Top Banner

Click here to load reader

Autism Syndrome Disorder

Nov 11, 2015

ReportDownload

Documents

Autism autis gangguan tuumbuh kembang anak

Autism Syndrome DisorderDEFINISIIstilah autisme dikemukakan pertama kali oleh Dr. Leo Kanner pada 1943. Secara harfiah, autisme berasal dari kata autos yang berarti diri dan isme yang berarti paham atau aliran. Secara etimologi, autisme adalah anak yang memiliki gangguan perkembangan dalam dunianya sendiri.Menurut American Psychiatic Association, Autisme adalah ganguan perkembangan yang terjadi pada anak yang mengalami kondisi menutup dirI, dimana gangguan ini mengakibatkan anak mengalami keterbatasan dari segi komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Autisme merupakan kombinasi dari beberapa kegagalan perkembangan, yang biasanya mengalami gangguan pada : KomunikasiPada anak dengan autism, perkembangan bahasanya akan sangat lambat atau bahkan tidak ada sama sekali. Penggunaan kata-kata yang tidak sesuai dengan makna yang dimaksud dan lebih sering berkomunikasi menggunakan gerak tubuh (gesture) daripada kata-kata serta gangguan dalam pemusatan perhatian (atensi). Interaksi SosialPada anak dengan autism, kondisi menyendiri lebih menyenangkan daripada bersama orang lain, sehingga sulit untuk membangun hubungan sosial dan pertemanan dengan lingkungannya. Gangguan sensorikAnak dengan autism memiliki sensitifitas indra (penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman, dan perasa) yang sangat tinggi atau bisa juga sebaliknya. Gangguan BermainAnak dengan autism pada umumnya kurang memiliki spontanitas dalam permainan yang bersifat imajinatif dan tidak dapat meniru orang lain, dan tidak mempunyai inisiatif. PrilakuAnak dengan autism bisa saja berprilaku hiper-aktif atau isa juga sebaliknya hipo-aktif; gangguan prilaku seperti marah tanpa sebab yang jelas, perhatian yang sangat besar pada suatu benda, menampakkan agresi pada diri sendiri dan orang lain dan mengalami kesulitan dalam perubahan rutinitas.Berdasarkan DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder), Anak dengan ganguan perkembangan Autisme dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu : Segi pendidikanAnak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi, sosial, perilaku pada anak sesuai dengan kriteria DSM-IV sehingga anakini memerlukan penanganan atau layanan pendidikan secara khusus sejakdini. Segi medis Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan/kelainan otak yangmenyebabkan gangguan perkembangan komunikasi, sosial, perilaku sesuai dengan kriteria DSM-IV sehingga anak ini memerlukan penanganan atau terapi secara klinis. Segi psikologiAnak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembanganyang berat bisa ketahui sebelum usia 3 tahun, aspek komunikasi sosial, perilaku,bahasa sehingga anak perlu adanya penanganan secara psikologis. Segi sosial Anak autis adalah anak yang mengalami gangguan perkembangan berat dari beberapa aspek komunikasi, bahasa, interaksi sosial, sehingga anak ini memerlukan bimbingan ketrampilan sosial agar dapat menyesuaikan dengan lingkungannya.EPIDEMIOLOGISaat ini autisme dianggap sebagai salah satu gangguan perkembangan paling umum di dunia. Dalam studi yang dilakukan oleh Amerika Serikat Centers for Disease Control pada tahun 2002 pada beberapa masyarakat yang dipilih menunjukkan bahwa prevalensi autisme saat ini adalah sekitar 1 dari 150 orang anak. Berdasarkan prevalensi terekhir dari National Institute of Mental Health memperkirakan bahwa autisme terjadi 0.003-0.006 % dari populasi, yang berarti 3-6 orang dari 1000 orang akan mengalami gangguan ini.Sejumlah penelitian epidemiologi telah memberikan bukti yang kuat mengenai komponen dasar genetik pada penyakit autisme. Studi yang dilakukan oleh Folstein dan Rutter pada tahun 1977 mengidentifikasi bahwa autisme lebih tinggi terjadi pada monozygotic kembar daripada dizygotic kembar. Dan sejak saat itu dilaporkan bahwa temuan paling sering dikaitkan dengan kromosom 7q, 15q, 22q, dan 2q. Autisme terjadi empat kali lebih sering pada pria daripada wanita, dengan rasio yang tinggi dan dalam bentuk gangguan yang lebih ringan tanpa memandang status sosial-ekonomi, ras, agama, etnis, warna kulit,dll. Suatu keluarga yang memiliki seorang anak dengan kondisi autistik akan memiliki resiko 4-6% gangguan perkembangan pada anggota keluarganya yang sedarah lainnya.ETIOLOGIPenyebab terjadinya gangguan perkembangan (autisme) ini belum diketahui dengan jelas, tetapi ada beberapa kondisi yang dicurigai sebagai penyebabnya, antara lain yaitu gangguan pada otak, genetik, lingkungan, polusi udara, air, dan makanan, sistem imun, dan proses kehamilan.Dari penelitian yang dilakukan oleh para pakar dari banyak negara ditemukan beberapa fakta yaitu 43% penyandang autisme mempunyai kelainan pada lobus parietalis otaknya sehingga menyebabkan anak cuek terhadap lingkungannya. Kelainan juga ditemukan pada otak kecil (cerebellum), terutama pada lobus ke VIdan VII. Otak kecil bertanggung jawab atas proses sensoris, daya ingat, berfikir, belajar berbahasa dan proses atensi (perhatian). Juga didapatkan jumlah sel Purkinye di otak kecil yang sangat sedikit, sehingga terjadi gangguan keseimbangan serotonin dan dopamine, akibatnya terjadi gangguan atau kekacauan impuls di otak.Ditemukan pula kelainan yang khas di daerah sistem limbik yang disebut hippocampus. Akibatnya terjadi gangguan fungsi control terhadap agresi dan emosi yang disebabkan oleh keracunan logam berat seperti mercury yang banyak terdapat dalam makanan yang dikonsumsi ibu yang sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yang tinggi. Pada penelitian diketahui dalam tubuh anak-anak penderita autis terkandung timah hitam dan merkuri dalam kadaryang relatif tinggi.Anak kurang dapat mengendalikan emosinya, seringkali terlalu agresif atau sangat pasif. Hippocampus bertanggung jawab terhadap fungsi belajar dan daya ingat.Terjadilah kesulitan penyimpanan informasi baru. Perilaku yang diulang-ulang yang aneh dan hiperaktif juga disebabkan gangguan hippocampus.Faktor genetika dapat menyebabkan abnormalitaspertumbuhan sel-sel saraf dan sel otak dan diperkirakan sebagai penyebab utama terjadinya kondisi autisme walaupun bukti-bukti yang konkrit masih sulit ditemukan. Diperkirakan masih banyak faktor pemicu yang berperan dalam timbulnya gejala autisme. Pada proses kelahiran yang lama (partus lama) dimana terjadi gangguan nutrisi dan oksigenasi pada janin dapat memicu terjadinya austisme. Bahkan sesudah lahir (postpartum) juga dapat terjadi pengaruh dari berbagai pemicu, misalnya infeksi ringan sampai berat pada bayi.ANATOMI DAN FISIOLOGI

