apa yang digunakan dalam proses pembelajaran.
2) Waktu yang digunakan dalam penelitian.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
4) Siswa yang akan menjadi sampel.
2. Tahap pelaksanaan
berikut:
mengamati proses pembelajaran yang dilakukan guru matematika SMP
Stella Duce 1 Yogyakarta di kelas VII Semayang. Pada akhir proses
pembelajaran, peneliti memberikan angket minat kepada siswa kelas
VII Semayang.
b. Dalam pelaksanaan penelitian ini ada dua unsur pokok yang terlibat,
yaitu guru dan siswa. Guru sebagai pelaku perlakuan dalam proses
belajar mengajar sekaligus sebagai peneliti yang mengamati secara
langsung proses pembelajaran menggunakan pendekatan keterampilan
proses.
memberikan tes ulangan harian subbab bangun datar dan angket secara
langsung kepada siswa. Dengan demikian, hasil observasi kelas, tes
ulangan harian, dan angket siswa digunakan untuk menganalisis minat
belajar dan hasil belajar siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
Penelitian ini dilaksanakan di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta.
Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016.
D. Subjek Penelitian
Subjek penelitian pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas
VII Semayang SMP Stella Duce 1 Yogyakarta yang berjumlah 35 siswa.
E. Objek Penelitian
Objek pada penelitian ini adalah minat belajar siswa dan hasil
belajar pada aspek kognitif siswa kelas VII Semayang SMP Stella Duce 1
Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016 dengan pendekatan keterampilan
proses pada materi bangun datar.
F. Pengelompokan Data
menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun
kuantitatif yang menunjukkan fakta (Siregar, 2013: 16). Penelitian ini
berdasarkan:
b. Menurut waktu pengumpulannya menggunakan data cross section.
c. Menurut sifatnya menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
sehingga didapat gambaran secara jelas tentang kondisi objek
penelitian tersebut (Siregar, 2013: 19). Observasi pada penelitian ini
adalah observasi minat dan keterampilan proses pada pembelajaran
menggunakan pendekatan keterampilan proses.
pembelajaran. Peneliti membagikan kuesioner kepada masing-masing
siswa dan meminta siswa mengisi sejumlah pernyataan sesuai dengan
yang terjadi pada diri siswa mengenai minat belajar bangun datar.
Siswa diminta memberikan tanda check-list (√) pada kolom yang
disediakan.
dan persegi panjang pada siswa digunakan metode tes tertulis. Tes
yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar yaitu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
mempelajari suatu pelajaran.
yang berlangsung di dalam kelas dapat didokumentasikan secara nyata.
Pada penelitian ini peneliti mengambil dokumen hasil belajar siswa
sebelum peneliti melakukan penerapan dengan pendekatan
keterampilan proses.
Menurut bukunya Saifuddin Azwar pada edisi 4 halaman 7, validitas
berasal dari kata validity yang artinya sejauhmana ketepatan dan
kecermatan suatu instrumen pengukur dalam melakukan fungsi ukurnya.
Pengujian validitas instrumen pada penelitian ini adalah menggunakan
pendapat dari ahli (judgment experts) yang memberikan saran dan kritikan
terhadap instrumen yang dibuat. Instrumen yang peneliti lampirkan adalah
instrumen yang sudah direvisi oleh dosen pembimbing dan guru
matematika kelas VII SMP Stella Duce 1 Yogyakarta.
Menurut Sugiyono (2014: 365-371), uji keabsahan data atau
kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif dilakukan dengan
triangulasi. Triangulation is qualitative cross-validation. It assesses the
sufficiency of the data according to the convergence of multiple data
sources or multiple data collection procedures (Wiliam Wiersma, 1986
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
melakukan pengecekan dengan observasi, kuesioner, dan tes kognitif
dalam waktu atau situasi yang berbeda.
I. Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini menggunakan teknik observasi keterampilan
proses dan minat belajar, penyebaran angket minat belajar, dan tes
kognitif siswa.
dan Keterampilan Proses dengan Menggunakan Pendekatan
Keterampilan Proses.
keterampilan proses, terdiri dari beberapa pernyataan yang setiap
pernyataannya terdapat dua pilihan yang harus dipilih dengan
memberikan tanda (√) pada kolom “ya” untuk kegiatan yang
terlaksana atau “tidak” untuk kegiatan yang tidak terlaksana.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
dilakukan dengan memberikan skor pada tiap pilihan yang tersedia
pada lembar pengamatan. Adapun skor untuk tiap pilihan, yaitu
skor 1 untuk pilihan ”ya” dan skor 0 untuk pilihan “tidak”.
