Top Banner
Pengaruh Penerapan Fingerprint terhadap Tingkat Kehadiran Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan Angkatan 2009-2011 Tim Peneliti Kelompok 8 (Elsha Fitri Anis, Ramadhan Rizki, Pujianti Ratnasari, Wahyu Satrio Guntoro) Latar Belakang Perkembangan zaman yang semakin maju pesat dan mengalami modernisasi berdampak pada perubahan disegala aspek-aspek kehidupan manusia. salah satu dampak yang ditimbulkan akibat dari perkembangan zaman yang semakin modern ialah hadirnya teknologi yang semakin maju dan canggih seiring dengan kebutuhan manusia untuk memperoleh kemudahan dalam menjalani kehidupannya. Kehadiran dan kemajuan teknologi didunia ini berkembang sangat cepat, oleh karena itu manusia dituntut untuk dapat ‘berkawan’ dengan teknologi agar mampu mengikuti dan menjalankannya. Karena kelak teknologi akan masuk dan mendukung di seluruh aktifitas kehidupan manusia. contoh kecil dari kehadiran teknologi yang dapat membantu kehidupan manusia salah satunya ialah computer sebagai teknologi informasi (TI). Kehadiran computer sebagai salah satu teknologi informasi bagi manusia tidak lepas dari ketersediaan perangkat-perangkat computer yang canggih pula. Adanya software dan hardware yang memiliki berbagai variasi untuk memenuhi kebutuhan manusia serta memiliki kecanggihan dan kecepatan proses turut serta dalam mendukung kinerja computer. Oleh sebab itu sudah saatnya
23

Kuantitatif Fingerprint

Jan 19, 2023

Download

Documents

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Kuantitatif Fingerprint

Pengaruh Penerapan Fingerprint terhadap Tingkat Kehadiran

Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan Angkatan 2009-2011

Tim Peneliti Kelompok 8

(Elsha Fitri Anis, Ramadhan Rizki, Pujianti Ratnasari, Wahyu Satrio Guntoro)

Latar Belakang

Perkembangan zaman yang semakin maju pesat dan mengalami

modernisasi berdampak pada perubahan disegala aspek-aspek

kehidupan manusia. salah satu dampak yang ditimbulkan akibat

dari perkembangan zaman yang semakin modern ialah hadirnya

teknologi yang semakin maju dan canggih seiring dengan

kebutuhan manusia untuk memperoleh kemudahan dalam menjalani

kehidupannya. Kehadiran dan kemajuan teknologi didunia ini

berkembang sangat cepat, oleh karena itu manusia dituntut

untuk dapat ‘berkawan’ dengan teknologi agar mampu mengikuti

dan menjalankannya. Karena kelak teknologi akan masuk dan

mendukung di seluruh aktifitas kehidupan manusia. contoh kecil

dari kehadiran teknologi yang dapat membantu kehidupan manusia

salah satunya ialah computer sebagai teknologi informasi (TI).

Kehadiran computer sebagai salah satu teknologi informasi

bagi manusia tidak lepas dari ketersediaan perangkat-perangkat

computer yang canggih pula. Adanya software dan hardware yang

memiliki berbagai variasi untuk memenuhi kebutuhan manusia

serta memiliki kecanggihan dan kecepatan proses turut serta

dalam mendukung kinerja computer. Oleh sebab itu sudah saatnya

Page 2: Kuantitatif Fingerprint

penggunaan teknologi informasi digunakan diseluruh aspek-aspek

kehidupan di bidang ekonomi, politik, sosial, dan pendidikan.

