Top Banner

Click here to load reader

Pedoman Pengolahan

Jan 21, 2017

ReportDownload

Documents

lamminh

  • Buku 4

    Pedoman Pengolahan

    Survei Penyempurnaan Diagram Timbang Nilai Tukar Petani

    2012

    BADAN PUSAT STATISTIK

    Buku

    5

  • i

    Kata Pengantar

    Survei Penyempurnaan Diagram Timbang NTP 2012 (SPDT12) bertujuan untuk

    mengganti Diagram Timbang dan Tahun Dasar Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) dari tahun

    2007 menjadi 2012, agar sejalan dengan perkembangan harga-harga yang terjadi saat ini.

    Kegiatan pengolahan data SPDT12 merupakan kegiatan lanjutan setelah pelaksanaan

    pendataan di lapangan. Sebelum proses perekaman data, dilakukan tahapan kegiatan editing-

    coding untuk menjamin data yang dihasilkan dari kegiatan SPDT12 ini benar, akurat dan

    sesuai dengan fakta di lapangan. Perekaman data SPDT12-K, SPDT12-TP, SPDT12-TH,

    SPDT12-TPR, dan SPDT12-TRK menggunakan aplikasi interaktif dan terintegrasi dalam

    satu sistem aplikasi dan dilakukan di BPS Provinsi Seluruh Indonesia kecuali DKI Jakarta.

    Hal ini dilakukan untuk menjaga sinkronisasi antara data yang sama diantara keempat isian

    dokumen tersebut sehingga diperoleh hasil perekaman data clean.

    Untuk menjamin diperolehnya data clean tersebut maka kegiatan perekaman data

    harus benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dengan mengikuti sistem dan

    mekanisme pengolahan yang telah ditentukan, khususnya tahapan perbaikan data, bila

    ditemukan adanya kesalahan atau tidak adanya konsistensi data pada pasangan dokumen

    (SPDT12-K berpasangan dengan salahsatu subsektor) maka hendaknya dilakukan koordinasi

    dengan subject matter terkait, dalam hal ini seksi Statistik Harga untuk memperbaikinya.

    Buku pedoman pengolahan (Buku 5) ini merupakan pedoman bagi petugas perekaman

    data (operator) yang memuat aturan dan mekanisme bagi operator dalam melakukan

    perekaman data. Dengan adanya pedoman ini, kegiatan pengolahan data SPDT12 diharapkan

    dapat terlaksana dengan baik dan pada akhirnya dapat menghasilkan data yang akurat serta

    selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    Terakhir diharapkan seluruh Petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan

    berlangsung dengan aman dan lancar.

    Jakarta, Juli 2012

    Kepala Badan Pusat Statistik

    Dr. Suryamin, M.Sc.

  • ii

    Daftar Isi

    Kata Pengantar... i

    Daftar Isi. ii

    Daftar Lampiran iii

    I. Pendahuluan............. 1

    1.1. Latar Belakang 1

    1.2. Jenis Daftar yang Diolah.... 2

    II. Tahapan Pengolahan 3

    2.1. Umum 3

    2.2. Pengolahan Data SPDT12 di BPS Provinsi.. 4

    2.3. Pengolahan Data SPDT12 di BPS RI 5

    III. Editing/Coding 5

    3.1. Editing Coding Daftar SPDT12-K......... 7

    3.2. Editing Coding Daftar SPDT12-TP ....... 15

    3.3. Editing Coding Daftar SPDT12-TH ....... 17

    3.4. Editing Coding Daftar SPDT12-TPR....... 18

    3.5. Editing Coding Daftar SPDT12-TRK ....... 19

    IV. Pengoperasian Program Pengolahan.... 21

    4.1. Kebutuhan Program ................................ 21

    4.2. Instalasi ............... 21

    4.3. Persiapan Pengolahan.. 26

    4.4. Autentifikasi Pengguna dan Master..... 29

    4.5. Entri Data SPDT12 ............................. 41

    4.6. Fasilitas Lain dalm Sistem .................. 61

    V. Lampiran.... 66

  • iii

    Daftar Lampiran

    Lampiran 1. Workflow Pengolahan SPDT12 .......................................................... 66

    Lampiran 2. Konsumsi per Kapita ........................................................................... 67

  • 1

    I. PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

    Sektor pertanian merupakan tumpuan bagi penduduk Indonesia dan sekaligus sebagai

    penyumbang terhadap pertumbuhan ekonomi sekalipun dalam keadaan resesi. Hal ini dapat

    ditunjukkan dengan tingginya daya serap tenaga kerja di sektor pertanian yang mencapai

    sekitar 36 persen (Sakernas Agustus 2011) dan hampir setengah dari jumlah penduduk

    Indonesia bergantung hidup pada sektor pertanian.

    Ironisnya tingkat kesejahteraan petani, sebagai pelaku sektor pertanian yang umumnya

    tinggal atau menetap di wilayah perdesaan, (diduga) berada disekitar garis kemiskinan.

    Sehingga diperlukan suatu indikator yang secara akurat dapat mengukur kemampuan daya

    beli petani. Ukuran ini disajikan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah yang

    berguna sebagai dasar pengambilan kebijakan dan keberpihakan kepada petani agar mereka

    tetap bersemangat dalam mengelola usaha pertanian.

    Indikator Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan

    sebagai proxy tingkat kesejahteraan petani di daerah perdesaan. Namun demikian, untuk saat

    ini penghitungan NTP masih menggunakan diagram timbang tahun dasar 2007 sehingga

    diperkirakan sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang secara tepat

    yang diakibatkan oelh berbagai perubahan diantaranya perubahan iklim/cuaca, perubahan

    pendapatan petani dan perubahan akan permintaan komoditas serta perubahan sikap

    masyarakat atas komoditas yang dihasilkan petani yang dapat mengubah pola tanam dan

    konsumsi petani.

    Mengingat pentingnya diperoleh diagram timbang NTP yang sesuai dengan kondisi saat ini,

    maka diperlukan penyempurnaan diagram timbang yang didukung oleh sistem pengolahan

    yang intensif dan efektif sehingga diperoleh data yang cepat dan akurat. Pengolahan data

    Survey Penyempurnaan Diagram Timbang NTP 2012 (SPDT12) ini dilakukan dengan data

    entri dengan konsep pengolahan data client-server di BPS Provinsi diseluruh Indonesia.

    Sistem Pengolahan SPDT12 dibangun dengan bahasa pemrograman C#, data yang diolah

    akan disimpan di dalam database Microsoft Access.

  • 2

    1.2. Jenis Daftar yang Diolah

    Survei Penyempurnaan Diagram Timbang NTP 2012 mencakup 4 (empat) subsektor

    pertanian, diantaranya adalah tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan

    rakyat dan peternakan di 32 provinsi di Indonesia. Jumlah sampel keseluruhan sebanyak

    46.300 rumah tangga di daerah perdesaan.

    Terdapat 5 (lima) jenis daftar yang diolah dalam sistem pengolahan SPDT12 yaitu Daftar

    SPDT12-TP, Daftar SPDT12-TH, Daftar SPDT12-TPR, Daftar SPDT12-TRK, dan Daftar

    SPDT12-K, dimana daftar SPDT12-K berpasangan dengan salah satu daftar subsektor

    SPDT12 yang diusahakan (SPDT12-TP/ SPDT12-TH/ SPDT12-TPR/ SPDT12-TRK).

    Kegunaan dari kelima jenis daftar SPDT12 tersebut adalah :

    1. Daftar SPDT12-TP, daftar ini digunakan untuk mengumpulkan data produksi, serta

    biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi pada Subsektor Tanaman

    Pangan.

    2. Daftar SPDT12-TH, daftar ini digunakan untuk mengumpulkan data produksi,

    serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi pada Subsektor Tanaman

    Hortikultura.

    3. Daftar SPDT12-TPR, daftar ini digunakan untuk mengumpulkan data produksi,

    serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi pada Subsektor Tanaman

    Perkebunan Rakyat.

    4. Daftar SPDT12-TRK, daftar ini digunakan untuk mengumpulkan data produksi,

    serta biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi pada Subsektor

    Peternakan.

    5. Daftar SPDT12-K, daftar ini digunakan untuk mengumpulkan keterangan rumah

    tangga dan pengeluaran konsumsi rumah tangga yang berasal dari pembelian, tidak

    termasuk pemberian dari pihak lain maupun produksi sendiri.

  • 3

    II. TAHAPAN PENGOLAHAN

    2.1. Umum

    Salah satu tujuan SPDT12 ini adalah tersedianya database sebagai bahan untuk menyusun

    paket komoditas diagram timbang Nilai Tukar Petani (NTP) setiap tahun. Sehingga

    dibutuhkan tersedianya database diagram timbang SPDT2012 yang cepat,tepat dan akurat.

    Untuk itu pelaksanaan pengolahan data SPDT12 dilakukan di masing-masing BPS Provinsi,

    dengan demikian akan lebih cepat melakukan perbaikan jika terjadi kesalahan/keraguan isian

    dokumen.

    Kegiatan pengolahan dokumen SPDT12 dimulai dengan proses pengolahan pra komputer

    dilanjutkan dengan proses pengolahan data dengan komputer. Kegiatan pra komputer

    meliputi penerimaan dokumen (receiving), pengelompokan dokumen (batching) dan

    penyuntingan/penyandian (editing/coding). Proses pengolahan data dengan komputer

    meliputi perekaman data (data entri) dan tabulasi. Hasil proses pengolahan pra komputer

    terutama proses editing/coding, sangat mempengaruhi proses pengolahan dengan komputer.

    Hasil editing/coding yang baik akan mempercepat proses entri data.

    Sistem Program data entri SPDT12 ini dibuat sedemikian rupa agar para pengguna dapat

    mengoperasikannya dengan mudah dan sekaligus dapat terjaga konsistensi data. Oleh sebab

    itu sistem ini dilengkapi dengan proses validasi secara interaktif dalam proses kegiatan data

    entri. Aturan validasi yang diterapkan dalam sistem ini sama dengan aturan validasi yang

    diterapkan dalam proses editing/coding, hal ini untuk menjaga kualitas data yang akan

    dihasilkan sehingga data SPDT12 dapat dijadikan sebagai database awal yang terpercaya,

    berkesinambungan dan dapat digunakan sebagai acuan dalam penghitungan indikator NTP

    dimasa mendatang sebagai bahan dalam mengambil keputusan.

    Secara umum, skema tahapan proses pengolahan data SPDT12 dapat di lihat pada Lampiran

    1.

    2.2. Pengolahan SPDT12 di BPS Provinsi

    Pengolahan SPDT12 di BPS Provinsi pada dasarnya terbagi menjadi lima tahapan kegiatan

    yaitu penerimaan dokumen

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.