Keterlaksanaan RPP dan penerapan pembelajaran dengan
pendekatan keterampilan proses dikatakan terlaksana dengan baik
apabila diperoleh hasil dari keterlaksanaan (≥) 80%. Ada dua
observer dalam penelitian ini, sehingga dalam penyimpulan
keterlaksanaan RPP dan penerapan pembelajaran dengan
pendekatan keterampilan proses dapat dikatakan terlaksana dengan
baik atau tidak dilihat dari perolehan skor keterlaksanaan
keseluruhan yang dirumuskan sebagai
Pada instrumen kuesioner minat belajar peneliti menggunakan
skala likert. Skala likert adalah skala yang dapat digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu
objek atau fenomena tertentu. Skala likert memiliki dua bentuk
pertanyaan, yaitu: pertanyaan positif dan pertanyaan negatif.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
Pertanyaan positif diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1. Sedangkan
pertanyaan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, dan 5.
Data hasil kuesioner minat belajar siswa menurut Syofian
Siregar (2013: 25), sebagai berikut:
Tabel 3.1 Bobot Pernyataan Positif
Aternatif Jawaban Skor
Alternatif Jawaban Skor
belajar siswa berdasarkan skor yang diperoleh. Cara menentukan
batas jumlah skor adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
Skor maksimum = 5 x banyak butir pernyataan.(n)
Menurut Kunandar (2013: 271), cara menganalisis n butir
pernyataan pada kuesioner minat belajar yang dibagi menjadi 5
indikator, kriteria minat belajar seluruh siswa dapat dibuat tabel
sebagai berikut:
Skor Kriteria
(2n+1) – (3.n) Cukup Berminat (CB)
(3.n+1) – (4.n) Berminat (B)
(4.n+1) – (5.n) Sangat Berminat (SB)
c. Analisis Lembar Observasi Minat Belajar
Pada lembar observasi minat belajar, peneliti menggunakan
Rating Scale. Rating Scale yaitu data mentah yang diperoleh
berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
Pedoman Penskoran Observasi menurut Sugiyono (2014: 141),
sebagai berikut:
44
Kualitas Minat Belajar Skor Banyak siswa
Baik sekali 5 80%-100%
Baik 4 60%-80%
Cukup 3 40%-60%
Kurang 2 20%-40%
Selanjutnya data dianalisis menurut Kunandar (2013: 291),
menggunakan kriteria minat siswa sebagai berikut:
Berdasarkan tabel 3.4, pada setiap indikator presentase
tertinggi yang mungkin dicapai adalah 100% dan presentase
terendah yang mungkin dicapai adalah 20%. Skor yang diperoleh
siswa dalam bentuk presentase dikriteriakan dengan menggunakan
tabel sebagai berikut:
Skor Kriteria Banyak Siswa yang Terlibat
1 Tidak Berminat (TB) ≤ 20%
2 Kurang Berminat (KB) 21 % - 40%
3 Cukup Berminat (CB) 41% - 60%
4 Berminat (B) 61 % - 80%
5 Sangat Berminat (SB) 81% - 100%
Ada 15 butir pernyataan dalam lembar observasi (lihat
Lampiran 20). Cara penilaiannya dengan cara memberi skor 1
sampai 5. Skor tertinggi yang mungkin dicapai adalah 75 dan skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
siswa dalam bentuk presentase dikriteriakan dengan menggunakan
tabel sebagai berikut:
Skor (%) Kriteria
46 -60 Berminat (B)
Ada 2 observer dalam penelitian ini, cara menyimpulkan
minat belajar siswa adalah sebagai berikut:
Jumlah total skor = total skor observer 1 + total skor observer 2
d. Analisis Observasi dan Kuesioner Minat Belajar Siswa
Pada semua indikator yang terdapat 40 butir pernyataan pada
kuesioner dan 15 butir pernyataan pada observasi, skor tertinggi
yang mungkin dicapai seluruh siswa adalah 275 dan skor terendah
yang mungkin dicapai seluruh siswa adalah 55. Skor yang
diperoleh dikriteriakan dengan menggunakan tabel sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
Indikator
166 – 220 Berminat (B)
e. Pedoman Penskoran Tes
Contoh soal :
Tentukan luas persegi panjang ABCD dengan panjang 5 cm dan
lebar 3 cm !
Cara penskoran jawaban:
47
Panjang AC = 3 cm
2 Menggunakan rumus Luas
4 = 15 4
adalah 15 cm2
diperoleh siswa pada hasil pekerjaan rumah, latihan soal, dan
ulangan harian siswa. Batas ketuntasan pada pembelajaran
matematika di SMP Stella Duce 1 Yogyakarta adalah 70.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
wawancara dengan guru mengenai pendekatan pembelajaran yang
digunakan dalam mengajar dan kondisi siswa terhadap pembelajaran
matematika. Hasil dari wawancara nantinya akan menjadi pertimbangan
terhadap pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran di kelas.
Dari hasil wawancara diperoleh beberapa informasi, antara lain
guru tidak menggunakan suatu pendekatan dalam proses belajar mengajar
berlangsung karena guru beranggapan jika guru menetapkan suatu
pendekatan pada proses pembelajaran di kelas yang guru bimbing tidak
akan berjalan dengan baik karena kondisi kelas yang mempunyai berbagai
karakter siswa dan materi mata pelajaran matematika yang dipelajari juga
beraneka ragam. Jadi, guru menggunakan berbagai pendekatan sesuai
dengan kondisi saat proses pembelajaran tersebut.
B. Pelaksanaan Penelitian
ajaran 2015/2016. Jadwal penelitian yang dilaksanakan peneliti dirangkum
dalam tabel sebagai berikut:
49
1. Rabu, 21 April 2016 08.30 - 10.05 Observasi kelas
2. Jumat, 23 April 2016 07.10 – 08.30 Observasi kelas dan
menyebarkan
3. Rabu, 27 April 2016 08.30 – 10.05 Belajar mengajar
4. Jumat, 13 Mei 2016 07.10- 08.30 Belajar mengajar
5. Rabu, 28 Mei 2016 08.30 – 09.10 Tes hasil belajar dan
menyebarkan angket
minat belajar.
Peneliti melakukan observasi di kelas VII Semayang pada pukul
08.30 WIB sampai 10.05 WIB saat materi bangun datar. Berikut ini
tabel keterampilan proses yang muncul dalam proses pembelajaran
yang tidak menekankan pendekatan keterampilan proses, yaitu:
No. Aktivitas Keterampilan Proses
yang presentasi
Proses pembelajaran dimulai kembali
50
5.
6.
7.
mempresentasikan hasil kerja mereka
karena guru yang mengampu sedang
ada kepentingan dengan siswa kelas
IX. Sehingga proses pembelajaran
kondisi kelas menjadi ramai.
Kelompok presentasi memberikan soal
anggota kelompok presentasi diberi
Banyak siswa yang memperhatikan
yang menjawab benar.
dalam proses pembelajaran dan
Mengkomunikasi
Mengkomunikasi
51
8.
9.
10.
presentasi mengulangi presentasi di
yang dipresentasikan kelompok yang
muncul adalah:
Peneliti melakukan observasi di kelas VII Semayang pada pukul
07.10 WIB sampai 08.30 WIB saat materi bangun datar. Berikut ini
tabel keterampilan proses yang muncul dalam proses pembelajaran
yang tidak menekankan pendekatan keterampilan proses, yaitu:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
yang akan dipresentasikan dan
dengan urusan masing-masing tanpa
buku paket matematika.
sebagai PR.
53
muncul adalah:
pernyataan dalam lembar observasi minat belajar adalah sebagai berikut:
Berdasarkan kriteria minat belajar pada tabel 3.9 dan tabel 3.10
pada bab III, hasil observasi minat belajar siswa sebelum peneliti
melakukan penelitian adalah sebagai berikut:
No. Kegiatan Indikator
54
materi
55
56
yang
diberikan
guru
dengan
baik.
Dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa berdasarkan
observer 1 dan observer 2 adalah:
Jumlah total skor = total skor observer 1 + total skor observer 2
= 36 + 31
menggunakan pendekatan keterampilan proses.
57
Berikut ini hasil kuesioner minat belajar siswa kelas VII Semayang
sebelum diterapkan proses pembelajaran yang menekankan pendekatan
keterampilan proses, yaitu:
No. Indikator No.
1. Ketertarikan siswa
terhadap tujuan dan
isi mata pelajaran
4 4 10 11 6 3
8 2 10 15 6 1
14 1 13 12 6 2
15 2 7 18 6 1
17 6 10 17 - 1
20 3 17 10 4 -
22 4 6 9 12 3
23 6 14 14 - -
Total Siswa 47 142 153 49 19
Rata-rata Siswa 3,92 11,83 12,75 4,08 1,58
Skor indikator 1 235 568 459 98 19
Total Skor 1379
2. Perhatian siswa
58
guru.
Skor indikator 2 35 120 156 24 -
Total Skor 335
3. Motivasi siswa
5 6 20 6 2 -
6 2 12 10 5 5
7 14 15 4 - -
13 23 9 1 - -
27 6 11 15 1 1
30 6 11 15 1 1
Total Siswa 107 128 65 15 9
Rata-rata Siswa 11,88 14,22 7,22 1,66 1
Skor indikator 3 535 512 195 30 9
Total Skor 1281
10 1 18 10 4 1
12 3 12 15 2 1
18 4 13 12 2 -
19 6 16 9 - 1
26 18 13 3 - -
38 2 4 21 6 1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
Skor indikator 4 215 364 279 42 5
Total Skor 905
5. Keterlibatan siswa
31 3 14 16 1 -
35 15 10 7 1 1
36 13 10 10 - -
Total Siswa 60 86 90 19 9
Rata-rata Siswa 7,5 10,75 11,25 2,38 1,13
Skor indikator 5 300 344 270 38 9
Total Skor 961
Selanjutnya, berdasarkan Tabel 3.3. di BAB III, ada 40 butir
pernyataan kuesioner yang dibagi menjadi 5 indikator yaitu indikator 1
berjumlah 12 butir pernyataan (n=12), indikator 2 berjumlah 3 butir
pernyataan (n=3), indikator 3 berjumlah 9 butir pernyataan (n=9),
indikator 4 berjumlah 8 butir pernyataan (n=8), dan indikator 5 berjumlah
8 butir pernyataan (n=8). Kriteria minat belajar seluruh siswa pada setiap
indikator adalah sebagai berikut:
60
Tabel 4.1. Kriteria Minat Belajar Seluruh Siswa Pada Setiap Indikator
Sebelum Penelitian
Indikator Total Skor Rata-rata Kriteria
1 1379 40, 56 B
2 335 9, 85 B
3 1281 37, 67 SB
4 905 26, 62 B
5 961 28, 26 B
Berdasarkan Tabel 3.3. di BAB III, ada 40 butir pernyataan dalam
kuesioner minat belajar siswa. Kriteria minat belajar siswa pada semua
indikator sebelum penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4.2. Total Skor Siswa Pada Semua Indikator Sebelum Penelitian
Siswa Total
61
62
adalah berminat dalam mengikuti pembelajaran tanpa menekankan
pendekatan keterampilan proses.
Berdasarkan Tabel 3.7. pada BAB III, hasil skor pada observasi
minat belajar sebelum mengikuti proses pembelajaran dengan
menggunakan pendekatan keterampilan proses adalah sebesar 33,5 dan
hasil skor pada kuesioner minat belajar sebesar 142, 74. Sehingga total
skor minat belajar siswa sebesar 176, 24 termasuk kriteria berminat dalam
mengikuti proses pembelajaran yang tidak menggunakan pendekatan
keterampilan proses.
F. Hasil Belajar Kognitif Siswa Sebelum Penelitian
Berdasarkan soal dan penyelesaian pekerjaan rumah pada
Lampiran 1 dan Lampiran 2, hasil yang diperoleh siswa adalah sebagai
berikut:
1 2 3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
9 S9 4 2 1 7 58 Belum Tuntas
10 S10 4 4 2 10 83 Tuntas
11 S11 3 2 4 9 75 Tuntas
12 S12 4 1 4 9 75 Tuntas
13 S13 4 4 4 12 100 Tuntas
14 S14 4 4 2 10 83 Tuntas
15 S15 2 1 1 4 33 Belum Tuntas
16 S16 4 4 4 12 100 Tuntas
17 S17 4 4 4 12 100 Tuntas
18 S18 4 4 4 12 100 Tuntas
19 S19 4 2 - 6 50 Belum Tuntas
20 S20 4 4 4 12 100 Tuntas
21 S21 4 4 4 12 100 Tuntas
Berdasarkan hasil pekerjaan diatas, siswa yang mengumpulkan
tugas sebanyak 21 siswa dari 35 siswa. Berdasarkan batas ketuntasan yaitu
70, siswa yang sudah tuntas sebanyak 17 siswa dan siswa yang belum
tuntas sebanyak 4 siswa.
64
Pada pertemuan pertama, pada tanggal 27 April 2016.
Pembelajaran dimulai dengan berdoa bersama dengan dipimpim lewat
sentral. Pada pukul 07.10 WIB pembelajaran dimulai. Siswa yang
mengikuti pembelajaran sebanyak 34 siswa. Satu siswa tidak masuk
dikarenakan sakit.
