Top Banner
Modul 1 Auditing dan Profesi Akuntan Publik Devianti Yunita H., S.E., M.T., Ak. ateri pada modul ini secara umum berkaitan dengan konsep dasar auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan profesi akuntan publik, yang jasanya sangat dibutuhkan oleh manajemen perusahaan maupun oleh para investor. Untuk dapat lebih memahami hal tersebut, pertama-tama akan diuraikan mengenai definisi auditing dan jenis- jenis auditing, selanjutnya dijelaskan latar belakang berkembangnya profesi akuntan publik, yang kemudian akan disertai dengan penjelasan berbagai hal yang terkait profesi akuntan publik itu sendiri. Dalam Kegiatan Belajar 1 akan dijelaskan mengenai konsep dasar auditing dimulai dari latar belakang timbulnya auditing karena adanya information risk, di mana information risk tersebut merefleksikan kemungkinan bahwa informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis ternyata tidak akurat. Auditing dapat didefinisikan sebagai “Suatu proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”. Evidence atau bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Auditor harus qualified dalam memahami kriteria yang digunakan dan harus kompeten dalam memahami jenis dan jumlah bukti yang harus dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan yang tepat setelah bukti-bukti tersebut diperiksa. Selanjutnya dalam Kegiatan Belajar 2 dijelaskan mengenai timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara yang sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya, M PENDAHULUAN
35

Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

Dec 02, 2020

Download

Documents

dariahiddleston
Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.
Transcript
Page 1: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

Modul 1

Auditing dan Profesi Akuntan Publik

Devianti Yunita H., S.E., M.T., Ak.

ateri pada modul ini secara umum berkaitan dengan konsep dasar

auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat

memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

profesi akuntan publik, yang jasanya sangat dibutuhkan oleh manajemen

perusahaan maupun oleh para investor. Untuk dapat lebih memahami hal

tersebut, pertama-tama akan diuraikan mengenai definisi auditing dan jenis-

jenis auditing, selanjutnya dijelaskan latar belakang berkembangnya profesi

akuntan publik, yang kemudian akan disertai dengan penjelasan berbagai hal

yang terkait profesi akuntan publik itu sendiri.

Dalam Kegiatan Belajar 1 akan dijelaskan mengenai konsep dasar

auditing dimulai dari latar belakang timbulnya auditing karena adanya

information risk, di mana information risk tersebut merefleksikan

kemungkinan bahwa informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan

bisnis ternyata tidak akurat. Auditing dapat didefinisikan sebagai “Suatu

proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti

mengenai asersi tentang kegiatan dan kejadian ekonomi untuk meyakinkan

tingkat kesesuaian antara asersi dengan kriteria yang telah ditetapkan dan

mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan”.

Evidence atau bukti audit adalah setiap informasi yang digunakan oleh

auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit disajikan sesuai

dengan kriteria yang ditetapkan. Auditor harus qualified dalam memahami

kriteria yang digunakan dan harus kompeten dalam memahami jenis dan

jumlah bukti yang harus dikumpulkan untuk memperoleh kesimpulan yang

tepat setelah bukti-bukti tersebut diperiksa.

Selanjutnya dalam Kegiatan Belajar 2 dijelaskan mengenai timbul dan

berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara yang sejalan dengan

berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di

negara tersebut. Jika perusahaan-perusahaan di suatu negara berkembang

sedemikian rupa sehingga tidak hanya memerlukan modal dari pemiliknya,

M

PENDAHULUAN

Page 2: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.2 Auditing IA

namun mulai memerlukan modal dari kreditur, dan jika timbul berbagai

perusahaan berbentuk badan hukum perseroan terbatas yang modalnya

berasal dari masyarakat, jasa akuntan publik mulai diperlukan dan

berkembang. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan

investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap

informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen

perusahaan.

Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat,

yaitu jasa assurance, jasa atestasi, dan jasa non-assurance. Jasa assurance

adalah jasa profesional independen yang memberikan nilai dalam

meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan. Jasa atestasi terdiri

dari audit, pemeriksaan (examination), reviu, dan prosedur yang disepakati

(agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat,

pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi

suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material, dengan kriteria yang

telah ditetapkan. Jasa non-assurance adalah jasa yang dihasilkan oleh

akuntan publik yang di dalamnya ia tidak memberikan suatu pendapat,

keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan; contoh jasa

non-assurance yang dihasilkan oleh profesi akuntan publik adalah jasa

kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

Profesi akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat

keandalan laporan keuangan perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat

memperoleh informasi keuangan yang andal sebagai dasar untuk

memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi. Dengan kata lain, information

risk yang dijelaskan di awal pembahasan dapat dihindari.

Akuntan publik adalah akuntan yang berpraktik dalam suatu entitas

berupa kantor akuntan publik, yang menyediakan berbagai jenis jasa yang

diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik, yaitu auditing, atestasi,

akuntansi dan reviu, dan jasa konsultasi.

Di dalam pembahasan baik pada Kegiatan Belajar 1 maupun pada

Kegiatan Belajar 2 akan disajikan pula contoh-contoh soal serta cara

penyelesaiannya, hal ini dimaksudkan agar lebih memudahkan di dalam

memahami apa yang diuraikan sehingga di dalam praktik sehari-hari nanti

lebih mudah menerapkan apa telah dipelajari dalam modul ini.

Page 3: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.3

Setelah selesai mempelajari materi modul ini diharapkan Anda mampu:

1. menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan auditing;

2. mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai jenis audit berdasarkan

beberapa kriteria;

3. mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperhatikan terkait dengan auditing;

4. menjelaskan persyaratan yang harus dimiliki oleh akuntan publik untuk

dapat melaksanakan audit;

5. menjelaskan hubungan antara auditing dengan akuntansi;

6. menjelaskan tentang asersi manajemen;

7. menjelaskan hubungan antara kewajaran laporan keuangan dengan asersi

manajemen;

8. menjelaskan tentang klasifikasi Standar Profesional Akuntan Publik

(SPAP);

9. mengidentifikasi berbagai jenis standar auditing;

10. menjelaskan apa yang dimaksud kode etik akuntan publik beserta hal-hal

yang terkait dengan kode etik akuntan publik.

Cara mempelajari modul ini, bacalah secara keseluruhan; selanjutnya

tahap demi tahap didalami mulai pendahuluan yang menyangkut relevansi

dan deskripsi singkat untuk memberikan gambaran secara garis besar akan

hal yang hendak Anda pelajari. Selanjutnya, di dalam mempelajari setiap

kegiatan belajar yang ada, bagian pertama adalah Anda harus pahami betul

istilah-istilah penting, kemudian pahami pengertian-pengertian yang

tercantum dalam uraian dan contoh-contoh. Untuk dapat melatih

pembelajaran Anda segera kerjakan latihan dan tes formatif yang ada, dan

hitung tingkat penguasaan Anda terhadap materi yang telah Anda pelajari.

Page 4: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.4 Auditing IA

Kegiatan Belajar 1

Pengertian Auditing

ntuk mempelajari auditing dan profesi akuntan publik dengan

mendalam, perlu kiranya kita mengetahui definisi auditing. Auditing

menurut ASOBAC (A Statement of Basic Auditing Concepts) adalah:

“Proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara objektif mengenai pernyataan tentang kejadian dan tindakan ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang ditetapkan dan untuk menyampaikan hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.

Konrath (2002:5) mendefinisikan audit sebagai: “Suatu proses untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.”

Menurut Randal J. Elder, Mark S. Beaslev, Alvin A. Arens, (2010:4) “Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and eshtablished criteria. Auditing should be done by a competent, independent person”.

Dari definisi-definisi di atas, terlihat adanya tujuh hal yang harus

diperhatikan dalam melaksanakan proses auditing, yaitu:

1. Proses yang sistematik

Pemeriksaan akuntan merupakan rangkaian proses dan prosedur yang

logis, berkerangka dan terorganisir.

2. Memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif

Dalam proses pemeriksaan, perolehan bukti yang mendasari pernyataan

yang dibuat oleh perusahaan dan mengevaluasinya tidak boleh

berprasangka atau memihak.

3. Pernyataan tentang kejadian dan tindakan ekonomi

Dalam kaitannya dengan audit laporan keuangan, yang dimaksud

dengan pernyataan dan kejadian ekonomi adalah proses akuntansi.

U

Page 5: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.5

Proses akuntansi merupakan proses pengidentifikasian, pengukuran dan

penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang.

4. Tingkat kesesuaian

Tingkat kesesuaian pernyataan ekonomi dengan kriteria yang telah

ditetapkan harus dapat dikuantitatifkan dan dikualitatifkan.

5. Kriteria yang ditetapkan

Kriteria yang ditetapkan sebagai dasar pengukur pernyataan berupa:

a. Peraturan yang ditetapkan.

b. Ukuran prestasi yang ditetapkan manajemen.

c. Prinsip akuntansi yang berlaku umum.

6. Penyampaian hasil

Penyampaian hasil audit sering disebut dengan pengesahan

(attestation). Penyampaian hasil ini umumnya dilakukan dalam bentuk

laporan pemeriksaan akuntan (audit report).

7. Pemakai yang berkepentingan

Pemakai yang berkepentingan terhadap laporan audit adalah investor

dan calon investor; kreditur dan calon kreditur; manajemen; pemerintah;

dan atau organisasi buruh.

Agar pemeriksaan dapat dilakukan secara kritis, pemeriksaan tersebut

harus dilaksanakan oleh orang yang mempunyai pendidikan, pengalaman dan

kompeten di bidang akuntansi, perpajakan, sistem akuntansi dan proses audit.

Audit harus dilakukan oleh pihak yang independen, oleh karena itu

akuntan publik harus independen dalam arti sebagai pihak luar perusahaan

yang diperiksa, tidak boleh memiliki kepentingan tertentu di dalam

perusahaan tersebut (misal sebagai pemegang saham, direksi atau dewan

komisaris), atau mempunyai hubungan khusus (misal keluarga dari

pemegang saham, direksi atau dewan komisaris). Akuntan publik harus

independen, baik in-fact maupun in-appearance karena sebagai orang

kepercayaan masyarakat, harus bekerja secara objektif, tidak memihak ke

pihak manapun dan melaporkan apa adanya.

Dalam proses audit, setidaknya ada tiga pihak yang terlibat di dalamnya,

yaitu:

1. Pihak pertama: auditor.

2. Pihak kedua: auditee atau auditan atau entitas yang diaudit, biasanya

diwakili oleh manajemen dan karyawan pada perusahaan tersebut.

Page 6: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.6 Auditing IA

3. Pihak ketiga: pemegang saham atau entitas yang memerlukan

pertanggungjawaban dari entitas yang diaudit, biasanya diwakili oleh

dewan komisaris.

Hubungan antara ketiga pihak ini memunculkan tiga fungsi dalam audit,

yaitu:

1. Hubungan antara pihak pertama dengan pihak kedua memunculkan

fungsi audit.

2. Hubungan antara pihak kedua dengan pihak ketiga memunculkan fungsi

pertanggungjawaban.

3. Hubungan antara pihak pertama dengan pihak ketiga memunculkan

fungsi pengesahan.

Dengan kata lain, auditor sebagai pihak pertama melakukan audit

terhadap pertanggungjawaban pihak kedua kepada pihak ketiga dan

memberikan pengesahan hasil auditnya untuk kepentingan pihak ketiga.

A. HUBUNGAN AUDITING DENGAN AKUNTANSI

Tiga pernyataan berikut dapat menggambarkan hubungan antara auditing

dengan akuntansi:

1. Auditing adalah suatu proses mengevaluasi informasi (yang tercantum di

dalam laporan keuangan) dan menghasilkan kesimpulan yang

membandingkan antara fakta dan kriteria.

2. Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan

penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang

serta disajikan dalam bentuk financial statement.

3. Jadi auditing adalah proses pengevaluasian atau pemeriksaan atas

informasi dalam laporan keuangan, sebagai output akuntansi.

B. JENIS-JENIS AUDIT

Berdasarkan tujuan atau objek audit, audit dapat dibedakan menjadi tiga

jenis, yaitu:

1. Audit Umum/Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit)

Audit laporan keuangan bertujuan untuk menilai kewajaran laporan

keuangan yang disajikan klien atas dasar prinsip akuntansi yang berlaku.

Page 7: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.7

Audit ini biasanya dilakukan oleh akuntan publik (external auditor). Ukuran

kesesuaian yang digunakan di sini adalah kewajaran (fairness), misalnya

kewajaran laporan keuangan yang diukur atas dasar prinsip akuntansi yang

berlaku umum di Indonesia.

2. Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

Audit kepatuhan meliputi pemeriksaan atas aktivitas keuangan atau

aktivitas operasi tertentu untuk menentukan kesesuaiannya dengan kondisi

atau aturan tertentu. Ukuran kesesuaian di sini adalah ketepatan

(correctness), misalnya ketepatan SPT-Tahunan dengan Undang-undang

Pajak Penghasilan.

3. Audit Operasional (Operational Audit)

Audit operasional merupakan pemeriksaan sistematis atas aktivitas

operasional dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Tujuan pemeriksaan

ini adalah:

a. Menilai prestasi.

b. Mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan.

c. Membuat rekomendasi untuk pengembangan dan tindakan lebih lanjut.

Audit operasional dapat dilakukan manajemen maupun oleh pihak

ketiga. Ukuran kesesuaian di sini adalah kedekatan (closeness), misalnya

kedekatan antara realisasi dengan standar.

Jenis audit juga dapat diklasifikasi menjadi tiga jenis berdasarkan

hubungan auditor dengan auditee-nya, yaitu:

a. Auditor Internal (Internal Auditor)

Auditor internal adalah sebuah bagian fungsi yang independen dalam

sebuah perusahaan yang bertugas menguji dan mengevaluasi aktivitas

perusahaan dan memberikan layanan jasa audit kepada perusahaan

tersebut. Audit yang boleh dilaksanakan oleh internal auditor adalah

compliance audit dan operational audit.

b. Auditor Eksternal (External Auditor)

Auditor eksternal adalah Certified Public Accountant (CPA) yang

independen terhadap perusahaan yang diaudit. Mereka menawarkan jasa

audit berdasarkan suatu kontrak. Audit yang boleh dilaksanakan oleh

eksternal auditor adalah semua tipe audit.

Page 8: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.8 Auditing IA

c. Auditor Pemerintah (Government Auditor)

Auditor pemerintah adalah lembaga yang bertanggung jawab kepada

pemerintah untuk melakukan audit pada lembaga pemerintah atau

BUMN dan BUMD.

Adanya pihak independen yang melakukan proses audit laporan

keuangan, mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti mengenai suatu

informasi dan membandingkannya dengan kriteria yang telah ditentukan

hingga dikeluarkannya laporan auditor independen dapat digambarkan pada

Gambar 1.1.

Asersi Asersi dalam Laporan

keuangan

Standar Akuntansi Keuangan

Auditor

Independen

Memeriksa bukti-bukti dan

catatan pendukung laporan

keuangan

Laporan Auditor Independen

Independen Person

Accumulates and

evaluates evidence

Determines

correspondence

Established criteria

Report on result

Gambar 1.1 Bagan Alur Audit Laporan Keuangan

C. TUJUAN AUDIT

Pelaku-pelaku penting dalam perekonomian seperti birokrat, bankir, dan

investor membutuhkan informasi keuangan sebagai dasar pembuatan

keputusan mereka. Sebagai pengguna informasi keuangan, mereka

menginginkan kualitas laporan keuangan yang relatif tinggi, artinya

informasi keuangan yang mereka peroleh benar-benar mampu mencerminkan

keadaan sebenarnya.

