Top Banner

of 28

Penelitian Dosen Muda

Jul 15, 2015

ReportDownload

Documents

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

SELEKSI BEBERAPA TUMBUHAN AIR SEBAGAI PENYERAP LOGAM BERAT Cd, Pb dan Cu DI KOLAM BUATAN FMIPA UHAMKA

USUL PENELITIAN

Oleh : Dra. FATIMAH NISMA., M.Si Drs.BUDI ARMAN.,Apt

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF.DR. HAMKA MEI 2008

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

HALAMAN PENGESAHAN USUL PENELITIAN DOSEN MUDA 1. a. Judul : SELEKSI BEBERAPA TUMBUHAN AIR SEBAGAI PENYERAP LOGAM BERAT Cd, Pb dan Cu DI KOLAM BUATAN FMIPA UHAMKA : Kimia : Kimia Analisa : : : : : Dra. Fatimah Nisma. M.Si. Perempuan III B Asisten Ahli MIPA/Farmasi

b. Bidang Ilmu c. Katagori 2. Ketua Peneliti a. Nama lengkap b. Jenis Kelamin c. Golongan Pangkat d. Jabatan Fungsional e. Fakultas/Jurusan 3. Alamat Ketua Peneliti a. Alamat Kerja

: Jurusan Farmasi . FMIPA. UHAMKA. Telp 021- Telp 021-8611070 dan 021-86603233 b. Alamat Rumah : Jl. Raya Asyafiiyah Rt 03/03 No 31A Cilangkap. Cipayung. Jakarta Timur 08129529821 4. Jumlah Anggota Peneliti : 1 Orang Nama : Drs. Budi Arman ., Apt 5. Lokasi Penelitian : Kolam buatan FMIPA UHAMKA dan laboratorium kimia Analisa Instrumen Jurusan Farmasi UHAMKA, Klender 6. Kerja sama dengan Instansi lain : 7. Lama Penlitian : 8 Bulan (April November 2009) 8. Biaya yang diperlukan a. Sumber dari Depdiknas : Rp. 10.000.000, 00 b. Sumber lain-lain : -Jumlah : Rp. 10.000.000, 00 (Sepuluh juta Rupiah) Jakarta, 25 Mei 2008 Mengetahui, Dekan Fakultas MIPA UHAMKA Ketua Peneliti,

(Drs. H. Endang Abutarya, M.Pd)

(Dra. Fatimah Nisma, M.Si)

Menyetujui Ketua Lembaga Penelitian UHAMKA

Drs. Daniel Fernandez, M.Si

2

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

FORMULIR ISIAN USUL PENELITIAN 1. a. Nomor ID b. Tahun anggaran 2. Judul Penelitian : : 08 : SELEKSI BEBERAPA TUMBUHAN AIR SEBAGAI PENYERAP LOGAM BERAT Cd, Pb dan Cu DI KOLAM BUATAN FMIPA UHAMKA BIDANG KEAHLIAN INSTAN PENDIDIKAN SI TERAKHIR Jurusan Farmasi Jurusan Farmasi S2 S1

NO. 1. 2.

NAMA DAN GELAR AKADEMIK

Fatimah Nisma, M.Si.Dra. Kimia Analisis Budi Arman., Drs.Apt. Kimia Analisis

3. Perguruan Tinggi a. Nama

b. Kode 4. Fakultas 5. Program Penetilitian yang Diusulkan 6. Kategori Penelitian 7. Lingkup Penelitian 8. Bidang Ilmu yang Diteliti 9. Lokasi Penelitian 10. Macam Penelitian 11. Lama Waktu Penelitian a. Lama Penelitian : 8 bulan b. Bulan Penelitian : 04 12 12. Biaya Penelitian a. Diusulkan : Rp. 10.000.000,b. Disetujui : Rp. 10.000.000,c. Sumber Biaya : Kopertis III Rencana mahasiswa yang dilibatkan dalam penelitian a. S-0 : b. S-1 : 5orang c. S-2 : 13. Jumlah artikel yang akan dipublikasi a. Diseminarkan : 01 b. Ditulis di jurnal : 04 Jakarta, 21 Mei 2008

: Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA : : MIPA : 1. Penelitian Dosen Muda : 2. Mengembangkan IPTEKS : 02 Wilayah : 10 MIPA dan Kimia : 01 : 01 Eksperimen

3

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Fatimah Nisma, M.Si.,Dra A. JUDUL PENELITIAN : SELEKSI BEBERAPA TUMBUHAN AIR SEBAGAI PENYERAP LOGAM BERAT Cd, Pb dan Cu DI KOLAM BUATAN FMIPA UHAMKA

B. BIDANG ILMU

: MIPA/ KIMIA

C. PENDAHULUAN Banyak media massa memberitakan bahwa sungai Citarum serta waduk Siguling dan Cirata di Kabupaten Bandung tercemar logam berat karena hasil buangan limbah pabrik yang dibuang ke sungai tersebut. Daging ikan mas dan nila yang hidup di waduk tersebut ditemui juga mengandung logam Merkuri (Hg), tembaga (Cu), Timbal (Pb) dan seng (Zn) dengan kadar yang cukup membahayakan. Logam tersebut terkonsentrasi diperut, lemak dan daging ikan. Aparat terkait mengaku telah berupaya untuk mencegah pencemaran tersebut dengan berbagai cara. Ada dua cara penanggulangan pencemaran, yaitu dengan cara kimia dan biologi. Cara kimia dengan reaksi Chelating yaitu memberikan senyawa asam yang dapat mengompleks logam berat tersebut sehingga terbentuk garam dan mengendap, namun cara ini sangat mahal dan logam masih berada di waduk walaupun dalam keadaan terikat. Secara biologi adalah dengan menanami waduk dengan tanaman yang dapat menyerap logam berat tersebut.(anonim 2008). Eceng gondok (Umnocharis flava (L) selama ini dikenal sebagai tumbuhan pengganggu (gulma) atau hama diperairan. Pada hal eceng gondok punya kemampuan menyerap polutan logam berat yang ada diperairan. Rangkaian

penelitian seputar kemampuan eceng gondok dalam menyerap logam telah banyak dilakukan. Widyanto dan Susilo dari IPB Bogor melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok dapat menyerap logam Cadmium (Cd), merkuri (Hg) dan nikel (Ni), masing-masing sebesar1,35 mg/g, 1,77 mg/g dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur dan serapan Cd sebesar 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g apabila logam tersebut tercampur. Lubis dan Syofyan (1986) menyatakan bahwa logam Crom dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7, dimana dilaporkan kadar logam Cr semula 15 ppm turun hingga 51,85 persen. Dilaporkan

4

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

juga selain menyerap logam berat eceng gondok juga menyerap pestisida. (Anonim 2008) Genjer (Umnocharis flava (L) Buch) adalah tumbuhan darat yang hidup di air tergenang, di lembah sungai yang dangkal dan di persawahan. Dibeberapa daerah di Indonesia genjer dikenal sebagai sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai masakan. Seperti urap, ditumis atau sebagai sayuran pecel. Dilaporkan juga genjer digunakan sebagai penambah nafsu makan karena mengandung flavonoid dan polifenol dan bunganya mengandung kardenolin (Anonim 2008). Pada kondisi tertentu tumbuhan ini dapat menjadi gulma. Kangkung (Ipomoea aquuatica Forsk) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam jenis suyur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kangkung terdapat dimana-mana terutama kawasan berair. Kangkung selain sebagai sayuran, juga merupakan tumbuhan yang mampu menyerap logam berat di perairan, terutama kangkung yang ditanam diperairan dekat kawasan perindustrian.. Kiambang (Pristia stratiotes) adalah tumbuhan yang dapat ditemukan di permukaan air yang tergenang serti kolam, sawah, sungai atau danau. Tanaman ini tidak mempunyai nilai ekonomi yang tinggi kecuali sebagai sumber humus karena tumbuhnya yang pesat sehingga dapat dijadikan pupuk. Kadang kiambang juga digunakan sebagai penghias kolam atau akuarium(Anonim, 2008). Eceng gondok, genjer, kangkung dan kiambang adalah tumbuhan-tumbuhan yang sama-sama hidup di air, membentuk gulma (kecuali kangkung) karena tumbuhan-tumbuhan ini mempunyai akar serabut yang mengembangkan akarnya di lumpur pada air yang dangkal atau di dalam air itu sendiri. Genjer, kangkung dan kiambang sebagai penyerap logam berat di dalam air memang belum banyak

literatur yang menyatakannya, tapi dalam penelitian ini akan dilihat kemampuan keempat tanaman ini dalam menyerap logam berat di kolam buatan FMIPA UHAMKA. Kemampuan tumbuhan ini dalam menyerap logam Cd, Pb dan Cu dilakukan pengukuran setiap minggu selama 2 bulan. Uji serapan logam terhadap keempat tanaman ini dilakukan dengan metoda Absorption Atomic Spectroscopy (AAS).

D. PERUMUSAN MASALAH

5

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

Eceng gondok adalah tumbuhan yang selama ini dikatakan sebagai tumbuhan yang amat mengganggu karena pertumbuhannya yang cepat dan dapat

mendangkalkan sungai atau waduk karena membentuk gulma pada akarnya, dapat dimanfaatkan menyerap polutan logam berat Pb, Cu dan Cd dan berapa besar kemampuan eceng gondok dalam menyerap logam diharapkan hal demikian terjadi dikolam buatan FMIPA UHAMKA. Genjer, kangkung dan kiambang adalah tumbuhan air yang hampir sama dengan eceng gondok, tapi genjer dan kangkung digunakan sebagai makanan lalapan sedangkan kiambang tidak mempunyai nilai ekonomi, kemampuan tumbuhtumbuhan ini untuk menyerap logam belum banyak yang meneliti, kemampuan tumbuhan ini untuk menyerap logam Pb, Cu dan Cd akan dibuktikan di kolam buatan FMIPA UHAMKA. Hasil serapan masing-masing dari keempat tanaman akan dibandingkan, sehingga akan diperoleh tanaman yang paling optimal menyerap logam Pb, Cu dan Cd, sehingga tanaman ini sangat potensial, baik dikembangkan dengan terkendali di sungai, danau atau tempat air tergenang untuk mengurangi polusi pada perairan tersebut.

E. TINJAUAN PUSTAKA 1. Tanaman penyerap logam a. Tanaman Eceng Gondok 1). Klasifikasi tumbuhan Eceng gondok.(Hasim.2003). Divisi Sub Divisi Kelas Suku Marga Jenis : Spermatophhyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Pontederiaceae : Eichhornia : Eichhornia crassies Solms

2). Diskripsi Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam lumpur. Tingginya sekitar 0,4 0,8 meter. Tidak

6

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.

mempunyai batang. Daunnya tunggal dan membentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing. Pangkal tangkai daun mengelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut. Nama latin dari eceng gondok adalah Eichhornia crassies Selain bernama eceng gondok di beberapa daerah lain di Indonesia eceng gondok mempunyai nama lain. Di Palembang eceng gondok bernama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Liung-liung dan di Menado dikenal dengan nama Tumpe. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich