Top Banner
6 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Sistem Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau, variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. 2.1.1. Pengertian Sistem Menurut Bodnar dan Hoowood dalam (Muhamad dan Oktafianto, 2016:2) mengemukakan bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur -prosedur yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”. Menurut Frederick dalam (Fauzi, 2017:2) bahwa “Sistem beroprasi dan berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran tertentu, suatu sistem menunjukan tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen-komponen di dalam sistem dan di antara lingkungannya”. Menurut Indrajit dalam (Hutahaean, 2014:1) sistem mengandung arti “Kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara satu dengan yang lainnya”. Menurut Hall dalam (Mardi, 2014:3) Sistem adalah “sekelompok dua atau lebih komponen yang saling berkaitan yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama”.
19

BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

Dec 14, 2020

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

6

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu

dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.

Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan

dari unsur, komponen atau, variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling

tergantung satu sama lain, dan terpadu.

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Bodnar dan Hoowood dalam (Muhamad dan Oktafianto, 2016:2)

mengemukakan bahwa “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur

yang saling berkaitan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”.

Menurut Frederick dalam (Fauzi, 2017:2) bahwa “Sistem beroprasi dan

berinteraksi dengan lingkungannya untuk mencapai sasaran tertentu, suatu sistem

menunjukan tingkah lakunya melalui interaksi di antara komponen-komponen di

dalam sistem dan di antara lingkungannya”.

Menurut Indrajit dalam (Hutahaean, 2014:1) sistem mengandung arti

“Kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur keterkaitan

antara satu dengan yang lainnya”.

Menurut Hall dalam (Mardi, 2014:3) Sistem adalah “sekelompok dua atau lebih

komponen yang saling berkaitan yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama”.

Page 2: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

7

Menurut Fitzgrald dalam (Puspitawati dan Anggadini, 2014:1) sistem adalah

“suatu jaringan kerja dari prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-

sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang

tertentu”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah

sekumpulan komponen yang saling berkaitan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan

bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai sistem. Adapun karakteristik sistem menurut

Fauzi (2017:3) adalah sebagai berikut:

1. Komponen Sistem

Suatu sistem terjadi dikarenakan adanya sejumlah komponen yang melakukan

interaksi. Suatu sistem yang sekecil apapun akan selalu mengandung komponen-

komponen.

2. Batas Sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antar suatu sistem dengan sistem

yang lain atau dengan lingkungan luar.

3. Lingkungan Luar Sistem

Lingkungan luar dari suatu sistem adalah daerah di luar batas dari suatu sistem

yang memengaruhi operasi sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan

subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber

daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran dari

subsistem menjadi masukan untuk subsistem lainnya.

Page 3: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

8

5. Masukan Sistem

Masukan sistem adalah energi yang dimasukan ke dalam sistem.

6. Keluaran Sistem

Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang di olah dan diklasifikasikan menjadi

keluaran yang berguna dan sisi pembuangan.

7. Pengolah Sistem

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri

sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak

mempunyai sasaran maka sistem tersebut tidak berguna.

Adapun Menurut Hutahaean (2014:6) sistem dapat diklasifikasikan dalam

beberapa sudut pandang:

1. Klasifikasi Sistem sebagai:

a. Sistem Abstrak (Abstract System)

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide

yang tidak tampak secara fisik.

b. Sistem Fisik (Physical System)

Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai:

a. Sistem Alamiyah (Natural System)

Sistem alamiyah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat

oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

Page 4: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

9

b. Sistem Buatan Manusia (Human Made System)

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang

melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin (human machine system).

3. Sistem diklasifikasikan sebagai:

a. Sistem Tertentu (Deterministic System)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang

sudah dapat diprediksi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan.

b. Sistem Tak Tentu (Probalistic System)

Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat

diprediksi karena mengandung unsur probalistik.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai:

a. Sistem Tertutup (Close System) Sistem tertutup adalah sistem yang tidak

terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja

otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup

ini ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada

hanya relatively closed system.

b. Sistem Terbuka (Open System) Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan

dan terpengaruh denga lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan

output dari lingkungan luar subsistem lainnya. Karena sistem terbuka

terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

Page 5: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

10

2.1.2. Pengertian Informasi

Menurut Davis dalam (Hutahaean, 2014:9) bahwa “Informasi adalah data yang

telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai

nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau

keputusan-keputusan yang akan datang”

Muslihudin dan Oktafianto (2016:9) mengutip beberapa pendapat para ahli

diantaranya menurut Sutanta berpendapat bahwa informasi merupakan hasil

pengolah data, sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan

mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat

dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada

saat mendatang.

