Top Banner
i HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI KARYA TULIS ILMIAH Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Program Studi Diploma III Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari OLEH: ERSA DWI ROSMALINA P00324013008 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KENDARI JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI D-III 2016
53

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

Aug 23, 2020

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

i

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIKDENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI

PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikanPendidikan Program Studi Diploma III Kebidanan

Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari

OLEH:

ERSA DWI ROSMALINAP00324013008

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN KENDARI

JURUSAN KEBIDANANPROGRAM STUDI D-III

2016

Page 2: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

iiiiii

Page 3: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

iiiiiiiii

Page 4: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

iv

RIWAYAT HIDUP

A. IDENTITAS DIRI

1. Nama : Ersa Dwi Rosmalina

2. Tempat/Tanggal Lahir : Kendari, 10 maret 1996

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Islam

5. Suku/Kebangsaan : Tolaki Indonesia

6. Alamat : Jl.Jambu Putih Kelurahan Anggoeya

Kecamatan Poasia

B. PENDIDIKAN

1. SD Negeri 5 Poasia Tamat Tahun 2007

2. SMP Negeri 5 Kendari Tamat Tahun 2010

3. SMA Negeri 2 Kendari Tamat Tahun 2013

4. Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Jurusan Kebidanan

Tahun 2013 sampai sekarang

Page 5: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

v

ABSTRAK

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGANPERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI

Ersa Dwi Rosmalina1, Halijah2, Feryani2

Latar Belakang : Kontrasepsi merupakan cara untuk mencegah danmenjarangkan kehamilan serta merencanakan jumlah anak untuk meningkatkankesejahteraan keluarga sehingga dapat memberikan perhatian dan pendidikanyang maksimal pada anak. Setiap jenis kontrasepsi yang digunakan mempunyaikelebihan dan kekurangan. Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi yangpaling sering dipilih wanita dalam mengatur dan menjarangkan kehamilan. Efeksamping penggunaan kontrasepsi suntik dapat menyebabkan peningkatan beratbadan.Tujuan Penelitian : untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi suntikdengan perubahan berat badan ibu di Puskesmas Labibia Kota Kendari.Metode Penelitian : Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional pada78 ibu akseptor suntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari.Hasil Penelitian : Penggunaan kontrasepsi suntik yang ≤12 bulan 74,4% dan >12bulan 25,6%. Berat badan ibu akseptor KB Suntik yang mengalami kenaikanberjumlah 51,3% dan yang tidak mengalami kenaikan berjumlah 48,7%. Hasil Ujichi square diperoleh χ2hitung>χ2tabel (6.056>3,841) dan nilai ρvalue=0,014.Kesimpulan : Ada hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik denganperubahan berat badan pada ibu akseptor suntik di Puskesmas Labibia KotaKendari.

Kata Kunci : Kontrasepsi Suntik, Berat BadanDaftar Pustaka :

1. Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Kebidanan2. Dosen Poltekkes Kemenkes Kendari Jurusan Kebidanan.

Page 6: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayahNya

sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan judul

Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik dengan Perubahan Berat

Badan di Puskesmas Labibia Kota Kendari sebagai salah satu syarat

menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di Politeknik Kesehatan

Kemenkes Kendari.

Karya tulis ilmiah yang dibuat, banyak mendapat bantuan dari

pembimbing saya Ibu Halijah, SKM, M.Kes sebagai pembimbing I dan Ibu

Feryani, S.Si.T, MPH sebagai pembimbing II atas waktu dan kesempatan

dalam memberikan bimbingan dan arahan selama proses penyusunan

karya tulis ilmiah. Terima kasih yang mendalam tidak lupa penulis

sampaikan kepada :

1. Petrus, SKM, M.Kes., selaku Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes

Kendari.

2. Halijah, SKM, M. Kes selaku Ketua Jurusan kebidanan Politeknik

Kesehatan Kemenkes Kendari.

3. Ida Miswati SKM,MM.Kes selaku Kepala Puskesmas Labibia atas ijin

yang diberikan kepada penulis untuk melakukan penelitian.

4. Kepala ruangan dan staf bidan Poli KIA/KB Puskesmas Labibia atas

kerjasama yang diberikan selama penulis melakukan penelitian.

Page 7: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

vii

5. Sitti Aisa Am,Keb,S.Pd,M.Pd, Hj, Nurnasari P, SKM, M.Kes dan Hj.

Sitti Zaenab, SKM ,SST, M.Keb sebagai penguji karya tulis ilmiah atas

saran dan kritik untuk kelengkapan penulisan karya tulis ilmiah.

6. Seluruh Dosen dan Staf Pengajar Politeknik Kesehatan Kemenkes

Kendari yang telah memotivasi dan memberikan ilmu pengetahuan

selama penulis mengikuti pendidikan.

7. Ayahanda Udin, S.E dan Ibunda tercinta Nuriyati, serta saudara-

saudara saya atas doa, cinta kasih dan dukungan kepada penulis

selama menempuh pendidikan hingga saat ini.

8. Teman-teman Mahasiswa D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes

Kendari angkatan 2013 terkhusus untuk sahabatku Ulmi, Elsa, Erna,

Desi, Devi, Yuli, Lian dan teman-temanku tingkat III.A tercinta dan

lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu atas dukungan dan

kerja sama kepada penulis selama penulis menempuh pendidikan

dibangku kuliah dan sampai pada penyelesaian Karya Tulis Ilmiah.

Penulis menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmiah masih banyak

kekurangan, untuk itu diharapkan saran dan kritik dari pembaca. Untuk

kesempurnaan penulisan. Akhir kata penulis berharap semoga membawa

manfaat bagi pembaca.

Kendari, Agustus 2016

Penulis

Page 8: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... iii

RIWAYAT HIDUP .................................................................................. iv

ABSTRAK .............................................................................................. v

KATA PENGANTAR .............................................................................. vi

DAFTAR ISI .......................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................... x

DAFTAR TABEL ................................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................... 1

B. Rumusan Masalah ............................................................... 3

C. Tujuan Penelitian ................................................................. 3

D. Manfaat Penelitian ............................................................... 4

E. Keaslian Penelitian .............................................................. 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Kontrasepsi ........................................................... 5

B. Tinjauan Kontrasepsi Suntik ............................................... 7

C. Berat Badan ........................................................................ 13

D. Perubahan Berat Badan dan Kontrasepsi Suntik ............... 14

E. Landasan Teori…………………………………………………. 17

F. Kerangka Teori .................................................................... 19

G. Kerangka Konsep ............................................................... 20

H. Hipotesis ............................................................................ 20

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ................................................................... 21

