Top Banner
EDISI 1| TAHUN 3 | MARET 2016 Generasi Membaca Bangsa Berjaya M A J A L A H BERGERAK BERSAMA MEMBANGUN KOTA SEMARANG www.perpustakaandanarsip.semarangkota.go.id - www.majalahkreatif.wordpress.com
23

Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Oct 04, 2020

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

PENGEMBANGAN RUMAH PINTARSE - KOTA SEMARANG TAHUN 2015

EDISI 1| TAHUN 3 | MARET 2016

Generasi Membaca Bangsa Berjaya

M A J A L A H

www.perpustakaandanarsip.semarangkota.go.id - www.majalahkreatif.wordpress.com

BERGERAK BERSAMA MEMBANGUN KOTA

SEMARANG

PENGEMBANGAN RUMAH PINTARSE - KOTA SEMARANG TAHUN 2015

EDISI 1 | TAHUN 2 | SEPTEMBER 2015

Generasi Membaca Bangsa Berjaya

M A J A L A H

www.perpustakaandanarsip.semarangkota.go.id - www.majalahkreatif.wordpress.com

www.perpustakaandanarsip.semarangkota.go.id - www.majalahkreatif.wordpress.com

Page 2: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Pelindung : Walikota Semarang

Penasehat : Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Penanggungjawab : Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang

Redaksi : Endang Sri Rejeki,SH Sri Supadmi,SSos Suwardi Kurniawan,Amd

Alamat Redaksi : Gedung Pandanaran Lt.2 Jl. Pemuda No. 175 Semarang Telp. (024) 3584074, (024) 3584077 Ext.2210-2216

www.perpustakaandanarsip.semarangkota.go.id

Diterbitkan oleh : Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang

Redaksi menerima kiriman naskah/tulisan yang isinya sesuai visi dan misi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang berupa artikel,cerpen,puisi,karikatur,foto kegiatan dll. Redaksi berhak merevisi tulisan tanpa mengurangi arti dan untuk tulisan/karya yang dimuat akan mendapat imbalan. Sedangkan tulisan/karya yang tidak dimuat akan kami kembalikan bila disertai perangko secukupnya.

Susunan Redaksi

Salam Redaksi

Daftar Isi

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Alhamdulillahirobilalamin tahun 2016 ini kami bisa kembali menghadirkan Majalah KREATIF untuk Edisi 1. Tahun ini merupakan tahun ketiga penerbitan Majalah KREATIF yang tentunya kami selalu berusaha menampilkan dan menyajikan yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.

Edisi kali ini menyajikan tentang terpilihnya Bp. Hendrar Prihadi,SE.MM sebagai Walikota Semarang kemudian informasi kegiatan Kantor Perpustakaan & Arsip Kota Semarang meliputi penyelenggaraan Rakor Forum Kepala Perpustakaan & Arsip (FKPA) Kab/Kota Se- Jateng, Perpustakaan Keliling, Story Telling, Sosialisasi tentang Rumah Pintar serta ada juga artikel dari masyarakat tentang Semarang Education Expo, Mekanisme Kerja Bumerang dll.

Kami menyadari bahwa kami telah berusaha menampilkan hal-hal yang menarik tapi tentunya masih banyak juga kekurangan disana sini, untuk itu kami menerima saran dan kritik dari Pembaca demi kemajuan Majalah ini. Terima Kasih

SELAMAT MEMBACA !

Wassalamu’alaikum Wr Wb

Redaksi

Inlandsche prauwen in de haven te Semarang 1913

Perahu pribumi di pelabuhan Semarang.Difoto tahun 1913

SALAM REDAKSI 1 LAPORAN UTAMA Semarang Education Expo 2016 Digelar Di Paragon 2 Sosialisasi Dan Pembinaan Pengelolaan Rumah Pintar Pustaka Di Kelurahan Podorejo 4 Buku…..buka…..baca…..dapat Hadiah !!! 6 Pelatihan Story Telling 7 LIPUTAN KHUSUS Peranan Perpustakaan Keliling Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat 8 Jambore Pemadam Kebakaran Tingkat Nasional 11 RAKOR Forum Komunikasi Kepala Perpustakaan dan Arsip (FKPA) Kab/Kota Se - Jawa Tengah 13 COVER STORY Bergerak Bersama Membangun Kota Semarang 14 SMART INFO Nostalgia Kelereng Permainan Masa Kecil Yang Terlupakan 16 TEKNOLOGI Mekanisme Kerja Bumerang 19

SUARA PELAJAR DAN MASYARAKAT Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Semarang 2012 – 2016 28 SUARA DEWAN Revitalisasi Kota Lama Harus Perhatikan Segala Aspek 31 SEMARANG SEPANJANG SEJARAH Galeri Foto 32 INFO BALAIKOTA HUT 469 Kota Semarang Pemkot Gelar Inovasi UMKM Koperasi dan UMKM di Atrium Javamall 34 CELOTEH SI BOOKY 5 Kota Tertua di Indonesia 35 TIPS SEHAT Pare Sayur Pahit dengan Segudang Manfaat 39

�EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 3: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Laporan Utama

Semarang Education Expo kembali digelar untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2014. Pameran pendidikan kali ini diikuti

sekitar 25 lembaga pendidikan tidak hanya dari lembaga formal seperti perguruan tinggi ataupun sekolah SD-SMA ikut meramaikan pameran ini. Namun, masyarakat juga akan menemukan tempat-tempat kursus yang siap melayani kebutuhan ketrampilan tertentu untuk mendukung pendidikan formal, seperti bahasa, berhitung, musik, dan enterpreneur.

Semarang Education Expo 2016 yang diselenggarakan pada tanggal 19 - 21 Februari 2016 di Atrium Paragon Mal Semarang ini membawa tema “Teach Green : Green School Initiatives” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan atas pelestarian lingkungan dimulai dari dunia pendidikan.

SEMARANG EDUCATION EXPO 2016DIGELAR DI PARAGON

Geeks.Co sebagai penyelenggara SEE percaya bahwa sekolah merupakan medium yang tepat dalam kampanye Green Living untuk menginspirasi masyarakat umum dan tindakan pendukung yang berkelanjutan. SEE 2016 mengajak para sekolah peserta pameran untuk berpartisipasi dalam tema global ini, mulai dari tema booth, aktivitas pameran, hingga highlight acara yang telah dipersiapkan penyelenggara demi kesuksesan kampanye green living ini.

Disamping itu juga tentunya melalui pameran pendidikan ini akan dapat membantu masyarakat dalam mencari tempat menempuh ilmu untuk anaknya. Disini masyarakat bisa memilih dan bertanya atau konsultasi langsung sesuai yang mereka ingin ketahui tentang lembaga pendidikan tersebut,

Antusias masyarakat terhadap pameran ini sangat besar hal ini terlihat dengan banyaknya pengunjung selama pameran berlangsung. Selain pameran juga ada acara pendukung lainnya seperti flashmob, school performances, talk show dengan tema “let’s learn about”, green living, games, dan fashion show.

Setiap sekolah yang jadi peserta Semarang Education Expo juga berkesempatan tampil di panggung untuk memeriahkan Semarang Education Expo 2016. Di antaranya, band, tarian traditional,modern dance,drama dan choir. Penampilan tersebut sebagian dari

ekstrakulikuler. Dengan kegiatan di luar jam kelas, bakat murid-murid terus digali.chGree

Beberapa lembaga pendidikan yang mengikuti pameran ini antara lain, Yayasan Pendidikan Islam Nasima,SIS Semarang, Maria Regina School Semarang, Semarang Multinational School , Bina Bangsa School, Mondial Education, Tri Tunggal Cristian School, Universitas Multimedia Nusantara, Unika Soegijapranata, Sekolah Musik Indonesia, Daniel Creative School, Sun Education, Basic For All Learning Sempoa Sip, English First, The Bright English, Susan Budiharjo dan masih banyak lainnya.

Para peserta Semarang Education Expo 2016 sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini untuk menjaring peserta didik baru dengan memberikan keringanan khusus selama event pameran. Dengan even ini, pihak sekolah bisa menjalin komunikasi dengan masyarakat maupun calon peserta didik.

Dikirim oleh : Faladian - Murid JHS Maria Regina School Semarang

Modern Dance dari anak-anak Murid JHS Maria Regina School Semarang

Stands Semarang Education Expo 2016

� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 4: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang membangun Rumah Pintar “PUSTAKA“ di Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan

Semarang. Untuk itu Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Pengelolaan Rumah Pintar kepada warga RW IX, XI dan XII Perumahan Palir Kelurahan Podorejo sebagai warga terdekat disekitar lokasi Rumpin yang sedang dibangun dan tentunya juga sebagai calon Pengelola Rumah Pintar PUSTAKA.

Tujuan sosialisasi ini untuk memperkenalkan kepada warga tentang apa itu “Rumah Pintar” dan bagaimana cara mengelola Rumah Pintar agar nantinya Rumpin PUSTAKA dapat berjalan dengan baik sesuai harapan masyarakat.

Rumah Pintar adalah suatu tempat melakukan berbagai kegiatan dan menumbuhkembangkan masyarakat baik anak maupun orangtua yang terjadwal, termonitor, mandiri dan terpadu. Adapun tujuan penyelenggaraan

SOSIALISASI DAN PEMBINAAN PENGELOLAANRUMAH PINTAR PUSTAKA DI KELURAHAN PODOREJO

kegiatan ini yaitu : meningkatkan pemahaman pengelola Rumah Pintar sebagai satuan pendidikan nonformal, meningkatkan keterampilan pengelola dan tutor dan melakukan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat melalui sentra-sentra Rumah Pintar dan untuk mendorong kemandirian Rumah Pintar, sehingga program dan kegiatan Rumah Pintar berkelanjutan sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta mengajak masyarakat untuk turut serta mengembangkan Rumah Pintar yang ada di sekitarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan tanggal 5 Maret 2016 ini diikuti oleh warga sejumlah 40 orang terdiri dari semua Ketua RT di lingkungan RW XI, Ketua RW IX, XI , XII dan Ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kelurahan dan RT/RW sebagai peserta serta tamu undangan dari Kelurahan. Dengan menghadirkan Pengajar dari Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang yang menyampaikan materi “ Kebijakan Pengembangan Rumah Pintar” dan “Peran Tim Penggerak PKK dalam memajukan Rumah Pintar

Laporan Utama

“ . Acara yang bertempat di rumah warga ini disambut baik oleh warga sekitar dibuktikan dengan hadirnya warga dan mengikuti acara sampai selesai walaupun dilaksanakan pada hari sabtu siang yang cukup terik. Warga sangat mengharapkan adanya Rumah Pintar ini karena selama ini di wilayah tersebut belum ada wadah kegiatan untuk anak-anak dan orangtua belajar kreatif dan keahlian yang sifatnya gratis. Dengan dibangunnya Rumah Pintar ini diharapkan nantinya akan meningkatkan minat baca masyarakat, mengembangkan potensi kecerdasan anak, meningkatkan dan memberdayakan ketrampilan masyarakat berbasis potensi lokal.

