Top Banner
Makalah Mesin dan Peralatan II COMBINE HARVESTER Oleh Kelompok 4 : Muhammad Afzal : (1305106010016) Fajar Riski : (13051060100) M.Khalil Fadli : (13051060100) Hafit Razeki Taruna : (13051060100) Nurhasanah : (13051060100) Putri Miranda : (13051060100) Setia Magfirah : (13051060100) MATA KULIAH MESIN DAN PERALATAN II PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM BANDA ACEH
32

Makalah mesin dan peralatan II

Jul 14, 2016

Download

Documents

TENTANG COMBINE HARVESTER
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Makalah mesin dan peralatan II

Makalah Mesin dan Peralatan II

COMBINE HARVESTER

Oleh Kelompok 4 :

Muhammad Afzal : (1305106010016)

Fajar Riski : (13051060100)

M.Khalil Fadli : (13051060100)

Hafit Razeki Taruna : (13051060100)

Nurhasanah : (13051060100)

Putri Miranda : (13051060100)

Setia Magfirah : (13051060100)

MATA KULIAH MESIN DAN PERALATAN II

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM BANDA ACEH

2016

Page 2: Makalah mesin dan peralatan II

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah

melimpahkan berkat dan hidayah-Nya sehingga Makalah ini yang membahas

tentang alat dan mesin pengolahan tanah dapat terselesaikan. Penulisan makalah

ini bertujuan untuk memenuhi tugas dari Mata Kuliah Alat dan Mesin Pertanian

II. Selain itu juga bertujuan untuk memperdalam ilmu tentang combine harvester

dan seluk beluknya.

Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat penilaian tugas dalam mata

kuliah Mesin Dan Peralatan II. Dengan adanya makalah ini, diharapkan

mahasiswa akan mengerti lebih dalam tentang Mesin Dan Peralatan terutama

mengenai combine harvester dan segala aspeknya. Penyusun mengucapkan terima

kasih kepada dosen mata kuliah Mesin dan Peralatan II yang telah membimbing

serta teman-teman kelompok yang telah bekerja sama sehingga makalah ini dapat

diselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya

belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, bahwa

makalah ini memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat

mengharapkan kritik dan saran yang berguna agar menjadi lebih baik. Harapan

penulis, mudah-mudahan makalah ini dapat digunakan sebagai referensi bagi

adik-adik yang akan datang dan bermanfaat bagi pembaca, rekan mahasiswa dan

yang lainnya.

Banda Aceh, 14 Februari 2016

Kelompok IV

Page 3: Makalah mesin dan peralatan II

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

DAFTAR ISI…………………………………………………...…………………………

BAB I. PENDAHULUAN…………………………………………...…………………...

1.1. Latar belakang……………………………………………………………………...

1.2. Tujuan……………………………………………………………………………...

BAB II. ISI……………………………………………………………………………......

Pengolah Tanah Pertama…………………………………………………………………..8

Pengolah Tanah Kedua…………………………………………………………………. .14

Pengolah Tanah Tradisional……………………………………………………………...16

BAB III. PEMBAHASAN………………………………………………….....................18

BAB IV. KESIMPULAN……………………………...…………………………………21

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………….22

Page 4: Makalah mesin dan peralatan II

I.PENDAHULUAN

A.Latar belakang

Teknologi mesin pertanian di Indonesia berkembang makin pesat.

Seiring dengan upaya keras Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla

meningkatkan produksi padi, misalnya, kalangan produsen kian inovatif

mengembangkan mesin-mesin yang cara kerjanya efektif dan efisien mulai dari

penyiapan dan penggarapan lahan (sawah) hingga pemanenan. Mekanisasi

pertanian diyakini membawa banyak manfaat, terutama meningkatkan efisiensi,

efektifitas, produktivitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani.

Padi sebagai tanaman yang dibudidayakan dengan pola tanam

serentak, pada saat dipanen membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak agar

panen dapat dilakukan tepat waktu. Kebutuhan tenaga kerja yang besar pada saat

panen ini menjadi masalah pada daerah-daerah tertentu yang penduduknya sedikit.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kekurangan

tenaga kerja adalah dengan cara meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja

dengan menggunakan mesin panen. Keuntungan menggunakan mesin panen

antara lain lebih efisien dan biaya panen per hektar dapat lebih rendah dibanding

cara tradisional.