Peranan teknologi informasi terhadap dunia pendidikan

kini sudah mulai massif digunakan. Dengan dukungan teknologi

infomasi yang baik maka suatu lembaga penyelenggara pendidikan

memiliki keunggulan dibidang teknolagi sehingga berguna bagi

kemudahan proses belajar mengajar. Oleh karena itu, terdapat

lembaga penyelenggara pendidikan telah menerapkan berbagai

teknologi informasi yang salah satunya berupa sistem absensi

fingerprint yang terkomputerisasi. Fakultas Ilmu Sosial dan

Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM) Yogyakarta

merupakan salah satu lembaga penyelenggara pendidikan yang

memanfaatkan sistem absensi fingerprint dalam kegiatan

operasional dan belajar-mengajar didalamnya. FISIPOL UGM

menerapkan sistem absensi fingerprint terhadap enam jurusan

didalamnya yakni Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan (JPP),

Hubungan Internasional (HI), Komunikasi, Sosiologi, Manajemen

dan Kebijakan Publik (MKP), dan Pembangunan Sosial dan

Kesejahteraan (PSdK).

FISIPOL UGM menerapkan sistem fingerprint karena

dilatarbelakangi Maraknya pemalsuan tanda tangan mahasiswa dan

adanya perbedaan pandangan antar dosen tentang penerapan

minimum 75% kehadiran. Selain itu, penghitungan absen secara

manual yang dilakukan sering menimbulkan kesalahan yang

membuatnya tidak akurat (www.balairungpress.com dilihat 25

maret). Oleh sebab itu dengan menerapkan sistem absensi

fingerprint yang menggunakan data dari tubuh manusia yakni

menggunakan sidik jari dari tiap-tiap orang. Sistem absensi

Page 3: Kuantitatif Fingerprint

Fingerprint di FISIPOL UGM ini diadakan sebagai upaya untuk

memberikan solusi untuk meningkatkan akurasi data presensi

mahasiswa, menjamin efisiensi dan menjamin mutu proses

pendidikan yang lebih akuntabel serta dalam rangka melakukan

monitoring dan evaluasi kehadiran para mahasiswa sesuai dengan

peraturan yang berlaku (www.balairungpress.com dilihat 25 maret).

Dengan kata lain, dengan diterapkannya sistem absensi

fingerprint, FISIPOL UGM bermaksud untuk melihat tingkat

kehadiran para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dan yang

paling penting ialah menghindari kecurangan dan manipulasi

oleh mahasiswa dalam hal absensi.

Berdasarkan uraian singkat diatas, tim peneliti dari

kelompok delapan tertarik untuk melakukan penelitian mengenai

pengaruh penerapan sistem absensi fingerprint terhadap tingkat

kehadiran mahasiswa di Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan

FISIPOL UGM angkatan 2009-2011.

Rumusan Masalah

1. Bagaimana persepsi Mahasiswa Jurusan Politik dan

Pemerintahan Angkatan 2009-2012 terhadap penerapan

fingerprint di FISIPOL UGM?

2. Bagaimana tingkat kehadiran Mahasiswa Jurusan Politik dan

Pemerintahan Angkatan 2009-2012 setelah menggunakan

fingerprint di FISIPOL UGM?

3. Bagaimana hubungan antara persepsi Mahasiswa Jurusan

Politik dan Pemerintahan Angkatan 2009-2012 terhadap

penerapan fingerprint di FISIPOL UGM dengan tingkat kehadiran

Page 4: Kuantitatif Fingerprint

Mahasiswa Jurusan Politik dan Pemerintahan Angkatan 2009-

2012 setelah menggunakan fingerprint di FISIPOL UGM?

Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud penelitian yang dilakukan oleh tim kelompok

delapan ialah untuk mendapatkan data-data dan informasi

mengenai penerapan sistem absensi fingerprint dan kehadiran

mahasiswa Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan 2009-2011

FISIPOL UGM. Adapun tujuan dari peneliian ini adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat kehadiran mahasiswa setelah

menggunakan presensi fingerprint

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fingerprint

terhadap kehadiran mahasiswa jurusan politik dan

pemerintahan 2009-2011 FISIPOL UGM Yogyakarta

Adapun manfaat yang diberikan dari penelitian ini

diantaranya :

1. Untuk menambah pengetahuan khususnya bagi kami sebagai

peneliti dalam melakukan penelitian.

2. Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya

arti suatu kedisiplinan dalam hal apapun, terutama

mengenai dampak absensi fingerprint terhadap kehadiran

mahasiswa.

Rancangan Penelitian

Berdasarkan jenis penelitiannya yang menggambarkan dan

dilaksanakan pengumpulan data dilapangan, maka metode

Page 5: Kuantitatif Fingerprint

penelitian yang digunakan oleh kami adalah survai explanatory.

Survai eksplanatori merupakan suatu survai yang digunakan

untuk menjelaskan hubungan kausal antar dua variabel. Dua

variabel dalam penelitian ini yaitu hubungan penerapan

fingerprint dan kehadiran mahasiswa Jurusan Politik dan

Pemerintahan FISIPOL UGM 2009-2011 melalui pengujian

hipotesis. Metode survai ini dilakukan dengan mengambil sampel

dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner tertutup sebagai

alat pengumpul data pada Mahasiswa Jurusan Politik dan

Pemerintahan FISIPOL UGM 2009-2011.

Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan

Politik dan Pemerintahan (JPP) FISIPOL UGM Yogakarta angkatan

2009-2011. Jumlah keseluruhan dari tiga angkatan mahasiswa JPP

FISIPOL UGM ini berjumlah 225 mahasiswa. Setelah populasi

sudah diketahui. Langkah selanjutnya ialah menentukan sampel

penelitian. Sampel merupakan bagian dari populasi yang

digunakan sebagai obyek penelitian.

2. Sampel

Sampel digunakan untuk mewakili keseluruhan populasi.

Karena dalam penelitian ini keseluruhan populasinya bersifat

heterogen maka kami menggunakan metode pengambilan sampel

yakni stratified random sampling. stratified random sampling digunakan

apabila populasinya tidak homogen (heterogen). Makin heterogen

Page 6: Kuantitatif Fingerprint

suatu populasi, makin besar pula perbedaan sifat-sifat antara

lapisan  tersebut. Untuk dapat menggambarkan secara tepat

tentang sifat-sifat populasi yang heterogen, maka populasi

yang bersangkutan harus dibagi-bagi kedalam lapisan-lapisan

(strata) yang seragam atau homogen, dan dari setiap strata

dapat diambil sampel secara random (Singarimbun 1989:162-163).

Jadi dalam penelitian ini, untuk mendapatkan sampel yang

representative agar hasilnya dapat digeneralisasikan maka

dalam penentuan jumlah sampel kami menggunkan rumus

perhitungan Taro Yamane dengan tingkat presisi sebesar 10%.

Berikut adalah cara pengambilan sampelnya :

Rumus Taro Yamane (1967:99) :

n = N / Nd2 + 1

Keterangan :

n = jumlah sampel yang akan dicari

N = Jumlah Populasi

d = jumlah presisi

jadi,

n = 225 / 225 (0,10)2 + 1 = 69

jadi, berdasarkan perhitungan tersebut, didapat hasil

sampel sebanyak 69 orang responden. Maka, masing-masing

angkatan mahasiswa JPP diambil sebanyak 69 responden yang

terdiri dari angkatan 2009, 2010, dan 2011 dari populasi 225

orang mahasiswa JPP FISIPOL UGM angkatan 2009-2011.

Page 7: Kuantitatif Fingerprint

Angkatan Jumlah SampelJPP 2009 69 Mahasiswa 21JPP 2010 83 Mahasiswa 26JPP 2011 73 Mahasiswa 22

Pengambilan sampel dari masing-masing angkatan adalah sebagai

berikut :

1. JPP 2009 = 69/225 x 69 = 21

2. JPP 2010 = 83/225 x 69 = 26

3. JPP 2011 = 73/225 x 69 = 22

Pengambilan Data

Angket /Kuesioner

Karena jenis penelitian ini menggunakan metode survai,

maka dalam mengumpulkan data penggunaan angket/kuesioner

menjadi hal yang paling pokok dalam pengumpulan data. Karena

nantinya hasil angket/ kuesioner ini mampu untuk terjelma

dalam bentuk angka, tabel, dan dianalisa secara statistic.