Bukan hanya itu, dengan bekal ilmu yang didapatkan dari sosialisasi dan pembinaan ini, pihak Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang berharap para pengelola bisa memanfaatkan ilmu yang didapat tersebut sehingga dapat bermanfaat juga bagi pengguna rumah pintar nantinya. ( ESR )

Sumber : Liputan langsung, 5 Maret 2016

Bp. Bambang Kunhantiyo,SH.MM (Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang ) menyampaikan tentang Kebijakan pengembangan Rumah Pintar

Rumah Pintar yang sedang dibangun

Bp. Supriyadi,SH.MM (Kasie Perpustakaan) sedang menyampaikan materi

Bp. Bambang Kunhantiyo,SH.MM (Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang )

� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 5: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang sangat prihatin terhadap rendahnya minat baca dikalangan siswa

dan masyarakat saat ini yang tentunya hal ini akan berpengaruh buruk terhadap kualitas pendidikan. Kurangnya kegemaran membaca di kalangan siswa terjadi karena siswa lebih suka bermain gadget ( internet ) ketimbang disuruh membaca buku. Keberadaan internet banyak membuat anak-anak zaman sekarang menjadi kurang tanggap untuk belajar dengan menggunakan buku-buku. Mungkin banyak orang berpendapat segalanya begitu mudah diperoleh melalui internet. . Disamping itu, siswa menganggap membaca adalah hal yang membosankan. Padahal dengan membaca cakrawala intelektual kita bisa terbuka dan menjadikan kita lebih tanggap akan lingkungan sekitar.

Mengingat pentingnya membaca dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi para pelajar, maka Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang mengadakan Gerakan Pelajar Giat Membaca dan Cinta Perpustakaan dengan kegiatan “BUKU......BUKA......BACA......DAPAT HADIAH !!!”

Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan dan menarik pelajar/pengunjung untuk datang ke Perpustakaan Kota Semarang, dimana setiap pengunjung yang datang ke Perpustakaan diwajibkan untuk menulis cita-cita dan harapan untuk perpustakaan kedepan, diselembar kertas yang kemudian digantungkan pada “POHON HARAPAN” yang telah disediakan dan

nantinya pada akhir tahun akan diundi untuk mendapatkan hadiah berupa sepeda, Tas sekolah, buku dll.

Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan memberikan Surat edaran kepada para Kepala Sekolah di Kota Semarang agar menghimbau siswanya untuk berkunjung ke Perpustakaan Kota Semarang.

Minat baca bagi para pelajar wajib ditingkatkan dan wajib dipupuk karena membaca sangat menentukan bagi prestasi seorang pelajar. Bagaimana prestasi belajar siswa akan tinggi jika para siswa enggan membaca baik buku–buku yang berhubungan dengan pelajaran ataupun buku–buku lainnya yang menunjang?.

Buku adalah harta terpendam yang dapat mencerdaskan bangsa, bagaimana bangsa kita bisa cerdas jika setiap pelajarnya enggan untuk membacanya. Tinggi rendahnya minat baca suatu bangsa amat menentukan kualitas sumber daya manusia, sedangkan kualitas sumber daya manusia sangat menentukan perkembangan suatu bangsa.

Meskipun hampir di setiap sekolah memiliki perpustakaan, namun selama ini perpustakaan hanya dianggap tempat menyimpan buku. Hanya sedikit pelajar yang memiliki kesadaran untuk berkunjung ke perpustakaan pada saat waktu luang. Sebagian besar waktu luangnya digunakan untuk kongkow-kongkow atau sekedar mengobrol kanan, kiri, kalaupun ada yang berkunjung ke perpustakaan itu hanya pada saat–saat tertentu saja, misalnya pada saat ada tugas dari para guru. Para siswa belum memiliki kesadaran akan arti pentingnya membaca. ( ESR )

BUKU…..BUKA…..BACA…..DAPAT HADIAH !!!

Laporan Utama

Pelatihan Story Telling untuk Tutor / Petugas Pelayanan Perpustakaan Keliling/ Mobil Pintar diselenggarakan oleh Kantor Perpustakaan

dan Arsip Kota Semarang. Pelatihan yang diadakan � (satu) hari ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bercerita/mendongeng kepada anak-anak agar apa yang disampaikan dapat dengan mudah dipahami oleh anak-anak dan dapat memberi pesan moral yang baik kepada anak-anak. Pelatihan ini diikuti oleh �0 (sepuluh) orang Tutor Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang.Pelatihan yang diadakan pada tanggal �9 Februari �0�6 ini bertempat di Ruang rapat Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang, Gedung Pandanaran lt. � Jl. Pemuda No. �7� Semarang sedangkan materi yang diajarkan meliputi teori dan praktek yang terdiri dari Teknik dan Praktek Mendongeng serta teknik dan praktek menulis cerita. Pengajar yang didatangkan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Propinsi Jawa Tengah ini sebelum masuk ke teknik memberikan penjelasan terlebih dahulu akan arti pentingnya Story Telling.Peserta harus memahami terlebih dahulu apa itu Story Telling dan apa manfaatnya. Story telling merupakan sebuah seni bercerita yang dapat digunakan sebagai sarana menanamkan nilai – nilai pada anak yang dilakukan tanpa perlu menggurui sang anak.

Story telling merupakan suatu proses kreatif anak – anak dalam perkembangannya dan imajinasi anak yang tidak hanya mengutamakan kemampuan otak kiri tetapi juga otak kanan.Tujuan dari Story Telling adalah :�. Menumbuhkan jiwa patriotisme�. Melatih daya tangkap dan daya konsentrasi anak.�. Melatih daya pikir dan fantasi anak.�. Menciptakan suasana senang di sekolah.�. Menanamkan nilai-nilai budi pekerti/ nilai-nilai moral sejak dini6. Mengembangkan intelektual pada anak

Dalam proses story telling akan terjadi interaksi antara pendongeng dengan anak-anak karena melalui proses story telling dapat terjalin komunikasi antara pendongeng dengan anak-anak. Biasanya tutor-tutor dalam melakukan tugasnya sebagai Petugas Pelayanan Perpustakaan Keliling/Mobil Pintar juga sebagai story teller untuk anak-anak karena dengan mendongeng/bercerita dapat memberikan kesenangan dan kegembiraan pada anak. Untuk itu pelatihan ini perlu diadakan agar story teller Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang dapat menjadi Story Teller yang

professional. Story Teller dikatakan profesional apabila ia dapat :- memilih judul buku yang menarik dan mudah diingat.- menunggu kondisi yang tepat dimana anak-anak siap untuk menyimak dongeng yang akan disampaikan.- melakukan kontak mata dengan anak-anak karena dengan melakukan kontak mata anak-anak akan merasa dirinya diperhatikan dan diajak untuk berinteraksi,- mengekspresi wajahnya sesuai dengan yang di dongengkan.- melakukan gerakan-gerakan yang merefleksikan apa yang dilakukan tokoh-tokoh yang didongengkannya- menirukan suara-suara dari karakter tokoh yang didongengkan. Misalnya suara ayam, suara pintu yang terbuka.- menjaga kecepatan atau tempo pada saat story telling- menggunakan alat peraga untuk menarik minat anak-anak dalam proses story telling misalnya boneka kecil yang dipakai ditangan untuk mewakili tokoh yang menjadi materi dongeng- memberikan pesan moral kepada anak-anak dan mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan merekomendasikan buku-buku dengan tema lain yang isinya menarik.Sehingga manfaat bisa dicapai, diantaranya;�. Memberi kesenangaan dan kegembiraan mengembangkan imajinasi anak.�. Memberi pengalaman baru dan mengembangkan wawasan anak.�. Dapat memberikan pemahaman yang baik tentang diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka.�. Dapat memberi pengalaman baru termasuk di dalamnya masalah kehidupan yang ada di lingkungan anak. (ESR)

PELATIHAN STORY TELLING

Pengunjung sedang menggantungkan cita-cita & harapannya di Pohon Harapan

Kak Fitri sedang mempraktekkan gaya mendongengnya

Laporan Utama

6 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 7EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 6: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Perpustakaan umum adalah lembaga pendidikan bagi masyarakat umum dengan menyediakan berbagai informasi,

ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya sebagai sumber belajar untuk memperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebagai Perpustakaan umum, Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang memberikan berbagai jenis layanan perpustakaan sebagai sarana belajar bagi masyarakat yang penggunanya tidak terbatas pada kelompok orang-orang tertentu. Salah satu upaya yang diadakan perpustakaan umum adalah agar masyarakat yang tidak mampu dapat menikmati bacaan tanpa mengeluarkan biaya. Perpustakaan umum untuk membina masyarakat agar gemar membaca sedini mungkin, terutama anak-anak balita, anak usia sekolah dan masyarakat pada umumnya. Perpustakaan Umum menyediakan buku-buku berdasarkan kelompok usia agar sesuai dengan selera dan kebutuhannya.

Tujuan Perpustakaan umum adalah untuk membina dan mengembangkan kebiasaan

Liputan Khusus

membaca. Sementara itu, fungsinya adalah sebagai sarana penyedia informasi bagi public. Dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat dan meningkatnya kebutuhan akan informasi di era globalisasi ini, pada umumnya masyarakat perkotaan dan pedesaan semakin haus akan informasi yang akurat, tepat dan cepat, baik dalam media cetak maupun elektronik. Akan tetapi, mengingat akan adanya suatu tembok tinggi yang besar yang memisahkan keduanya, sampai sekarang masih saja terjadi sebuah kesenjangan dalam penyebaran sumber informasi. Akibatnya, tidak aneh kalau masih banyak dijumpai masyarakat pedesaan yang masih jauh tertinggal pengetahuannya. Dalam upaya pemerataan informasi, perpustakaan perlu memberikan pelayanan informasi yang tepat dan merata kepada seluruh golongan dan lapisan masyarakat. Salah satu usaha yang dilakukan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota semarang dalam mendekatkan koleksi perpustakaan kepada masyarakat adalah melalui layanan Perpustakaan Keliling ( Mobil Pintar ). Layanan ini perlu dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat, agar mereka

PERANAN PERPUSTAKAAN KELILING DALAM PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT

dapat memanfaatkan perpustakaan keliling sebagai suatu sarana pengembangan pribadi dalam pendidikan nonformal.

Perpustakaan keliling sebagai

salah satu perangkat pendidikan non formal

berupaya untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Hak untuk memperoleh Pendidikan pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Istilah pendidikan tidak hanya terbatas pada sistem pendidikan formal akan tetapi juga sistem pendidikan non-formal. Perpustakaan keliling sebagai alternatif pelayanan pendidikan khususnya pendidikan non-formal. Dengan beroperasinya perpustakaan keliling dengan maksimal dan profesional memberikan peluang yang sangat besar bagi pemenuhan hak seluruh warga negara untuk mendapatkan pelayanan pendidikan..

Perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka seperti buku dan lain-lain yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap ( Perpustakaan Umum ). Dengan demikian, perpustakaan keliling berkedudukan sebagai perluasan layanan perpustakaan umum. Tugas dan fungsinya melayani masyarakat yang belum menjangkau layanan perpustakaan menetap karena di lokasi tersebut belum terdapat perpustakaan. Maksud dan tujuan diselenggarakan perpustakaan keliling adalah untuk meratakan layanan informasi dan bahan bacaan kepada masyarakat sampai daerah terpencil dan memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada masyarakat. Manfaat perpustakaan keliling bagi masyarakat adalah untuk menyediakan bacaan –bacaan ringan tetapi bermutu. Koleksi yang tersedia berupa buku bacaan nonfiksi, fiksi dan majalah. Perpustakaan betugas menyediakan koleksi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Selain itu, perpustakaan berfungsi sebagi pusat edukatif, informasi, kebudayaan dan tempat rekreasi. Bahan-bahan pustaka merupakan

koleksi penting yang dapat memperkaya perpustakaan.

