Top Banner
Thoufan Pratama, SKM http://thoufanpratama.blogspot.com [email protected] [email protected]
40

hubungan variabel

Jun 24, 2015

Download

Education

thoufan pratama
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: hubungan variabel

Thoufan Pratama, SKM

http://[email protected]

[email protected]

Page 2: hubungan variabel

PENGERTIAN

Ialah apabila dalam suatu set peristiwa terjadi perubahan pada salah satu variabel yang

memungkinkan terjadinya perubahan pada variabel lain nya dengan arah / sifat tidak

diketahui.

KONSEP HUBUNGAN

Page 3: hubungan variabel

ILLUSTRASI

Apabila variabel ( X ) mengalami perubahan maka kemungkinan yang akan terjadi pada Variabel ( Y ) adalah :

o Variabel Y tidak mengalami oleh variabel variabel X

o Varibal Y diharapkan selalu mengikuti variabel X

o Variabel X satu-satunya penyebab dari variabel Y

o Variabel X adalah salah satu penyebab dari beberapa var. lainnya.

o Var. Y sangat mungkin untuk muncul sesudah var X walaupun tidak selalu.

KONSEP HUBUNGAN

Page 4: hubungan variabel

SYARAT HUBUNGAN1. Variabel yang terlibat dalam peristiwa hubungan harus memiliki

“ CIRI YANG SESUAI “.

ILLUSTRASI

BERSINGGUNGAN, (Bentuk sama tetapi ciri tidak sesuai)

BERHUBUNGAN, (Bentuk sama dan ciri sesuai)

BERHUBUNGAN, (Bentuk sama dan ciri sesuai)

Page 5: hubungan variabel

1) HUBUNGAN SEARAH

PERUBAHAN nilai variabel kearah sumbuh (X) menyebabkan perubahan yang sesuai kearah sumbu ( Y )

X

YSYARAT HUBUNGAN

2. Arah hubungan Variabel yang terlibat dalam peristiwa hubungan “ TIDAK DIKETAHUI “.

y

Y = a + bx

Page 6: hubungan variabel

2) HUBUNGAN TIDAK SEARAH

PERUBAHAN nilai variabel kearah sumbuh (X) menyebabkan perubahan yang tidak sesuai kearah sumbu ( Y )

X

YSYARAT HUBUNGAN

2. Arah hubungan Variabel yang terlibat dalam peristiwa hubungan “ TIDAK DIKETAHUI “.

y

Y = a + bx

Page 7: hubungan variabel

BENTUK HUBUNGAN1. LINEAR FORM ( Garis Lurus )

2. CURVA LINEAR (Garis lengkung positif)

x

Y

x1 x2

Y1

Y2

Y = a + bx + cx2

Page 8: hubungan variabel

BENTUK HUBUNGAN1. LINEAR FORM ( Garis Lurus ) 2. 2. CURVA LINEAR (Garis lengkung negatif)

x

Y

x1 x2

Y1

Y2

- Y = a + bx + cx2

Y3

x3

Page 9: hubungan variabel

Ialah apabila variabel ( x ) berubah menghasilkan perubahan pada variabel ( Y ) pada suatu kecepatan yang dipercepat

KEKUATAN POSITIF

Y

X

BENTUK HUBUNGAN3. POWER FUNCTION ( Fungksi kekuatan )

X1 X2 X3

Y1

Y2

Y3

Page 10: hubungan variabel

Ialah apabila variabel ( x ) berubah menghasilkan perubahan pada variabel ( Y ) pada suatu kecepatan yang dipercepat

KEKUATAN NEGATIF

Y

X

BENTUK HUBUNGAN3. POWER FUNCTION ( Fungksi kekuatan )

X1 X2 X3

Y1

Y2

Y3

Page 11: hubungan variabel

ASSOSIASI

KAUSAL

FUNGSIONAL

STRUKTURAL

KEBETULAN

SIFAT HUBUNGAN

Page 12: hubungan variabel

SIMETRIS

ASIMETRIS

TIMBAL BALIK

JENIS HUBUNGAN

Page 13: hubungan variabel

Apabila dua buah variabel yang diamati hubungannya keduanya bersifat “Independen “.

IILUSTRASI

Hubungan komitmen kerja dan kepuasan kerja dengan Kepuasan pasien pada RS (x)

KOMITMENT KERJA

KUALITAS PELAYANANVARIABEL

INDEPENDENVARIABEL DEPENDEN

HUBUNGAN SIMETRIS

KEPUASAN KERJA

Keadaan psikologis yg dialami dlm yan

Kepercayaan, keterlibatan, dan Loyalitas

Page 14: hubungan variabel

Apabila dua buah variabel yang diamati hubungannya keduanya bersifat “Independen “.

IILUSTRASI

Hubungan komitmen kerja dan kepuasan kerja dengan Kepuasan pasien pada RS (x)

KOMITMENT KERJA

KUALITAS PELAYANANVARIABEL

INDEPENDENVARIABEL DEPENDEN

HUBUNGAN SIMETRIS

KEPUASAN KERJA

Keadaan psikologis yg dialami dlm yan

Kepercayaan, keterlibatan, dan Loyalitas

Page 15: hubungan variabel

Apabila dua buah variabel yang diamati hubungannya dimana kedudukan variabel “ Independen “ dapat menjadi “ Dependen dan sebaliknya.

ILLUSTRASI

Hubungan penggunaan pelayanan antenatal dengan komplikasi kehamilan

KOMPLIKASI KEHAMILAN

PEMANFAATAN YAN ANC

INDEPENDEN

INDEPENDEN

DEPENDEN

DEPENDEN

HUBUNGAN TIMBAL BALIK

Page 16: hubungan variabel

Apabila hanya dua buah variabel yang diamati hubungannya, baik berupa hubungan simetris, asimetris, atau timbal balik.

ILLUSTRASI

VARIABEL, INDEPENDEN.

VARIABEL DEPENDEN

KUALITAS PELAYANAN

KEPUASAN PASIEN

TIPE HUBUNGAN

HUBUNGAN BIVARIAT

Page 17: hubungan variabel

1. TANGIBLES

3. RESPONSIVENESS

2. RELIABILITY

4. EMPHATY

KUALITAS JASA PELAYANAN

KEPUASAN PASIEN

ATRIBUT/ SIMBOL

SUB DIMENSI TANGIBLES

SUB DIMENSI RELIABILITY

SUB DIMENSI RESPONSIVENESS

SUB DIMENSI EMPHATY

5. ASSURANCE

SUB DIMENSI ASAURANCE

TIPE HUBUNGAN

HUBUNGAN MULTIVARIATApabila beberapa variabel independen berhubungan, satu variabel Dependen atau sebaliknya.

VARIABEL. INDEPENDEN VARIABEL.

DEPENDEN

Page 18: hubungan variabel

(1) KEKUATAN ASSOSIASI

(2) KONSISTENSI

(3) SPESIFISITAS

(4) KRONOLOGIS WAKTU

(5) EFEK DOSIS RESPONS

(6) HIPOTESIS LOGIS SEC.BIOLOGIS

(7) KOHERENSI BUKTI-BUKTI

(8) BUKTI-BUKTI EXPERIMENTAL

(9) ANALOGI

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 19: hubungan variabel

ASSOSIASI

Hubungan antara paparan dan akibat kuat hubungan kausal kuat.

Berarti pengaruh kesalahan RANDOM dan SISTEMATIK yang tidak terduga dan tdk terkontrol makin kecil.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 20: hubungan variabel

ASSOSIASI

Hubungan yang lemah tidak berarti tidak ada hubungan tetapi sifatnya lemah yang dimungkinkan oleh Peran PELUANG, BIAS,dan KERANCUAN cukup besar untuk MENDISTORSI hasil.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 21: hubungan variabel

KONSISTENSI

Semakin konsisten hasil penelitian dengan hasil riset lainnya pada populasi dan lingkungan yang berbeda makin kuat keyakinan tentang Hubungan kausal.

Inkonsistensi tidak berarti non kausal, agen baru dapat mewujudkan pengaruhnya jika terdapat aksi penyebab komplementer yang menciptakan kondisi yang mencukupi untuk terjadinya penyakit tersebut.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 22: hubungan variabel

SPESIFISITAS

Semakin spesifik efek paparan makin kuat keyakinan tentang Hubungan kausal.

Semakin spesifik penyebab makin kuat kesimpulan hubungan kausal

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 23: hubungan variabel

KRONOLOGIS WAKTU

Hubungan kausal harus menunjukkan sekuen waktu yang jelas, yakni paparan faktor penelitian (antesedent) mendahului kejadian penyakit ( konsokuent ).

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 24: hubungan variabel

EFEK DOSIS RESPON

Perubahan intensitas paparan yang selalu diikuti oleh perubahan frekuensi penyakit menguatkan kesimpulan hubungan kausal.

Tidak terpenuhinya dosis respon tidak menyingkirkan kemungkinan hubungan kausal.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 25: hubungan variabel

KREDIBILITAS HIPOTESIS BIOLOGIS

Keyakinan hubungan kausal antara paparan dan penyakit makin kuat jika ada dukungan pengetahuan biologik.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 26: hubungan variabel

KOHERENSI

Makin koheren dengan pengetahuan tentang riwayat alamiah penyakit, makin kuat Keyakinan hubungan kausal antara paparan dan penyakit

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 27: hubungan variabel

BUKTI EKSPERIMEN

Dukungan temuan riset experimen memperkuat kesimpulan tentang Keyakinan hubungan kausal antara paparan dan penyakit

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 28: hubungan variabel

ANALOGI

Kriteria analogi kurang kuat untuk mendukung hubungan kausal. Sebab imajinasi para ilmuan banyak menciptakan gagasan dengan akibat analogi menjadi tidak spesifik untuk mendukung hubungan kausal.

KRITERIA HUBUNGAN VARIABEL

Page 29: hubungan variabel

PENGERTIAN

Ialah apabila dalam suatu set peristiwa terjadinya perubahan pada satu variabel (independen) menyebabkan perubahan pada variabel lain (dependen) , dengan

arah yang diketahui.

PENGARUH VARIABEL

Page 30: hubungan variabel

Variabel Independen selalu mendahului variabel Dependen dalam suatu set peristiwa.

Variabel independen dan Dependennya diukur pada titik waktu yang berbeda

Arah hubungan sebab akibat dari variabel diketahui dan dapat diukur.

PENGARUH VARIABEL

SYARAT PENGARUH

Page 31: hubungan variabel

Apabila hanya dua buah variabel yang diamati hubungannya, baik berupa hubungan simetris, asimetris, atau

timbal balik.

Illustrasi

Indep. Dependen

Pemberian tablet Fe Anemia

TIPE HUBUNGAN: Hubungan Bivariat

Page 32: hubungan variabel

Apabila beberapa variabel independen berhubungan, satu variabel Dependen

atau sebaliknya.Illustrasi Indep.

Dependen

Obesity

Pola Makan

Rokok

Alkohol

Hipertensi

TIPE HUBUNGAN: Hubungan Multivariat

Page 33: hubungan variabel

PARADIGMA HUBUNGAN VARIABEL

Adalah hubungan antar beberapa variabel baik simetris , asimetris maupun timbal balik, yang disusun dalam suatu model untuk mengetahui kedudukan hubungan, besarnya hubungan, atau pengaruh masing-masing variabel yang terlibat.

Page 34: hubungan variabel

Tata ruang Kantor

Kepemimpinan

Kelancaran Kerja

r1

r2

r R

PARADIGMA Ganda dengan dua variabel independen dan satu

Dependen

Page 35: hubungan variabel

Pemahaman pada tugas

Keputusan kerja

Produktivitas kerja

r1

r3

r6

RKepemimpinan

r2

r4

r5

X1

X2

X3

Y

PARADIGMA Ganda dengan tiga variabel independen dan satu

Dependen

Page 36: hubungan variabel

Keputusan kerja

Kematangan kerja

r1

r2

r3

X

Y2

Y1

Tkt. Pendidikan pegawai

PARADIGMA Ganda dengan satu variabel independen dan dua Dependen

Page 37: hubungan variabel

Pendidikan

PengalamanKualitas kerja

r1

r3

r6

r2

r4

r5

X1

X2

Kepemimpinan

Y1

Y2

PARADIGMA Ganda dengan dua variabel independen dan dua Dependen

Page 38: hubungan variabel

IQ

Prestasi belajar

Status gizi

Status Sosial Ekon.

0,57

0,33

0,500,30

0,41

0,16

PARADIGMA Jalur dengan teknik analisis menggunakan PATH ANALYSIS

Page 39: hubungan variabel

Sosek

IQ

Kualitas guru

Fasilitas Sekolah

Motivasi berprestasi

Aspirasi pendidikan & jabatan

Prestasi belajar

PARADIGMA antar Ubahan Model Recursive

Page 40: hubungan variabel

Wassalam…,