B. Waktu dan Tempat Penelitian .............................................. 21

C. Populasi dan Sampel ........................................................... 21

Page 9: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

ix

D. Variabel Penelitian................................................................ 22

E. Data Penelitian ................................................................... 23

F. Definisi Operasional ............................................................. 24

G. Instrumen Penelitian ............................................................ 23

H. Jenis dan Pengumpulan Data .............................................. 24

I. Pengolahan Data.................................................................. 24

J. Analisis Data ........................................................................ 24

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Tempat Penelitian ................................. 27

B. Hasil Penelitian..................................................................... 29

C. Pembahasan ...................................................................... 31

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ........................................................................ 33

B. Saran ................................................................................... 33

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 10: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Kerangka Teori .................................................... 17

Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian ............................... 18

Gambar 3. Rancangan Penelitian Cross Sectional ................ 19

Page 11: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Penggunaan Kontrasepsi Suntik di

Puskesmas Labibia Kota Kendari28

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Perubahan Berata Badan Akseptor

Suntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari28

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Perubahan Berat Badan Akseptor

Suntik dengan Berat Badan Tidak Naik di Puskesmas

Labibia Kota Kendari

29

Tabel 4. Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan

perubahan berat badan di Puskesmas Labibia Kota

Kendari

29

Page 12: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Kuesioner Penelitian

2. Surat Ijin Penelitian

3. Data Hasil Penelitian

4. Hasil Analisis Paket Program SPSS

5. Surat Keterangan Telah Meneliti

Page 13: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xiii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kontrasepsi merupakan cara untuk mencegah dan menjarangkan

kehamilan serta merencanakan jumlah anak untuk meningkatkan

kesejahteraan keluarga sehingga dapat memberikan perhatian dan

pendidikan yang maksimal pada anak. Setiap jenis kontrasepsi yang

digunakan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pemilihan kontrasepsi

harus disesuaikan dengan status kesehatan wanita, efek samping,

konsekuensi terhadap kehamilan yang tidak diinginkan, kerja sama pasangan

dan norma budaya mengenai kemampuan mempunyai anak (Maryani, 2008).

Efek samping suatu metode kontrasepsi perlu dipertimbangkan dalam

menentukan keputusan terhadap keberlangsungan pemakaian kontrasepsi

sehingga perlu diupayakan perlindungan efek samping (Hartanto, 2010).

Kontrasepsi suntik Depo Medroksi Progesteron Acetat (DMPA) dan

Cyclofem merupakan salah satu kontrasepsi yang paling sering dipilih wanita

dalam mengatur dan menjarangkan kehamilan (Hartanto, 2005). Efek

samping yang ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi suntik diantaranya

terganggunya pola haid (amenorea, menoragia dan muncul bercak/spotting),

peningkatan berat badan dan kembalinya kesuburan lambat setelah

penghentian pemakaian (Saifuddin, 2006). Kenaikan berat badan akibat

penggunaan kontrasepsi suntik disebabkan retensi cairan oleh kurangnya

pengeluaran air dan natrium dan efek metabolik hormonal meningkatkan

nafsu makan (Wiknjosastro, 2012).

Page 14: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xiv

Efek samping penggunaan kontrasepsi suntik yang utama adalah

perubahan berat badan. Perubahan berat badan akseptor KB suntik

disebabkan hormon progesteron yang merangsang hormon nafsu makan

yang ada di hipotalamus. Nafsu makan yang berlebihan menyebabkan tubuh

kelebihan zat gizi. Kelebihan zat gizi oleh hormon progesteron dirubah

menjadi lemak dan tersimpan di bawah kulit. Perubahan berat badan akibat

adanya penumpukan lemak yang berlebih hasil sintesa dari karbohidrat

menjadi lemak (Mansjoer, 2003).

Wanita yang menggunakan kontrasepsi medroxyprogesterone

acetate (DMPA) atau KB suntik 3 bulan rata-rata mengalami peningkatan

berat badan sebanyak 11 pon atau 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak

tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian. Ibu yang beralih dari

kontrasepsi oral atau pil menggunakan kontrasepsi suntik akan mengalami

kenaikan berat sekitar 4 pon atau 2 kg badan dalam jangka waktu yang

sama (Redaksi Medis Klinik Dokter, 2016).

Data akseptor KB suntik di Indonesia sekitar 237.978. Data BKKBN

Provinsi Sulawesi Tenggara akseptor KB suntik sebanyak 14.673 dan tahun

2014 meningkat menjadi 15.254. Akseptor KB di Kota Kendari tahun 2013

sekitar 29.378 akseptor dan pengguna kontrasepsi suntik 19.321 (65,8%).

Pada tahun 2014 akseptor KB sebanyak 31.531 yang menggunakan suntik

sebanyak 21.422 (67,9%). Data Puskesmas Labibia Kota Kendari jumlah

PUS tahun 2016 berjumlah 2.246 dengan akseptor KB Suntik sebanyak 353

orang.

B. Rumusan Masalah

Page 15: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xv

Berdasarkan latar belakang di atas dirumuskan masalah penelitian

adalah “Apakah ada hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan

perubahan berat badan ibu di Puskesmas Labibia Kota Kendari ?”

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk menganalisis hubungan penggunaan kontrasepsi suntik

dengan perubahan berat badan ibu di Puskesmas Labibia Kota

Kendari.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk mengetahui penggunaan kontrasepsi pada ibu akseptor

suntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari.

b. Untuk mengetahui perubahan berat badan ibu akseptor KB

Suntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari.

c. Untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik

dengan perubahan berat badan Ibu di Puskesmas Labibia Kota

Kendari tahun 2016.

D. Manfaat Penelitian

1. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III

Kebidanan sekaligus mengaplikasikan ilmu metode penelitian analitik.

2. Sebagai informasi bagi pihak Puskesmas Labibia dalam menyusun dan

mengembangkan kebijakan pelayanan Kontrasepsi Berencana (KB).

3. Sebagai informasi bagi wanita tentang kontrasepsi suntik.

E. Keaslian Penelitian

Page 16: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xvi

Desi Ekawati. 2010. Pengaruh KB suntik DMPA terhadap peningkatan

berat badan di BPS Siti Syamsiyah Wonokarto Wonogiri. Penelitian

analitik dengan rancangan case control. Sampel penelitian adalah ibu

akseptor KB suntik 3 bulan. Perbedaan dengan penelitian yang akan

dilakukan adalah pada rancangan penelitian menggunakan cross

sectional dengan sampel penelitian adalah semua ibu akseptor KB

suntik.

Page 17: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xvii

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan tentang Kontrasepsi

Kontrasepsi berasal dari kata “kontra” yang berarti mencegah atau

melawan . Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Usaha yang dilakukan dapat bersifat sementara maupun permanen. Metode

kontrasepsi (Hartanto, 2010) terbagi atas :

1. Metode sederhana

a. Tanpa alat/obat : metode kalender, Pantang berkala, Metode

Lendir Serviks.

b. Dengan alat/obat : kondom pria, diafragma atau cap, cream,

jelly dan cairan berbusa, spons (Hartanto,2010).

2. Metode Modern

a. Kontrasepsi Hormonal : Pil KB, suntikan KB dan Implant/

Susuk

b. Kontrasepsi non Hormonal : AKDR/IUD, kontrasepsi Mantap

Pola perencanaan keluarga dalam penggunaan kontrasepsi :

1. Fase menunda atau mencegah kehamilan

Alasan menunda atau mencegah kehamilan sebaiknya pada

wanita umur <20 tahun dengan prioritas penggunaan

kontrasepsanjurkan bila calon peserta bila kontraindikasi dengan

pil oral. Ciri kontrasepsi yang diharapkan yang reversibilitas tinggi

Page 18: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xviii

artinya kembalinya kesuburan dapat lebih cepat dan terjamin

karena peserta belum mempunyai anal. Efektifitas yang tinggi

karena kegagalan dapat menyebabkan kehamilan risiko tinggi.

2. Fase menjarangkan kehamilan

Periode usia wanita antara 20-30 tahun dengan jumlah anak 2

orang dan jarak antara kehamilan adalah 2-4 tahun. Alasan

menjarangkan kehamilan karena umur 20-30 tahun merupakan

usia yang terbaik untuk hamil dan melahirkan. Ciri kontrasepsi

yang diperlukan adalah yang mempunyai efektivitas cukup tinggi,

reversibilitas cukup tinggi karena peserta mengharapkan

mempunyai anak lagi, dapat dipakai 2-4 tahun sesuai jarak

kelahiran yang dianjurkan. Tidak menghambat ASI sampai anak

usia 2 tahun.

3. Fase menghentikan atau mengakhiri kehamilan/kesuburan

Periode umur wanita usia di atas 30 tahun terutama di atas 35

tahun sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2

anak. Alasan mengakhiri kesuburan karena alasan medis, pilihan

utama adalah kontrasepsi mantap, pil oral kurang dianjurkan

karena usia ibu yang sudah tua kemungkinan timbul efek

samping dan komplikasi. Ciri kontrasepsi yang dibutuhkan

adalah efektifitas tinggi, dapat dipakai dalam jangka panjang dan

tidak menambah kemungkinan kelainan yang sudah ada (Hartanto,

2010).

Page 19: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xix

B. Tinjauan tentang Kontrasepsi Suntik

1. Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone Asetat)

a. Pengertian

Kontrasepsi suntik adalah merupakan metode kontrasepsi yang

diberikan melalui suntikan. Suntikan yang mengandung hormon

Depo Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) 150 mg

yang diberikan setiap 3 bulan (12 Minggu). Suntikan pertama

biasanya diberikan 7 hari pertama periode menstruasi atau 6

minggu setelah melahirkan.

b. Cara kerja

1) Menekan ovulasi

2) Mengentalkan lendir servik sehingga menjadi barier terhadap

spermatozoa

3) Menjadikan selaput lender rahim tipis dan atrofi sehingga dapat

mengganggu implantasi ovum

4) Mempengaruhi pergerakan ovum di dalam tuba fallopi

c. Efektifitas

Kontrasepsi suntik memiliki efektifitas tinggi, kurang dari 1 % dari

100 wanita akan mengalami kehamilan dalam 1 tahun pemakaian

DMPA. Kontrasepsi suntik sama efektifnya dengan (Pil Oral

Kombinasi) POK dan lebih efektif dari IUD.

d. Mekanisme kerja progesterone

Page 20: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xx

1) Ovulasi

Ovulasi sendiri mungkin dapat dihambat karena terganggunya poros

hypothalamus-hypophisis-ovarium karena modivikasi dari FSH dan

LH pada pertengahan siklus.

2) Implantasi

a) Implantasi mungkin dapat dicegah bila diberikan progesteron pra

ovulasi.

b) Pemberian progesteron dapat mengganggu kadar puncak FSH

dan LH, sehingga meski terjadi ovulasi, produksi progesteron

yang berkurang dari corpus luteum menyebabkan penghambatan

dari implantasi.

c) Pemberian progesterone secara sistemik untuk jangka waktu

yang lama menyebabkan endrometrium mengalami keadaan

istirahat dan keadaan atrofi.

3) Transfor gamet/ovum

a) Pengangkutan ovum dapat diperlambat bila diberikan

progesteron sebelum terjadi fertilitas.

b) Pengangkutan ovum yang lambat dapat menyebabkan

peninggian insidens implantasi ektopik (tuba) pada wanita yang

memakai kontrasepsi yang hanya mmengandung progesteron.

Page 21: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxi

4) Fungsi corpus luteum/luteolysis

Pemberian jangka lama progesteron mungkin dapat menyebabkan fungsi

korpus luteum yang non adekuat pada siklus haid yang mempunyai ovulasi.

5) Lendir serviks

a) 48 jam setelah pemberian progesteron sudah tampak lendir

serviks yang kental, sehingga motilitas dan daya penetrasi dari

spermatozoa sangat terhambat.

b) Lendir serviks yang jumlahnya sedikit dan kental ferning dan

spinbarkeit

e. Keuntungan Kontrasepsi DMPA

Saifuddin (2006) keuntungan kontrasepsi suntik DMPA antara lain

sebagai berikut :

1) Sangat efektif

2) Pencegahan kehamilan jangka panjang

3) Tidak terpengaruh pada hubungan suami istri

4) Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius

terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah

5) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI

6) Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik

7) Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

8) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul

9) Mencegah anemia

f. Kerugian kontrasepsi DMPA

Page 22: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxii

1) Pola haid yang normal dapat berubah menjadi amenorea,

pendarahan, pendarahan bercak, perubahan dalam frekuensi lama

dan jumlah darah yang hilang

2) Efek pada pola haid yang tergantung pada lama pemakaian.

Pendarahan bercak berkurang dengan berjalannya waktu

sedangkan kejadian amenorea sangat besar

3) Klien sangat tergantung pada sarana kesehatan

4) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya

5) Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular

seksual

6) Terlambatnya pemulihan kesuburan setelah pemakaian dihentikan

7) Penggunaan jangka panjang akan menimbulkan perubahan pada

lipid serum dan dapat menurunkan kepadatan tulang

g. Waktu Pemberian Kontrasepsi Suntik DMPA

1) Setiap saat selama haid, asal ibu tidak hamil

2) Mulai haid pertama sampai hari ke-7 siklus haid

3) Pada ibu yang tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap

saat asalkan dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil dan ibu tidak

boleh melakukan hubungan seksual selama 7 hari setelah suntikan.

4) Ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin ganti

dengan kontrasepsi suntik, suntikan pertama dapat segera

diberikan jika dapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil.

Page 23: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxiii

5) Ibu yang sedang menggunakan AKDR dan ingin berganti cara

dengan kontrasepsi suntik, suntikan pertama dapat diberikan pada

hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid atau dapat diberikan

setiap saat setelah setelah hari ke-7 siklus haid asal yakin ibu

tersebut tidak hamil.

h. Efek Samping Kontrasepsi Suntik DMPA

1) Gangguan siklus haid

Tidak mengalami haid, pendarahan berupa tetesan/bercak-bercak,

pendarahan di luar siklus haid dan pendarahan haid yang lebih

lama dan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan karena

ketidakseimbangan hormon sehingga endometrium mengalami

perubahan histologi. Keadaan amenorea disebabkan atrofi

endometrium.

2) Jerawat pada wajah. Hal ini disebabkan progestin menyebabkan

peningkatan kadar lemak

3) Perubahan berat badan

a. Kenaikan berat badan rata-rata untuk setiap tahun bervariasi

antara 2,3-2,9 kg, pada umumnya 2kg. Bila klien mengeluhkan

terdapat kecenderungan untuk meningkat lagi, boleh dicoba

untuk menurunkan berat badan dengan mengatur pola makan.

Kenaikan berat badan kemungkinan disebabkan hormon

progesteron mempermudah perubahan karbohidrat dan gula

menjadi lemak, sehingga lemak di bawah kulit bertambah. Selain

Page 24: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxiv

itu hormon progesterone menyebabkan nafsu makan bertambah

dan menurunkan aktifitas fisik, akibatnya pemakaian suntikan

dapat menyebabkan berat badan bertambah

b. Berat badan berkurang/turun setiap tahun rata-rata penurunan

berat badan antara 1,6-1,9 kg.

4) Sakit kepala (dapat disertai gangguan penglihatan). Bila sakit

kepala ringan sedang dapat diberikan antalgin. Bila sakit kepala

sangat berat dan berulang atau tekanan darah meningkat sejak

penggunaan suntik KB, maka rujuk ke klinik/Puskesmas.

2. Kontrasepsi Suntik Depo Noretisteron (Norethindrone Enanthate) =

Noristerat.

a. Pengertian Suntik Depo Noretisteron

Suntikan KB mengandung kombinasi hormon

Medroxyprogesterone Acetate (hormon progestin) dan Estradiol

Cypionate (hormon estrogen). Mengandung 200 mg noretindron

enantat yang diberikan setiap 30 hari. Suntikan pertama diberikan

7 hari pertama periode menstruasi.

b. Kelebihan Suntik Depo Noretisteron

1) Risiko gangguan menstruasi lebih kecil dibanding suntikan 3 bulan.

2) Aman digunakan wanita dengan HIV/AIDS yang mengonsumsi obat

antiretroviral (ARV).

3) Tidak perlu repot meningat untuk memngkonsumsi pil.

c. Kerugian Suntik Depo Noretisteron

1) Butuh waktu beberapa bulan untuk mengembalikan kesuburan.

Page 25: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxv

2) Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual

termasuk HIV sehingga penggunanya masih perlu menggunakan

kondom saat berhubungan seksual.

3) Berpotensi mengakibatkan efek samping pendarahan serta menstruasi

tidak lancar atau bahkan berhenti. Setelah suntikan dihentikan,

menstruasi baru akan kembali normal sekitar 2-3 bulan kemudian.

Beberapa wanita bisa mengalami sakit kepala, nyeri pada payudara

dan pertambahan berat badan.

C. Berat Badan

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting yang

digunakan sebagai ukuran laju pertumbuhan fisik, disamping itu berat badan

digunakan sebagai ukuran perhitungan dosis obat dan makanan. Berat

badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air, dan mineral pada

tulang. Berat badan merupakan parameter yang baik dan pilihan untuk

melihat dalam waktu singkat perubahan konsumsi makanan dan kesehatan.

Perubahan berat badan adalah berubahnya ukuran berat, baik

bertambah atau berkurang akibat dari konsumsi makanan yang diubah

menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit. Perubahan berat badan dibagi

menjadi

1. Berat badan meningkat atau naik jika hasil penimbangan berat badan

lebih besar dibandingkan dengan berat badan sebelumnya.

2. Berat badan menurun jika hasil penimbangan berat badan lebih rendah

dibandingkan berat badan sebelumnya.

D. Perubahan Berat badan dengan penggunaan KB Suntik

Page 26: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxvi

Salah satu efek samping kontrasepsi suntik adalah penambahan berat

badan. Umumnya pertambahan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi

antara <1-5 kg dalam tahun pertama (Hartanto, 2010). Wanita yang

menggunakan kontrasepsi Depomedroxy progesterone acetate (DMPA) atau

dikenal KB suntik tiga bulan, rata-rata mengalami peningkatan berat badan

sebanyak 11 pon atau 5,5 kilogram dan mengalami peningkatan lemak tubuh

sebanyak 3,4% dalam waktu tiga tahun pemakaian, berdasarkan penelitian

yang dilakukan oleh University of Texas Medical Branch (UTMB) (Mansjoer,

2003). Efek samping utama pemakaian DMPA adalah kenaikan berat badan.

Sebuah penelitian melaporkan peningkatan berat badan lebih dari 2,3

kilogram pada tahun pertama dan selanjutnya meningkat secara bertahap

hingga mencapai 7,5 kilogram selama enam tahun. Sedangkan pemakaian

cyclofem berat badan meningkat rata-rata dua hingga tiga kilogram tahu

pertama pemakaian, dan terus bertambah selama tahun kedua (Varney,

2007).

Penyebab pertambahan berat badan karena bertambahnya lemak tubuh

dan bukan karena retensi cairan tubuh. Kontrasepsi DMPA (depomedroxy

progesteron acetat) merangsang pusat pengendali nafsu makan di

hipotalamus menyebabkan akseptor makan lebih banyak (Hartanto, 2010).

Pemakaian kontrasepsi suntik 1 atau 3 bulan mempunyai efek samping

utama yaitu perubahan berat badan. Faktor yang mempengaruhi perubahan

berat badan akseptor KB suntik akibat pengaruh hormonal dalam KB suntik

sehingga merangsang hormon nafsu makan yang ada di hipotalamus. Nafsu

makan yang lebih banyak dari biasanya tubuh akan kelebihan zat-zat gizi.

