Top Banner

Click here to load reader

DARI RUANG PUBLIK POPULIS KE RUANG PUBLIK POLITIS · PDF fileTANJUNGPINANG 2016. 1 SURAT PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ... No Alamat Kedai Kopi Pendukung Pasangan Calon Gubernur 1 Batu

Mar 03, 2019

ReportDownload

Documents

vukhanh

DARI RUANG PUBLIK POPULIS KE RUANG PUBLIK POLITIS

(Studi Kasus Tentang Peralihan Fungsi Kedai Kopi Biasa Menjadi Kedai Kopi Pendukung

Salah Satu Kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Tahun 2015-

2020)

NASKAH PUBLIKASI

Oleh:

PURNIA NIKA

NIM. 120563201033

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

TANJUNGPINANG

2016

1

SURAT PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING

Yang bertanda tangan dibawah ini adalah Dosen Pembimbing Skripsi mahasiswa yang disebut

dibawah ini:

Nama : Purnia Nika

NIM : 120563201033

Jurusan/Prodi : Ilmu Administarsi Negara

Alamat : Jl. Pemuda Gg Kencana No.09 Rt 2/Rw Ix Tanjung Ayun Sakti Tpi

Nomor TELP : 085763364636

Email : [email protected]

Judul Naskah : PUBLIK POPULIS KE RUANG PUBLIK POLITIS (Studi Kasus Tentang

Peralihan Fungsi Kedai Kopi Biasa Menjadi Kedai Kopi Pendukung Salah

Satu Kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Tahun

2015-2020)

Menyatakan bahwa judul tersebut sudah sesuai dengan aturan tata tulis naskah ilmiah dan

untuk dapat diterbitkan.

Tanjungpinang, 16 Desember 2016

Yang menyatakan,

Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II

Imam Yudhi Prastya, M.Pa Wayu Eko Yudiatmaja, M.Pa

NIDN. 1002078301 NIDN. 0001078704

mailto:[email protected]

2

A B S T R A K

PURNIA NIKA

IMAM YUDHI PRASTYA, MPA

WAYU EKO YUDIATMAJA, MPA

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISP, UMRAH, [email protected]

Pada Pilkada Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2015 kedai kopi yang awalnya kedai kopi

biasa beralih fungsi menjadi kedai kopi pendukung salah satu kandidat calon Gubernur dan wakil

Gubernur. Kedai kopi menjadi tempat yang mudah untuk melakukan pendekatan dengan

masyarakat karena tradisi melayu masyarakat Kepulauan Riau berkumpul dikedai kopi sambil

bertukar informasi, sehingga calon Gubernur dengan mudah untuk mempromosikan visi dan misi

serta program yang dijalankan jika mereka menang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peralihan fungsi kedai kopi biasa menjadi

kedai kopi pendukung salah satu kandidat calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepulauan Riau

Tahun 2015-2020. Dalam pembahasan skripsi ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan

berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan

dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa deskriptif.

Dari hasil analisa data penelitian ini disimpulkan bahwa peralihan fungsi kedai kopi biasa

menjadi kedai kopi pendukung salah satu kandidat calon Gubernur dan wakil Gubernur Kepulauan

Riau Tahun 2015-2020 disebabkan adanya faktor ideologi, klientelisme, kekerabatan dan dilema

kedai kopi. Munculnya faktor tersebut karena adanya pilihan rasional yang dilakukan pemilik

kedai kopi dan calon Gubernur. Mereka sama-sama memiliki tujuan dan kepentingan masing-

masing.

Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa calon Gubernur memberikan penawaran kepada

pemilik kedai kopi yang sifatnya memberi mereka keuntungan. Kemudian sebagai imbalannya

pemilik kedai kopi mau menjadikan kedai kopi mereka sebagai kedai kopi pendukung calon

Gubernur dan mereka juga menggunakan hak suara mereka untuk memilih pasangan calon

Gubernur tersebut. Selain itu kedai kopi telah melanggar aturan pilkada, yaitu pelanggaran alat

praga kampanye dan terjadinya money politik (pemberian uang, barang maupun jasa)

Saran dalam penelitian ini untuk masyarakat agar mempertahankan tradisi melayu

masyarakat Kepulauan Riau berkumpul dikedai kopi, untuk peneliti lain agar dapat menjadi

referensi dalam penelitiannya, untuk KPU lebih meningkatkan lagi sosialisasinya, untuk Bawaslu

lebih meningkatkan lagi pengawasannya, untuk partai pendukung lebih meningkatkan lagi dalam

memberikan pendidikan politik.

Kata kunci: Ruang publik, Kedai kopi, Pilihan rasional

mailto:[email protected]

3

ABSTRACT

PURNIA NIKA

IMAM YUDHI PRASTYA, MPA

WAYU EKO YUDIATMAJA, MPA

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISP, UMRAH, [email protected]

On election district head Province Riau islands Year 2015 coffee shop ordinary initially

converted into a coffee shop supporting one of the candidates Governor and deputy governor.

coffee shop to be a place that is easy to approach with public because of the tradition of Malay

community in Riau Islands gathered in the coffee shop while exchanging information so that

prospective governors easy to promote the vision and mission as well as programs that run whey

they win.

This study aims to determine transition of function of the coffee shop used to be a coffee

shop supporting one of the candidates for governor and deputy governor of Riau Island year

2015-2020. in the discussion of this thesis using qualitative research .informant of 16 peole.

Techniques of data collection by interview, observation and documentation. Data analysis

technique used is descriptive analysis techniques.

From the data analysis in this study can be concluded that transition function of the

coffee shop used to be a coffee shop supporting one of the candidates for governor and deputy

governor of Riau Island year 2015-2020 because presence factor ideology, clientelism, kinship

and dilemmas coffee shop. The emergence of these factors for their rational choice made coffee

shop owner and candidate for Governor. They have the same goals and interests of each.

Conclusion in this study that Candidates Governor offers to the owner of the coffee shop

that nature gives them an advantage. Then return the coffee shop owners want to make their coffee

shop as a coffee shop supporting candidates for Governor and they also use their vote to choose a

candidate for Governor of the pair. Besides the coffee shop had violated election rules, namely

infringement praga campaign tools and the political money (gifts of money, goods or services).

Suggestions in this research to the public in order to maintain the tradition of the Malay

community in Riau Islands gathered in the coffee shop, for researchers to be a reference in

another study, to the KPU further enhance socialization, for Bawaslu further enhance its

supervision, for the parties supporting the further increase again in providing political education.

Keywords: Public Sphere, Coffee Shop , Rational Choice

mailto:[email protected]

3

I. PENDAHULUAN

Penelitian ini ingin mengkaji tentang

peralihan Ruang publik kedai kopi, dari

kedai kopi biasa menjadi kedai kopi

pendukung salah satu kandidat calon

Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan

Riau tahun 2015-2020. Kedai kopi di

Kepulauan Riau, khususnya di Kota

Tanjungpinang sangat menjamu karena

merupakan bagian dari tradisi masyarakat.

Tradisi itu adalah tradisi berbincang-bincang

di kedai kopi.

Fenomena yang menarik adalah pada

saat pilkada Gubernur Kepulauan Riau tahun

2015-2020, kedai kopi yang awal mulanya

hanya kedai kopi biasa/netral yang sering di

kunjungi oleh masyarakat dari berbagai

kalangan yang masing-masing berbeda

profesi. Diantaranya ada para politisi baik

yang muda maupun yang tua, mahasiswa

dan masyarakat biasa. Berubah menjadi

kedai kopi pendukung salah satu pasangan

calon Gubernur dan Wakil Gubernur

Kepulauan Riau Tahun 2015-2020, dimana

di dalam maupun di luar kedai kopi tersebut

terdapat atribut-atribut seperti poster,

spanduk, maupun baliho pasangan calon.

Tabel I.1

Kedai Kopi Pendukung

No Alamat Kedai

Kopi

Pendukung

Pasangan

Calon

Gubernur

1 Batu 8 Atas

Bundaran

Stisipol

Sani-Nurdin

2 Jln. Martadinata Sani-Nurdin

3 Teluk Kriting Soerya-

Anshar

4 Perumnas Bumi

Air Raja KM 15

Soerya-

Anshar

5 Perum Griya

Senggarang

Permai

Soerya-

Anshar

Sumber: Tim Sukses calon Gubernur

Pilkada Kepulauan Riau Tahun 2015

Di Kota Tanjungpinang Kedai kopi

menjadi sarana publik untuk berdiskusi dan

berinteraksi. Keberadaan kedai kopi di Kota

Tanjungpinang menjadi tempat dimana

masyarakat bebas mengeluarkan

pendapatnya. Di kedai kopi inilah

masyarakat Kota Tanjungpinang dapat

mengisi kekosongan waktu untuk

beristirahat, menghilangkan segala

kepenatan, berkumpul hingga membentuk

interaksi sosial antar pemilik dan

pengunjung kedai kopi. Kedai kopi juga

dilakukan sebagai media silaturahim, media

bisnis bahkan menjadi media informasi

politik. Karena kedai kopi tersebut menjadi

ruang yang dapat dinikmati, ditempati oleh

siapa saja. Kedai kopi menjadi ruang bagi

setiap orang bebas mengeluarkan pendapat

sama halnya dengan Ruang Publik. Oleh

karena

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.