Top Banner

Click here to load reader

5. PENCEMARAN PANTAI KOTA MAKASSAR pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktekoperasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah

Mar 09, 2019

ReportDownload

Documents

lethuan

5. PENCEMARAN PANTAI KOTA MAKASSAR

5.1 Beban Pencemaran Perairan Pantai Kota Makassar

Air merupakan sumberdaya alam yang mempunyai fungsi sangat penting

bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya. Dengan perannya yang sangat

penting, air akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kondisi/komponen lainnya.

Pencemaran air atau polusi air mempunyai pemahaman yang berbeda beda antara

satu dengan lainnya mengingat begitu banyak pustaka acuan yang merumuskan

definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pengertian

pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan

dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-

undang. Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak

pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-

komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut,

pencemaran air tanah dan pencemaran udara.

Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air,

pencemaran air didefinisikan sebagai : pencemaran air adalah masuknya atau

dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air

oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang

menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Pasal 1,

angka 2). Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna

pokoknya menjadi 3 (tga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau

pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001).

. Berdasarkan definisi pencemaran air, penyebab terjadinya pencemaran

dapat berupa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam

air sehingga menyebabkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut sering disebut

dengan istilah unsur pencemar, yang pada prakteknya masukan tersebut berupa

buangan yang bersifat rutin, misalnya buangan limbah cair. Aspek

pelaku/penyebab dapat yang disebabkan oleh alam, atau oleh manusia.

Pencemaran yang disebabkan oleh alam tidak dapat berimplikasi hukum, tetapi

Pemerintah tetap harus menanggulangi pencemaran tersebut. Sedangkan aspek

akibat dapat dilihat berdasarkan penurunan kualitas air sampai ke tingkat tertentu.

76

Pengertian tingkat tertentu dalam definisi tersebut adalah tingkat kualitas air yang

menjadi batas antara tingkat tak-cemar (tingkat kualitas air belum sampai batas)

dan tingkat cemar (kualitas air yang telah sampai ke batas atau melewati batas)

Adanya berbagai aktivitas di pantai Kota Makassar saat ini menyebabkan

terjadinya penurunan kualitas lingkungan berupa pencemaran dan kerusakan

terumbu karang dan perubahan morfologi pantai. Penelitian mengenai

pencemaran pantai Kota di juga telah dilakukan oleh beberapa peneliti

diantaranya yang dilakukan di Teluk Jakarta dimana ditemukan perbedaan tingkat

pencemaran berbeda dan yang menetukan perbedaan tersebut adalah industri

(Rochyatun dan Rozak, 2007). Berdasarkan hasil penelitian Monoarfa (2002),

penyebab menurunnya kualitas perairan Kota Makassar diduga berasal dari tiga

sumber yang dominan yaitu adanya pemusatan penduduk di Kota, kegiatan

industri di sekitar Kota Makassar dan kegiatan pertanian di hulu sungai

Jeneberang serta sungai Tallo. Terpusatnya penduduk kota menghasilkan limbah

yang cukup besar, baik limbah padat maupun limbah cair. limbah tersebut masuk

ke Wilayah perairan pantai Makassar dan mengakibatkan pendangkalan pantai

serta perubahan parameter kualitas air seperti kandungan DO, nilai BOD, nilai

COD dan munculnya senyawa-senyawa beracun dan eutrofikasi.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, sumber pencemar yang

terjadi di pantai Kota Makassar bersumber pada aktivitas penduduk, industri,

wisata dan perhotelan. Sumber-sumber pencemaran tersebut masuk melalui aliran

sungai Tallo dan Jenneberang serta beberapa kanal yang ada seperti Kanal

Panampu, Benteng, H Bau dan Jongaya. Bahan-bahan pencemar yang berasal

dari aktivitas rumah tangga berupa air buangan rumah tangga serta padatan berupa

sampah yang langsung dibuang ke sungai dan laut. Hal ini juga terjadi pada

limbah bahan pencemar yang berasal dari aktivitas industri, wisata dan perhotelan

dapat berupa limbah organik maupun anorganik.

Perhitungan beban pencemaran ditujukan untuk mengetahui sumber

pencemaran, jenis bahan pencemar dan besarnya beban pencemaran yang masuk

ke dalam perairan pantai Kota Makassar. Namun sumber pencemaran tidak

dibedakan apakah berasal dari non-point source atau point source. Sumber

77

pencemaran yang dimaksud adalah berasal dari aliran beban pencemara Sungai

Jenneberang dan Sungai Tallo serta kanal yang masuk ke perairan pantai Kota

Makassar. Perhitungan beban pencemaran berupa limbah organik (BOD5

dan

COD) dan hara (nitrat dan fosfat) diperoleh dari perkalian bulanan debit sungai

(m3

Stasiun

/bulan) dengan konsentrasi parameter di sungai yang telah diukur. Perhitungan

Beban Pencemaran Pantai yang berasal dari Sungai Jenneberang dan Sungai Tallo

dapat dilihat pada Tabel 12 .

Tabel 12. Beban pencemaran bulanan dari sungai dan kanal di pantai Kota Makassar

Konsentrasi Beban Limbah (ton/bln) BOD COD 5 NO PO3 4

S Jenneberang 18.127,93 95.971,39 159,95 1.199,64 S Tallo 7.037,15 23.122,07 20,11 281,49 K Panampu 253,72 15.629,22 30,75 38,26 K Benteng 9,29 379,52 1,61 1,68 KHaji Bau 13,30 482,58 2,22 1,38 K Jongaya 155,03 10.593,62 13,18 42,83 Total 25.596,42 146.178,40 227,82 1.565,28

Sumber : Hasil olahan Data Primer dan Sekunder 2010

Beban limbah yang bermuara di pantai kota Makassar berasal dari

berbagai sumber. Sumbangan terbesar dari limbah yang ada berasal dari aliran

masuk Sungai Jenneberang dan Sungai Tallo, kemudian berbagai kanal yang ada

yakni kanal Panampu, Jongaya, H Bau dan Benteng. Perbedaan loading beban

limbah yang terjadi umumnya kerena pebedaan debit aliran.

Gambar 7 komposisi beban limbah BOD5 dan COD berdasarkan aliran sungai

dan Kanal

78

Komposisi aliran beban limbah BOD pada total beban limbah terlihat

bahwa, beban limbah pada aliran sungai Jennebarang memberikan kontribusi

terbesar dengan 70,82%, kemudian Sungai Tallo, Kanal Jongaya, Kanal

Panampu, Kanal Haji Bau serta Kanal Benteng dengan nilai kontribusi berturut-

turut 72,45%, 0,99%, 0,61%, 0,05% serta 0,04%. Adapun komposisi beban

limbah COD adalah Sungai Jenneberang terbanyak dengan 65,7%, kemudian

berturut adalah Sungai Tallo 15,8%, Kanal Panampu 10,7%, Kanal Jongaya 7,2%,

serta Kanal Haji Bau dan dan Kanal Benteng 0,3%.

Gambar 8 komposisi beban limbah NO3 dan PO4

Total beban limbah NO

berdasarkan aliran sungai dan kanal

3 yang bermuara di kawasan pesisir Kota makassar

adalah 227.82 ton/bln, dengan komposisi penyumbang terbesar dari aliran beban

pada Sungai Jenneberang sebesar 70%, kemudian Kanal panampu dengan

kontribusi 13%, sungai Tallo 9%, Kanal Jongaya 6%, serta Kanal Benteng dan

Haji Bau masing-masing 1%. Ada sedikit perbedaan dalam kontribusi beban

limbah untuk parameter NO3, walaupun dengan debit aliran yang sedikit lebih

kecil Kanal Panampu menyumbang beban limbah yang lebih besar dibandingkan

dengan Sungai Tallo. Hasil perhitungan beban limbah PO4 di perairan pesisisr

Kota Makassar adalah 1.565,28 ton/bln. Penyumbang beban limbah terbesar

adalah sungai Jenneberang, Sungai Tallo, Kanal Jongaya, Kanal Panampu, kanal

Benteng serta Kanal Haji Bau dengan masing-masing nilai beban adalah 76,6%,

18,0%, 2, 7%, 2,4% serta 1%. Nilai PO4 pada Sungai Jenneberang ralatif sangat

tinggi dibandingkan dengan prosentase sumbangan limbah untuk parameter

lainnya.

79

5.2 Tingkat Pencemaran Pantai Kota Makassar

Sumitomo dan Nemerow (1970) dalam Kepmen LH No 115 tahun 2003,

telah mengusulkan suatu indeks yang berkaitan dengan senyawa pencemar yang

bermakna untuk suatu peruntukan. Indeks ini dinyatakan sebagai Indeks

Pencemaran (Pollution Index) yang digunakan untuk menentukan tingkat

pencemaran relatif terhadap parameter kualitas air yang diizinkan. Indeks ini

memiliki konsep yang berlainan dengan Indeks Kualitas Air (Water Quality

Index). Indeks Pencemaran (IP) ditentukan untuk suatu peruntukan, kemudian

dapat dikembangkan untuk beberapa peruntukan bagi seluruh bagian badan air

atau sebagian dari suatu sungai. Pengelolaan kualitas air atas dasar Indeks

Pencemaran (IP) ini dapat memberi masukan pada pengambil keputusan agar

dapat menilai kualitas badan air untuk suatu peruntukan serta melakukan

tindakan untuk memperbaiki kualitas jika terjadi penurunan kualitas akibat

kehadiran senyawa pencemar. IP mencakup berbagai kelompok parameter

kualitas yang independent dan bermakna.

Hasil perhitungan indeks pencemaran di kawasan pantai Kota Makassar

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 13 Tingkat pencemaran di lingkungan pantai dan kanal Kota Makassar

Nama Lokasi Stasiun

IP Rata-rata

IP Maks

IP

Kategori Pencemaran

Sungai Jennebe

Welcome message from author
This document is posted to help you gain knowledge. Please leave a comment to let me know what you think about it! Share it to your friends and learn new things together.