Perpustakaan keliling Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang terbuka bagi masyarakat dan sekolah-sekolah di Kota Semarang. Waktu layanannya adalah pukul 08.00 – 11.00 WIB. Layanan perpustakaan keliling yang berkualitas juga membutuhkan petugas/tutor yang handal. Petugas/tutor Perpustakaan keliling harus berupaya memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat meliputi layanan pencarian buku, layanan mendongeng (Story Telling) dll.

Perpustakaan keliling sebagai pelayanan pendidikan juga merupakan upaya mewujudkan pendidikan kemandirian. Sebab jika kita amati, tidak sedikit orang yang sukses dalam hidupnya, menjadi pemikir, ilmuan, cendikiawan, peneliti bahkan teknokrat yang bukan hanya out put-an dari pendidikan formal semata. Banyak kalangan ilmuwan yang belajar secara autodidak, belajar mandiri dengan berbagai literatur dan bahan bacaan yang diminati dan dibutuhkan, namun pada akhirnya mereka berhasil.

Pendidikan kemandirian merupakan hal elementer dan dapat langsung dialami. Kemandirian pada hakekatnya tak dapat diartikan lain dari pada gejalanya yang agak berbeda menurut situasi yang dimungkinkan, juga dikuatkan oleh pernyataan dalam literatur yang berkenaan dengan swakarya dan kerja sendiri tanpa bergantung kepada guru atau pendidik.

Pendidikan kemandirian merupakan keharusan pada dekade dewasa ini, sejauh materi yang

� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 9EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 7: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Kota Semarang menjadi tuan rumah penyelenggaraan rangkaian HUT Pemadam Kebakaran tingkat Nasional yang ke-

97. Berbagai rangkaian acara digelar untuk memperingati hari yang biasa diperingati setiap tanggal 1 Maret, diantaranya Jambore Pemadam Kebakaran Tingkat nasional. Jambore ini dilaksanakan selama 2 hari penuh, dengan peserta dari 33 Provinsi seluruh Indonesia, tak terkecuali tim dari Jawa Tengah yaitu Bakorwil

dipelajari diarahkan pada masa depan yang nyata bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat, sehingga ketergantungan dalam masalah pendidikan sedikit demi sedikit dapat diatasi.

Perpustakaan umum yang melibatkan langsung peran masyarakat akan lebih memungkinkan pemerataan pelayanan pendidikan kepada sasaran utamanya yaitu seluruh lapisan masyarakat. Lain halnya pendidikan formal yang cenderung mempunyai banyak aturan dan ketentuan, yang sudah barang tentu hanya daat dijangkau oleh kalangan/kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria atau ketentuan yang ditetapkan. Untuk tu perpustakaan keliling sebagai sarana pendidikan nonformal sangat mempunyai peluang untuk itu, ketika pendidikan formal hanya diselenggarakan pada tempat dan waktu tertentu, maka pendidikan informasi melalui perpustakaan keliling dapat menembus ruang, tempat dan waktu, jika transportasi dan peralatannya mencukupi, sehingga kemungkinan untuk mendapatkan pelayanan pendidikan bagi seluruh warga negara dapat lebih merata, kecuali daerah yang terisolir yang belum terjangkau alat transportasi.

Jika kita perhatikan kayanya akan sumber daya alam Indonesia (SDA) mungkin tidak akan terlintas pada pikiran dan benak kita akan kebodohan, keterbekalangan bahkan kemiskinan. Jangan sampai kita hidup miskin di negara kita yang kaya ini, jangan sampai kita hidup bodoh di negara yang mayoritas penduduknya mempunyai kitab suci yang memerintahkan membaca (Iqro’). Minat baca menentukan kebiasaan baca, dan kebiasaan baca menentukan kemampuan baca. Minat baca

menciptakan budaya baca. Perpustakaan keliling sebagai alternatif untuk pemasyarakatan budaya baca. Membaca dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Jika kita cermati budaya dan kebiasaan masyarakat Indonesia yang agraris, apa kegiatan masyarakat petani kita sesudah masa panen? Apa kegiatan

masyarakat petani kita sesudah masa tanam (masa tunggu)? Atau jika kita tengok pedagang kita, apa kegiatan ketika tidak ada pembeli (masa tunggu) atau mungkin ketika kita tengok pegawai publik sevice kita, apa kegiatan ketika waktu luang tidak melayani masyarakat ? atau bahkan jika kita amati apa kegiatan siswa atau mahasiswa kita setelah ujian? kita mempunyai kekayaan sumber daya alam yang begitu luar biasa (Zamrutnya katulistiwa, bagaikan tanah surga, bahkan tongkat dan batupun jadi tanaman) namun kita belum mampu mengolah atau memanfaatkan kekayaan tersebut. Sehingga tidak heran jika kita saksikan suatu daerah penghasil minyak, namun harga minyak di daerah tersebut melambung tinggi bahkan susah didapatkan. Penghasil sawit, tapi untuk mencari minyak sayur begitu sulit dan sebagainya, sehingga seolah-olah terjajah di daerah sendiri.

Perpustakaan keliling sebagai solusi saat waktu luang bagi masyarakat maupun dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dalam upaya tersebut perpustakaan keliling dapat menyediakan dan mengusahakan buku-buku yang menarik, sesuai kebutuhan masyarakat, seperti halnya buku-buku tentang teknologi sederhana tepat guna, ketrampilan tepat pakai ataupun buku-buku bermanfaat lainnya. Jika perpustakaan keliling dikelola secara optimal dan profesional serta didukung oleh seluruh komponen masyarakat, baik pemerintah, lembaga pendidikan atau unsur masyarakat lainnya, akan mempunyai peran dan andil yang signifikan bagi peningkatan mutu sumber daya manusia Indonesia. ( ESR )

Liputan Khusus

I Pati, Bakorwil II Magelang, Bakorwil III Banyumas dan Kota Semarang dengan total 37 kontingen

Sabtu sore (27/2) Walikota Hendrar Prihadi membuka pelaksanaan jambore tersebut di Lapangan Garnisun, Kalisari. Dimulai dengan apel terpusat yang dipimpin oleh Walikota Semarang. Kemudian dilanjutkan tari poco-poco yang diikuti seluruh peserta jambore,

Jambore Pemadam Kebakaran Tingkat Nasional

Tari poco-poco seluruh peserta jambore bersama Walikota dan Wakil Walikota Semarang.

�0 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 8: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Walikota Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Hevearita G Rahayu berbaur bersama meskipun lapangan becek habis terkena hujan namun tidak mengurangi semangat peserta jambore dari Sabang sampai Merauke yang memenuhi lapangan, kebersamaan dan kekompakan fire brigade yang terkenal dengan mottonya Pantang Pulang Sebelum Api Padam Walaupun Nyawa Taruhannya benar benar terlihat sore itu.

Walikota dalam sambutannya mengucapkan salamat datang kepada seluruh peserta, bagi Kota Semarang ini merupakan kehormatan karena memperoleh kesempatan menjadi tuan rumah Jambore Nasional di hari ulang tahun pemadam kebakaran ke 97.

Lanjut Walikota, diharapkan event ini menjadi media strategis bagi peningkatan kapasitas dan kapabilitas personil pemadam kebakaran, ajang pembuktian kepada masyarakat bahwa pemadam kebakaran seluruh Indonesia siap siaga menghadapi bencana ancaman kebakaran yang bisa terjadi kapan saja. “Selain itu juga memberikan fungsi edukatif kepada masyarakat mengenai tindakan preventif maupun tindakan-tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana kebakaran”, urainya

Dalam event ini juga dimeriahkan berbagai lomba diantaranya lomba Ladder Pitching, Hose Laying, Survival, Yel-Yel Pemadaman Kebakaran dan senam kreativitas Damkar. Selain itu lomba ketangkasan antar kabupaten, kota dan propinsi pada hari Minggu (28/2) mulai jam 07/30 - 17.00 dan juga ada lomba pemadaman api yang diikuti oleh ibu-ibu PKK dari 16 Kecamatan Kota Semarang.

Sementara Kepala Dinas Kebakaran Rudianto dalam laporannya menyampaikan berbagai event akan dilaksanakan di Kota Semarang untuk memperingati Hari Pemadam Kebakaran Tingkat Nasional diantaranya Upacara Peringatan HUT ke-97 Pemadam Kebakaran yang akan dilaksakan besuk tanggal 1 Maret di Lap. Simpang Lima. Selain itu Rakornas yang dimulai tanggal 1 s/d 2 Maret di Hotel Patra Jasa.

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Kepala Perpustakaan dan Arsip (FKPA) Kab/Kota Se Jawa Tengah kembali dilaksanakan

tahun ini. Kali ini Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang yang mendapatkan dukungan sebagai pelaksana Rakor. Dengan mengambil tempat di Gedung Manunggal Jati Jl. Majapahit Semarang, rakor dilaksanakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 15 s/d 16 Februari 2016. Dengan acara hari pertama adalah pendaftaran peserta dan pembagian kamar kemudian dilanjutkan dengan lomba renang dan tenis. Malam harinya baru Rakor dimulai dengan pembukaan Rakor dihadiri oleh Bp. Drs. Tommy Y Said,Asisten Administrasi Informasi dan Kerjasama Sekda Kota Semarang mewakili Pj. Walikota Semarang, Ibu Sp. Andriani,SH, Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Propinsi Jawa Tengah. Acara ini dihadiri oleh para Kepala Kantor Perpustakaan/Arsip Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah sejumlah 35 Kabupaten/Kota.

Pj.Walikota Semarang Bp. Drs. Tavip Supriyanto,MSi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Informasi dan Kerjasama sangat menyambut baik adanya kegiatan Forum Komunikasi Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kab/Kota se-Jawa Tengah, dan menekankan bahwa perpustakaan adalah sarana untuk masyarakat yang

diminati untuk mendapatkan ilmu dan minat membaca, dan menghimbau agar para kepala perpustakaan daerah untuk mendayagunakan perpustakaan yang ada menjadi tujuan mencari ilmu di kota/kabupaten masing-masing.

Ketua FKPA Bpk. Drs.H.Edi Winarno,M.Pd.M.Hum, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Rembang dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada anggota yang hadir, dan terimakasih kepada Pj. Walikota Semarang beserta Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang yang telah bersedia sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan. Tujuan dari Rakor ini selain untuk mempererat tali silahturahmi sesama anggota Forum, juga dapat sharing/ bertukarpikiran untuk meningkatkan layanan perpustakaan dan arsip secara professional serta dapat mendorong dan saling memberi semangat berkaitan dengan kinerja anggota forum.

Pada acara Rakor ini juga menghadirkan Bapak Drs. Sudaryanto,MSi selaku Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Setda Prov. Jawa Tengah yang mengisi acara Rakor ini dengan menyampaikan materi tentang Sinergitas urusan Pemerintahan dan Kelembagaan Perangkat Daerah Urusan Perpustakaan dan Kearsipan berdasarkan amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Selain kegiatan rapat koordinasi Forum Komunikasi esok harinya para peserta Forum diajak untuk senam bersama dan City Tour Semarang. City tour ini bertujuan untuk mengenalkan tempat-tempat/obyek-obyek wisata sejarah/religi di Kota Semarang, diantaranya Masjid Agung Jawa Tengah, Kawasan Kota Lama, Gereja Blenduk, Lawang Sewu, Sam Po Kong dan Gua Kreo. City tour ini lebih tepatnya kita sebut sebagai wisata arsip karena tempat/obyek yang kita kunjungi berhubungan dengan sejarah Semarang (Semarang Tempo Dulu ). (ESR)

Liputan Khusus

RAKOR Forum Komunikasi Kepala Perpustakaan dan Arsip (FKPA)Kab/Kota Se - Jawa Tengah

Tari poco-poco seluruh peserta jambore bersama Walikota dan Wakil Walikota Semarang.

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 9: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Cover Story

Pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rayahu (Hendi-Ita) resmi dilantik sebagai

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang untuk lima tahun ke depan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Lapangan Simpang Lima Semarang telah menjadi lokasi pelantikan secara serentak sebanyak 17 kepala daerah terpilih di Jawa Tengah. Ke-17 daerah tersebut adalah Kota Surakarta, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Wonosobo. Kemudian, Kota Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kendal, Kota Pekalongan, Kabupaten Sukojarho, Kabupaten Klaten, dan Kota Magelang.

Usai dilantik bersama 16 pasangan bupati wali kota se Jawa Tengah, pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, Demokrat dan Nasdem pada Pilwakot Semarang 2015, langsung diarak menuju Balai Kota.

Dari Simpang Lima, Hendi-Ita diarak menggunakan becak sampai Tugu Muda. Senyum mengembang dan lambaian tangan mereka menyapa ribuan warga yang memadati sepanjang Jalan Pandanaran sampai Pemuda.

Setelah tiba di Tugu Muda, Hendi-Ita melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda tandem. Di Balai Kota yang menjadi arena pesta rakyat, masyarakat dari berbagai kalangan sudah siap menyambut pasangan ini.

Di halaman Balaikota Semarang, sekitar 4.000 porsi makanan telah disiapkan Pemerintah Kota Semarang untuk pelaksanaan pesta rakyat menyambut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang terpilih.

“Kurang lebih ada 4.000 porsi, mulai soto, bakso, bakmi, hingga nasi kucing yang disiapkan untuk menjamu masyarakat,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Semarang Achyani di Semarang. Menurut Achyani, penyelenggaraan pesta rakyat itu untuk menampung masyarakat yang ikut “mangayubagyo” atau mengucapkan selamat atas dilantiknya Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita).

Kemeriahan tersebut sekaligus menandai kembalinya Hendi ke dalam lingkup Balai Kota Semarang, yang sebelumnya juga pernah menjabat sebagai orang nomor satu di Pemkot Semarang hingga pertengahan Juli 2015. Pesta rakyat ini rencananya akan berlangsung hingga malam hari.

Rakyat pun menyematkan harapannya di pundak mereka agar Semarang bisa bersaing dengan kota-kota besar lainnya. (WM)

BERGERAK BERSAMA MEMBANGUN KOTA SEMARANG

BERGERAK BERSAMA MEMBANGUN KOTA SEMARANG

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 10: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Smart Info

Kelereng atau gundu, keneker, kelici, guli, orang Semarang menyebut “setin” adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer

atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya setengah inci atau 1,25 cm dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.

Sejarah Kelereng

Sejak abad pertengahan permainan kelereng ini sudah ada dan seringkali dimainkan oleh kalangan aristokrat dan bangsawan. Permainan ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat kita saja, di Perancis pun permainan ini ternyata sangat digemari dan mereka memanggilnya dengan sebutan Pentaque. Bedanya, kelereng menggunakan gundu yang berukuran kecil, tapi Pentaque memerlukan dua jenis bola yang mempunyai ukuran yang cukup besar yang

NOSTALGIA KELERENGPermainan Masa Kecil yang Terlupakan

terbuat dari kayu jati dan baja.

Pentaque ini pertama kali diperkenalkan oleh Suku Gaule (Perancis Kuno). Dari Perancis permainan ini menyebar ke wilayah lainnya seperti Yunani dan Mesir melalui orang-orang Romawi. Seperti halnya Nekeran, Pentaque awalnya juga merupakan permainan untuk mengisi waktu luang.

Teknologi pembuatan kelereng kaca ditemukan pada 1864 di Jerman. Kelereng yang semula satu warna, menjadi berwarna-warni mirip permen. Teknologi ini segera menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan akhirnya masing-masing negara mengembangkannya sendiri.

Bagaimana bermain kelereng?

Permainan Kelereng ini tidak membutuhkan peralatan khusus. Pemain hanya memerlukan lapangan kosong sebagai arena kelereng dan kapur atau tongkat untuk membuat garis permainan. Dan selanjutnya permainan siap untuk dimainkan.

Aturan Permainan

Ada beberapa jenis peraturan, diantaranya pot-potan dan ban-banan atau jarum-jaruman. Namun, ide dasarnya sama yaitu mengarahkan kelereng penembak menuju kelereng target. Untuk pot-potan permainanya adalah membuat gambar persegi yang diantara titik bidangnya diletakkan kelereng kita dan kelereng lawan. Dan selanjutnya saling mengeluarkan kelereng yang ada dalam persegi tersebut. Dan jika keluar dari persegi maka kelereng tersebut akan menjadi hak milik sang penembak. Selain pot-potan ada juga yang lain. Yaitu dengan membuat garis lingkaran dan meletakkan kelereng target dan siapa yang paling banyak mengeluarkan kelereng target, maka dialah pemenangnya.

Bagaimana cara bermain?

Untuk memainkan permainan kelereng yang paling dasar, pertama lapangan bermain yang cocok harus dibentuk. Cukup dengan taman bermain berpasir atau daerah pinggiran lapangan biasa akan ideal jadi medannya, meskipun setiap daerah luar ruangan datar dengan rumput minimal akan cocok.

Setelah lapangan telah dibuat, semua pemain perlu memberikan kontribusi sejumlah kelereng kecil ke tengah ring. Kelereng ini disusun dalam bentuk salib, dengan masing-masing marmer spasi beberapa inci terpisah. Kelereng di ring dianggap sasaran buat setiap penembak. Pada titik ini, para pemain harus memutuskan apakah mereka bermain buat bersenang-senang atau “untuk seriusan.” Jika bermain buat bersenang-senang, kelereng yang sama ditempatkan kembali ke ring dan kembali ke pemilik masing masing setelah pertandingan digelar. Jika bermain buat seriusan, para pemenang dari setiap permainan akan menyimpan semua kelereng dimainkan sebagai denda dan imbalan dari pemainan yang dimainkan bersama itu.

Penembak pertama bisa memposisikan kelerengnya di mana saja di sekeliling luar lingkaran. Tujuan dari permainan dasar kelereng

ialah buat menjatuhkan kelereng sasaran atau penembak pemain lain benar-benar keluar dari ring tanpa mengirim penembak Anda sendiri di luar batas. Penembak pertama umumnya bertujuan ke susunan pusat kelereng dan menempatkan penembak di sebuah celah yang dibentuk oleh menyelipkan ibu jari di belakang buku jari keduanya atau jari telunjuknya. Jari telunjuk memegang jempol dalam ketegangan sampai pemain buat mengambil ancang ancang buat menembak. Teknik ini disebut jentikan bawah, dan divestasi harus cukup kuat buat menggerakkan ketukan penembak yang lebih besar ke dalam lingkaran dan memaksa setidaknya satu kelereng keluar dari lingkaran.

Selama penembak terus mengirim kelereng keluar dari ring tanpa kehilangan posisinya atau selalu kena, maka akan bisa giliran terus. Jika penembak gagal buat melumpuhkan kelereng lawan, gilirannya dianggap selesai. Sebuah permainan kelereng berakhir ketika semua kelereng telah tersingkir dari ring. Pemain layak menghitung jumlah kelereng yang telah mereka kumpulkan dan satu dengan kelereng yang paling banyak dinyatakan sebagai pemenang dari permainan itu. Putaran selanjutnya bisa dimainkan buat menentukan kampiun utama, atau mungkin hanya bermain terus sampai pemain kehabisan kelereng buat membuat putaran selanjutnya.

Manfaat yang Bermain Kelereng

Permainan tradisional tidak hanya sekedar permainan yang mengandung unsur kesenangan

�6 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �7EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 11: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

semata. Namun permainan tradisional ini dapat membentuk sebuah karakter yang luhur:

Mengatur Emosi (Relaks)

Bermain kelereng sangat menyenangkan bagi anak. Kesenangan inilah yang memunculkan unsur relaks yang membantu anak keluar sebentar dari rutinitasnya sehari-hari untuk “recharge” kembali baterai energinya. Bila energinya sudah kembali penuh, tentu baik sebagai persiapan menghadapi hal-hal yang serius, seperti belajar.

Melatih Kemampuan Motorik

Kegiatan-kegiatan dalam permainan ini, seperti melempar dan menyentil kelereng, dapat melatih keterampilan motorik halus dan kasar di usia sekolah. Makin baik kemampuan motorik, koordinasi visual dan konsentrasinya maka anak pun semakin mahir untuk menembakkan kelereng-kelerengnya.

Melatih Kemampuan Berfikir (Kognitif)

Kemampuan berpikir anak ikut dirangsang dalam permainan ini. Misalnya, jika ia ingin memenangkan permainan maka harus memecahkan masalah dan menggunakan strategi dengan menggunakan teknik-teknik tertentu.

Kemampuan Berkompetensi

Keberhasilan anak menjalani suatu teknik yang lantas memperoleh tanggapan dari para lawan nya merupakan hadiah tersendiri bagi anak. Adanya perasaan bersaing di usia sekolah sangat penting untuk membentuk perasaan harga diri.

Kemampuan Sosial (Menjalin Pertemanan)

Yang paling penting dari kegiatan bermain adalah bagaimana anak mampu menjalin pertemanan dengan kawan mainnya. Jangan lupa, hubungan pertemanan akan memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari konteks sosial yang lebih luas. Misal, ia jadi belajar bekerja sama, belajar mengatasi konflik ketika terjadi pertengkaran pada saat bermain dengan temannya, serta belajar mengomunikasikan keinginan dan pikirannya.

Bersikap Jujur

Anak juga punya kesempatan mengembangkan karakter dan kepribadian yang positif ketika bermain, seperti pentingnya kejujuran dan fairness. Kecintaannya pada nilai-nilai yang benar merupakan landasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain di masa yang akan datang.

Melatih Taraf Kecermatan dan Ketelitian

Permainan ini dapat melatih otak kita menjadi lebih cermat dalam bertindak dan menjadi lebih teliti dengan hal-hal yang telah dia lakukan atau yang akan dia kerjakan nanti. Dengan cara memikirkan langkah-langkah yang harus diambil dengan kondisi yang sedang dia alami saat bermain. (WM)

1.Pendahuluan

Peristiwa dalam kehidupan sehari-hari banyak yang berkaitan dengan Konsep Fisika. Penerapan dari topik Mekanika terdapat olah raga yang diadaptasi dari senjata suku Aborigin yaitu bumerang.

Ada dua jenis bumerang:

a.Hunting boomerang (tidak dapat kembali)b.Returning boomerang (yang dapat kembali)Jenis returning boomerang inilah yang telah diadaptasi menjadi permainan dan olah raga, karena bumerang ini menarik yaitu bumerang dapat kembali ke arah pelempar. Pada artikel ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan bumerang jenis Returning boomerang pada Konsep Fisika yaitu Mekanika Klasik.

2.Teori Pendukung

2. 1. Aliran Fluida

Aliran fluida secara umum dibedakan menjadi dua macam, yakni aliran lurus atau laminar dan aliran turbulen. Aliran lurus bisa disebut sebagai aliran mulus karena setiap partikel fluida yang mengalir tidak saling berpotongan. “Laminar” adalah keadaan dimana aliran suatu fluida sangat tenang, pelan dan teratur. Turbulensi adalah keadaan dimana aliran fluida bergerak secara acak, tidak teratur, dan sangat energetik. Lawan dari “turbulens”adalah “laminar”.

2. 2.. Gaya-gaya yang bekerja pada Bumerang

a.Gaya hambat udara (drag) merupakan gaya

Teknologi

MEKANISME KERJA BUMERANG

yang disebabkan oleh aliran molekul-molekul dan partikel-partikel di udara.

b.Gaya dorong (thrust) dihasilkan dari gaya yang diberikan pelempar.

c.Gaya berat bumerang (Weight) adalah gaya yang menarik bumerang ke bawah karena gaya gravitasi.

d.Gaya angkat (lift) dihasilkan oleh efek dinamis dari udara yang bereaksi di sayap

e.Gaya Presesi adalah gaya yang dapat mengubah arah benda yang sedang berputar yaitu mengubah gaya vertikal gravitasi menjadi gerakan horizontal.

2. 3. Konsep yang berlaku

a. Hukum Bernaulli, dituliskan:

Bahwa “untuk ketinggian(h) yang sama pada fluida yang sama, makin cepat laju( v) fluida maka makin kecil tekanannya(p)”.

b. Gerak Rotasi dan Translasi

Menggerakkan Bumerang maju dan berputar

c. Hukum III Newton, dituliskan: Faksi = - Freaksi

Bahwa: “Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda yang pertama”.

3. Pembahasan

3. 1. Anatomi Bumerang

Bumerang pada umumnya terdiri dari dua sayap yang membentuk sudut antara 800 sampai 1200. Setiap sayap berbentuk sebagai airfoil dengan permukaan bagian atas cembung dan

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �9EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 12: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

permukaan bawah bidang datar atau sedikit cekung serta memiliki leading dan trailing edge. Leading edge merupakan sisi yang pertama kali menghadapi serangan udara ketika terbang. Airfoil bumerang sama seperti pesawat terbang, tetapi sayap satu berlawanan dengan yang lainnya.

Gambar 1. Anatomi Bumerang

Gambar 3. Gerak Maju (Rotasi dan Translasi) pada Bumerang

Kesamaan prinsip kerja antara Bumerang dengan pesawat terbang terletak pada tekanan dan gaya angkat ditunjukkan pada Gambar 2. Sedangkan perbedaannya yaitu pada bumerang bekerja gaya presesi (yang mengubah gaya vertikal menjadi horisontal) serta rotasi yang membalik arah bumerang ditunjukkan pada Gambar 3.

a. Gaya angkat Pada Bumerang dan pesawat terbang

Dapat dijelaskan dengan hukum Bernaulli dan hukum ke-3 Newton

Dari hukum ke-3 Newton: F aksi = -Freaksi yang diadaptasi untuk rotasi, yaitu ketika bumerang berbelok dengan cepat (aksi) menghasilkan gaya angkat (F angkat )

⦿ Fangkat = P . A

Fangkat =Fi - F2, dengan F1 > F2,karena P1 > P2

Nilai F1 > F2 karena tekanan udara di atas Bumerang maupun Pesawat terbang lebih besar dari tekanannya di bagian atas. Hal ini dapat terjadi karena desain bumerang dibuat sedemikian rupa jadi waktu bergerak di udara, bumerang membelokkan aliran udara (berotasi) ke atas (kecepatan aliran makin cepat) disini terjadi aliran udara turbulen yang energetik karena aliran udara di atas bumerang lebih cepat dari aliran udara di bawah bumerang,

maka tekanan diatas menjadi lebih kecil daripada tekanan di bawah, perbedaan tekanan ini menghasilkan gaya angkat. Dengan begitu bumerang dapat bertahan lebih lama di udara. Sehingga menciptakan “efek gaya angkat kapal terbang”, yakni sesuai Prinsip Bernaulli:

(untuk ketinggian yang sama pada fluida yang sama >>> makin cepat laju fluida maka makin kecil tekanannya)

Karena sayap Bumerang tipis(dianggap ketinggiannya sama) h1 = h2 maka,

b. Gerak Maju Berlaku gaya gerak dari pelempar dan gaya hambat dari udara menghasilkan gaya total yaitu:

F total = F lempar – F gesek udara

Dimana: F lempar > F gesek udara

Gaya total positif menyebabkan bumerang dan pesawat terbang bergerak maju

3. 3. Cara Melempar Bumerang

a. Cara menggenggam bumerang adalah dengan sisi yang depan (dihias) menghadap ke arah pelempar, ini penting karena yang akan menghadapi aliran udara adalah leading edge untuk mendapatkan lift.

b. Posisi bumerang harus hampir vertikal atau berdiri (overhand) ketika dilepaskan. Kebanyakan Boomerang harus dilempar dengan sedikit sudut kemiringan dari posisi vertikal sebesar 10 sampai 30 derajat. sudut ini disebut sebagai “layover.”

c. Meningkatkan kemiringan sudut akan membuatnya terbang lebih tinggi dan kembali mendarat lebih jauh lagi. Menggenggam bumerang lebih vertikal akan membuatnya terbang lebih rendah ke tanah dan mendarat lebih maju lagi.

d. Hal lain yang perlu diperhatikan ketika melempar bumerang adalah arah angin, melemparkan bumerang harus ke arah kanan dengan sudut antara 450 sampai 900 dari arah datangnya angin.

3. 4. Kembalinya Bumerang

3. 2. Prinsip Kerja

Berikut ini prinsip kerja pada pesawat terbang dan pada bumerang .

Gambar 2a. Gaya-gaya pada Pesawat Terbang Gambar 3b. Gaya-gaya pada Bumerang

Gambar 4. Cara Melempar Bumerang

Gambar 5. Arah Kembaalinnya Bumerang

a. Pada bumerang sayap kanan jalur penerbangan berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari atas.

b. Sayap atas bergerak maju sambil berputar, sedangkan sayap bagian bawah bergerak ke depan tetapi perputarannya ke belakang, sehingga sayap bagian atas lebih cepat berpindah di udara.

c. Perbedaan kecepatan ini menyebabkan timbulnya perbedaan gaya angkat, gaya angkat sayap atas akan lebih besar daripada sayap bawah.

d. Selama bumerang berputar dalam

�0 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 13: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

satu sumbu dan gaya angkat lebih besar pada putaran atas, tenaga yang ditimbulkannya menyebabkan arah pergerakan bumerang berubah ke arah kiri, sehingga bumerang kembali.

e. Putaran pulalah yang mencegah bumerang tidak jatuh. Hal ini disebut sebagai gaya presesi giroskop

f. Presesi giroskop inilah yang menyebabkan bumerang berbelok dan kembali pada pelempar

g. Gesekan udara menyebabkan kecepatan bumerang berkurang dan gravitasi menarik

Suara Pelajar dan Masyarakat

Sejarah Pramuka – Pramuka merupakan kependekan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di

Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan belanda dengan nama kepanduan. Taukah anda sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia? maka simak asal usul pramuka di bawah ini.

SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout. Gerakan yang juga disebutScouting atau Scout

SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA DAN INDONESIA

Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual. Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.

Suara Pelajar dan Masyarakat

bumerang ke bumi, sehingga setelah mencapai titik tertinggi, bumerang akan turun dan posisinya berubah menjadi horizontal secara perlahan-lahan, akhirnya bumerang jatuh di dekat pelempar.

Disusun dari berbagai sumber oleh: Theresia Yulin Budiningsih SMPN 8 Semarang

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 14: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.

Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.

Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.

Jambore Dunia Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.

Jambore Dunia ke-I dilaksanakan di Olympia Hall, London pada tahun 1920. Dalam kegiatan

tersebut diundang pula 8.000 peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).

Pelaksanaan Jambore dunia selanjutnya:

• Tahun 1924 ke II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark

• Tahun 1929 ke IIIdi Arrow Park, Birkenhead, Inggris

• Tahun 1933 ke IV di Godollo, Budapest, Hongaria

• Tahun 1937 ke V di Vogelenzang, Blomendaal, Belanda

• Tahun 1947 ke VI di Moisson, Prancis• Tahun 1951 ke VII di Salz Kamergaut,

Austria • Tahun 1955 ke VIII di Sutton Park, Sutton

oldfild, Inggris • Tahun 1959 ke IX di Makiling, Philipina • Tahun 1963 ke X di Marathon, Yunani • Tahun 1967 ke XI di Idaho, Amerika Serikat• Tahun 1971 ke XII di Asagiri, Jepang • Tahun 1975 ke XIII di Lillehammer,

Norwegia • Tahun 1979 ke XIV di Neishaboor, Iran

(tetapi dibatalkan) • Tahun 1983 ke XV di Kananaskis, Alberta,

Kanada • Tahun 1987 ke XVI di Cataract Scout Park,

Australia • Tahun 1991 ke XVII di Korea Selatan • Tahun 1995 ke XVIII di Flevoland, Belanda• Tahun 1999 ke XIX di Picarquín, Chili • Tahun 2003 ke XX di Thailand

• Tahun 2007 ke XXI di Hylands Park, Inggris • Tahun 2011 ke XXII di Rinkaby, Swedia • Tahun 2015 ke XXIII di Kirarahama, Jepang • Tahun 2019 ke XXIV di West Virginia,

Amerika Serikat

SEJARAH PRAMUKA DI INDONESIA Ternyata gagasan organisasi Boden Powell tersebut dalam waktu singkat menyebar ke berbagai negara termasuk Belanda. Di belanda gerakan pramuka dinamai Padvinder. Pada masa itu Belanda yang menguasai Indonesia pun membawah gagasan itu ke Indonesia. Akhirnya mereka pun mendirikan organisasi tersebut di Indonesia dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia Belanda).

Dalam perkembangan pemimpin-pemimpin gerakan nasional membentuk organisasi kepanduan dengan tujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan siap menjadi kader pergerakan nasional. Dalam waktu singkat muncul berbagai organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).

Kemudian pemerintah Hindia Belanda memberikan larangan penggunaan istilah Padvindery. Maka K.H. Agus Salim mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan menjadi cikal bakal dalam sejarah pramuka di Indonesia.

Setelah sumpah pemuda kesadaran nasional juga semakin meningkat, maka pada tahun 1930 berbagai organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung melebur menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Pada tahun 1931 dibentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) kemudian pada tahun 1938 berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia organisasi Kepanduan dilarang. Maka banyak dari tokoh Pandu yang beralih dan memilih masuk masuk Keibondan, Seinendan, dan PETA.

Setelah proklamasi kemerdekaan kembali dibentuk orgasisasi kepanduan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 dan menjadi satu-satunya organisasi

kepanduan.

Pada tahun 1961 organisasi kepanduan di Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan dan terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia). Sadar akan kelemahan terpecah-pecah akhirnya ketiga federasi yang menghimpun bergabung menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Sejarah pramuka di Indonesia di anggap lahir pada tahun 1961. Hal tersebut didasarkan pada Keppres RI No. 112 tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebutkan Presiden pada 9 Maret 1961.

Tentunya banyak yang bertanya, kenapa peringatan hari Pramuka di peringati pada 14 Agustus?. Hal tersebut dikarenakan pada tanggal 14 Agustus 1961 adalah hari dimana Gerakan Pramuka di perkenalkan di seluruh Indonesia, sehingga di tetapkan sebagai hari Pramuka yang di ikuti dengan pawai besar. Sebelumnya presiden juga telah melantik Mapinas, Kwarnas, dan Kwarnari. (Diolah dari berbagai sumber oleh Nanda Yulanda)

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 15: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Wanita yang akrab di sapa kak Riri oleh anak-anak ini adalah seorang Story Teller dan Tutor Perpustakaan Keliling

Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang. Dilahirkan 29 tahun yang lalu oleh seorang ibu yang bernama Tri Anani dan telah bekerja sebagai Petugas Pelayanan Perpustakaan Keliling di Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang sejak tahun 2007 yang pada waktu itu hanya berbekal Ijazah SMK dan naskah cerita ia mengikuti seleksi/recruitment dengan serangkaian tes mendongeng dan tes Komputer yang diadakan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Semarang pada saat itu dan wanita ini telah berhasil lolos seleksi bersama 4 orang lainnya.

Wanita yang mempunyai pembawaan ceria ini sembari bekerja Ia melanjutkan pendidikan D3 Sastra Inggris di Universitas Diponegoro dan pada tahun 2009 telah berhasil diwisuda dengan gelar A.Md. Kepada Tim majalah KREATIF ia

menceritakan tentang suka duka menjadi Story Teller/pendongeng untuk anak-anak, bagaimana bercerita sambil bernyanyi maupun memakai media sebagai penunjang dongengnya.

Menjadi seorang pendongeng/story teller sangat tidak mudah, apalagi mendongeng ke anak-anak yang umurnya dari 3-15 Tahun. Pendongeng harus dapat membaca siapa saja yang menjadi pendengar mulai dari latar belakang , bagaimana menggunakan cara sebagai media komunikasi cerita, isi cerita harus jelas, bahasa mudah dipahami dan tentunya dengan pembahasan edukasi untuk anak-anak.

Mendongeng tidak hanya sekedar menghibur anak-anak saja, tetapi juga dapat membentuk karakter anak, meningkatkan minat baca anak membangun kecerdasan emosional anak, membentuk rasa empati anak., dan meningkatkan daya berimajinasi mereka.

Eksistensi kegiatan mendongeng oleh para

orang tua kepada anaknya sekarang ini cenderung makin memudar karena dimakan oleh usia. Padahal terdapat banyak sekali keuntungan bagi anak-anak kita jika mereka mendapatkan dongeng. Perlu kita ketahui bahwa dongeng anak-anak sangat berguna meskipun pada praktiknya para orangtua mempunyai banyak sekali halangan seperti perasaan lelah setelah bekerja dan menganggap mendongeng untuk anak menjadi sangat merepotkan. Padahal manfaat dongeng

untuk anak sangatlah banyak seperti merekatkan hubungan orang tua dengan anak dan mendongeng juga bisa membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional.

Ia sangat menyayangkan saat ini anak-anak di Indonesia lebih mengenal cerita-cerita maupun lagu untuk kalangan dewasa, anak-anak sangat minim mengetahui bahwa ada cerita anak maupun lagu anak-anak yang lebih cocok untuk kalangan anak-anak. Melihat kondisi inilah Ia bersama Tim Mobil Pintar/ Perpustakaan Keliling berkeliling dan mendatangi sekolah-sekolah dan tempat-tempat pinggiran yang belum ada Taman Baca/Perpustakaan/Rumah Pintar dengan harapan yang besar bahwa dunia anak yang sesungguhnya harus bisa dikembalikan, seperti saat dulu dimana anak-anak biasa mendengar dongeng/cerita anak-anak , lagu anak-anak, dan permainan anak-anak yang sangat seru. ( ESR )

Sosok

RIRI PUTRI ANGGRAINI,A.Md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling

�6 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �7EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 16: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Sosok

Ketua Komite Musik Dewan Kesenian Semarang 2012 – 2016

Hari Djoko Santoso atau yang lebih sering disapa Mas Djoko merupakan sosok musisi serba bisa yang lahir di Semarang pada tanggal 11 September 1965. Dialah sosok musisi peletak genre baru dalam khazanah musik keroncong Indonesia dikolaborasikan rock, jazz dan berbagai musik progresif yang meleburkan kelompoknya dalam Congrock 17.

Bersama kelompok yang dilahirkannya di tahun 1983 ini Mas Djoko malang melintang di belantara musik nasional, mulai dari pentas di kota Semarang hingga nasional, sampai ke luar negeri. Dari Semarang ke Amsterdam, Malaysia dan Suriname. Dari Gubernur Mardiyanto yang ikut membesarkan Congrock 17 sampai

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di berbagai

kesempatan menikmati penampilannya di

Losari dan Magelang, hingga presiden tertarik

mengajaknya tampil ke Istana Negara pada peringatan

HUT RI ke -61.

Tahun 2008 Congrock 17 menerima anugerah dari MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai “Penggagas dan Pejuang Keroncong Inovatif yang Konsisten”. Prestasi ini diberikan Congrock 17 berdasarkan kegigihannya menghadapi cercaan berbagai pihak namun tetap eksis sampai sekarang. Konsep musiknya ajeg dan mampu merasuki permainan para musisi keroncong bahkan aliran lain.

HARI DJOKO SANTOSO

Hari Djoko Santoso jugalah yang menakhodai grup musik J-Plus Band – kelompok musik yang disukai masyarakat Jawa Tengah sampai nasional yang loyal mengabadikan dan mengaransemen kembali lagu-lagu Koes Plus – sang legenda musik Indonesia.

Rasa cintanya terhadap musik tak pernah diragukan, coba kita sambangi ke rumah Mas Djoko – kita pasti mendefinisikannya sebagai kolektor musik Indonesia sepanjang masa yang paling lengkap yang dimililki oleh Kota Semarang. Rumah sederhana yang terletak di perumahan Pasadena Semarang itu menyimpan sejumlah harta musik terpendam yang tak ternilai harganya.

Hobinya mengoleksi kaset, piringan hitam, majalah musik jadoel sudah ia jalani belasan tahun, berburu di pasar loak adalah sebuah petualangan yang tidak pernah membosankan. Sering Mas Djoko mendapatkan bonus barang antik lainnya, seperti radio tape kuno yang masih cukup bagus untuk dipakai atau gramaphone untuk memutar piringan hitam.

Pada kesempatan lain, kita bisa ketemu Mas Djoko sibuk membantu anak-anak musik menggelar konser di Taman KB Semarang. Setiap Sabtu malam pukul 19.00, dua minggu sekali Dewan Kesenian Semarang (Dekase) memiliki event bernama Apresiasi Musik

Dekase. Kenapa konsernya di Taman KB, “Para pedagang kuliner di sini kurang pede karena sepi pengunjung, sehingga Pemkot Semarang membuat keputusan setiap malam minggu ada pertunjukan dan Dekase mengelola pertunjukan musik. Diharapkan ketika ada pertunjukan, orang akan melihat, duduk, dan makan,” jawab Mas Djoko.

Tidak keliru jika Dewan Kesenian Semarang periode 2012 – 2016 mendapuk Hari Djoko Santoso sebagai Ketua Komite Musik. Ia hidup dalam musik dan sejak lahir musik telah bersenyawa dengan ruhnya. Ia berbahagia menjadi media untuk merangkul seluruh musisi Semarang untuk setiap kegiatan-kegiatan musik baik di dalam maupun luar kota. Menyediakan waktu senggangnya sebagai tempat konsultasi musisi muda Semarang, membimbing mereka bagaimana menjadi musisi tangguh yang siap manggung berkomunikasi dengan masyarakat penikmat musik.

Mas Djoko telah membentuk komunitas drum, gitar, alat musik tiup, gesek, dll untuk generasi musik Semarang. Anak-anak muda dimotivasi untuk berani tampil tanpa takut salah – tidak ada yang salah dalam berkesenian – bisa terjadi kekeliruan di panggung tapi sering juga penonton justru menikmati. Salah, keliru, tidak sesuai pattern, itu hanya terjadi di kampus, jika

Congrock 17 berfoto bersama Andi Mallarangeng di Istana Merdeka, Jakarta.

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �9EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 17: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

di panggung – keliru itu indah.

Di Solo, Yogya, Bandung, anak-anak musik terbiasa jamming. Di Semarang masih jarang terlihat. Seorang musisi akan menemukan hal baru di lapangan, maka tidak boleh malu untuk tampil. “Seorang penyanyi sudah menyanyi sebelum ia berada di panggung dan menyanyi. Seluruh tubuhnya menyanyi sebelum ia menyanyi. Begitupun musisi,” papar Mas Djoko.

Apa yang ingin Hari Djoko inginkan saat ini? Dalam waktu dekat ia ingin audiensi dengan Walikota Semarang dan jajarannya berkorelasi dengan ihwal pertunjukan. Teman-teman musisi selalu kesulitan jika ingin mencari izin pertunjukan, seolah pemerintah meragukan dan tidak percaya dengan musisi.

Apa yang dicita-citakan Hari Djoko? Ia memimpikan Semarang memiliki SLTA yang membuka jurusan musik sehingga memperbanyak musisi di Kota Semarang. Dulu ada SMA Lab IKIP Semarang yang membuka

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan program revitalisasi Kota Lama Semarang bukan

hanya menyangkut aspek fisik atau pembangunan infrastruktur.

“Banyak aspek yang melekat terkait revitalisasi Kota Lama, seperti sosial, lingkungan, ekonomi, dan budaya. Bukan hanya infrastruktur,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan aspek sosial terutama yang harus ditangani secara serius di Kota Lama, seperti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang membikin semrawut dan kesan kumuh.

Ia mencontohkan keberadaan aktivitas pedagang ayam di Jalan Cenderawasih dan PKL-PKL yang membuat kawasan itu terlihat kumuh sehingga perlu dibenahi dulu seiring rencana revitalisasi Kota Lama.

“Semestinya, mereka ini ditata dulu. Apakah direlokasi, ditampung sebagai usaha dalam sebuah konsorsium, atau bagaimana. Yang penting, aspek sosial ini dicarikan solusi terlebih dulu,” katanya.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur yang dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek-

Suara Dewan

Revitalisasi Kota Lama Harus Perhatikan Segala Aspek

aspek lainnya dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru akibat dari dampak-dampak sosial yang muncul.

“Jangan sampai, pemilik bangunan sudah mau membangun usaha, namun di wilayah itu justru belum siap. Ya, dari aspek sosial tadi, seperti masih semrawutnya

PKL, dan sebagainya,” katanya.

Yang jelas, Supriyadi mengatakan revitalisasi Kota Lama harus dikaji secara matang dari berbagai aspek dengan mengajak seluruh pihak, seperti pemilik bangunan, pemerintah, budayawan untuk berembuk.

“Kami siap berembuk bersama mengenai revitalisasi Kota Lama. Sebab, diskusi atau rembukan ini harus dilakukan secara kontinyu agar kebijakan ini tidak terkesan sepihak dari pemerintah saja,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono membenarkan jika revitalisasi Kota Lama membutuhkan pengkajian dari berbagai aspek, mulai ekonomi, infrastruktur, sosial, dan budaya.

“Kalau Komisi C kan kewenangannya mengenai infrastruktur, namun persoalannya kan kompleks. Pariwisatanya nanti Komisi D, aspek sosialnya, dan sebagainya,” kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Suharsono yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Kota Semarang itu mengakui legislatif sudah mulai melakukan pembahasa revitalisasi Kota Lama, namun belum bersifat kontinyu. (WM)

jurusan seni musik. Lalu, ia juga berharap Dekase membuat tempat konsultasi musik yang layak untuk generasi muda musik Kota Semarang.

Kesibukan akhir-akhir ini, Hari Djoko membentuk S3C (Semarang Sound System Community) adalah kumpulan pengusaha persewaan sound system, operator, teknisi, dan awak crew. 4 komponen yang sangat mendukung berbagai pementasan dan pertunjukan musik segala level. Hasilnya sangat mencengangkan, ternyata Kota Semarang memiliki perlengkapan Sound System yang heboh saat ia membuat Expo Sound System di Balaikota Semarang 13 Maret lalu.

Jangan lupa, Semarang banyak melahirkan orang-orang sukses di bidang musik dan kesenian. Itu yang harus selalu memotivasi generasi muda Semarang dalam berkarya berinovasi progresif.

Ditulis oleh Wahyudi, CHA

�0 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 18: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Masjid Kauman Semarang tahun 1930.

Suasana Heerenstraat (Jl. Letjen Soeprapto) Semarang, dengan latar belakang Gebouw van de Nederlandsch-Indische Levensverzekering en Lijfrente Maatschappij (PT. Asuransi Jiwasraya). Difoto padah tahun 1918.

Semarang Sepanjang Sejarah

Kebon Dalem

Gedung ini dibangun oleh Mayor Bie Ing Tjoe pada tahun 1841 berlokasi di Jl. Gang Pinggir 62, Kebon Dalem Semarang.

Situasi sehari-hari era kolonial Belanda di Hoogendorpstraat (Jl. Kepodang) Semarang pada tahun 1929.

Sarana transportasi yang digunakan untuk jasa pengiriman di kantor pusat

N.I.S.M. (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij). Sekarang disebut Lawang

Sewu. Difoto pada tahun 1920.

Vervoermiddelen voor besteldiensten voor het hoofdkantoor N.I.S.M. in Semarang

Midden Java.

De Javasche Bank Semarang (Jl. Pemuda no 3)

Gedung ini selesai dibangun tanggal

17 Juni 1934, menjadi kantor Bank

Indonesia setelah kemerdekaan.

Sekarang telah dibeli oleh PT Bank Jateng

Pemprov Jawa Tengah.

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 19: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Celoteh si Booky

Untuk memperingati HUT ke-469 Kota Semarang, pameran ke-5 Gelar Produk UMKM Koperasi dan PKBL Expo 2016

kembali digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di Atrium Java Mall, Semarang. Gelaran ini dilaksanakan mulai Kamis 24 Maret hingga Minggu 27 Maret 2016.

Menurut Kepala Dinas UMKM dan Koperasi Kota Semarang, Litani Setyawati, pameran ini dikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Bali, Kalimantan dan lain-lain dengan menyediakan sebanyak 78 booth. “Kami mohon maaf jika kurang mengakomodir semua daerah karena semua booth sudah terisi,” kata dia dalam laporannya.

Dia mengatakan, setiap tahun akan mengadakan acara serupa karena respons masyarakat yang sangat antusias menyambut pameran UMKM di tahun-tahun sebelumnya.

Litani menyebutkan, pertumbuhan UMKM di daerah memang sangat membantu mengangkat perekonomian. Dikatakan, sebanyak lebih dari 11.000 UMKM di Kota Semarang akan selalu dibina oleh Pemkot Semarang demi perkembangannya.

“Mendaftarkan UMKM sebenarnya gratis, jangan melalui calo. Jika ada pungutan, laporkan saja ke Wali Kota karena kami semua sudah berkomitmen untuk memihak kepentingan

masyarakat untuk berkembang bersama,” ungkapnya

Masyarakat Ekonomi Asean 2016

Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut perajin lokal meningkatkan kualitas produknya agar bisa bersaing di pasar Asia Tenggara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Semarang pun tak tinggal diam untuk memacu kreativitas usaha mikro kecil menengah. Salah satunya melalui event pameran.

Kepala Disperindag Kota Semarang Nurjanah mengatakan, promosi yang berkelanjutan perlu dilakukan baik di tingkat nasional maupun internasional agar produk lokal lebih dikenal dan siap bersaing. “Ini tantangan untuk kita dan bisa menjadi peluang,” kata Nurjanah di Java Mall.

Selama ini, batik dan tenun memiliki ciri khas tersendiri yang tak bisa dijumpai di kawasan Asean. Dengan adanya Festival Batik, Tenun dan Craft 2016 di Java Mall ini diharapkan bisa merangsang kreativitas perajin lokal. “Harapan kami bisa jualan ke negara Asean lainnya,” imbuh dia.

Salah satu perajin tenun Troso khas Jepara Rani Puspita mengatakan, dirinya tak terlalu cemas dengan MEA. Sebab, tenun Troso bikinannya sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri, sehingga tidak begitu terpengaruh dengan naik turunnya permintaan barang kerajinan yang ia produksi.

Diakuinya, sementara dia memang masih menggarap pangsa pasar domestik. Rani pun mematok harga sesuai pasar lokal. “Paling mahal Rp 350 ribu. Kita ada motif beragam, seperti Papua, Kalimantan, NTT, Asmat, maupun Bali, tapi tetap memertahankan khas Troso Jepara,” katanya. (WM)

Sumber : diolah dari beberapa sumber

Indonesia adalah salah satu negara dengan begitu banyak kota dan daerah di dalamnya. Indonesia juga negara yang banyak diberkahi

kejaiban alam dan budaya. Keindahan alam, keanekaragaman satwa, dan banyaknya tempat wisata di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tak heran jika Indonesia menjadi salah satu negara yang banyak dikunjungi para wisatawan luar negeri.

Bukan hanya itu, kebudayaan Indonesia dari setiap daerahnya pun menjadi daya tarik tersendiri. Selain wisata dan kebudayaan, sejarah Indonesia pun banyak menarik wisatawan yang ingin mengetahui dan mempelajarinya.

Sejarah kota-kota di Indonesia juga menjadi salah satu yang dipelajari para wisatawan. Seperti 5 kota tertua di Indonesia berikut ini yang banyak disinggahi wisatawan asing karena memiliki sejarah yang kuat dan merupakan kota tertua di Indonesia;

1. Palembang

Palembang adalah kota terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Kota Medan. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 358,55 kilometer persegi. Lebih dari 1,7 juta orang tinggal di kota yang berjuluk Bumi Sriwijaya ini. Ikon utama dari kota ini adalah Jembatan Ampera yang khas.

Kota Palembang juga dijuluki Venice of the East atau ‘Venesia dari Timur’ oleh negara-negara barat. Kota ini juga menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya yang merupakan kekuatan maritim terbesar se-Asia Tenggara.

Palembang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya”. Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia.

2. Magelang

Kota Magelang memiliki sejarah panjang dan menarik. Nama Magelang sendiri bertolak belakang dari berbagai sumber, seperti cerita rakyat, dongeng, legenda dan sebagainya. Ada yang berpendapat bahwa nama Magelang itu berasal dari kisah datangnya orang Keling

5 Kota Tertua di IndonesiaHUT 469 Kota Semarang Pemkot Gelar Inovasi UMKM Koperasi dan UMKM di Atrium Java Mall

Info Balaikota

(Kalingga) ke Jawa yang mengenakan hiasan gelang di hidungnya. Kata gelang mendapat awalan “ma” yang menyatakan kata kerja memakai atau menggunakan, maka berarti “memakai gelang”.

Jadi Magelang berarti daerah yang didatangi orang-orang yang menggunakan atau memakai gelang. Adalagi yang berpendapat bahwa Magelang itu berasal dari kisah dikepungnya Kyai Sepanjang oleh prajurit Mataram secara “temu gelang” atau rapat berbentuk lingkaran. Jembatan Ampera, Palembang.

Bangunan air di Aloon-aloon, kota Magelang.

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 ��EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 20: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Ada pula yang mengaitkan nama Magelang itu dengan kondisi geografis daerah Kedu “cumlorot” yang ternyata semakna dengan kata gelang. Berawal dari sebuah desa perdikan “Mantyasih” yang mengandung arti beriman dalam cinta kasih. Penetapan desa Mantyasih tertulis pada Prasasti Mantyasih tertulis pada Prasasti Mantyasih tanggal 11 April 907 M oleh Raja Dyah Balitung yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Jadi Magelang. Desa tersebut kemudian berada di sebelah barat Kota Magelang dengan nama Meteseh di wilayah Kecamatan Magelang Utara Kota Magelang.

Daerah perdikan ini dulu disebut Kebondalem, yang berarti kebun milik Raja, yaitu Sri Sunan Pakubuwono dari Surakarta. Tanah yang membujur ke selatan dari kampung Potrobangsan sampai kampung Bayeman sekarang, dulunya adalah kebun kopi, rempah, buah-buahan dan sayur-sayuran termasuk bayam atau “bayem” dalam bahasa Jawa.

Sisa-sisa pernah adanya kebun itu masih dapat dilihat dari nama-namatempat seperti: Kebondalem, yaitu sebuah kampung di Kelurahan Potrobangsan, Botton Kopen dahulu adalah kebun kopi, Kebonpolo atau kebun pala, Kemirikerep/Kemirirejo bekas kebun kemiri, Jambon bekas kebun jambu, Bayeman bekas kebun bayam, Pucangsari bekas kebun pohon pucang, Kebonsari bekas kebun yang indah ditanami bermacam-macam tumbuhan, Jambesari kebun yang ditanami pohon pinang/jambe, Karet bekas kebun pohon karet.

Ketika Inggris menguasai Magelang pada abad ke-18, dijadikanlah kota ini sebagai pusat pemerintah setingkat kabupaten

dan diangkatlah Mas Ngabehi Danoekromo sebagai bupati pertama dengan gelar Raden Tumenggung Danoeningrat. Bupati ini pulalah yang kemudian merintis berdirinya Kota Magelang dengan membuat alun-alun, bangunan tempat tinggal bupati serta sebuah masjid dan gereja GPIB Jalan Alun-alun Utara.

Dalam perkembangan selanjutnya, dipilihlah Magelang sebagai ibukota Karesidenan Kedu pada tahun 1818 karena letaknya yang startegis, dilalui jalan raya yang menuju Yogyakarta.

Magelang diberikan status sebagai Kota Magelang Gemeente pada 1 April 1906 dan dipimpin oleh seorang Belanda yang menjabat sebagai Burgemeester. Burgemeester inilah yang sekarang disebut Walikota.

3. Jakarta

Jakarta mengawali sejarahnya sebagai kota pelabuhan kecil yang bernama Sunda Kelapa pada zaman kerajaan Hindu Pajajaran. Mereka datang datang dari Malaka pada tahun 1522 sebagai utusan Gubernur Malaka, untuk mendirikan benteng didekat muara sungai Ciliwung.

Tahun 1527 orang-orang Portugis itu kembali dengan membawa sebuah armada kecil tanpa mengetahui bahwa Sunda Kelapa telah jatuh ke tangan Fatahillah. Lalu terjadilah pertempuran yang dimenangkan oleh Fatahillah, nama baru bagi Sunda Kelapa : Jayakarta yang artinya kemenangan yang sempurna”. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Juni 1527, yang akhirnya dijadikan sebagai hari jadi kota Jakarta.

Tahun 1596 bangsa Belanda pertama kali datang

ke Jayakarta dibawah pimpinan Cornelis de Houtman. Lalu mereka mendirikan VOC pada tahun 1602. Tahun 1619 oleh Jan Pieterszoon Coen, Jayakarta diratakan dengan tanah lalu dibangun kota baru yang diberi nama Batavia. Kota ini selanjutnya meluas dan menjadi pusat pemerintahan bangsa Belanda. Setelah Batavia jatuh ke tangan Jepang pada tahun 1942, namanya berubah menjadi Jakarta.

4. Semarang

Mungkin sebagian besar dari Anda tidak menyangka bahwa Semarang termasuk ke dalam kota tertua di Indonesia. Kota ini berdiri sejak 2 Juni 1547 Masehi. Banyak sejarah yang lahir dari kota paling berkembang di pulau Jawa ini. Salah satu sejarah yang paling dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesaia adalah kota ini pernah menjadi tempat persinggahan Laksamana Cheng Ho seorang penjajah dari Cina yang sangat legendaris.

bersandar pada tahun 1405 M.

Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I), untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota.

Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan.

Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho

Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat atau Sunan Pandanaran II atau Sunan Pandanaran Bayat atau Ki Ageng Pandanaranatau Sunan Pandanaran saja).

Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi

Gedung Lawang Sewu, kota Semarang.

�6 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �7EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 21: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

Tips Sehat

Sepertinya sudah banyak yang kenal dengan buah dari tanaman merambat yang disebut Pare ini. Pare dikenal memiliki rasa

yang pahit saat masih muda yang berwarna hijau. Sementara ketika sudah masak pohon, buah pare berubah warna menjadi oranye dan daging yang meliputi biji buahnya yang berwarna merah cerah serta terasa manis seperti permen. Di negara barat pare dikenal dengan nama bitter gourd atau bitter squash, karena masih keluarga dengan labu. Meskipun pare muda rasanya pahit, namun tak sedikit pula yang menggemarinya untuk dimakan sebagai sayuran. Lalu apa manfaat buah pare ini bagi kesehatan?,, Pare telah banyak dikenal memiliki beberapa manfaat untuk membantu penderita diabetes, mencegah dan mengurangi gejala kanker, mengurangi efek wasir, meningkatkan kesehatan pernapasan, meningkatkan kesehatan kulit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Memang pare telah terbukti memiliki zat anti-inflamasi, anti jamur, antibiotik, anti alergi, antivirus, antiparasit, dan kualitas ekspektoran. Untuk alasan inilah yang membuat pare menjadi bahan masakan pokok pada beberapa budaya di seluruh dunia.

Pare adalah anggota dari keluarga tanaman Cucurbitaceae, termasuk melon, dan labu. Tanaman pare banyak ditemukan di Afrika, Asia, dan Karibia, dan asal-usulnya banyak disebut dari negara India dan mulai menyebar lebih dari 600 tahun yang lalu.

Pada umumnya buah pare dipanen sebelum masak, dimana buahnya masih sedang pahit-pahitnya. Ciri buah pare adalah bentuknya memanjang seperti mentimun, serta seperti bergerigi pada permukaannya. Jika pare telah masak bijinya akan berwarna merah dan manis, dan untuk yang ini biasanya anak-anak akan menyukainya dan memakannya seperti mengulum permen.

Manfaat buah Pare untuk kesehatan

Mungkin Anda akan segera mengesampingkan rasa pahit dari buah pare ini setelah mengetahui beberapa manfaatnya bagi kesehatan. Pare adalah buah pahit yang sangat bergizi, dan bahkan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang sangat mengagumkan. Baca baik-baik beberapa yang tercantum di bawah ini:

Membantu kondisi Diabetes:

Pare merupakan salah satu buah yang paling ampuh untuk menjaga penyakit diabetes mellitus. Hal ini karena kandungan yang signifikan dari charntin, yaitu peptida yang menyerupai insulin dan alkaloid dalam buah pare. Semua komponen ini akan secara aktif mempengaruhi untuk menurunkan kadar gula darah. Pare juga membantu untuk mencegah lonjakan penurunan insulin dengan jalan mengatur penggunaan gula dalam metabolisme tubuh yang telah diperoleh dari makanan.

CATATAN: Karena merupakan hipoglikemik yang kuat, pare tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat lain yang berfungsi untuk menurunkan gula darah. Hal ini karena benar-benar dapat menyebabkan kurangnya gula darah, dan justru dapat membahayakan tubuh!

Membantu penderita Wasir:

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa khasiat anti inflamasi dalam pare bisa membantu meringankan gejala wasir. Jika Anda membuat pasta dari akar tanaman pare untuk diterapkan secara topikal, maka ini akan membantu untuk mengurangi peradangan serta mengurangi rasa sakit dan pendarahan pada

PARESayur Pahit dengan Segudang Manfaat

Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijaya setelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang.

5. Medan

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim di sana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai.

Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.

Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan

seorang Tionghoa. Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan.

Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan.

Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama. Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha menjadi 26.510 ha pada tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.

Kantor Pos Besar di kota Medan.

�� EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016 �9EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 22: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

gejaka wasir. Jika Anda minum jus pare, Anda juga akan mendapatkan manfaat yang sama, jika Anda mampu mengalahkan rasa pahitnya!

Peningkatan Sistem Kekebalan Tubuh:

Pare juga merupakan sumber yang banyak mengandung antioksidan berbeda, yaitu yang akan memperkuat mekanisme pertahanan tubuh dari penyakit . Antioksidan akan menyingkirkan radikal bebas, atau senyawa berbahaya yang dilepaskan selama metabolisme sel. Dengan menyukai makan pare, maka Anda akan berpeluang untuk bertahan melawan penyakit serius seperti serangan jantung, gagal ginjal, dan kerusakan hati yang berhubungan dengan radikal bebas.

Pencegahan Kanker:

Antioksidan dalam pare juga dapat membantu menghancurkan radikal bebas penyebab penyakit kanker. Pare telah dipelajari dan para ahli menemukan pare sebagai agen anti tumor dan anti karsinogenik. Penelitian telah menunjukkan korelasi positif antara makan pare dengan pencegahan atau pengurangan pertumbuhan tumor ganas seperti kanker serviks, kanker prostat, dan kanker pay* dara. Hal ini karena kemampuan pare untuk menginduksi apoptosis (kematian sel) pada sel kanker. Namun studi ini masih terus dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut tentang sifat-sifat anti kanker dari buah pare, serta jenis-jenis pasien dengan kanker apa yang bisa diuntungkan.

Kondisi Pernapasan:

Beberapa studi tentang buah pare menunjukkan bahwa pare dapat membantu meringankan pasien dengan kondisi pernapasan seperti asma, bronkitis, dan demam (rhinitis). Sifat utama dari zat yang ditemukan dalam pare seperti anti-histamin, supresan, anti inflamasi, ekspektoran, dan sifat antivirus yang membuatnya menjadi pendorong ideal untuk kesehatan pernapasan. Dianjurkan untuk makan beberapa buah pare sebelum tidur, sehingga akan memberikan efek menenangkan saat sedang tidur!

Infeksi jamur:

Sifat-sifat antijamur dan antibakteri pada pare membuatnya menjadi ideal untuk melawan berbagai macam infeksi jamur,

serta akan membantu untuk membersihkan darah dari bermacam racun-racun sebelum membuat kerusakan lagi. Secara khusus pare akan membantu menyembuhkan infeksi dan kesehatan kulit, seperti untuk mengobati kurap dan psoriasis. Daun pare yang di Jus/diekstrak bisa digunakan sebagai salep oles terbaik untuk kondisi infeksi.

Anti gigitan nyamuk:

Pare juga dikenal dapat menghindarkan dari gigitan nyamuk. Kemungkinan nyamuk tak menyukai darah kita yang telah mengandung zat dari pare, termasuk rasa pahitnya.

Peringatan keamanan!

Bahan kimia yang terdapat dalam buah pare merupakan bahan pengobatan yang kuat, namun ada hal yang perlu diperhatikan juga. Wanita hamil dan yang sedang menstruasi tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi pare. Buah pare bisa merangsang perdarahan menstruasi yang berlebihan. Untuk wanita menyususi, sebaiknya juga menghindari mengkonsumsi pare, karena penelitian masih belum menyatakan akan hal ini. Jadi untuk saat ini, yang terbaik adalah menghindarinya. Juga(seperti yang disebutkan sebelumnya) pare memiliki efek kuat untuk menurunkan kadar gula darah, yang bisa berbahaya terutama saat menjelang dan setelah operasi.

Bagi yang memiliki gejala-gejala seperti anemia, dan juga termasuk sakit kepala, demam, dan nyeri perut sebaiknya tidak mengkonsumsi pare. Atau orang yang sangat sensitif terhadap defisiensi dehidrogenase disarankan konsultasi dengan dokter sebelum makan buah pare. (Ani Mumpuni, SS)

Suasana di Bergota (Jl Kyai Saleh) Semarang pada tahun 1910.

Pertokoan warga Cina di wilayah Pekojan Semarang pada tahun 1910.

�0 EDISI 1 | TAHUN 3 | MARET 2016

Page 23: Generasi Membaca Bangsa Berjaya · Sejarah Pramuka Di Dunia Dan Indonesia 23 SOSOK Riri Putri Anggraini,a.md Story Teller / Tutor Perpustakaan Keliling 26 Hari Djoko Santoso Ketua

H. HENDRAR PRIHADI, SE, MM DAN

Ir. Hj. HEVEARITA GUNARYANTI RAHAYU

KANTOR PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KOTA SEMARANG

MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS DILANTIKNYA:

SEBAGAI WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SEMARANG

PERIODE 2016 - 2021