Dengan mengoperasikan alat pemanen ini, para petani tidak perlu lagi

memobilisasi banyak orang untuk memotong padi menggunakan sabit, dan bulir-

bulir padi yang sudah rontok pun tidak perlu diangin-anginkan lagi, juga tidak

perlu menghabiskan waktu selama berhari-hari untuk memanen. “Hanya dengan

bantuan tiga orang pekerja, combine harvester ini dapat memanen satu hektar

sawah dalam satu jam”.

Mesin panen padi Indo Combine Harvester dirancang oleh Badan Litbang

Pertanian untuk mendukung pencapaian program swa-sembada  beras nasional

melalui usaha penurunan susut hasil panen. Kemampuan kerja mesin tersebut

mampu menggabungkan kegiatan potong-angkut-rontok-pembersihan-sortasi-

Page 5: Makalah mesin dan peralatan II

pengantongan dalam satu proses kegiatan yang terkontrol. Adanya proses kegiatan

panen yang tergabung dan terkontrol menyebabkan susut hasil yang terjadi hanya

sebesar 1,87 % atau berada di bawah rata-rata susut hasil metode “gropyokan”

(sekitar 10%). Sedangkan tingkat kebersihan gabah panen yang dihasilkan oleh

mesin tersebut mencapai 99,5%. Mesin panen padi Indo Combine Harvester yang

dioperasikan oleh 1 orang operator dan 2 pembantu mampu menggantikan tenaga

kerja panen sekitar 50 HOK/ha. Kapasitas kerja mesin mencapai 5 jam per hektar.

B.     Tujuan

Untuk mengetahui definisi mesin combine harvester

Untuk mengetahui spesifikasi mesin combine harvester

Untuk mengetahui tipe-tipe combine harvester

Dan untuk mengetahui bagaimana cara pengoperasian combine harvester

Page 6: Makalah mesin dan peralatan II

II.TINJAUAN PUSTAKA

Mesin-mesin pertanian telah banyak digunakan pada masa

sekarang ini. Tetapi walaupun demikian masih banyak masyarakat petani kita

yang mesin bercocok tanan secara tradisional. Padahal apabila mereka

menggunakan alat-alat pertanian tersebut tentuna akan lebih mudah dan cepat, dan

demikian juga pengoperasiannyapun mudah, baik itu traktor, combine, dan masih

banyak alat pertanian lainnya yang tentunya dapat mendukung petani untuk lebih

mudah dalam pekerjaannya tetapihasil panennya dapat maksimal. Combine adalah

suatu alat mekanisme pertanian yang serba komplit dan canggih dalam

pengoperasiannya.Dimana combine tersebut dapat bekerja pada areal sawah yang

luas, namun hanya membutuhkan waktu yang relative singkat karena combine ini

dilengkapi dengan alat pemotong, perontok dan mengarungkan padi dalam suatu

proses kinerja saja ( Hisbuan, 1999).

Combine adalah suatu alat mekanisme pertanian yang serba komplit dan

canggih dalam pengoperasiannya.Dimana combine tersebut dapat bekerja pada

areal sawah yang luas, namun hanya membutuhkan waktu yang relative singkat

karena combine ini dilengkapi dengan alat pemotong, perontok dan

mengarungkan padi dalam suatu proses kinerja saja (Ciptohadijoyo, 1999).

Combine harvester adalah alat pemanen padi yang dapat memotong bulir

tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah sambil berjalan

dilapangan. Dengan demikian waktu pemanen lebih singkat dibandingkan dengan

menggunakan tenaga manusia (manual) serta tidak membutuhkan jumlah tenaga

kerja manusia yang besar seperti pada pemanenan tradisional. Penggunaan alat ini

memerlukan investasi yang besar dan tenaga terlatih yang dapat mengoprasikan

alat ini (Irwanto , 1983).

Pada dasarnya proses panen padi dapat dilakukan melalui dua macam cara,

yaitu melalui cara tradisional dan menggunakan mesin perontok padi tipe

stasioner. Mengingat adanya beberapa jenis lahan, maka kedua cara tersebut

dirasa belum maksimal, sehingga perlu dilakukan perancangan dan

Page 7: Makalah mesin dan peralatan II

pengembangan produk mesin pemanen padi (combine) portable. Mesin ini

mempunyai kemampuan kerja merontokkan bulir padi dari batangnya dan

sekaligus dapat menebang batang padi tersebut ( Departemen Pertanian, 1993).

