Top Banner

Click here to load reader

Parenting in Divorced and Remarried Families

Jul 05, 2015

ReportDownload

Documents

Parenting in Divorced and Remarried Families(Pengasuhan dalam perceraian dan pernikahan kembali)

y Sebagian besar anak mengalami masalah emosional

dan perilaku setelah orang tua bercerai dan menikah lagi y Penyesuaian anak dikaitkan dengan kualitas lingkungan pengasuhan y Anak dapat menyesuaikan diri dengan baik, apabila pengasuhan orang tua otoritatif. y Orang tua otoritatif adalah hangat, mendukung, responsif terhadap kebutuhan anak, terbuka dalam komunikasi, mengawasi kegiatan anak-anak dan memberikan kontrol yang kuat dan konsisten

y Penyesuaian anak yang

baik dalam keluarga yang bercerai dan menikah lagi adalah sejauh mana ibu dan ayah yang bercerai mampu membangun dan memelihara kerjasama, hubungan orang tua bersama dan kualitas hubungan anak-anak dengan orang tua dan orang tua tiri.

Parenting in Divorced Family

y Perpisahan dan perceraian menggerakkan serangkaian

perubahan yang berpotensi stress bagi anggota keluarga dan kesulitan dalam pengasuhan yang efektif. y Tekanan yang terkait dengan perubahan tempat kedua orang tua beresiko untuk gangguan psikologis dan fisik yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk menjadi orang tua yang kompeten. y Saat dan setelah perceraian, orang dewasa sering mengalami kemarahan, kecemasan, mudah tersinggung, depresi dan menunjukkan impulsif serta perilaku antisosial.

CUSTODIAL MOM

y Kesejahteraan menentukan penyesuaian pasca perceraian y Penurunan kesejahteraan dapat disebabkan karena kegagalan

ayah non-custodial untuk membayar tunjangan anak, dan hal ini bs menyebabkan konflik orang tua & anak. y Masalah tentang penyelesaian keuangan dan dukungan anak dapat menyulut konflik yang berkepanjangan dengan mantan pasangan y Ketika konflik antara ibu serta ayah tinggi, ayah lebih cenderung melepaskan diri dari pengasuhan, berhenti membayar tunjangan anak, dan meninggalkan ibu dengan pengasuhan total serta tanggung jawab keuangan y Ibu tunggal akan semakin sering mengalami stress dalam mengasuh anak-anaknya, karena harus mengurus keuangan, pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak

y Meski begitu, dua tahun setelah perceraian

didapati mereka lebih bahagia dalam situasi baru mereka daripada di tahun terakhir perkawinan mereka, dan meskipun stres, mereka menganggap membesarkan anak sendirian adalah lebih mudah

Hak Asuh Ayah

y Banyak para ayah menyukai hak asuh fisik

bergantian untuk anak-anak mereka namun memilih untuk tidak melakukannya karena :mereka percaya anak-anak mereka lebih diuntungkan dengan hubungan yang lebih akrab dengan ibu mereka tanggung jawab pekerjaan para ayah tidak cukup fleksibel untuk mengakomodasi permintaan waktu yang dibutuhkan dalam pengasuhan tunggal para ayah ingin menghindari mengekspos anak mereka terhadap efek negatif perebutan hak asuh yang berkepanjangan

y Ada perbedaan antara pengasuhan para ayah dengan hak asuh

dan para ibu dengan hak asuh. y Ayah suka menugaskan anak-anak tentang tanggung jawab pekerjaan rumah tangga dibandingkan para ibu y Interaksi para ayah dengan anak mereka cenderung memfokuskan pada pelatihan fisik dan pencapaian pendidikan. Ibu cenderung memfokuskan pada area yang mencakup kenyamanan secara emosional dan hubungan sosial, y Para ayah dengan hak asuh menunjukkan sedikit stres pada anak-anak, hubungan orang tua- anak yang lebih baik, dan lebih sedikit masalah tingkah laku pada anak mereka dibandingkan dengan yang terjadi pada para ibu dengan hak asuh

Orangtua tanpa hak asuh

Para ayah tanpa hak asuhy Ayah cenderung tetap terlibat dengan anak laki-laki mereka

dibanding dengan anak perempuan mereka, dan dengan anak yang lebih tua dan remaja dibandingkan dengan anak yang lebih kecil y Cenderung mengurangi hubungan ketika mereka menikah kembali atau jika mereka atau istri mereka sebelumnya pindah rumah y Keterlibatan yang berkelanjutan dari para ayah tanpa hak asuh juga memiliki efek tidak langsung pada penyesuaian anak mereka. Para ayah yang terlibat cenderung untuk memberi dukungan pada anak mereka, dan dukungan tersebut dihubungkan dengan ibu dan masalah tingkah laku dan pencapaian pendidikan yang lebih baik pada anak

Para ibu tanpa hak asuhy Para ibu cenderung mengadopsi peran pengasuhan

yang tradisional dan cenderung mengatur situasi tempat tinggal mereka untuk memfasilitasi kunjungan dari anak-anak mereka y Menujukkan pengawasan dan kontrol yang lebih baik dibandingkan para ayah tanpa hak asuh y Mereka lebih sensitif pada kebutuhan emosional anak , berkomunikasi dengan lebih baik, lebih supportif pada saat-saat yang membuat stress, dan lebih paham dan tertarik dengan aktivitas anak mereka y Maka dari itu dilaporkan bahwa anak2 merasa lebih dekat dengan para ibu tanpa hak asuh daripada dengan para ayah tanpa hak asuh