Menurut Robert J. Verzello/John reuter III dalam (Fauzi, 2017:10) bahwa

“Informasi adalah kumpulan data yang relavan dan mempunyai arti yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan”.

Menurut Barry E. Cushing dalam (Fauzi, 2017:10) bahwa “Informasi

menunjukan hasil dari pengolahan data yang diorganisasikan dan berguna kepeda

orang yang menerimanya”.

Menurut Mulyani (2016a:14) bahwa “Informasi merupakan data yang sudah

diolah yang ditunjukan untuk seseorang, organisasi ataupun siapa saja yang

membutuhkan”.

Menurut Davis dalam (Kadir, 2014:45) “Informasi adalah data yang telah diolah

menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam

pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data

yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya

yang berguna untuk membuat keputusan. Adapun karakteristik informasi yang

berguna bagi si penerima menurut Fauzi (2017:10) antara lain sebagai berikut:

Page 6: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

11

1. Relevan

Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakai, setiap pengguna

informasi akan berbeda-beda tergantung dari kebutuhan penggunaan informasi

tersebut.

2. Akurat

Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan bias atau menyesatkan.

Informasi harus akurat karena dari sumber infomasi sampai ke penerima

kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak

informasi tersebut.

3. Tepat Pada Waktunya

Informasi yang diterima pengguna informasi tidak boleh terlambat karena

informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.

4. Lengkap

Informasi ini harus lengkap sehingga tidak kehilangan aspek-aspek yang penting

yang merupakan dasar aktivitas yang diukurnya.

5. Rangkuman

Informasi harus sesuai dengan kebutuhan pemakai karena informasi cenderung

memerlukan informasi yang sangat rinci.

6. Dapat diverifikasi

Informasi harus dapat diverifikasi jika diperoleh dari dua orang yang berbeda

dari suatu sistem yang saling berinteraksi dimana hasil informasi dari kedua

orang tersebut adalah sama.

Page 7: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

12

2.1.3. Pengertian Sistem Informasi

Menurut Fauzi (2017:18) mengemukaan pendapat dari Lucas bahwa “Sistem

informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prodesur yang diorganisasikan bilamana

dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan

dan pengendalian di dalam organisasi”.

Menurut John Nash dan Roberts dalam (Fauzi, 2017:18) bahwa Sistem

informasi adalah suatu kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media,

prosedur-prosedur, dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur

komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal

kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan

eksternal yang penting dan menyediakan sesuatu dasar untuk pengambilan

keputusan.

Menurut Hall dalam (Fauzi, 2017:18) bahwa “Sistem informasi adalah sebuah

rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses, menjadi informasi

dan didistribusikan kepada pemakai”

Menurut Hutahaean (2014:13) berpendapat bahwa Sistem informasi adalah

suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan

pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan

kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu

dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.

Menurut Yakub dalam (Muhamad dan Oktafianto, 2016:11) bahwa “Sistem

informasi merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam organisasi

yang berhubungan dengan proses penciptaan aliran informasi”.

Menurut Punjul (2016:1) “Sistem informasi adalah sistem fisik dan sosial yang

ditata sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah

suatu kombinasi teratur apapun dari orang, perangkat keras (hardware), perangkat

lunak (software), jaringan komunikasi dan basis data (database) yang mengumpulkan,

mengubah, dan menyebarkan informasi di dalam suatu bentuk organisasi.

Page 8: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

13

Menurut Burch dan Grudnitski dalam (Fauzi, 2017:19-21) mengemukakan

bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah

blok bangunan (building block) yaitu:

1. Blok Masukan (Input Block)

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan

memanipulasi dan input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang

sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sitem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen

serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Technolgi Block)

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan

dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu

pengendalian diri secara keseluruhan. Terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi

(humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras.

5. Blok Basis Data (Database Block)

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan digunakan

perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau dimanipulasi

Page 9: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

14

dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS

(Database Management Systems).

