Top Banner
i LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS JUDUL PROGRAM PELATIHAN PENGEMBANGAN PROSEDUR PRAKTIKUM IPA KONSENTRASI KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK GURU IPA SMP SWASTA DI KOTA SINGARAJA Oleh: I KETUT LASIA, S.Pd., M.Pd. NIP 197212232001121001 I KETUT BUDIADA, S.T. NIP 197404262001121002 NI NYOMAN WIDIASIH, S.E. NIP 197408052000032001 Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) UNiversitas Pendidikan Ganesha dengan SPK Nomor: 123/UN48.16/PM/2016 tanggal Februari 2016 LABORATORIUM JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2016
37

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

Jan 30, 2018

Download

Documents

ngodang
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

i

LAPORAN AKHIR

PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

JUDUL PROGRAM

PELATIHAN PENGEMBANGAN PROSEDUR PRAKTIKUM IPA

KONSENTRASI KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN

UNTUK GURU IPA SMP SWASTA DI KOTA SINGARAJA

Oleh:

I KETUT LASIA, S.Pd., M.Pd.

NIP 197212232001121001

I KETUT BUDIADA, S.T.

NIP 197404262001121002

NI NYOMAN WIDIASIH, S.E.

NIP 197408052000032001

Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) UNiversitas Pendidikan Ganesha

dengan SPK Nomor: 123/UN48.16/PM/2016 tanggal Februari 2016

LABORATORIUM JURUSAN PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2016

Page 2: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

ii

Page 3: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

iii

RINGKASAN

Kegiatan P2M pelatihan pengembangan praktikum IPA konsentrasi kimia berwawasan

lingkungan untuk guru IPA SMP Swasta se Kota Singaraja berujuan untuk melatih para

guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja untuk membuat prosedur praktikum kimia SMP

berwawasan lingkungan yang aman, murah, dan mudah didapat tanpa mengurangi tujuan

pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut guru diajak berdiskusi dan

berlatih tentang bahan kimia, mencari alternative penggunaan bahan kimia yang aman dan

merancangnya dalam suatu prosedur praktikum kimia SMP yang berwawasan lingkungan.

Kata-kata kunci: praktikum IPA, berwawasan lingkungan, Kecamatan Banjar

Page 4: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

iv

PRAKATA

Puji syukur kehadapan Hyang Widhi Wasa karena berkat rakhmatNya,P2M ini dapat

terlaksana sesuai rencana. P2M yang berjudul “P2M pelatihan pengembangan

praktikum IPA konsentrasi kimia berbasis lingkungan untuk guru IPA SMP swasta

se-Kota Singaraja” merupakan upaya untuk melatih guru IPA agar praktikum kimia

menjadi murah, mudah, dan efisien.

P2M ini terlaksana atas dukungan beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini

peneliti mengucapkan terimakasih setulus-tulusnya kepada.

a. Rektor Universitas Pendidikan Ganesha

b. Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha yang

telah mengusulkan proposal ini ke Dikti sehingga penelitian ini dapat terlaksana

c. Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA yang telah memfasilitasi alat dan

intrumen dalam penelitian

d. Semua pihak yang tidak tersebutkan namanya yang telah menyukseskan

penelitian ini

Akhirnya kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat. Saran dan kritik juga kami

sangat harapkan untuk kesempurnaan laporan ini.

Singaraja, 28 Oktober 2016

Tim Pelaksana

Page 5: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

v

DAFTAR ISI

Sampul …………………… i

Halaman Pengesahan …………………… ii

Ringkasan …………………… iii

Prakata …………………… iv

Daftar Isi …………………… v

Daftar table …………………… vi

Daftar Gambar …………………… vii

BAB1. PENDAHULUAN …………………… 1

1.1 Analisis situasi …………………… 3

1.2 Identifikasi dan perumusan masalah …………………… 4

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA …………………… 6

2.1 Sifat-sifat bahan kimia dalam praktikum kimia …………………… 6

2.2 Identifikasi bahan untuk praktikum kimia

berwawasan lingkungan di SMP

…………………… 7

2.3 Praktikum kimia berwawasan lingkungan …………………… 7

2.4 Tujuan kegiatan …………………… 8

2.5 Manfaat kegiatan …………………… 8

BAB 3. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH DAN

SASARAN

…………………… 9

3.1 Kerangka pemecahan masalah …………………… 9

3.2 Sasaran …………………… 9

BAB 4 METODE KEGIATAN …………………… 11

BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN …………………… 14

BABA 6. SIMPULAN DAN SARAN …………………… 20

6.1 Simpulan …………………… 20

6.2 Saran …………………… 20

DAFTAR PUSTAKA …………………… 21

Lampiran-lampiran …………………… 22

Page 6: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

vi

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1. Keterkaitan masalah, metode, dan bentuk

kegiatan

…………………… 11

Tabel 4.2. Rancangan evaluasi …………………… 12

Page 7: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1. Diskusi permasalahan guru IPA SMP swasta

Kota Singaraja dalam praktikum IPA

konsentrasi kimia

…………………… 3

Gambar 3.1. Kerangka pemecahan masalah …………………… 10

Gambar 5.1 Pembukaan kegiatan P2M …………………… 14

Gambar 5.2 Suasana pretes dan postes peserta P2M

…………………… 15

Gambar 5.3 Peserta diberi materi pelatihan alat dan bahan

kimia dan langsung diajak mengobservasi

alat dan bahan di Laboratorium Kimia

Analitik Jurusan Pendidikan Kimia

…………………… 15

Gambar 5.4 Peserta dikenalkan dengan bahan dan alat

alternative berbasis lingkungan yang dapat

digunakan untuk praktikum IPA SMP

konsentrasi kimia

…………………… 16

Gambar 5.5 Peserta memodifikasi dan merancang prosedur

praktikum kimia SMP berbasis lingkungan

…………………… 16

Gambar 5.6 Peserta P2M membuat indicator dan menguji

dalam larutan asam, basa, dan netral

…………………… 17

Gambar 5.7 Peserta P2M menguji alat destilasi biasa …………………… 18

Gambar 5.8 Paserta P2M menguji keelektrikan larutan …………………… 18

Gambar 5.9 Pendampingan peserta oleh nara sumber …………………… 18

Page 8: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

1

BAB 1

PENDAHULUAN

Permen Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 65 tahun 2013 tentang standar proses

pendidikan dasar dan menengah menyatakan standar kompetensi lulusan, sasaran pembelajaran

mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk

setiap satuan pendidikan. Ketiga ranah kompetensi tersebut memiliki lintasan perolehan (proses

psikologis) yang berbeda. Sikap diperoleh melalui aktivitas“ menerima, menjalankan,

menghargai, menghayati, dan mengamalkan”. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas“

mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Keterampilan diperoleh melalui aktivitas“ mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji,

dan mencipta”. Karaktersitik kompetensi beserta perbedaan lintasan perolehan turut serta

mempengaruhi karakteristik standar proses. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific),

tematik terpadu (tematik antarmata pelajaran) dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu

diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk

mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun

kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan

karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Pendekatan ilmiah (scientific) IPA sebagai satuan pendidikan dilakukan melalui

keterampilan proses sains (KPS). KPS adalah keterampilan-keterampilan yang dimiliki oleh

ilmuwan untuk memperoleh dan mengembangkan produk kimia yang meliputi keterampilan

mengamati (observasi), mengklasifikasikan, mengukur, inferensi, prediksi, dan

mengkomunikasikan. KPS merupakan perwujudan keterampilan kimia sebagai proses. Kimia

sebagai proses dilakukan melalui kegiatan praktikum/percobaan.

Percobaan memungkinkan siswa menggunakan semua potensi yang ada pada dirinya

(kognitif, afektif, dan psikomotorik) terutama proses mentalnya untuk menemukan sendiri

konsep-konsep/ prinsip-prinsip kimia dan proses-proses mental lainnya (Mulyati Arifin, 1995:

190). Untuk melakukan kegiatan praktikum diperlukan sarana penunjang laboratorium.

Laboratorium adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan

tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan

pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan

bahan berdasarkan metode keilmuwan tertentu dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian,

dan pengabdian kepada masyarakat (Peraturan bersama MENPENNAS dan Kepala BKN No.

02/V/PB 2010 No. 13 tahun 2013). Laboratorium di SMP dan SMA didominasi untuk kegiatan

pengujian atau verifikasi suatu teori. Sedangkan di SMK, laboratorium didominasi untuk

Page 9: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

2

kegiatan pengujian dan produksi dalam skala terbatas. Mengingat pentingnya laboratorium,

maka laboratorium harus dikelola dengan baik.

Hasil penelitian terkait pengelolaan laboratorium menunjukkan sebagian besar

laboratorium belum dikelola dengan baik. Tantris (2006) mengungkapkan laboratorium IPA

SMP Negeri se-Kabupaten Buleleng berkualitas rendah dan frekuensi penggunaan laboratorium

untuk praktikum juga rendah. Ayu Ari Laksmi (2014) juga menemukan kesulitan pihak sekolah

untuk mengadakan bahan-bahan kimia untuk praktikum. Bahan-bahan kimia yang dimiliki

seperti, HgCl2, AgNO3, CuSO4, MnO, Pb asetat, dan sebagainya belum termanfaatkan dengan

baik karena bahan tersebut sangat beracun dan sangat berbahaya bagi praktikan.

Redhana (2013) mengidentifikasi bahan-bahan kimia berbahaya yang digunakan dalam

praktikum kimia. Bahan-bahan tersebut adalah padatan NaOH, larutan HCl, larutan H2SO4,

larutan HNO3, larutan CuSO4, larutan KSCN, larutan FeCl3, dan larutan Pb(NO3)2. Sedangkan

berdasarkan pengalaman emperik Ketut Lasia selama 10 tahun menjadi laboran di Jurusan

Pendidikan Kimia Undiksha, mahasiswa PPL di SMA juga menggunakan CCl4, benzene, dan

K2CrO4. Bahan-bahan tersebut jika tidak terkelola dengan baik, maka akan dapat mencemari

lingkungan.

Pencemaran lingkungan akibat limbah bahan kimia sudah dirasakan oleh umat manusia.

Seperti, timbal (Pb) dapat menyebabkan gangguan syaraf dan organ reproduksi. Timbal juga

dapat menurunkan kecerdasan anak, sedangkan merkuri dapat menyebabkan gangguan syaraf,

otak, dan ginjal (Kompas. Com. 2009). Limbah yang dihasilkan oleh laboratorium pendidikan

memang sedikit, tetapi akumulasi limbah-limbah tersebut sangat mengancam kesehatan manusia

dan lingkungan. Bahaya yang disebabkan oleh limbah bahan kimia tersebut tidak dirasakan

langsung dan bahkan tidak disadari (Redhana, 2014). Ketidaksadaran terpapar bahan kimia

berbahaya tidak terlepas dari pengetahuan dan pemahaman praktikan terhadap sifat bahan yang

digunakan dan dampaknya terhadap kesehatan. Lasia (2013) melaporkan 85% mahasiswa

Jurusan Pendidikan Kimia Undiksha tidak mengetahui dampak bahan yang digunakan terhadap

kesehatan dan 85% tidak mengetahui cara menggunakan bahan yang berbahaya secara aman.

Keadaan tersebut diperparah dengan alat-alat yang digunakan tidak diseting dengan aman.

Ketakutan terhadap penggunaan bahan kimia didalam praktikum kimia juga dirasakan

oleh guru-guru IPA SMP di Kota Singaraja khususnya Guru IPA SMP Swasta. Hal terebut

terungkap ketika perbincangan secara tidak sengaja terhadap para guru yang berkunjung

dipameran kimia di laboratorium kimia. Para guru khawatir bahan kimia yang digunakan

membahayakan anak didiknya dan dirinya sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, para guru

memilih untuk tidak melakukan praktikum IPA khususnya kimia. Bagi para guru keselamatan

lebih penting daripada praktikum kimia. Keputusan tersebut diambil, karena latar belakang guru

Page 10: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

3

IPA di SMP Swasta di Kota Singaraja berlatar belakang pendidikan biologi, pendidikan fisika,

dan sangat sedikit berlatar belakang pendidikan kimia.

Gambar 1. 1. Diskusi permasalahan guru IPA SMP swasta Kota Singaraja dalam praktikum IPA

konsentrasi kimia

Keselamatan kerja di laboratorium merupakan dambaan bagi setiap individu yang sadar

akan kepentingan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kerja. Bekerja dengan selamat dan

aman berarti menurunkan resiko kecelakaan (Muhtaridi, 2011). Untuk mengurangi resiko

kecelakaan praktikum di laboratorium IPA khususnya praktikum kimia, berbagai penelitian telah

dilakukan. seperti pembuatan garam dari air laut. Dalam pembuatan air laut konsep-konsep

pemisahan yang dapat digali adalah penyaringan, penguapan, dan pengkristalan (Surdana, 2010).

Sedangkan untuk pengujian asam basa dapat digunakan bahan cuka, ekstrak buah-buahan, air

sabun, air abu, dan yang lainnya. Pengujian reaksi-reaksi kimia dapat digunakan asam cuka

dengan baru kapur untuk uji gas, air kapur ditiup untuk uji endapan, dan karbid dengan air untuk

uji perubahan suhu. Sedangkan peristiwa eksoterm dan endoterm dapat digunakan urea ditambah

air untuk endoterm, dan karbid ditambah air untuk peristiwa eksoterm (Redhana, 2014).

Penggunaan bahan-bahan yang aman untuk praktikum kimia di SMP ternyata belum

banyak diketahui oleh para guru IPA SMP Swasta di Kota Sngaraja. Hal itu terungkap dari

pertanyaan para guru IPA SMP di Kota Singaraja “ apakah ada bahan yang aman untuk

praktikum kimia di SMP?” Lebih lanjut mereka menanyakan,”Apakah Jurusan Pendidikan

Kimia tidak ada program pelatihan praktikum kimia untuk guru IPA SMP?” (Gambar 1).

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengindikasikan bahwa para guru IPA SMP Swasta Kota

Singaraja sangat memerlukan pengetahuan tentang praktikum kimia.

Berdasarkan uraian di atas maka akan dilakukan pelatihan pengembangan Prosedur

praktikum IPA konsentrasi kimia berbasis lingkungan untuk guru IPA SMP di kota Singaraja.

1.1 Analisis situasi

Jumlah SMP yang ada Kota Singaraja 20 sekolah, terdiri dari 7 SMP negeri dan 13 SMP

swasta. Guru-guru IPA yang mengajar di SMP rata-rata 3-4 orang. Kualifikasi guru IPA tersebut

adalah 13 orang S1 tamatan pendidikan biologi dan 10 orang S1 tamatan pendidikan fisika.

Page 11: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

4

Guru IPA SMP di Kota Singaraja sangat jarang melakukan praktikum kimia khususnya

Gur IPA SMP Swasta. Alasan guru tidak melakukan praktikum kimia adalah bahan-bahan dan

alat tidak ada, bahan-bahan kimia yang ada sangat berbahaya bagi praktikan, dan waktu yang

dibutuhkan untuk praktikum sangat banyak. Disamping itu, pengembangan praktikum kimia

yang lebih aman untuk praktikan juga masih sangat kurang.

Praktikum kimia yang aman bagi praktikan untuk siswa SMP telah banyak dikaji melalui

penelitian. Seperti praktikum pemisahan yang meliputi aspek penyaringan/filtrasi, sublimasi,

kristalisasi, penyulingan/ destilasi, ekstraksi, dan kromatografi. Bahan praktikum penyaringan

dapat digunakan air yang dikotori sampah disaring kasa, sublimasi dapat dialakukan dengan

kapur barus dicampur pasir kemudian dipanaskan, kristalisasi dapat digunakan garam dilarutkan

dengan air kemudian dipanaskan, ekstraksi dapat digunakan air dan minyak, penyulingan/

destilasi dapat digunakan air the yang dipanaskan dalam ketel, dan kromatografi dapat digunakan

kertas dan spidol dengan aneka warna. Pratikum kimia lain yang aman untuk praktikan adalah

menggunakan air sabun, air kapur, dan air abu uji basa; ekstrak buah dan cuka untuk uji asam.

Pengembangan prosedur praktikum kimia SMP oleh guru-guru IPA SMP swasta di Kota

Singaraja belum banyak dilakukan. Hal itu terungkap dari pertanyaan para guru IPA SMP Kota

singaraja “ apakah ada bahan yang aman untuk praktikum kimia di SMP?” Lebih lanjut mereka

menanyakan,”Apakah Jurusan Pendidikan Kimia tidak ada program pelatihan praktikum kimia

untuk guru IPA SMP?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengindikasikan bahwa para guru IPA

SMP Swasta Kota Singaraja sangat memerlukan pengetahuan tentang praktikum kimia.

Di sisi lain, banyak sekali potensi-potensi yang ada di sekitar pebelajar dapat digunakan

untuk media pembelajaran. Media pembelajaran yang berbasis lingkungan sangat telah terbukti

dapat meningkatkan pemahaman konsep pebelajar (Lasia, 2012 dan Wiratini, 2011).

Keunggulan penggunaan bahan-bahan berwawasan lingkungan dalam praktikum kimia

adalah pengurangan pencemaran lingkungan akibat limbah praktikum kimia, biaya murah, dan

mudah didapat. Disamping itu, materi kimia menjadi sangat kontekstual sehingga mudah

dipahami oleh siswa.

1.2 Identifikasi dan perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang dan analisisi situasi di atas maka dapat diidentifikasi

permasalahan sebagai berikut.

a. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja jarang melakukan praktikum kimia

b. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja belum mampu mengelola bahan kimia

yang berbahaya ketika praktikum kimia

c. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja kurang informasi tentang bahan-bahan

yang aman untuk praktikum kimia

Page 12: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

5

d. Guru-guru IPA SMP di Swasta di Kota Singaraja kurang mengembangkan praktikum

kimia menjadi praktikum yang aman bagi praktikan

Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan

sebagai berikut.

a. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja jarang melakukan praktikum kimia

b. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja kurang pengetahuan tentang

pengelolaan bahan-bahan yang berbahaya ketika praktikum kimia

c. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja belum mampu mengembanganan

praktikum kimia yang aman bagi praktikan

Page 13: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

6

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sifat-sifat bahan kimia dalam praktikum kimia

Bahan laboratorium kimia adalah segala sesuatu yang diolah/ diginakan untuk pengujian.

Kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas. Bahan dikategorikan menjadi dua, yaitu bahan

umum dan bahan khusus. Bahan umum adalah bahan yang penanganannya tidak memerlukan

perlakuan dan persyaratan khusus. Sedangkan bahan khusus adalah bahan yang penanganannya

tidak memerlukan perlakuan dan persyaratan khusus (Peraturan bersama MENPENNAS dan

Kepala BKN No. 02/V/PB 2010 No. 13 tahun 2013).

Bahan umum adalah bahan-bahan yang tidak mencemari lingkungan dan aman bagi

kesehatan. Sedangkan bahan khusus bahan yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan

dapat mencemari lingkungan. Beberapa contoh bahan umum adalah air, karbondioksidadalam

titik kritis, dan lelehan garam. Contoh bahan khusus adalah CCl4 dan benzene (Dash, 2014;

Singh, Singh & Singh, 2014).

Sifat-sifat bahan kimia ditandai dengan simbul yang terdapat pada kemasan bahan

tersebut. Bahan-bahan kimia yang sering digunakan, memiliki sifat-sifat seperti: iritasi dengan

lambing Xi, harmful berlambang Xn, toxic berlambang T, very toxic berlambang T+, dan

corrosive berlambang C. Bahan irritant dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal, dan dapat

menyebabkan luka bakar pada kulit. Seperti: NaOH, Cl2. Harmful berarti bahan dapat merusak

kesehatan tubuh jika kontak langsung dengan tubuh, seperti diklorometan. Toxic artinya bahan

bersifat racun, seperti benzene. Very toxic berarti bahan sangat beracun, seperti: KCN, H2S.

corrosive artinya bahan bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan

gatal-gatal pada kulit, seperi: HCl,H2SO4 (Lasia, 2013).

2.2 Identifikasi bahan untuk praktikum kimia berwawasan lingkungan di SMP

Berdasarkan kurikulum 2013, materi IPA SMP yang membahas tentang kimia dan

mngadung unsur praktik adalah pemisahan campuran berdasarkan sifat fisika dan kimia,

menentukan sifat larutan menggunakan indicator buatan dan alami. Jika dijabarkan lebih lanjut,

maka materi pemisahan campuran terdiri dari: sublimasi, kristalisasi, dekantasi, filtrasi, destilasi,

kromatografi, dan ekstraksi.

Bahan praktikum yang berwawasan lingkungan untuk materi sublimasi dapat digunakan

kapur barus berwarna, kristalisasi dapat digunakan garam dapr dan air, dekantasi dapat

digunakan kopi dan air panas, filtrasi dapat digunakan air, serbuk sampah, destilasi dapat

digunakan air the, kromatografi dapat digunakan spidol dengan aneka warna, air, kertas, atau

kain, dan lidi, serta ekstrasi dapat digunakan minyak kelapa dan air.

Page 14: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

7

Materi sifat larutan terdiri dari sub materi larutan elektrolit, non elektrolit, asam, basa,

netral. Bahan praktikum berwawasan lingkungan untuk materi elektrolit dan non elektroli dapat

digunakan larutan gula, air laut, larutan garam dapur, larutan urea, dan larutan cuka. Sedangkan

untuk menguji asam basa dapat digunakan: cuka, air kapur, ekstrak buah-buahan, air minum, air

abu pembakaran dan sebagainya. Sedangkan indikatror yang dapat digunakan adalah ekstrak

kunyit, ektrak kayu sugih, ektrak kembang sepatu, ektrak kulit manggis, kul merah dan

sebagainya.

Materi kimia lain yang sering dipraktekkan di SMP dalam rangka olimpiade adalah

reaksi-reaksi kimia. Reaksi-reaksi tersebut meliputi terbentuknya endapan, perubahan suhu,

perubahan warna, dan gas. Bahan berwawasan lingkungan yang dapat digunakan adalah air

kapur di tiup untuk pembentukan endapan; karbid dan air untuk untuk perubahan suhu, obat

luka yodium dan tepung untuk perubahan warna; serta cuka dan batu kapur untuk pembentukan

gas (Redhana, 2014)

2.3 Praktikum kimia berwawasan lingkungan

Laboratorium berwawasan lingkungan adalah impian semua orang. Prinsip

dikembangkan untuk menciptakan laboratorium berwawasan lingkungan adalah pencegahan,

ekonomi atom, sintesis melibatkan bahan-bahan yang tidak berbahaya, pembuatan produk kimia

yang aman, dan pengurangan tahap reaksi (Redhana, 2014).

Pencegahan menekankan pada upaya lebih baik mencegah dari pada mengolah limbah

setelah dibuang ke lingkungan. Limbah yang telah dibuang kelingkungan memerlukan biaya

sangat tinggi untuk menjadikan tidak mencemari lingkungan dan menghabiskan banyak energi

serta uang.

Ekonomi atom dirancang untuk mengoptimalkan keterlibatan semua atom dalam rekasi

menjadi produk. Jika semua atom menjadi suatu produk tanpa ada produk sampingan, maka

limbah yang dihasilkan dapat dikurangi. Reaksi demikian dikatakan sangat efisien

(Ravichandran, 2011).

Prinsip sintesis melibatkan bahan-bahan yang tidak berbahaya bertujuan mengurangi

bahaya bahan-bahan kimia yang digunakan untuk membuat produk. Metode sintesis dirancang

menggunakan bahan yang memiliki toksisitas sangat rendah dan bahkan aman bagi kesehatan

manusia dan lingkungan.

Pembuatan produk kimia yang aman bertujuan untuk membuat produk yang tidak

beracun dan ramah bagi lingkungan. Penggunaan pelarut dan cairan ion merupakan pelarut yang

ramah lingkungan. Toksisitas cairan ion umumnya berasal dari kation. Untuk itu produk yang

dihasilkan dari suatu reaksi kimia harus memperhatikan jenis kation yang dihasilkan agar

pencemaran lingkungan dapat dicegah lebih awal.

Page 15: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

8

Pengurangan tahap reaksi bertujuan untuk memangkas jumlah bahan dan waktu yang

digunakan dalam mensintesis suatu produk. Bahan yang sedikit dalam suatu reaksi memberi

kontribusi sangat banyak dalam melestarikan lingkungan dan kesehatan manusia. Demikian juga

terhadap waktu yang telah digunakan. Semakin sedikit waktu yang digunakan untuk

mereaksikan suatu senyawa, maka energy yang dihabiskan juga semakin sedikit

2.4. Tujuan kegiatan

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memecahkan

permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja. Tujuan secara

khusus dapat dijabarkan sebagai berikut.

a. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja dapat meningkatkan intensitas

praktikum kimia

b. Meningkatkan pemahaman pengelolaan bahan-bahan yang berbahaya ketika

praktikum kimia untuk guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja

c. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengembanganan praktikum kimia yang

aman bagi praktikan untuk guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja

2.5 Manfaat kegiatan

Manfaat yang diperoleh oleh peserta pengabdian pada masyarakat ini adalah.

a. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja mendapatkan pengetahuan tentang

cara mengelola bahan-bahan kimia yang berbahaya ketika praktikum kimia

b. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja mendapatkan pengetahuan bahan-

bahan tidak berbahaya yang dapat digunakan untuk praktikum kimia

c. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja mendapatkan pengetahuan dan

keterampilan tentang cara mengembangkan praktikum kimia yang aman bagi

praktikan

Page 16: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

9

BAB 3

KERANGKA PEMECAHAN MASALAH DAN SASARAN

3.1 Kerangka penecahan masalah

Kerangka pemecahan masalah dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat

digambarkan seperti Gamabar 1. Berangkat dai permasalahan yang dimiliki oleh para guru IPA

Swasta di Kota Singaraja, kemudian disusun berbagai alternative untuk memecahkan masalah.

Selanjutnya dari berbagai alternatif tersebut dipilih yang paling mungkin dapat dilaksanakan.

Berdasarkan Gambar 1, langkah yang paling mungkin dapat dilaksanakan adalah

memberi pelatihan praktikum IPA konsentrasi kimia yang berwawasan lingkungan. Keunggulan

langhkah-langkah ini adalah aman bagi praktikan, tidak mencemari lingkungan akibat limbah

praktikum kimia, biaya murah, mudah didapat, pembelajaran menjadi kontekstual. Dengan

demikian materi kimia menjadi lebih mudah dipahami oleh siswa.

3.2 Sasaran

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para guru IPA SMP Swasta di Kota

Singaraja. Guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja sangat membutuhkan pengetahuan dan

keterampilan pengembangan praktiukum kimia berwawasan lingkungan. Disamping itu

keterbatasan sarana dan prasaran laboratorium khususnya kimia dapat teratasi dengan memiliki

pengetahuan dan keterampilan pengembangan praktikum kimia berwawasan lingkungan.

Page 17: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

10

Gambar 3.1 Kerangka pemecahan masalah

Permasalahan guru-guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja a. Tidak ada latar belakang pendidikan kimia

b. Jarang melakukan praktikum kimia

c. Belum mampu mengelola bahan kimia yang berbahaya ketika praktikum

kimia

d. Kurang informasi tentang bahan-bahan yang aman untuk praktikum kimia

e. Kurang mengembangkan praktikum kimia menjadi praktikum yang aman

bagi praktikan

Alternatif pemecahan masalah a. Penambahan guru IPA berlatar belakang pendidikan kimia

b. Penambahan jumlah alat dan bahan kimia

c. Pelatihan pengembangan praktikum kimia berwawasan lingkungan

Pemecahan masalah yang paling mungkin Pelatihan pengembangan praktikum kimia berwawasan lingkungan

Keunggulan

a. Aman bagi praktikan,

b. Limbah praktikum tidak

mencemari lingkungan

c. Biaya murah,

d. Mudah didapat,

e. Pembelajaran menjadi

kontekstual.

f. Materi kimia menjadi lebih

mudah dipahami oleh siswa.

Metode kegiatan a. Diskusi sifat-sifat bahan kimia dan

dampaknya terhadap kesehatan serta

lingkungan

b. Diskusi bahan alternative (aman)yang

dapat digunakan untuk praktikum

kimia

c. Praktek merancang prosedur

praktikum kimia berwawasan

lingkungan

d. Praktek hasil rancangan prosedur

praktikum yang telah dibuat

e. Diskusi permasalahan yang dihadapi

selama merancang dan mempraktekan

praktikum kimia berwawasan

lingkungan

Page 18: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

11

BAB 4

METODE KEGIATAN

Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah di atas adalah diskusi dan praktek.

Gabung kedua metoda tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan

peserta dalam mengembangan praktikum IPA konsentrasi kimia di SMP. Dengan demikian

ketergantungan terhadap bahan kimia yang berharga mahal dapat diatasi dan pencemaran

lingkungan akibat lingkungan limbah praktikum dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

Keterkaitan masalah, metode, dan bentuk kegiatan disajikan dalam Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Keterkaitan masalah, metode, dan bentuk kegiatan

No Masalah Metode Bentuk kegiatan

1 Guru-guru IPA SMP

Swasta di Kota

Singaraja jarang

melakukan praktikum

kimia

Diskusi Diskusi strategi

melakukan praktikum

yang mudah dan

aman

2 Guru-guru IPA SMP

Swasta di Kota

Singaraja belum

mampu mengelola

bahan kimia yang

berbahaya ketika

praktikum kimia

Diskusi dan praktek Diskusi sifat-sifat

bahan kimia dan

dampaknya

terhadap kesehatan

Diskusi cara

mengelola bahn

kimia

Praktek cara

mengelola bahan

kimia berbahaya

3 Guru-guru IPA SMP

Swasta di Kota

Singaraja kurang

informasi tentang

bahan-bahan yang aman

untuk praktikum kimia

Diskusi Identifikasi bahan-

bahan aman yang

dapat digunakan

untuk praktikum

kimia

4 Guru-guru IPA SMP

Swasta di Kota

Singaraja kurang

Diskusi, praktek,

pendampingan

Diskusi cara

membuat prosedur

praktikum kimia

Page 19: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

12

mengembangkan

praktikum kimia

menjadi praktikum

yang aman bagi

praktikan

berwawasan

lingkungan

Praktikum kimia

berwawasan

lingkungan

Pendampingan

pengembangan

praktikum kimia

berwawasan

lingkungan

Keberhasilan program pengabdian pada masyarakat ini dirancang melalui rancangan

evaluasi. Rancangan evaluasi program ini mengaitkan tujuan, indicator, dan cara pengukuran,

seperti disajikan Tabel 4.2.

Tabel4. 2. Rancangan evaluasi

No Tujuan Indikator Cara pengukuran

1 Guru-guru IPA SMP Swasta

di Kota Singaraja dapat

meningkatkan intensitas

praktikum kimia

Guru melakukan

praktikum kimia

meningkat minimal

25%

Prosentrase

peningkatan

praktikum kimia

oleh guru-guru IPA

SMP Swasta di Kota

Singaraja.

2 Guru-guru IPA SMP Swasta

di Kota Singaraja

mendapatkan pengetahuan

tentang cara mengelola

bahan-bahan kimia yang

berbahaya ketika praktikum

kimia

Guru dapat

mengelola bahan-

bahan kimia

berbahaya ketika

praktikum kimia

Tidak terjadi

kecelakaan ketika

praktikum kimia

menggunakan

bahan-bahan

berbahaya

3 Guru-guru IPA SMP Swasta

di Kota Singaraja

mendapatkan pengetahuan

bahan-bahan tidak

berbahaya yang dapat

Guru dapat

mengidentifikasi

bahan-bahan yang

tidak berbahaya

untuk praktikum

Guru menggunakan

bahan-bahan yang

tidak berbahaya

minimal di dua judul

praktikum kimia

Page 20: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

13

digunakan untuk praktikum

kimia

kimia

4 Guru-guru IPA SMP Swasta

di Kota Singaraja

mendapatkan pengetahuan

dan keterampilan tentang

cara mengembangkan

praktikum kimia yang aman

bagi praktikan

Dapat merancang

praktikum kimia

berwawasan

lingkungan

Terdapat rancangan

prosedur praktikum

kimia berwawasan

lingkungan

Page 21: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

14

BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk guru IPA SMP Swasta di kota Singaraja

dilaksanakan pada tanggal 14 – 17 Juli 2016 di Lab Kimia Analitik FMIPA Undiksha dan

dihadiri oleh 9 orang guru IPA dari 20 orang yang diundang. Sembilan orang guru yang tidak

hadir karena menjadi panitia MOS di sekolah masing-masing dan 2 orang lagi karena sakit.

Gambar 5.1 Pembukaan kegiatan p2M

Hasil Pengabdian pada masyarakat ini meliputi: Pre tes dan postes, pengenalan alat dan

bahan praktikum IPA konsentrasi kimia, modifikasi prosedur praktikum kimia SMP berbasis

lingkungan, perancangan prosedur praktikum kimia SMP berbasis lingkungan, uji coba prosedur

praktikum praktikum kimia SMP berbasis lingkungan.

5.1 Pre tes dan postes

Pretes dan postes diberikan untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan praktikum

IPA konsentrasi Kimia di SMP Swasta Di Kota Sngaraja, serta permasalahan yang dihadapi. Di

samping itu tes yang diberikan juga memberikan gambaran tentang cara pemecahan terhadap

permasalahan praktikum IPA konsentrasi kimia di SMP Swasta di Singaraja. Selama pretes dan

postes, peserta sangat serius mengerjakan tes yang diberikan. Permasalahan umum yang dihadapi

adalah terkendala alat dan bahan yang terbatas, bahkan tidak ada di sekolah. Cara pemecahan

sementara yang diambil dengan mengamprah alat dan bahan yang diperlukan, tetapi tidak

kunjung datang.

Hasil postes menunjukkan bahwa permasalahan bahan dan alat praktikum telah

ditemukan cara alternative dengan menggunakan alat dan bahan yang di sekitar lingkungan

sekolah atau peserta didik.

Page 22: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

15

Gambar 5.2 Suasana pretes dan postes peserta p2m

1.2 Pengenalan alat dan bahan praktikum IPA konsentrasi kimia

Pengenalan bahan dan alat kimia untuk praktikum IPA konsentrasi kimia di SMP

dilakukan untuk mengakrabkan para guru IPA SMP swasta terhadap bahan dan alat praktikum

kimia. Pengenalan terebut dilakukan karena semua guru IPA SMP berlatar belakang sarjana

Pendidikan Fisika dan Biologi. Secara khusus mereka belum banyak mengenal alat dan bahan

kimia. Selama perkenalan alat dan bahan tersebut, banyak pertanyaan yang muncul berkaitan

dengan cara membeli bahan, harga bahan, cara penyimpana, dan efeknya terhadap kesehatan.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul tersebut menunjukkan keseriusan peserta terhadap materi

yang diberikan oleh nara sumber.

Gambar 5.3 Peserta diberi materi palatihan alat dan bahan kimia dan langsung diajak

mengobservasi alat dan bahan yang ada di Laboratorium Kimia Analitik Jurusan Pendidikan

Kimia

Selain bahan dan alat kimia murni, peserta pelatihan dikenalkan dengan bahan alternative

berbasis lingkungan yang dapat digunakan dalam praktikum IPA konsentrasi kimia di SMP.

Pengenalan alat dan bahan berbasis lingkungan sangat mendapat perhatian dari peserta, karena

bahan yang digunakan tidak menakutkan mereka. Bahan-bahan yang dikenalkan, seperti bunga

pacar, sabum, cuka, garam dapur, kertas, sipdol, bebagai kaleng, tempat mencampur warna. Alat

dan bahan tersebut dapat digunakan untuk praktikum IPA konsentrasi kimia di SMP.

Page 23: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

16

Gambar 5.4 Peserta dikenalkan dengan bahan dan alat alternatif berbasis lingkungan yang dapat

digunakan untuk praktikum IPA SMP konsentrasi kimia.

1.3 Modifikasi dan merancang prosedur praktikum kimia SMP berbasis lingkungan

Modifikasi dan merancang prosedur praktikum IPA SMP konsentrasi kimia dilatihakan

untuk peserta P2M. Selama kegiatan tersebut para peserta masih banyak menemukan kesulitan

dalam menyusun langkah-langkah prosedur agar dapat dimengerti oleh peserta didik. Disampng

itu, istilah-istilah kimia yang digunakan dalam merancang prosedur praktikum kimia berbasis

lingkungan masih banyak yang kurang tepat. Seperti istilah larutan dan campuran masih

dirancukan.Kelemahan-kelemahan tersebut disempurnakan dalam diskusi kelompok maupun

antar kelompok.

Suasana diskusi kelompok sangat hangat dengan indikasi banyak perhatian peserta pada

penggunaan istilah yang kurang dimengerti oleh peserta lain, terutama istilah kimia. Pemanduan

oleh nara sumber, member pencerahan kepada peserta terhadap istilah kimia yang kurang

dimengerti oleh kimia. Seperti dekantasi.

Gambar 5.5 Peserta memodifikasi dan merancang prosedur praktikum kimia SMP berbasis

lingkungan

Page 24: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

17

1.4 Uji coba prosedur praktikum kimia SMP berbasis lingkungan

Uji coba prosedur praktikum IPA SMP konsentrsi kimia dilakukan untuk mengetahui

permasalahan-permasalaha yang dihadapi ketika prosedur tersebut diterapkan dilapangan.

Prosedur praktikum yang dicoba adalah destilasi biasa, keelektrolitan larutan, dan asam basa

dengan menggunakan indicator alam.

Permasalahan yang timbul dalam prosedur praktikum yang dirancang antara lain: lampu

menyala pada larutan gula dan air pada prosedur keelektrolitan larutan, waktu yang terlalu lama

untuk merancang alat pada prosedur praktikum destilasi biasa, dan perubahan indicator alam

yang kurang jelas pada penentuan asam, basa, dan netral. Permasalahan-permasalahan tersebut

dipecahkan pada bagian diskusi.

Hasil diskusi permasalahan seperti larutan gula dan air menyala, karena air yang

digunakan air kran yang mengandung ion elektrolit yang menghantarkan listrik. Untuk tidak

mebingungkan siswa, maka untuk larutan non elektrolit hanya digunakan minyak tanpa air.

Sedangkan mengantisipasi banyaknya waktu dalam merancang destilasi sederhana, maka alat

yang dibuat harus lebih praktis. Dengan demikian untuk merancang alat terebut lebih cepat.

Pemecahan masalah pada indicator alam untuk menentukan asam, basa, dan netral, maka hanya

digunakan indicator alam yang member perubahan yang signifikan pada ketiga jenis larutan

tersebut. Indicator yang paling siginifikan perubahannya adalah ektrak pacar ungu, kembang

sepatu, dan kunyit.

Gambar 5.6 Peserta P2M membuat indikator alam dan mengujinya dalam larutan asam, basa,

dan netral

Page 25: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

18

Gambar 5.7 Peserta P2M mnguji alat destilasi biasa

Gambar 5.8 Peserta P2M menguji prosedur keelektrolitan larutan

1.5 Pendampingan

Program pendampingan dimaksudkan untuk mengetahui penerapan dan permasalahan peserta

dalam menidaklanjuti materi pelatihan yang telah diberikan.

Gambar 5.9 Pendampingan peserta oleh nara sumber

Dalam pendampingan tersebut, beberapa permasalahan yang muncul, seperti: cara mendisain alat

dan jumlah bahan yang digunakan. Setelah diarahkan peserta menyadari bahwa permasalahan

mereka sangat mudah untuk dipecahkan, Disisi lain, terdapat peserta telah mampu membuat

prosedur praktikum IPA konsentrasi kimia berbasis lingkungan, bahkan telah menerapkan

Page 26: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

19

prosedur tersebut dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil pendampingan, para siswa sangat

tertarik sekali dengan praktikum kimia berbasis lingkungan. Hal ini sangat melegakan guru

pengajar/peserta pelatihan.

Page 27: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

20

BAB 6

SIMPULAN DAN SARAN

2. 1 Simpulan

Simpulan yang dapat ditarik dalam kegiatan P2M ini adalah guru-guru IPA SMP Swasta

di Kota Singaraja telah dilatih: cara melakukan praktikum kimia agar menarik, cara mengelola

bahan kimia yang berbahaya, cara mengidentifikasi bahan kimia yang aman digunakan untuk

praktikum, cara membuat prosedur praktikum kimia SMP berbasis lingkungan. Disamping itu

semangat dan ketertarikan peserta dalam mengikuti kegiatan merupakan hal yang patut diberi

penghargaan.

6.2 Saran

Penumbuhan sifat kreatif guru IPA SMP Swasta di Kota Singaraja melalui kegiatan P2m

ini semakin terasa. Untuk itu kegiatan P2M ini diharapkan dapat terus diterapkan.

Page 28: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

21

DAFTAR PUSTAKA

Ari Laksmi, IGA. 2014. Analisa Pengelolaan Alat dan Bahan Praktikum pada Laboratorium

Kimia: Studi Kasus di SMA N 1 Seririt. eJournal Kimia Visvitalis.Vol. 2. No. 1.

Tersedia pada http://www.Undiksha.ac.id/ ejournal. Diakses tanggal 9 september 2014.

Dash, S. 2014. Green Chemistry: An Essential of an Hour: A reviw. Asian Journal Of

Biochemical and Pharmaceutical Research, 2(4), 1-3.

Lasia, I Ketut, Wiratini, Ni Made. 2012. Membangun Penguasaan Konsep IPA Kelas V SD

melalui Laboratorium Berbasis Lingkungan. Jurnal IKA Undiksha. Vol. 10. No 1. Hal.

73-87.

Lasia, I Ketut. 2013. Analisis Pengetahuan Mahasiswa tentang Dampak Penggunaan bahan

Kimia dalam Praktikum Kimia Organik terhadap Kesehatan (Studi Menuju Pengelolaan

laboratorium Kimia yang Aman bagi Manusia). Proseding Seminar Nasional FMIPA III

Undiksha. Hal 148-151.

Permendikbud RI No. 65 th. 2013. Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Bersama Menpan dan Kepala BKN No. 02?V?PB.2010. No.13 th. 2013 tentang

Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional PLP dan Angka Kreditnya.

Ravichandran, S. 2011. Green Chemistry For sustainable Development. Asean Journal of

Biochemical and Pharmaceutical Research, 2(1), 129-135.

Redhana, I Wyn. 2013. Identifikasi Bahan Kimia Berbahaya yang Digunakan dalam Praktikum

Kimia SMA. Proseding Seminar Nasional FMIPA III Undiksha. Hal 53-60.

Redhana, I Wyn (a). 2014. Menghijaukan Kurikulum Kimia untuk Mencapai Pembangunan

Berkelanjutan. Orasi Ilmiah Pengenalan Guru Besar Tetap dalam Bidang Pendidikan

Kimia. Singaraja: Undiksha.

Suardana, I N. (2010). Pengembangan Model Praktikum Kimia Dasar Berbasis BudayaBali

untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Kimia.

Disertasi SPs UPI. Tidak Dipublikasikan

Singh,A.,Singh, S., Singh, N. 2014. Green Chemistry: Sustainability An Innovative Approach.

Journal of Applied Chemistry, 2(2), 77-82

Tantris.2006. Pengelolaan Laboratorium dan Sistem evaluasi Kegiatan Praktikum Fisika dalam

Proses Pembelajaran (Studi Kasus pada SMAN di Kabupaten Buleleng). Tesis.

Singaraja: PPS Undiksha

Wiratini, Ni Made, Suardana, I Nyoaman, Lasia, I Ketut. 2011. Pemanfaatan Potensi Lingkungan

Lokal dalam Membuat Prosedur Praktikum Kontekstual. Jurnal Pendidikan dan

Pengajaran. Jilid 44. Nomor 1-3. Hal. 60-68.

Page 29: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

22

Lampiran-Lampiran

Gambar Foto panitia p2M

Lampiran 2 Produk P2M

DESTILASI SEDERHANA

Tujuan

1. Untuk mengetahui proses destilasi sederhana

2. Untuk mengetahui cara pemisahan campuran dangan destilasi sederhana

Alokasi Waktu : 2x 45 menit

I. Uraian Materi

Pemisahan suatu komponen dalam larutan seringkali dilakukan di masyarakat luas

khususnya industri alkohol, gas dan minyak bumi. Teknik yang biasa digunakan yaitu teknik

destilasi dengan menitikberatkan pada perbedaan titik didih larutan.Destilasi sederhana mampu

memisahkan dan memurnikan suatu larutan berdasarkan pada perbedaan titik didih yang sangat

jauh. Pelarut dengan titik didih yang lebih rendah akan menguap terlebih dahulu menjadi destilat

sedangkan komponen yang lain menjadi komponen yang murni.Destilasi sering digunakan untuk

memurnikan senyawa-senyawa yang mempunyai titik didih berbeda. Zat dalam bentuk cair

dipanaskan dan saat titik didih senyawa dengan titik didih lebih rendah tercapai, uapnya akan

diembunkan (dikondensasi) dan dikumpulkan (Bresnick, 2003).

II. Alat dan Bahan

Alat :

Alat destilasi sederhana( Gelas kaleng,,

Gelas plastic, Pemanas, Penyangga,

Botol plastic, Pecahan kaca / kramik)

Bahan :

Air teh

Plastisin

Page 30: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

23

III. Prosedur Kerja

1. Rangkailah alat sesuai dengan gambar di bawah ini !

2. Ambil air teh 50 ml

3. Amati warna air teh

4. Masukkan air teh ke dalam kaleng dan tambahkan beberapa pecahan

keramik.

5. Masukan es ke dalam botol plastik.

6. Panaskan kaleng sampai air mendidih.

7. Amati yang terjadi bagian selang.

8. Catat waktu pada saat diperoleh tetesan destilat pertama.

9. Amati warna tetesan yang ada pada gelas plastic

10. Matikan pemanas

11. Dinginkan kaleng yang telah dipanaskan.

12. Cabut rangkaian destilasi

13. Tuangkan air teh dari kaleng ke dalam gelas plastik.

14. Amati warna air the tersebut.

IV. Hasil Pengamatan

No Kegiatan Pengamatan

1 Warna air teh sebelum

dipanaskan

2 Proses yang terjadi pada

selang

3 Warna tetesan pada gelas

plastic

4 Warna air teh setelah di

panaskan

V. Pertanyaan

1. Bagaimana warna air teh sebelum dimasukkan ke dalam kaleng ?

2. Bagaimana proses yang terjadi pada selang ?

3. Bagaimana warna cairan yang menetes pada gelas plastik ?

4. Bagaimana warna air teh setelah dipanaskan ?

5. Berdasarkan hasil percobaan :

Page 31: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

24

a. Penguapan terjadi pada bagian ….

b. Pendidihan terjadi pada bagian…

c. Pengembunan / pendinginan terjadi pada bagian…

d. Kejadian yang terjadi pada a, b dan c disebut….

VI. Kesimpulan

………………………………………………………………………………………

Produk P2M 2

I. Judul : Asam, Basa, Netral

II. Tujuan Kegiatan : Peserta didik mampu mengidentifikasi bahan-bahan

ke dalam sifat larutan asam, basa dan netral melalui

percobaan.

III. Alokasi Waktu : 2 x 40 menit IV. Materi :

Asam secara kimia dapat didefinisikan sebagai senyawa yang menghasilkan

ion hidrogen (H+)ketika dilarutkan pada suatu pelarut (biasanya air), dengan pH <

7. Sedangkan basa didefinisikan sebagai senyawa yang menghasilkan ion

hidroksida (OH-) ketika dilarutkan dalam air dan memiliki pH > 7 jika suatu

bahan memiliki pH = 7 maka dikatakan netral..

Penentuan Sifat Larutan Asam-Basa dan Netral

Identifikasi asam, basa, dan netral dapat dilakukan dengan mnggunakan

indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator

adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan

netral. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat

digunakan, antara lain kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami.

. Sifat larutan dengan menggunakan lakmus dapat dilihat pada tabel 1.1.

Tabel 1.1 Pengujian asam, basa, dan netral dengan menggunakan kertas

lakmus

Beberapa indikator alami yang dapat digunakan dalam pengujian asam

basa suatu bahan diantaranya sebagai berikut.

No Indikator Alami Warna dalam

Ket Asam Basa

1. Kunyit Kuning Merah

2. Umbi bit Biru Merah

3. Daun pacar air Merah Kuning

4. Bunga kembang sepatu Merah Kuning

5. Bunga nusa indah Merah Kuning

6. Kulit manggis Coklat kemerahan Coklat

7. Kol ungu Merah muda Biru/ hijau

Page 32: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

25

No Indikator Alami Warna dalam

Ket Asam Basa

8. Kembang teleng Ungu Biru/ hijau

9. Bunga pacar ungu Merah muda Jingga/ kuning

10. Bougenville Merah muda Jingga/ kuning

11. Kayu secang Kuning Merah

12. Daun Rhoeo discolor Merah muda Hijau

13. Bunga angsoka (merah) Merah Hijau

14. Bunga kerasi (pink) Pink terang Hijau

15. Bunga Hydrangea Biru Merah jambu

16. Bunga pacar (merah) Oranye Oranye

kecoklatan

(diambil dari beberapa sumber)

V. Alat dan Bahan :

Alat:

1. Mortir/ penggerus (alternatif: sendok dan mangkok kecil)

2. Gelas bekas air mineral

3. Pipet air mineral

4. Palet (alas campur warna cat air untuk menggambar)

5. Kain kasa/ saringan teh

6. Parutan

Bahan-bahan:

a. Larutan yang diuji:

- Air keran

- Cuka

- Air sabun

b. Larutan indikator

- Kunyit

- Bunga pacar air (ungu)

- Bunga pacar air (merah)

- Bunga Bougenville

- Bunga kembang sepatu

c. Tisu

VI. Prosedur Kerja

1. Ambil bagian tengah kunyit

2. Kupas kunyit tersebut dan dicuci, kemudian diparut..

3. Tambahkan sedikit air ke dalam parutan kunyit sambil diaduk-aduk agar

rata.

4. Saring campuran tersebut.

5. Tuangkan hasil saringan ke dalam gelas bekas air mineral dan beri label.

6. Cuci bunga pacar air (ungu).

7. Haluskan/ ulek/ gerus bunga tersebut sambil ditambahkan air sedikit demi

sedikit.

8. Saringlah campuran tersebut dengan kain kasa.

Page 33: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

26

9. Tuangkan hasil saringan tersebut ke dalam gelas bekas air mineral dan beri

label.

10. Lakukan langkah kegiatan yang sama seperti bunga pacar (ungu) untuk

bunga yang lainnya (langkah 6-9).

11. Hasil saringan bahan-bahan di atas kita sebut sebagai larutan

indikator. Pembuatan larutan indikator ini dilakukan di rumah masing-

masing.

12. Siapkan 3 gelas mineral sebagai tempat untuk larutan uji.

13. Beri label A, B dan C pada gelas tersebut.

14. Tuangkan air keran/ air mineral ke gelas A, cuka ke gelas B, dan air

sabun ke gelas C.

15. Siapkan palet yang diberi label A, B, dan C sesuai dengan kode larutan

uji.

16. Teteskan 2-3 tetes larutan uji pada kode yang sesuai pada lubang palet

17. Teteskan setetes demi tetes larutan indikator kunyit pada tiap larutan uji

(A, B, atau C)yang ada pada palet sampai terjadi perubahan warna.

18. Amati perubahan warna yang terjadi.

19. Catatlah hasil pengamatan kalian pada tabel pengamatan.

20. Setelah mencatat data, bersihkanlah palet tadi, kemudian lanjutkan

kegiatan dengan menggunakan larutan indikator yang lainnya. Amati

dan catat hasil pengamatan kalian.

VII. Data Pengamatan

No

Larutan

Indikator

Perubahan warna Ket

(asam/basa/netral) Air

mineral

Cuka Air sabun

1. Kunyit

2. Bunga pacar

air (ungu)

3. Bunga pacar

air (merah)

4. Bunga

Bougenville

5. Bunga

kembang

sepatu

VIII. Pertanyaan :

1. Kelompokkan larutan-larutan yang diuji menjadi tiga:

a. Larutan asam :

.......................................................................................................

b. Larutan basa :

.......................................................................................................

c. Larutan netral :

.......................................................................................................

2. Jelaskan pengertian larutan indikator !

Page 34: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

27

3. Sebutkanlah bahan-bahan alami yang bisa digunakan sebagai indikator asam-

basa dalam kehidupan kalian sehari-hari minimal 3!

X. Simpulan:

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

Produk 3 P2M

I. JUDUL : LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

II. TUJUAN : Dapat mengamati sifat larutan elektrolit dan non elektrolit

III. ALOKASI WAKTU : 80 Menit ( 2 JP)

IV. URAIAN MATERI :

Sifat larutan ada yang dapat menghantarkan arus listrik dan ada yang tidak

menghantarkan arus listrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik

disebut larutan elektrolit dan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik

disebut non elektrolit.

Larutan elektrolit ada yang bersifat kuat dan ada yang bersifat lemah, yang

kuat ditunjukkan dengan nyala lampu terang dan eletrolit lemah nyala

lampunya redup. Terang redupnya nyala lampu sebanding dengan kuat

lemahnya larutan asam basa, semakin kuat sifat larutan asam basa maka

semakin terang nyala lampunya.

Contoh larutan elektrolit adalah larutan asam, basa dan garam

Contoh larutan non elektrolit adalah larutan alkohol.

V. ALAT DAN BAHAN :

Alat :

1) 1 set alat uji larutan elektrolit

Gambar alat uji elektrolit dan non elektrolit

Keterengan : 1: batere, 2: kabel, 3: lampu LED, 4 dan 5: paku, : gelas, 6:

larutan uji

2) 6 buah gelas kimia

Bahan :

1) Minyak kelapa

Page 35: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

28

2) Cuka

3) Air garam dapur

4) Alkohol

VI. PROSEDUR KERJA :

1) Isilah gelas kimia dengan larutan sesuai gambar berikut.

I II III IV

Minyak Cuka Garam Alkohol

2) Ujilah sifat larutan dengan satu set alat tes elektrolit dengan cara

mencelupkan kedua ujung kawat ke dalam larutan seperti gambar di

atas.

3) Tuliskan hasilnya pada tabel di bawah ini dengan memberi tanda √ .

No. Larutan Menyala Tidak

Menyala

Keterangan

(elektrolit/non

elektrolit)

1. Minyak

2. Cuka

3. Garam

4. Garam

5. alkohol

Catatan :

Jika lampu menyala adalah larutan elektrolit

Jika lampu tidak menyala adalah larutan non elektrolit

VII. KESIMPULAN :

1. _______________________________________________________________

2. _______________________________________________________________

3. _______________________________________________________________

4. _______________________________________________________________

VIII. PERTANYAAN :

1) Sebutkanlah larutan yang termasuk elektrolit?

2) Sebutkanlah larutan yang termasuk non elektrolit?

3) Jelaskan apa yang dimaksud dengan larutan elektrolit!

4) Jelaskan apa yang dimaksud dengan larutan non elektrolit!

Page 36: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

29

Lampiran 3

Nama: Asal Sekolah :

PRE-POS TES

PETUNJUK

a. Quisieoner ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan praktikim IPA

konsentrasi kimia di SMP

b. Quisioner terdiri dari pilihan dan isian

c. Isilah setiap pernyataan dengan jujur

Pertanyaan

1. Untuk memenuhi tuntutan kurikulum 2013, apakah di sekolah Anda telah

tersedia alat untuk praktikum IPA konsentrasi Kimia?

a. Ya

(sebutkan:……………………………………………………………)

b. tidak

2. Untuk praktikum IPA konsentrasi kimia, apakah telah tersedia bahan yang

dibutuhkan menurut kurikulum 2013?

a. Ya(sebutkan:………………………………………………………….)

b. tidak

3. Pernahkan Anda praktikum kimia?

a. Pernah( berapa kali………..)

b. Tidak

4. Jenis praktikum kimia apa yang pernah anda lakukan?

………………………………………………………………………………

……………………………………………………

5. Adakah permasalahan anda ketika melakukan praktikum IPA konsentrasi

kimia?

a. Ya(sebutkan……………………………………………………………)

b. Tidak

6. Jika ada masalah, bagaimana cara anda mengatasi?

…………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………

Good luck

Page 37: LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKSlppm.undiksha.ac.id/p2m/document/Laporan_Akhir_197212232001121… · LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M ... larutan HCl, larutan H 2 SO 4, larutan

30

Lampiran 4

JADWAL KEGIATAN

“Pelatihan Pengembangan Prosedur Praktikum IPA Konsentrasi Kimia

Berbasis Lingkungan untuk Guru IPA SMP Di Kota Singaraja” 14-16 Juli 2016

Hari/tanggal KEGIATAN WAKTU

PELAKSANAA

N

PELAKS

ANA

Kamis/14 Juli

2016

Presensi/ Snack 08.00-09.00 Panitia

Laporan Ketua Panitia 09.00-09.10 Panitia

Sambutan-sambutan Panitia

Ketua Lemlit dan P2M Undiksha sekaligus membuka

acara

09.25-09.40 Ketua

Lemlit

dan P2M

Undiksha

Pre tes 09.40-10.00 Panitia

Materi 1. Pengenalan Alat untuk praktikum IPA

konsentrasi Kimia SMP

10.00-11.30 Panitia

Istirahat 11.30-12.00 .Panitia

Materi 2. Pengenalan bahan-bahan untuk praktikum

IPA konsentrasi Kimia SMP

12.00-13.30

Panitia

Materi 3: Modifikasi prosedur praktikum kimia SMP

berbasis lingkungan

13.30-15.00 Panitia

Jumat/15 Juli

2016

Perancangan prosedur Praktikum Kimia SMP berbasis

lingkungan

7.30-10.30 Panitia

dan

peserta

Istirahat 10.30-11.00 Panitia

Diskusi rancangan prosedur praktikum kimia SMP

berbasis lingkungan

11.00-12.00 Panitia

dan

peserta

Istirahat 12.00-12.30 Panitia

Diskusi rancangan prosedur praktikum kimia SMP

berbasis lingkungan (lanjutan)

12.30-15.00 Panitia

dan

peserta

Sabtu/16 Juli

2016

Uji coba prosedur praktikum kimia SMP berbasis

lingkungan

7.30-10.30 Panitia

dan

peserta

Istirahat 10.30-11.00 Panitia

Diskusi Hasil 11.30-12.00 Panitia

dan

peserta

Istirahat 12.00-12.30 Panitia

Diskusi hasil (lanjutan) 12.30-14.00 Panitia

dan

peserta

Postes 14.00-14.30 Panitia

dan

peserta

Penutupan 14.30-15.00 Panitia

dan

peserta