Stella Duce 1 Yogyakarta memperkenalkan peneliti kepada siswa
untuk menggantikan guru tersebut mengajar di kelas tersebut. Peneliti
sebagai guru menyapa siswa dan menjelaskan tujuan pembelajaran
pada pertemuan tersebut tentang materi pengertian dan sifat-sifat
persegi panjang.
berupa berbagai gambaran bentuk bangun datar segi empat. Siswa
diupayakan untuk memiliki keterampilan dalam mengobservasi. Guru
membentuk siswa ke dalam 16 kelompok. Siswa diminta
memperhatikan gambar. Guru memberikan pertanyaan tentang
pengertian jajargenjang dan persegi panjang. Dalam pertanyaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
yaitu mengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengkomunikasi,
dan menyimpulkan.
kertas, guru meminta salah satu kelompok menjelaskan jawabannya di
depan kelas dan guru menanggapi. Disini siswa diajak untuk
mengkomunikasikan jawabannya kepada teman lainnya. Setelah itu,
guru memberikan latihan soal yang membantu siswa dalam memahami
sifat-sifat persegi panjang. Di dalam lembar kerja 1 terdapat 6
keterampilan proses yang diharapkan dapat terlihat pada diri siswa
melalui hasil pekerjaan mereka. Setelah siswa mengerjakan lembar
kerja 1. Guru meminta dua kelompok untuk mempresentasikan
jawaban mereka di depan kelas. Di kegiatan tersebut mengajak siswa
untuk mempunyai keterampilan mengkomunikasi. Selanjutnya guru
dan siswa menyimpulkan inti dari tugas lembar kerja 1. Setelah itu,
guru memberikan latihan kepada siswa untuk lebih memperdalam
materi persegi panjang. Di dalam latihan tersebut siswa dapat
memunculkan 6 keterampilan proses yang diharapkan guru. Karena
waktu sudah habis dan siswa belum selesai mengerjakan latihan soal
yang diberikan maka latihan tersebut digunakan untuk pekerjaan
rumah.
66
Penutup:
rumah pada tanggal 13 Mei 2016.
2. Pertemuan Kedua (2 x 40 menit)
Pada pertemuan kedua, pada hari jumat tanggal 13 Mei 2016.
Siswa yang mengikuti pembelajaran sebanyak 35 siswa.
Pembuka:
siswa untuk mengumpulkan tugas PR. Ada 15 siswa yang belum
mengumpulkan PR.
Guru mengajak siswa untuk bermain sekaligus belajar. Kondisi
siswa pada saat tersebut bisa lebih mudah diatur karena siswa tertarik
dengan hadiah pada permainan yang akan dilakukan. Guru
membagikan lembar kerja untuk permaian dan guru membacakan
peraturan dalam permaian tersebut. Setelah itu, guru memberikan
waktu kurang lebih 10 menit untuk membaca dan mengerjakan
sebagian soal yang diberikan kepada siswa. Selanjutnya guru memulai
permainan. Permainan tersebut memicu siswa untuk memunculkan
keterampilan proses yaitu mengobservasi, memprediksi,
mengklasifikasi, mengkomunikasi, mengukur, dan menyimpulkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
nomor 1a. Siswa menjawab salah selanjutnya pertanyaan dilempar
keteman lainnya dan jawaban siswa tersebut juga masih salah. Guru
memberitahukan jawaban yang benar. Guru mengambil salah satu
nama untuk menjawab nomor 1b. Siswa menjawab salah selanjutnya
pertanyaan dilempar kepada teman lainnya dan jawaban siswa tersebut
juga masih salah. Guru memberitahukan jawaban yang benar. Guru
mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil salah satu nama untuk
menjawab nomor 1c. Siswa menjawab salah selanjutnya pertanyaan
dilempar kepada teman lainnya dan jawaban siswa tersebut juga masih
salah. Guru memberitahukan jawaban yang benar. Guru mengambil 1
gulungan kertas dan memanggil salah satu nama untuk menjawab
nomor 2. Siswa menjawab benar dan guru memberikan hadiah untuk
siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil
salah satu nama siswa untuk menjawab nomor 3. Siswa menjawab
benar dan guru memberikan hadiah pada siswa tersebut. Guru
mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil salah satu nama siswa
untuk menjawab nomor 4. Siswa menjawab benar dan guru
memberikan hadiah pada siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan
kertas dan memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor
5. Siswa menjawab salah dan pertanyaan dilempar ke siswa lainnya.
Siswa tersebut dapat menjawab dengan benar dan guru memberikan
hadiah kepada siswa tersebut. Siswa menjawab benar dan guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
kertas dan memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor
6. Siswa menjawab salah dan pertanyaan dilemparkan ke siswa
lainnya. Dan siswa tersebut dapat menjawab dengan benar dan guru
memberikan hadiah kepada siswa tersebut. Guru mengambil 1
gulungan kertas dan memanggil salah satu nama siswa untuk
menjawab nomor 7. Siswa menjawab benar dan guru memberikan
hadiah pada siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan kertas dan
memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor 8. Siswa
dapat menjawab dengan benar dan guru memberikan hadiah kepada
siswa tersebut. Siswa menjawab benar dan guru memberikan hadiah
untuk siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan kertas dan
memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor 9. Siswa
menjawab benar dan guru memberikan hadiah pada siswa tersebut.