6. Blok Kendali (Control Block)

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan

bahwa hal-hal yang dapat merusaksistem dapat dicegah atau bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

2.1.4. Pengertian Akuntansi

Menurut Sujarweni (2015:3) “Akuntansi adalah proses dari transaksi yang

dibuktikan dengan faktur, lalu dari transaksi dibuat jurnal, buku besar, neraca lajur,

kemudian akan menghasilkan informasi dalam bentuk laporan keuangan yang

digunakan pihak-pihak tertentu”.

Menurut Bahri (2016:2) berpendapat bahwa “Akuntansi adalah seni pencatatan,

penggolongan, pengikhtisaran dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara

sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui oleh

umum”.

Menurut American Accounting Association dalam (Ishak dan Sugiono, 2015:3)

”Akuntansi adalah suatu proses yang meliputi identifikasi, pengukuran, dan

komunikasi dari informasi ekonomi yang memungkinkan penilaian dan pengambilan

keputusan yang berharga oleh pengguna informasi”.

Menurut American Institute of Certifed Public Accountans dalam (Ishak dan

Sugiono, 2015:3) “Akuntansi adalah suatu seni pencatatan, pengklasifikasian, dan

pengikhtisaran dengan suatu cara tertentu, yang dinyatakan dalam uang, transaksi, dan

peristiwa, paling tidak mengenai karakter keuangan dan penafsiran hasil”.

Page 10: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

15

Menurut A Statement of Basic Accounting Theory dalam (Zamzami, 2017:2)

mengemukakan bahwa “Akuntansi sebagai proses mengidenetifikasi,

mengukur, dan mengkomunikasikan economic information untuk

memungkinkan dibuatnya judgement dan keputusan berdasarkan informasi oleh

pengguna (user) informasi tersebut”.

Menurut Kartikahadi (2016:3) pengertian akuntansi adalah “Akuntansi adalah

suatu sistem informasi keuangan, yang bertujuan untuk menghasilkan dan melaporkan

informasi yang relevan bagi berbagai pihak yang berkepentingan”.

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah

suatu proses identifikasi, pencatatan dan pengolahan data yang berguna bagi

perusahaan eksternal maupun internal.

2.1.5. Siklus Akuntansi

Menurut Bahri (2016:18) “Siklus akuntansi adalah tahapan-tahapan mulai dari

terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk

pencatatan berikutnya”.

Berikut adalah tahapan-tahapam dalam siklus akuntansi dapat diurutkan sebagai

berikut:

1. Mula-mula dokumen pendukung transaksi dianalisis dan informasikan yang

terkandung dalam dokumen tersebut dicatat dalam jurnal.

2. Lalu data akuntansi yang ada dalam jurnal diposting ke buku besar.

3. Seluruh saldo akhir yang terdapat pada masing-masing buku besar akun didaftar

(dipindahkan) ke neraca saldo untuk membuktikan kecocokan antara keseluruhan

nilai akun yang bersaldo normal debet dengan keseluruhan nilai akun yang

bersaldo normal kredit.

4. Menganalis data penyesuaian dan membuat ayat jurnal penyesuaian.

5. Memposting data jurnal penyesuaian ke masing-masing buku besar yang terkait.

Page 11: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

16

6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja

(work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted trial balance) dan

laporan keuangan disiapkan.

7. Membuat ayat jurnal penutup (closing entries).

8. Memposting data jurnal penutup ke massing-masing buku besar akun yang terkait.

9. Menyiapkan neraca saldo setelah penutupan (post-closing trial balance).

10. Membuat ayat jurnal pembalik (reversing entries).

2.1.6. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menutut Bodnar dan Hopwood dalam (Fauzi, 2017:25) mengemukakan bahwa

“Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan

peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi yang berguna”.

Menurut Nash dan Roberts dalam mengemukakan bahwa (Fauzi, 2017:25)

“Sistem informasi akuntansi adalah suatu subsistem dari sistem informasi bisnis yang

dihubungkan dengan tipe suatu informasi dan pengolahan informasi yang termasuk di

dalam bagian fungsi akuntansi”.

Menurut Barry E. Cushing dalam (Fauzi, 2017:25) berpendapat bahwa “Sistem

informasi akuntansi adalah kumpulan dari manusia dan sumber-sumber daya

modal dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan

informasi keuangan dan juga informasi yang didapat dari pengumpulan dan

pengolahan data transaksi”.

Menurut Puspitawati dan Anggadini (2014:57) “Suatu sistem informasi

akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang berfungsi untuk

mengorganisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi untuk uha

infomasi keuangan yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusant manajemen

dan pimpinan perusahaan dan dapat memudahkan pengelolaan perusahaan”.