Sementara itu, pihak-pihak yang menyajikan laporan keuangan, seperti

manajemen perusahaan, memiliki kecenderungan untuk selalu menampakkan

gambaran yang positif mengenai keadaan keuangan perusahaan mereka dan

berusaha menutupi hal-hal yang bersifat negatif, artinya mereka kadang-

kadang melupakan aspek reliabilitas laporan keuangan demi mencapai

tujuan-tujuan tertentu.

Page 9: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.9

Konflik kepentingan antara pihak penyaji dan pengguna laporan

keuangan inilah yang menimbulkan kebutuhan akan pihak yang independen

sebagai jembatan komunikasi mereka. Pihak yang independen ini adalah

akuntan publik yang menyelenggarakan pemeriksaan yang independen atas

laporan keuangan. Akuntan publik bertugas memberikan jaminan reliabilitas

laporan keuangan yang disajikan manajemen. Pihak pengguna laporan

keuangan, dengan demikian, memperoleh keyakinan yang cukup akan

keandalan laporan keuangan sebagai dasar pembuatan keputusan ekonomi

mereka.

Seperti yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, tujuan

umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan pendapat atas

kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang material, sesuai dengan

prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Kewajaran laporan keuangan

diukur berdasarkan pernyataan manajemen, yang terkandung dalam setiap

unsur yang disajikan dalam laporan keuangan, yang disebut dengan asersi

manajemen.

Asersi manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan merupakan

tanggung jawab manajemen. Asersi ini dapat diklasifikasikan menjadi lima

kategori:

1. Keberadaan atau Kejadian (Existency or Occurence)

Asersi ini merupakan pernyataan manajemen aktiva, kewajiban, dan

ekuitas yang tercantum dalam neraca benar-benar ada pada tanggal neraca

serta apakah pendapatan dan beban yang tercantum dalam laporan rugi laba

benar-benar terjadi selama periode akuntansi.

2. Kelengkapan (Completeness)

Kelengkapan berarti semua transaksi dan akun-akun yang seharusnya

tercatat dalam laporan keuangan telah dicatat. Asersi kelengkapan

berlawanan dengan asersi keberadaan. Jika asersi keberadaan tidak benar

maka akun akan dinyatakan terlalu tinggi, sementara jika asersi kelengkapan

tidak benar, maka akun akan dinyatakan terlalu rendah. Asersi kelengkapan

berkaitan dengan kemungkinan hilangnya hal-hal yang harus dicantumkan

dalam laporan keuangan, sedangkan asersi keberadaan berkaitan dengan

penyebutan angka yang seharusnya tidak dimasukkan.

Page 10: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.10 Auditing IA

3. Hak dan Kewajiban (Rights and Obligations)

Auditor harus memastikan apakah aktiva memang menjadi hak klien dan

apakah kewajiban merupakan hutang klien pada tanggal tertentu.

4. Penilaian atau Alokasi (Valluation or Allocation)

Asersi ini menyangkut apakah aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan,

atau beban telah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang

tepat.

5. Penyajian dan Pengungkapan (Presentation and Disclosure)

Asersi ini menyangkut masalah apakah komponen-komponen laporan

keuangan telah diklasifikasikan, diuraikan, dan diungkapkan secara tepat.

Pengungkapan berhubungan dengan apakah informasi dalam laporan

keuangan, termasuk catatan yang terkait, telah menjelaskan secara gamblang

hal-hal yang dapat mempengaruhi penggunaannya.

1) Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan audit!

2) Mengapa auditing diperlukan?

3) Jelaskan hubungan auditing dengan akuntansi!

4) Jelaskan klasifikasi audit berdasarkan tujuannya!

5) Berikan penjelasan ringkas mengenai asersi manajemen!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan auditing.

Untuk dapat menjawab pertanyaan nomor 1 ini coba Anda baca kembali

Kegiatan Belajar 1 perihal definisi auditing.

2) Agar dapat menjawab pertanyaan nomor 2 ini Anda harus kembali

mempelajari Kegiatan Belajar 1 perihal tujuan audit.

3) Agar dapat menjawab pertanyaan nomor 3 ini Anda harus kembali

mempelajari Kegiatan Belajar 1 perihal hubungan auditing dengan

akuntansi.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,

kerjakanlah latihan berikut!

Page 11: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.11

4) Klasifikasi audit berdasarkan tujuan dibedakan menjadi tiga jenis. Untuk

dapat menjawab pertanyaan nomor 3 ini Anda harus kembali

mempelajari Kegiatan Belajar 1 perihal jenis-jenis audit.

5) Asersi adalah pernyataan manajemen dalam laporan keuangan. Agar

dapat menjawab pertanyaan nomor 4 ini Anda harus kembali

mempelajari Kegiatan Belajar 1 perihal asersi manajemen.

Pengertian audit adalah suatu proses yang sistematik untuk secara

objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai asersi tentang

kegiatan-kegiatan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk meyakinkan

tingkat keterkaitan antara asersi tersebut dan kriteria yang telah

ditetapkan dan mengomunikasikan hasilnya kepada pihak-pihak yang

berkepentingan. Audit harus dilaksanakan oleh pihak yang kompeten

dan independen.

Klasifikasi audit berdasarkan tujuan:

1. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit).

2. Audit kepatuhan (compliance audit).

3. Audit operasional (operational audit).

Tujuan umum audit atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan

pendapat atas kewajaran laporan keuangan, dalam semua hal yang

material, sesuai dengan prinsip- prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kewajaran laporan keuangan diukur berdasarkan asersi terkandung

dalam setiap unsur yang disajikan dalam laporan keuangan, yang disebut

dengan asersi manajemen.

Asersi manajemen yang disajikan dalam laporan keuangan dapat

diklasifikasikan menjadi lima kategori:

1. Keberadaan atau kejadian (existency or occurence).

2. Kelengkapan (completeness).

3. Hak dan kewajiban (rights and obligations).

4. Penilaian atau alokasi (valluation or allocation).

5. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure).

RANGKUMAN

Page 12: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.12 Auditing IA

1) Proses menghasilkan data dan informasi dalam bentuk laporan keuangan

disebut ....

A. auditing

B. keuangan

C. akuntansi

D. tidak ada yang betul

2) Proses mengevaluasi informasi dalam laporan keuangan, agar dapat

memberikan kesimpulan mengenai kesesuaian informasi dalam laporan

keuangan dengan kriteria disebut ....

A. asersi

B. akuntansi

C. atestasi

D. auditing

3) Tujuan dilakukannya pemeriksaan operasional adalah ....

A. memeriksa kewajaran informasi dalam laporan keuangan

B. memberikan rekomendasi untuk kegiatan pengembangan, tindak

lanjut dan perbaikan

C. memeriksa kepatuhan atau kesesuaian terhadap ketentuan atau

aturan tertentu

D. semua jawaban benar

4) Tujuan dilakukannya pemeriksaan kepatuhan adalah ....

A. memeriksa kewajaran informasi dalam laporan keuangan

B. memberikan rekomendasi untuk kegiatan pengembangan, tindak

lanjut dan perbaikan

C. memeriksa kepatuhan atau kesesuaian terhadap ketentuan atau

aturan tertentu

D. semua jawaban benar

5) Kriteria yang dijadikan acuan dalam menentukan kewajaran informasi

yang terdapat dalam laporan keuangan adalah ....

A. standar auditing

B. aturan perpajakan

C. aturan pemerintah

D. prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia

TES FORMATIF 1

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

Page 13: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.13

6) Asersi manajemen yang dinilai oleh akuntan publik dalam pelaksanaan

audit laporan keuangan adalah ....

A. keberadaan, kelengkapan

B. hak dan kewajiban, penilaian atau alokasi

C. penyajian dan pengungkapan

D. semua benar

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 1 yang

terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.

Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan

Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 1.

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali

80 - 89% = baik

70 - 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat

meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus! Jika masih di bawah 80%,

Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 1, terutama bagian yang

belum dikuasai.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar

100%Jumlah Soal

Page 14: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.14 Auditing IA

Kegiatan Belajar 2

Profesi Akuntan Publik dan Standar Profesi

ertanyaan mendasar yang sering ditanyakan adalah “mengapa suatu

perusahaan harus diaudit?” Jawaban dari pertanyaan ini adalah mungkin

karena audit harus dilakukan karena ada peraturan atau undang-undang yang

mengikat. Walaupun jawaban ini benar, namun saat ini telah banyak

perusahaan yang sadar akan pentingnya hubungan akuntansi dan auditing

yang dilaksanakan oleh profesi akuntan publik. Laporan keuangan yang

merupakan tanggung jawab manajemen perusahaan yang dilaporkan kepada

pemilik perusahaan (pemegang saham) yang sering kali tidak dapat

melaksanakan fungsi pengawasan secara menyeluruh. Di sinilah peran

auditor hadir untuk menentukan apakah laporan keuangan yang disajikan

oleh manajemen perusahaan sudah menggambarkan kondisi yang seharusnya

atau tidak. Verifikasi auditor atas informasi keuangan akan menambah

kredibilitas laporan tersebut dan mengurangi risiko informasi, yang

berpotensi menguntungkan baik pemilik maupun manajemen perusahaan.

Jenis-jenis auditor di Indonesia adalah:

1. Akuntan publik (external auditor): dengan memiliki Kantor Akuntan

Publik (KAP) atau bekerja di KAP.

2. Auditor intern (internal auditor): dengan bekerja di Satuan Pengawas

Intern atau Internal Audit Departement perusahaan swasta dan Badan

Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, di perusahaan

perbankan biasanya disebut Satuan Kerja Audit Internal (SKAI).

3. Auditor pemerintah (government auditor): dengan bekerja di BPK

(Badan Pemeriksa Keuangan), BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan

Pembangunan), atau Inspektorat di suatu kementerian dan pemerintahan

daerah.

Dalam melaksanakan pekerjaan, seorang auditor harus senantiasa

memperhatikan apa yang disebut Standar Profesional Akuntan Publik

(disingkat SPAP), suatu kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang

merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi Akuntan Publik di

Indonesia. SPAP dikeluarkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan

Publik Institut Akuntan Publik Indonesia (DSPAP IAPI). SPAP yang

diterbitkan terakhir per 31 Maret 2011 terdiri dari lima standar, yaitu:

P

Page 15: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.15

1. Pernyataan Standar Auditing (PSA) yang dilengkapi dengan Interpretasi

Pernyataan Standar Auditing (IPSA).

2. Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) yang dilengkapi dengan Interpretasi

Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT).

3. Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Reviu (PSAR) yang dilengkapi

dengan Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Reviu

(IPSAR).

4. Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (PSJK) yang dilengkapi dengan

Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (IPSJK).

5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (PSPM) yang dilengkapi dengan

Interpretasi Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (IPSPM).

Kelima standar profesional di atas merupakan standar teknis yang

bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi akuntan

publik di Indonesia. Selain kelima Standar tersebut masih dilengkapi dengan

Aturan Etika Akuntan Publik yang merupakan aturan norma yang wajib

dipenuhi oleh profesi akuntan publik.

A. PERNYATAAN STANDAR AUDITING

Standar auditing berbeda dengan prosedur auditing. “Prosedur” berkaitan

dengan tindakan yang harus dilaksanakan, sedangkan “standar” berkaitan

dengan kriteria atau ukuran mutu kinerja tindakan tersebut dan berkaitan

dengan tujuan yang hendak dicapai melalui penggunaan prosedur tersebut.

Jadi, berlainan dengan prosedur auditing, standar auditing mencakup atau

mengatur mengenai mutu profesional (professional qualities) auditor

independen dan pertimbangan (judgement) yang digunakannya dalam

pelaksanaan, penyusunan dan pembuatan laporan audit.

Standar audit yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan

Indonesia terdiri dari sepuluh Standar yang dikelompokkan menjadi tiga

kelompok besar, yaitu:

1. Standar Umum

a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki

keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.

b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi

dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor.

Page 16: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.16 Auditing IA

c. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib

menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan

seksama.

Jadi standar umum mengatur tentang pribadi auditor, mengenai

persyaratan kompetensi, sikap serta profesionalisme auditor dalam

melaksanakan audit.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

a. Pekerjaan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan

asisten harus disupervisi dengan semestinya.

b. Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh

untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup

pengujian yang akan dilakukan.

c. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,

pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar

memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang

diaudit.

Standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan

di lapangan, mulai dari perencanaan, supervisi, pemahaman dan

pengevaluasian pengendalian intern, pengumpulan bukti sampai

selesainya pemeriksaan di lapangan.

3. Standar Pelaporan

a. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah

disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di

Indonesia.

b. Laporan auditor harus menunjukkan, jika ada, ketidakkonsistenan

penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan

periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi

tersebut dalam periode sebelumnya.

c. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang

memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.

d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai

laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa

pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara

keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus

dinyatakan. Dalam hal nama auditor dikaitkan dengan laporan

Page 17: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.17

keuangan, maka laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas

mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika ada, dan

tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor (IAI, 2001:150.1

& 150.2).

Standar ini memberikan pedoman bagi auditor dalam menyusun

laporan auditnya.

B. PENJELASAN MASING-MASING STANDAR AUDITING

1. Standar Umum

”Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki

keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor”. Dalam

melaksanakan audit untuk sampai pada suatu pernyataan pendapat, auditor

harus senantiasa bertindak sebagai seorang ahli dalam bidang akuntansi dan

bidang auditing. Setiap auditor independen yang menjadi penanggung jawab

suatu perikatan harus menilai dengan baik kedua persyaratan tentang

pendidikan formal auditor independen dan pengalaman profesional di dalam

menentukan luasnya supervisi dan reviu terhadap hasil kerja para asistennya.

”Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi

dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor”. Standar ini

mengharuskan auditor bersikap independen di mana tidak mudah dipengaruhi

oleh karena dalam melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum.

Dengan begitu tidak ada istilahnya memihak kepada kepentingan pihak-pihak

tertentu. Auditor mengakui kewajiban untuk jujur tidak hanya kepada

manajemen dan pemilik perusahaan namun juga kepada kreditur dan pihak-

pihak lain yang meletakkan kepercayaan atas laporan auditor independen.

Kepercayaan masyarakat umum dirasa sangat penting mengingat jika

kepercayaan masyarakat menurun maka ada indikasi pemikiran tentang

ketidakindependensi auditor tersebut. Untuk diakui oleh pihak lain sebagai

orang yang independen maka ia harus bebas dari setiap kewajiban terhadap

kliennya dan tidak mempunyai suatu kepentingan dengan kliennya. Untuk

menekankan independensi auditor dari manajemen maka penunjukan auditor

di banyak perusahaan dilaksanakan oleh dewan komisaris, rapat umum

pemegang saham atau komite audit.

”Dalam melaksanakan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib

menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama”.

Penggunaan kemahiran profesional dengan cemat dan seksama menyangkut

Page 18: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.18 Auditing IA

apa yang dikerjakan auditor dan bagaimana kesempurnaan pekerjaan

tersebut. Seorang auditor harus memiliki tingkat keterampilan yang

umumnya dimiliki oleh auditor pada umumnya dan harus menggunakan

keterampilan tersebut dengan kecermatan dan keseksamaan wajar. Hal ini

menuntut auditor untuk melaksanakan skeptisme profesional di mana sikap

yang mencakup pikiran yang selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi

secara kritis bukti audit.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

”Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan

asisten harus disupervisi dengan semestinya”. Sebelum menerima perikatan

auditor harus yakin apakah kondisi di mana perikatan pada saat mendekati

atau setelah tanggal neraca dapat memungkinkan auditor untuk melaksanakan

audit secara memadai dan memberi pendapat wajar tanpa pengecualian. Jika

kondisi tersebut tidak memungkinkan auditor untuk melakukan audit secara

memadai dan untuk memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian maka ia

harus membahas dengan klien tentang kemungkinan dalam memberikan

pendapat wajar dengan pengecualian atau tidak memberikan pendapat.

”Pemahaman memadai atas pengendalian intern harus diperoleh untuk

merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan lingkup pengujian yang

akan dilakukan”. Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan

oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain

untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan

tujuan yang terbagi menjadi keandalan pelaporan keuangan, efektivitas dan

efisiensi operasi, dan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

”Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,

pengamatan, permintaan keterangan, dan konfirmasi sebagai dasar yang

memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit”.

Bukti audit sangat bervariasi pengaruhnya terhadap kesimpulan yang ditarik

oleh auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan

keuangan auditan. Relevansi, objektivitas, ketepatan waktu, dan keberadaan

bukti audit lain yang menguatkan kesimpulan, seluruhnya berpengaruh

terhadap kompetensi bukti. Audit yang dilakukan oleh auditor independen

bertujuan untuk memperoleh bukti audit kompeten yang cukup untuk dipakai

sebagai dasar memadai dalam merumuskan pendapatnya. Auditor independen

lebih mengandalkan bukti yang bersifat mengarahkan daripada bukti yang

bersifat meyakinkan.

Page 19: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.19

3. Standar Pelaporan

”Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah

disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia”.

Istilah prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah padanan kata dari frase

generally accepted accounting principle di mana suatu istilah teknis

akuntansi yang mencakup konvensi, aturan, dan prosedur yang diperlukan

untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu

pada saat tertentu. Untuk laporan keuangan yang didistribusikan kepada

umum di Indonesia harus disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang

berlaku umum di Indonesia.

”Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan jika ada

ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam penyusunan laporan

keuangan periode berjalan dibandingkan dengan penerapan prinsip akuntansi

tersebut dalam periode sebelumnya”. Tujuan standar konsistensi adalah untuk

memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan di antara

dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi

maka auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporannya.

Perubahan dalam prinsip akuntansi yang mempunyai pengaruh material atas

laporan keuangan memerlukan penjelasan dalam laporan auditor independen

dengan cara menambahkan paragraf penjelas yang disajikan setelah paragraf

pendapat.

”Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang

memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor”. Auditor harus

mempertimbangkan apakah masih terdapat hal-hal tertentu yang harus

diungkapkan sehubungan dengan keadaan dan fakta yang diketahui pada saat

audit. Bila manajemen menghilangkan dari laporan keuangan, informasi yang

seharusnya diungkapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum

di Indonesia termasuk catatan atas laporan keuangan, auditor harus

memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar

karena alasan tersebut dan harus memberikan informasi yang cukup dalam

laporannya.

”Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai

laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan

demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat

diberikan maka alasannya harus dinyatakan. Dalam hal nama auditor

dikaitkan dengan laporan keuangan maka laporan auditor harus memuat

Page 20: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.20 Auditing IA

petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan audit yang dilaksanakan, jika

ada dan tingkat tanggung jawab yang dipikul oleh auditor”.

Standar Auditing

Standar Pekerjaan LapanganStandar Umum Standar Pelaporan

Keahlian dan Pelatihan

teknis yang memadai

Independensi dalam sikap

Mental

Penggunaan kemahiran

profesional dengan cermat

dan seksama

Perencanaan dan supervisi

Audit

Pemahaman yang memadai

atas pengendalian intern

Bukti audit kompeten yang

cukup

Pernyataan tentang

kesesuaian laporan

keuangan dengan prinsip

akuntansi yang berlaku

umum

Pernyataan mengenai

ketidak konsistenan

penerapan prinsip akuntansi

yang berlaku umum

Pengungkapan informatif

dalam laporan keuangan

Pernyataan pendapat atas

laporan keuangan secara

keseluruhan

Pernyataan Standar Auditing

(PSA)

Interpretasi Pernyataan

Standar Auditing (IPSA)

Pernyataan Standar Auditing

(PSA)

Interpretasi Pernyataan

Standar Auditing (IPSA)

Pernyataan Standar Auditing

(PSA)

Interpretasi Pernyataan

Standar Auditing (IPSA)

Landasan Konseptual Landasan Konseptual

Landasan Operasional Landasan Operasional

Gambar 1.2. Hierarki Standar Auditing

C. STANDAR ATESTASI

Atestasi adalah suatu pernyataan pendapat atau pertimbangan orang yang

independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai, dalam

semua hal yang material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Page 21: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.21

1. Standar Umum

a. Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang

memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup dalam fungsi atestasi.

b. Perikatan harus dilaksanakan oleh seorang praktisi atau lebih yang

memiliki pengetahuan cukup dalam bidang yang bersangkutan

dengan asersi.

c. Praktisi harus melaksanakan perikatan hanya jika ia memiliki alasan

untuk meyakinkan dirinya bahwa dua kondisi berikut ini ada:

1) Asersi dapat dinilai dengan kriteria rasional, baik yang telah

ditetapkan oleh badan yang diakui atau yang dinyatakan dalam

penyajian asersi tersebut dengan cara cukup jelas dan

komprehensif bagi pembaca yang diketahui mampu

memahaminya.

2) Asersi tersebut dapat diestimasi atau diukur secara konsisten

dan rasional dengan menggunakan kriteria tersebut.

d. Dalam semua hal yang bersangkutan dengan perikatan, sikap mental

independen harus dipertahankan oleh praktisi.

e. Kemahiran profesional harus selalu digunakan oleh praktisi dalam

melaksanakan perikatan, mulai dari tahap perencanaan sampai

dengan pelaksanaan perikatan tersebut.

2. Standar Pekerjaan Lapangan

a. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan

asisten harus disupervisi dengan semestinya.

b. Bukti yang cukup harus diperoleh untuk memberikan dasar rasional

bagi simpulan yang dinyatakan dalam laporan.

3. Standar Pelaporan

a. Laporan harus menyebutkan asersi yang dilaporkan dan menyatakan

sifat perikatan atestasi yang bersangkutan.

b. Laporan harus menyatakan simpulan praktisi mengenai apakah

asersi disajikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan atau

kriteria yang dinyatakan dipakai sebagai alat pengukur.

c. Laporan harus menyatakan semua keberatan praktisi yang signifikan

tentang perikatan dan penyajian asersi.

d. Laporan suatu perikatan untuk mengevaluasi suatu asersi yang

disusun berdasarkan kriteria yang disepakati atau berdasarkan suatu

Page 22: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.22 Auditing IA

perikatan untuk melaksanakan prosedur yang disepakati harus berisi

suatu pernyataan tentang keterbatasan pemakaian laporan hanya

oleh pihak-pihak yang menyepakati kriteria atau prosedur tersebut.

D. STANDAR JASA AKUNTANSI DAN REVIU

Akuntan publik dapat memberikan jasa akuntansi lain, baik yang

berhubungan dengan kompilasi maupun reviu suatu laporan keuangan atau

suatu jasa yang terpisah. Jasa akuntansi yang dimaksud antara lain:

1. Menyusun daftar saldo (trial balance).

2. Memberikan bantuan dalam penyelesaian buku besar.

3. Memberikan jasa konsultasi dalam bidang akuntansi, perpajakan, dan

jasa lain yang sejenis.

4. Mengisi surat pemberitahuan pajak tahunan (SPT) Pajak Penghasilan.

5. Memberikan berbagai jasa pembukuan atau pengolahan data secara

manual atau dengan menggunakan mesin pembukuan/komputer

sepanjang hasil akhirnya bukan merupakan laporan keuangan.

6. Mengolah data keuangan untuk klien kantor akuntan lain.

E. STANDAR JASA KONSULTASI

Sebagaimana telah dijelaskan pada standar-standar sebelumnya, standar

umum untuk akuntan publik sebagai praktisi yang harus ditetapkan dalam

setiap perikatannya adalah sebagai berikut:

1. Kecakapan profesional. Setiap perikatan jasa profesional hanya dapat

diterima apabila akuntan publik sebagai praktisi yakin bahwa perikatan

tersebut dapat diselesaikan dengan kompeten dan bertanggung jawab.

2. Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama.

Dalam setiap pelaksanaan jasa profesional, kemahiran profesional

praktisi harus digunakan dengan cermat dan seksama.

3. Perencanaan dan supervisi. Setiap pelaksanaan jasa profesional

praktisi harus dilaksanakan dengan perencanaan dan supervisi yang

memadai.

4. Data relevan dan memadai. Data yang relevan harus didapatkan

praktisi dalam jumlah yang memadai sehingga kesimpulan atau

rekomendasi yang berhubungan dengan semua jasa profesional, selalu

berdasarkan pada pertimbangan yang rasional.

Page 23: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.23

Berikut ini adalah standar umum tambahan untuk semua jasa konsultasi

yang ditetapkan karena kekhususan sifat jasa konsultasi yaitu kesepakatan

dengan klien dapat menjadi pembatas bagi praktisi dalam pelaksanaan

tugasnya.

1. Kepentingan klien. Dalam setiap perikatan, praktisi harus melayani

kepentingan klien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam

kesepakatan dengan klien dengan tetap mempertahankan integritas dan

objektivitas.

2. Kesepakatan dengan klien. Dalam setiap perikatannya, praktisi harus

mencapai kesepakatan, baik secara lisan maupun tertulis, dengan klien

mengenai tanggung jawab masing-masing pihak dan sifat, lingkup, dan

keterbatasan jasa yang akan disediakan, dan mengubah kesepakatan

tersebut apabila terjadi perubahan signifikan selama masa perikatan.

3. Komunikasi dengan klien. Praktisi harus memberi tahu kliennya

tentang adanya: (a) benturan kepentingan, (b) keraguan signifikan yang

berkaitan dengan lingkup dan manfaat suatu perikatan, dan (c) temuan

atau kejadian signifikan selama periode perikatan.

F. STANDAR PENGENDALIAN MUTU

Unsur-unsur pengendalian mutu yang harus diterapkan oleh setiap KAP

pada semua jenis jasa audit, atestasi dan konsultasi meliputi:

1. Independensi, yakni meyakinkan semua personel pada setiap tingkat

organisasi harus mempertahankan independensi.

2. Penugasan personel, yakni meyakinkan bahwa perikatan akan

dilaksanakan oleh staf profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan

keahlian teknis untuk perikatan dimaksud.

3. Konsultasi, yakni meyakinkan bahwa personel akan memperoleh

informasi memadai sesuai yang dibutuhkan dari orang yang memiliki

tingkat pengetahuan, kompetensi, pertimbangan (judgement), dan

wewenang memadai.

4. Supervisi, yakni meyakinkan bahwa pelaksanaan perikatan memenuhi

standar mutu yang ditetapkan oleh KAP.

5. Pemekerjaan (hiring), yakni meyakinkan bahwa semua orang yang

dipekerjakan memiliki karakteristik semestinya, sehingga memungkin-

kan mereka melakukan penugasan secara kompeten.

Page 24: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.24 Auditing IA

6. Pengembangan profesional, yakni meyakinkan bahwa setiap personel

memiliki pengetahuan memadai sehingga memungkinkan mereka

memenuhi tanggung jawabnya. Pendidikan profesional berkelanjutan

dan pelatihan merupakan wahana bagi KAP untuk memberikan

pengetahuan memadai bagi personelnya untuk memenuhi tanggung

jawab mereka dan untuk kemajuan karier mereka di KAP.

7. Promosi (advancement), yakni meyakinkan bahwa semua personel yang

terseleksi untuk promosi memiliki kualifikasi seperti yang disyaratkan

untuk tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.

8. Penerimaan dan keberlanjutan klien, yakni menentukan apakah

perikatan dari klien akan diterima atau dilanjutkan untuk

meminimumkan kemungkinan terjadinya hubungan dengan klien yang

manajemennya tidak memiliki integritas berdasarkan pada prinsip

pertimbangan kehati-hatian (prudence).

9. Inspeksi, yakni meyakinkan bahwa prosedur yang berhubungan dengan

unsur-unsur lain pengendalian mutu telah diterapkan dengan efektif.

G. KODE ETIK AKUNTAN

Setiap pihak yang memberikan jasa dari pengetahuan dan keahliannya

pada pihak lain seharusnya memiliki rasa tanggung jawab kepada pihak-

pihak yang dipengaruhi oleh jasanya itu. Kode Etik Akuntan Indonesia

adalah pedoman bagi para anggota akuntan publik untuk bertugas secara

bertanggung jawab dan objektif.

Aturan Etika Akuntan Publik secara lengkap disajikan sebagai berikut:

1. Independensi, Integritas, dan Objektivitas

Independensi, dalam menjalankan tugasnya, akuntan publik harus selalu

mempertahankan sikap mental independensi di dalam memberikan jasa

profesional sebagaimana diatur dalam SPAP. Sikap mental independensi

tersebut harus meliputi independen dalam fakta (in fact – akuntan publik

tersebut bersikap tidak memihak saat melakukan tugasnya) maupun dalam

penampilan (in appearance-penafsiran orang lain mengenai independensi

akuntan publik tersebut). Independensi adalah pandangan dan sikap akuntan

publik yang tidak berprasangka, tidak memihak dalam melakukan

pemeriksaan, pengevaluasian dan penerbitan laporan audit.

Integritas dan Objektivitas, dalam menjalankan tugasnya, akuntan

publik harus mempertahankan integritas dan objektivitas, harus bebas dari

Page 25: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.25

benturan kepentingan (conflict of interest) dan tidak boleh membiarkan faktor

salah saji material (material misstatement) yang diketahuinya atau

mengalihkan (mensubordinasikan) pertimbangan kepada pihak lain.

2. Standar Umum dan Prinsip Akuntansi

Standar Umum, akuntan publik harus memenuhi standar berikut ini

beserta interpretasi yang terkait:

a. Kompetensi profesional, akuntan publik hanya boleh melakukan

pemberian jasa profesional yang secara layak (reasonable) diharapkan

dapat diselesaikan dengan kompetensi profesional.

b. Kecermatan dan keseksamaan profesional, akuntan publik wajib

melakukan pemberian jasa profesional dengan kecermatan dan

keseksamaan profesional.

c. Perencanaan dan supervisi, akuntan publik wajib merencanakan dan

mensupervisi secara memadai setiap pelaksanaan pemberian jasa

profesional.

d. Data relevan dan memadai, akuntan publik wajib memperoleh data

relevan yang memadai untuk menjadi dasar yang layak bagi simpulan

atau rekomendasi sehubungan dengan pelaksanaan jasa profesionalnya.

e. Kepatuhan terhadap standar, akuntan publik yang melaksanakan

penugasan jasa auditing, atestasi, reviu, kompilasi, konsultasi

manajemen, perpajakan, atau jasa profesional lainnya wajib mematuhi

standar.