Kelebihan zat-zat gizi dirubah menjadi lemak dan disimpan di bawah kulit.

Page 27: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxvii

Perubahan berat badan akibat adanya penumpukan lemak yang berlebih

hasil sintesa dari karbohidrat menjadi lemak (Mansjoer, 2003).

Efek samping utama pemakai kontrasepsi suntik adalah kenaikan berat

badan. Hasil penelitian menunjukkan kenaikan berat badan selama

penggunaan DMPA, hal ini disebabkan kontrasepsi suntik mengandung

hormon progesteron dan estrogen yang merangsang pusat nafsu makan

yang ada di hipotalamus. Bertambahnya nafsu makan maka karbohidrat yang

dikonsumsi dan tidak diubah dalam bentuk energi maka dirubah menjadi

lemak yang menyebabkan penumpukan lemak dan menyebabkan berat

badan bertambah.

Perubahan berat badan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Secara

umum faktor tersebut dapat dibagi atas dua golongan besar yaitu faktor

intern dan faktor ekstern :

1. Faktor internal adalah faktor yang dapat mempengaruhi berat

badan seseorang dan bersumber dari atau pada tubuh, terbagi 4

bagian yaitu usia, kejiwaan dan hereditas. Usia tertentu akan

sejalan dengan bertambahnya grafik umur. Aspek kejiwaan

(psikologis) juga dominan dalam mempengaruhi kerja metabolism

di dalam tubuh. Hereditas dapat terjadi jika dalam suatu keluarga

timbul sifat dominasi dalam hal menurunkan bentuk fisik

keturunannya.

Page 28: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxviii

2. Faktor eksternal adalah semua faktor yang dapat berpengaruh

terhadap perubahan berat badan secara langsung dan bersumber

dari luar tubuh.

a. Makanan, aneka jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari

sangat berguna dalam proses pertumbuhan berat badan.

b. Aktifitas fisik berperan penting dalam mencegah penambahan

berat badan. Aktifitas fisik dalam waktu beberapa minggu

ataupun beberapa bulan dapat menurunkan berat badan lebih

banyak dibanding yang hanya membatasi asupan kalori.

Seseorang dengan berat badan berlebih atau kegemukan agar

mengurangi asupan kalori sebesar 500 kalori daripada

melakukan aktifitas fisik untuk membakar 500 kalori setiap hari.

Banyaknya aktifitas fisik dapat membakar kalori sehingga berat

badan lebih terjaga. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang

telah kehilangan lebih dari 50 pon (23 kilogram)-atau lebih dari

lima persen berat badan dan berhasil mempertahankan selama

lebih dari dua tahun, melakukan aktifitas fisik dengan kadar

yang cukup tinggi. Banyak orang perlu melakukan lebih dari

300 menit kegiatan berintensitas sedang per minggu untuk

mencegah naiknya kembali berat badan

c. Gangguan lain yang dapat mempengaruhi berat badan misal

adanya luka yang menyebabkan perdarahan berat, kecelakaan

Page 29: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxix

yang menyebabkan rusak atau terpotongnya salah satu

anggota tubuh.

E.Landasan Teori

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha

yang dilakukan dapat bersifat sementara maupun permanen. Metode kontrasepsi

(Hartanto, 2010)

Kontrasepsi suntik adalah merupakan metode kontrasepsi yang diberikan

melalui suntikan. Suntikan yang mengandung hormone Efek samping yang

ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi suntik diantaranya terganggunya pola

haid (amenorea, menoragia dan muncul bercak/spotting), peningkatan berat

badan dan kembalinya kesuburan lambat setelah penghentian pemakaian

(Saifuddin, 2006). Kenaikan berat badan akibat penggunaan kontrasepsi suntik

disebabkan retensi cairan oleh kurangnya pengeluaran air dan natrium dan efek

metabolik hormonal meningkatkan nafsu makan (Wiknjosastro, 2012).

Efek samping penggunaan kontrasepsi suntik yang utama adalah

perubahan berat badan. Perubahan berat badan akseptor KB suntik disebabkan

hormon progesteron yang merangsang hormon nafsu makan yang ada di

hipotalamus. Nafsu makan yang berlebihan menyebabkan tubuh kelebihan zat

gizi. Kelebihan zat gizi oleh hormon progesteron dirubah menjadi lemak dan

tersimpan di bawah kulit. Perubahan berat badan akibat adanya penumpukan

lemak yang berlebih hasil sintesa dari karbohidrat menjadi lemak (Mansjoer,

2003).

Page 30: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxx

Wanita yang menggunakan kontrasepsi medroxyprogesterone acetate

(DMPA) atau KB suntik 3 bulan rata-rata mengalami peningkatan berat badan

sebanyak 11 pon atau 5,5 kg dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak

3,4% dalam waktu 3 tahun pemakaian. Ibu yang beralih dari kontrasepsi oral

atau pil menggunakan kontrasepsi suntik akan mengalami kenaikan berat

sekitar 4 pon atau 2 kg badan dalam jangka waktu yang sama (Redaksi Medis

Klinik Dokter, 2016).

Page 31: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxi

F. Kerangka Teori

Gambar 1. Kerangka Konsep Penelitian

Penggunaan

KB Suntik

Ketidakseimbangan

hormon

1.Mempermudah perubahankarbohidrat dan gula menjadilemak, sehingga lemak banyaktertumpuk di bawah kulit.

2.Merangsang pusat pengendalinafsu makan di hipotalamusmenyebabkan nafsu makanmeningkat.

Berpengaruh

terhadap berat badan

Faktor Internal :1. Hereditas/Genetik2. Metabolisme

Faktor Eksternal :1. Asupan Makanan2. Aktifitas Fisik

Page 32: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxii

G. Kerangka Konsep

Gambar 2. Kerangka Konsep Penelitian

Keterangan :

Variabel terikat : perubahan berat badan

Variabel bebas : penggunaan kontrasepsi suntik

H. Hipotesis

Ha : ada hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan

perubahan berat badan.

Penggunaan

KB Suntik

Perubahan

Berat Badan

p

Page 33: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxiii

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian analitik dengan pendekatan “cross sectional” yaitu dengan

mengamati variabel independent (penggunaan kontrasepsi suntik) dan

variabel dependent (perubahan berat badan) dalam waktu bersamaan

Gambar 3. Rancangan Penelitian Cross Sectional

B. Waktu dan Tempat penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni di Puskesmas Labibia Kota

Kendari tahun 2016.

C. Populasi dan sampel

1. Populasi

Page 34: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxiv

Populasi penelitian adalah semua akseptor suntik di Puskesmas

Labibia Kota Kendari Mei 2016 akseptor KB suntik berjumlah 353

orang.

2. Sampel

Sampel penelitian adalah akseptor KB suntik di Puskesmas Labibia

Kota Kendari. Besar sampel dihitung dengan menggunakan rumus :

Keterangan:

n=jumlah sampel, N=jumlah populasi

e=tingkat kepercayaan 10% (0,1) (Notoatmodjo S, 2005)

Perhitungan besar sampel :

n=353

1+ 353 (0,1)

n=353

1+ 353 (0,01)

n=3534,53

= 78

Bes

arnya sampel yang akan dijadikan responden dalam penelitian

berjumlah 78 orang dengan tehnik pengambilan sampel secara

accidental sampling.

D. Variabel Penelitian

1. Variabel Independen (Bebas)

n =)(1 2eN

N

Page 35: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxv

Variabel independen (bebas) adalah penggunaan kontrasepsi suntik.

2. Variabel Dependen (terikat)

Variabel terikat adalah perubahan berat badan

E. Data Penelitian

1. Data primer merupakan data yang diperoleh melalui kuesioner

untuk mengetahui riwayat penggunaan kontrasepsi suntikan dan

pengukuran berat badan secara langsung.

2. Pengumpulan data sekunder merupakan data yang diperoleh dari

pencatatan di Puskesmas Labibia Kota Kendari.

F. Definisi Operasional

1. Penggunaan kontrasepsi suntik adalah lamanya ibu menggunakan

kontrasepsi suntik sesuai data yang tercatat di register KB

Puskesmas Labibia Kota Kendari dengan kriteria :

a. >12 bulan

b. ≤12 bulan (Adriana, 2013)

2. Perubahan berat badan adalah hasil pengukuran antropometri

sebagai ukuran laju pertumbuhan fisik pada ibu yang menggunakan

kontrasepsi suntik dengan kriteria :

a. Naik : ada kenaikan berat badan

b. Tidak Naik : tidak ada kenaikan berat badan (turun/tetap)

G. Instrument Penelitian

Instrument penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari

beberapa item pertanyaan yang berisi tentang identitas responden,

Page 36: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxvi

lama penggunaan kontrasepsi dan perubahan berat badan. Data

identitas responden terdiri dari 6 pertanyaan, lama penggunaan terdiri

dari 2 pertanyaan dan perubahan berat badan terdiri dari 4

pertanyaan.

H. Jenis dan Pengumpulan Data

a. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner berupa

identitas responden, lama penggunaan dan perubahan berat

badan.

b. Data sekunder diperoleh dari dokumen Puskesmas Labibia Kota

Kendari berupa gambaran tempat penelitian.

I. Pengolahan Data

1. Editing

Editing dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dibutuhkan

sudah diisi benar, sehingga jika terjadi kekurangan atau kesalahan

data dapat mudah dikoreksi.

2. Coding

Dilakukan dengan memberi tanda atau klasifikasi pada masing-

masing jawaban dengan kode berupa angka. Selanjutnya

dimasukan ke lembaran tabel kerja untuk memudahkan pengolahan

data.

3. Entri data

Data hasil penelitian dimasukan ke dalam komputer.

4. Tabulating

Page 37: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxvii

Mengelompokkan data beserta jumlahnya berdasarkan variabel

penelitian

J. Analisis Data

1. Analisis Univariabel

Dilakukan dengan mendiskripsikan masing-masing varibel

penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase.

Perhitungan setiap variabel penelitian menggunakan rumus

(Notoatmodjo, 2007)

KxNf=X

Keterangan :

X = Jumlah persentase variabel yang diteliti

N = Jumlah sampel penelitian

F = Jumlah responden berdasarkan variabel

K = Konstanta (100%)

2. Analisis Bivariabel

Analisis bivariabel dilakukan dengan menguji ada atau tidaknya

hubungan antara penggunaan kontrasepsi suntik dengan

menggunakan uji Chi Squere untuk melihat hubungan

penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan.

Rumus Chi Squere (x2):

Page 38: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxviii

∑ (f0-fe)2

X2 =fe

Keterangan :

X2 = Chi kuadrat

fo = frekuensi observasi

fe = frekuensi harapan (Notoatmojo, 2007)

Interpretasi hasil uji dikatakan bermakna bila memenuhi kriteria :

a. Jika X2hitung > X2

tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima yang

berarti ada hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat

dengan taraf kepercayaan 95%

b. Jika X2hitung < X2

tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak yang

berarti tidak ada hubungan antara variabel bebas dan variabel

terikat dengan taraf kepercayaan 95%

Page 39: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xxxix

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Wilayah Kerja Puskesmas Labibia

1. Letak Geografis

Puskesmas Labibia merupakan puskesmas dari 15 puskesmas

yang ada di wiliyah Kota Kendari, yang berada di wilayah

Kecematan Mandonga Kota Kendari. Puskesmas Labibia terletak

di Kelurahan Labibia Kecematan Mandonga Kota Kendari pada

3.922688 Lintang Selatan dan 122.49731 Bujur Timur. Luas

wilayah kerja Puskesmas Labibia ± 60 KM2 yang berjarak ± 6 KM

dari ibu kota provinsi. Wilayah kerja Puskesmas Labibia meliputi 4

kelurahan dari 6 Kelurahan yang berada di Kecematan Mandonga

yaitu , kelurahan anggilowu, kelurahan Alolama, Kelurahan

Wawombalata, Kelurahan Labibia , di mana keuda kelurahan

tersebut yang tidak masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Labibia

adalah Kelurahan Mandonga dan Kelurahan Korumba.

Batas wilayah Puskesmas Labibia :

a. Seblah Utara : Berbatasan dengan Kec.soropia, Kab Konawe

b. Seblah Barat : Berbatasan dengan Kec. Bondoala Kab Konawe

c. Seblah selatan : Berbatasan dengan Kelurahan Mandonga

d. Seblah Timur : Berbatasan dengan gunung Nipa-Nipa

( kec, Soropia)

2. Keadaan Demografi

Page 40: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xl

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Labibia sebanyak 12479

jiwa, yang terdiri dari 6262 jiwa laki-laki dan 6217 perempuan.

3. Tenaga Kesehatan

S2 Master Manajemen Kesehatan : 1 Orang

Dokter umum : 1 orang

Dokter gigi : 1 orang

Perawat : 12 orang

Bidan : 8 orang

Perawat gigi : 1 orang

Petugas gizi : 3 orang

Asisten apoteker : 1 orang

Pengelola gudang obat : 1 orang

Petugas administrasi : 4 orang

Petugas sanitasi : 2 orang

Petugas laboratorium : 1 orang

4. Fasilitas Sarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas Labibia

Ruang Kepala Puskesmas : 1

Ruang Tata Usaha : 1

Ruang P2p : 1

Ruang Rapat : 1

Ruang Bendahara : 1

Ruangan Bersalin : 1

Page 41: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xli

Poli Umum : 1

Poli KIA : 1

Poli Gigi : 1

Klinik Gizi : 1

Ruang Register : 1

Apotik : 1

Kamar Kartu : 1

Laboratorium : 1

Polindes : 1

Posyandu ibu dan anak : 11

Posyandu Lansia : 5

B. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Juni 2016 di

Puskesmas Labibia pada 78 ibu akseptor suntik diperoleh data sebagai

berikut :

Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Penggunaan Kontrasepsi Suntik diPuskesmas Labibia Kota Kendari

PenggunaanKontrasepsi

Frekuensi Persentase

≤12 bulan 58 74,4

>12 bulan 20 25,6

Total 78 100

Sumber : Data Primer terolah

Page 42: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlii

Tabel 1 menunjukkan akseptor suntik yang telah menggunakan

kontrasepsi suntik selama >12 bulan sebanyak 25,6% dan ≤12 bulan

sebanyak 74,4%.

Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Perubahan Berat Badan AkseptorSuntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari

Perubahan

Berat Badan

Frekuensi Persentase

Naik 40 51,3

Tidak Naik 38 48,7

Total 78 100

Sumber : Data Primer terolah

Tabel 2 menunjukkan akseptor suntik yang mengalami kenaikan berat

badan selama menggunakan suntik 51,3% dan yang tidak naik (turun dan

tetap) sebanyak 48,7%.

Tabel 3: Distribusi Frekuensi Perubahan Berat Badan AkseptorSuntik dengan Berat Badan Tidak Naik di PuskesmasLabibia Kota Kendari

Berat Badan

Tidak Naik

Frekuensi Persentase

Tetap 19 50

Turun 19 50

Total 38 100

Sumber : Data Primer terolah

Page 43: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xliii

Tabel 3 menunjukkan perubahan berat badan akseptor suntik yang

berat badannya tidak naik menunjukkan 50% berat badan tetap selama

menggunakan kontrasepsi suntik dan 50% mengalami penurunan berat

badan.

Tabel 4 : Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan

perubahan berat badan di Puskesmas Labibia Kota Kendari

PenggunaanKontrasepsi

Suntik

Berat Badan Total

ΡNaik Tidak Naik

N % N % N %

≤12 bulan 25 32,1 33 42,3 58 74,4

0,014>12 bulan 15 19,2 5 6,4 20 25,6

Total 40 51,3 38 48,7 78 100

Sumber : Data Primer Terolah

Hasil uji statistik chi square menggunakan paket program SPSS

diperoleh nilai χ2hitung lebih besar dari χ2tabel (6.056>3,841) nilai

ρvalue<0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, bahwa ada hubungan

penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan ibu di

Puskesmas Labibia Kota Kendari.

C. Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara

penggunaan kontrasepsi suntik dengan peningkatan berat badan ibu.

Varney (2007) menyebutkan bahwa akseptor KB suntik akan

Page 44: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xliv

mengalami kenaikan berat badan sebesar 0,1 sampai 2,9 kg pada

tahun pertama pemakaian kontrasepsi suntik.

Penggunaan kontrasepsi suntik mempunyai efek samping

perubahan berat badan pada pemakaian jangka panjang. Perubahan

berat badan disebabkan karena hormon progesteron mempermudah

perubahan karbohidrat dan gula menjadi lemak, sehingga lemak

banyak tertumpuk di bawah kulit selain itu hormon esterogen juga

merangsang pusat pengendali nafsu makan di hipotalamus

menyebabkan nafsu makan meningkat, akseptor makan lebih banyak.

Ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 1 tahun atau lebih

mengalami pertambahan berat badan 5-10 kg (Hartanto, 2010).

Hasil penelitian menunjukkan kenaikan berat badan selama

penggunaan DMPA, hal ini disebabkan kontrasepsi suntik mengandung

hormon progesteron dan estrogen yang merangsang pusat nafsu makan

yang ada di hipotalamus. Bertambahnya nafsu makan maka karbohidrat yang

dikonsumsi dan tidak diubah dalam bentuk energi maka dirubah menjadi

lemak yang menyebabkan penumpukan lemak dan menyebabkan berat

badan bertambah.

Pengunaan DMPA yang kurang dari 1 tahun menunjukan hasil banyak

berat badan yang turun hal ini dapat di sebabkan oleh berbagai faktor antara

lain adalah faktor usia dimana berat badan akan berkurang sejalan dengan

bertambahnya usia grafik umur kita. Secara tidak langsung aspek kejiwaan

(psikologis) juga dominan mempengaruhi metabolism didalam tubuh kita,

Page 45: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlv

serta hereditas yang dapat terjadi di dalam suatu keluarga timbulnya sifat

dominasi dalam hal menurunkan bentuk fisik keturunan.

Hasil penelitian Adriana (2013) menunjukkan hubungan yang signifikan

antara penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan

di wilayah kerja Puskesmas Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk

Kabupaten Banjar. Ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan

mengalami kenaikan berat badan antara 1-5 kg tahun pertama penyuntikan

dengan rata-rata penambahan berat badan pada ibu yang menggunakan KB

suntik 3 bulan kurang dari 1 tahun adalah 2 kg dan yang lebih dari 1 tahun

adalah 3 kg.

Page 46: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlvi

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Penggunaan kontrasepsi suntik di Puskesmas Labibia Kota Kendari

yang ≤12 bulan sebanyak 74,4% dan >12 bulan sebanyak 25,64%.

2. Berat badan ibu akseptor KB Suntik di Puskesmas Labibia Kota

Kendari yang mengalami kenaikan 51,3% dan yang tidak

mengalami kenaikan 48,7%.

3. Ada hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan

berat badan di Puskesmas Labibia Kota Kendari. Hasil uji diperoleh

nilai χ2hitung>χ2tabel dan nilai ρvalue<0,05.

B. Saran

a. Pentingnya edukasi kepada ibu tentang efek samping kontrasepsi

suntik sehingga tidak terjadi drop out.

b. Ibu dengan berat badan yang berangsur-angsur turun selama 1

tahun penggunaan kontrasepsi suntik disarankan untuk berganti

cara.

c. Ibu dengan berat badan berlebih (obesitas) sebaiknya beralih ke

metode kontrasepsi lain dan lebih disarankan kontrasepsi non

hormonal.

Page 47: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlvii

DAFTAR PUSTAKA

Adriana, P. 2013. Hubungan penggunaan KB Suntik 3 bulan denganKenaikan Berat Badan pada Wanita Akseptor KB di Wilayah KerjaPuskesmas Lok Baitan. Dinamika Kesehatan Vol.12. No.12Desember 2013.

Hartanto, H. 2010. Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Jakarta :Pustaka Sinar Harapan.

Maryani. 2008. Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta: TIM.

Mansjoer. 2003. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta:Fakultas Kedokteran Universitas Indoensia.

Mochtar, R. 2010. Sinopsis Obstetri.Edisi 2, Jilid 1. Jakarta : PenerbitBuku Kedokteran EGC

Notoatmodjo, S. 2007. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Redaksi Medis Klinik Dokter. Kontrasepsi Suntikan Menyebabkan PeningkatanBerat Badan. https://www.klikdokter.com/healthnewstopics/health-topics

diakses 1 april 2016.

Saifuddin, A.B. 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Varney. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan edisi 4. Jakarta: EGC.

Wiknjosastro, H. 2012. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina PustakaSarwono Prawirohardjo.

Page 48: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlviii

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGANPERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS LABIBIA

KOTA KENDARI TAHUN 2016

I. IDENTITAS RESPONDENNama :

Umur :

Pendidikan :

Pekerjaan

Agama :

Alamat :

II. LAMA PENGGUNAAN1 Sejak kapan Ibu menggunakan kontrasepsi

suntik ?

Tgl Bln Thn

2 Berapa lama ibu menggunakankontrasepsi suntik

≤12 bulan

>12 bulan

III. PERUBAHAN BERAT BADAN1 Apakah ada perubahan berat badan sejak

menggunakan kontrasepsi suntik ?Tidak

Ya

2 Berapa berat badan ibu sebelummenggunakan kontrasepsi suntik

………….. kg

3 Berapa berat badan ibu saat ini ………..... kg

4 Bagaimana perubahan berat badan sejakmenggunakan konrasepsi suntik

Naik

Tetap

Page 49: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

xlix

Turun

Page 50: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

l

HASIL ANALISIS SPSS

Penggunaan * Berat_Badan Crosstabulation

Berat_Badan

Total1 (Naik) 2 (#Naik)

Penggunaan 1(>12 bln)

Count 15 5 20

% within Penggunaan 75.0% 25.0% 100.0%

% within Berat_Badan 37.5% 13.2% 25.6%

% of Total 19.2% 6.4% 25.6%

2(<=12 bln)

Count 25 33 58

% within Penggunaan 43.1% 56.9% 100.0%

% within Berat_Badan 62.5% 86.8% 74.4%

% of Total 32.1% 42.3% 74.4%

Total Count 40 38 78

% within Penggunaan 51.3% 48.7% 100.0%

% within Berat_Badan 100.0% 100.0% 100.0%

% of Total 51.3% 48.7% 100.0%

Chi-Square Tests

Value dfAsymp. Sig.

(2-sided)Exact Sig.(2-sided)

Exact Sig.(1-sided)

Pearson Chi-Square 6.056a 1 .014

Continuity Correctionb 4.847 1 .028

Likelihood Ratio 6.288 1 .012

Fisher's Exact Test .019 .013

Linear-by-LinearAssociation

5.979 1 .014

N of Valid Casesb 78

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 9.74.

b. Computed only for a 2x2 table

Page 51: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

li

DATA HASIL PENELITIANHUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN

PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS LABIBIA KOTA KENDARI

Resp UmurBerat Badan (Kg) Kategori Penggunaan Kategori

Sebelum Sesudah Perubahan 1=naik,2=#naik Suntik(bulan)

1>12bln,2<=12bln

1 23 45 49 4 1 17 12 39 52 53 1 1 2 23 27 45 49 4 1 11 24 29 50 56 6 1 13 15 29 48 50 2 1 16 16 36 59 62 3 1 5 27 28 58 59 1 1 4 28 21 48 50 2 1 13 19 32 58 60 2 1 4 2

10 29 51 52 1 1 5 211 30 62 65 3 1 7 212 31 53 54 1 1 13 113 31 54 56 2 1 8 214 24 50 52 2 1 4 215 26 53 61 8 1 64 116 27 51 55 4 1 51 117 30 62 65 3 1 69 118 35 52 53 1 1 1 219 25 50 50 0 2 7 220 27 50 50 0 2 10 221 21 52 52 0 2 2 222 32 60 60 0 2 4 223 28 52 52 0 2 6 224 26 50 50 0 2 12 225 32 50 50 0 2 4 226 26 58 55 -3 2 12 227 28 53 52 -1 2 5 228 28 54 51 -3 2 13 129 29 52 50 -2 2 7 230 34 61 60 -1 2 7 231 28 51 50 -1 2 11 232 32 50 49 -1 2 7 233 28 54 53 -1 2 8 234 35 58 60 2 1 7 235 35 51 54 3 1 3 2

Page 52: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

lii

36 30 56 54 -2 2 7 237 32 53 56 3 1 13 138 20 47 47 0 2 3 239 30 50 49 -1 2 26 140 29 49 49 0 2 16 141 25 50 50 0 2 2 242 19 45 50 5 1 2 243 27 52 50 -2 2 4 244 28 50 49 -1 2 7 245 34 50 50 0 2 5 246 29 58 58 0 2 3 247 25 50 50 0 2 5 248 30 59 58 -1 2 7 249 22 50 50 0 2 2 250 37 53 54 1 1 6 251 32 50 53 3 1 3 252 30 50 54 4 1 9 253 21 52 51 -1 2 4 254 34 50 50 0 2 6 255 22 51 50 -1 2 4 256 37 53 56 3 1 5 257 38 52 58 6 1 6 258 28 53 54 1 1 5 259 20 50 50 0 2 2 260 29 52 51 -1 2 7 261 34 70 75 5 1 6 262 28 40 52 12 1 6 263 28 54 65 11 1 34 164 35 38 59 21 1 40 165 29 49 67 18 1 4 266 28 72 54 -18 2 4 267 23 48 52 4 1 19 168 38 68 42 -26 2 50 169 29 55 60 5 1 9 270 37 40 44 4 1 7 271 38 56 56 0 2 9 272 26 56 57 1 1 9 273 28 50 50 0 2 3 274 37 60 70 10 1 15 175 28 50 50 0 2 10 276 39 65 67 2 1 69 177 26 50 53 3 1 23 178 23 49 48 -1 2 37 1

Page 53: HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN …repository.poltekkes-kdi.ac.id/180/1/HUBUNGAN... · v ABSTRAK HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN

liii