Combine harvester adalah alat pemanen padi yang dapat

memotong bulir tanaman yang berdiri, merontokkan dan membersihkan gabah

sambil berjalan dilapangan. Dengan demikian waktu pemanen lebih singkat

dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia (manual) serta tidak

membutuhkan jumlah tenaga kerja manusia yang besar seperti pada pemanenan

tradisional. Penggunaan alat ini memerlukan investasi yang besar dan tenaga

terlatih yang dapat mengoprasikan alat ini ( Barokah, 2001).

Page 8: Makalah mesin dan peralatan II

III. ISI DAN PEMBAHASAN

Mesin pemotong padi

Ada beberapa jenis mesin panen padi, yaitu Reaper (windrower), yang

hanya memotong dan merebahkan hasil potongan dalam alur, atau collection type

reaperyang memotong dan mengumpulkannya. Binder, mesin yang memotong

dan mengikat dan Combine harvester, mesin yang memotong dan merontokkan.

Jadi secara khusus akan membahas masalah combine harvester.

Combine harvester

Combine harvester merupakan suatu alat yang praktis untuk digunakan

dimana alat ini mempunyai tiga fungsi yakni memotong ,merontokkan dan

mengemaskan padi. Namun alat pertanian seperti combine maupun hand traktor

masih sulit digunakan pada daerah kita khususnya Aceh, dimana alat-alat ini harus

digunakan pada areal tertentu, misalnya combine harus digunakan pada lahan

yang luas.

Secara umum fungsi operasional dasar combine harvester adalah sebagai berikut :

1.      Memotong tanaman yang masih berdiri

2.      Menyalurkan tanaman yang terpotong ke selinder

3.      Merontokkan gabah dari tangkai atau batang

4.      Memisahkan gabah dari jerami

5.      Membersihkan gabah dengan cara membuang gabah kosong dan benda

asing

A. Spesifikasi Mesin Mini Combine Harvester dan Mesin Combine Harvester

Mesin Mini Combine Harvester

Nama : Mini Combine Harvester

Fungsi : Memotong, Merontokkan, membersihkan dan

mengarungkan

Mesin : Diesel engine 12 PK

Tangki : 6 Liter

Page 9: Makalah mesin dan peralatan II

Bahan Bakar : 06 liter/jam

Transmisi : 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur

Kapasitas : 6-8 jam/hektar

Dimensi : panjang 2880 mm, lebar, 1440 mm, tinggi 1550 mm

Lebar pemotongan : 4 Jalur

Mesin Combine Harvester

Nama : Combine harvester

Fungsi : Memotong,merontokkan, Pembersihan dan

pengarungan dalam tangki gabah

Merk : Yanmar

Model / type : CA 130

Negara pembuat : Jepang       

Tahun pembuatan : 1997

HP / RPM : 13,5 HP / Min 280 RPM dan Max 3050 RPM

Volume silinder : 0,6 Liter

Jenis bahan bakar : Solar

Lebar Pemotongan : 4-5 Meter

Kapasitas : 2-4 jam/ha

B. Gambar Mesin Mini Combine harvester dan Mesin Combine Harvester

Gambar 1. Mesin Mini Combine Harvester

Page 10: Makalah mesin dan peralatan II

Gambar 2.Pengoperasian Mesin Mini Combine Harvester

Gambar 3. Mesin Combine Harvester

Gambar 4. Pengoperasian Mesin Combine harvester

C. Bagian-Bagian Mesin Mini Combine dan Mesin Combine Harvester

Page 11: Makalah mesin dan peralatan II

Gambar 5. Bagian-Bagian dari Mesin Combine Harvester

Page 12: Makalah mesin dan peralatan II

Gambar 6. Bagian-Bagian Dari Mesin Combine Harvester Terbaru

Keterangan

1. Reel2. Cutter bars3. Stripping header auger4. Control cab5. Chassis assembly6. Chute7. Grain tank8. Centrifugal blower9. Concave sieve10. Threshing cylinder11. Cylinder cap12. Vibrating sieves13. Re-threshing device14. Grain auge

Adapun bagian-bagian utama dari mesin mini Combine harvester dan mesin combine

adalah sebagai berikut:

1. Reel

Fungsinya menarik/mengait batang tanaman padi dari posisi tegak kearah pisau

pemotong.

2. Pisau pemotong

Fungsi dari pisau pemotong ini ialah sebagai pemotong rumpun padi yang masih

utuh.

Page 13: Makalah mesin dan peralatan II
Page 14: Makalah mesin dan peralatan II

3. Silinder perontok

Bagian ini berfungsi merontokkan (melepaskan) butiran gabah dari malainya

gabah dari batang yang baru masuk. Gabah yang masih belum terpisah dari malainya

yang masih terkumpul dari hasil penyaringan dibawa kembali oleh konveyor

mangkok kebagian perontok untuk dirontokkan kembali.

4. Unit pembersih/pemisah

Bagian ini berfungsi untuk membersihkan padi yang telah rontok dari potongan

batang, daun, malai dan benda asing lainnya. Proses pemisahan dan pembersihan ini

berlangsung beberapa tahap penayaringan dan penampian.

5. Konveyor mangkuk

Konveyor mangkuk berfungsi membawa bahan (butiran gabah) ke bagian atas.

6. Kipas penghembus kotoran

Berfungsi meniup kotoran atau sisa-sisa gabah yang tidak terpakai.

7. Tangki gabah

Berfungsi sebagai tempat penampungan gabah yang telah dipotong.

8. Konveyor scerew

Konveyor screw membawa bahan (butiran gabah) dalam arah horizontal.

9. Roda

Roda berfungsi untuk menggerakan mesin.

10. Station pemotongan

Station pemotongan adalah tempat pemotongan padi yang berfungsi untuk

menempatkan padi yang sudah dipotong.

11. Station perontok

Station perontok adalah tempat perontok padi yang berfungsi untuk menempatkan

padi yang sudah dirontokkan.

12. Station pengemasan

Page 15: Makalah mesin dan peralatan II

Station pengemasan adalah tempat pengemasan yang berfungsi untuk menempatkan

padi yang dilakukan penggarungan.

D. Cara Kerja Mesin Mini Combine dan Mesin Combine Harvester

Gambar 7. Urutan Kegiatan Mesin Mini Combine

Gambar 8. Urutan Kegiatan Mesin Combine

Pada combine harvester batang padi yang terpotong langsung dibawa dan

dijepit kebagian perontok, dimana gabah yang telah rontok diteruskan kebagian

pembersih dengan sistem hembusan oleh kipas, sedangkan batang, daun dan

gabah hampa dibuang ke atas permukaan tanah. Karena untuk mempermudah

perjalanan diatas permukaan tanah yang umumnya basah, pada mesin combine

roda yang digunakan adalah roda rantai (seperti kendaraan yang dimiliki Militer

”tank”). Roda rantai ini disebut juga roda ”crawler” yang memiliki tingkat

flesibilatas dan cengkraman yang tinggi untuk segala keadaan tanah.

E. Kelebihan dan Kekurangan Mesin Mini Combine dan Mesin Combine

Harvester

Adapun kelebihan menggunakan combine harvester ini antara lain yaitu

lebih efisien karena pada combine harvester ini dilengkapi dengan alat pemotong,

Page 16: Makalah mesin dan peralatan II

perontok, serta pengarungan. Selain itu waktu pemanenan yang lebih singkat jika

dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia (tradisional), serta tidak

membutuhkan jumlah tenaga kerja manusia yang besar seperti pada pemanenan

tradisional.

Kekurangan dari pada penggunaan alat ini adalah memerlukan investasi

ataupun biaya yang besar dan membutuhkan tenaga terlatih yang dapat

mengoperasikan alat ini, mesin ini sulit bekerja pada lahan dengan kedalaman

lumpur 20 cm atau lebih, serta mesin ini tidak berfungsi efektis pada lahan

dengan kemiringan tinggi.

Spesifikasi combine harvester

Nama                           : Combine harvester

Fungsi                         : Memotong,merontokkan,mengarungkan padi

Merk                            : Yanmar

Model / type                : CA 130

Negara pembuat          : Jepang

Tahun pembuatan        : 1997

HP / RPM                   : 13,5 HP / Min 280 RPM dan Max 3050 RPM

Volume silinder           : 0,6 Liter

Jenis bahan bakar        : Solar

Bagian-bagiannya       :

1.Tuas Gas

2.Transmisi

3.Lampu Saklar

4.Pedal Kemudi

5. Pedal Thresser

6. Pengatur Kecepatan Thresser

7. Mata Pisau

8. Parking Break (kunci mati)

9. Station Pemotongan

10. Station Perontok

11. Station Pengemasan

Page 17: Makalah mesin dan peralatan II

Type- type combine harvester

Mesin combined harvester memiliki dua macam tipe combine

harvester yaitu tipe pull atau tractor  drawn dan tipe self-propell

a.    Tipe pull atau tractor drawn

Combine harvester tipe pull ditarik oleh sebuah traktor, tipe

combine ini dengan ukuran yang lebih kecil digerakkan oleh pengambil

daya yang digerakkan oleh traktor, sedangkan yang berukuran lebih besar

mempunyai mesin tambahan yang dipasang pada pemanen untuk

menggerakkannya. Combine tipe ini mempunyai lebar potong 1,2 – 2,4 m

yang berukuran kecil dan 3 – 6,1 m untuk yang berukuran lebih besar.

b.    Tipe self-propelled

Tipe ini mempunyai lebar pemotong 1,8 -6,7 m dengan kecepatan

dilapangan berkisar antara 2- 6,4 km/jam. Tipe self-propelled terdiri dari

dua jenis yaitu :

  Head feed type combine harvester

Mesin panen combine jenis ini dikembangkan di Jepang. Mesin ini

hanya mengumpankan bagian malainya saja dari padi yang dipotong ke

bagian perontok mesin. Gabah hasil perontokan dapat ditampung pada

karung atau tangki penampung gabah sementara. Bagian pemotong dari

mesin ini adalah hampir sama dengan bagian pemotong dari binder,

bagian pengikatnya digantikan dengan bagain perontokan. Jerami, setelah

perontokan, bisa dicacah kecil-kecil sepanjang 5 cm dan ditebar di atas

lahan, atau tidak dicacah, tetapi diikat dan dilemparkan ke satu sisi, untuk

kemudian dikumpulkan untuk kemudian dapat dimanfaatkan untuk hal

lain.

Combine jenis ini tersedia dalam tipe dorong maupun tipe kemudi.

Lebar pemotongan bervariasi dari 60 cm hingga 1,5 meter. Enjin yang

digunakan bervarias dari 7 hingga 30 hp. Karena jauh lebih berat dari

padabinder bagian penggerak majunya dibuat dalam bentuk trak karet (full

trackrubber belt). Kecepatan maju berkisar antara 0,5 hingga 1 m/detik.

Page 18: Makalah mesin dan peralatan II

Dengan memperhitungkan waktu belok dan waktu pemotongan dengan

manual di bagian pojok lahan, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk

pemanenan berkisar 30 hingga 70 menit per 10 are, jika lebar pemotongan

1 m.

Gambar 1. Combine harvester tipe head feed

Keterangan :

1. pengarah malai

2. kursi operator

3. sensor ketinggian malai

4. penutup perontok padi

5. tuas perontok (thresher)

6. lampu belok

7. penjepit batang padi

8. rantai pengarah dan penjepit perontokan

9. rantai pembawa padi ke perontok

10. batang pemisah tanaman yang belum dipotong

11. pisau pemotong

12. divider

13. lampu depan

Page 19: Makalah mesin dan peralatan II

   Standard type combine harvester

Mesin panen padi jenis ini adalah mesin yang dikembangkan di

Amerika dan Eropa, yang dipergunakan juga untuk memanen gandum.

Padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian

perontokan. Gabah hasil perontokan ditampung dalam tangki, dan

jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah. Semua jenis

combine ini dioperasikan dengan cara dikendarai (riding type). Lebar

pemotongan berkisar antara1,5 hingga 6 meter. Namun yang populer

adalah 4 meter. Enjin sebagai sumber tenaga gerak adalah sekitar 25 hp

per 1 meter lebar pemotongan. Bagian penggerak majunya adalah

menggunakan roda, atau half-track type atau full-track type.

Gambar 2. Combine harvester tipe standart

Operasi menjalankan combine harvester

1. Menghidupkan combine

Combine menggunakan mesin yang bahan bakar diesel,dimana cara

menghidupkannya dengan sistem starter yang menggunakan arus DC

(baterai). Sebelum menghidupkan pastikan dan perhatikan transmisi utama,

pengatur kecepatan, gas dalam keadaan netral dan tongkat kopling dalam

keadaan parking.Putar kunci kontak kekiri untuk pemanas busi pijar dan

Page 20: Makalah mesin dan peralatan II

tunggu hingga lampu padam.Kemudian langsung putar kekanan untuk On-kan

dan start dimulai,jangan meng-starter lebih dari 5 detik karena dapat

mengakibatkan over-hot yang langsung merusak bagian-bagian sistem tersebut.

2. Memajukan/ menjalankan dan memundurkan combine

Combine dapat bergerak maju jika mesin penggeraknya

hidup,kemudian masukkan gigi transmisi utama dengan kecepatan

low,netral,high dan deep dengan porseneling maju 1,2 dan 3 dan mundur

R. Pastikan pandangan operator/ pengemudi lurus kedepan atau

mengontrol semua sistemnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak

diinginkan atau menimbulkan kecelakaan.

3. Membelokkan combine

Sistem pembelokan pada combine hampir sama dengan sistem

pembelokan pada traktor. Namun sistem pembelokan combine lebih

efektif dikarenakan pembelokan combine kearah kiri dan kanan dapat

dioperasikan langsung hanya dengan satu tongkat saja.

4. Menghidupkan thresser, pisau pemotong pada combine

Sistem thresser pada combine sama dengan sistem thresser biasa

tapi thresser     pada combine dilengkapi dengan sistem transmisi pengatur

kecepatan putaran.Tarik tuas thresser,kemudian sesuaikan kecepatan

putarannya biarkan padi dan jerami dirontokkan selama  2-3 menit.Dan

jika ingin memotong padi ,tarik tuas pisau lalu sesuaikan dengan

kecepatan putarannya dan juga jarak pemotongannya.

5. Menghentikan combine

Combine dapat dihentikan dengan cara perlahan-lahan,yakni cukup

tarik tuas kopling keposisi parking atau menginjak handle kopling

kemudian off-kan semua sistem transmisi. Dikarenakan combine

dilengkapi dengan sistem pengereman hidraulik otomatis bukannya

manual.

Page 21: Makalah mesin dan peralatan II

IV.PENUTUP

Adapun kesimpulan dari isi dan pembahasan diatas adalah sebagai

berikut :

1 Combine harvester merupakan suatu alat yang praktis untuk digunakan

dimana alat ini mempunyai tiga fungsi yakni memotong ,merontokkan dan

mengemaskan padi.

2  Fungsi operasional dasar combine harvester adalah sebagai berikut :

Memotong tanaman yang masih berdiri.

Menyalurkan tanaman yang terpotong ke selinder.

Merontokkan gabah dari tangkai atau batang.

Memisahkan gabah dari jerami.

Membersihkan gabah dengan cara membuang gabah kosong dan benda

asing.

3 Terdapat dua macam tipe combine harvester yaitu

tipe pull atau tractor  drawn dan tipe self-propelled.

4 Mesin panen mini combine bekerja pada sampai pengarungan gabah yang sudah lepas dari malainya, dan gabah ini sudah bersih dari kotoran dan gabah hampa.

Page 22: Makalah mesin dan peralatan II

DAFTAR PUSTAKA

Barokah, N. I. 2001. Uji  Kinerja dan Losses Combine Harvester Type CA 85

ML. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. IPB.

Bogor.

Ciptohadijoyo, S. 1999. Alat dan Mesin Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian

Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta.

Departemen Pertanian. 1993. Pasca Panen Padi. Badan Pendidikan dan

Latihan  Pertanian.

Hasibuan, F. 1999. Kajian Teknis dan Ekonomis Pemakaian Head Feed

Combine Harvester ( CA 385 EG ) Di Daerah Sukamadi, Kabupaten Subang,

Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. Fakultas Teknologi

Pertanian. IPB. Bogor.

Irwanto, A.K. 1983. Alat dan Mesin Budidaya Pertanian. Fakultas Teknologi

Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Page 23: Makalah mesin dan peralatan II
Page 24: Makalah mesin dan peralatan II

F.