Menurut Krismiaji (2015:4) “Sistem Informasi Akuntansi adalah sebuah sistem

yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat

untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoperasikan bisnis”.

Page 12: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

17

Menurut Romney dan Steinbart (2016:10), Sistem informasi akuntansi adalah

“sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, mencatat, menyimpan dan

mengolah data untuk menghasilkan suatu informasi untuk pengambilan

keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi data perangkat

lunak, infrastruktur teknologi informasi serta pengendalian internal dan ukuran

keamanan”.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi

Akuntansi adalah sekumpulan unsur-unsur yang berkaitan satu sama yang lain untuk

melakukan kegiatan dengan tujuan tertentu.

2.1.7. Pengertian Pembelian

Menurut Sujarweni (2015:101), “pembelian adalah suatu sistem kegiatan dalam

perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan”.

Menurut (Sholikhah, dkk, 2017), Aktivitas pembelian dapat disebut dengan

prokuremen. Prokuremen merupakan suatu proses bisnis yang diawali dengan

pemilihan sumber daya, aktivitas pembuatan order, dan perolehan barang dan

jasa dan pemasok dilakukan oleh perusahaan. Pembelian (purchasing) adalah

akun yang digunakan untuk mencatat semua pembelian barang dagangan dalam

satu periode.

Menurut Mulyadi dalam (Sinaga, 2017:3), Sistem informasi pembelian

digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan dalam

perusahaan. Transaksi pembelian dapat digolongkan menjadi dua: pembelian

lokal dan impor. Pembelian lokal adalah pembelian dalam negeri, sedangkan

impor adalah pembelian dari pemasok luar negeri.

Pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Pembelian merupakan suatu

kegiatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan dalam memenuhi kebutuhan

produk atau bahan baku produk yang didapat dari pemasok atau supplier untuk dicatat

dalam satu periode.

Page 13: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

18

2.1.8. Pengertian Pembelian Kredit

Menurut Sujarweni (2015:105) “Pembelian kredit merupakan sistem pembelian

dimana pembelian barang dengan pembayaran tempo atau menunda pembayaran atau

kredit serta pembayarannya dilakukan setelah barang diterima pembeli”.

Berikut adalah contoh jurnal pada transaksi pembelian kredit:

a. Pada saat pembelian kredit

Pembelian Rp. XXX

Hutang Usaha Rp. XXX

b. Pada saat Pembayaran Hutang

Hutang Usaha Rp. XXX

Kas/Bank Rp. XXX

2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)

Peralatan pendukung merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan

bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan simbol-simbol, diagram-

diagram yang menunjukan secara tepat arti dan fungsinya.

2.2.1. Unified Modeling Language (UML)

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:137) mengatakan bahwa “UML

merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah system

dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:140) pada UML 2.3 terdiri dari 13

macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori. Pembagian kategori dan

macam-macam diagram tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Page 14: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

19

Sumber: Sukamto dan Shalahudin (2018)

Gambar II.1

Diagram UML (Unified Modeling Language)

1. Structure Diagram

Kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis

dari sistem yang dimodelkan.

2. Behavior Diagram

Kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau

rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.

3. Interaction Diagram

Kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi system

dengan sistem lain maupun interaki antar subsistem pada suatu system.

Page 15: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

20

4. Use Case Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:155) mengatakan bahwa “Use case atau

diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem

informasi yang akan dibuat”. Ada dua hal utama pada Use Case yaitu pendefisian

apa yang disebut aktor dan Use Case:

a. Aktor

Aktor merupakan orang, proses atau sistem lain yang berinteraksi dengan

sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat

itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi belum

tentu aktor adalah orang.

b. Use Case

Use Case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unitunit

yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

5. Activity Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:161) mengatakan bahwa “diagram

aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau

aktivitas dari sebuah system atau proses bisnis atau menu yang ada pada

perangkat lunak”. Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:161), diagram

aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:

a. Rancangan proses bisnis.

b. Urutan atau pengelompokkan tampilan dari sistem atau user interface.

c. Rancangan pengujian.

d. Rancangan menu.

Page 16: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

21

6. Sequence Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:165) mengatakan bahwa “Diagram

sequence menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan

waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”. Oleh

karena itu, untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek

yang terlibat sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang

diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk

melihat skenario yang ada pada use case.