Dalam penelitian ini kami menggunakan kuesioner tertutup untuk

memperoleh data. Setelah menentukan menggunakan kuesioner

dalam penggunaan datanya, kami memilih untuk menggunakan

kuesioner dengan skala likert. Skala Likert merupakan jenis

skala yang digunakan untuk mengukur opini atau persepsi

responden berdasakan tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan.

Skala yang dikembangkan oleh Rensis Linker ini biasanya

memiliki 5 atau 7 kategori peringkat dari tidak setuju hingga

sangat setuju (Purwanto 2011 : 63). Koesioner yang

Page 8: Kuantitatif Fingerprint

menggunakan skala ini terdiri dari sejumlah pertanyaan yang

meminta reaksi dari responden. Reaksi ini misalnya harus

diungkapkan dari sangat setuju, setuju ragu-ragu, tidak

setuju, sangat tidak setuju. Setiap respon dari responden

diberi bilangan. Misalnya respon sangat setuju diberi nilai

yang tinggi, sedangkan untuk respon sangat tidak setuju

diberikan nilai yang rendah. Untuk jawaban item kuesioner

dengan skala Likert dinyatakan dalam tabel dbawah ini :

Page 9: Kuantitatif Fingerprint

Skala Likert

Kategori NilaiSangat setuju

Setuju

Tidak Setuju

Sangat Tidak

Setuju

4

3

2

1

Variabel Penelitian

- Identifikasi penelitian

Dalam penelitian mengenai pengaruh penerapan fingerprint

terhadap tingkat kehadiran mahasiswa di Jurusan Politik dan

Pemerintahan angkatan 2009-2011 memiliki dua variabel yang

meliputi variable independent (variabel bebas) dan Variable

dependent (variabel terikat). variabel independen (X) dalam

penelitian ini yakni fingerprint. Sedangkan variabel terikat (Y)

dalam penelitian ini yaitu kehadiran mahasiswa Jurusan Ilmu

Politik dan Pemerintahan 2009-2012.

- Definisi operasional

Dalam setiap variabel baik variabel independen dan

dependen memiliki batas pengertian yang jelas, mudah diukur.

Oleh sebab itu variabel perlu dijabarkan kedalam definisi

Page 10: Kuantitatif Fingerprint

operasional tertentu. Adapun definisi operasional variabel

dalam penelitian ini adalah :

1. Fingerprint

Fingerprint menurut Moch. Tofik adalah teknologi yang

menunjang untuk keperluan absensi, yang didalamnya mencangkup

pemasukan, penyimpanan data jam masuk dan jam pulang, serta

memproses data tersebut menjadi sebuah laporan yang nantinya

dapat digunakan untuk pengambilan kebijakan-kebijakan yang

dilakukan oleh pimpinan (Tofik 2010:9). Adapun dimensi dan

indikator yang digunakan terhadap variabel Independen

‘fingerprint’ adalah sebagai berikut:

Dimensi IndikatorPraktis - Dengan dengan diterapkannya

fingerprint, melakukan absensi menjadi

lebih praktis.

- dengan diterapkannya fingerprint mampu

meminimalisir peran manusia dan

menghindarkan dari trial error.

- Dengan menggunakan fingerprint absensi

menjadi mudah dan cepat.Akurat - Saat proses pembacaan dan verifikasi

jari, fingerprint memiliki ketelitianyang tinggi.

- Sistem pengenal sidik jari memilikiakurasi yang tinggi dalam merekamdata.

Sekuritas - sistem sidik jari memiliki resiko paling kecil untuk dimanipulasi.

Page 11: Kuantitatif Fingerprint

Tinggi - Keamanan penggunaan fingerprint dari pihak-pihak yang tidak berhak mampu dikendalikan.

2. Kehadiran Mahasiswa

Untuk kehadiran mahasiswa menurut kebijakan kampus FISIPOL

UGM telah menerapkan panduan akademik tentang presensi

mahasiswa sejak 2009. Panduan tersebut mencantumkan bahwa

untuk mengikuti ujian, mahasiswa harus hadir minimal 75% dari

total pertemuan dan dilarang untuk terlambat 15 menit atau

lebih dari jadwal yang disepakati serta dilarang melakuakan

tindakan lain yang diatur dalam hukum pidana” (Pedoman

Akademik S1 FISIPOL UGM tahun 2009). Adapun Indikator yang

digunakan terhadap Variabel Dependen ‘Kehadiran mahasiswa

Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM 2009-2012’ adalah

sebagai berikut:

Dimensi IndikatorHadir di

Kelas

- Mahasiswa harus mengikuti perkuliahan

secara penuh.

- Tidak Meninggalkan kelas lebih awal- masuk ke kelas pada waktu yang telah

disepakati

Kejujuran

absensi

- Tidak adanya pemalsuan tanda tanganoleh mahasiswa pada presensi

Lebih lanjutnya, kami menungkan kerangka pemikiran dalam

penelitian ini dalam bentuk skema kerangka pemikiran sebagai

berikut:

Page 12: Kuantitatif Fingerprint

Hipotesa

Hipotesa merupakan jawaban sementara yang diberikan

peneliti yang diungkapkan dalam pernyataan yang dapat

diteliti. Berdasarkan kerangka variabel penelitian yang telah

diungkapkan diatas penulis memberikan hipotesis awal sebagai

berikut :

“Penerapan Teknologi Absensi Fingerprint Berdampak efektif

terhadap Kehadiran Mahasiswa di Jurusan Ilmu Politik dan

Pemerintahan FISIPOL UGM Angkatan 2009-2011”.

VAR X

- Praktis

- Akurat

- Securitas tinggi

VAR Y

1. Hadir di Kelas

2. Kejujuran Absensi

Page 13: Kuantitatif Fingerprint

Referensi

Panduan Akademik S1 Program Sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan

Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, 2009

Singarimbun, Masri, Metode Penelitian Survai, LP3ES, Jakarta, 1989

Tofik, Mochammad, Panduan Praktis Membuat Aplikasi Penggajian dengan

Microsoft Excel 2007, MediaKita, Jakarta, 2010

Purwanto, E.A & Dyah R.S, Metode Penelitian Kuantitatif : Untuk

administrasi Publik dan Masalah-masalah Sosial, Gava Media,

Yogyakarta, 2011

http://www.balairungpress.com/2012/02/fingerprint-solusi-presensi-minim-

sosialisasi/ dilihat pada 25 Maret 22: 14 WIB

Page 14: Kuantitatif Fingerprint

Kuesioner Penelitian ‘Pengaruh Penerapan Fingerprint terhadapKehadiran Mahasiswa di Jurusan Politik dan Pemerintahan 2009-2011”

Tim Peneliti Kelompok 8

I. Pengantar

Sehubungan dengan penyelesaian tugas dari Mata Kuliah

Metode Penelitian Kuantitaif yang sedang kami lakukan di

Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, maka kami

melakukan penelitian yang berjudul : “Pengaruh Penerapan

Fingerprint terhadap Tingkat Kehadiran Mahasiswa di Jurusan

Politik dan Pemerintahan 2009-2011”.

Adapun tujuan dari peneliian ini adalah :

1. Untuk mengetahui tingkat kehadiran mahasiswa setelah

menggunakan presensi fingerprint

2. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh fingerprint

terhadap kehadiran mahasiswa jurusan politik dan

pemerintahan 2009-2011 FISIPOL UGM Yogyakarta

Selain itu, Adapun manfaat yang diberikan dari penelitian ini

diantaranya :

1. Untuk menambah pengetahuan khususnya bagi kami sebagai

peneliti dalam melakukan penelitian.

2. Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang

pentingnya arti suatu kedisiplinan dalam hal apapun,

terutama mengenai dampak absensi fingerprint terhadap

kehadiran mahasiswa.

Salah satu cara untuk mendapatkan data dalam penelitian

ialah dengan cara menyebarkan kuesioner/angket ini kepada para

Page 15: Kuantitatif Fingerprint

responden yang telah kami tentukan dan kami rahasiakan

identitasnya. Untuk jawaban yang diberikan, kami akan menjamin

kerahasiaan dari jawaban yang saudara/i berikan dalam

kuesioner ini.

Untuk itu, saya mengharapkan kesediaan saudara/i sekalian

untuk mengisi kuesioner ini sebagai data yang akan kami

gunakan dalam penelitian ini. atas kesediaan dan kerjasamanya,

saya ucapkan terimakasih.

Tim Peneliti,

(Kelompok 8)

Page 16: Kuantitatif Fingerprint

II. Petunjuk Pengisian Kuesioner

1. Kuesioner ini semata-mata untuk keperluan akademis, mohon

dijawab dengan jujur

2. Bacalah dan jawablah semua pertanyaan dengan teliti tanpa

ada yang telewatkan

3. Kuesioner ini tidak ada jawaban yang ‘benar’ dan ‘salah’.

4. Berilah tanda (X) pada kolom jawaban yang telah

disediakan

III. Data Responden

1. Jenis Kelamin :

a. Laki-laki b. Perempuan (*

silang salah satu

2. Angkatan di JPP :

a. 2009 b. 2010 c. 2011

(* silang salah satu

3. Jarak dari Rumah/Kos/Asrama ke Kampus :

a. Kurang dari 1 KM b. 1 – 2 Km c. 2,1 - 3

Km d. lebih dari 3 KM (* silang salah satu

4. Kendaraan yang anda gunakan saat pergi ke kampus :

(*silang salah satu

a. Mobil Pribadi b. Motor c. Sepeda d.

Jalan Kaki e. Angkutan Umum

f. Lainnya …..

Variabel X = tentang finger print

Page 17: Kuantitatif Fingerprint

Akurat

Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

1. diterapkannya fingerprint,

melakukan absensi menjadi

lebih praktis2. diterapkannya fingerprint

mampu meminimalisir peran manusia

3. menggunakan fingerprint absensi menjadi mudah

4. menggunakan fingerprint, absensi menjadi cepat?

Praktis

Sangat Setuju

setuju

TidakSetuju

Sangat tidak setuju

5. fingerprint memilikiketelitian yang tinggi

6. Fingerprint memiliki akurasi yang tinggi dalam merekam data

Sekuritas Tinggi

Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

7. sistem sidik jari memiliki resiko paling kecil untuk dimanipulasi.

Page 18: Kuantitatif Fingerprint

8. Keamanan penggunaan fingerprint dari pihak-pihak yang tidak berhak mampu di kendalikan.

Variabel Y= tentang kehadiran mahasiswa

Hadir di Kelas

Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

9. Sejak diterapkannyafingerprint, saya terusmengikuti perkuliahansecara penuh.

10. Sejak diterapkannya fingerprint, saya pernah meninggalkan kelas lebih awal.

11. Setelah diterapkannya fingerprint, saya masuk ke kelas pada waktu yang telahdisepakati oleh pihak akademik maupun dosen

Kejujuran Absensi

Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

12. sejak diterapkannya fingerprint, saya pernah melakukan pemalsuan tanda tangan pada presensi

Page 19: Kuantitatif Fingerprint

Laporan Hasil Penelitian

1. Deskripsi Subjek Penelitian

2. Deskripsi Item Penelitian

3. Kategorisasi Skor Variabel Penelitian

4. Uji Hubungan Variabel Penelitian

1. Subjek Penelitian

Jenis KelaminLaki-laki : 31Perempuan : 38Total

: 69

Jenis KendaraanMotor

: 55Sepeda

: 7Jalan Kaki

: 5Angkutan Umum : 1Lainnya : 1Total

: 69

Jarak ke Kampus<1 Km

: 181-2 Km : 122,1-3 Km : 8>3 Km

Page 20: Kuantitatif Fingerprint

: 31Total

: 69

2. Item Penelitian

Variabel X= Fingerprint

Akurat

Pertanyaan Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

Total

1. diterapkannya

fingerprint, melakukan

absensi menjadi lebih

praktis

4 19 40 6 69

2. diterapkannya fingerprintmampu meminimalisir peranmanusia

3 32 33 1 69

3. menggunakan fingerprint absensi menjadi mudah

5 14 45 5 69

4. menggunakan fingerprint, absensi menjadi cepat?

1 6 42 20 69

Praktis

Pertanyaan Sangat Setuju

setuju

TidakSetuju

Sangat tidak setuju

Total

5. fingerprint memilikiketelitian yang tinggi

5 35 26 3 69

6. Fingerprint memiliki akurasi yang tinggi dalam merekam data

8 38 18 5 69

Sekuritas Tinggi

Pertanyaan Sang setu Tidak Sangat Tota

Page 21: Kuantitatif Fingerprint

at Setuju

ju setuju

tidak setuju

l

7. sistem sidik jari memiliki resiko paling kecil untuk dimanipulasi.

5 32 22 10 69

8. Keamanan penggunaan fingerprint dari pihak-pihak yang tidak berhakmampu di kendalikan.

4 35 26 4 69

Variabel Y= Kehadiran Mahasiswa

Hadir di Kelas

Pertanyaan Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

Total

9. Sejak diterapkannyafingerprint, saya terusmengikuti perkuliahansecara penuh.

10 30 24 5 69

10. Sejak diterapkannya fingerprint, saya pernah meninggalkan kelas lebih awal.

0 10 41 18 69

11. Setelah diterapkannya fingerprint, saya masukke kelas pada waktu yang telah disepakati oleh pihak akademik maupun dosen

8 42 14 5 69

Kejujuran Absensi

Pertanyaan Sangat Setuju

setuju

Tidaksetuju

Sangat tidak setuju

Total

12. sejak diterapkannya 5 13 22 29 69

Page 22: Kuantitatif Fingerprint

fingerprint, saya pernah melakukan pemalsuan tandatangan pada presensi

3. Kategorisasi Skor Variabel

Variabel X= Fingerprint

M (Mean)= 19.29

SD (Std. Deviation)= 3.277

Rendah= X<M-1SD= X<19.29-3.277= X<16.013

Sedang= M-1SD<X<M+1SD= 16.013<X<22.567

Tinggi= X>M+1SD= X>19.29+3.277= X>22.567

Rendah : 12Sedang

: 46Tinggi

: 11Total

: 69

Variabel Y= Kehadiran Mahasiswa

M (Mean)= 9.22

SD (Std. Deviation)= 1.662

Rendah= X<M-1SD= X<9.22-1.662= X<7.558

Sedang= M-1SD<X<M+1SD= 7.558<X<10.882

Tinggi= X>M+1SD= X>9.22+1.662= X>10.882

Rendah : 7Sedang

: 50Tinggi

Page 23: Kuantitatif Fingerprint

: 12Total

: 69

4. Uji Hubungan Variabel

Berdasarkan hasil analisis uji korelasi product moment

diperoleh hasil r= 0.05 pada taraf signifikansi p= 0.68

(p>0.05) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara

Perspesi Fingerprint dan kehadiran mahasiswa. Sehingga

hipotesis penelitian ditolak.