Gambar : Bagian-bagian OtakKetika lahir seorang bayi telah mempunyai 100 miliar sel otak yang aktif dan 900 miliar sel otak pendukung, setiap neuron mempunyai cabang hingg 10.000 cabang dendrit yang dapat membangun sejumlah satu kuadrilion koneksi. komunikasi.perkembangan otak pada minggu-minggu pertama lahir diproduksi 250.000 neuroblast (sel saraf yang Belum matang), kecerdasan mulai berkembang dengan terjadinya koneksi antar sel otak, tempat sel saraf bertemu disebut synapse, makin banyak percabangan yang muncul, makin berkembanglah kecerdasan anak tersebut, dan kecerdasan ini harus dilatih dan di stimulasi, tanpa stimulasi yang baik, potensi ini akan tersia-siakan.Otak manusia, adalah organ yang unik dan dasyat, tempat diaturnya proses berfikir, berbahasa, kesadaran, emosi dan kepribadian, secara garis besar, otak terbagi dalam 3 bagian besar, yaitu kortex serebri, system limbik dan batang otak, yang berkerja secara simbiosis. Bila korteks serebri berfungsi untuk berfikir, berhitung, memori, bahasa, maka sistek limbik berfugsi dalam mengatur emosi dan memori emosional, sedangkan batang otak mengatur fungsi vegetasi atau pertahanan tubuh antara lain denyut jantung, aliran darah, kemampuan gerak atau motorik, Ketiganya bekerja bersama saling mendukung dalam waktu yang bersamaan, tapi juga dapat bekerja secara terpisah.Otak manusia mengatur dan mengkordinir, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh, homeostasis seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, keseimbangan cairan, keseimbangan hormonal, mengatur emosi, ingatan, aktivitas motorik dan lain-lain. Otak terbentuk dari dua jenis sel: yaitu glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter. Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagai sinapsis. Neurotransmiter paling mempengaruhi sikap, emosi, dan perilaku seseorang yang ada antara lain Asetil kolin, dopamin, serotonin, epinefrin, norepinefrin.Sistem norepinefrin dan sistem serotonin normalnya menimbulkan dorongan bagi sistem limbik untuk meningkatkan perasaan seseorang terhadap rasa nyaman, menciptakan rasa bahagia, rasa puas, nafsu makan yang baik, dorongan seksual yang sesuai, dan keseimbangan psikomotor, tapi bila terlalu banyak akan menyebabkan serangan mania. Yang mendukung konsep ini adalah kenyataan bahwa pusat-pusat reward dan punishment di otak pada hipotalamus dan daerah sekitarnya menerima sejumlah besar ujung-ujung saraf dari sistem norepinefrin dan serotonin. (Guyton 1997:954)Pada pasien dengan gangguan neuropsikis terdapat berbagai keadaan yang diyakini disebabkan oleh salah satu atau lebih dari tiga kemungkinan berikut: 1. Terjadi hambatan terhadap sinyal-sinyal saraf di berbagai area pada lobus prefrontalis atau disfungsi pada pengolahan sinyal-sinyal;2. Perangsangan yang berlebihan terhadap sekelompok neuron yang mensekresi dopamin dipusat-pusat perilaku otak, termasuk di lobus frontalis, dan atau;3. Abnormalitas fungsi dari bagian-bagian penting pada pusat-pusat sistem pengatur tingkah laku limbik di sekeliling hipokampus otak. (Guyton,1997:954)Sistem limbik merupakan bagian basal dari otak yang mengatur emosi dan tingkah laku, dan motivasi manusia. Sistem limbik terdiri dari jaringan kortikal disekitar hilus dari hemisfer serebri dan terdiri dari struktur seperti amigdala,