7. Deployment Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:154) mengatakan bahwa “Diagram

deployment atau deployment diagram menunjukkan konfigurasi komponen dalam

proses eksekusi aplikasi”.

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Mulyani (2016:100) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah tools

yang digunakan untuk melakukan pemodelan data secara abstrak dengan tujuan untuk

mendeskripsikan atau menggambarkan struktur dari data yang akan digunakan”.

Menurut Indrajani (2015:17) “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah

sebuah pendekatan toop-bottom dengan perancangan basis data yang dimulai dengan

mengidentifikasikan data-data yang penting yang disebut dengan entitas dan

hubungan antara enttitas-entitas tersebut yang digambarkan dalam satu model”.

Page 17: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

22

2.2.3. Logical Record Structured (LRS)

Menurut Simarmata dan Paryudi dalam (Fridayanthie, E. W., & Mahdiati, 2016)

“Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur record-record

pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.

Menurut (Rusdi, I., & Mashabi, 2017) “Logical Record Structure (LRS) adalah

representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil

antar himpunan entitas”.

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa LRS adalah

representasi dari struktur record-record pada tabel yang terbentuk dari hasil antar

himpunan entitas.

Menentukan kardinalitas, jumlah table dan Foreign Key (FK) sebagai berikut:

1. One to one

Yaitu satu entitas yang berhubungan dengan paling banyak satu entitas lain.

2. One to many

Yaitu satu entitas yang dapat berhubungan dengan lebih dari satu entitas lain.

3. Many to many

Yaitu beberapa entitas yang dapat berhubungan dengan bebrapa entitas lain.

2.2.4. Mysql

Menurut Andi (2015:26), berpendapat bahwa “MySQL adalah salah satu

software sistem manajemen database (DBMS) Structured Query Language (SQL)

yang bersifat open source”.

Page 18: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

23

2.2.5. Java

Menurut Sun dalam (Haqi, 2017:1), “Java adalah nama untuk sekumpulan

teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada computer

standalone ataupun pada lingkungan jaringan”. Menurut Mardiani, dkk (2017:29)

“Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek (OOP) dan dapat

dijalankan pada berbagai platform sistem operasi”.

Menurut Enterprise (2017:1) “Java adalah bahasa pemrograman yang

powerfull dan serbaguna untuk pengembangan perangkat lunak yang berjalan di

perangkat seluler, komputer dekstop, dan server”.

2.2.6. Netbeans

Menurut Enterprise (2015:6) “Netbeans merupakan IDE (Intergrated

Development Environtment) untuk membuat aplikasi dengan JAVA, PHP, C, C++, dan

HTML5”.

Menurut (Nofriadi, 2015:4) “Netbeans merupakan sebuah aplikasi Integrated

Development Environtment (IDE) yang berbasiskan Java dari Sun Microsystems yang

berjalan diatas swing dan banyak digunakan sekarang sebagai editor untuk berbagai

bahasa pemrograman”. Sedangkan, menurut Sugiarti (2018:6) Netbeans merupakan

IDE yang ditunjukan untuk memudahkan pemrograman Java.

Berdasarkan pengertian diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa

Netbeans adalah perangkat lunak yang dapat membuat aplikasi dengan Java.

Page 19: BAB II LANDASAN TEORI - repository.bsi.ac.id · 6. Dengan menggunakan pilihan (optional) bantuan neraca lajur sebagai kertas kerja (work sheet), neraca saldo seletah penyesuaian (adjusted

24

2.2.7. User Interface

Menurut Akinari dalam (Ikhsan dan Kurniawan, 2015) interface adalah salah

satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna

dengan sistem operasi. Antarmuka (interface) adalah komponen sistem operasi yang

bersentuhan langsung dengan pengguna, yaitu Command Line Interface (CLI) dan

Gruphical User Interface (GUI).”

2.2.8. Blackbox Testing

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2018:275), “Blackbox Testing (pengujian

kotak hitam) yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa

menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui

apakah fungsi-fungsi, masuka, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan

spesifikasi yang dibutuhkan.

2.2.9. Spesifikasi Software dan Hardware

Menurut (Husaini, 2017) Menyimpulkan bahwa spesifikasi software (perangakat

lunak) adalah kebutuhan software atau perangkat lunak penting bagi terciptanya sistem

yang sedang dirancang. Sedangkan Spesifikasi hardware (perangkat keras) adalah

hardware atau perangakat keras yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi.