Top Banner
FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN SAINS S2 – PENDIDIKAN KIMIA 2014/2015
40
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Filsafat dan kebenaran

FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN SAINS

S2 – PENDIDIKAN KIMIA2014/2015

Page 2: Filsafat dan kebenaran

11/17/1411/17/14 22

MATERI MATERI 1 1 FILSAFAT DAN KEBENARANFILSAFAT DAN KEBENARAN

Page 3: Filsafat dan kebenaran
Page 4: Filsafat dan kebenaran
Page 5: Filsafat dan kebenaran
Page 6: Filsafat dan kebenaran

CAUSA PRIMA ILMIAH ESENSI ILMIAH KEILMUAN ILMIAH PRAKTIS

Page 7: Filsafat dan kebenaran

KEBENARAN – H3.KEBENARAN – H3.MANUSIAMANUSIA

HEAD HEART

HAND

11/17/1411/17/14

Page 8: Filsafat dan kebenaran
Page 9: Filsafat dan kebenaran
Page 10: Filsafat dan kebenaran
Page 11: Filsafat dan kebenaran

THE ESSENCE OF EDUCATION IS TO RECOGNIZE TRUTH.

Page 12: Filsafat dan kebenaran
Page 13: Filsafat dan kebenaran

FILSAFAT DAN KEBENARAN1. Etimologis: Bahasa Yunani: Philia/Philein = cinta,

mencintai sophos = hikmah = kearifan, = kebijaksanaan

2. B. Inggris: Philosophy, Philos dan shopia = mencintai kebijaksanaan

Page 14: Filsafat dan kebenaran

17/11/1417/11/14 JUJUNJUJUN

Page 15: Filsafat dan kebenaran
Page 16: Filsafat dan kebenaran

17/11/1417/11/14 JUJUNJUJUN

Page 17: Filsafat dan kebenaran

THE POWER OF PERSONALITYTHE END OF KNOWLEDGE IS LOVETHE END OF WISDOM IS FREEDOM

THE END OF CULTURE IS PERFECTIONTHE END OF EDUCATION IS CHARACTER

SSS 107

Page 18: Filsafat dan kebenaran

17/11/1417/11/14 JUJUNJUJUN

Page 19: Filsafat dan kebenaran

KEBENARANA WISE MAN NEITHER SUFFER HIMSELF TO BE GOVERNED,

NOR ATTEMPTS TO GOVERN OTHERS. (La Bruyere, Jean de)

WHAT IS BEAUTIFUL, IS GOOD AND WHO IS GOOD, WILL SOON BE BEAUTIFUL

(Sappho, penyair)

BAD MONEY DRIVES OUT GOOD(Greely, Horace)

Page 20: Filsafat dan kebenaran

KEBENARAN

ONE MAN WITH GOD IS ALWAYS IN MAJORITY. (Konx, John)

IF POVERTY IS THE MOTHER OF CRIME, LACK OF MINDSET IS THE FATHER

(La Bruyere, Jean de)

THE ACTION IS BEST, WHICH PROCURES THE GREATEST HAPPINIES FOR THE GREATEST NUMBERS

(Hutcheson, Francis)

NO MEN EVER YET BECAME GREAT BY IMITATIONLANGUAGE IS THE DRESS OF THOUGHT

(Johnson, Samuel)

Page 21: Filsafat dan kebenaran

KEBENARAN KEBENARAN

TEMPAT TIDUR YG MAHAL DPT DIBELI, TIDUR TEMPAT TIDUR YG MAHAL DPT DIBELI, TIDUR NYEYAK TIDAK DPT DIBELINYEYAK TIDAK DPT DIBELI . .

OBAT-OBAT YG MAHAL DPT DIBELI, KESEHATAN OBAT-OBAT YG MAHAL DPT DIBELI, KESEHATAN TDK DPT DIBELI. TDK DPT DIBELI.

JIKA KITA TIDAK BISA MENJADI MATAHARI, JIKA KITA TIDAK BISA MENJADI MATAHARI, SEPERTI KUNANG-KUNANG PUN JADILAH. SEPERTI KUNANG-KUNANG PUN JADILAH.

UANG ADALAH PELAYAN YANG SANGAT LUAR UANG ADALAH PELAYAN YANG SANGAT LUAR BIASA TETAPI IA ADALAH TUAN YANG BURUKBIASA TETAPI IA ADALAH TUAN YANG BURUK

Page 22: Filsafat dan kebenaran
Page 23: Filsafat dan kebenaran
Page 24: Filsafat dan kebenaran
Page 25: Filsafat dan kebenaran

SEMBOYAN KEILMUAN YAKINKAN SECARA LOGIS DENGAN KERANGKA TEORETIS ILMIAH DAN

BUKTIKAN SECARA EMPIRIS DENGAN PENGUMPULAN FAKTA YANG RELEVAN

SEYOGIANYA, DALAM ARTIAN ILMIAH YANG PALING MURNI SEORANG PENELITI TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK MENGUMPULKAN DATA

EMPIRIS SEKIRANYA BELUM BERHASIL MENYUSUN KERANGKA TEORETIS YANG MEYAKINKAN

JUJUN, 318

Page 26: Filsafat dan kebenaran
Page 27: Filsafat dan kebenaran

KARAKTERISTIK BERFILSAFATKARAKTERISTIK BERFILSAFAT

”HOLISTIK” -”HOLISTIK” - ”MENDASAR””MENDASAR”

”SPEKULATIF”(20-22)(20-22)

Page 28: Filsafat dan kebenaran
Page 29: Filsafat dan kebenaran
Page 30: Filsafat dan kebenaran
Page 31: Filsafat dan kebenaran
Page 32: Filsafat dan kebenaran

PARADIGMA 1 ILMU NORMAL ANOMALI

PARADIGMA 2

KRISIS

REVOLUSI ILMIAH

REVOLUSI ILMIAH = KUHN =

Page 33: Filsafat dan kebenaran

ILMIAH ESENSI (FILOSOFIS)ILMIAH ESENSI (FILOSOFIS)BERDASARKAN RUANG LINGKUPNYA TIDAK HANYA TERBATAS PADA ILMU

- ILMU RASIONAL DAN EMPIRIK, MELAINKAN TEMBUS SAMPAI PADA DUNIA METAFISIS SUPRARASIONAL

DAN INTUITIF

ILMIAH TEORETISILMIAH TEORETISRUANG LINGKUPNYA TERBATAS PADA ILMU-ILMU

RASIONAL DAN EMPIRIK

ILMIAH PRAKTISILMIAH PRAKTISTEKNOLOGIS - COMMONSENCE

Page 34: Filsafat dan kebenaran

TINGKATAN BERFIKIR DAN TINGKAT KEBENARAN

FILOSOFISMENDASAR/MENYELURUH

KEILMUANTEORETIS

TEKNOLOGIS PRAKTIS

BERFIKIR KEBENARAN

S1

S2

S3

Page 35: Filsafat dan kebenaran

TEORI TEORI IALAH SEBUAH SISTEM PROPOSISI-PROPOSISI ATAU SEBUAH

RANGKAIAN TERPADU DARI PROPOSISI-PROPOSISI. PROPOSISI ADALAH KOMPONEN PEMBENTUK TEORI

Page 36: Filsafat dan kebenaran

KONSEPKONSEP IALAH SIMBOL YANG DIGUNAKAN MEMAKNAI

FENOMENA TERTENTU

KONSEP MERUPAKAN KOMPONEN UTAMA UNTUK MEMBENTUK TEORI

Page 37: Filsafat dan kebenaran

PROPOSISIPROPOSISI ADALAH SEBUAH PERNYATAAN (STATEMENT)

TENTANG SIFAT FENOMENA.

Page 38: Filsafat dan kebenaran

K2

K1 K2

K1

KONSEP

KAITANANTAR KONSEP

PROPOSISI

CARA MEMBENTUK PROPOSISI

Page 39: Filsafat dan kebenaran

X Y

MEMBENTUK PROPOSISI

TEORI YANG ADA HASIL PENELITIAN

PENALARAN

Page 40: Filsafat dan kebenaran

PROPOSISI 1SEMAKIN TINGGI TINGKAT PARTISIPASI, MAKA SEMAKIN TINGGI PRODUKTIVITAS

PROPOSISI 2 SEMAKIN TINGGI PRODUKTIVITAS, MAKA SEMAKIN TINGGI PENGHASILAN

TINGKAT PARTISIPASI PRODUKTIVITAS

PENGHASILAN

PROPOSISI 1

PROPOSISI 2

TEORI SEBAGAI SISTEM PROPOSISI