Prinsip-prinsip akuntansi, akuntan publik tidak diperkenankan:

a. Menyatakan pendapat atau memberikan penegasan bahwa laporan

keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan

prinsip akuntansi yang berlaku umum atau.

b. Menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material

yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai

prinsip akuntansi yang berlaku, apabila laporan tersebut memuat

penyimpangan yang berdampak material terhadap laporan atau data

secara keseluruhan dari prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan oleh

badan pengatur standar yang ditetapkan IAI. Dalam keadaan luar biasa,

laporan atau data mungkin memuat penyimpangan seperti tersebut di

atas.

Page 26: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.26 Auditing IA

3. Tanggung Jawab Kepada Klien

Informasi dari klien yang rahasia, akuntan publik tidak diperkenankan

mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan dari klien.

Fee profesional, besaran fee dapat bervariasi tergantung antara lain:

risiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang

diperlukan untuk melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP yang

bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya. Anggota KAP tidak

diperkenankan mendapat klien dengan cara menawarkan fee yang dapat

merusak citra profesi.

Fee Kontinjen, adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suatu jasa

profesional tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan atau

hasil tertentu di mana jumlah fee tergantung pada temuan atau hasil tertentu

tersebut. Fee dianggap tidak kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau

badan pengatur atau dalam hal perpajakan, jika dasar penetapan adalah hasil

penyelesaian hukum atau temuan badan pengatur. Anggota KAP tidak

diperkenankan untuk menetapkan fee kontinjen apabila penetapan tersebut

dapat mengurangi independensi.

4. Tanggung Jawab Kepada Rekan Seprofesi

Tanggung jawab kepada rekan seprofesi, wajib memelihara citra

profesi, dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat

merusak reputasi rekan seprofesi.

Komunikasi antar akuntan publik, wajib berkomunikasi tertulis

dengan akuntan publik pendahulu bila akan mengadakan perikatan

(engagement) audit menggantikan akuntan publik pendahulu atau untuk

tahun buku yang sama ditunjuk akuntan publik lain dengan jenis dan periode

serta tujuan yang berlainan. Akuntan publik pendahulu wajib menanggapi

secara tertulis permintaan komunikasi dari akuntan pengganti secara

memadai.

Perikatan Atestasi, akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan

perikatan atestasi yang jenis atestasi dan periodenya sama dengan perikatan

yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk klien, kecuali

apabila perikatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan

perundang-undangan yang dibuat oleh badan yang berwenang.

Page 27: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.27

5. Tanggung Jawab dan Praktik Lain

Perbuatan dan perkataan yang mendiskreditkan, tidak

diperkenankan melakukan tindakan dan/atau mengucapkan perkataan yang

mencemarkan profesi.

Iklan, promosi, dan kegiatan pemasaran lainnya, dalam menjalankan

praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan

iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya

sepanjang tidak merendahkan citra profesi.

Komisi dan fee reveral (rujukan), komisi adalah imbalan dalam bentuk

uang atau barang atau bentuk lainnya yang diberikan kepada atau diterima

dari klien/pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien/pihak lain.

Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi

apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi

independensi. Fee reveral (rujukan) adalah imbalan yang dibayarkan/

diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik. Fee

reveral (rujukan) hanya diperkenankan bagi sesama profesi.

Bentuk Organisasi dan KAP, hanya dapat berpraktik akuntan publik

dalam bentuk organisasi yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan

yang berlaku dan/atau yang tidak menyesatkan dan merendahkan citra

profesi.

1) Jelaskan mengapa perusahaan perlu diaudit!

2) Sebutkan klasifikasi Standar Profesional Akuntan Publik!

3) Jelaskan perbedaan prosedur auditing dengan standar auditing!

4) Sebutkan unsur-unsur pengendalian mutu!

5) Berikan penjelasan singkat mengenai kode etik profesi akuntan publik!

Petunjuk Jawaban Latihan

1) Pertanyaan mendasar yang sering ditanyakan dalam pembahasan

mengenai profesi akuntan publik dapat dijawab dengan membaca

kembali pengantar pada Kegiatan Belajar 2 ini.

LATIHAN

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas,

kerjakanlah latihan berikut!

Page 28: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.28 Auditing IA

2) Standar Profesional Akuntan Publik per 31 Maret 2011 terdiri dari 5

standar. Untuk dapat menjawab pertanyaan nomor 1 ini coba Anda baca

kembali Kegiatan Belajar 2 perihal Standar Profesional Akuntan Publik.

3) Prosedur berkaitan dengan tindakan yang harus dilaksanakan, sedangkan

standar berkaitan dengan kriteria atau ukuran. Agar Anda dapat

menjawab pertanyaan nomor 2 ini Anda harus kembali mempelajari

Kegiatan Belajar 2 perihal Standar Audit.

4) Standar pengendalian mutu merupakan salah satu standar yang ada pada

SPAP. Untuk dapat menjawab pertanyaan nomor 3 ini Anda harus

kembali mempelajari Kegiatan Belajar 2 perihal Standar Pengendalian

Mutu.

5) Kode etik adalah pedoman untuk melakukan tugas secara bertanggung

jawab. Agar dapat menjawab pertanyaan nomor 5 ini Anda harus

kembali mempelajari Kegiatan Belajar 2 perihal Kode Etik.

Seorang akuntan publik diperlukan perusahaan untuk menentukan

apakah laporan kinerja yang disajikan oleh manajemen perusahaan sudah

menggambarkan kondisi yang seharusnya atau tidak. Auditor berperan

untuk menambah kredibilitas laporan tersebut dan mengurangi risiko

informasi yang berpotensi menguntungkan baik pemilik maupun

manajemen perusahaan.

Jenis-jenis auditor di Indonesia adalah:

1. Akuntan publik (external auditor).

2. Auditor intern (internal auditor): dan

3. Auditor pemerintah (government auditor).

Standar Profesional Akuntan Publik per 31 Maret 2011 terdiri dari

lima standar, yaitu:

1. Standar Auditing.

2. Standar Atestasi.

3. Standar Jasa Akuntansi dan Review.

4. Standar Jasa Konsultansi.

5. Standar Pengendalian Mutu.

Kelima standar profesional di atas merupakan standar teknis yang

bertujuan untuk mengatur mutu jasa yang dihasilkan oleh profesi

akuntan publik di Indonesia. Selain kelima standar tersebut masih

dilengkapi dengan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang

merupakan aturan norma yang wajib dipenuhi oleh akuntan publik.

RANGKUMAN

Page 29: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.29

Sembilan unsur pengendalian mutu, yaitu independensi, penugasan

personel, konsultasi, supervisi, pemekerjaan (hiring), pengembangan

profesional, promosi (advancement), penerimaan dan keberlanjutan

klien, dan inspeksi.

1) Kode etik profesi akuntan publik diperlukan untuk ....

A. menjaga kepercayaan masyarakat

B. mendorong standar kerja auditor yang tinggi

C. menjaga agar auditor melakukan pekerjaan dengan bertanggung

jawab

D. semua jawaban betul

2) Abrakadabra, S.E., Ak. adalah auditor yang ditugaskan untuk memeriksa

laporan keuangan PT. ABC. Saat ini PT. ABC diberitakan di media

massa karena dugaan rekayasa laporan keuangan, oleh karena itu dalam

melakukan audit Abrakadabra, S.E., Ak. menetapkan tidak perlu

mengumpulkan bukti-bukti yang memadai. Dalam kasus ini,

Abrakadabra, SE, Ak melakukan pelanggaran terhadap ....

A. independency in appearance

B. independency in fact

C. jawaban a dan b betul

D. jawaban a dan b salah

3) Aladin, S.E., Ak. adalah seorang auditor. Aladin adalah menantu Bapak

Abu Nawas, direktur PT. Fantasi. Saat ini Aladin sedang terikat

penugasan jasa audit laporan keuangan PT. Fantasi. Dalam kasus ini,

Aladin, S.E., Ak. melakukan pelanggaran terhadap ....

A. independency in fact

B. independency in appearance

C. jawaban a dan b betul

D. jawaban a dan b salah

4) Standar auditing terdiri dari ....

A. standar umum (4), standar pekerjaan lapangan (3) dan standar

pelaporan (3)

B. standar umum (3), standar pekerjaan lapangan (4) dan standar

pelaporan (3)

TES FORMATIF 2

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!

Page 30: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.30 Auditing IA

C. standar umum (3), standar pekerjaan lapangan (3) dan standar

pelaporan (4)

D. standar umum (4), standar pekerjaan lapangan (4) dan standar

pelaporan (3)

5) Standar audit yang mengatur mengenai diri pribadi seorang auditor

independen adalah ....

A. standar pekerjaan lapangan

B. standar umum

C. standar pelaporan

D. jawaban a, b dan c betul

6) Besaran fee audit dapat dipengaruhi oleh beberapa hal di bawah ini,

kecuali ....

A. kompleksitas perusahaan klien yang diaudit

B. risiko yang terkait dengan penugasan

C. tingkat keahlian yang diperlukan

D. kesimpulan yang akan diberikan auditor atas kewajaran informasi

dalam laporan keuangan

Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 2 yang

terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar.

Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan

Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 2.

Arti tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali

80 - 89% = baik

70 - 79% = cukup

< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat

meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%,

Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 2, terutama bagian yang

belum dikuasai.

Tingkat penguasaan = Jumlah Jawaban yang Benar

100%Jumlah Soal

Page 31: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.31

Kunci Jawaban Tes Formatif

Tes Formatif 1

1) C. Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, pengukuran dan

penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan dalam satuan uang

serta disajikan dalam bentuk laporan keuangan.

2) D. Auditing adalah suatu proses mengevaluasi informasi (yang

tercantum di dalam laporan keuangan) dan menghasilkan kesimpulan

yang membandingkan antara fakta dan kriteria.

3) B. Pemeriksaan operasional merupakan pemeriksaan sistematis atas

aktivitas operasional dalam hubungannya dengan tujuan tertentu.

Tujuan pemeriksaan ini adalah:

- Menilai prestasi.

- Mengidentifikasi kesempatan untuk perbaikan.

- Membuat rekomendasi untuk pengembangan dan tindakan lebih

lanjut.

4) C. Pemeriksaan kepatuhan merupakan pemeriksaan atas aktivitas

keuangan atau aktivitas operasi tertentu untuk menentukan

kesesuaiannya dengan kondisi atau aturan tertentu.

5) D. Pemeriksaan laporan keuangan bertujuan untuk menilai kewajaran

laporan keuangan yang disajikan klien. Ukuran kesesuaian yang

digunakan adalah kewajaran (fairness), yang diukur atas dasar

prinsip Akuntansi yang berlaku Umum di Indonesia.

6) D. Tujuan umum audit adalah untuk menyatakan pendapat atas

kewajaran laporan keuangan. Kewajaran laporan keuangan diukur

berdasarkan asersi yang terkandung dalam setiap unsur yang

disajikan dalam laporan keuangan (disebut dengan asersi

manajemen) yang terdiri dari:

a) Keberadaan atau kejadian (existency or occurence).

b) Kelengkapan (completeness).

c) Hak dan kewajiban (rights and obligations).

d) Penilaian atau alokasi (valluation or allocation).

e) Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure).

Page 32: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.32 Auditing IA

Tes Formatif 2

1) D. Kode etik profesi akuntan publik adalah pedoman bagi para akuntan

publik untuk bertugas secara bertanggung jawab dan objektif.

Anggota Ikatan Akuntan Indonesia perlu melakukan tugasnya secara

bertanggung jawab agar jasa yang diberikan tetap dapat dipercaya

oleh masyarakat.

2) B. Independency in fact adalah sikap mental independen dalam fakta

(artinya anggota KAP tersebut bersikap tidak memihak dalam

melakukan pemeriksaan, pengevaluasian dan penerbitan laporan

audit).

3) B. Independency in appearance adalah sikap mental independen dalam

penampilan (artinya anggota KAP tersebut bersikap menghindari

penafsiran/prasangka orang lain mengenai independensinya).

4) C. Standar audit yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan

Akuntan Indonesia terdiri dari sepuluh Standar yang dikelompokkan

menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

a. Standar Umum:

1) Keahlian dan pelatihan teknis yang memadai

2) Independensi dalam sikap mental

3) Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan

seksama

b. Standar Pekerjaan Lapangan:

1) Perencanaan dan supervisi audit

2) Pemahaman yang memadai atas pengendalian intern

3) Bukti audit kompeten yang cukup

c. Standar Pelaporan:

1) Pernyataan tentang kesesuaian laporan keuangan dengan

prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia

2) Pernyataan mengenai ketidakkonsistenan penerapan prinsip

akuntansi yang berlaku umum

3) Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan

4) Pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara

keseluruhan

5) B. Standar Umum:

1) Keahlian dan pelatihan teknis yang memadai

2) Independensi dalam sikap mental

3) Penggunaan kemahiran profesional dengan cermat dan seksama

Page 33: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.33

6) D. Besarnya fee Anggota dapat bervariasi tergantung antara lain: risiko

penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian yang

diperlukan untuk melaksanakan jasa tersebut, struktur biaya KAP

yang bersangkutan dan pertimbangan profesional lainnya.

Page 34: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

1.34 Auditing IA

Glosarium

Akuntansi : proses pengidentifikasian, pengukuran dan

penyampaian informasi ekonomi yang dinyatakan

dalam satuan uang dan disajikan dalam laporan

keuangan.

Asersi manajemen : pernyataan manajemen, yang terkandung dalam

setiap unsur yang disajikan dalam laporan keuangan

dan merupakan tanggung jawab manajemen.

Atestasi : suatu jasa pernyataan pendapat, pertimbangan orang

yang independen dan kompeten tentang apakah

asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang

material, dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Auditing : proses mengevaluasi informasi (yang tercantum di

dalam laporan keuangan) dan menghasilkan

kesimpulan yang membandingkan antara fakta dan

kriteria.

Independensi : pandangan dan sikap anggota KAP yang tidak

berprasangka, tidak memihak dalam melakukan

pemeriksaan, pengevaluasian dan penerbitan

laporan audit.

Kode Etik : pedoman bagi para anggota Ikatan Akuntan

Indonesia untuk bertugas secara bertanggung jawab

dan objektif.

Page 35: Auditing dan Profesi Akuntan Publik€¦ · auditing dan profesi akuntan publik. Dalam modul ini Anda akan dapat memahami konsep dasar auditing dan berbagai hal yang terkait dengan

PAJA3337/MODUL 1 1.35

Daftar Pustaka

Arifin Wirakusumah & Sukrisno Agoes. (2003). Tanya Jawab Praktik

Auditing. Jakarta: LP FEUI.

Bambang Hartadi. (2004). Auditing: Suatu Pendekatan Komprehensif Per

Pos dan per Siklus. Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.

Elder, Randal J.; Beasley, Mark S., and Arens, Alvin A. (2010). Auditing

and Assurance Services: An Integrated Approach. Pearson Prentice

Hall.

Standar Profesional Akuntan Publik. (2011). IAPI.

Sukrisno Agoes. (2004). Auditing (Pemeriksaan Akuntan). Edisi 3. Jakarta:

LP FEUI.