Guru mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil salah satu nama
siswa untuk menjawab nomor 10a. Siswa menjawab benar dan guru
memberikan hadiah pada siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan
kertas dan memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor
10b. Siswa dapat menjawab dengan benar dan guru memberikan
hadiah kepada siswa tersebut. Guru memberikan tambahan waktu
untuk mengerjakan 10c. Setelah 5 menit berlangsung permaianan
dilanjutkan kembali. Siswa menjawab benar dan guru memberikan
hadiah untuk siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan kertas dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
memanggil salah satu nama siswa untuk menjawab nomor 10c. Siswa
menjawab salah dan pertanyaan dilemparkan kepada siswa lainnya.
Dan siswa tersebut mengerjakan di papan tulis. Namun, jawaban siswa
masih salah dan guru membenarkannya. Kegiatan dilanjutkan kembali,
guru mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil salah satu nama
siswa untuk menjawab nomor 10d. Siswa menjawab benar dan guru
memberikan hadiah pada siswa tersebut. Guru mengambil 1 gulungan
kertas dan memanggil salah satu nama siswa 10e. Siswa menjawab
salah dan pertanyaan dilemparkan kepada siswa lainnya. Tetapi siswa
tersebut masih salah dalam menjawab dan guru memberikan jawaban
yang benar. Guru mengambil 1 gulungan kertas dan memanggil salah
satu nama siswa untuk menjawab nomor 11. Siswa dapat menjawab
dengan salah dan pertanyaan dilemparkan kepada siswa lainnya. Siswa
tersebut dapat menyebutkan sumbu simetri dan simetri putar namun
siswa tidak mau membuktikan jawabnnya kepada teman lainnya.
Akhirnya guru membuktikan dengan menggambar dipapan tulis dan
menjelaskan bentuk sumbu simetri pada persegi dan simetri putar pada
persegi. Selanjutnya, guru mengajak siswa untuk menyimpulkan
permainan yang dihubungkan pada sifat-sifat persegi. Kegiatan
selanjutnya siswa diminta mengerjakan latihan pada lembar kerja 2
untuk lebih memperdalam materi tentang pengertian dan sifat-sifat
persegi. Karena waktu sudah habis dan masih ada banyak siswa yang
belum selesai maka bagi siswa yang sudah selesai dapat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
selesai dapat dibawa pulang dan dikumpulkan pada pertemuan
selanjutnya. Disini guru dapat melihat minat siswa dalam mengerjakan
latihan tersebut.
memberitahukan bahwa pertemuan selanjutnya akan diadakan ulangan
harian materi persegi dan persegi panjang.
3. Pertemuan Ketiga (1 x 40 menit)
Pada pertemuan ketiga, pada hari Rabu, 28 Mei 2016. Siswa yang
mengikuti ulangan harian sebanyak 33 siswa. Ada dua siswa yang
tidak masuk.
harian pada materi persegi dan persegi panjang.
Isi:
71
keterampilan proses yaitu mengobservasi, mengklasifikasi,
memprediksi, mengkomunikasi, mengukur, dan menyimpulkan.
Penutup:
mengucapkan terimakasih kepada siswa
Pengamatan Keterlaksanaan Rencana Proses Pembelajaran (RPP)
dilakukan selama proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran
menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pengamat dilakukan oleh
dua orang observer dengan masing-masing observer membawa lembar
pengamatan keterlaksanaan RPP dan memberikan tanda (√) pada kolom
“ya” untuk kegiatan yang terlaksana atau “tidak” untuk kegiatan yang
tidak terlaksana. Perhitungan untuk keterlaksanaan RPP dilakukan dengan
memberikan skor pada tiap pilihan yang tersedia pada lembar pengamatan.
Adapun skor untuk tiap pilihan, yaitu skor 1 untuk pilihan ”ya” dan skor 0
untuk pilihan “tidak”. Skor Keterlaksanaan RPP dari hasil pengisisan
lembar pengamatan dibuat dalam bentuk tabel, sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
Observer Skor
Pertemuan 1
Pembelajaran (RPP) pertemuan pertama dan pertemuan kedua, maka
diperoleh keterlaksanaan secara keseluruhan sebagai berikut:
Keterlaksanaan keseluruhan
73
Pembelajaran (RPP) sebesar 93,485 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa
penerapan pendekatan keterampilan proses telah terlaksana dengan baik di
kelas VII Semayang SMP Stella Duce 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.
I. Pengamatan Keterlaksanaan Keterampilan Proses Siswa Pada Setiap
Pertemuan
dilakukan selama proses pembelajaran dengan penerapan pembelajaran
menggunakan pendekatan keterampilan proses. Pengamat dilakukan oleh
dua orang observer dengan masing-masing observer membawa lembar
pengamatan keterlaksanaan keterampilan proses siswa dan memberikan
tanda (√) pada kolom “ya” untuk kegiatan yang terlaksana atau “tidak”
untuk kegiatan yang tidak terlaksana beserta keterangan atas pilihan
jawabannya tersebut. Perhitungan untuk keterlaksanaan pendekatan
dilakukan dengan memberikan skor pada tiap pilihan yang tersedia pada
lembar pengamatan. Adapun skor untuk tiap pilihan, yaitu skor 1 untuk
pilihan ”ya” dan skor 0 untuk pilihan “tidak”. Skor keterlaksanaan
pendekaatan keterampilan proses dari hasil pengisian lembar pengamatan
dibuat dalam bentuk tabel, sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
Observer Skor
Pertemuan 1
keterampilan proses pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua, maka
diperoleh keterlaksanaan secara keseluruhan sebagai berikut:
Keterlaksanaan keseluruhan
pada pembelajaran persegi dan persegi panjang terlaksana dengan baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
Persegi Panjang
Pertanyaan :
jajargenjang ?
Keterampilan proses yang diharapkan adalah mengobservasi,
mengklasifikasi, mengkomunikasi, memprediksi, dan menyimpulkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
Kelompok 1: 2 siswa
siswa adalah sebagai berikut:
77
dan sudut serta perbedaan perhitungan luas dan keliling, sumbu
simetri, dan sudut pada gambar yang diberikan kepada siswa.
2. Mengklasifikasi
- Perbedaan simetri putar pada persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan luas dan keliling persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan sudut panjang dan jajargenjang
b. Persamaan persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sisi persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan panjang diagonal persegi panjang dan jajargenjang
Kesimpulan:
tentang simetri putar, sudut, luas dan keliling persegi panjang dan
persamaan sisi, sudut, dan panjang diagonal persegi panjang dan
jajargenjang.
jajargenjang dapat disebut persegi panjang, tetapi siswa masih
merasakan kebingungan atau tidak ada kepercayaan diri dalam
menjawab pertanyaan
78
panjang dan jajargenjang dengan tabel yang cukup jelas. Dan dapat
menjawab semua pertanyaan yang diberikan guru. Walaupun ada
beberapa kata yang kurang baku dalam penulisannya.
e. Menyimpulkan
jajargenjang, namun dalam pemilihan kata yang digunakan kurang
tepat pada jawaban “memiliki sisi yang berhadapan sama panjang
dan jajargenjang adalah hasil dari persegi yang ditekuk/dipeyokan”.
Sebaiknya kata “ditekuk/dipeyokan” diganti dengan “keempat
sudutnya tidak siku-siku” .
79
siswa adalah sebagai berikut:
panjang yang diperlihatkan kepada siswa.
2. Mengklasifikasi
- Perbedaan sisi pada persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan panjang diagonal persegi panjang dan jajargenjang
b. Persamaan persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sisi persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
Kesimpulan:
tentang panjang diagonal, sisi, dan sudut persegi panjang dan
persamaan sisi dan sudut persegi panjang dan jajargenjang.
c. Memprediksi
paham atas dasar konsep pada jajargenjang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
tulisan. Tetapi dalam menyampaikan ide siswa kurang tepat.
Terlihat pada jawaban nomor tiga tentang hubungan persegi
panjang dan jajargenjang. Siswa mengkomunikasikan jawaban
lebih termasuk kedalam suatu persamaan.
e. Menyimpulkan
persegi panjang dan jajargenjang.
Kelompok 3: 2 Siswa
siswa adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
jajargenjang.
Kesimpulan:
tentang sumbu simetri dan persamaan sisi dan sudut persegi
panjang dan jajargenjang.
disimpulkan kelompok kurang memahami pengertian persegi
panjang dan jajargenjang.
walaupun cara penulisannya kurang sistematis.
Kelompok 4 : 2 Siswa
82
siswa adalah sebagai berikut:
- Perbedaan simetri lipat pada persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
b. Persamaan persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sisi persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
- Persamaan diagonal persegi panjang dan jajargenjang
Kesimpulan:
tentang sumbu simetri dan sudut persegi panjang dan persamaan
sisi, diagonal dan sudut persegi panjang dan jajargenjang.
2. Memprediksi
83
disebut jajargenjang namun belum bisa menjelaskan alasan
jawaban tersebut.
3. Mengkomunikasi
dengan cukup baik dan dapat menjawab semua pertanyaan yang
diberikan guru.
siswa adalah sebagai berikut:
84
Kesimpulan:
memberikan persamaan tentang sisi dan sudut persegi panjang
dan jajargenjang namun belum memberikan perbedaan dari
bangun datar tersebut. Kelompok belum bisa menghubungkan
pengertian dari jajargenjang dan persegi panjang sehingga pada
pertanyaan tentang hubungan siswa masih termasuk pada
persamaan persegi panjang dan jajargenjang.
2. Memprediksi
apakah persegi panjang dapat disebut jajargenjang, walaupun
jawabannya salah.
3. Mengkomunikasi
tertulis dengan menjawab semua pertanyaan walaupun penulisan
jawabannya belum terlalu jelas.
Kelompok 6: 2 Siswa
85
siswa adalah sebagai berikut:
perbedaan sudut dan diagonal persegi dan jajargenjang walaupun
klasifikasi tersebut tidak sesuai pertanyaan dan gambar yang
ditunjukkan kepada siswa.
pertanyaan yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa kelompok
kurang baik dalam mengkomunikasi.
86
adalah sebagai berikut:
b. Perbedaan persegi dan jajargenjang
- Perbedaan sudut jajargenjang
87
Kesimpulan:
sudut persegi panjang dan persamaan sisi, sudut, dan diagonal persegi
panjang dan jajargenjang.
kurangnya penjelasan dari jawaban tersebut. Kelompok mampu
memprediksi jawaban diluar apa yang dilihat pada gambar yang
ditunjukkan kepada siswa.
walaupun pada nomor 2 kelompok tidak memberikan alasan pada jawaban
tersebut.
88
adalah sebagai berikut:
- Perbedaan sudut jajargenjang
Kesimpulan:
sudut persegi panjang dan persamaan sisi persegi panjang dan
jajargenjang.
dapat menjawab pertanyaan sesuai gambar yang ditunjukkan.
3. Memprediksi
4. Mengkomunikasi
ada pertanyaan yang salah pada nomor satu yang seharusnya “Apa
perbedaan dan persamaan dari persegi panjang dan jajargenjang?”. Selain
itu, pada jawaban perbedaan persegi panjang dan jajargenjang tentang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
jajargenjang membentuk sudut tumpul. Hal tersebut kurang benar karena
di dalam jajargenjang tedapat sudut tumpul dan sudut lancip. Dan pada
jawaban nomor tiga ada kekurangan kata sudut sebelum penulisan 90.
5. Menyimpulkan
panjang dan jajargenjang dan hubungan pengertian dari persegi panjang
dan jajargenjang yang terlihat pada jawaban nomor 3.
Kelompok 9: 2 Siswa
adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
- Perbedaan sudut jajargenjang.
sudut persegi panjang dan persamaan sisi persegi panjang dan
jajargenjang.
diperlihatkan kepada siswa.
jajargenjang walaupun prediksi masih salah.
4. Mengkomunikasi
walaupun penjelasan pada jawaban masih kurang jelas pada penyelesaian
jawaban nomor dua.
91
adalah sebagai berikut:
- Perbedaan sumbu simetri pada persegi panjang dan jajargenjang.
Kesimpulan:
sudut dan sumbu simetri persegi panjang dan persamaan sisi persegi
panjang dan jajargenjang.
92
jawaban nomor dua prediksi yang masih salah. Dapat disimpulkan bahwa
kelompok kurang paham dengan pengertian persegi panjang dan
jajargenjang.
penulisan yang masih salah pada kata “simet” yang seharusnya kata
”simetri” sehingga apa yang ditulis tidak dapat tersampaikan dengan jelas
kepada pembaca.
adalah sebagai berikut:
93
Kesimpulan:
sudut persegi panjang dan persamaan sisi persegi panjang dan
jajargenjang.
yang diperlihatkan kepada siswa.
paham tentang pengertian persegi panjang dan jajargenjang.
4. Mengkomunikasi
yang sistematis. Walaupun jawaban masih kurang lengkap pada nomor 2.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
adalah sebagai berikut:
- Persamaan panjang diagonal persegi panjang dan jajargenjang
b. Perbedaan persegi panjang dan jajargenjang
- Perbedaan sudut persegi panjang dan jajargenjang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
Kesimpulan:
sudut persegi panjang dan persamaan sisi dan panjang diagonal persegi
panjang dan jajargenjang.
diperlihatkan guru kepada siswa.
paham tentang pengertian persegi panjang dan jajargenjang.
4. Mengkomunikasi
Kelompok 13: 2 Siswa
96
adalah sebagai berikut:
- Persamaan panjang diagonal persegi panjang dan jajargenjang
- Persa