Orang Tua yang Melakukan Pengasuhan Bersama-sama

y Ketika orang tua biologis melakukan pengasuhan

bersama, anak-anak mereka lebih mudah menyesuaikan diri ketika terjadi perceraiany Selain itu, hubungan mereka justru lebih positif dg

mantan pasangan mereka, khususnya dalam masalah-masalah orang tua, dibanding sebelum perceraian.

y Sedangkan hubungan keluarga yg semakin

memburuk setelah adanya perceraian biasanya sering menemukan konflik orang tua satu sama lain yg seringkali tidak membicarakan masalah tentang anak-anak tetapi hanya salaing melempar kritik, kepahitan, membela diri, dan upaya untuk melemahkan pihak lainnya.y Dan pada keluarga ini, justru masalah lebih sering

timbul ketika melakukan pengasuhan bersama

Pengasuhan anak dalam keluarga yang baru (Penikahan lagi)

y Semua keluarga yang baru mengalami pernikahan

kembali pasti akan mengalami stress, karena mereka harus menyesuaikan diri dg kehidupan mereka yang baruy Seberapa sukses keluarga dalam melaksanakan ini

(beradaptasi) tergantung pada keyakinan mereka terhadap memahami masalah diri dan masalah yang hampir tak terelakkan.

Ibu Yang Menikah Kembali

y Hasil pernikahan kembali biasanya membuat

perubahan positif dalam status keuangan mereka dan menyediakan orangtua kustodian dengan dukungan emosional dan bantuan dalam tanggung jawab rumah tangga dan perawatan anak y Ibu menikah lagi biasanya mengalami konflik lebih tinggi dengan anak tiri perempuan y Usia anak pada saat ibu menikah lagi telah ditemukan untuk menjadi salah satu faktor penyebab tingkat kesulitan dalam penyesuaian.

Step-father

y Masalah yg sering muncul = peranan yang harus dijalankan

y

y

y y

sebagai ayah baru kurangnya kejelasan dalam peran sebagai orang tua tiri Upaya ayah tiri dalam beramah tamah yang terlalu cepat seringkali menyebabkan kejengkelan dan penolakan dari anak-anak, terlebih lagi pada anak dengan usia yang beranjak dewasa. Anak yang lebih muda biasanya lebih disukai daripada remaja karena lebih bisa menerima kehadiran ayah tiri sebagai orang tua Mengalami konflik, terutama dengan anak tiri laki2 penolakan anak-anak terus menerus terhadap ayah tiri , bisa membuat memburuknya hubungan ibu dan anak yang bisa membawa pernikahan pada situasi yang membahayakan

y Pendekatan kpd anak2 dg gaya keterlibatan tidak

langsung merupakan yg paling efektif y Anak-anak cenderung bisa menyesuaikan diri dengan baik ketika ibu mereka lebih otoriter dan memberikan perhatian penuh terhadap kedisiplinan, sementara ayah tiri mereka memiliki kehangatan yg baik dan mendukung mereka dan tidak langsung terlibat dalam mendukung disiplin & pengasuhan dari sang ibu.

Step-mother

y Memiliki kecemasan ketidakmampuan yg sama seperti

para ayah tiri mengenai peran di dalam keluarga baru y Mengalami konflik terutama dengan anak tiri perempuan y Sukses atau tidaknya seorang ibu tiri dlm keluarga barunya tergantung pada besarnya ekspetasi dan pengaruh mereka terhadap suami baru mereka dan anaknya y Mereka harus memahamai peranan mereka dlm menempatkan hubungan mereka dengan anak tirinya yang relatif berhubungan dengan hubungan pernikahan mereka

Hubungan Ibu Tiri di dalam Keluargay Nuclear model 22% y mencoba untuk menjalankan peran secara penuh,

y y

y y

termasuk melarang anak-anak terlibat dengan ibu biologis mereka, baik secara langsung / tidak Extended model 27% Memiliki persepsi bahwa ia memiliki keterikatan dengan anak tiri mereka. Tp menganggap diri mereka sbg orang tua kedua. Wanita ini biasanya merasa bahwa bantuan peran anggota keluarga lain mrpkn hal yg penting. Couple model 31% Ibu tiri seperti ini meluangkan waktu mereka untuk mempertahankan hubungan pernikahan yang kuat karena mereka percaya, keluarga tirinya bisa mendapat pengaruh baik dari hubungan pernikahan yang baik

Noncustodial Parents

y Pasca perceraian, pada ibu nonkustodial, berefek buruk

pada hubungan mereka dengan anak mereka, meski mereka tetap mengunjungi anak mereka beberapa kali y Pada ayah nonkustodian efek yang timbul tidak begitu besar. Hal ini berdampak lebih besar ketika mereka harus hidup dengan ibu tiri mereka, dan ini cenderung menyebabkan depresi , tugas sosial pada anak perempuan daripada anak laki-laki y Diketahui, anak pada keluarga tiri sering merasa terjebak pada perasaan diantara ibu kandung dan ibu tirinya yang membawanya pada permasalahn antara anak tiri dan ibu tirinya.

ASSOCIATION BETWEEN MARITAL AND PARENT-CHILD RELATIONSHIP IN REMARRIED FAMILIES

1) Perbedaan dalam Perceraian dan Pernikahan kembali

Jenis kelamin orangtua dan anak Anak-anak di keluarga bercerai lebih cenderung untuk menunjukkan permasalahan dalam perilaku, emosional, sosial, dan belajar daripada adalah anak-anak dalam keluarga utuh. Dan masalah ini lebih terlihat pada anak laki-laki muda daripada anak perempuan. Status perkembangan anak Bgmn perceraian atau pernikahan kembali akan mempenga

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.