Top Banner

of 12

Kimia Koloid Antar Muka

Oct 08, 2015

Download

Documents

Milam Nurhayati

kimia koloid antar muka adalah ilmu kimia yang membahas tentang koloid, koagulasi, pengumpalan lateks, pemurnian gula dan sebagainya.
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript

KIMIA KOLOID ANTAR MUKA

KIMIA KOLOID ANTAR MUKAAPLIKASI SISTEM KOLOID DALAM PENGGUMPALAN LATEKSSistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja) merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 1000 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

SIFAT-SIFAT KOLOID Efek TyndallGerak Brown AdsorpsiMuatan koloidKoagulasiKoloid pelindungDialisisElektroforesisAPLIKASI KOLOIDPemutihan GulaMengurangi polusi udaraSebagai bahan kosmetikPenghilang Kotoran pada Proses Pembuatan SirupPenggunaan Arang AktifPerebusan TelurPembuatan YoghurtPembuatan TahuDll

SISTEM KOLOID PADA LATEKSLateks merupakan suatu sistem koloid dimana terdapat partikel karet yang dilapisi oleh protein dan fosfolipid yang terdispersi di dalam serum. Lateks terdiri dari 25-45% hidrokarbon karet selebihnya merupakan bahan-bahan bukan karet. Karet alam yang umum dikenal adalah policis-1,4-isoprenPoliisopren yang dikenal ada 2 jenis yakni:1. Cis-1,4 poliisopren (karet alam)2. Trans-1,4 poliisopren (gutta perca)

Sistem koloid lateks terbentuk karena adanya lapisan lipida yang teradsorpsi pada permukaan partikel karet (lapisan primer) dan lapisan protein pada lapisan luar (lapisan sekunder) memberikan muatan pada permukaan partikel koloid. Lapisan pelindung lipida, protein, dan lapisan sabun asam lemak tersebut bertindak sebagai pelindung partikel karet dengan molekul air menghasilkan sistem dispersi koloid yang mantap. Jika terjadi pembentukan gel, flokulasi, koagulasi maka hal ini menunjukkan bahwa stabilitas koloid lateks terganggu atau rusak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lateks adalah sebagai berikut :Adanya kecenderungan setiap partikel karet berinteraksi dengan fase air (serum) misalnya asosiasi komponen-komponen bukan karet pada permukaan partikel karetAdanya interaksi antara partikel-partikel karet itu sendiri

PENGGUMPALAN LATEKSpenggumpalan lateks biasa juga menggunakan obat anti koagulasi (anti koagulan) untuk mencegah terjadinya prakoagulasi. Tetapi pemakaian anti koagulan ini harus dibatasi sampai batas sekecil-kecilnya, karena biayanya cukup besar dan kadang-kadang lateks yang dibubuhi anti koagulan memerlukan obat koagulan (misalnya asam semut) yang terpaksa kadarnya harus dinaikkan. Penambahan asam yang berlebihan dapat juga menghambat proses Pengeringan. Penggumpalan dengan cara penetralan muatan dalam lateks dapat juga terjadi dengan sendirinya akibat kontaminasi dengan mikroba yang terdapat disekelilingnya.

Penggumpalan dapat juga terjadi dengan cara dehidrasi yaitu dengan menambahkan alkohol yang bersifat menarik air. Penggumpalan dapat juga dilakukan dengan penambahan larutan elektrolit bermuatan positif yang dapat menetralkan muatan negatif dari sistem koloid seperti kalsium dan magnesium. Adapun bahan-bahan pengumpal lateks yang sering digunakan adalah asam asetat (CH3COOH) dan asam formiat ( HCOOH).

TERIMA KASIH